NEW
Font size
WorksheetsKode PS
Total questions: 60
Worksheet time: 3600secs
Seorang apoteker di bagian R&D sedang memformulasikan Bisakodil menjadi tablet lepas tunda. Parameter keberhasilan formulasi tablet tersebut adalah sediaan diharapkan dapat menahan pelepasan obat di lambung dan melepaskan bahan obatnya di usus.
Uji disolusi dengan media apa yang harus dipilih untuk menguji parameter tersebut?
aquades dan asam pH 1,2
asam pH 1,2 dan basa pH 7,4
cairan lambung buatan
cairan usus buatan
cairan lambung dan cairan usus buatan
Seorang apoteker di bagian R&D sedang membuat formulasi baru tablet pioglitazone. Tablet tersebut dibuat dengan metode granulasi basah. Namun setelah pengempaan ternyata didapatkan tablet dengan kondisi terpisah antara bagian atas dan bawah.
Bahan apakah yang bisa ditingkatkan jumlahnya untuk mengatasi kondisi tersebut?
Pengisi
Pengikat
Penghancur
Pelincir
Antiadherent
Bagian penelitian dan pengembangan di industri farmasi sedang mengembangkan formula tablet parasetamol untuk anak dengan dosis 200 mg. Tablet parasetamol tersebut dibuat dengan metode cetak langsung dengan susunan formula tiap tablet : parasetamol (200 mg), Avicel PH 101 (168 mg), Kollidon VA (13 mg), Kollidon CL (6 mg), dan Magnesium stearate (4 mg). Pencetakan tablet dilakukan dengan mesin cetak tablet rotari dengan kekuatan kompresi 25-30 kN. Setelah proses pencetakan, tablet parasetamol yang dihasilkan mempunyai kekerasan 15 N, kerapuhan 0,7 % dan disolusi (30 menit) 53 %.
Apakah langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik dan disolusi dari tablet parasetamol tersebut?
Merubah jumlah parasetamol menjadi 250 mg/tablet
Merubah jumlah Kollidon VA menjadi 10 mg/tablet
Merubah jumlah Kollidon CL menjadi 4 mg/tablet
Merubah jumlah Mg stearat menjadi 2 mg/tablet
Merubah kekuatan kompresi menjadi 15-20 kN
Sebuah industri farmasi mengembangkan produk lanzoprazole tablet salut enterik untuk pengobatan kondisi gastriris. Untuk memastikan tablet dapat secara selektif hanya pecah di usus, maka tablet harus melalui proses penyalutan dengan bahan tertentu.
Apa bahan penyalut yang dapat dipakai dalam formulasi tersebut?
HPMC
MHEC
Povidone
HPC
Eudragit L
Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan tetes mata larutan kloramfenikol 0,5% steril. Kloramfenikol merupakan bahan aktif yang tidak tahan terhadap pemanasan dengan suhu lebih dari 100oC, sehingga dipilih metode filtrasi sebagai metode sterilisasi akhir.
Berapa ukuran pori filter yang dapat digunakan untuk proses tersebut?
Kurang dari sama dengan 0,22 mikron
Kurang dari sama dengan 0,35 mikron
Kurang dari sama dengan 0,45 mikron
Kurang dari sama dengan 0,55 mikron
Kurang dari sama dengan 0,66 mikron
Seorang apoteker di industri farmasi memformulasi sediaan tablet nifedipin. Setelah dilakukan kompresi, didapatkan tablet yang terbelah sebagian setelah keluar dari ruang kompresi (capping).
Apa penyebab permasalahan tersebut?
Sifat alir yang buruk
Temperatur granul masih hangat ketika dikempa
Bahan pengikat terlalu banyak
Kandungan lembab terlalu tinggi
Jumlah fines terlalu banyak
Vaksin suntik hepatitis merupakan sedian steril yang diproduksi menggunakan metode teknik aseptis. Teknik ini tidak mengenal sterilisasi akhir sediaan setelah masuk ke dalam kemasan primer. Larutan vaksin hepatitis dimasukkan ke dalam kemasan primer dalam lingkungan ruangan yang sesuai dengan standar CPOB.
Apa ruang kelas yang paling tepat untuk digunakan dalam proses filling sediaan tersebut?
Kelas A
Kelas B
Kelas C
Kelas D
Kelas E
Seorang apoteker di suatu industri farmasi sedang mengembangkan formula orally disintegrating tablet (ODT) dari tablet meloksikam dengan bahan tambahan betasiklodekstrin, crospovidon, manitol, aspartame, sodium starch glycolate, dan Mg stearat. Dalam formula tersebut terdapat bahan tambahan yang berfungsi sebagai superdisintegran untuk mempercepat waktu hancur dari ODT.
Apakah bahan tambahan yang dimaksud?
Betasiklodekstrin
Crospovidon
Manitol
Aspartame
Sodium starch glycolate
Dalam formulasi sediaan suspensi oral acyclovir, diperlukan bahan tambahan yang berfungsi sebagai wetting agent untuk mempermudah pendispersian acyclovir.
Bahan apakah yang mempunyai fungsi seperti dimaksud dalam soal diatas?
Propilen glikol
Manitol
CMC Na
HPMC
Bentonit
Seorang apoteker di bagian R&D sedang memformulasikan magaldrat menjadi sediaan sirup. Apoteker tersebut menghendaki agar sediaan sirup magaldrat ini aman untuk diberikan pada konsumen yang menderita diabetes.
Apakah bahan pemanis yang dapat dipilih dengan kriteria tersebut?
Sukrosa
Sirupus simplex
Sirup chery
Sorbitol
Fruktosa
Sebuah industri farmasi yang telah lama memproduksi obat antihipertensi dengan kandungan irbesartan melakukan penarikan terhadap produknya, sesuai dengan edaran resmi BPOM RI. Industri farmasi tersebut akan melakukan perubahan supplier bahan aktif irbesartan yang tidak mengandung pengotor N-Nitrodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine NDEA). Sebelum produk ini dipasarkan, maka industri tersebut harus melakukan validasi proses.
Apa jenis validasi proses yang harus dilakukan oleh industri farmasi tersebut?
Validasi Retrospektif
Validasi Kongruen
Validasi Prospektif
Validasi Ulang
Validasi Sistem Penunjang Kritis
Sebuah industri farmasi steril memproduksi sediaan gel meloksikam yang telah dimodifikasi dalam bentuk dispersi padat dengan penambahan PVP dengan tujuan untuk meningkatkan kelarutan meloksikam. Formula yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
R/ Dispersi meloksikam-PVP 2,5 %
Carbopol 1%
Trietanolamine 1%
Propilen glikol 15%
Aquadest 80,5 %
Apa fungsi penambahan trietanolamine dalam formula gel meloksikam tersebut?
preservative
pH buffer
alkalizing agent
co-solvent
gelling agent
Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan infus dekstrose 5% dengan volume sediaan sebesar 500 ml. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sediaan sebelum dapat dipasarkan adalah persyaratan endotoksin. Untuk memastikan hal tersebut, pihak industri melakukan depirogenasi, utamanya pada bahan baku. Metode depirogenisasi yang dapat digunakan antara lain panas kering menggunakan oven.
Berapa suhu dan waktu yang sesuai untuk metode tersebut?
250°C selama 30 menit
180°C selama 60 menit
200°C selama 45 menit
250°C selama 60 menit
180°C selama 30 menit
Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan tetes mata larutan kloramfenikol 0,5% steril. Kloramfenikol merupakan bahan aktif yang tidak tahan terhadap pemanasan suhu lebih dari 100oC, sehingga dipilih metode filtrasi sebagai metode sterilisasi akhir.
Di kelas produksi manakah proses pengisian sediaan tersebut dilakukan?
Kelas E
Kelas D
Kelas C
Kelas A latar belakang C
Kelas A latar belakang B
Seorang apoteker di bagian penelitian dan pengembangan sedang memformulasikan levonorgestrel menjadi sediaan tablet salut film. Hasil yang diperoleh adalah tablet yang retak-retak di bagian salutnya.
Apa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?
Meningkatkan kekerasan tablet
Meningkatkan konsentrasi polimer
Menurunkan viskositas penyalut
Meningkatkan konsentrasi plasticizer
Meningkatkan kecepatan putar panci penyalut
Dalam pembuatan sedian injeksi metronidazole, digunakan Kollidon sebagai salah satu bahan tambahannya. Sediaan yang mengandung Kollidon seringkali mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan saat disimpan.
Apa bahan tambahan yang dapat digunakan untuk mencegah perubahan tersebut?
Pengawet
Antioksidan
Pembasah
Pendapar
Surfaktan
Suatu industri farmasi mengembangkan sediaan suspensi oral nistatin dengan komposisi nistatin, sukrosa, metil paraben, propil paraben, sorbitol, selulosa mikrokristalin, gliserin, sodium karboksimetilselulosa, polisorbat 80, sodium sakarin, alkohol, sodium hidroksida, asam hidroklorida dan air. Dari hasil pengujian kualitas sediaan, diketahui bahan aktif tidak terdispersi secara optimal pada pembawa air.
Apakah bahan yang dapat ditingkatkan konsentrasinya untuk mengatasi permasalahan tersebut?
polisorbat 80
metil paraben
sorbitol
selulosa mikrokristalin
sodium hidroksida
Sebuah industri farmasi yang memproduksi tablet alprazolam 0,5 mg sedang melaksanakan pengujian rutin pada tablet hasil produksi. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah uji disolusi menggunakan larutan dapar pH 6,0±0,1 sebanyak 500 ml selama 30 menit pada enam tablet uji. Pada akhir pengujian dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5,0 ml dan dihasilkan kadar sebesar 0,93 ppm; 0,90 ppm; 0,87 ppm; 0,85 ppm; 0,91 ppm dan 0,80 ppm.
Berapakah rata-rata persen kandungan bahan aktif tersebut yang terlarut dalam media?
72,17
72,50
74,30
87,20
87,67
Sebuah industri farmasi melakukan pengujian rutin uji disolusi tablet furosemid 40 mg dengan menggunakan media disolusi dapar fosfat pH 5,8 sebanyak 900 ml. Komposisi dapar fosfat yang digunakan adalah 50 ml kalium fosfat monobasa 0,2 M dan 3,6 ml NaOH 0,2 M dalam 200 ml air. Diketahui massa molekul relatif kalium fosfat monobasa sebesar 136 g/mol dan NaOH sebesar 40 g/mol
Berapakah gram massa NaOH yang dibutuhkan untuk membuat media disolusi tersebut?
0,0288
0,0320
0,0810
0,1296
0,6480
Seorang apoteker bagian penelitian dan pengembangan akan membuat tablet sublingual Zolmitriptan untuk pengatasan migrain yang memiliki onset cepat. Tablet sublingual Zolmitriptan dibuat dengan metode cetak langsung. Komponen formulanya antara lain Zolmitriptan, manitol, MCC, gellan gum, citric acid, camphor, sodium sakarin, Mg stearat, dan talk. Peran saliva sangat penting dalam proses disintegrasi. Oleh karena itu sekresi saliva perlu dirangsang untuk mempercepat proses disintegrasi.
Bahan apa dalam formula yang memiliki fungsi tersebut ?
Manitol
Sodium sakarin
Gellan gum
Citric acid
Camphor
Bagian kontrol dan kualitas di industri obat tradisional melakukan penetapan kadar merkuri pada kapsul ekstrak bawang putih untuk antihipertensi dengan metode spektrofotometer serapan atom (SSA). Sampel sebanyak 2 gram di destruksi dengan HNO3 dan H2SO4. Hasil destruksi ditambah 5 mL SnCL2 dan air hingga volume 100 mL. Kadar merkuri yang diperoleh setelah dimasukan ke persamaan regresi kurva baku adalah 11,88 ppb.
Berapakah kadar merkuri (mg/Kg) pada sampel tersebut?
0,168
0,594
1,188
1,683
5,943
Suatu industri farmasi obat tradisional memproduksi sediaan tablet antioksidan dengan bahan aktif ekstrak bunga Hibiscus sabdariffa. Seorang apoteker dari bagian Kontrol Kualitas industri tersebut akan melakukan evaluasi terhadap campuran serbuk dari bahan aktif dan bahan tambahan sebelum masuk ke mesin pengempa tablet. Salah satu parameter yang harus ditentukan adalah sifat alir. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa campuran tersebut menghasilkan laju alir sebesar 11 gram/detik.
Apa kategori laju alir dari campuran serbuk tersebut?
Sangat sukar
Sukar
Agak sukar
Baik
Sangat baik
Morfin adalah obat dari alam yang dapat dari Papaver somniferum. Morfin dapat dimodifikasi menjadi beberapa obat baru dalam proses pengembangan obat (drug development). Salah satu hasil pengembangan obat dari morfin yaitu codein dengan aktivitas yang lebih tinggi.
Apa aktivitas obat yang sesuai dengan hasil pengembangan obat tersebut?
Analgesik
Antibiotik
Antitusif
Antipiretik
Antihipertensi
Bagian kontrol dan kualitas di industri akan melakukan penetapan kadar atropin sulfat pada tetes mata atropin sulfat 0,1% sesuai dengan FI ed VI. Sebanyak 1,8 mL larutan tetes mata ditambah dengan air hingga volume 100 mL. Sebanyak 10 mL campuran diambil dan dimasukan ke dalam corong dan ditambah dengan 2,0 mL larutan homatropin hidrobromida 0,5 mg/mL dan 5,0 mL dapar fosfat pH 9,0. Campuran diekstraksi dua kali menggunakan 10 mL metilen klorida. Filtrat diuapkan setelah dilewatkan dalam Natrium sulfat anhidrat. Residu dilarutkan dalam 2,0 metilen klorida dan diinjeksikan ke dalam kromatografi gas.
Apa teknik yang digunakan dalam penetapan kadar sampel di atas?
Standar internal
Standar eksternal
Standar adisi
Derivatisasi
Esterifikasi
Suatu industri sediaan herbal dengan bahan baku buah kapulaga sedang melakukan uji kadar minyak atsiri. Bahan baku ditimbang sebanyak 20 gram dan dimasukkan dalam labu, kemudian ditambahkan air sebanyak 300 mL. Setelah dilakukan penyulingan, didapatkan volume minyak atsiri sebanyak 0,35 ml.
Berapa kandungan minyak atsiri dalam bahan baku buah kapulaga tersebut?
0,12%
1,75%
5,25%
6,70%
7,60%
Suatu industri sediaan herbal dengan bahan baku daun tapak liman sedang melakukan uji kadar flavonoid total dengan menggunakan standar quersetin. Serbuk simplisia ditimbang sebanyak 1 gram dan diekstraksi dengan 25 ml etanol P. Larutan baku quersetin dibuat dengan konsentrasi 40 ppm. Masing-masing larutan uji dan baku dipipet secara terpisah sebanyak 0,5 ml dan ditambahkan masing-masing 1,5 ml etanol P, 0,1 ml amonium klorida, 0,1 ml natrium asetat 1 M dan 2,8 ml air. Setelah itu dikocok dan diinkubasi selam 30 menit dan dibaca absorbansinya pada panjang gelombang 425 nm. Dari hasil analisis didapatkan data absorbansi baku sebesar 0,372 sedangkan absorbansi sampel 0,332.
Berapa kandungan Flavonoid total dalam bahan baku daun tapak liman tersebut?
4,48%
3,57%
0,56%
0,12%
0,09%
Seorang apoteker yang bekerja di bagian produksi pada sebuah industri obat tradisonal. akan membuat sediaan kapsul berbahan aktif ekstrak daun sambiloto. Sediaan tersebut mengandung senyawa aktif andrografolida 15 mg tiap kapsul. Kadar andrografolida dalam ekstrak sebanyak 2%. Sedangkan jumlah sediaan yang akan dibuat sebanyak 5 karton (1 karton berisi 10 box @ 100 kapsul).
Berapa berat ekstrak yang dibutuhkan?
0,75 kg
1,5 kg
2,25 kg
2,75 kg
3,75 kg
Bagian penelitian dan pengembangan industri obat tradisonal akan menentukan kadar andrografolida ekstrak daun sambiloto dengan KLT-densitometri. Ekstrak daun sambiloto sebanyak 50 mg dilarutkan dalam etanol sampai diperoleh volume akhir 10 mL. Sebanyak 5 µL larutan ekstrak ditotolkan pada lempeng KLT bersama dengan 5 µL larutan standar andrografolida (10 µg/mL). Hasil pemeriksaan menunjukkan area ekstrak dan standar andrografolida berturut-turut 600 dan 400.
Berapa persen kadar andrografolida dalam ekstrak daun sambiloto?
0,5%
1,2%
2,0%
2,1%
2,4%
Suatu sampel Jamu A dianalisis di laboratorium pengujian Balai POM untuk mengetahui adanya BKO (Bahan Kimia Obat) Natrium Diklofenak dengan Spektrofotometer. Persamaan kurva baku Natrium Diklofenak yaitu y=444,928x – 0,004289 (mg%x10-3). Perlakuan sampel yaitu ditimbang 400 mg sampel dan dilarutkan metanol 10 mL kemudian disonikator selama 30 menit dan disaring, diambil 25 μL ditambahkan metanol sampai 5 mL kemudian dibaca pada panjang gelombang maksimal 276 nm yang spesifik untuk natrium Diklofenak. Nilai absrobansi sampel yaitu 0.724.
Berapa mg kadar natrium Diklofenak sampel jamu A?
430,95
330,95
230,95
130,95
30,95
Sebuah industri obat tradisional akan memproduksi sediaan sirup jahe untuk indikasi membantu mengatasi gejala mual dan muntah pada ibu hamil, pasca operasi, terapi kanker, dan mabuk perjalanan, serta mengurangi inflamasi dan rasa sakit. Untuk kontrol kualitas sediaan, akan digunakan metode HPLC guna mengukur kadar zat aktif yang ada dalam jahe. Hasil analisis serbuk jahe standar menunjukkan nilai Rt pada gingerol adalah 5,716; 6-shogaol adalah 13,216; 8- gingerol adalah 14,530; dan 10-gingerol adalah 40,033.
Jika hasil analisis sampel sediaan yang diproduksi menunjukkan adanya peak tertinggi muncul pada Rt 5,717, senyawa apa yang merupakan senyawa mayor pada sediaan
Gingerol
6-shogaol
8-gingerol
10-gingerol
Tidak dapat ditentukan
Seorang apoteker di Lab. QC Badan POM mendapatkan hasil KLT lima sampel jamu obat kuat (A, B, C, D, E) sebagai berikut. Diketahui Rf standar : sildenafil (S) = 0,76; tadalafil (T) = 0,6 dan fenilbutazon (F) = 0,12. Bagian Pengujian di Badan POM melakukan pemeriksaan kualitas jamu obat kuat yang sedang beredar. Hasil KLT lima sampel jamu obat kuat (A,B,C,D,E) sebagai berikut. Diketahui Rf standar : sildenafil (S) = 0,76; tadalafil (T) = 0,6 dan fenilbutazon (F) = 0,12.
Manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai menurut data di atas?
Kelima sampel jamu laik edar
Kelima sampel jamu tidak laik edar
Kelima sampel jamu tidak mengandung sildenafil
Kelima sampel jamu mengandung tadalafil
Kelima sampel jamu mengandung fenilbutazon
Suatu industri farmasi yang memproduksi sediaan herbal dengan bahan baku ekstrak rimpang temulawak sedang melakukan uji kandungan kurkumin dengan menggunakan metode KLT Densitometri. Preparasi sampel dilakukan dengan menimbang ekstrak sebanyak 50 mg, kemudian dilarutkan dalam 25 mL etanol. setelah itu larutan tersebut ditorolkan sebanyak 4 mikro Liter. Setelah dieluasi dan dilakukan scanning dengan densitometer didapatkan kandungan kurkumin pada lempeng KLT sebesar 208 ng
Berapakah kandungan kukumin dalam ekstrak temulawak tersebut?
1,3 %
2,6%
3,5 %
26 %
41,6 %
Seorang Apoteker yang bekerja di Laboratorium pengujian mutu suatu industri farmasi sedang mengembangkan metode analisa sampel tablet antibakteri yang mengandung amoxicilin menggunakan Spektroskopi uv vis. Pada pengujian 6 replikasi sampel didapat nilai koefisien variasi sebesar 1,4%. Keesokan harinya dilakukan kembali pengujian 6 replikasi dan didapatkan nilai koefisien variasi sebesar 5,1%.
Apa kategori presisi yang sedang ditentukan oleh apoteker tersebut?
Repeatibility
Intermediate precision
Repeatability dan Intermediate precision
Reproducibility
Repeatability dan Repeatability
Suatu industri farmasi akan mengembangkan sediaan farmasi injeksi efedrin sulfat 1%. Salah satu syarat sediaan injeksi IV adalah harus memiliki tonisitas yang sama dengan cairan tubuh (nilai E 1% Efedrin sulfat = 0,23).
Berapa gram NaCl yang diperlukan utk membuat 200 mL sediaan injeksi tersebut isotonis dengan cairan tubuh?
0,23
0,52
0,67
0,90
1,34
Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan antibiotik amfoterisin B injeksi. Departemen kontrol kualitas akan melakukan uji potensi antibiotik sediaan tersebut sesuai dengan Farmakope Indonesia Ed VI. Hasil pengukuran zona hambat terkoreksi sebesar 15,511 dengan persamaan y = 3.5524x + 15.693 dan kadar S3 yang digunakan sebesar 1 ug/mL.
Berapa % potensi antibiotik sediaan amfoterisin B tersebut?
90 %
95 %
100 %
105 %
110 %
Ed VI. Sebanyak 0,1 gram krim nistatin ditambah larutan dimetilformamida P hingga diperoleh Larutan persediaan Nistatin yang mengandung tidak kurang 400 unit Nistatin FI per mL. Larutan pesediaan ini diencerkan 20 kali menggunakan dapar no 6 hingga kadarnya setara dengan S3 (S3= 20 U). Persamaan regresi S1-S5 adalah y = 3,5501x + 5,5081. Hasil pengukuran zona terkoreksi sampel U sebesar 16,032.
Berapa U nistatin dalam tiap gram krim tersebut?
900000 U/g
100000 U/g
110000 U/g
120000 U/g
130000 U/g
Suatu industri farmasi akan membuat sediaan tablet nistatin dengan kekuatan 500.000 U. Persyaratan tablet nistatin menurut farmakope yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 130,0% unit Nistatin.
Berapakah kekuatan maksimal yang diijinkan ada di dalam sediaan tablet nistatin?
450000
500000
550000
600000
650000
Seorang apoteker bagian R&D akan membuat sediaan krim o/w yang mengandung antioksidan vitamin E. Dalam formulasi sediaan krim ini yang paling penting adalah penentuan jenis basis yang akan digunakan untuk emulsi o/w.
Basis apa yang dipilih untuk membuat sediaan krim tersebut?
Basis berminyak
Basis tercuci air
Basis hidrokarbon
Basis absorbsi
Basis larut air
Seorang apoteker R&D ingin mengembangkan sediaan semisolid untuk kecantikan yang mengandung ekstrak kulit Manggis untuk antioksidan. Basis yang akan dipilih tidak berminyak dan nyaman digunakan.
Jenis basis apa yang akan digunakan untuk untuk memformulasi sediaan tersebut?
Hydrophylic petrolatum USP
Petrolatum USP
White petrolatum USP
Yellow ointment USP
White ointment USP
Suatu industri farmasi obat tradisional memproduksi sediaan tablet antioksidan dengan bahan aktif ekstrak bunga Hibiscus sabdariffa. Seorang apoteker yang bekerja di bagian Kontrol Kualitas industri tersebut akan melakukan evaluasi terhadap proses pengeringan ekstrak. Metode yang digunakan adalah destilasi toluena.
Apa parameter pengujian yang ditentukan dalam proses evaluasi tersebut?
Susut pengeringan
Kadar senyawa terlarut
Kadar sari larut air
Kadar air
Kadar sari larut etanol
Bagian Pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan kontrol kualitas salah satu produknya yaitu sirup amoksisilin. Penetapan kadar dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Pada kemasan obat tertulis setiap 5 mL sirup mengandung 125 mg amoksisilin. Preparasi larutan uji, pertama-tama dilakukan dengan memipet 0,5 mL sampel dan dilarutkan sampai 50 mL. Setelah itu dilakukan pengenceran lagi sehingga diperoleh larutan uji dengan kadar lebih kurang 1 mg per mL.
Bagaimana cara pengenceran larutan uji untuk memperoleh kadar yang diharapkan?
Dipipet 0,5 mL dan diencerkan sampai 50 mL
Dipipet 0,5 mL dan diencerkan sampai 100 mL
Dipipet 1,0 mL dan diencerkan sampai 25 mL
Dipipet 1,0 mL dan diencerkan sampai 100 mL
Dipipet 1,0 mL dan diencerkan sampai 250 mL
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan penetapan kadar bahan baku Haloperidol menggunakan metode titrasi seperti yang tertera pada Farmakope Indonesia VI. Sebanyak 125 mg zat dilarutkan dalam 25 mL asam asetat glasial P, kemudian ditambahkan 3 tetes p-naftolbenzein LP dan dititrasi dengan asam perklorat 0,05 N LV. Titran yang dibutuhkan sebanyak 6,5 mL. Berdasarkan Farmakope Indonesia VI, setiap mL asam perklorat 0,05N setara dengan 18,79 mg Haloperidol.
Berapa persen kandungan haloperidol dalam bahan baku tersebut?
75,2
94,0
97,7
102,3
125,0
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan uji keseragaman sediaan pada produl tablet Haloperidol. Larutan baku disiapkan dengan konsentrasi 20 ppm. Preparasi larutan uji dilakukan dengan menggerus 1 tablet kemudian dilarutkan dalam metanol sampai 50 mL. Setelah itu larutan tersebut diencerkan dengan cara dipipet sebanyak 2 mL dan diencerkan dengan metanol hingga 10 mL. Nilai absorbansi larutan baku dan larutan uji yang diukur pada panjang gelombang 245 nm berturut-turut adalah 0,672 dan 0,632.
Berapa mg kandungan Haloperidol dalam tablet?
4,7
5,3
9,4
18,8
21,3
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan uji keseragaman sediaan pada produl tablet Haloperidol. Larutan baku disiapkan dengan konsentrasi 20 ppm. Preparasi larutan uji dilakukan dengan menggerus 1 tablet kemudian dilarutkan dalam metanol sampai 50 mL. Setelah itu larutan tersebut diencerkan dengan cara dipipet sebanyak 2 mL dan diencerkan dengan metanol hingga 10 mL. Nilai absorbansi larutan baku dan larutan uji yang diukur pada panjang gelombang 245 nm berturut-turut adalah 0,672 dan 0,632.
Berapa ppm kadar larutan uji?
4,7
5,3
9,4
18,8
21,3
Bagian QC melakukan penetapan kadar rifampisin dalam Tablet. Kandungan rifampisisn dalam tablet adalah 30 mg. Bobot rata-rata 20 tablet adalah 120mg. Dari 20 tablet yang digerus ditimbang sejumlah serbuk yang setara dengan 300mg rifampisin.
Berapa mg serbuk yang ditimbang
1200mg
1800mg
1620mg
1120mg
1350mg
Suatu industri farmasi sudah 10 tahun terakhir memproduksi tablet glimepirid 1mg dan sudah dipasarkan. Industri tersebut memutuskan untuk merubah produsen zat aktif dari tablet tersebut.
Validasi apa yang harus dilakukan oleh industri tersebut
validasi retrospektif
validasi prospektif
validasi ulang
revalidasi tahunan
validasi konkuren
Industri farmasi akan membuat tablet azitromisin dengan komposisis tiap tablet mengandung azitromisin dihidrat setara dengan 250mg azitromisin. Bobot molekul azitromisin adalah 749,02 g/mol dan bobot molekul azitromisin dihidrat adalah 785,02 g/mol.
Berapa berat azitromisin dihidrat yang diperlukan dalam tablet?
262mg
286mg
214 mg
238,5 mg
250 mg
Industri farmasi akan membuat krim betametason dengan komposisis tiap gram krim mengandung betametason valerat setara dengan 0,5mg betametason. Bobot molekul betametason adalah 392,5 g/mol dan bobot molekul betametason valerat adalah 476,6 g/mol.
Berapa berat betametason valerat yang diperlukan dalam 1 gram krim?
0,61 mg
0,71mg
0,32 mg
0,41mg
0,5 mg
Industri farmasi akan membuat sirup kering amoksisilin dengan komposisis tiap 5mL sirup mengandung amoksisilin trihidrat setara dengan 125 mg amoksisilin. Bobot molekul amoksisilin adalah 365,4 g/mol dan bobot molekul amoksisilin trihidrat adalah 419,4 g/mol.
Berapa berat amoksisiln trihidrat yang diperlukan dalam 5mL sirup ?
143,5 mg
179,0 mg
233,9 mg
108,9 mg
125,0 mg
Industri farmasi akan membuat injeksi amoksisilin dengan komposisis tiap vial mengandung amoksisilin Na setara dengan 1gram amoksisilin. Bobot molekul amoksisilin adalah 365,4 g/mol dan bobot molekul amoksisilin Na adalah 387,4 g/mol.
Berapa berat amoksisiln Na yang diperlukan dalam vial ?
1060,2 mg
2060,2 mg
1943,2 mg
943,2 mg
1000,0 mg
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan verifikasi metode analisis penetapan kadar tablet Kotrimoksazol menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Dari hasil analisis, didapatkan kromatogram sebagai berikut:
Berapakah nilai resolusi kedua puncak analit?
3,6
6,4
7,3
12,7
25,5
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan verifikasi metode analisis penetapan kadar tetes mata Siprofloksasin menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Respon analit diukur, sehingga didapatkan waktu retensi analit 8,8 menit dengan lebar dasar puncak analit 1,1.
Berapakah nilai lempeng teoritis kolom?
128
950
1024
1500
1568
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi melakukan verifikasi metode analisis penetapan kadar tablet Amitriptilin Hidroklorida menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sampel disuntikkan sejumlah lima kali dengan volume penyuntikan 20 μL. Didapatkan data sebagai berikut:
Berapa persen nilai simpangan baku relatif penyuntikan sampel?
0,45
0,64
1,02
1,28
1,42
Bagian pemastian mutu suatu industri farmasi melakukan verifikasi metode analisis penetapan kadar tablet albendazole menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). KCKT dilengkapi dengan detektor 254 nm dan kolom berukuran 4,6 mm x 25 cm berisi bahan pengisi L1 dengan ukuran partikel 5 μm. Laju alir lebih kurang 2 mL per menit. Didapatkan kromatogram sebagai berikut:
Berapakah nilai faktor ikutan dari puncak analit?
0,72
0,81
1,23
1,63
1,78
Bagian pemastian mutu suatu industri farmasi melakukan verifikasi metode analisis penetapan kadar tetes mata Siprofloksasin menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Respon analit diukur, sehingga didapatkan waktu retensi analit 8,8 menit dengan lebar dasar puncak analit 1,1. Dikehendaki nilai Jarak Setara Pelat Teori (JSPT) 2,4 x 10-2 cm.
Berapa cm kah panjang kolom yang dibutuhkan untuk memberikan pemisahan sesuai dengan nilai efisiensi tersebut?
15
20
25
30
35
Bagian pemastian mutu suatu industri farmasi melakukan verifikasi metode analisis penetapan kadar tetes mata siprofloksasin menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Waktu retensi relatif fase gerak, analog siprofloksasin etilendiamin dan siprofloksasin berturut-turut adalah 0,4 ; 0,8 dan 1,0 menit.
Berapakah nilai faktor kapasitas puncak siprofloksasin?
0,4
0,6
1,0
1,5
2,5
Bagian pengawasan mutu industri melakukan penetapan kandungan tablet furosemid 40 mg mengacu pada FI VI. Bobot rata-rata 20 tablet adalah 125,83 mg. Sebanyak 109,38 mg serbuk sampel disonikasi dalam larutan pengencer hingga diperoleh volume 50,0 mL. Area kromatogram standar (1mg/mL) dan sampel pada λ 254 nm berturut turut adalah 10.967 dan 6.977
Berapa persen kandungan furosemid tiap tablet ?
86,93
91,48
97,61
102,45
109,31
Bagian pengawasan mutu industri menetapkan kandungan krim betametason sesuai FI VI. Dibuat larutan beklometason dan betametason dipropionat BPFI berturut -turut 133 dan 150 ppm. Ditimbang sampel krim yang mengandung ± 2 mg betametason dipropionate dan ditambah 5 mL baku internal dan 10 mL pengencer. 20 ul Larutan uji dan standar disuntikan kedalam KCKT secara bergantian diperoleh luas area kromatogram (λ 254 nm) berturut -turut adalah 0,494 dan 0,504 (Mr betametason = 392,46 dan betametason dipropionat = 504,59
Berapakah kandungan kalium diklofenak (mg) tablet tersebut ?
74,91
77,97
81,19
123,89
128,95
Bagian pengawasan mutu industri menetapkan kandungan krim ketokonazol sesuai FI VI. Ditimbang sampel krim yang mengandung ± 30 mg kalmetazon dipreparasi hingga volume 100 mL, kemudian diencerkan sebanyak 10x. Sebagai standar digunakan Ketokonazol BPFI 0,003%. 25 ul Larutan uji dan standar disuntikan kedalam KCKT secara bergantian diperoleh luas area kromatogram (λ 225 nm) berturut -turut adalah 897,59 dan 870,66
Berapakah (%) kandungan Ketokonazol dalam krim tersebut ?
9,69
10,31
96,99
100,2
103,10
Bagian pengawasan mutu industri melakukan penetapan kadar alprazolam dalam tablet mengacu pada FI VI. Dibuat seksama larutan baku internal triazolam 0,25 mg/mL dan larutan baku alprazolam BPFI dengan melarutkan 20 mg kedalam larutan pengencer hingga volume 25 mL dan diencerkan sebanyak 32x. Bobot rata- rata tiap tablet 66 mg. Larutan uji dibuat dengan menimbang serbuk tablet sebanyak 20,625 mg dan dilarutkan dalam pelarut pengencer hingga 25 ml. Larutan baku dan uji disuntikkan secara terpisah sebanyak 20 µL dalam KCKT diperoleh luas area kromatogram pada λ 231 nm berturut turut adalah 4659 dan 4539.
Berapa mg kandungan alprazolam dalam tablet hasil penetapan kadar tersebut?
1,95
2,00
2,05
2,49
2,63
