wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Thor

Total questions: 100

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.
Pasien pria 68 tahun telah dilakukan laparotomy darurat untuk memperbaiki rupture aorta abdominalis. Pascabedah dilakukan ventilasi mekanik dengan TV 12 mL/kg dan PEEP 16 cmH20. Pasien diberikan sodium nitroprusside untuk mengontrol hipertensinya. Tiga hari kemudian mendadak tekanan darah sistolik turun ke 50 mmHg dan SpO2 turun menjadi 75%. Penyebab yang paling mendekati kondisi terakhir adalah
a)
Hiperventilası
b)
Keracunan cyanide hasil metabolisme sodium nitroprusside (
c)
Acute myocardial infarction
d)
Tension pneumothorax
e)
Septic shock
2.
Ventilasi spontan merupakan hasil aktivitas neuronal secara ritmik pada pusat respirasi dan batang otak. Aktivitas ini mengatur otot-otot respirasi untuk mempertahankan tekanan normal antara 02 dan CO2 dalam tubuh. Pernyataan berikut benar tentang kontrol respirasi:
a)
Irama napas berasal dan medulla, grup respirasi dorsal aktif selama ekspirası
b)
Irama napas berasal dan medulla, grup respirasi ventral aktif selama inspirasi
c)
Irama napas berasal dari medulla, grup respirasi ventral aktif selama apnea
d)
Irama napas berasal dari medulla, grup respirasi dorsal aktif selama apnea
e)
Irama napas berasal dari medulla, grup respirasi dorsal aktif selama inspirasi (
3.
Saat anda bertugas jaga IRD, pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan operasi. Pasien adalah laki-laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL. Didapatkan fraktur terbuka. Rencana akan dilakukan pemasangan implant (ORIF). Dari pemeriksaan didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu di wajah dan perioral. Saat ini pasien tampak tenang dan sesekali mengeluhkan nyeri bahunya, GCS 456, TD 138/74 mmHg, Lajunadi 92x/mnt. Teknik regional anestesi yang dapat di lakukan pada pasien ini adalah
a)
Axillar blok
b)
Infraclavicular blok
c)
Axillar+musculocutaneus blok
d)
Interscalenus blok
e)
Supraclavicular blok
4.
Yang BUKAN termasuk faktor-faktor determinan terhadap peningkatan kebutuhan (demand) oksigen otot jantung adalah
a)
BMR
b)
Diameter arteri coroner
c)
Laju jantung
d)
Afterload
e)
Preload
5.
Seorang laki laki umur 55 tahun post KLL (kecelakaan lalu lintas), datang ke RS dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan pasien tampak jejas di dada dan perut, dengan tekanan darah 70/40 mmHg dan laju nadi 160 kali/menit. Tatalaksana awal dilakukan dengan survey primer dan pemberian kristaloid 1000 cc. Pada evaluasi kemudian didapatkan kesadaran membaik, tekanan darah 100/40 mmHg, laju nadi 120 x/menit, sehingga diputuskan diberikan koloid 500 cc dan 500 cc PRC. Pasca pemberian PRC didapatkan pasien bertambah sesak dan terjadi reaksi anafilaksis. Pernyataan yang benar tentang reaksi anafilaksis
a)
Salah satu terapinya adalah epineprin intravena 1 mg
b)
Angka kejadian reaksi anafilaksis 1 150 000 tindakan transfuse
c)
Prevalensi defisiensi Ig-A sekitar 1:1000
d)
Biasanya terjadi pada pasien dengan defisiensi lg-A dengan Antibodi lg-B
e)
Biasanya terjadi pada pasien dengan defisiensi lg-B dengan Antibodi Ig A
6.
Seorang laki-laki 70 th dengan keluhan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin 2 minggu yang lalu. Dari USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien 156/89 mmHg dengan obat captopril 3x25 mg, nadi 72 kali/menit, SpO2 96 persen room air. Ureum 56 mg/dl, kreatinin 2,1 mg/dl. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Bahan cairan irigasi yang dipakai adalah?
a)

Air steril

b)

Urea 1 persen

c)

Mannitol 3 persen

d)

Cairan glisin 2 persen

e)

Glukosa 5 persen

7.
Laki laki 30 tahun dengan riwayat asma dilakukan operasi laparoskopi kolesistektomi dalam anestesi umum. Di tengah operasi, alarm di mesin anestesi berbunyi karena adanya high airway pressure. Hal apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya peningkatan airway pressure pada saat pasien terhubung dengan mesin anestesi
a)
Kebocoran sirkuit
b)
Obstruksi pada endotracheal tube
c)
Compliance paru membaik
d)
Tidal volum berkurang
e)
Serangan asma tidak terjadi
8.
Seorang laki-laki dengan diagnosis OMSK direncanakan akan dilakukan operasi timpanoplasti. Dari evaluasi praoperatif didapatkan pasien dengan status fisik ASA 1. Pasien dilakukan anestesi umum kemudian diberikan gas inhalasi rumatan dengan sevofluran 2 vol% dan 02:N20 = 50%:50%. Pada saat dokter bedah melakukan pemasangan graft membran timpani, apakah yang anda akan lakukan terkait dengan pemberian nitrous oxide?
a)
Nitrous oxide tetap diberikan selama dan setelah pemasangan graft.
b)
Nitrous oxide dihentikan saat graft mulai dipasang
c)
Nitrous oxide dihenilikan sesaat sebelum dilakukan pemasangan graft kemudian dapat digunakan kembali setelah graft terpasang
d)
Menghentikan nitrous oxide 15 menil setelah pemasangan graft
e)
Menghentikan pemberian nitrous oxide minimal 15 menit sebelum pemasangan graft
9.
Remaja 16 tahun mengalami kelemahan otot proximal progresif, diduga myopathy primer dan direncanakan biopsy otot. Pengelolaan anestesi yang aman untuk remaja ini meliputi :
a)
Rumatan anestesi inhalasi menggunakan sevoflurane atau halothane
b)
Intubasi asleep menggunakan muscle relaxant rocuronium
c)
Anestesi umum dengan sungkup karena operasi singkat
d)
Intubasi asleep menggunakan muscle relaxant succinyl choline
e)
Premedikasi menggunakan benzodiazepine
10.
Functional residual capacity (FRC) adalah volume paru di akhir ekspirasi normal. FRC dapat diukur dengan teknik washout nitrogen atau washout helium atau dengan cara body plethysmography. Faktor-faktor yang dapat mengubah FRC adalah:
a)
Sex
b)
Body habitus/posture
c)
Diaphragmatic tone
d)
Semua jawaban benar
e)
Lung disease
11.
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah dan darah. Fungsi sistem sirkulasi adalah untuk mensuplai oksigen dan nutrient ke jaringan dan membawa sisa hasil metabolisme untuk dibuang. Aliran darah koroner normalnya seiring dengan kebutuhan metabolik miokard, rata-rata pada laki-laki dewasa adalah 250 mL/mnt saat istirahat. Miokardium mengatur sendiri laju aliran darahnya dengan rentang tekanan perfusi antara 50-120 mmHg. Di luar rentang ini, aliran darah akan bersifat pressure-dependent. Faktor yang kurang memengaruhi keseimbangan oksigen supply dan demand miokard adalah :
a)
Basal metabolic requirem
b)
Kandungan oksigen arter
c)
Heart rate (diastolic fillin
d)
Coronary perfusion pres
e)
Coronary vessel lumen
12.
Yang bukan merupakan faktor predisposisi terjadinya trauma induced coagulopathy pada kasus syok hemoragik adalah
a)
Hipoperfusi jaringan
b)
Penurunan tingkat kesadaran
c)
Hipotermia
d)
Hemodilusi akibat resusitası cairan kristaloid masif
e)
Asidosis metabolik berat
13.
Seorang laki laki umur 55 tahun post KLL (kecelakaan lalu lintas), datang ke RS dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan pasien tampak jejas di dada dan perut, dengan tekanan darah 70/40 mmHg dan laju nadi 160 kali/menit. Tatalaksana awal dilakukan dengan survey primer dan pemberian kristaloid 1000 cc. Pada evaluasi kemudian didapati kesadaran membaik, TD menjadi 100/40 mmHg, laju nadi 120 kali /menit, sehingga diputuskan diberikan koloid 500 cc dan 500 cc PRC. Pernyataan yang benar tentang koloid adalah
a)
Gelatin merupakan Koloid yang paling aman karena tidak menyebabkan alergi yang dimediası histamine
b)
Koloid biasanya digunakan jika resusitasi Lengan kristaloid melebihi 3 L sambil menunggu trantusi
c)
Dextran tidak mempengaruhu proses hemostasis/pembekuan darah
d)
Albumin merupakan koloid yang paling aman. dan murah
e)
Kejadian reaksi anafilasis pada dextran dan hetastarch cukup tinggi
14.
Wanita 41 tahun dilakukan pembedahan reseksi tumor hypophyse sebesar 10 mm. pasien mengeluh amenorrhea dan penurunan visus. Masalah yang potensial terjadi jika dilakukan pembedahan transsphenoid approach adalah :
a)
Peningkatan fungsi hypophyse
b)
Risiko perdarahan jika mengenai sinus maxillaris
c)
Jika terjadi Diabetes Incipidus, biasanya akan menetap
d)
Approach ini aman dari gangguan saraf kranial
e)
Potensial terjadi emboli udara venous
15.
Wanita, usia 35 tahun dengan G3P2A0 Hamil 41 minggu direncanakan terminasi kehamilan dengan Sectio Caesaria. Pasien dengan Preeklampsia berat, Tekanan Darah 180/110 mHg, nadi 65 bpm dengan terapi nifedipine 4 x 10 mg. Saat pindah ke tempat tidur kamar bedah pasien mengalami kejang tonik klonik. Patofisiologi terkait hipertensi pada pasien ini berhubungan dengan
a)
Peningkatan produksi prostacyclin (PGI2)
b)
Penurunan produksi endothelin-1
c)
Peningkatan produksi thromboxane A2 (TXA2)
d)
Peningkatan produksi Nitric Oxide
e)
Peningkatan kadar magnesium
16.
. Laki-laki 19 tahun terjatuh dari ketinggian 3 meter dengan punggung yang terbentur dengan lantai. Pasien dibawa ke IGD dengan kondisi tidak sadar. Sampai di IGD, pasien sempat bangun dan dilakukan anamnesa serta pemeriksaan fisik. Dari TS Ortopedi, pasien diduga mengalami spinal cord injury di level torakal. Pernyataan yang tepat terkait spinal cord injury
a)
Menjaga nilai tekanan darah di posisi supranormal lebih bermanfaat dibandingkan dengan pemberian steroid
b)
Pembenan Methylprednisolone menjadi terapi utama pada pasien ini
c)
Ketidakstabilan tulang belakang dapat terjadi ketika 1 kolum vertebra terganggu
d)
Cedera di level torakal atas menyebabkan takiarilmia
e)
Cedera di sekitar level C2-C4 berhubungan dengan apnea dan kematian
17.
Wanita 60 tahun datang ke IGD dengan luka pada tungkai kanan. Pasien diketahui menderita diabetes mellitus, namun tidak rutin mengkonsumsi obat anti diabetik. Saat pemeriksaan didapatkan pasien tampak mengantuk, tekanan darah 89/56 mmHg, HR 112x/menit, Suhu 38,2 derajat Celsius, GDS 300mg/dl, leukosit 27.600 permm3. Pasien didiagnosis dengan sepsis ec ulcus pedis dextra dan direncanakan debridement oleh dokter spesialis bedah. Yang kurang tepat untuk terapi sepsis pasien diatas adalah?
a)
Pemberian vasopressor jika dengan pemberian cairan MAP lelap kurang dari 65 mmHg
b)
Pemeriksaan laktat
c)
Tekanan vena sentral dipertahankan lebih dari 8 mmHg
d)
Pengambilan sampel darah untuk kultur
e)
Pemberian antibiotik menunggu hasil kultur darah
18.
Seorang laki-laki usia 55 tahun datang ke klinik nyeri dengan keluhan nyeri lutut sebelah kanan. Pasien sudah mengeluhkan nyeri lutut sejak 1 tahun terakhir. Pasien rutin kontrol di puskesmas di dekat rumahnya setiap 3 minggu sekali. Pasien didiagnosis osteoarthritis dan diberikan analgetik NSAID. Satu bulan terakhir dan nyeri semakin berat dirasakan di bagian medial lutut. Manakah pernyataan di bawah ini yang benar sesuai dengan kondisi pada pasien di atas
a)
Hiperalgesia terjadi pada nyeri somatik saja
b)
Hiperalgesia dibagi menjadi hiperalgesia primer, sekunder dan tersier
c)
Hiperalgesia tidak pernah ditemukan pada pasien yang dilerapi dengan opioid
d)
Hiperalgesia sekunder lerjadi di sekitar bagian tubuh yang terkena trauma atau stimulus
e)
Hiperalgesia sekunder terjadi karena peningkatan respon nyeri terhadap panas dan stimulus mekanis
19.
Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid haemorrhage. Terapi yang dianjurkan untuk mencegah defisit neurologik iskemik karena vasospasme cerebral akibat subarachnoid haemorrhage adalah :
a)
Nimodipine
b)
Verapamil
c)
Nicardipine
d)
Amlodipine
e)
Nifedipin
20.
Laki-laki 25 tahun kecelakaan motor 2 jam sebelum masuk ke Unit Gawat Darurat. Pasien datang dengan keadaan tidak sadar dan terdapat luka di daerah kepala dan bengkak di paha kanan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien dicurigai trauma kepala berat dan fraktur tertutup femur kanan. Dilakukan USG fast dan hasilnya negatif. Setelah dilakukan resusitasi cairan dengan kristaloid pada pasien ini, didapatkan tekanan darah 80/40 mmHg, frekuensi nadi 40 x/menit, suhu 36,5 derajat C, frekuensi nafas 40 x/menit. Faktor-faktor berikut ini bisa menimbulkan secondary brain injuries, kecuali:
a)
Suhu tubuh lebih dari 38 oC
b)
PaO2 kurang dan 60 mmHg
c)
MAP kurang dari 60 mmHg
d)
Sistemic blood pressure kurang dan 90 mmHg
e)
PaCO2 kurang dari 60 mmHg
21.
Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, terdapat jejas pada area perut. Telah diberikan oropharyngeal airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan nonrebreathing mask dengan aliran 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmHg. Kesadaran pasien GCS 2-1-4, temperatur 32 derajat Celsius. Apa yang dilakukan agar tidak terjadi secondary brain injury?
a)
Melakukan stabilisasi hemodinamik dengan target tekanan darah systole kurang dan 90 mmhg
b)
Mempertahankan MAP kurang 60 mmHg O C. Memberikan selimut pada pasien dengan target temperature lebih 38 derajat C
c)
Mempertahankan oksigenasi dengan target PaO2 kurang dari 60 mmg
d)
Mempertahankan oksigenasi dan ventilasi dengan PaCO2 normal tidak hiperkapnia
22.
Saraf simpatis preganglionic yang menginnervasi hepar dan kandung empedu adalah :
a)
Inferior mesentenc ganglion
b)
Thoracic splanchnic nerve
c)
Celiac ganglion
d)
Superior mesenteric ganglion
e)
Lumbar splanchnic nerve
23.
Pasien perempuan usia 50 tahun dikonsulkan ke poli anestesi dengan diagnosis impaksi gigi molar 3 rahang kanan atas dan bawah, direncanakan untuk tindakan odontektomi rawat jalan dalam anestesi umum. Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisis, pasien dinyatakan obesitas (BMI 40) dan OSA (AHI 15). Pasien juga memiliki riwayat DM terkontrol dengan insulin, riwayat penyakit jantung dan dipasang stent 2 tahun yang lalu. Pasien sudah dikonsulkan ke spesialis jantung dan dinyatakan kondisi jantung stabil. Anda sebagai dokter anestesi tidak setuju apabila pasien ini dilakukan operasi ambulatori dan menyarankan untuk di rawat inap. Apa yang menjadi pertimbangan anda?
a)
Pasien dengan OSA merupakan kontraindikasi untuk operasi ambulatori
b)
Pasien dengan riwayat DM harus dilakukan rawat inap untuk monitoring gula darah
c)
Salah satu syarat operasi ambulatori yaitu pasien tidak memiliki komorbid (status fisik ASA 1)
d)
Operasi di daerah jalan nafas dan risiko terjadinya OSA perioperatif
e)
Pasien dengan riwayat penyakit jantung harus dilakukan rawat inap karena membutuhkan observasi minimal 24 jam
24.
Pria 52 tahun dengan riwayat peminum alcohol kronis, direncanakan splenorenal shunt karena perdarahan lambung berulang akibat varices esophagus. Pemeriksaan faal pembekuan darah prothrombin time 17 detik (control 12 detik), INR 1.7 dan PTT 43 detik (control 29 detik). Hitung trombosit 75.000/mikroliter. Hari kedua pasca bedah pasien mengalami bleeding diathesis dan diduga akibat gangguan fungsi trombosit. Penyebab tersering gangguan fungsi trombosit pasca bedah adalah :
a)
Karena defisiensi von Willebrand factor
b)
Prabedah pasien tidak diberikan vitamin K
c)
Inhibisi thromboxane A2 akibat pemberian ketorolac
d)
Karena penghentian konsumsi clopidogrel
e)
Inhibisi thromboxane A2 akibat pemberian aspirin
25.
Seorang perempuan 45 tahun akan dilakukan operasi pengangkatan batu empedu. Pasien akan dijadwalkan operasi tanpa perlu dilakukan rawat inap. Salah satu pertimbangan dalam ambulatory anesthesia adalah pencegahan kondisi mual-muntah pascaoperasi. Obat pencegahan PONV yang terbukti efektif khususnya untuk pembedahan rawat jalan adalah
a)
Dexametason 10 mg IV dalam 2-5 menit sebelum induksi
b)
Ondansetron 4-8 mg IV intraoperatif
c)
Ondansetron 4-8 mg IV dalam 2-5 menit sebelum induksi
d)
Ranitidine 50 mg IV pascaoperasi
e)
Tidak ada jawaban yang benar
26.
Seorang Laki-laki 45 tahun telah dilakukan endoskopi di luar kamar operasi atas indikasi keganasan gastrointestinal. Diketahui pasien memiliki berat badan 100 kg dan tinggi badan 150 cm, memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun terakhir dengan rutin pengobatan amlodipin 10 mg. Selama tindakan tidak didapatkan masalah dan tindakan berjalan selama 30 menit. Operator berencana untuk memulangkan pasien sore hari setelah tindakan. Di bawah ini adalah kriteria pulang pasien yang dilakukan operasi ambulatori, kecuali:
a)
Pasien merasa mual dan hilang ketika diberi antiemetik
b)
Pasien baru bisa makan bubur saja
c)
Nyeri terkontrol
d)
Pasien bisa buang air kecil dengan pispot
e)
Pasien merasa pusing saat berdin lama dan jalan (
27.
Wanita 45 tahun direncanakan pembedahan open cholecystectomy PS ASA 1. Dari anamnesa pasien menyatakan bahwa kakaknya pernah dilakukan pembedahan yang sama dalam kondisi sehat dan mengalami reaksi hebat akibat anestesi dengan gejala takikardi, aritmia dan hipertensi hingga perlu dirawat di ICU. Untuk anestesi wanita tersebut sebaiknya dihindari penggunaan :
a)
Etomidate
b)
Ketamin
c)
Thiopental
d)
Propofol
e)
Sevoflurane
28.
Seorang perempuan berusia 40 tahun dengan tonsilitis kronik, direncanakan tindakan tonsilektomi dengan general anesthesia. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status fisik ASA 2 dengan riwayat asma. Beberapa saat setelah dilakukan induksi anestesi, pasien mengalami desaturasi hingga saturasi 80%. Agen anestesi apa yang mungkin menyebabkan hal ini?
a)
Sulfas atropine
b)
Atracurium
c)
Midazolam
d)
Propofol
e)
Rocuronium
29.
Wanita, usia 45 tahun dengan massa ovarium kistik direncanakan menjalani pembedahan laparatomi dan potong beku. Anamnesis menunjukkan pasien mengeluh sesak dengan posisi paling nyaman setengah duduk. Riwayat penyakit pendahulu, pembedahan, dan alergi disangkal. Pemeriksaan fisik menunjukkan peningkatan tekanan darah (140/90 mmHg) dan massa teraba dua jari di bawah processus xiphoid. Tinggi badan 158 cm dan berat badan 55 kg dan lingkar perut 92 cm. USG Abdomen menunjukkan pembesaran kistik ovarium kanan dengan ukuran 12 x 6 x 8 cm3 dan cairan bebas intraabdomen. Auskultasi paru menunjukkan suara redup di basal paru bilateral dan foto Thorax PA menunjukkan penumpulan sinus costophrenicus bilateral. Masalah potensial apakah yang ditemukan saat intraoperatif pada pasien ini ?
a)
Aspirasi pneumonia
b)
Alkalosis metabolik
c)
Difficult airway managemen
d)
Peningkatan resistensi vascular
e)
Gangguan kontraktilitas jantung
30.
Manakah dari beberapa pemeriksaan laboratorium di bawah ini yang masuk dalam perhitungan MELD Score?
a)
Trombosit
b)
Bilirubin
c)
Albumin
d)
SGPT
e)
Clotting lime
31.
Wanita 30 tahun dengan BMI 34 mengalami aspirasi isi lambung pada waktu induksi anestesi. 5 hari setelah dirawat di ICU, pasien didiagnosa ARDS. Mekanisme yang sesuai untuk timbulnya edem paru pada pasien ini adalah :
a)
Peningkatan permeabilitas kapiler paru
b)
Peningkatan tekanan hidrostatis kapiler paru akibat cairan infus
c)
Penurunan tekanan onkotik kapiler paru
d)
Penurunan tekanan interstitial jaringan paru
e)
Penurunan drainase sistem limfatis
32.
Wanita 29 tahun direncanakan pembedahan darurat karena kehamilan ectopic terganggu. Tekanan darah arteri 110/80 mmHg, nadi 90/menit, perfusi hangat kering. Obat anestesi yang tidak dianjurkan untuk pasien ini adalah
a)
Thiopental
b)
Propofol
c)
Succinyl choline
d)
Ketamin
e)
Isoflurane
33.
Pria 16 tahun dibawa ke kamar bedah untuk thoraco-laparotomy darurat karena multitrauma abdomen dan luka tembus thorax. Ditempat kejadian dilakukan intubasi, pasang 2 infus jarum besar dan resusitasi cairan. Saat tiba di kamar bedah tekanan darah tak terukur, frekwensi jantung 130/menit, nafas dikontrol dengan self-inflating bag. Dari pernyataan dibawah,tindakan apakah yang kurang tepat pada kasus ini
a)

Tegakkan kemungkinan diagnosis tamponade jantung, tension pneumothorax

b)

Kompresi dada belum perlu dilakukan karena frekwensi jantung 130/menit

c)

Berikan epinephrine dosis 1 mg intravena

d)

Konfirmasi posisi endotracheal tube, auskultasi suara natas perkusi thorax

e)

Tambahkan jalur infus untuk lambahan cairan dengan cepat

34.
Seorang wanita berusia 64 tahun mengalami patah tulang pinggul kiri dan menjalani operasi penggantian seluruh sendi pinggul kiri. Setelah operasi, pasien mengalami delirium dan disorientasi pasca operasi. Dia mengeluh melihat kerabat yang telah meninggal mengunjungi kamarnya. Yang tidak dianggap sebagai faktor resiko untuk komplikasi post operatif yang dialami pasien tersebut adalah
a)
Nyeri
b)
Hipotensi perioperatif
c)
Gangguan tidur
d)
Jenis kelamin wanita
e)
Tipe operasi ortopedi palah lulang pinggul
35.
Pemberian obat golongan anticholinesterase akan berakibat :
a)
Reversal efek obat golongan depolarisasi jika blok neuromuskuler lidak total
b)
Efek blok neuromuskuler obat golongan depolarisasi memendek
c)
Blok neuromuskuler memanjang
d)
Selalu diikuti efek reversal dari obat golongan nondepolarisası
e)
Reversal efek obat golongan nondepolarisasi, asal kadar obat nondepolarisasi cukup rendah
36.
Jaringan tubuh yang paling tinggi aliran darahnya per berat jaringan tersebut adalah
a)
Paru
b)
jantung
c)
otak
d)
hepar
e)
ginjal
37.
Pasien laki-laki 48 tahun dirawat di ICU setelah dilakukan operasi koreksi scoliosis selama 12 jam. Intraoperatif terdapat perdarahan massif dan pasien mendapatkan transfusi 5 unit PRC, 3 unit FFP dan 3 unit TC. Saat di ICU, pasien dicurigai TRALI (transfusion related acute lung injury). Temuan apakah yang tidak sesuai dengan diagnosis TRALI?
a)

Terutama berhubungan dengan transfusi platelel dan FFP

b)

Edema pulmonal

c)

Hipoksemia

d)

Biasanya terjadi 24 jam pasca transfusi

e)

Durasi gejala beberapa hari jika diterapi

38.
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid dan epidural. Pasien dengan status fisik ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmHg, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Pernyataan berikut yang benar mengenai perubahan farmakodinamik dan farmakokinetik pada pasien geriatri.
a)
Waktu paruh benzodiazepin sama dengan dewasa muda
b)
Peningkatan kadar albumin dan penurunan alfa 1 glikoprotein Respon terhadap
c)
suksinilkolin tidak berubah dibandingkan dewasa muda
d)
Peningkalan waktu clearance obat
e)
MAC yang lebih tinggi dibandingkan dewasa muda
39.
Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, terdapat jejas pada area perut. Telah diberikan oropharyngeal airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan nonrebreathing mask dengan aliran 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmHg. Kesadaran pasien GCS 2-1-4, temperatur 32 derajat C. Tanda dan gejala dari data di atas menggambarkan pasien sedang mengalami ?
a)
Syok obstruktif
b)
Syok neurogenik
c)
Syok hemoragik
d)
Syok kardiogenik
e)
Syok septik
40.
Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, terdapat jejas pada area perut. Telah diberikan oropharyngeal airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan nonrebreathing mask dengan aliran 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmHg. Kesadaran pasien GCS 2-1-4, temperatur 32 derajat C. Bagaimana melakukan induksi untuk intubasi pada pasien diatas?
a)
Rapid sequence induction dengan terlebih dahulu memasang nasogastric tube untuk mencegah aspirasi
b)
Rapid sequence induction dengan memberikan cricoid pressure dan manual inline stabilization
c)
Rapid sequence induction tanpa menggunakan obat pelemas otot
d)
Rapid sequence induction dengan induksi inhalasi dan ventilasi adekuat
e)
Rapid sequence induction untuk memasang laryngeal mask airway
41.
Seorang laki-laki 30 tahun preoperasi fraktur radius sangat terganggu dengan nyeri yang dideritanya. Dari tanda vital didapatkan TD 140/90, HR 105 x/ menit, RR 22 x/ menit. Dokter anestesi bermaksud memberikan terapi opioid sementara menunggu jadwal operasi untuk terapi nyeri pada penderita ini. Hal-hal apakah yang menjadi pertimbangan untuk rencana tersebut?
a)
Opioid dosis besar tidak memblok hormon antidiuretik
b)
Intraoperatif hipertensi sering terjadi pada pemberian dosis besar opioid
c)
Salah satu efek morphine terhadap pernafasan adalah menurunkan nilai ambang apnea
d)
Opioid aman dari efek opioid-induced hyperalgesia
e)
Opioid dosis besar dapat menghasilkan efek anestesi umum yang tergantung ikatannya dengan reseptor, terutama reseptor mu
42.
Seorang pasien laki-laki 36 tahun, TB 160 cm dan BB 95 kg. dengan diagnosis tumor intradural ekstramedular T7-8 dengan nyeri hebat dan paraperese inferior. Dilakukan operasi dekompresi dan reseksi tumor dengan posisi prone. Pasca operasi pasien mengeluhkan gangguan penglihatan atau post operative visual loss (POVL). Faktor resiko terjadinya POVL adalah
a)
Semua benar
b)
besitas
c)
Hipotensi kendali
d)
Banyak kehilangan darah selama operasi
e)
Operasi lama dengan posisi kepala head-down.
43.
Seorang laki-laki berusia 60 tahun menjalani pembedahan mata vitreus dengan anestesi umum menggunakan gas anestesi inhalasi. Sesaat setelah operator menginjeksi gelembung udara pada bagian posterior bola mata, nampak gelembung udara semakin membesar. Agen inhalasi yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah
a)
Desflurane
b)
Halotan
c)
Isoflurane
d)
N20
e)
Sevoflurane
44.
Manakah dari beberapa penilaian di bawah ini yang tidak masuk dalam kategori Childs classification ?
a)
Ensfalopati
b)
Billirubin
c)
CRP
d)
Ascites
e)
Albumin
45.
Anak laki-laki usia 5 tahun akan direncanakan operasi tonsilektomi. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai, pasien akan dilakukan ekstubasi sadar. Sebelum dilakukan ekstubasi, dilakukan suction intraoral dan pasien terbatuk namun pasien belum sadar sepenuhnya dan dilakukan ekstubasi. Lalu pasien tampak sesak dan mengalami desaturasi, pada auskultasi terdengar suara dasar vesikuler menurun, dan terdapat stridor inspirasi di kedua lapang paru. Pernyataan yang KURANG tepat dari keadaan tersebut di atas adalah
a)
Spasme laring sering terjadi pada infant, sedang croup pada toddler (1-4) tahun
b)
Kemungkinan terjadi obstruksi berupa spasme laring atau edema trakea
c)
Croup sering terjadi dalam 3 jam pertama selelah ekstubasi
d)
Croup diatasi dengan pemberian ventilasi tekanan positif jaw thrust, dan pemberian lidokain 1
e)
Edema glottis/Irakea dapat dicegah dengan pembenan dexamethason 0.25
46.
Seorang anak laki-laki 8 tahun didiagnosis dengan medulloblastoma dan direncanakan operasi reseksi tumor dengan posisi duduk. Intraoperatif pasien mengalami gejolak hemodinamik yang mendadak dan dicurigai terjadi emboll udara vena. Tindakan yang dilakukan adalah (1) Meminta dokter bedah memberi cairan normal saline di area operasi, (2) Memberikan inhalasi dengan oksigen murni 100%, (3). Menggunakan PEEP untuk meningkatkan tekanan perfusi otak, (4). Melakukan aspirasi udara melalui kateter vena sentral yang terpasang, (5). Melakukan kompresi pada kedua vena jugularis. Urutan tindakan yang benar adalah
a)
1-5-3-4-2
b)
1-2-3-4-5
c)
1-3-4-2-5
d)
1-2-4-5-3
e)
1-4-5-2-3
47.
Bayi lahir dengan usia kehamilan 32 minggu, saat ini berat badan saat ini 2200 gram dan usia postkonsepsi 45 minggu, datang dengan keluhan muntah 1x dengan bab mekonium sedikit. Pada pemeriksaan ditemukan atresia ani dengan fistel rectovesica. Saat ini pasien terkesan lethargis, dengan HR 150-160x/menit, RR 50-55x/menit dengan nasal kanul 1 Ipm dan saturasi 99%. Pasien direncanakan untuk pembuatan stoma. Pada pasien seperti ini apa yang harus diperhatikan dalam manajemen perioperatifnya
a)
Kebutuhan MAC yang lebih besar, sehingga waktu induksi dengan anestesi inhalasi lebih lambat
b)
Harus dilakukan echocardiography preoperatif untuk screening terhadap adanya defek kongenital yang lain
c)
Penggunaan ringer laktat sebagai cairan rumatan perioperatif dapat dipertimbangkan
d)
Mudah terjadi desaturasi akibal FRC yang rendah dan kebutuhan oksigen untuk metabolisme yang tinggi
e)
Risiko terjadinya apnea of prematurity rendah sehingga pasien hanya perlu dimonitoring 6-12 jam pasca operasi karena usia postkonsepsi sudah 45 minggu.
48.
Seorang laki-laki 70 th dengan keluhan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin 2 minggu yang lalu. Dari USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien 156/89 mmHg dengan obat captopril 3x25 mg, nadi 72 kali/menit, SpO2 96% udara kamar, ureum 56 mg/dl, kreatinin 2,1 mg/dl. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Ditengah operasi pasien mengeluh sesak nafas dan gelisah. Tekanan darah turun 75/40 mmHg, nadi 110 kali per menit. Tindakan segera yang dilakukan adalah:
a)
Segera intubasi
b)
Ganti cairan infus dengan NaCl 7,5 persen
c)
Stop tindakan, cairan irigasi di prostat tetap dilanjutkan
d)
Berikan mannitol untuk mempercepat diuresis
e)
Berikan diuretika furosemide
49.
Seorang Laki-laki usia 76 tahun dengan keluhan suara serak sejak 5 tahun yang lalu, disfagia dan berat badan turun drastic, didiagnosis sebagai karsinoma laring stadium 3B. Pasien direncanakan akan menjalani tindakan laringektomi total. Status fisik ASA 2 karena PPOK. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal hemostatis dalam batas normal. Hasil biopsi pada laring menunjukan adenokarsinoma, yang pada beberapa tempat menunjukan gambaran inti besar iregular dengan polarisasi sel. Pemeriksaan laringoskopi direk, pada glotisdidapatkan massa kemerahan dan rapuh, mudah berdarah dan menutupi 75%. Kondisi medis umum yang berhubungan dengan keganasan kepala-leher adalah di bawah ini, kecuali:
a)
Diabetes
b)
Penyalahgunaan alkohol
c)
Coronary artery disease,
d)
Hipertensi
e)
Obesitas
50.
Seorang pasien laki-laki ASA 1 berumur 55 tahun dilakukan anestesi umum untuk prosedur scleral buckle dan vitrectomy pada mata sebelah kiri. Keadaan pasien stabil dengan tanda vital dalam batas normal. Sewaktu operator menarik otot rectus medialis terlihat di monitor laju nadi menurun dari 72 kali per menit menjadi 40 kali per menit. Apakah langkah pertama yang perlu dilakukan?
a)
Meningkatkan fraksi oksigen menjadi 100 persen
b)
Memberikan sultas atropin 0,5 milligram intravena
c)
Memberitahu operator untuk menghentikan sementara
d)
Memberikan ephedrine 5 milligram intravena
e)
Memberikan propofol untuk lebih mendalamkan anestesi pasien
51.
Seorang laki-laki dengan diagnosis OMSK direncanakan akan dilakukan operasi timpanoplasti. Dari evaluasi praoperatif didapatkan pasien dengan status fisik ASA 1. Pasien dilakukan anestesi umum kemudian diberikan gas inhalasi rumatan dengan sevofluran 2 vol% dan 02:N20 = 50%:50%. Pernyataan mana yang benar mengenai penggunaan nifrous oxide?
a)
Nitrous oxide tidak diabsorbsi ke dalam darah
b)
Nitrous oxide lebih lambat berdifusi ke dalam rongga yang berisi udara dibanding nitrogen
c)
Nitrous oxide dapat menyebabkan ruptur membran timpani apabila pasien mengalami obstruksi luba eustachius
d)
Nitrogen lebih mudah larul dalam darah dibanding nitrous oxide
e)
Nitrous oxide merupakan kontraindikasi mutlak pada operasi telinga
52.
Effect side decrement times yang tertinggi dari opioid golongan 4-anilidopiperidine yang diberikan secara infus kontinyu adalah :
a)
Sufentanil
b)
Remifentanil
c)
Morphine
d)
Alfentanil
e)
Fentanyl
53.
Seorang laki-laki usia 37 tahun direncanakan untuk operasi liang telinga, dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 1. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Setelah dilakukan anestesi umum, dilakukan sayatan pada lapangan operasi. Darah akibat manipulasi operasi dapat menganggu lapangan operasi. Teknik apa yang dapat dilakukan pada pasien tersebut?
a)
Elevasi kepala 0°, epinephrine infiltrasi alau topical (1:50.000 - 1:200.000)
b)
Elevasi kepala 15° epinephrine infiltrasi atau topical (1 50 000-1: 200.000)
c)
Elevasi kepala 15° epinephrine infiltrasi atau topical (1 25 000-1: 100 000)
d)
Elevasi kepala 30° epinephrine infiltrasi atau topical (1 50 000-1 200 000)
e)
Elevasi kepala 30° epinephrine infiltrasi atau topical (1 25.000- 1 100 000)
54.
Seorang anak usia 10 tahun dilakukan operasi tonsilektomi rawat jalan. Pasien dengan obesitas dan OSA. Setelah operasi pasien diobservasi di ruang pemulihan dan sempat mengalami hipoventilasi dan hipoksemia (SpO2 88%). Bagaimana kriteria pemulangan pada pasien ini berdasarkan rekomendasi ASA?
a)
Pasien boleh dipulangkan setelah saturasi telah mencapai baseline
b)
Monitoring di ruang pemulihan 7 jam setelah episode hipoksemia.
c)
Pasien dimonitor di ruang pemulihan selama 3 jam sebelum dipulangkan
d)
Pasien dirawat inap dan dimonitor selama 24 jam
e)
Episode hipoksemia pascaoperasi merupakan kontraindikasi pemulangan pasien (ambulaton)
55.
Pria 55 tahun dilakukan pembedahan laparotomy reseksi colon karena kanker. Rumatan pelumpuh otot menggunakan atracurium. Pada akhir pembedahan direncanakan ekstubasi dikamar bedah. Untuk mengembalikan fungsi neuromuskuler digunakan metode train of four (TOF) sebagai berikut
a)
Stimulasi TOF memberikan 4 rangsang berurutan 50 Hz dalam 2 delik
b)
Sensitivitas TOF lebih baik daripada double burst untuk menilai respon motorik otot bergaris
c)
Sebagai prediktor adanya sisa relaksan pascabedah, TOF lebih baik daripada acceleromyography
d)
Sugammadex bisa diberikan dengan dosis 1 mg/kg berat badan tanpa menunggu TOF ratio ideal
e)
Rasio respons stimuli I dan ke IV dari TOF merupakan indikator sensitif dari kelumpuhan otot karena obat nondepolarisasi
56.
Nyeri yang terjadi pada daerah yang kurang sensasi adalah
a)
Allodynia
b)
Hyperpatia
c)
Anesthesia dolorosa
d)
Paresthesia
e)
Hyperalgesia
57.
Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke poli nyeri dengan keluhan kemerahan di sekitar luka. Pada pemeriksaan fisis nampak edema jaringan lokal dan sangat sensistif terhadap stimuli nyeri. Apakah mediator yang paling berperanan dalam kondisi ini?
a)
Substance P
b)
Prostaglandin
c)
Histamin
d)
Bradıkinin
e)
Serotonin
58.
Pria 55 tahun datang ke IGD diantar keluarga dengan diagnosis hernia incarcerata. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung dan kontrol ke poliklinik jantung namun pasien tidak minum obat yang diberikan secara teratur. Obat anti nyeri golongan NSAID yang aman diberikan untuk nyeri pasca bedah adalah :
a)
Ketorolac
b)
Ketoprofen
c)
Piroxicam
d)
Naproxen
e)
Ibuprofen
59.
Seorang laki-laki 48 tahun direncanakan untuk menjalani operasi mastoidektomi dan timpanoplasti. Pasien ini memiliki riwayat merokok sebanyak minimal 1 bungkus per hari selama lebih dari 30 tahun. Pernyataan di bawah ini yang benar mengenai merokok adalah
a)
Merokok dapat meningkatkan peningkatan sekresi mucus
b)
Merokok dapat meningkatkan kadar glutathion dalam darah
c)
Merokok bukan merupakan salah satu penyebab injuri oksidatif terhadap jaringan
d)
Merokok harus dihentikan sekurang-kurangnya 7 hari sebelum dilaksanakannya operasi untuk mengurangii pulmonal
e)
Merokok dapat meningkatkan kadar vitamin C
60.
Manakah dari hormon di bawah ini yang akan menurun pada saat terjadinya stress akibat nyeri?
a)
Testosteron
b)
Adrenalin
c)
Glucagon
d)
Cortisol
e)
Cathecolamine
61.
Otak sangat sensitif terhadap iskemia karena otak sangat membutuhkan oksigen dan sangat bergantung pada metabolisme glukosa secara aerob. Cedera otak iskemik biasanya diklasifikasikan atas iskemia fokal (inkomplit) atau iskemia global (komplit), di mana kondisi ini akan menyebakan kerusakan otak secara permanen. Strategi proteksi otak untuk mencegah terjadinya iskemia/cedera otak adalah:
a)
Memperbaiki aliran darah otak dengan cara meningkatkan tekanan perfusi otak
b)
Memperbaiki aliran darah otak dengan cara menurunkan tekanan perfusi otak
c)
.Memperbaiki aliran darah otak dengan cara mengoptimalkan tekanan perfusi otak
d)
Memperbaiki aliran darah otak dengan menggunakan barbitural
e)
Memperbaiki aliran darah otak dengan menggunakan nimodipine
62.
Seorang perempuan 25 tahun dengan nevus pigmentosus yang semakin membesar dan gatal di daerah infra orbita sinistra akan dilakukan eksisi luas. Pasien dikonsulkan ke anestesi untuk mendapatkan prosedur anestesi rawat jalan. Pasien dengan berat badan 80 kg dan tinggi badan 150 cm. Dari anamnesis didapatkan pasien sangat cemas dan memiliki riwayat mabuk kendaraan. Golongan obat yang dapat diberikan untuk mengurangi risiko PONV, KECUALI
a)
Antagonis reseptor H2
b)
Antagonis reseptor neurokinin-1
c)
Antagonis reseptor 5-HT3
d)
Butyrophenone
e)
Dexamethasone
63.
Seorang laki-laki berusia 48 tahun menjalani operasi pembedahan mata. Dokter anestesi menggunakan teknik regional anestesi dengan menyuntikkan anestesi lokal di daerah episklera bola mata pasien. Teknik anestesi regional ini adalah
a)
Retrobulbar blok
b)
Facial blok
c)
Perbulbar blok
d)
Subtenon blok
e)
Ophtalmic blok
64.
Seorang perempuan 44 tahun akan dilakukan operasi pengangkatan tumor kecil di lengan kanan. Pasien mengeluh nyeri pada tumor yang hilang timbul dan mual-muntah. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes mellitus, asma ataupun alergi. Dokter spesialis bedah onkologi mendiagnosis pasien dengan lipoma, lalu akan melakukan operasi pada pasien tanpa dilakukan rawat inap. Anda sebagai seorang dokter anestesiologis akan melakukan sedasi intravena menggunakan propofol. Kenapa pada pasien ini diberikan obat sedasi intravena menggunakan propofol
a)
Selain GABA agonist, propofol juga obat dengan context-sensitive half time yang pendek.
b)
Propofol lebih ekonomis
c)
Propofol memiliki efek anti PONV dan minimal efek sedasi residual
d)
Semua salah
e)
. Semua benar
65.
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid dan epidural. Pasien dengan status fisik ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmHg, nadi 65 kali permenit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmH, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Parameter fisiologis apa yang mengalami peningkatan nilai pada geriatri?
a)
Elastisitas pembuluh darah arteri
b)
Closing capacity
c)
Aliran darah ginjal
d)
Alveolar surface area
e)
Reflex baroreseptor
66.
Seorang perempuan dengan diagnosa G3P2 yang direncananya akan dilakukan SC, dari pemeriksaan fisik didapatkan dengan status fisik ASA 2 karena kehamilan. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostasis dalam batas normal. Setelah menerima anestesi epidural pasien mengeluhkan pusing dan kebas di bibir. Sesaat kemudian pasien mengalami kejang. Apa yang pertama kali yang akan anda lakukan pada pasien ini ?
a)
pemberian injeksi diazepam dosis 0,1 mg/kgBB
b)
pemberian injeksi propofol dosis 0,5-2 mg/kgBB
c)
pemberian pelumpuh otot
d)
pemberian oksigenasi dan airway management
e)
pemberian epinephrine
67.
Seorang laki laki umur 25 tahun datang di RS dengan keluhan nyeri abdomen hebat yang baru terjadi 2 jam yang lalu. Diagnosa dari sejawat bedah diperkirakan volvulus intestinum, akan secepatnya dilakukan laparotomi. Pada pemeriksaan pasien tampak sangat kesakitan, CBT PERIODE MARET 2022 54 dengan TD 140/90 mmHg dan laju nadi 120/menit. Pemeriksaan laboratorium dalam batas normal dengan faal haemostasis dalam batas normal. Setelah melakukan preloading dengan kristaloid, untuk memfasilitasi tindakan operasi dipilih anestesi subarachnoid block menggunakan bupivacaine 15 mg dan clonidine 30 mg. Beberapa saat setelah dilakukan subarachnoid block tekanan darah pasien turun dari 130/80 mmHg menjadi 70/40 mmHg sehingga diberikan ephedrine 30 mg. Pernyataan yang benar tentang ephedrine adalah
a)
Ephedrine mempunyai efek menurunkan MAC (minimum alveolar concentration)
b)
Ephedrine memiliki durasi kerja yang lebih pendek daripada phenylephrine
c)
Ephedrine menyebabkan takikardia tapi menurunkan cardiac outpul
d)
Ephedrine memiliki efek tidak menurunkan aliran darah ke uterus
e)
Ephedrine tidak mempunyai efek bronkodilatasi
68.
Seorang anak berusia 2 tahun datang ke poli nyeri dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Metode penilaian nyeri yang paling tepat untuk kondisi tersebut adalah?
a)
Behaviour pain scale
b)
Wong Baker pain scale (
c)
Numerical rating scale
d)
NIPS
e)
CPOT
69.
Bayi usia 10 bulan, lahir dengan usia kehamilan 31 minggu, dilakukan pembiusan untuk tindakan perbaikan hernia inguinal. Induksi dilakukan dengan gas sevofluran, intubasi endotrakea, dan pemeliharaan anestesi dengan gas sevofluran dan oksigen. Tatalaksana anestesi caudal epidural pasien ini adalah
a)

Blok dengan ropivacaine 0.2% dengan blok motorik kurang dibanding bupivacaine

b)

Blok dengan bupivacaine 0 25% memberikan analgesik lebih baik dari ropivacaine 0.2%

c)

Untuk menemukan epidural space tehnik loss of resistance menggunakan udara

d)

Volume anestesi lokal 0.5 mL/kg berat badan cukup untuk herniotomy

e)

Pemberian morphine sulphate 50 microgr/kg berat badan untuk memperpanjang efek analgesi

70.
Pria 69 tahun dengan riwayat infark jantung dilakukan TUR prostat dengan anestesi umum. Pembedahan berlangsung 90 menit tanpa penyulit. Pasien di extubasi namun tidak menunjukkan respon, fungsi vital stabil. 20 menit kenudian mulai bangun tapi gelisah, menggigil, tekanan darah 80/35 mmHg, nadi 140 kali/menit, pernafasan 40 kali/menit, saturasi oxygen 98%. Diagnosis yang kurang sesuai dengan kondisi klinis pasien ini adalah
a)
Perforasi bladder
b)
Infark atau iskemia jantung
c)
TUR prostat syndrome
d)
Perdarahan
e)
Tromboemboli pulmonal
71.
Seorang wanita 31 tahun dengan kehamilan 24 minggu menjalani pembedahan apendektomi perlaparoskopi. Pilihan terbaik anestesi untuk kasus ini adalah :
a)
Rumatan anestesi menggunakan teknik anestesi regional
b)
Premedikasi non-farmakologis
c)
Selama pembedahan pasien diganjal punggung kiri
d)
Perlu hiperventilasi jika prosedurnya laparoskopi
e)
Rumatan anestesi inhalasi menggunakan sevoflurane dan nitrous oxide
72.
Seorang laki-laki 48 tahun berat badan 50 kg direncanakan untuk menjalani operasi "release contracture pada daerah leher akibat luka bakar 1 tahun yang lalu. Pasien tidak bisa ekstensi karena kontrakturnya tapi masih bisa diberi nafas bantuan. Direncanakan intubasi menggunakan fiber optic laryngoscopy (FOL). Hal yang perlu kita fahami tentang intubasi menggunakan FOL adalah :
a)

Untuk anestesi local jalan nafas atas biasanya diberikan lidocaine 4% dengan dosis 9 mg/kg berat badan

b)

Penyulit dari masuknya pipa endotracheal ditingkal glottis adalah sudut yang kecil dari cartilage cricolhyroid dan epiglottis

c)

Pemberian sedasi dengan dexmedetomidine mempunyai keuntungan mempertahankan pernafasan

d)

Jika pipa endotracheal sudah bisa masuk trachea segera cabul FOL dan sambung pipa endotracheal dengan mesin anestesi.

e)

Pasien perlu awake dan bisa bekerja sama dengan dokter agar intubasi berhasil.

73.
Puasa pada persiapan bedah elektif sangat penting untuk mencegah regurgitasi isi lambung, rekomendasi puasa sebelum induksi adalah
a)
2 jam untuk air bening
b)
4 jam setelah susu formula
c)
2 jam untuk susu formula
d)
4 jam setelah makan berat
e)
6 jam untuk semua jenis intake
74.
Seorang perempuan berusia 20 tahun dengan BB 70 kg dan TB 150 cm akan menjalani operasi tonsilektomi. Dari hasil anamnesis diketahui pasien sering mendengkur keras ketika tidur, sering terbangun dari tidur dengan sensasi tersedak, sering merasa lelah dan tidak bergairah di siang hari, dan keluarga pasien juga mengatakan pasien terkadang seperti berhenti bernapas ketika tidur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan ukuran tonsil T3-T3, pernapasan dan sirkulasi serta pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Berdasarkan data tersebut di atas, penilaian skor STOPBANG adalah 3, sehingga pasien dinyatakan mengalami OSA. Apabila saudara akan menilai tingkat keparahan OSA yang dialami pasien tersebut, instrumen penilaian apa yang dapat saudara gunakan?
a)
Wayne Index
b)
Ramsay Score
c)
STOPBANG Score
d)
SpO2
e)
AHI (Apnea-Hypopnea Index)
75.
Pria 38 tahun mengalami traumatic brain injury dilakukan evakuasi subdural hematoma. Pasca bedah tekanan darah 140/90, nadi 48 kali/menit, tekanan intrakranial 25 mmHg. Dilakukan peningkatan minute volume pada pengaturan ventilasi mekanik. Perubahan fisiologis akibat pengaturan ventilasi mekanik yang baru tersebut adalah
a)
Vasokonstriksi cerebral
b)
Pengurangan edema olak
c)
Vasodilatasi cerebral
d)
Penurunan tekanan
e)
Peningkatan nadi
76.
Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki setelah benturan saat berolahraga sepak bola. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis ortopedi dan akan dilakukan tindakan arthroscopy. Saat informed consent pasien setuju dilakukan tindakan anestesi dengan teknik anestesi spinal tanpa dilakukan rawat inap. Setelah dilakukan tindakan anestesi spinal terjadi kondisi Transient Neurologic Symtpoms. Apa saja faktor risiko dari transient neurologic symptoms ?
a)
Insiden TNS pada pasien ambulaton lebih sedikit pada lidokain spinal konsentrasi 0,5 persen
b)
TNS akan mulai membaik setelah 2 minggu
c)
Insiden TNS pada pasien ambulatori tidak berbeda antara lidokain spinal konsentrasi 2%, 1% dan 0,5%
d)
TNS dipengaruhi oleh pemilihan jenis anestetik lokal
e)
Anestesi spinal menggunakan lidokain meningkatkan risiko terjadinya TNS
77.
Seorang pasien 25 tahun dengan luka bakar akibat air panas saat memasak bakso akan menjalani operasi debridement. Saat ini kondisi pasien sadar penuh dengan tanda vital tekanan darah 136/76 mmHg, laju denyut nadi 103 kali/menit, frekuensi nafas 20 kali per menit, suhu badan 37,2 derajat Celsius. Tampak luka bakar derajat II meliputi regio manus, antebrachii, dan brachii dextra, thorax, abdomen, serta femur sinistra. Anda sebagai Dokter Anestesi yang akan melakukan pembiusan harus memberikan perhatian pada hal berikut
a)
Pelumpuh otot yang terpilih apabila akan dilakukan rapid sequence induction adalah suksinil kolin
b)
Pemeriksaan laboratorium faal ginjal tidak perlu dilakukan
c)
Resusitasi cairan pada luka bakar langsung diberikan pada 8 jam pertama
d)
Antibiotik profilaksis dapat diberikan tanpa melihat kondisi klinis dan luas luka bakar
e)
Waspada terjadinya abdomen kompartemen sindrom pada luka bakar yang mengelilingi abdomen
78.
Seorang perempuan berusia 40 tahun akan dilakukan operasi tumor payudara. Komorbiditas pasien ini asthma bronchialis. Di ruang operasi, pasien terlihat tenang dengan TD 140/70 dan laju nadi 70 kali per menit. Laju nafas 20 kali per menit dengan saturasi perifer saat pasien berbaring supine 96% tanpa suplementasi oksigen. Untuk pengelolaan anestesi pasien ini, obat anestesi yang sebaiknya dihindari adalah :
a)
Propofol
b)
Thiopental (golongan barbiturat)
c)
Sevoflurane
d)
Isoflurane
e)
Ketamin
79.
Seorang perempuan berusia 45 tahun dengan diagnosa tumor mamma dekstra multipel direncanakan akan dilakukan eksisi tumor prosedur ambulatorik. Pasien dengan berat badan 95 kg dan tinggi badan 150 cm. Dari anamnesis didapatkan riwayat OSA dan komorbid hipertensi tidak terkontrol. Saat kunjungan ke dokter anestesi, tekanan darah 190/100 mmHg. Apa tindakan yang tepat dilakukan untuk pasien di atas?
a)
Optimalisasi komorbid hipertensi, pasien direncanakan untuk anestesi rawat jalan setelah hipertensi lerkontrol
b)
Pasien disarankan untuk kontrol kon orbid dan menurunkan berat badan sebelum prosedur dikarenakan tindakan tidak emergensi
c)
Pasien dipersiapkan untuk anestesi rawat jalan dengan diberi premedikasi amlodipine 10 mg dan alprazolam 0 5 mg pada malam hari sebelum tindakan
d)
Optimalisasi komorbid hipertensi, pasien disarankan untuk tidak menjalani anestesi rawat jalan karena ya riwayat OSA dan obesitas de IMT lebih dari 40 kg/m2
e)
Pasien dipersiapkan untuk anestesi rawat inap dengan diberi premedikası amlodipine 10 mg dan alprazolam 0.5 mg pada malam hari sebelum tindakan
80.
Seorang laki-laki 40 tahun mengeluh nyeri kepala kronis dan kelemahan tungkai bagian kanan. Hasil ctscan kepala menunjukkan adanya tumor di regio temporoparietal kiri. Pasien kemudian direncanakan tindakan operasi reseksi tumor. Pada pasien dengan rencana kraniotomi elektif, seringkali direncanakan ekstubasi di akhir operasi. Pada ekstubasi di akhir kraniotomi elektif, hal yang anda lakukan adalah
a)
Memben tambahan sedasi saat pasien akan diekstubasi untuk mencegah bucking
b)
Menghindan tenadinya bucking ataupun straining dari pasien yang dapat menyebabkan rebleeding
c)
Gas inhalası baru ditutup saat pasien sudah dilakukan ekstubasi
d)
Tidak perlu memberikan reversal pelumpuh otot
e)
Membuat napas spontan sejak awal operasi untuk memudahkan ekstubasi
81.
Seorang perempuan 64 tahun mengalami keluhan hidung buntu, nyeri pada wajah dan hidung berair. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis THT dan dinyatakan mengalami rhinosinusitis kronik dan deviasi septum. Dokter THT merencanakan akan dilakukan operasi FESS dan septoplasty. Kondisi yang dapat menjadi penyulit anestesi pada kasus ini adalah:
a)
Anestesiolog berbagi jalan napas dengan operator
b)
Semua salah
c)
Risiko sulit ventilasi
d)
Intubasi nasal adalah pilihan pada pasien ini.
e)
Semua benar
82.
. Seorang anak laki-laki usia 6 tahun direncanakan untuk operasi adenotonsilektomi karena pada malam hari sering mendengkur dan terbangun karena jalan nafas buntu. Oleh dokter THT didiagnosis OSA. Apakah yang harus kita ketahui tentang OSA ?
a)
Meskipun anak ini dilakukan pembedahan minor, tetap harus rawat inap
b)
Derajat OSA berdasarkan AHI pada pasien dewasa dengan anak sama (wrong)
c)
Mengingat usianya, anak ini harus rawat inap
d)
Anak2 dengan OSA, pasca pembedahan ATE perlu pemantauan pernafasan
e)
Derajat OSA termasuk sedang jika Apnea-Hypopnea Index (AHI) sebesar 12 (more than 10, severe)
83.
Laki-laki, 60 tahun menjalani operasi operasi Total Hip Athroplasty. Pasien dinilai dengan ASA 2 dengan komorbid Reumatoid Arthritis, anemia dengan Hb 11.0, dan imobilisasi. Pasien rutin diberikan obat golongan glukokortikoid dan antikoagulan selama beberapa bulan. Pasien direncanakan untuk anestesia combined spinal-epidural. Intraoperatif, pasien mengeluh pusing dan tidak nyaman setelah operator memasukkan polymethylmethacrylate. Saat dilakukan pemeriksaan TD 70/40, nadi 120x/menit, RR 26-30x/menit, SpO2 95% dengan room air. Jika pasien diberikan LMWH profilaksis satu dosis per hari, kapan kateter epidural sebaiknya dilepaskan dari pasien dan kapan heparin dilanjutkan kembali?
a)
Kateter dilepaskan 6-10 jam pascapemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
b)
Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
c)
Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapemberian dosis terakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
d)
Kateter dilepaskan 10-12 jam pascapemberian dosis terakhir dan pemberian dosis hepann berikutnya dilakukan 4 jam kemudian
e)
Kateter dilepaskan 4-6 jam pascapemberian dosis lerakhir, dan pemberian dosis heparin berikutnya dilakukan 2 jam kemudian
84.
Manakah dari kondisi di bawah ini yang merupakan kontraindikasi absolut untuk menjalani transplantasi hepar?
a)
Severe cardiomyopati
b)
Severe obesity
c)
High viral load HIV
d)
Severe pulmonary hypertension
e)
Metastasis malignancy
85.
Seorang Laki-laki 45 tahun direncanakan akan menjalani endoskopi di luar kamar operasi atas indikasi keganasan gastrointestinal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien memiliki berat badan 100 kg dan tinggi badan 150 cm, memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun terakhir dengan rutin pengobatan amlodipin 10 mg. Tekanan darah saat diukur adalah 150/60 mmHg, frekuensi nadi 89 x/menit dan frekuensi nafas 20 x/ menit. Saturasi didapatkan 98% dengan udara ruang, posisi terlentang. Dari anamnesis diketahui pasien mengorok keras ketika tidur dan pasien sering terbangun tiba-tiba. Anda berencana akan melakukan teknik total intravenous anesthesia pada pasien ini. Berikut ini adalah faktor predisposisi terjadi obstructive sleep apneu, kecuali:
a)
Patensi hidung yang menurun akibat obstruksi anatomis
b)
Lingkar leher pada laki-laki lebih dari 17 inches dan wanita 16 inch
c)
Sering tertidur sendiri saat menonton televisi
d)
Riwayat hipertensi kronik dengan terkontrol obal
e)
Sering terbangun dan tidur dengan seperti sensasi tercekik
86.
Kondisi klinis yang potensial menyebabkan normal anion gap metabolic acidosis adalah :
a)
Lactic acidosis
b)
Akumulasi fosfat, sulfat akibat gagal ginjal kronis
c)
Intoksikasi salisilal
d)
Ketoacidosis akibat diabetes mellitus yang tidak terkontrol
e)
Infus NaCl 0.9% yang berlebihan
87.
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid dan epidural. Pasien dengan status fisik ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmHg, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Pasien geriatri rentan mengalami delirium pascaoperasi, terutama pascaoperasi hip. Berikut BUKAN usaha yang dapat mencegah delirium pascaoperasi:
a)
Stimulasi kognitif dengan orientasi jam dinding dan calendar
b)
Mempertahankan kateter unin hingga pasien dapat pulang ke rumah
c)
Menggunakan alat bantu pendengaran
d)
Manajemen nyeri yang baik
e)
Mobilisasi segera setelah operasi
88.
Berdasarkan kriteria IASP, diagnosis Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) ditegakkan atas dasar :
a)
Reflex Sympathetic Dystrophy tidak disebabkan oleh rangsang noxious sebelumnya
b)
Causalgia disertai gejala pembengkakan dan abnormalitas aliran darah kulit
c)
Pada CRPS tipe I fenomena allodynia dan hyperalgesia terbatas pada area yang diinervasi saraf perifer tersebut
d)
Causalgia aktivitas sudomotor di area nyeri masih normal
e)
Reflex Sympathetic Dystrophy tidak disertai edema atau gangguan aliran darah kulil
89.
Anak usia 4 tahun dengan kelainan jantung kongenital Tetralogy of Fallot mengalami hypercyanotic spell. Terapi yang ditujukan untuk mengurangi right-to-left shunt adalah :
a)
Natrium bicarbonas
b)
Propofol
c)
Diltiazem
d)
Phenylephrine
e)
Sodium nitroprusside
90.
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah dan darah. Fungsi sistem sirkulasi adalah untuk mensuplai oksigen dan nutrient ke jaringan dan membawa sisa hasil metabolisme untuk dibuang. Sebagian besar agen anestesi volatile bersifat vasodilator koroner, dengan efek yang bervariasi terhadap aliran darah koroner yaitu karena efek vasodilatasi secara langsung, menurunkan kebutuhan metabolik miokardium dan efeknya terhadap tekanan darah arteri. Pernyataan di bawah yang paling tepat tentang efek agen anestesi volatile terhadap aliran darah koroner adalah:
a)
Halothane dan isoflurane tidak memberikan efek terhadap aliran darah coroner.
b)
Halothane dan isoflurane keduanya mempengaruhi pembuluh darah coroner yang kecil.
c)
Halothane dan isoflurane keduanya mempengaruhi pembuluh darah coroner yang besar
d)
Halothane dan isoflurane memberikan efek yang paling besar terhadap aliran darah coroner
e)
Halothane dan isollurane memberikan efek yang paling kecil terhadap aliran darah coroner
91.
Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, terdapat jejas pada area perut. Telah diberikan oropharyngeal airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan nonrebreathing mask dengan aliran 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmHg. Kesadaran pasien GCS 2-1-4, temperatur 32 derajat Celsius. Jika diyakini tidak ada masalah (darah/cairan sekret) pada jalan napas dan direncanakan intubasi dengan teknik rapid sequence induction, apakah muscle relaxant yang dipilih?
a)
Vecuronium
b)
Pancuronium
c)
Atracurium
d)
Cisatracurium
e)
Suksinil kolin
92.
Seorang laki-laki berusia datang dengan penyakit liver kronik, dari pemeriksaan didapatkan hepatomegali. Pada pemeriksaan ekokardiografi didapatkan tekanan paru tinggi dengan gagal jantung kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien ini?
a)
Sirosis hepatis
b)
Hepatorenal syndrome
c)
Banti syndrome
d)
Portopulmonal hypertension
e)
Budd chiari syndrome
93.
Kecepatan konduksi saraf perifer yang terrendah, adalah :
a)
Saraf ber myelin kelompok A beta
b)
Saraf tidak ber myelin kelompok C
c)
Saraf ber myelin kelompok A delta
d)
Sarat ber myelin kelompok C
e)
Saraf tidak ber myelin kelompok A alpha
94.
Seorang laki-laki 78 tahun menjalani operasi laparotomi reseksi tumor sigmoid. Anestesia dilakukan dengan anestesia umum dengan kombinasi epidural. Sebelum operasi kondisi pasien terlihat baik, hemodinamik stabil, dan hasil lab dalam batas normal. Dia mengaku masih dapat melakukan aktifitas sehari-sehari tanpa bantuan. Premedikasi diberikan midazolam 2 mg, induksi dengan fentanyl dan propofol, serta rumatan dengan sevoflurane 2 vol% dengan fentanyl dan atrakurium intermitten. Manakah dari elemen dibawah ini yang tidak termasuk dalam tujuan Enhanced Recovery After Surgery?
a)

Pembedahan dilakukan dengan irisan yang pendek

b)

Premedikasi secara farmakologis sesuai dosis

c)

Menstimulasi motilitas usus

d)

Pemberian non-opial analgesic atau NSAID

e)

Tidak melakukan bowel preparation

95.
Seorang laki-laki 35 tahun, dibawa oleh ambulans 118 karena kecelakaan lalu-lintas. Pasien tampak gelisah, sianosis, pucat, kesadaran somnolen. Pasien diberikan oksigen via sungkup wajah 10 ltr per menit, lalu dipasang infus 2 line. Tensi 70/45 mmHg, nadi 120x permenit lemah, saturasi 82%. Tampak jejas pada dada dan perut, luka terbuka pada paha kanan. Pada evaluasi paru dijumpai suara nafas vesikuler, tidak ada ronki dan whezzing, gerakan simetris kanan kiri, evaluasi jantung tunggal regular takikardi terdengar menjauh. Diberikan cairan kristaloid 2000 cc, tidak tampak perbaikan. Tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah
a)
Dekompresi segera di ICS 2 midclavicula line kiri dengan abocath G16
b)
Segera siapkan operasi karena ada internal bleeding
c)
Berikan komponen darah PRC 2 unit
d)
Siapkan pericardiosintesis dengan USG guide
e)
Intubasi untuk mengamankan jalan nafas
96.
Remaja 19 tahun di bawa ke ruang Unit Gawat Darurat akibat terkena minyak panas. Didapatkan luka bakar kemerahan, terasa nyeri di daerah perut depan dan dada depan. Di lengan kanan atas dan lengan kanan bawah bagian depan dan belakang terdapat kulit keputihan pucat serta tidak terasa sakit, namun kulit sekitar sangat nyeri. Saat ini pasien sadar penuh dan menangis kuat, diketahui berat badan pasien 45 kg tekanan darah pasien 90/60 mmHg, frekuensi nadi 130 x/menit, frekuensi nafas 28 x/ menit. Suhu tubuh 38,2 derajat Manakah di bawah ini yang benar terkait kasus pasien di atas?
a)
Dilakukan pemberian cairan sebanyak 2500 cc dalam 8 jam pertama
b)
Resusitasi pasien tidak dengan cairan hypertonic saline
c)
Target dari urin output adalah 1-2 mL/kgbb/jam
d)
Luas luka bakar pada pasien kurang dari 20%
e)
Dilakukan intubasi segera karena terdapat luka bakar di daerah dada
97.
Berkaitan dengan pengaruh tekanan arterial karbon dioksida terhadap aliran darah serebral adalah :
a)
Hipotermi meningkatkan aliran darah serebral pada kondisi normokapnia
b)
Respon aliran darah serebral terhadap perubahan tekanan arterial karbon dioksida tidak dipengaruhi oleh hipertensi yang tidak terkontrol
c)
Respon aliran darah serebral terhadap hipokapnia tidak dipengaruhi usia pada aliran darah serebral
d)
Aliran darah serebral kembali ke nilai semula segera setelah perubahan tekanan arteri karbondioksida stabil pada nilai yang berubah tersebut
e)
Hipotermi menurunkan respon perubahan aliran darah serebral terhadap perubahan tekanan arterial karbon dioksida
98.
Seorang laki-laki, berusia 34 tahun datang ke poli nyeri dengan keluhan nyeri dengan onset cepat, tajam dan mudah terlokalisir. Saraf sensorik apakah yang berperanan dalam kasus tersebut?
a)
Serabut
b)
Serabut A beta
c)
Serabul A delta
d)
Serabut A gamma
e)
Serabut C
99.
Seorang laki-laki 78 tahun menjalani operasi laparotomi reseksi tumor sigmoid. Anestesia dilakukan dengan anestesia umum dengan kombinasi epidural. Sebelum operasi kondisi pasien terlihat baik, hemodinamik stabil, dan hasil lab dalam batas normal. Perdarahan 1000 ml. dan pasien ditransfusi sebanyak 4 unit darah. Pasca bedah pasien sesak dan didiagnosis TRALI. Alasan diagnosis tersebut adalah :
a)
P/F ratio membaik dengan PEEP tinggi
b)
Pemeriksaan echocardiography ditemukan left atrial hypertension
c)
Pengukuran pulmonary occlusion pressure lebih dari 18 mmHg
d)
Gejala timbul lebih dari 12 jam setelah transfusi
e)
Hypoxemia dengan Sp02 kurang dari 90% pasien bernafas dengan udara kamar
100.
Seorang laki-laki dirujuk dari Puskesmas ke Unit Gawat Darurat Rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pasien didapatkan luka robek pada area kepala, keluar darah segar dari hidung dan mulut, terdapat jejas pada area perut. Telah diberikan oropharyngeal airway device oleh petugas perujuk dan oksigen dengan nonrebreathing mask dengan aliran 10 L/menit. Laju nafas 32x/menit, saturasi oksigen 95%, dengan frekuensi nadi 130 x/menit. Tekanan darah 80/60 mmHg. Kesadaran pasien GCS 2-1-4, temperatur 32 derajat C. Apakah efek hipotermia terhadap hemostasis pada pasien dengan kondisi seperti ini?
a)
Meningkatkan proses enzimatis koagulasi
b)
Menurunkan fibrinolysis
c)
Meningkatkan disfungsi platelet
d)
Menurunkan koagulopati
e)
Menurunkan prothrombin time