NEW
Font size
WorksheetsAgama Buddha
Total questions: 70
Worksheet time: 36mins
Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai pusat pengajaran agama Buddha. Hal ini diceritakan oleh seorang pandita Buddha bernama I-Tsing yang berasal dari China dan pernah tinggal di Palembang. Di kerajaan Sriwijaya juga terdapat Perguruan Tinggi Agama Buddha dengan mahaguru yang terkenal yaitu bernama Sakyakirti.
Faktor yang mempengaruhi kerajaan Sriwijaya menjadi pusat pengajaran agama Buddha berdasarkan narasi di atas, adalah ….
Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha dari berbagai negara dan berkumpul membahas agama Buddha
Sriwijaya sebagai tempat persinggahan bagi mereka yang akan belajar agama Buddha
Sriwijaya banyak dipengaruhi Budaya India Hindu dan Buddha
Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dari negara-negara di Asia
Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar di Sumatera memberikan pengaruh besar terhadap agama Buddha
Agama Buddha pernah mencapai zaman kejayaan pada masa kerajaan Mataram Kuno, Sriwijaya dan Majapahit. Namun setelah runtuhnya kerajaan Majapahit akibat perebutan kekuasaan oleh Raden Patah (putra raja Prabu Brawijaya) Agama Buddha pun mengalami masa gelap di nusantara. Salah satu hal yang menyebabkan agama Buddha mengalami masa gelap di nusantara ialah …
Serangan Kerajaan Islam Demak
Terjadinya pemaksaan pindah agama
Banyak yang tidak mengerti Dharma
Runtuhnya candi-candi Hindu Buddha
Sinkretisme ajaran Hindu dan Islam
Perhatikan narasi berikut ini.
Beliau adalah seorang tokoh yang awalnya tidak tertarik dengan Agama Buddha. Perkenalan dengan Buddha Dhamma mulai mendalam ketika pergi ke Watu Gong Semarang dalam rangka perayaan Buddha Jayanti pada tahun 1956. Pada tahun 1972 bersama dengan 5 orang Bhikkhu lainnya mendirikan Sangha Indonesia. Pada tahun 1976 memisahkan diri dan mendirikan Sangha Theravada Indonesia. Pada tahun 1985 – 1989 Beliau menjadi Wakil Presiden Sangha sedunia, tahun 1986 – 1992 menjadi ketua umum WALUBI. Beliau juga sebagai pencipta lagu–lagu Buddhis. Tokoh yang digambarkan dalam narasi di atas bernama ....
Ong Kie Tjay
Bhikkhu Ashin Jinarakkhita
Bhikkhu Girirakkhito
Bhikkhu Sri Pannavaro
Oka Diputera
Timbulnya agama di dunia adalah untuk menghindari terjadinya kekacauan, pandangan salah yang terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda, guna mendapatkan suatu kehidupan yang sejahtera dan kebahagiaan tertinggi. Pencapaian kebahagiaan tertinggi dalam agama Buddha disebut….
Sorga
Dewa
Brahma
Nibbana
Ketenangan
Suatu paham atau doktrin yang mengajarkan bahwa kebenaran itu hanya milik salah satu agama, golongan, kelompok, dan aliran tertentu. Selain dari itu adalah salah.
Paham tersebut adalah ...
Pluralisme
Eklusivisme
Inklusivisme
Universalisme
Toleransi
Paham ini tidak menyamakan paham ajaran, tetapi menerima kebenaran agama sendiri tanpa menolak adanya kebenaran dari agama lainnya.
Diluar agamanya sendiri terdapat kebenaran yang juga baik untuk diperhatikan
Paham tersebut adalah ...
Pluralisme
Eklusivisme
Inklusivisme
Universalisme
Toleransi
Berikut ini yang bukan ciri-ciri dari paham eklusivisme adalah ...
Bersikap fanatik
Tidak memiliki toleransi terhadap agama lain
Menghargai agama orang lain
Tidak menghargai agama orang lain
Mengancam kemajemukan
Siapakah tokoh dalam Buddhisme yang terkenal dengan prasasti Kalingga XXII yang mencerminkan toleransi dalam umat beragama ...
Raja Pasenadi
Raja Bimbisara
Raja Ajatasattu
Raja Ashoka
Raja Vattagamanbhaya
Perhatikan penggalan paritta berikut ini “Buddhaṁ Saraṇaṁ Gacchāmi, Dhammaṁ Saraṇaṁ Gacchāmi, Saṅghaṁ Saraṇaṁ Gacchāmi. Penggalan parittā tersebut adalah bagian dari ....
Maṅgala Sutta
Buddhānussati
Saccakiriya Gāthā
Saraṇagamana Pāṭha
Pubbabhāganamakkāra
Sammāsambuddha adalah seseorang yang mampu mencapai pencerahan agung (Bodhi) dengan usahanya sendiri, tanpa bantuan makhluk lain dan mampu mengajarkan Ajaran-Nya untuk kebahagiaan semua makhluk. Arti kata Buddha adalah ....
Yang Terberkahi
Yang Maha Suci
Yang Bijaksana
Yang Maha Tahu
Yang Sadar
Perhatikan pernyataan berikut ini: : Saṅgha tidak akan menetapkan hal-hal yang perlu dihapus dan hal-hal yang harus dilaksanakan, tidak akan menambah yang telah ada, serta menunjuk YA Bhikkhu Upāli untuk mengulang Vinaya dan YA Bhikkhu Ānanda untuk mengulang Dhamma nan mulia. Pernyataan-pernyataan di atas merupakan hasil Sidang Saṅgha yang ke ....
Sidang Saṅgha I
Sidang Saṅgha II
Sidang Saṅgha III
Sidang Saṅgha IV
Sidang Saṅgha V
Kitab suci Agama Buddha bersumber pada dua bahasa yaitu ...
Sankrit dan Pali
Sankrit dan Devanagari
Pali dan Devanagari
Pali dan Kawi
Kawi dan Devanagari
Kitab suci Agama Buddha yang berisi tentang peraturan-peraturan Kebhikkhuan adalah
Dhammapada
Cariyapitaka
Buddhavamsa
Sutta Pitaka
Vinaya Pitaka
Pada sidang Sangha ke berapa Abhidhamma diulang tersendiri, sehingga istilah Tipitaka menjadi lengkap (Vinaya, Sutta dan Abhidhamma)
Sidang Sangha I
Sidang Sangha II
Sidang Sangha III
Sidang Sangha IV
Sidang Sangha V
Pada sidang Sangha I, Dhamma dan Vinaya diulang dengan tujuan untuk menjaga kemurnian Ajaran Buddha supaya tetap murni, kuat dan melebihi ajaran-ajaran lainnya. Pada saat itu YA Bhikkhu Ananda mengulang ...
Vinaya
Dhamma
Abhidhamma
Vinaya dan Dhamma
Vinaya dan Abhidhamma
Pada sidang Sangha II, Sangha terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok yang berusaha mengubah Vinaya dan kelompok yang tetap mempertahankan Vinaya.
Kelompok yang mengubah Vinaya dikenal dengan nama ...
Sthaviravada
Theravada
Mahasangika
Mahayana
Buddhayana
Pada tahun 308 SM Raja Ashoka mensponsori Sidang Sangha III dengan tujuan untuk membersihkan Sangha dari susupan Bhikkhu gadungan serta melindungi Ajaran Buddha dari kaum sesat. Dengan dipimpin oleh YA Bhikkhu Tissa Mogaliputta, Sidang Sangha diadakan di Asokarama di kota Pataliputta. Saat ini kota Pataliputta dikenal dengan nama ...
Varanasi
Mandalay
Mandalay
Patna
Sahet Maheth
Pada Sidang Sangha III, Raja Ashoka mengirimkan misonaris ke luar India dengan tujuan menyebarkan lebih luas Ajaran Buddha. Misionaris yang dikirim ke luar India salah satunya adalah Putra putrinya, yaitu:
Bhikkhu Sariputta dan Bhikkhuni Khema
Bhikkhu Moggalana dan Bhikkhuni Uppalavana
Bhikkhu Ananda dan Bhikkhuni Pajapati
Bhikkhu Culapanthaka dan Bhikkhuni Patacara
Bhikkhu Mahinda dan Bhikkhuni Sanghamitta
Pada sidang Sangha ke berapakah Kitab suci Tipitaka untuk pertama kali diwariskan dalam bentuk tulisan ...
Sidang Sangha I
Sidang sangha II
Sidang sangha III
Sidang sangha IV
Sidang Sangha V
Kitab suci Tipitaka pertama kali dituliskan dengan menggunakan media ...
Kertas
Prasasti
Daun lontar
Daun teratai
Daun Bodhi
DI negara manakah Sidang Sangha V diadakan ...
Sri Lanka
Myanmar
Thailand
India
Laos
Pada tahun 308 SM Raja Ashoka mensponsori Sidang Saṅgha III dengan tujuan untuk membersihkan Saṅgha dari susupan bhikkhu gadungan serta melindungi Ajaran Buddha dari kaum sesat. Bertempat di Ashokārāma Pataliputta, Sidang Sangha ini dipimpin oleh ....
YA Bhikkhu Jagarabhivamsa
YA Bhikkhu Tissa Mogaliputta
YA Bhikkhu Sabbakami
YA Bhikkhu Mahākassapa
YA Bhikkhu Revata
Kitab suci Tipiṭaka yang membahas hal-hal yang berkenaan dengan istana-istana indah di alam surga serta kebajikan-kebajikan yang dilakukan oleh orang-orang yang menyebabkan kelahiran di alam surga para deva adalah ....
Dhammapada
Vimānavatthu
Petavatthu
Cariyāpitaka
Buddhavaṁsa
Pañca Niyama (Dhammaniyama) adalah hukum tertib kosmis yang mengatur segala hal yang terdapat di semesta. Berbagai fenomena alam dan kehidupan yang terjadi di semesta merupakan akibat dari proses kerja hukum tertib kosmis. Pañca Niyama bukanlah ciptaan Yang Maha Suci Buddha ataupun makhluk adikuasa manapun, Buddha menemukannya dan mengajarkannya kepada manusia dan dewa supaya mereka yang memahaminya terhindar dari pandangan keliru. Hukum tertib kosmis yang berkaitan dengan tumbuh-tumbuhan (botani) serta pembenihan adalah ....
Utu Niyama
Bija Niyama
Kamma Niyama
Citta Niyama
Dhamma Niyama
Persembahan puja terbagi menjadi dua yakni amisa puja yaitu pemujaan atau penghormatan dengan persembahan materi dan paṭipatti puja yaitu pemujaan atau penghormatan dengan melaksanakan ajaran Buddha Dharma. Contoh yang sesuai untuk praktik paṭipatti puja adalah ....
Mengikuti upacara pujabhatti di Vihāra
Derma makan untuk Bhikkhu Saṅgha
Persembahan bunga di altar Yang Maha Suci Buddha
Praktik fangshen, melepaskan satwa ke tempat yang mendekati habitatnya
Praktik Pañcasīlasikkhā yang berlandaskan pada pandangan benar
Āsāļha puja adalah hari raya umat Buddha yang memperingati khutbah pertama Yang Maha Suci Buddha kepada Pañcavaggiya yang berjudul Dhammacakkappavattana Sutta. Āsāļha puja diperingati antara bulan Juli – Agustus. Bagi para Bhikkhu, āsāļha puja merupakan pertanda dimulainya ....
Menerima dana Kaṭhina pada keesokan harinya
Hari Māgha puja pada keesokan harinya
Praktik piṇḍapātta pada keesokan harinya
Dimulainya masa Vassa pada keesokan harinya
Pembacaan Pātimokha pada keeokan harinya
Tirokuḍḍa sutta adalah khutbah Yang Maha Suci Buddha tentang pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal. Hari berdana umat Buddha kepada leluhur serta makhluk-makhluk yang terlahir di alam menderita melalui pelimpahan jasa yang dilaksanakan di Vihāra atau Cetiya adalah ....
Hari Māgha puja
Hari Kaṭhina
Hari Ulambana
Hari Vesākha
Hari Kaṭhina
Berikut ini hal yang bukan merupakan syarat suatu Vihara menyelenggarakan hari Kathina Puja adalah ...
Jumlah Bhikkhu paling sedikit lima orang Bhikkhu
Kathina Puja dilaksanakan bersamaan dengan hari Uposatha
Membuat suatu dewan panitia khusus
Upacara Kathina hanya boleh diadakan pada waktunya
Satu Vihara hanya boleh mengadakan upacara Kathina satu kali setahun
Pernyataan berikut yang tidak ada di dalam Caturangga Sanipata adalah ...
Bhikkhu yang hadir adalah Ehi-Bhikkhu
Buddha membabarkan Ovada Patimokkha
Lengkaplah Tiratana
Bhikkhu yang hadir semuanya adalah Arahat
Mereka hadir tanpa temu janji terlebih dahulu
Arti dari Ovada Patimokkha adalah ...
Berputarnya roda Dhamma
Pertemuan besar dengan empat faktor
Jalan Mulia Berunsur Delapan
Prinsip-prinsip dasar Ajaran Buddha
Jalan Tengah
Arti dari masa Vassa adalah ...
Musim Hujan
Musim Dingin
Musim Panas
Musim Kemarau
Musim Semi
Hari Ulambana adalah hari berdana kepada leluhur dan makhluk-makhluk yang menderita dengan pelimpahan jasa. Di Sutta manakah Buddha membabarkan tentang pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal ...
Brahmajala Sutta
Kutadanta Sutta
Manggala Sutta
Tirokudda Sutta
Metta Sutta
Jumlah Sila yang dilaksanakan Bhikkhu dalam Patimokkha Samvara Sila adalah ...
348 Sila
250 Sila
227 Sila
10 Sila
8 Sila
Sila menunjukkan kemampuan seseorang untuk menghindarkan diri dari tiga hal berikut, yaitu menghindarikan diri dari mengucapkan ucapan yang tidak benar dengan mengembangkan ucapan benar (Sammā Vācā). Menghindarikan diri dari melakukan perbuatan yang tidak benar dengan mengembangkan perbuatan benar (Sammā Kammanta). Menghindarkan diri dari menjalankan penghidupan yang tidak benar dengan cara menjalankan penghidupan benar (Sammā Ājīva). Berikut ini praktik yang menunjukkan sammā ājīva adalah ....
Tidak berbohong
Tidak berkata kasar
Tidak melukai makhluk hidup
Tidak mengambil barang yang diberikan
Menghindari diri dari lima pekerjaan yang tidak dianjurkan
Unsur Sila dalam Ariya Atthangika Magga adalah...
Samma Vaca, Samma Kammanta dan Samma Ditthi
Samma Vaca, Samma Kammanta dan Samma Sankappa
Samma Vaca, Samma Kammanta dan Samma Samadhi
Samma Vaca, Samma Kammanta dan Samma Ajiva
Samma Vaca, Samma Kammanta dan Samma Vayama
Buddhagosa menafsirkan Sila dalam Kitab yang berjudul...
Saddharmapundarika Sutta
Digha Nikaya
Visuddhimagga
Lankavatara Sutta
Sukhavativyuha
Dua hal ini disebut sebagai pelindung dunia (Lokapaladhamma) yaitu rasa malu melakukan hal-hal tercela dan rasa takut menerima akibat dari melakukan perbuatan tercela. Dua hal tersebut adalah ....
Mettā dan Karuṇā
Samatha dan Vipassana
Sīla dan Bhavana
Sati dan Sampajañña
Hiri dan Ottappa
Dalam Hukum Kebenaran Mulia tentang sebab-sebab Dukkha, dikatakan sebab Dukkha adalah Tanha. Berikut ini yang merupakan pengertian berupa keinginan rendah akan ketidakberlangsungan adalah
Kama Tanha
Kamma Tanha
Karma Tanha
Bhava Tanha
Vibhava Tanha
Dalam khotbah pertama Buddha yaitu Dhammacakkappavathana Sutta, Buddha mengajarkan tentang Cattari Ariya Saccani yaitu hukum kebenaran yang berkenaan tentang Empat Kebenaran Mulia. Kebenaran mulia yang kedua dari Cattari Ariya Saccani adalah ...
Kebenaran Mulia tentang Dukkha
Kebenaran Mulia tentang sebab-sebab Dukkha
Kebenaran mulia tentang terhentinya Dukkha
Kebenaran mulia tentang jalan menuju terhentinya Dukkha
Kebenaran Mulia tentang jalan tengah
Perhatikan penggalan Pañcasīlasikkhā berikut ini: “Musavada veramaṇī, sikkhāpadaṁ samādiyāmi” Arti dari penggalan sikkhā tersebut adalah ....
Aku bertekad melatih diri menghindari diri dari melukai makhluk hidup
Aku bertekad melatih diri menghindari diri dari mengambil barang yang tidak diberikan
Aku bertekad melatih diri menghindari diri dari menghindari perbuatan zina
Aku bertekad melatih diri menghindari diri dari ucapan bohong
Aku bertekad melatih diri menghindari diri dari perbuatan tidak suci
Korupsi merupakan perilaku tercela, yang melewati batas norma dalam Buddhisme dan telah melanggar sila atau aturan kemoralan. Pelanggaran sila dari Pancasila Buddhis merupakan sila ke ....
Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
Aṭṭhasīla adalah sīla yang dipraktikkan pada hari uposattha. Hari uposattha jatuh pada tanggal 1, 8, 15, dan 23 pada penanggalan lunar. Praktik sīla berikut ini yang menyatakan tekad untuk menghindari makan di waktu yang tidak tepat adalah ....
Abrahmacariyā veramaṇī, sikkhāpadaṁ samādiyāmi
Vikāla-bhojanā veramaṇī, sikkhāpadaṁ samādiyāmi
Naccagīta-vādita-visūkadassanā veramaṇī, sikkhāpadaṁ samādiyāmi
Jātarūpa-rajata-paṭiggahanā veramaṇī, sikkhāpadaṁ samādiyāmi
Uccāsayana-mahāsayanā veramaṇī, sikkhāpadaṁ samādiyāmi
Hukum kebenaran bersifat mutlak, yang berlaku kepada siapa saja, mengatasi waktu, tempat, sasaran, dan keadaan. Hukum kebenaran berupa Cattāri Ariya Saccāni atau empat kebenaran mulia, pertama kali disampaikan oleh Yang Maha Suci Buddha dalam khutbah-Nya ....
Anattalakkhaṇa Sutta
Brahmajāla Sutta
Dhammacakkappavattana Sutta
Mahaparinibbāna Sutta
Mahasatipatthanā Sutta
Buddhaghosa dalam kitab Visudhimagga memberikan empat penafsiran mengenai sila, dimana salah satunya adalah dengan melaksanakan lima jenis pengendalian diri. Salah satu dalam lima pengendalian diri adalah dalam hal kesabaran yang dalam bahasa Pali disebut . . . .
Pathimokha samvara
Sati samvara
Nana samvara
Khanti samvara
Viriya samvara
Perhatikan petikan sutta berikut ini “Apakah Tathagata muncul di dunia ini atau tidak, Dhamma tetap ada”. Petikan sutta tersebut menrupakan petikan dari sutta ....
Brahmavihārapharaṇā
Kūṭadanta Sutta
Karaṇīyamettā Sutta
Dhammapada syair 185
Dhammaniyāma Sutta
Kamma berarti tindakan atau perbuatan, semua tindakan yang disengaja, baik melalui mental (pikiran), verbal (ucapan) maupun fisik (tindakan) dianggap sebagai kamma.. Semua tindakan yang didasari kehendak (cetanā) baik dan buruk disebut kamma. Kusala kamma artinya perbuatan baik, sedangkan akusala kamma adalah perbuatan buruk. Sebab atau akar dari kusala kamma adalah ....
Mana – Uddhacca – Avijjā
Sīla – Samādhi – Pañña
Dāna – Sīla – Bhāvanā
Lobha - Dosa - Moha
Alobha - Adosa – Amoha
Seseorang yang melaksanakan atau mempraktikkan pengembangan batin dengan sungguh-sungguh (Samatha Bhāvanā) sehingga mencapai jhāna, maka kelahiran berikutnya ia akan terlahir di alam Brahma. Perbuatan tersebut termasuk kamma ....
Diṭṭhadhammavedanīya kamma
Uppajavedanīya kamma
Aparāparabedanīya kamma
Apāripākkadiṭṭhadhammavedanīya kamma
Ahosi kamma
Kamma (Pāḷi), karma (Sansekerta) adalah hukum sebab akibat tentang perbuatan, artinya setiap perbuatan yang dilakukan selalu menimbulkan akibat/buah. Kamma dapat dilakukan melalui tiga saluran, yaitu tindakan, ucapan dan pikiran. Perbuatan berikut yang termasuk Kusala Mano Kamma adalah ....
Praktik Dhammasavaṇa di Vihāra
Donor darah
Berdana buku pelajaran ke panti asuhan
Membagikan buku paritta
Praktik vipassana bhāvanā
Seseorang yang menderita kecanduan narkoba akan senantiasa memiliki keinginan untuk mengonsumsi obat-obat tersebut. Apabila terputus obatnya maka ia akan merasa menderita. Berikut ini yang termasuk upaya untuk mencegah kecanduan akan narkoba adalah ....
Bergaul dengan teman yang gemar praktik hidup vegan
Bergaul dengan teman yang melatih diri dengan praktik pengembangan batin (bhāvanā)
Bergaul dengan teman yang gemar praktik pujabhatti di Vihāra
Bergaul dengan teman yang gemar mengikuti donor darah
Bergaul dengan teman yang gemar menjadi sukarelawan dalam penanggulangan bencana
Tawuran merupakan perkelahian secara massal yang dilakukan secara beramai-ramai antara kelompok pelajar satu dengan kelompok pelajar lainnya. Tawuran perkelahian pelajar seolah menjadi budaya yang sering dilakukan kalangan pelajar. Hal-hal kecil bisa menyulut pertengkaran individual yang berlanjut menjadi amarah, memprovokasi keadaan dan terjadilah perkelahian massal dan tak jarang dalam tawuran melibatkan penggunaan senjata tajam.
Sebagai generasi penerus bangsa, sudah semestisnya pelajar menghindarkan diri dari budaya tawuran pelajar, karena berdampak merugikan bukan hanya diri sendiri tetapi juga lingkungan dan masyarakat.
Di bawah ini, cara yang paling sesuai bagi pelajar untuk menghindarkan diri dari budaya tawuran adalah ....
junjung tinggi solidaritas antar pertemanan di sekolah. Ikut berjuang bersama teman saat anggota kelompoknya diganggu.
jangan mudah terprovokasi. Teliti, cermati dan gali setiap informasi yang kita dengar dan kita lihat, sebelum mengambil tindakan terhadap permasalahan tersebut.
tak segan angkat senjata saat ada informasi pelajar lain yang mau menyerang sekolah kita
menjalin komunikasi yang baik antara senior dan junior di sekolah. Laksanakan perintah senior sekalipun perintah tersebut bersifat destruktif.
bekerjasama dengan sesama pelajar untuk mencari jalan terbaik untuk bisa bolos sekolah.
Salah satu cara terbaik menghindari pergaulan bebas adalah dengan menghindari sahabat palsu, bergaulah dengan sahabat baik. Pernyatan mengenai sahabat yang baik (kalyāṇamitta) dapat dtemukan pada khutbah ...
Brahmajāla Sutta
Kūṭadanta Sutta
Maṇgala Sutta
Siglovāda Sutta
Karaṇīyametta Sutta
Manusia seutuhnya adalah manusia yang sejahtera secara materi (lahir) dan memiliki moral sebagai manusia dengan moral bersusila (batin). Berikut upaya terbaik untuk menjadi manusia seutuhnya adalah ....
Mengafal kitab suci
Praktik puasa pada aṭṭhasīla selama sebulan
Praktik pabbaja setiap akhir tahun
Praktik sīlā, samādhi dan pañña
Aktif mengkuti kegiatan fangshen
Perhatikan hal – hal di bawah ini. Yang bukan merupakan syarat dalam melaksanakan meditasi adalah ....
meditator harus menjaga kesehatan fisiknya sebelum dan sesudah meditasi.
meditator mempersiapkan tempat yang tenang dan tidak banyak gangguan
untuk meditator pemula sebaiknya menggunakan waktu pagi hari saat kondisi badan segar dan kondisi batin lebih jernih.
meditator pemula sebaiknya mencari guru yang berpengalaman untuk menunjukkan praktek meditasi yang benar.
meditator memiliki semangat yang kuat sehingga tidak lengah untuk melaksanakan meditasi bahkan saat kondisi fisik sedang tidak prima sekalipun.
Bhāvanā adalah pengembangan batin atau pemusatan pikiran pada satu objek. Pengembangan batin yang bertujuan pada pandangan terang adalah ....
Mettā Bhāvanā
Karunā Bhavana
Samatha Bhāvanā
Vipassana Bhāvanā
Anapanasati
Seseorang yang telah melakukan meditasi pandangan terang (Vipassana Bhavana) dengan benar akan mendapatkan hasil dengan memiliki Namarupa Pariccheda Nana yang artinya . . . .
pengetahuan mengenai sebab dan akiba
pengetahuan mengenai anicca, dukkha dan anatta
pengetahuan mengenai ketakutan dan kekhawatiran
pengetahuan mengenai ketakutan dan kekhawatiran
pengetahuan tentang untuk membedakan jasmani dan batin
Vipassana berarti menyadari dan mengamati setiap timbul dan lenyapnya nama dan rupa secara berkesinambungan. Vipassana Bhāvanā bertujuan mengembangkan batin untuk mencapai pandangan terang. Dalam Vipassana Bhāvanā terdapat ... objek meditasi
40 Objek meditasi
41 Objek meditasi
8 Objek Meditasi
5 Objek Meditasi
4 Objek meditasi
Dalam Buddhisme terdapat 31 alam kehidupan, yaitu Kāma-loka, Rūpa-loka dan Arūpa-loka. Kāma-loka adalah alam kehidupan yang makhluknya masih terikat dengan nafsu indera. Kelompok alam ini berjumlah ....
4 alam kehidupan
11 alam kehidupan
16 alam kehidupan
20 alam kehidupan
24 alam kehidupan
Berikut contoh-contoh kelompok hewan Catupada yang benar adalah ....
Kucing, Keledai dan Gajah
Ikan, Ular dan Lintah
Angsa, bebek dan Itik
Udang, Laba-laba dan Belalang
Kuda, Komodo dan Orangutan
Apāya Bhūmi adalah alam yang menderita, makhluk yang ada di alam kehiduoan ini tidak memiliki kesempatan untuk melakukan kebajikan. Berikut ini yang bukan termasuk ke dalam alam apāya bhūmi adalah ....
Nirāya Bhūmi
Tiracchāna Bhūmi
Peta Bhūmi
Asurakāya Bhūmi
Manussa Bhūmi
Makhluk yang tinggal di alam Rupaloka dan Arupaloka adalah ...
Deva
Brahma
Bodhisatta
Yakkha
Gandhaba
Kehancuran semesta dalam pandangan Buddhisme terdapat dalam sutta ....
Mahaparinibbana Sutta
Suriya Sutta
Kalama Sutta
Ratana Sutta
Karaniya Metta Sutta
Sotāpanna diartikan sebagai pemasuk arus. Arus yang dimaksud adalah arus Nibbana. Seseorang yang telah mencapai tingkat kesucian sotāpanna paling banyak akan terlahir tujuh kali lagi sebelum merealisasikan pencerahan Arahat. Seorang sotāpanna telah meleyapkan ... belenggu batin.
3
5
7
9
10
Sasaṅkhāra-parinibbāyi adadalah anāgāmī yang merealisasikan kesucian Arahat dengan usaha-usaha yang keras. Anāgāmī yang memiliki konsentrasi (samādhi) yang kuat terlhir di alam ....
Avihā
Attapā
Suddasā
Suddasi
Akaniṭṭhā
Makhluk-makhluk yang masih diliputi oleh nafsu indrawi secara doniman dan terikat indra-indra yang masih diliputi oleh kebencian, keserakahan dan kebodohan merupakan makluk-makhluk yang berada di . . .
Arupa Bhumi
Rupa Bhumi
Kama Bhumi
Apaya Bhumi
Duggati Bhumi
Berikut ini yang merupakan objek meditasi pandangan terang adalah ...
Dhammanupassana Satipathana
Kayagatasati
Kayagatasati
10 Asubha
4 Kasina
Menurut Ajaran Buddha, bumi kita ini hanya merupakan salah satu titik kecil saja di alam semesta, sehingga bumi bukan merupakan satu-satunya tempat kehidupan bagi makhluk, juga bukan manusia dan hewan saja yang merupakan makhluk yang hidup di bumi ini. Disebutkan dalam Abhibha, Ānanda Vagga, Aṅguttara Nikāya, bahwa ada milyaran tata surya di alam semesta ini, dan di setiap tata surya terdapat bumi, sehingga dalam setiap alam semesta terdapat banyak sekali makhluk hidup. Menurut teori manusia mula-mula di Agañña Sutta, makhluk pertama bertumimbal lahir dari alam ....
Ābhassara
Parittasubhā
Kūṭadanta Sutta
Vehaphala
Tusitā
Dalam Pancakkhandha, kelompok perasaan yang timbul sebagai akibat antara kontak-kontak dengan indera adalah ...
Vedanakkhandha
Sannakkhandha
Sankharakkhandha
Vinnanakkhandha
Rupakkhandha
Dalam Pancakkhandha, kelompok kesadaran yang timbul akibat indera mengadakan kontak dengan objek yang sesuai adalah ...
Vedanakkhandha
Sannakkhandha
Sankharakkhandha
Vinnanakkhandha
Rupakkhandha
Dalam Bahasa Pali, arti kata“Manussa” adalah ...
Makhluk yang berpikiran luhur
Makhluk yang berpikiran baik
Makhluk yang beraklak lurus
Makhluk yang mulia
Makhluk yang bermoralitas
Kehancuran alam semesta dalam pandangan ajaran Yang Maha Suci Buddha terdapat dalam Surīya Sutta. Menurut Suriya Sutta, kehancuran bumi ditandai dengan munculnya matahari ke dua. Dua Matahari yang saling mengorbit satu sama lain dalam satu sistem tata surya. Di Galaksi Bimasakti, terdapat banyak Tata Surya yang di dalamnya memiliki dua atau lebih bintang yang saling mengorbit, contohnya sistem bintang biner Alpha Centaury (Alpha Centaury A dan Alpha Centaury B). Menurut Suriya Sutta saat matahari ke lima muncul, yang terjadi pada bumi adalah ....
Dunia menjadi gas
Maha samudera surut
Sungai dan danau kecil surut
Semua danau besar surut
Siang dan malam tidak bisa dibedakan
