WorksheetsKuis Teks Cerita Sejarah
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Jalan yang ditempuh tentara Mataram dari Pati ke ibu kota menghindari rimba belantara Pegunungan Kendheng, dan dipilih melalui Kudus, menyebrangi Sungai Demak. Di Semarang, Wiraguna disambut oleh Bupati Semarang, dan sesudah istirahat secukupnya, sangat dini pagi hamper seratus ribu belantara Mataram menuju ke selatan melalui desa Kaligawe sampai Ungaran. Pada hari kedua, barisan Mataram masih menikmati lembah subur yang tergelar dari puncak gunung yang berkopiah awan awan sampai menyinggung Danau Banyubiru-Lembah Rawa yakni hulu sungai Demak. Perjalanan indah bagaikan tembang sinom berkali-kali diselingi suasana tembang Maskumambang berat karena pasukan-pasukan harus menerobos hutan gelap jati-jati raksasa.
(Rara Mendut: Sebuah Trilogi,T.B. Mangunwijaya)
Kutipan cerita tersebut termasuk bagian…
Orientasi
Pengungkapan peristiwa
Konflik
Komplikasi
Resolusi
Jalan yang ditempuh tentara Mataram dari Pati ke ibu kota menghindari rimba belantara Pegunungan Kendheng, dan dipilih melalui Kudus, menyebrangi Sungai Demak. Di Semarang, Wiraguna disambut oleh Bupati Semarang, dan sesudah istirahat secukupnya, sangat dini pagi hamper seratus ribu belantara Mataram menuju ke selatan melalui desa Kaligawe sampai Ungaran. Pada hari kedua, barisan Mataram masih menikmati lembah subur yang tergelar dari puncak gunung yang berkopiah awan awan sampai menyinggung Danau Banyubiru-Lembah Rawa yakni hulu sungai Demak. Perjalanan indah bagaikan tembang sinom berkali-kali diselingi suasana tembang Maskumambang berat karena pasukan-pasukan harus menerobos hutan gelap jati-jati raksasa.
(Rara Mendut: Sebuah Trilogi,T.B. Mangunwijaya)
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan cerita tersebut adalah…
Alur
Latar
Tema
Tokoh
Amanat
Jalan yang ditempuh tentara Mataram dari Pati ke ibu kota menghindari rimba belantara Pegunungan Kendheng, dan dipilih melalui Kudus, menyebrangi Sungai Demak. Di Semarang, Wiraguna disambut oleh Bupati Semarang, dan sesudah istirahat secukupnya, sangat dini pagi hamper seratus ribu belantara Mataram menuju ke selatan melalui desa Kaligawe sampai Ungaran. Pada hari kedua, barisan Mataram masih menikmati lembah subur yang tergelar dari puncak gunung yang berkopiah awan awan sampai menyinggung Danau Banyubiru-Lembah Rawa yakni hulu sungai Demak. Perjalanan indah bagaikan tembang sinom berkali-kali diselingi suasana tembang Maskumambang berat karena pasukan-pasukan harus menerobos hutan gelap jati-jati raksasa.
(Rara Mendut: Sebuah Trilogi,T.B. Mangunwijaya)
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerita tersebut adalah…
Orang pertama tunggal
Orang pertama jamak
Orang kedua
Orang ketiga tunggal
Orang ketiga jamak
Tahun-tahun akhir ini bukanlah lagi rahasia umum bahwa adipati pragola banyak meninggalkan puri untuk latihan perang bersama pasukannya yang setia. Soalnya beliau bukan pribadi yang begitu saja lunak mengakui kedaulatan mataram atas wilayah kadipaten Pati. Manusia halus Budiman Adipati Pragola bahkan barangkali kepala bagian Negara. Bumi Ageng yang tergolong paling halus, pelindung para ulama pantai yang dalam masa pancaroba kala seperti ini tidak terlalu disenangi oleh kalangan istana Mataram. Akan tetapi jiwanya teguh seperti pohon sana aji yang galih kayunya dianggap keras namun mulia sebagai bahan sayap warangka keris para ksatria.
(Rara Mendut: Sebuah Trilogi,T.B. Mangunwijaya)
“Akan tetapi jiwanya teguh seperti pohon sana aji…”
Makna kata “teguh” adalah…
Semangat
Keras
Kuat
Menggebu-gebu
Lurus
Langit cerah diatas Yogja. Tak ada awan larat yang berupaya menghalangi pandangan pilot mendaratkan pesawatnya di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dengan surut mataku yang sipit, kulirik arloji yang ada di tangan, jam 2.45 siang. Pramugari mengumumkan bahwa pesawat sedang berada di atas bumi mataram, Yogyakarta. Tak lama lagi akan mendarat. Kepala istri dan anak-anak celingukan di jendela pesawat mengintip pemandangan di atas sekitar bandara udara itu. Masih terlihat beberapa petak sawah dan rumah-rumah lama beratap genteng tradisional. Pasar-pasar keramaian juga masih terlihat tradisional sekali. Tentu ini beda dengan kebanyakan kota-kota pelabuhan udara yang ada di kota besar di Indonesia.
(Epos Mataram Sang Penembahan)
Kutipan diatas menggambarkan…
Tokoh
Latar
Sudut pandang
Konflik
Resolusi
Langit cerah diatas Yogja. Tak ada awan larat yang berupaya menghalangi pandangan pilot mendaratkan pesawatnya di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dengan surut mataku yang sipit, kulirik arloji yang ada di tangan, jam 2.45 siang. Pramugari mengumumkan bahwa pesawat sedang berada di atas bumi mataram, Yogyakarta. Tak lama lagi akan mendarat. Kepala istri dan anak-anak celingukan di jendela pesawat mengintip pemandangan di atas sekitar bandara udara itu. Masih terlihat beberapa petak sawah dan rumah-rumah lama beratap genteng tradisional. Pasar-pasar keramaian juga masih terlihat tradisional sekali. Tentu ini beda dengan kebanyakan kota-kota pelabuhan udara yang ada di kota besar di Indonesia.
(Epos Mataram Sang Penembahan)
Kalimat yang mengandung kata kerja material adalah…
Tak ada awan larat yang berupaya menghalangi pandangan pilot mendaratkan pesawatnya di Bandara Adi Sucipto Jogyakarta.
Pramugari mengumumkan bahwa pesawat sedang berada di atas bumi Mataram, Yogyakarta
Tak lama lagi akan mendarat
Masih terlihat beberapa petak sawah dan rumah-rumah lama beratap genteng tradisional
Pasar-pasar keramaian juga masih terlihat tradisional sekali.
Langit cerah diatas Yogja. Tak ada awan larat yang berupaya menghalangi pandangan pilot mendaratkan pesawatnya di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dengan surut mataku yang sipit, kulirik arloji yang ada di tangan, jam 2.45 siang. Pramugari mengumumkan bahwa pesawat sedang berada di atas bumi mataram, Yogyakarta. Tak lama lagi akan mendarat. Kepala istri dan anak-anak celingukan di jendela pesawat mengintip pemandangan di atas sekitar bandara udara itu. Masih terlihat beberapa petak sawah dan rumah-rumah lama beratap genteng tradisional. Pasar-pasar keramaian juga masih terlihat tradisional sekali. Tentu ini beda dengan kebanyakan kota-kota pelabuhan udara yang ada di kota besar di Indonesia.
(Epos Mataram Sang Penembahan)
Berikut adalah kata sifat yang terdapat pada kutipan tersebut, kecuali...
Cerah
Larat
Sipit
Tradisional
Keramaian
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah siwa, budha, maupun hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang ke Purwakarta yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapapun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka yang mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardana.
(Gajah Mada: Bergelut dalam kemelut Tahta dan Angkara, Langit Kresna Hariadi)
Latar suasana yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah..
Keharuan
Keceriaan
Kedukaan
Ketakutan
Keramahan
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah siwa, budha, maupun hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang ke Purwakarta yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapapun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka yang mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardana.
(Gajah Mada: Bergelut dalam kemelut Tahta dan Angkara, Langit Kresna Hariadi)
Nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut adalah...
Sosial
Moral
Estetis
Budaya
Edukasi
Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah siwa, budha, maupun hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang ke Purwakarta yang tidak dijaga terlampau ketat. Segenap prajurit bersikap sangat ramah kepada siapapun karena memang demikian sikap keseharian mereka. Lebih dari itu, segenap prajurit merasakan gejolak yang sama, oleh duka yang mendalam atas gering yang diderita Kertarajasa Jayawardana.
(Gajah Mada: Bergelut dalam kemelut Tahta dan Angkara, Langit Kresna Hariad
Kata bercetak miring pada kutipan teks tersebut bermakna..
Kecil
Sakit
Kurus
Kering
Meninggal
Belanda telah menggali kapak peperangan dengan dirinya. Sia-sia saja jika selama ini dia mengabdi pada mereka. Jika balasan yang diterimanya ternyata seperti ini. Tekadnya bulat. Yang dulu kawan mulai mala mini menjadi lawan terbesarnya. Sekarang juga dia akan bergantung dengan pasukan Kanjeng Pangeran Diponegoro yang tengah menyusun kekuatan untuk memerangi Belanda dari Tegalrejo dan Selarong
( Untold History of Pangeran Diponegoro, Tasman Panga)
Kutipan tersebut menceritakan tentang...
Belanda
Kapak peperangan milik Belanda
Kawan Belanda berubah menjadi lawan terbesar
Peperangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda
Penyusunan kekuatan Belanda di Tegalrejo dan Selarong
Belanda telah menggali kapak peperangan dengan dirinya. Sia-sia saja jika selama ini dia mengabdi pada mereka. Jika balasan yang diterimanya ternyata seperti ini. Tekadnya bulat. Yang dulu kawan mulai mala mini menjadi lawan terbesarnya. Sekarang juga dia akan bergantung dengan pasukan Kanjeng Pangeran Diponegoro yang tengah menyusun kekuatan untuk memerangi Belanda dari Tegalrejo dan Selarong
( Untold History of Pangeran Diponegoro, Tasman Panga)
Makna frasa “tekad bulat” adalah
Selalu menang
Kemapanan jiwa
Menguatkan hati
Kehendak yang pasti
Menggembirakan hati
Tahun-tahun akhir ini bukanlah lagi rahasia umum bahwa adipati pragola banyak meninggalkan puri untuk latihan perang bersama pasukannya yang setia. Soalnya beliau bukan pribadi yang begitu saja lunak mengakui kedaulatan mataram atas wilayah kadipaten Pati. Manusia halus Budiman Adipati Pragola bahkan barangkali kepala bagian Negara. Bumi Ageng yang tergolong paling halus, pelindung para ulama pantai yang dalam masa pancaroba kala seperti ini tidak terlalu disenangi oleh kalangan istana Mataram. Akan tetapi jiwanya teguh seperti pohon-pohon sana aji yang galih kayunya dianggap keras namun mulia sebagai bahan sayap warangka keris para ksatria.
(Rara Mendut: Sebuah Trilogi,T.B. Mangunwijaya)
Secara keseluruhan kutipan novel tersebut menceritakan tentang…
Adipati Pragola
Kadipaten Pati
Kedaulatan Mataram
Negara Bumi Ageng
Rara Mendut
Memang nenek bisa mengatur keluarga. Bahkan Ida Bagus Tugur, suaminya takkan berkutik hanya dengan batuk kecil. Anehnya, nenek hanya pandai membaca kesalahan yang dibuat suaminya. Tapi dia tidak lihai membaca kesalahan anak kesayangannya, anak lelaki satu satunya yang teramat ia kagumi dan selalu sering membuat masalah itu.
( Tarian bumi, Oka Rusmini)
Pembuktian latar suasana tidak nyaman dalam kutipan novel tersebut adalah…
Nenek selalu mempersalahkan suaminya
Nenek selalu menjaga wibawanya
Nenek tidak bisa mengatur keluarga
Cucu nenek sering membuat masalah
Suami nenek tidak berkutik dengan batuk kecil
Bagi nenek, wibawa harus terus dijaga agar orang luar griya mau menghargainya. Kenyataannya? Memang nenek bisa mengatur keluarga. Bahkan Ida Bagus Tugur, suaminya takkan berkutik hanya dengan batuk kecil. Anehnya, nenek hanya pandai membaca kesalahan yang dibuat suaminya. Tapi dia tidak lihai membaca kesalahan anak kesayangannya, anak lelaki satu satunya yang teramat ia kagumi dan selalu sering membuat masalah itu.
( Tarian bumi, Oka Rusmini)
Penggambaran watak nenek dalam kutipan novel tersebut melalui..
Tanggapan tokoh lain
Dialog antar tokoh
Pikiran pikiran tokoh
Penjelasan pengarang
Lingkungan tokoh
Bagi nenek, wibawa harus terus dijaga agar orang luar griya mau menghargainya. Kenyataannya? Memang nenek bisa mengatur keluarga. Bahkan Ida Bagus Tugur, suaminya takkan berkutik hanya dengan batuk kecil. Anehnya, nenek hanya pandai membaca kesalahan yang dibuat suaminya. Tapi dia tidak lihai membaca kesalahan anak kesayangannya, anak lelaki satu satunya yang teramat ia kagumi dan selalu sering membuat masalah itu.
( Tarian bumi, Oka Rusmini)
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Bali
Sumatra Barat
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilemma, apakah aku akan mendekatinya atau terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan mas Sudibyo.
Watak tokoh aku yang terlihat pada bacaan tersebut adalah..
Egois
Ceroboh
Lemah
Penyabar
Peragu
Aku tahu kedatangan kami di Pangeredan itu hendak membawa bahagia seperti biasa. Bahkan sebaliknya, bahagia yang selama itu meliputi rumah setengah tembok itu, sekarang sudah pergi meninggalkan ayah dan ibuku, seolah olah tamu lama tidak berpamitan dulu. Ketenangan hati kedua orangtua kini sudah goncang. Digoncangkan oleh angin ribut kekecewaan dan kesedihan.
( Atheis, Achdiat Kartamiharja)
Tema yang terdapat dalam petikan novel tersebut adalah…
Kasih sayang orangtua kepada anaknya
Kekecewaan orangtua atas tindakan anaknya
Hubungan harmonis orangtua dan anak
Anak yang berbakti kepada orang tua
Perseteruan seorang lelaki dan kekasihnya
Aku tahu kedatangan kami di Pangeredan itu hendak membawa bahagia seperti biasa. Bahkan sebaliknya, bahagia yang selama itu meliputi rumah setengah tembok itu, sekarang sudah pergi meninggalkan ayah dan ibuku, seolah olah tamu lama tidak berpamitan dulu. Ketenangan hati kedua orangtua kini sudah goncang. Digoncangkan oleh angina rebut kekecewaan dan kesedihan.
( Atheis, Achdiat Kartamiharja)
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah...
Orang kedua
Orang ketiga
Orang pertama
Orang pertama dan kedua
Orang pertama dan ketiga
Langit cerah diatas Yogja. Tak ada awan larat yang berupaya menghalangi pandangan pilot mendaratkan pesawatnya di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Dengan surut mataku yang sipit, kulirik arloji yang ada di tangan, jam 2.45 siang. Pramugari mengumumkan bahwa pesawat sedang berada di atas bumi mataram, Yogyakarta. Tak lama lagi akan mendarat. Kepala istri dan anak-anak celingukan di jendela pesawat mengintip pemandangan di atas sekitar bandara udara itu. Masih terlihat beberapa petak sawah dan rumah-rumah lama beratap genteng tradisional. Pasar-pasar keramaian juga masih terlihat tradisional sekali. Tentu ini beda dengan kebanyakan kota-kota pelabuhan udara yang ada di kota besar di Indonesia.
(Epos Mataram Sang Penembahan)
Unsur yang dominan pada kutipan cerita di atas adalah...
latar atau setting
penokohan
alur
sosial budaya
sudut pandang
