NEW
Font size
WorksheetsQUIZ UNSUR TEKS CERPEN
Total questions: 20
Worksheet time: 19mins
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
Tokoh yang menjadi pemeran utama dan mempunyai sifat baik disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Figuran
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Latar waktu pada kutipan tersebut adalah ...
siang hari
pagi hari
sore hari
malam hari
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Brek! Via menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Air matanya meleleh membasahi bantal. Hati Via betul-betul terluka mendengar omongan Bi Jum.
“Lho, kenapa menangis?” tanya eyang putri cemas. Beliau meletakkan obat dan segelas air putih di meja.
Via diam tidak menjawab. Isaknya semakin jelas terdengar.
“Eyang, benarkah bunda tidak mau mengurus Via?” tanyanya terpatah-patah.
“Siapa bilang?”
“Tadi di puskesmas Bi Jum bercerita kepada orang. Katanya, bunda tidak mau mengurus Via.
Pengarang pada kutipan tersebut menggunakan sudut pandang ...
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua
orang ketiga
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
damai
sedih
ketakutan
sepi
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
Amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")
Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....
pemberani
penakut
ragu-ragu
tidak percaya diri
Perhatikan kutipan berikut!
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada kalimat nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Bacalah kutipan cerpen berikut!
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
(1) dan (2)
(1) dan (4)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur
intrinsik adalah ...
Unsur yang membentuk cerpen dari latar
belakang pengarang
Unsur yang membentuk cerpen dari
dalam
Unsur yang membentuk cerpen dari luar
Unsur yang membentuk cerpen dari
dalam dan luar
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti
Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya
sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
jujur
rendah hati
sombong
penakut
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Tidak ku sangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …
Ica
Seorang Siswa
Bunda
Nanda
Masalah yang menjadi inti cerita disebut...
Tema
Penokohan
Latar
Alur
Jalanya cerita yang membangun sebuah cerita disebut
Tema
Penokohan
Latar
Alur
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
depan rumah
halte depan sekolah
terminal
halte dekat rumah
Di bawah ini yang bukan jenis latar adalah....
Latar tempat
Latar hari
Latar waktu
Latar suasana
Tokoh yang memiliki watak negatif seperti iri, dengki, sombong, angkuh, congkak adalah tokoh....
Pitagonis
Tritagonis
Protagonis
Antagonis
