NEW
Font size
WorksheetsPeribahasa Indonesia
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Siswa di kelas Pak Ilham tiba-tiba berperilaku pendiam. Biasanya mereka sangat ramai. Namun, di tengah pelajaran ternyata mereka memberi kejutan selamat Hari Guru untuk Pak Ilham.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Pagar makan tanaman
Ada udang di balik batu
Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai
Bagai telur di ujung tanduk
Dua orang yang berkelahi itu sama-sama rugi. Orang yang kalah akan merasakan sakit. Orang yang menang pun bisa saja kena hukuman.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Bagai mendapat durian runtuh
Bagai mentimun dengan durian
Kalah jadi abu menang jadi arang
Memancing di air yang keruh
Di Jakarta banyak sekali lapangan pekerjaan. Maka tidak heran jika banyak orang yang berbondong-bondong datang ke Jakarta.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Kuman di seberang laut tampak, gajah di depan mata tak tampak
Makan buah simalakama
Ada gula ada semut
Bagai abu di atas tanggul
Pak Guru selalu menasihati kami agar kami sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Kalau tidak sungguh-sungguh, kami akan rugi tenaga dan waktu.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi
Sehari selembar benar, setahun selembar kain
Pandai berminyak air
Bagai burung dalam sangkar
Dafis anak yang suka membantu. Jika ada temannya kesulitan memahami pelajaran, ia tidak segan-segan membantu menjelaskan caranya. Saat di rumah pun, Daffa sering membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, seperti menyapu, mencuci, dan mengepel.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
di atas langit masih ada langit
cepat kaki ringan tangan
berat sama dijunjung, ringan sama dijinjing
ada udang di balik batu
Maryam anak yang pandai. Banyak ilmu pengetahuan yang ia kuasai. Namun, ia tidak sombong karena kepandaiannya.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
esa hilang dua terbilang
kacang lupa kulitnya
seperti padi, semakin tua semakin merunduk
gajah mati karena gadingnya
Ujian memang masih lama. Namun, siswa SMA IT Al Binaa selalu mempersiapkannya dengan belajar sungguh-sungguh setiap hari dan melaksanakan beberapa try out.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Udang tidak tahu bongkoknya
Sedia payung sebelum hujan
Sambal berdiang nasi pun masak
Nasi sudah menjadi bubur
Lima tahun lalu keluarga Pak Ihsan memang miskin. Karena selalu berusaha, kini mereka memetik hasilnya. Usahanya berhasil. Kini keluarga Pak Ihsan dikenal sebagai keluarga yang kaya namun tetap rendah hati.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Cacing menjadi ular naga
Diberi hati malah minta jantung
Cacing menelan ular naga
Cacing hendak menjadi ular naga
Dafin dan Dawwi adalah anak kembar. Namun, mereka tidak mirip dan memiliki sifat yang berbeda. Dafin banyak bicara, sedangkan Dawwi anak yang pendiam.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ...
Bagai cincin dengan permata
Bagai air dengan minyak
Bagai anjing dengan kucing
Bagai langit dengan bumi
Farel anak yang pandai. Ia juga ahli di bidang olahraga. Jiwa seninya pun beragam. Ia bisa menggambar, menyanyi, memainkan alat musik, dan lain-lain. Namun, ia juga punya kelemahan juga. Tulisannya sangat jelek.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Srigala berbulu domba
Tak ada gading yang tak retak
Anak ayam kehilangan induknya
Kerbau dicocok hidungnya
Lani anak yang sangat rajin. Ia tidak pernah terlambat. Ternyata, sifatnya tersebut menurun dari ayahnya. Ayahnya juga dikenal sebagai pribadi yang rajin.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ...
Air cucuran atap jatuhnya ke perlimbahan juga
Air tenang jangan disangka tidak ada buayanya
Air tenang menghanyutkan
Air beriak tanda tak dalam
Ghani bermain bola sendiri di kelas. Ia pun tak sengaja memecahkan jam dinding di kelas. Saat semua siswa sudah masuk. Pak Guru pun menanyai siapa yang memecahkan jam dinding. Namun, tidak ada yang mengaku, termasuk Ghani.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Buruk muka cermin dibelah
Lempar batu sembunyi tangan
Satu kerbau berkubang semua kena lumpurnya
Karena nila setitik rusak susu sebelanga
Hendra tidak membawa pensil untuk mengambar tugas. Anto pun meminjamkan satu pensilnya kepada Hendra. Namun, setelah selesai, pensil itu justru dibuat mainan dan dipatahkan oleh Hendra. Ia pun mengatakan kepada Anto bahwa pensilnya itu jelek.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Serigala berbulu domba
Mencari jarum dalam tumpukan jerami
Habis manis sepah dibuang
Air susu dibalas dengan air tuba
Pangeran Diponegoro dikenang sebagai pahlawan yang gagah berani bergerilya melawan penjajah Belanda. Sementara itu, Ki Hajar Dewantara juga dikenang sebagai pahlawan di bidang pendidikan.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu
Bagai anak ayam kehilangan induknya
Sepandai-pandai tupai melompat sesekali pasti jatuh juga
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
Anak itu sangat pendiam dan penurut. Karena sifat penurutnya, ia pun sering disuruh temannya yang agak bandel untuk mengusili teman yang lainnya, seperti menyembunyikan sepatu, tas, dan yang lainnya.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Bagai kerbau dicocok hidungnya
Bagai katak dalam tempurung
Bagai tikus mati di lumbung padi
Bagai telur di ujung tanduk
Ani sekolah di SMP Nusantara, sedangkan Ina sekolah di SMP Tarakanita. Setiap hari Rabu, Ani memakai batik, sedangkan Ina memakai merah putih. Aturan kedua sekolah itu memang berbeda.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Air jernih ikannya jinak
Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya
Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
Rifat dan Rifai adalah anak kembar. Wajah mereka sangat mirip. Orang yang baru mengenal mereka akan selalu kesulitan membedakan mereka.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ...
Bagai air dengan minyak
Bagai langit dan bumi
Bagai mentimun dengan durian
Bagai pinang dibelah dua
Hamam akan membuat layang-layang. Namun, ia tidak punya lem. Ia pun menggunakan nasi untuk mengelem layang-layangnya.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Bagai air di atas daun talas
Tak ada rotan akar pun jadi
Bergantung di akar yang lapuk
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
Kayla memang anak yang sopan. Setiap bertemu, ia selalu mengucapkan salam. Saat mau pulang dia juga selalu berpamitan.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Habis manis sepah dibuang
Ada asap ada api
Datang tampak muka, pulang tampak punggung
Sambil menyelam minum air
Abdul disuruh ibunya menjaga toko. Saat tidak ada pembeli, ia menunggu tokonya sambil belajar dan menjaga adiknya yang masih balita.
Peribahasa yang sesuai dengan cerita ilustrasi di atas adalah ....
Hujan batu di negeri sendiri lebih baik daripada hujan emas di negeri orang
Sekali mendayung, dua sampai tiga pulau terlampaui
Kuman di seberang laut tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang
Bowo tergesa-gesa berangkat ke sekolah. la belum sempat sarapan. Bowo terlambat sampai di sekolah. Pak guru memulai pelajaran dengan menanyakan PR. Bowo terkejut karena lupa mengerjakan PR. Akhirnya ia diminta mengerjakan PR di luar kelas. Bowo seperti ….
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
Sudah banyak makan garam
Sudah jatuh tertimpa tangga
Sudah diludah dijilat lagi
Sudah menjadi abu arang
Banu terlambat mengumpulkan tugas sekolah. Ia lupa mengerjakan karena tidak pernah memperhatikan tugas-tugas yang diberikan guru. Di rumah, Banu juga sering bermain hingga larut malam. Ia menyalahkan kakaknya yang sering mengajaknya bermain. Banu bagaikan ….
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
Buruk muka cermin dibelah
Bermain air basah, bermain api terbakar
Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri
Biar lambat asal selamat
Santi dan Tina sudah berteman sejak taman kanak-kanak. Mereka selalu bersama-sama setiap saat. Rumah mereka pun saling berdekatan. Di mana ada Santi, di situ pasti ada Tina. Santi dan Tina bagaikan ….
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
Mentimun dan durian
Pinang dibelah dua
Air dengan tebing
Api dengan asap
Pak Bowo memiliki dua orang anak. Anak pertama sudah lama bekerja di luar kota. Anak kedua baru saja lulus SD dengan prestasi terbaik. Saat kelulusan anak kedua, istrinya baru saja sembuh dari sakit. Pak Bowo mengadakan syukuran bertepatan dengan ulang tahunnya. Saat itu, anak pertamanya pulang dan membawa hadiah. Seluruh anggota keluarganya bisa berkumpul. Pak Bowo bagai ….
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
Si buta baru melek
Air dengan tebing
Burung di sangkar emas
Mendapatkan durian runtuh
Siti adalah anak yang tidak pernah tetap pendirian. Ketika ditanya ibunya tentang cita-citanya, ia menjawab ingin menjadi dokter. Ketika ditanya kakaknya, dia menjawab ingin menjadi guru. Setelah melihat acara televisi tentang lomba memasak, cita-citanya berubah ingin menjadi koki.
Peribahasa yang tepat berdasarkan teks tersebut adalah ….
Seperti air di dalam kolam
Seperti air di daun talas
Seperti katak dalam tempurung
Seperti kayu terapung di laut
