NEW
Font size
WorksheetsKNI_Vaskular
Total questions: 30
Worksheet time: 30mins
Wanita usia 58 tahun datang ke UGD dengan keluhan kelemahan sisi tubuh kiri selama 15 menit yang membaik sendiri sekitar 1 jam sebelum MRS. TD saat datang di UGD 150/100. Pasien diketahui memiliki riwayat Diabetes sebelumnya.Kemungkinan terjadi stroke pada pasien tersebut dalam 7 hari sebesar?
1%
2%
4%
6%
9%
Seorang perempuan berusia 55 tahun diantar IGD RS dengan kelemahan separuh tubuh sebelah kanan mendadak sejak 5 jam yang lalu. Didapatkan riwayat hipertensi dan diabetes mellitus Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan neurologik didapatkan GCS 456, motorik hemiplegi kanan, sensorik dalam batas normal. Pada pemeriksaan CT scan kepala didapatkan seperti gambar dibawah. Apakah etiologik yang paling mungkin menurut klasifikasi TOAST untuk kasus tersebut?
small vessel disease
embolik kardioembolik
cerebral venous thrombosis
atherosklerotik pembuluh darah besar
diseksi karotis
Laki-laki 57 tahun, mendadak mengalami kelemahan anggota gerak kanan disertai kesulitan dalam berkomunikasi sejak 1 jam lalu. Pasien masih dapat memahami instruksi tetapi tidak dapat berbicara atau mengulang kata dan kalimat. Pasien memiliki riwayat kolesterol. Pemeriksaan CT scan tidak didapatkan perdarahan intrakranial. Berdasarkan klasifikasi Oxfordshire, klinis pasien tersebut termasuk pada klasifikasi apa?
Lacunar infarct
Posterior circulation infarct
Total anterior circulation infarct
Anterior circulation infarct
Kombinasi anterior dan posterior circulation infarct
Pasien laki-laki berusia 68 tahun datang ke UGD dengan kelemahan mendadak pada tubuh sisi kiri sejak 3 jam SMRS. Pasien datang dengan GCS = 15, memiliki riwayat operasi usus buntu 3 minggu yang lalu, riwayat cedera kepala 1 tahun yang lalu. Pasien rutin mengkonsumsi Warfarin dengan nilai INR terakhir 1.8. Hasil trombosit saat ini 155.000. Manakah yang merupakan kontra indikasi trombolisis IV pada pasien ini?
Usia 68 th
Operasi usus buntu 3 minggu yang lalu
Riwayat cedera kepala 1 tahun yang lalu
Nilai INR 1.8
Trombosit 155.000
Seorang laki-laki, usia 65 tahun, 3 jam yang lalu saat sedang istirahat mendadak mengalami lemah tubuh sebelah kanan.Pasien masih dapat berbicara dengan baik tetapi sedikit pelo. TD 160/90 mmHg. Pemeriksaan CT scna kepala didapatkan adanya multiple infark lakuner di ganglia basalis bilateral terutama kiri. Skor NIHSS 4. Manakah tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini?
Aspirin 325 mg
CPG 300 mg
RTPA
Trombektomi intraaterial
Cilostazol 200 mg
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, mengalami stroke akut onset 4 jam, dengan kesadaran baik hemiplegi grade 3 sisi kiri dan NCCT belum menunjukkan tanda infark. CT perfusion menunjukkan CBF meningkat, CBV menurun dan Mean Transit time memanjang. Apakah rencana terapi pasien tersebut diatas?
MRI protocol
Terapi trombolisis IV
Aspirin bolus 300 mg kemudian dilanjutkan selama 2 minggu
LMWH SC
Trombolisis IA
Laki-laki, 67thn, dengan riwayat AF dan TIA baru baru ini, datang untuk evaluasi. keputusan dibuat untuk memberikan warfarin. Faktor berikut tidak rutin diperhitungkan untuk menilai risiko stroke pada pasien dengan AF:
riwayat diabetes mellitus
riwayat gagal jantung kongestif
riwayat hipertensi
riwayat stroke atau TIA sebelumnya
riwayat hiperlipidemia
Laki-laki, 60 tahun dengan hemiplegi kanan dan afasia global onset 5 jam, pada pemeriksaan di IGD didapatkan TD 220/120 mmHg dan fibrilasi atrium pada EKG. Dilakukan tindakan CT Scan dengan hasil tidak tampak perdarahan intrakranial dilanjutkan DSA Serebral dan ditemukan oklusi a.serebri media kiri, segmen M1. Pasien kemudian segera dilakukan tindakan trombektomi mekanik dengan stent retriever. Setelah melakukan 2x upaya trombektomi berhasil dikeluarkan clot dan dilakukan DSA ulang dengan hasil sebagai berikut. Manakah diantara pernyataan berikut yang kurang tepat?
Trombektomi berhasil, terjadi rekanalisasi sempurna TICI 3
Lakukan CT Scan evaluasi dalam 24 jam, jika tidak terdapat perdarahan berikan antagonis Vitamin K
Target gula darah normoglikemi, <180 mg/dL
Jaga suhu tubuh antara 34-36°C dengan cooling blanket sebagai neuroproteksi dan pencegahan secondary injury karena proses inflamasi
Jaga tekanan darah sistolik antara <140-160 mmHg untuk mencegah reperfusion injury yang berpotensi memperburuk kondisi pasien
Seorang pengusaha berusia 72 tahun datang ke anda dengan keluhan kehilangan penglihatan tiba-tiba pada mata kanan pada 6 jam yang lalu. Keluhan terjadi selama 1 jam lalu pulih total. Dari anamnesis lebih lanjut ternyata didapatkan informasi bahwa pasien pernah mengalami keluhan serupa 1 tahun yang lalu, dengan durasi 30 menit dan pulih sempurna. Pasien memilki hipertensi dan diabetes melitus, namun tidak kontrol teratur karena lebih percaya pengobatan alternatif. Dari hasil pemeriksaan CTA pembuluh darah leher dan otak didapatkan adanya oklusi pada arteri karotis interna kanan segmen ekstrakranial, stenosis 60% pada arteri karotis interna kiri segmen C1 serta stenosis 30% pada a. basilaris. Dengan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan imaging, apa paling anda sarankan sebagai tatalaksana lebih lanjut pada pasien?
Carotid artery stenting ICA kanan
Carotid artery stenting ICA kiri
Carotid end-arterectomy ICA kiri
Angioplasty arteri basilaris
Terapi konservatif dengan antikoagulan, statin dan kontrol faktor risiko
Seorang wanita berusia 70 tahun datang dengan kelemahan anggota gerak kiri mendadak. Kondisi pasien saat masuk rumah sakit adalah GCS 15, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 92x/m, laju pernapasan 20x/m, dan saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan fisik umum dalam batas normal. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan paresis N.VII dan N.XII sinistra sentral, hemiparesis sinistra dengan kekuatan otot 2/2/2/2 pada ekstremitas atas dan bawah. Funduskopi dalam batas normal. Nilai NIHSS 7. Pada pemeriksaan USG carotis ditemukan stenosis arteri carotis interna kiri sebesar 60%. Tatalaksana yang paling efektif untuk mencegah terjadinya stroke berulang adalah?
Carotid endarterectomy
Carotid stenting
Warfarin
New Oral Anticoagulant
Antiplatelet
Perempuan, 56, datang ke IGD dengan kelemahan mendadak sisi kanan sejak 6 jam yang lalu. Keluhan terjadi saat pasien sedang memasak. Riwayat hipertensi (+). PF TD 170/100, N 88 GCS 15, hemiparesis dextra, paresis NVII dextra sentral CT-scan menunjukkan adanya infark lakuner multiple di basal ganglia kiri dan kanan disertai leukoaraiosis. Pasien selanjutnya mendapatkan cilostazol
Bagaimanakah mekanisme kerja obat tersebut untuk prevensi stroke sekunder?
Inhibisi enzim fosfodiesterase platelet
Inhibisi reseptor platelet GPIIa/IIb
Inhibisi tromboxan A2 secara langsung
Inhibisi reseptor ADP platelet
Laki-laki, 65 tahun, datang ke IGD dengan keluhan utama kelemahan anggota gerak kiri tiba-tiba sejak 4 jam SMRS. Pasien masih bisa bicara namun dikatakan pelo oleh keluarga, dan mulut mencong ke kanan. Pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan muntah 1x tapi tidak menyemprot.
Sewaktu di IGD pasien mengeluh nyeri kepala semakin hebat dan disertai muntah 2x, serta terlihat seperti mengantuk berat tapi masih bisa merespon kalau dipanggil oleh dokter.
Pasien menderita hipertensi sejak 5 tahun yang lalu, tidak terkontrol. DM dan penyakit jantung disangkal.
Pada pemeriksaan fisik tampak sakit sedang, somnolen. GCS: E2M6V5(13), terpasang NGT dengan keluar cairan residu berwarna merah kehitaman. TD: 220/110 mmHg, N: 55x/menit, RR: 16x/menit
Pupil isokor diameter 3mm kiri dan kanan, refleks cahaya dan kornea dalam batas normal. Kaku kuduk negatif. N. kranialis: kesan parese N.VII dan XII dextra sentral. Motoric: kesan hemiparesis kiri dengan refleks fisiologis normal dan refleks babinsky (+) pada kaki kiri.
Bagaimana menurut saudara penanganan hipertensi pada pasien tersebut diatas?
Diturunkan bertahap menjadi tekanan darah sistolik 110-139 mmHg
Diturunkan bertahap menjadi tekanan darah sistolik <185 mmHg
Diturunkan bertahap 20-25%
Diturunkan menjadi normal
Diturunkan bertahap menjadi tekanan darah sistolik 140-179 mmHg
Seorang wanita 45 tahun dibawa ke IGD karena tiba-tiba mengeluh nyeri kepala disertai kelemahan lengan dan tungkai kanan. Riwayat hipertensi kronis. CT Scan dibawah ini. Arteri yang terlibat pada kasus tersebut adalah?
Lenticulostriate.a
Inferior pon.a
SCA
Posterior choroidal.a
MCA segmen kortikal
Pasien wanita 31 tahun datang dengan keluhan kejang. Sebelumnya pasien pernah mengalami perdarahan pada otak 1 tahun yang lalu. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi atau gangguan kekentalan darah. SICH score pada pasien ini adalah?
6
5
4
3
2
Perempuan 30 tahun, dikonsulkan karena terdapat kelemahan sisi kanan mendadak sejak 30 menit yang lalu. Pasien dengan masalah atrial fibrilasi dan stenosis katup mitral. Pasien mendapat heparin 20000 UI. Pada pemeriksaan fisik diperoleh GCS E3M6V5 dan hemiparese dekstra. Pemeriksaan laboratorium terbaru APTT 3,5 kali kontrol. Gambaran CT scan kepala terdapat perdarahan multiple di lobus temporal kiri dan parietal kanan. Apakah tatalaksana antidot yang paling tepat untuk kasus di atas?
FFP
Vitamin K
Protamin sulfat
CofactR
Desmopresin asetat
Seorang laki-laki, 33 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan utama penurunan kesadaran sejak 5 jam yang lalu. Diawali dengan nyeri kepala hebat yang terjadi mendadak. GCS 13. Tekanan darah 160/90 mmHg, frekuensi nadi 88x/m, laju pernapasan 18x/m, dan saturasi oksigen 97%. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan kaku kuduk, paresis N. VII UMN sinistra. Terdapat perdarahan subhialoid pada funduskopi. Status motorik tidak ditemukan kesan hemiparesis. CT-Scan kepala tanpa kontras sebagai berikut. Grade modified FISHER berapa pada kasus diatas?
Grade 1
Grade 2
Grade 3
Grade 4
Grade 5
Laki-laki 30 tahun dibawa ke IGD dalam kondisi tidak sadar, sebelumnya os mengeluhkan nyeri kepala hebat hingga membenturkan kepalanya ke dinding disertai muntah. Riwayat nyeri kepala berdenyut (+). Riwayat demam (-) trauma (-), diabetes mellitus (-) nyeri dada (-). Pemeriksaan fisik : gelisah, TD 180/110 mmHg, nadi 96x/i respirasi 20x/i suhu 37,4 C. Kaku kuduk (+), parese nervus kranialis (-). Tidak ditemukan kelemahan motorik. Reflek fisiologis normal, reflek patologis (-). Bagaimana penatalaksanaan vasospasme yang paling tepat pada kasus tersebut diatas?
Nimodipin injeksi
Amlodipine tablet
Nicardipine injeksi
Nimodipin tablet
Nitrogliserin injeksi
Laki-laki, 35, Nyeri kepala berat belum pernah dirasakan sebelumnya, TD 160/90, N 92, GCS 15, pupil anisokor 3mm/5mm, RCL +/-, RCTL -/+, kaku kuduk positif. LP: >> RBC. CT-scan lesi hiperdens pada sisterna interpeduncular. CTA: aneurisma di PComm kiri. Tata laksana?
Endovascular coiling
Memastikan aneurisma dengan DSA
Rawat untuk observasi nyeri kepala
Craniotomu dan clipping
Pemberian nimodipine segera untuk vasospasm
Laki-laki, 61 tahun, dibawa ke IGD dengan keluhan kelemahan sisi kanan 3 jam SMRS. Tiga jam yang lalu, saat pasien hendak minum, tiba-tiba pasien menjatuhkan gelas. Nyeri kepala, muntah, dan kejang disangkal. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh TD: 168/110 mmHg, N: 88x/menit regular. Pada pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, kekuatan motorik ekstremitas atas 2222/5555 dan ekstremitas bawah 4444/5555, refleks babinsky positif kanan. Pasien dilakukan CT scan kepala.
Manakah dari gambaran CT scan berikut yang paling mungkin ditemukan pada pasien tersebut?
ACA dense clot sign
Insular ribbon sign yang prominen
Hilangnya nucleus lentiformi
Hipodensitas borderzone
Hilangnya sulcus prefrontal
Wanita 34 tahun dengan didiagnosis penyakit jantung rematik disertai atrial fibrilasi dan riwayat stroke serta hipertensi datang ke poli neurologi dikonsulkan dari bagian obgyn. Pasien mengatakan sudah rutin konsumsi warfarin 2 mg dan selama ini tidak ada gejala stroke maupun TIA. Pasien saat ini sedang hamil 3 minggu dan menanyakan apakah terapi yang diberikan terhadap pasien untuk pencegahan stroke. Manajemen yang tepat terkait pencegahan stroke pasien tersebut adalah…
Pemberian VKA (bitamin K antagonis) dengan dosis diturunkan
Pertimbangan penggantian warfarin dengan NOAC
Penggantian warfarin dengan aspilet serta pemantauan ketat koagulasi
Pemberian antikoagulan heparin lebih dianjurkan hingga minggu ke 13
Pemberian antikoagulan LMWH hiingga minggu ke 13 dilanjutkan warfarin
Perempuan 37 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan kejang kelojotan 3 jam yang lalu. Sejak 3 hari yang lalu pasien mengeluh nyeri kepala sisi kiri yang hebat, skala 8-9. Suatu hari kemudian pasien mengeluh kebas pada sisi kanan. Dan 3 jam yang lalu tiba-tiba kejang kelojotan, diawali dengan menengok ke sisi kanan. Pasien memiliki riwayat Antiphospholipid Syndrome. Pada pemeriksaan neurologi diperoleh GCS E4M6V5, pupil bulat isokor 3mm/3mm, refleks cahaya positif normal, dan kesan hemihipestesi dekstra. Pasien dilakukan pencitraan dengan hasil sbb:
Sinus sigmoid dan vena jugularis interna
Sinus sagitalis superior dan sinus transversus
Vena superficial dan sinus sigmoid
Sinus Rectus dan vena superficial
Sinus sigmoid dan sinus Rectus
Perempuan 32 tahun dibawa ke poliklinik dengan keluhan pandangan gelap mendadak sejak 3 hari yang lalu. Pasien merasa sisi kanannya seperti terhalang tirai. Keluhan dirasakan makin memberat. Selain itu, pasien juga mengeluh nyeri kepala berdenyut skala 7-8, berulang sejak SMA. Pasien dilakukan MRI dan MRA dengan hasil sebagai berikut
1
2
3
4
5
Seorang laki-laki usia 49 tahun, yang memiliki riwayat atrial fibrilasi dan hipertensi, mengalami keluhan kelumpuhan yang mengenai wajah, lengan, dan tungkai. Terdapat deviasi mata ke arah kiri serta hemianopsia homonim mata kanan. Pasien juga mengalami afasia global. Dimanakah kemungkinan arteri yang mengalami oklusi?
Cabang MCA kiri sebelum bifurkasio
MCA kiri cabang lentikulostriata
MCA kiri divisi inferior
Cabang penetrasi setinggi pons
MCA kiri divisi superior
Seorang pria 59 tahun dengan riwayat diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia datang dengan tekanan darah 60/30 mmHg dan kebingunan. Kadar kreatinin kinasenya sangat tinggi dengan fraksi MB 12%. Kadar troponin tinggi, dan dari elektrokardiogram menunjukkan ST depresi di lead inferior. Setelah stabilisasi pasien tampak mengalami kelemahan sisi kiri, lebih menonjol pada abduksi bahu dan fleksi pinggul. Manakah dari berikut ini mekanisme yang paling mungkin mendasari kelemahannya?
Kelemahan akibat dari miopatik
Infark lacunar pada kapsula interna
Hipotensi pada kondisi stenosis carotis interna kiri
Hipotensi pada kondisi stenosis karotis interna kanan
Kejadian kardioembolik terkait dengan aritmia
Seorang laki-laki 54 tahun dengan klinis recurent TIA. Pasien menjalani pemeriksaan TCD. Salah satu protokol dilakukan pemeriksaan transforaminal. Pembuluh darah apa saja yang bisa dilihat dari protokol tersebut?
A Opthalmika dan Siphon
ACA, MCA dan PCA
A. Vertebral dan Basilar
A. Vertebral dan PCA
MCA dan PCA
Seorang wanita berusia 60 tahun, mengalami keluhan nyeri dan kesemutan lengan kiri hilang timbul. Pada saat dia bekerja seperti berkebun kadang-kadang terjadi gangguan keseimbangan dan vertigo. Tekanan darah kiri 110/50 kanan 140/90. Apakah kemungkinan kausa kasus diatas?
stenosis arteri karotis eksterna kiri
stenosis aretri karotis interna kiri
stenosis di brachiocephalica artery
stenosis di subclavia artery proximal vertebralis artery
stenosis di subclavia artery distal vertebralis artery
Seorang anak berusia 12 tahun dibawa ke IGD karena mengalami kelemahan sisi tubuh sebelah kiri pada saat bangun tidur. Pasien juga mengeluh kesulitan melihat pada lapang pandang sebelah kiri. Dilakukan CT Scan ditemukan multiple infark. 3 hari kemudian dilakukan DSA ditemukan gambaran seperti di bawah. Pernyataan manakah yang paling sesuai tentang kasus tersebut ?
Pada dewasa lebih sering terjadi perdarahan dan pada anak lebih sering terjadi infark
Paling sering ditemukan pada ras kulit putih
Resiko terjadinya kejadian meningkat pada kasus trisomy 13
Gambaran angiografi yang ditemukan termasuk variasi normal
Kelainan utamanya terletak pada pembuluh darah sirkulasi posterior (utamanya cabang arteri Carotis intracranial terminal
Seorang laki-laki berusia 70 tahun diantar ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala, bingung dan gangguan penglihatan. Hal ini telah diraskan dua kali. Tidak terdapat riwayat hipertensi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan gangguan memori segera dengan gangguan lapangan pandang berupa hemianopsia homonym. Pada pemeriksaan CT scan kepala didapatkan perdarahan lobus oksipitalis kanan dengan beberapa perdarahan pada daerah subarakhnoid. Pada pemeriksaan MRI menunjukkan beberapa focus hemosiderin pada korteks temporal kanan dan korteks frontal kiri.
Apakah yang menjadi penyebab dari perdarahan ini?
Amiloid angiopati
Aneurisma mikotik
Gliomatosis serebri
Demensia multi infark
Hipertensi yang tidak terdiagnosis
Wanita 67 th, ke IGD dengan lemah 1/2 badan kanan dan pelo mendadak, saat sedang sikat gigi 1 jam sebelum MRS. Tidak ada nyeri kepala, tebal, kesemutan. Pem fisik TD 140/90, N 115 kali ireguler, didapatkan hemiplegi kanan tipe UMN. CBF <10 ml/100 gram/menit akan menyebabkan?
Peningkatan Ca ekstraseluler
peningkatan Na ekstraseluler
Peningkatan K intrasel
a. Peningkatan K ekstrasel
Alkalosis seluler
Wanita 60 tahun datang dengan mengalami keluhan pusing dan gangguan keseimbangan sesaat saat menoleh ke kiri saat memarkir mobil. Apakah nama fenomena yang terjadi?
Subclavian steal syndrome
Basilar–Carotico steal syndrome
Bow hunter syndrome
Wallenberg syndrome
Millard-Gubler syndrome
