WorksheetsPAS ETIKA PROFESI SEMESTER 2
Total questions: 40
Worksheet time: 2hrs 0mins
Jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau dibayar oleh pemerintah merupakan jaminan
Sosial tenaga kerja
Kesehatan kerja
Keselamatan kerja
Kecelakaan kerja
Keamanan kerja
Manfaat berupa uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja merupakan jaminan
Sosial tenaga kerja
Kesehatan kerja
Keselamatan kerja
Keamanan kerja
Kecelakaan kerja
Manfaat berupa uang tunai yang dibayarkan sekaligus pada saat peserta memasuki usia pensiun, meninggal dunia, atau mengalami cacat total tetap merupakan jaminan
Hari tua
Kesehatan kerja
Keselamatan kerja
Keamanan kerja
Kecelakaan kerja
Manfaat berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kerja merupakan jaminan
Sosial
Ekonomi
Teknik
Kematian
Pensiun
Kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan mahkluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya disebut
Lingkungan kerja
Lingkungan fisik
Lingkungan non-fisik
Lingkungan hidup
Struktur kerja
Keseluruhan alat perkakas, bahan yang dihadapi, lingkungan sekitar tempat kerja, metode kerja, serta peraturan kerja, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok disebut
Lingkungan kerja
Lingkungan fisik
Lingkungan non-fisik
Lingkungan
Struktur kerja
Semua yang berada di sekitar tempat kerja yang dapat memengaruhi semangat dan emosi kerja para pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung disebut
Lingkungan kerja
Lingkungan fisik
Lingkungan non-fisik
Lingkungan
Struktur kerja
Semua keadaan yanng terjadi di tempat kerja yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan, disebut juga
Lingkungan kerja
Lingkungan fisik
Lingkungan non-fisik
Struktur kerja
Tanggung jawab kerja
Lingkungan kerja yang membuat karyawan merasakan bahwa pimpinan yang memberikan pengarahan, keyakinan, perhatian, serta menghargai mereka merupakan pengaruh lingkungan kerja non-fisik, disebut
Struktur kerja
Tanggung jawab kerja
Dukungan pemimpin
Kerja sama antar kelompok
Kelancaran komunikasi
Sejauh mana karyawan merasakan adanya komunikasi yang baik, terbuka dan lancar, baik antara teman sekerja ataupun dengan pimpinan merupakan pengaruh lingkungan kerja non-fisik, yang disebut
Struktur kerja
Tanggung jawab kerja
Dukungan pimpinan
Kerja sama antarkelompok
Kelancaran komunikasi
Berbagai program dan kegiatan kesehatan di tempat kerja berikut yang merupakan upaya kesehatan kerja berupa promotif adalah pendidikan dan pelatihan di bidang
Keselamatan kerja
Keamanan kerja
Kesehatan kerja
Rehabilitasi kerja
Tindakan operatif
Fasilitas tambahan untuk kesehatan tenaga kerja yang dapat memberikan perlindungan bagi pekerja sesuai dengan pekerjaan pada saat jam istirahat adalah
Ruang istirahat
Pakaian kerja
Kesehatan kerja
Transportasi umum
Pelatihan khusus
Pemeriksaan kesehatan badan tenaga kerja yang dilakukan oleh dokter sebelum diterima sebagai tenaga kerja disebut
Kesehatan awal
Kesehatan berkala
Kesehatan kerja
Kesehatan khusus
Pencegahan
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada tenaga kerja setelah sembuh dari kecelakaan dan penyakit yang agak lama dengan maksud agar ia bekerja sesuai dengan situasi dan kondisi badannya disebut pemeriksaan
Kesehatan awal
Kesehatan berkala
Kesehatan khusus
Pencegahan
Peningkatan
Pemeriksaan kesehatan badan tenaga kerja oleh dokter dalam jangka waktu tertentu tergantung dari macam-macam bahaya yang dihadapi tenaga kerja tersebut dalam melakukan pekerjaannya disebut pemeriksaan
Pemeriksaan kesehatan awal
Pemeriksaan kesehatan berkala
Pemeriksaan khusus
Pengobatan
Peningkatan
Profesi bahaya yang berasal dari tindakan manusia untuk melakukan pekerjaan dalam kondisi yang prima, baik fisik maupun psikis, merupakan bahaya dilingkungan kerja karena faktor
Manusia
Peralatan
Proses kerja
Material
Lingkungan
Potensi bahaya dari dalam lingkungan kerja yang bersumber dari proses produksi termasuk bahan, produk hasil akhir, suhu, udara dan kebisingan, merupakan bahaya dilingkungan kerja karena faktor
Proses kerja
Peralatan kerja
Proses produksi
Bahan kimia
Lingkungan
Bahaya yang berasal dari peralatan kerja yang digunkan yang jika tidak terjaga dengan baik, rentan terhadap kegiatan yang dapat menyebabkan kecelakaan merupakan bahaya kerja yang bersumber dari faktor
Proses kerja
Bahan baku
Peralatan kerja
Lingkungan kerja
Proses produksi
Gerakan bolak-balik cepat memantul ke atas dan ke bawah atau ke belakang dan ke depan yang dapat dirasakan melalui lantai atau dinding disebut
Kebisingan
Penerangan
Lingkungan
Getaran
Peralatan kerja
Pencegahan terhadap pengaruh bahaya biologis berupa debu organik untuk pekerja yang berisiko tertular lewat debu yang mengandung organisme patogen dilakukan dengan cara
Menyelamatkan korban
Menggunakan masker
Menggunakan alat pelindung diri
Membersihkan semua debu
Mengimunisasi pekerja
Bahaya yang timbul karena penerapan ergonomi yang tidak sesuai dengan pekerjaan serta peralatan kerja merupakan potensi bahaya karena faktor
Lingkungan
Biologis
Psikologis
Fisiologis
Psikososial
Ruang lingkup ergonomi yang berkaitan dengan anatomi tubuh manusia, karakteristik fisiologis yang berhubungan dengan aktifitas fisik disebut
Fisik
Organisasi
Longkungan
Kognitif
Psikososial
Ruang lingkup ergonomi yang berkaitan dengan komunikasi di dalam lingkungan pekerjaan, perancangan waktu kerja, organisasi di perusahaan yang membuat pekerja merasa nyaman dalam bekerja disebut
Psikologis
Organisasi
Lingkungan
Kognitif
Psikososial
Ruang lingkup ergonomi yang berkaitan dengan proses mental manusia, beban kerja, pengambilan keputusan, dan stres kerja disebut ergonomi
Fisiologis
Organisasi
Lingkungan
Kognitif
Psikososial
Ruang lingkup ergonomi yang berkaitan dengan pencahayaan, udara ruangan, desain ruangan kerja, kebisingan, getaran disebut ergonomi
Biologis
Organisasi
Lingkungan
Kognitif
Pikososial
Setelah mematikan korban tidak memberi respons dan sudah memanggil bantuan medis, lakukan kompresi dada yang biasa dikenal dengan nama Resusitasi Jantung Paru-paru (RJP) atau Cardio Pulmonary Resusation (CPR). Hal ini merupakan prinsip Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang disebut
Response
Danger
Airway
Breathing
Compression
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk lokasi ruang P3K anatara lain mudah dijangkau dari area kerja, dekat jalur keluar, dan dekat dengan
Tempat parkir
Tempat tidur pasien
Fasilitas P3K
Jalan yang cukup lebar
Papan nama yang jelas
Tindakan memulihkan kembali kesaddaran seseorang yang tampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi jantung dan paru, yang beriorentasi pada otak disebut
Tindakan resusitasi
Membebaskan jalan nafas
Ventilasi nafas buatan
Memperlancar peredaran darah
Menyelamatkan korban
Komunikasi berupa naskah yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat kompleks dan gambar karena tidak dapat dilakukan dengan kalimat, berdasarkan cara penyampaian informasi merupakan jenis komunikasi
Lisan
Tertulis
Formal
Horizontal
Vertikal
Komunikasi yang terjadi di antara perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam struktur organisasinya, berdasarkan perilaku merupakan jenis komunikasi
Tertulis
Formal
Informal
Horizontal
Vertikal
Komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi di antara orang-orang yang mempunyai kedudukan yang sejajar, berdasarkan ruang lingkup komunikasi merupakan jenis komunikasi
Formal
Informal
Vertikal
Horizontal
Diagonal
Komunikasi yang terjadi dalam ruang lingkup organisasi di antara orang-orang dari atasan kepada bawahan, berdasarkan ruang lingkup komunikasi merupakan jenis komunikasi
Informal
Nonformal
Vertikal
Horizontal
Diagonal
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan, berdasarkan ruang lingkup komunikasi efektif yang disebut
Internal
Eksternal
Vertikal
Horizontal
Diagonal
Komunikasi efektif tidak hanya terkait dengan pengunaan bahasa dan informasi, tetapi juga tata krama atau etika. Hal ini merupakan aspek membangun komunikasi efektif yang disebut
Clarity
Accuracy
Context
Flow
Culture
Dalam komunikasi efektif, bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan tempat komunikasi itu terjadi. Hal ini merupakan aspek membangun komunikasi efekti yang disebut
Clarity
Accuracy
Context
Flow
Culture
Kesantunan dalam penyampaian pesan sehingga akan memupuk hubungan baik dalam komunikasi bisnis merupakan salah satu syarat komunikasi efektif adalah...
correctedness
conciseness
consideration
concreteness
courtesy
Ketelitian penulisan/ penyampaian pesan serta penggunaan tata bahasa, tanda baca dan ejaan yang benar merupakan salah satu syarat komunikasi efektif yang disebut..
correctedness
consiseness
consideration
concreteness
courtesy
Rasa hormat dan sikap saling menghargai dapat membantu kerja sama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektivitas kinerja, baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim, disebut...
Respect
Empathy
Audible
Clarity
Humble
Pesan harus dibuat secara singkat, dengan jumlah kata sesedikit mungkin tanpa mengurangi makna, namun tetap menonjolkan gagasan. Hal ini merupakan salah satu syarat komunikasi efektif yang disebut...
correctness
conciseness
consideration
concreteness
courtesy
Komunikasi hendaknya disampaikan dengan menerapkan empati dengan mempertimbangkan dan mengutamakan penerima pesan. Hal ini merupakan salah satu syarat komunikasi efektif yang disebut...
correctness
conciseness
consideration
concreteness
clarity
