wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PENILAIAN HARIAN DAN AKHIR SEMESTER VI

Total questions: 50

Worksheet time: 1hrs 10mins

Name
Class
Date
1.

Cermati teks berikut!

Kumpulan cerpen Anak-Anak Masa Lalu (2015) karya cerpenis Damhuri Muhammad, dalam beberapa cerpen menggambarkan perbedaan cara pandang anggota masyarakat. Masyarakat di satu pihak ingin mempertahankan nilai-nilai tradisional. Sementara itu, di pihak lain ada kelompok masyarakat yang bersikeras mendorong pembangunan berdasarkan nilai-nilai modern berakar pada budaya industri. Konflik budaya yang dipicu oleh perbedaan pendapat antara masyarakat yang teguh dan terkesan kolot dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi. Konflik tersebut mencerminkan pergulatan tradisi dan modernisasi. Perbedaan cara pandang kultural ini yang dalam cerpen Damhuri terkadang justru melibatkan tokoh-tokoh dari sesama suku dan seringkali melahirkan konflik serius antartokoh dalam cerita-ceritanya

Informasi yang sesuai dengan teks esai tersebut adalah....

a)

Pihak masyarakat tradisional bersikeras mendorong pembangunan berdasarkan nilai-nilai modern berakar pada budaya industri

b)

Adanya konflik budaya dalam cerpen Damhuri dipicu oleh perbedaan pendapat antara masyarakat kolot dan modern

c)

Kumpulan cerpen Anak-Anak Masa Lalu karya cerpenis Damhuri Muhammad menggambarkan persamaan cara pandang masyarakat

d)

Dalam kumpulan cerpen Anak-Anak Masa Lalu, pihak masyarakat modern bersikeras mempertahankan nilai-nilai tradisional

e)

Persamaan cara pandang kultural dalam cerpen Damhuri terkadang justru melibatkan tokoh-tokoh dari sesama suku

2.

Cermati teks berikut!

Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah.... 

a)

penulis sastra kontekstual bukanlah sperman

b)

sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan

c)

sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu

d)

penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah

e)

sastra kontekstual adalah jenis sastra tertentu

3.

(l) Seli mengayunkan tangan ke depan, membuat petir biru. (2) Retakan itu memanjang. (3) Butuh waktu empat kali pukulan hingga tiang itu roboh, berdebum menimpa sebelahnya. (4) Aku dan Seli segera melompat mundur, menghindar dari guguran kristal. (5) Lima menit kemudian, dengan napas tersengal, kami berhasil menyingkirkan tiga-tiang kristal. (6) Seli mengangkat patahan tiang dengan kemampuan kinetiknya, melemparkannya jauh-jauh. (7) Mulut lorong semakin terlihat. (8) Masih ada tiga tiang kristal lagi yang harus dihancurkan agar kapsul perak kami bisa melintasinya.

Bukti latar suasana riuh pada kutipan cerita tersebut adalah...

a)

(l) dan (2)

b)

(3) dan (4)

c)

(5) dan (6)

d)

(7) dan (8)

e)

(1) dan (4)

4.

Seli mengayunkan tangan ke depan, mernbuat petir biru. Retakan itu memanjang. Butuh waktu empat kali pukulan hingga tiang itu roboh, berdebum menimpa sebelahnya. Aku dan Seli segera melompat mundur, menghindar dari guguran kristal. Lima menit kemudian, dengan napas tersengal, kami berhasil menyingkirkan tiga-tiang kristal. Seli mengangkat patahan tiang dengan kemampuan kinetiknya, melemparkannya jauh-jauh. Mulut lorong semakin terlihat. Masih ada tiga tiang kristal lagi yang harus dihancurkan agar kapsul perak kami bisa melintasinya.


Komentar yang tepat terhadap isi teks cerita tersebut adalah…

a)

Penggambaran para tokoh yang mampu merobohkan tiang sangat tidak masuk akal.

b)

Tokoh Seli sangat membahayakan diri sendiri karena mengeluarkan petir dari tangan.

c)

Semangat pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah dari para tokoh patut diteladani.

d)

Hanya demi kapsul perak, para tokoh seharusnya tidak usah menghabiskan tenaga.

5.

(1) Di sebuah padang rumput di Afrika, seekor singa sedang menyantap makanan. Tiba-­tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanannya.

(2) Sang Raja Hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung. "Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita. Usir mereka semua, jangan disisakan!" kata Singa. Binatang lain setuju sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung.

(3) Ketika malam mulai tiba, bangsa burung kembali ke sarangnya. Kesempatan itu digunakan oleh para singa dan anak buahnya untuk menyerang bangsa burung. Burung-burung kocar-kacir melarikan diri. Melihat hal tersebut, kelelawar merasa cemas sehingga ia bergegas menemui Sang Raja Hutan.

(4) Kelelawar berkata, "Sebenamya aku termasuk bangsa tikus, walaupun aku mempunyai sayap. Izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk bertempur melawan burung-burung itu." Tanpa berpikir panjang singa pun menyetujui kelelawar masuk dalam kelompoknya.

(5) Malam berikutnya kelompok yang dipimpin singa kembali menyerang kelompok burung dan berhasil mengusimya. Keesokan harinya, menjelang pagi, ketika kelompok singa sedang istirahat kelompok burung menyerang balik mereka dengan melempari kelompok singa dengan batu dan kacang-kacangan.

(6) "Awas, hujan batu!" teriak para binatang. Kelompok singa melarikan diri. Kelelawar merasa cemas dengan hal itu sehingga ia berpikiran untuk kembali bergabung dengan kelompok burung. la menemui Sang Raja Burung, yaitu burung Elang. "Lihatlah sayapku, aku ini seekor burung seperti kalian," Elang menerima kelelawar dengan senang hati.


Bukti bahwa burung berwatak suka mengambil makanan binatang lain adalah…

a)

(1) dan (2)

b)

(3) dan (4)

c)

(4) dan (5)

d)

(5) dan (6)

6.

(1) Di sebuah padang rumput di Afrika, seekor singa sedang menyantap makanan. Tiba-­tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanannya.

(2) Sang Raja Hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung. "Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita. Usir mereka semua, jangan disisakan!" kata Singa. Binatang lain setuju sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung.

(3) Ketika malam mulai tiba, bangsa burung kembali ke sarangnya. Kesempatan itu digunakan oleh para singa dan anak buahnya untuk menyerang bangsa burung. Burung-burung kocar-kacir melarikan diri. Melihat hal tersebut, kelelawar merasa cemas sehingga ia bergegas menemui Sang Raja Hutan.

(4) Kelelawar berkata, "Sebenamya aku termasuk bangsa tikus, walaupun aku mempunyai sayap. Izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk bertempur melawan burung-burung itu." Tanpa berpikir panjang singa pun menyetujui kelelawar masuk dalam kelompoknya.

(5) Malam berikutnya kelompok yang dipimpin singa kembali menyerang kelompok burung dan berhasil mengusimya. Keesokan harinya, menjelang pagi, ketika kelompok singa sedang istirahat kelompok burung menyerang balik mereka dengan melempari kelompok singa dengan batu dan kacang-kacangan.

(6) "Awas, hujan batu!" teriak para binatang. Kelompok singa melarikan diri. Kelelawar merasa cemas dengan hal itu sehingga ia berpikiran untuk kembali bergabung dengan kelompok burung. la menemui Sang Raja Burung, yaitu burung Elang. "Lihatlah sayapku, aku ini seekor burung seperti kalian," Elang menerima kelelawar dengan senang hati.


Nilai moral yang terkandung dalam kutipan cerita tersebut adalah…

a)

Bersikap teguh pendirian perlu kita lakukan.

b)

Jangan ceroboh dalam bersikap dan bertindak

c)

Kita harus tepat dalam mengambil keputusan

d)

Bertindak gegabah dapat merugikan diri sendiri

7.

Di sebuah padang rumput di Afrika, seekor singa sedang menyantap makanan. Tiba-­tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanannya.

(2) Sang Raja Hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung. "Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita. Usir mereka semua, jangan disisakan!" kata Singa. Binatang lain setuju sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung.

(3) Ketika malam mulai tiba, bangsa burung kembali ke sarangnya. Kesempatan itu digunakan oleh para singa dan anak buahnya untuk menyerang bangsa burung. Burung-burung kocar-kacir melarikan diri. Melihat hal tersebut, kelelawar merasa cemas sehingga ia bergegas menemui Sang Raja Hutan.

(4) Kelelawar berkata, "Sebenamya aku termasuk bangsa tikus, walaupun aku mempunyai sayap. Izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu. Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk bertempur melawan burung-burung itu." Tanpa berpikir panjang singa pun menyetujui kelelawar masuk dalam kelompoknya.

(5) Malam berikutnya kelompok yang dipimpin singa kembali menyerang kelompok burung dan berhasil mengusimya. Keesokan harinya, menjelang pagi, ketika kelompok singa sedang istirahat kelompok burung menyerang balik mereka dengan melempari kelompok singa dengan batu dan kacang-kacangan.

(6) "Awas, hujan batu!" teriak para binatang. Kelompok singa melarikan diri. Kelelawar merasa cemas dengan hal itu sehingga ia berpikiran untuk kembali bergabung dengan kelompok burung. la menemui Sang Raja Burung, yaitu burung Elang. "Lihatlah sayapku, aku ini seekor burung seperti kalian," Elang menerima kelelawar dengan senang hati.


Makna simbol kata kocar-kacir yang tepat pada cerita tersebut adalah....

a)

menyerah dalam peseteruan

b)

cerai berai tidak karuan

c)

terdesak dalam perkelahian

d)

menyerah dalam perkelahian

8.

Dari ilustrasi di atas, bentuk analisis kritik sastra  kutipan teks tersebut adalah ….

a)

Penguraian bagaimana penulis mengemas kritik sastra menjadi sebuah karya yang mudah untuk dibaca dan dipahami

b)

Penjelasan bagaimana karya sastra itu dibuat oleh seorang pengarang

c)

Penguraian bagaimana pengarang (A.A Navis) mengemas novel Robohnya Surau Kami secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahpahaman dan dianggap sebagai karya sesat

d)

Penjelasan makna yang terkandung di dalam sebuah karya sastra

e)

Penjelasan nilai-nilai yang dapat diteladani dari sebuah karya sastra

9.

Dari ilustrasi soal nomor satu, bentuk analisis kritik sastra tersebut dilihat dari aspek ….

a)

aspek ilmu sosial

b)

aspek pandangan penulis

c)

aspek pandangan pengarang

d)

aspek pengetahuan

e)

aspek evaluasi

10.

Kutipan teks esai di atas bentuk analisis esainya dilihat dari aspek ….

a)

aspek pandangan penulis

b)

aspek pengetahuan

c)

aspek ilmu sosial

d)

aspek pandangan pengarang

e)

aspek simpulan

11.

Dari kutipan teks kritik sastra dan esai di atas, dapat diketahui perbedaan dari kedua teks di atas adalah ….

a)

Kritik sastra menganalisis kelebihan novel “Robohnya Surau Kami”, sedangkan esai mengulas tentang inti cerita dalam novel “Robohnya Surau Kami”.

b)

Kritik sastra menganalisis kekurangan novel “Robohnya Surau Kami”, sedangkan esai mengulas tentang inti cerita dalam novel “Robohnya Surau Kami”.

c)

Kritik sastra mengulas inti novel “Robohnya Surau Kami”, sedangkan esai menganalisis kelebihan novel “Robohnya Surau Kami”.

d)

Kritik sastra bersifat objektif, sedangkan esai bersifat subjektif.

e)

Kritik sastra bersifat subjektif, sedangkan esai bersifat objektif.

12.

Persamaan antara kritik sastra dan esai adalah ….

a)

Menilai karya seni

b)

Bersifat objektif

c)

Menilai karya sastra

d)

Mengulas latar belakang pengarang

e)

Mengkritik sebuah karya

13.

Cermati paragraf berikut!

Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.

(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)

Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...

a)

Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.

b)

Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.

c)

Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.

d)

Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.

e)

Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita

14.

Bacalah petikan esai berikut !

Pasca maraknya sajak – sajak sosial , sejak awal tahun 2000 hingga kini , perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing – masing penyair dalam mencipta . Gaya dan tema sajak – sajak Indonesia mutakhir , seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar , majalah , jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam . Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia Akhir – akhir ini muncul sajak – sajak naratif yang panjang , seperti banyak dimuat di harian umum . Tetapi sajak – sajak pendek juga tetap muncul di rubik – rubik sastra . selain itu , masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif , seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku – buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990 – an .

Kesimpulan teks esai di atas adalah ...

a)

Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir .

b)

Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini

c)

Antologi puisi semakin marak di Indonesia

d)

Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren

e)

Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia.

15.

Cermati kutipan berikut!

Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.

Sumber : Djamil Suherman,

“Jadi Santri”

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…

a)

cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkankeindahan.

b)

Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.

c)

Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟

yang jarang ditemukandalam cerita lain.

d)

Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya.

e)

Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak me-narik si pembaca dantidak bermakna.

16.

Berikut ini bukan pernyataan yang tepat mengenai kritik sastra adalah ….

a)

kritik sastra adalah pertimbangan baik atau buruk suatu hasil karya sastra

b)

Kritik sastra menilai isi, bentuk, atau peristiwa yang terdapat dalam sastra,

c)

Kritik sastra menilai tema, penokohan, alur, dan unsur-unsur lainnya seperti kepengarangan.

d)

Kritik sastra mengungkapkan pendapat atau argumen.

e)

Kritik sastra membahas suatu masalah secara sepintas berdasarkan sudut pandang.

17.

Dalam menyusun kritik, ada beberapa hal yang harus dipegang oleh kritikus (penulis kritik). Berikut ini prinsip-prinsip yang tidak sesuai adalah ….

a)

Penulis kritik (kritikus) harus benar-benar membaca atau mengamati karya yang akan dikritik.

b)

Kritikus tidak membekali diri dengan pengetahuan tentang karya yang akan dikritisi.

c)

Kritikus harus mengumpulkan data-data penunjang dan alasan logis untuk mendukung penilaian yang diberikan.

d)

Kritik yang disampaikan tidak hanya mengungkap kelemahan, tetapi harus seimbang dengan kelebihannya.

e)

Jika diperlukan, kritikus menggunakan kajian teori yang relevan untuk mendukung penilaiannya.

18.

Berbeda dengan Cantik itu Luka yang mengandalkan kekuatan narasi yang seperti lepas kendali dan deras menerjang apa saja, Lelaki Harimau memperlihatkan penguasaan diri narator yang dingin terkendali, penuh pertimbangan dan kehati-hatian. Pemanfaatan –atau lebih tepat eksplorasi–setiap kata dan kalimat tampak begitu cermat dalam usahanya merangkai setiap peristiwa. Pada kutipan di atas, kritikus menilai keunggulan cara penceritaan novel Lelaki Harimau disertai data pengguaan kata-kata dan kalimat dilakukan sangat cermat. Kalimat-kalimat yang digunakan dapat membangun peristiwa dalam novel tersebut.


Kalimat kritik yang sesuai berdasarkan keratan teks “Capaian Eksperimen Lelaki Harimau” di atas adalah ….

a)

Kalimat-kalimat kritik dalam teks tersebut tidak didominasi oleh kelebihan novel tersebut. Dalam mengungkapkan kelebihannya, kritikus melengkapinya dengan data atau alasan yang logis

b)

Kalimat-kalimat kritik dalam teks tersebut didominasi oleh kelebihan novel tersebut. Dalam mengungkapkan kekurangannya, kritikus melengkapinya dengan data atau alasan yang logis.

c)

Kalimat-kalimat kritik dalam teks tersebut didominasi oleh kelebihan novel tersebut. Dalam mengungkapkan kelebihannya, kritikus melengkapinya dengan data atau alasan yang logis.

d)

Kalimat-kalimat kritik dalam teks tersebut didominasi oleh kekurangan novel tersebut. Dalam mengungkapkan kelebihannya, kritikus melengkapinya dengan data atau alasan yang logis.

e)

Kalimat-kalimat esai dalam teks tersebut didominasi oleh kelebihan novel tersebut. Dalam mengungkapkan kelebihannya, kritikus melengkapinya dengan data atau alasan yang logis.

19.

Cermatilah kutipan esai berikut!


Membaca cerita-cerita yang ditulis oleh Hary B. Koriun, kita pasti akan menemukan gaya penulisan dan tema yang khas. Baik dalam cerita pendek maupun novel, tema kepenulisan Hary tidak jauh dari persoalan asmara yang dikerucutkan lagi kepada kesetiaan. Bukan tema perselingkuhan yang kini banyak disergap beberapa novelis terkemuka. Namun karena arus cerita mengalir dengan indah maka pembaca akan menemukan kekuatan narasi, sehingga pembaca akan terbuai dengan menjelajahi alinea demi alinea. Satu hal lagi yang akhir-akhir ini mewarnai cerita-cerita Hary, adalah persoalan lingkungan, terutama hutan dan sungai.


Masalah yang diungkapkan dalam esai tersebut adalah…

a)

Tema penulisan Hary berkisar pada persoalan Asmara, kesetiaan atau perselingkuhan yang sedang yang sedang marak digandrungi para penulis terkemuka.

b)

Cerita yang ditulis oleh Hary B. Koriun, memiliki gaya penulisan dan tema yang khas dan disukai berbagai kalangan, terutama dalam sajiannya.

c)

Bila cerita mengalir dengan indah maka pembaca akan menemukan kekuatan narasi.

d)

Kepenulisan Hari B. Koriun berkisar pada persoalan asmara baik dalam cerita pendek maupun novel dan persoalan lingkungan.

e)

Yang penting, akhir-akhir ini yang mewarnai cerita-cerita Hary adalah persoalan lingkungan terutama hutan, sungai, dan sebagainya.

20.

Bacalah kutipan esai berikut dengan seksama!


Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik. Kesenjangan tersebut terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan dalam sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor pertanian, banyak petani kecil yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan kesehatan.


Hal yang diungkapkan dalam esai di atas adalah …

a)

Kesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan ekonomi kita akhir-akhir ini.

b)

Pendidikan dan kesehatan semakin tidak dijangkau oleh petani.

c)

Petani kecil selalu mendapatkan kesulitan untuk memperoleh kredit dari pemerintah.

d)

Kesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah Indonesia.

e)

Petani semakin sulit hidupnya sehingga lahan pertaniannya semakin menipis.

21.

Bacalah kutipan esai berikut dengan saksama!

Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan organisme hidup yang dalam konsentrasi rendah dapat membunuh organisme lain nya. Dengan kata lain, antibiotik adalah obat yang berfungsi untuk menanggulangi infeksi bakteri. Antibiotik memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit karena infeksi bakteri dapat menyerang di bagian tubuh mana pun. Jika infeksi bakteri sampai menyerang otak, maka akan menjadi penyakit meningitis, sedangkan jika terkena paru- paru, maka akan menjadi penyakit bronkitis.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah …

a)

Infeksi yang mengenai paru-paru manusia

b)

Infeksi yang menyerang otak manusia

c)

Kegunaan antibiotik bagi tubuh manusia

d)

Antibiotik yang diproduksi dari tumbuhan tingkat tinggi

e)

Infeksi bakteri yang menyerang bagian tubuh tertentu

22.

Bacalah kutipan teks berikut!

Oleh karena itu, berhadapan dengan novel model ini, kita (pembaca) mesti memulainya tanpa prasangka dan menghindar dari jejalan pikiran yang berpretensi pada sejumlah horison harapan. Bukankah banyak pula novel kanon yang peristiwa-peristiwa awalnya dibangun melalui narasi yang lambat?

Kutipan teks tersebut termasuk contoh kaidah kebahasaan...

a)

Menggunakan pernyataan yang menyatakan fakta untuk mendukung atau membuktikan kebenaran argumentasi penulis/penuturnya.

b)

Menggunakan pernyataan-pernyataan persuasif.

c)

Menggunakan pernyataan atau ungkapan yang bersifat menilai atau mengomentari.

d)

Menggunakan istilah teknis berkaitan dengan topik yang dibahasnya.

e)

Menggunakan kata kerja mental.

23.

Walhasil, akhirnya selalu harus ada kesadaran akan batas tafsir. Akan selalu ada yang tak akan terungkap—dan bersama itu, akan selalu ada Gotham yang terancam kekacauan dan keambrukan. Itu sebabnya dalam “The Dark Knight Rises”, Inspektur Gordon tetap mau menjaga misteri Batman, biarpun dikabarkan Bruce Wayne sudah mati. Dengan demikian bahkan penjahat yang tecerdik sekalipun tak akan bisa mengklaim ”aku tahu”.

kutipan tersebut termasuk...

a)

sistematika esai (pernyataan pendapat)

b)

sistematika kritik (argumentasi)

c)

sistematika esai (argumentasi)

d)

sistematika kritik (penegasan ulang)

e)

sistematika esai (penegasan ulang)

24.

Cermatilah kutipan novel berikut


“Dia bibi saya, Bu” jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna.

“Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi sejak saya berusia dua tahun. Sampai sekarang ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak enam tahun yang lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja. Kemudian dengan suara yang semakin bergetar Teja melanjutkan pembicaraannya.

“Mungkin ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan ibu, walaupun susah tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan pada kami untuk bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya.

“Maafkan ibu juga Ja, tapi …”

“Tapi Ibu merasa terkekang di sini. Di sini Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi.

Ratna tak mengira muridnya punya keberanian untuk berbicara seperti itu.


Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..

a)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas.

b)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serba kekurangan.

c)

Tema cerita ini terlalu biasa yaitu tentang kehidupan di desa yang serba kekurangan. Tentunya dapat dipahami jika di desa serba kekurangan karena tempatnya jauh.

d)

Orang desa memang banyak yang menjadi TKW karena kehidupan di desa serba kekurangan. Jadi hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita.

e)

Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih seperti ibunya. Ia sangat kecewa ketika ia mengetahui bahwa gurunya berniat untuk pindah.

25.

Ahmad Tohari lahir tanggal 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Kecematan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Ahmad Tohari berasal dari keluarga santri. Ayahnya seorang kiai dan ibunya pedagang kain. Dari segi ekonomi, kehidupan keluarga Ahmad Tohari tidak kekurangan. Namun, lingkungan masyarakat di sekitarnya mengalami kelaparan.

Ahmad Tohari adalah seorang sastrawan yang terkenal sebagai pengarang trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dinihari (1985), dan Jentera Bianglala (1986). Karya-karyanya mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Melalui novel Bekisar Merah, Ahmad Tohari meraih Hadiah Sastra ASEAN tahun 1995.

Ahmad Tohari menikah tahun 1970 dengan Siti Syamsiyah. Istrinya bekerja sebagai guru SD. Ahmad Tohari sangat menyayangi anak-anaknya. Dalam mendidik anak-anaknya, Ahmad Tohari menanamkan pendidikan keagamaan sejak dini. Menurutnya, agama merupakan satu-satunya laku utama mewujudkan kecintaan manusia kepada Tuhan dan manusianya. Ahmad Tohari selalu mengajak keluarganya untuk salat berjamaah dan dia sebagai imamnya.

Keistimewaan tokoh tersebut adalah ....

a)

penulis novel yang terkenal dengan karya triloginya

b)

penulis novel yang berasal dari keluarga santri

c)

pemimpin redaktur majalah Merdeka Jakarta

d)

sastrawan yang tanggap terhadap bencana kelaparan

e)

Seorang guru SD yang menjadi sastrawan

26.

Ahmad Tohari lahir tanggal 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Kecematan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Ahmad Tohari berasal dari keluarga santri. Ayahnya seorang kiai dan ibunya pedagang kain. Dari segi ekonomi, kehidupan keluarga Ahmad Tohari tidak kekurangan. Namun, lingkungan masyarakat di sekitarnya mengalami kelaparan.

Ahmad Tohari adalah seorang sastrawan yang terkenal sebagai pengarang trilogi Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dinihari (1985), dan Jentera Bianglala (1986). Karya-karyanya mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Melalui novel Bekisar Merah, Ahmad Tohari meraih Hadiah Sastra ASEAN tahun 1995.

Ahmad Tohari menikah tahun 1970 dengan Siti Syamsiyah. Istrinya bekerja sebagai guru SD. Ahmad Tohari sangat menyayangi anak-anaknya. Dalam mendidik anak-anaknya, Ahmad Tohari menanamkan pendidikan keagamaan sejak dini. Menurutnya, agama merupakan satu-satunya laku utama mewujudkan kecintaan manusia kepada Tuhan dan manusianya. Ahmad Tohari selalu mengajak keluarganya untuk salat berjamaah dan dia sebagai imamnya.

Hal menarik dari tokoh yang dapat diteladani adalah ....

a)

Memberikan penghargaan kepada karya anak-anaknya

b)

Menjadi imam saat salat berjamaah dengan anak-anaknya

c)

Memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif

d)

Mengajak keluarganya untuk mengaji secara rutin

e)

Ayahnya seorang kiai

27.

Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun.

 

Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sedniri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu.

 

Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan.

 

Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua.

Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...

a)

Dialog antartokoh

b)

Penjelasan langsung

c)

Pikiran tokoh

d)

Tindakan tokoh

e)

Tanggapan tokoh lain

28.

Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan, depresi dan bersikap seperti orang gila.

 

Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...

a)

Gunda

b)

Sedih

c)

Tegang

d)

Khusyuk

e)

Hening

29.

(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.

Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

30.

Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna.

Radit: "Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi kelamin lagi?"

Trisna: "Lo dimana sekarang?"

Kutipan novel di atas dibuka dengan ...

a)

Mendeskripsikan suasana

b)

Mendeskripsikan orang

c)

Mendiskripsikan tempat

d)

Mendeskripsikan waktu

e)

Mendiskripsikan objek

31.

Novel Ayat-Ayat Cinta menceritakan tokoh Fahri yang dicintai banyak wanita. Karakter tokoh Fahri yang digambarkan sebagai anak muda tampan, cerdas, ramah, dan saleh. 

Salah satu wanita yang mencintai Fahri adalah Noura yang karena frustasinya tidak mendapatkan cinta Fahri, ia nekat memfitnah Fahri dengan tuduhan kejam.

Kekurangan novel Ayat-Ayat Cinta dalam kutipan di atas ...

a)

Sungguh luar biasa pengarang mampu menampilkan sosok Fahri begitu sempurna sehingga layak dicintai banyak wanita

b)

Bahasa yang digunakan pengarang sederhana dan mudah dipahami pembaca

c)

Dalam kutipan nyata sulit menemukan sosok Fahri yang begitu sempurna. Cerita ini semakin tidak logis ketika Noura tega memfitnahnya dengan kejam

d)

Dalam dunia nyata sangat mudah menemukan sosok Fahri yang sempurna

e)

Dalam dunia nyata tidak sulit menemukan sosok Fahri yang sempurna

32.

Novel Ayat-Ayat Cinta menceritakan tokoh Fahri yang dicintai banyak wanita. Karakter tokoh Fahri yang digambarkan sebagai anak muda tampan, cerdas, ramah, dan saleh. 

Salah satu wanita yang mencintai Fahri adalah Noura yang karena frustasinya tidak mendapatkan cinta Fahri, ia nekat memfitnah Fahri dengan tuduhan kejam.

Kelebihan novel Ayat-Ayat Cinta dalam kutipan di atas ...

a)

Sungguh luar biasa pengarang mampu menampilkan sosok Fahri begitu sempurna sehingga layak dicintai banyak wanita

b)

Bahasa yang digunakan pengarang sederhana dan mudah dipahami pembaca

c)

Dalam kutipan nyata sulit menemukan sosok Fahri yang begitu sempurna. Cerita ini semakin tidak logis ketika Noura tega memfitnahnya dengan kejam

d)

Dalam dunia nyata sangat mudah menemukan sosok Fahri yang sempurnaE. Novel ini merupakan novel terbaik

e)

Pendeskripsian latar tempat yang sempurna

33.

Rumah idaman di kampong Melayu yang tidak dapat dinamakan besar, sudah disambung dengan pelampan ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang berumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampong tiap-tiap ada perhelatan.

Unsur intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah

a)

Alur cerita

b)

Perwatakan

c)

Latar

d)

Tema

e)

Sudut pandang

34.

Kutipan novel I:

 

Beberapa bulan setelah ibumu meninggal dunia, sudah mamak suruh dia kawin saja dengan perempuan lain, baik orang Makassar atau orang lain negri. Dia hanya menggeleng saja, dia belum hendak kawin sebelum engkau besar, Udin. Pernah dia berkata: separo hatinya ikut ibunya ke kuburan, dia tinggal di dunia ini dengan hati yang separo lagi. Betapa dia takkan begitu, ia cinta kepada ibumu.

 

Kutipan novel II:

 

"Sekarang," katanya. "Saya sudah ada disisi ibu kembali. Aada saya bawa obat kali ibu. Kata orang Jakarta.. mujarab benar obat itu. Obat encok namanya." Ibu Mariawati tertawa. "Kini pun obat sudah memberi berkat, Astri. Kalau aku melihat wajahmu, aku sehat sudah. Biar terbang penyakit itu, dan aku sembuh sendiri kelak"

"Moga-moga, tetapi seelok-eloknya kaki ibu itu diobati juga, supaya sembuh benar benar. Biar saya kenakan ..."

"Tidak Astri, jangan tergesa-gesa! Obat minum, verban dan sekaliannya itu sudah kuderitakan sehari-harian."

Astri tertawa. "Siapa yang meminumkan obat itu? Makcih Liah agaknya?" Tanyanya

"Tidak, dia patuh. Tetapi Asnah, tak dapat dibantah kehendaknya."

 

Perbedaan karakteristik kedua novel tersebut adalah

a)

Novel 1 bahasanya sulit dipahami, novel 2 bahasanya mudah dipahami

b)

Novel 1 watak tokoh utamanya yang mencintai istrinya berlebihan, novel 2 watak tokoh utamanya taat pada orang tua

c)

Novel 1 sudut pandang orang utama, novel 2 sudut pandang orang ketiga

d)

Novel 1 kerinduan, novel 2 kecintaan

e)

Novel 1 dan novel 2 sama-sama tentang kerinduan

35.

(1) Maka berhentilah Nurbaya sebentar: bertutur, karna hendak menyapu air matanya, yang keluar tiada dirasainya. (2) Samsu tiadalah dapat berkata-kata, sebab sedih mendengar nasib adiknya ini. "Oleh sebab itu, kupinta padamu, Sam" kata Nurbaya pula, "Bila engkau kelak beranak perempuan, jangan sekali kali kau paksa kkawin dengan laki-laki yang tidak disukainya. (3) Karna telah kurasai sendiri sekarang ini, bagaimana sakitnya, susahnya dan tak enaknya, duduk dengan suami yang tidak disukai. Tak heran aku, bila perempuan, yang bernasib sebagai aku ini melakukan pekerjaan yang tak baik, karna putus asa. (4) Aku ini, sudahlah: sebab terpaksa akan menolong ayahku. Tetapi perempuan yang tiada semalang aku, aku janganlah dipaksa, menerut kehendak hati ibu bapak, sanak saudara sahaja, tentang perkawinannya, dengan tidada mengindahkan kehendak, kesukaan, umur, kepandaian, tabiat dan kelakuan anaknya.

Bukti bahwa Nurbaya adalah anak berbakti kepada orang tuanya terdapat pada nomor

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

1 dan 2

36.

Kutipan novel I:

Bu Mus mendekati setiap orang tua murid di bangku panjang tadi, berdialog sebentar dengan ramah, dan mengabsen kami. Semua telah masuk kedalam kelas, telah mendapatkan teman sebangkunya masing-masing, kecuali aku dan anak laki-laki kotor berambut keriting merah yang tak terkenal tadi. Ia tak bisa tenang. Anak itu berbau hangus seperti karet terbakar. "Anak Pak Cis akan sebangku dengan Lintang". Kata Bu Mus pada ayahku.

Kutipan novel II:

"Allah maha adil. Jika sempit dunia ini bagimu berdua, maka alam akhirat adalah lebih luas dan lapang, disanalah kelak makhluk menerima balasan dari kejujuran dan kesabarannya, bukan mimpi dan bukan tonil. Kami pun dalam menunggu titah pula, sebab ada masanya datang dan ada masanya pergi.

Perbedaan tema kedua kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Kutipan novel I tentang kemiskinan, novel II tentang pendidikan

b)

Kutipan novel I tentang pendidikan, novel II tentang kebudayaan

c)

Kutipan novel I tentang pendidikan, novel II tentang keimanan

d)

Kutipan novel I tentang kemiskinan, novel II tentang ketuhanan

e)

kutipan novel I tentang kebudayaan, novel II tentang pendidikan

37.

Bu Imas menyambutku dengan senyuman hangat di depan pintu. Beliau lantas merangkulku erat, melepas rindu. Beliau mengajakku menemui Salma di halaman belakan. Gadis kecil itu sedang membaca buku sendirian sambil duduk di ayunan. Aku memanggilnya pelan dan ia menoleh. Serta merta raut wajahnya berubah ceria dan ia menghambur ke dalam pelukanku. Ada gejolak yang meletup-letup dalam sukma saat kami berdekapan (Yonas Santhani Aziz,”Salma”)

Kritik positif yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

Kutipan cerpen tersebut menggunakan gaya bahasa berupa majas sehingga memperindah cerita

b)

Kutipan cerpen tersebut disajikan dengan menggunakan kosakata asing sehingga memperkaya bahasa dalam penceritaannya

c)

Kutipan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga tunggal sehingga pengarang hanya sebagai narator

d)

Kutipan cerpen tersebut menggunakan latar dan alur yang jelas sehingga cerita mudah dipahami

e)

Kutipan cerpen tersebut disajikan dengan menggunakan alur campuran sehingga menggunakan alur maju dam mundur

38.

Pasca maraknya sajak-sajak sosial , sejak awal tahun 2000 hingga kini , perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing-masing penyair dalam mencipta. Gaya dan tema sajak-sajak Indonesia mutakhir, seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar , majalah , jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam. Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia Akhir-akhir ini muncul sajak-sajak naratif yang panjang, seperti banyak dimuat di harian umum. Tetapi sajak-sajak pendek juga tetap muncul di rubik-rubik sastra. selain itu, masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif, seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku-buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990-an.

Kesimpulan teks esai di atas adalah....

a)

Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir

b)

Sajak-sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini

c)

Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia

d)

Antologi puisi semakin marak di Indonesia

e)

Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren

39.

Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata [...]

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....

a)

Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya

b)

Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya

c)

Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang

d)

Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya

e)

Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer

40.

Beberapa puisi dalam Suluk Mataram ini menggunakan tipografi yang unik dan enjambemen yang indah. Namun, dari 82 puisi tersebut tidak seluruhnya bicara tentang Yogayakarta. Ada dua belas puisi yang sama sekali tidak bersangkutan dnegan Yogyakarta meski judul buku puisinya Suluk Mataram. Dari segi isi, antologi Suluk Mataram dapat diklasifikasikan ke dalam empat katagori, yakni puisi yang berisi kekaguman terhadap Yogayakarta, pusis yang berisi tentang perubahan Yogyakarta, puisi yang berisi nestapa bencana Merapi, dan puisi yang isinya sama sekali tidak berkaitan dengan Yogyakarta.

Kutipan tersebut merupakan struktur teks kritik bagian....

a)

Simpulan

b)

Penutup

c)

Penegasan ulang

d)

Pernyataan umum

e)

Argumen

41.

Beberapa puisi dalam Suluk Mataram ini menggunakan tipografi yang unik dan enjambemen yang indah. Namun, dari 82 puisi tersebut tidak seluruhnya bicara tentang Yogyakarta. Ada dua belas puisi yang sama sekali tidak bersangkutan dengan Yogyakarta meski judul buku puisinya Suluk Mataram. Dari segi isi, antologi Suluk Mataram dapat diklasifikasikan ke dalam empat katagori, yakni puisi yang berisi kekaguman terhadap Yogyakarta, puisi yang berisi tentang perubahan Yogyakarta, puisi yang berisi nestapa bencana Merapi, dan puisi yang isinya sama sekali tidak berkaitan dengan Yogyakarta.

Pernyataan yang sesuai dengan teks kritik tersebut adalah....

a)

Dari segi isi tipografi. antologi Suluk Mataram diklasifikasikan ke dalam empat kategori

b)

Beberapa puisi dalam antologi Suluk Mataram menggunakan tipografi umum dan biasa

c)

Delapan puluh dua puisi dalam antologi Suluk Mataram berbicara tentang Yogyakarta

d)

Dari segi tipografi, antologi Suluk Mataram diklasifikasikan ke dalam empat kategori

e)

Semua puisi dalam antologi Suluk Mataram bercerita tentang keindahan Yogyakarta

42.

Cerita Kota Kami adalah kumpulan cerita pendek karya Jasni Matlani yang berisikan delapan belas cerpen. Keunikan dari kumpulan cerpen ini adalah gaya penuturannya ringan, mengalir, dan penuh dengan bahasa indah. Bahkan, penulis cenderung mengajak pembaca untuk bertamasya ke lorong-lorong yang penuh rasa dan berbagai peristiwa. Tema-tema yang disampaikan pun cukup beragam, mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, dan cinta. Meskipun temannya cukup beragam, tetapi penulis tidak mengalami kegamangan atau kekacauan dalam konsep penceritaannya. Selain itu, penggunaan sudut pandang orang pertama membuat cerita ini lebih mudah dipahami.

Teks tersebut merupakan bagian kritik....

a)

simpulan

b)

penutup

c)

penegasan ulang

d)

argumen

e)

pernyataan umum

43.

Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu. Sumber : Djamil Suherman, “Jadi Santri”

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkan keindahan

b)

Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh

c)

Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟ yang jarang ditemukandalam cerita lain

d)

Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya

e)

Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak menarik si pembaca dan tidak bermakna

44.

Kumpulan cerpen Anak-Anak Masa Lalu (2015) karya cerpenis Damhuri Muhammad, dalam beberapa cerpen menggambarkan perbedaan cara pandang anggota masyarakat. Masyarakat di satu pihak ingin mempertahankan nilai-nilai tradisional. Sementara itu, di pihak lain ada kelompok masyarakat yang bersikeras mendorong pembangunan berdasarkan nilai-nilai modern berakar pada budaya industri. Konflik budaya yang dipicu oleh perbedaan pendapat antara masyarakat yang berpendidikan tinggi. Konflik tersebut mencerminkan pergulatan tradisi dan modernisasi. Perbedaan cara pandang kultural ini yang dalam cerpen Damhuri terkadang justru melibatkan tokoh-tokoh dari sesama suku dan seringkali melahirkan konflik serius antar tokoh dalam cerita-ceritannya.

Esai tersebut merupakan bagian....

a)

isi

b)

simpulan

c)

pendahuluan

d)

penegasan ulang

e)

pernyataan umum

45.

“No,, no,, no” aku berontak dari dekapannya. “I’m not going.” “Kamu nggak kangen rumah, apa?” balasnya polos. Mulutku sampai ternganga. Tidak terima pertanyaan seperti itu keluar dari mulut Paul. Pria ini sudah seperti abangku sendiri. Ia tahu persis aku tak punya “rumah” yang ia maksud. “Ah, come on, Missy. Its been what-ten years? Eleven? “Twelve. But that’s not the point.” “Listen,” Paul menarik tanganku, pergi menjauh dari Zach dan keramaian base camp, lalu mendudukkanku di sebelahnya. (Partikel, Dewi Lestari)

Kalimat kritik berdasarkan kutipan novel di atas adalah....

a)

Novel tersebut menggambarkan latar Negara lain

b)

Novel tersebut menggunakan nama-nama tokoh luar negeri yang sudah familiar di Indonesia

c)

Novel tersebut menggunakan alur yang berbelit-belit sehingga pembaca kesulitan memahami isi novel

d)

Novel tersebut banyak menggunakan bahasa asing sehingga menyulitkan pembaca yang tidak menguasai bahasa asing

e)

Novel tersebut menggunakan bahasa asing, namun penulis menerjemahkan bahasa asing tersebut sehingga pembaca masih bisa memahami isi novel

46.

Kalimat-kalimat sastrawi dalam novel Lemah Tanjung dapat menjadi “dokumen sosial” dalam menuliskan perjuangan agrarian dalam bentuk karya sastra. Novel ini mampu memunculkan gejolak batin para pejuang agrarian dalam usaha pelestarian alam. Seperti karya-karyanya yang lain, cerita dalam novel ini berangkat dari hal-hal yang nyata dan pernah terjadi. Lemah Tanjung adalah sebuah hutan kota yang kini telah menjadi perumahan. Sebagai sebuah dokumen sosial, novel ini dapat mewariskan semangat perjuangan aktivis lingkungan pada masanya kepada generasi sekarang.

Kalimat simpulan yang tepat untuk mengakhiri esai tersebut adalah....

a)

Dengan berbagai cara, para aktivis lingkungan ini berjuang untuk bumi mereka. Mereka mengambil jalur hukum lewat pengadilan untuk meninjau kembali legalitas perizinan pembangunan perumahan di area hutan tersebut

b)

Alam dan lingkungan hidup mengalami beberapa problematika dalam beberapa dekade terakhir. Geliat pembangunan dan industrialisasi terus mengancam kelestarian alam. Manusia terlampau jauh “memanfaatkan” apa yang telah disediakan oleh alam

c)

Bumi masih terancam dari kerusakan dan membutuhkan pejuang-pejuang baru untuk melestarikannya. Generasi-generasi muda dapat belajar dari novel Lemah Tanjung untuk mewujudkan reformasi agrarian dan menjaga bumi ini dari kerusakan

d)

Ketika eksploitasi alam berlangsung, timbul usaha untuk mempertahankan kelestarian alam. Oleh karena itu, orang yang mengeruk keuntungan dari alam akan berhadapan dengan aktivis peduli lingkungan. Akibatnya, timbullah benturan dan konflik agraria

e)

Bumi terancam kehancuran yang luar biasa. Dibutuhkan kerja sama dari banyak bidang untuk menyelamatkannya, termasuk sastra. Melalui karya sastra, ancaman kelestarian dapat mengetuk hati penikmat sastra untuk berbuat sesuatu

47.

Menumpang truk timah, bergegas aku ke Stadion Belantik untuk memberi tahu Ayah bahwa aku sudah dapat kerja tetap. Setelah memberitahu Azizah dan Instalatur, tiga hari tiga malam kusimpan kabar baik ini karena aku sendiri yang ingin menyampaikannya kepada Ayah. Ayah gembira. “Bagus sekali! Bekerja di mana, Bujang?” “Sirkus keliling!” Ayah terpana “Jadi apa?” “Badut!” Ayah ternganga “Maksudmu, macam badut di sirkus itu?” “Ya! Itulah pekerjaanku sekarang, badut sirkus!

Kalimat kritik berisi kelemahan yang sesuai dengan kutipan novel tersebut adalah....

a)

Penulis kurang mampu mengembangkan latar sosial yang terdapat dalam novel

b)

Penulis kurang mengembangkan karakter tokoh-tokoh yang ada di dalam novel

c)

Pemakaian bahasa sehari-hari dalam novel memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita

d)

Tokoh-tokoh dalam novel tersebut mampu menampakkan watak yang memengaruhi cerita

e)

Tidak mengandung nilai-nilai yang dapat membangun cerita menjadi penuh makna

48.

Perhatikan kutipan puisi berikut! Kepada Istriku Pandanglah yang masih sempat ada Pandanglah aku: sebelum susut dari suasana Sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara Terpantul di dinding-dinding gua Pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanya. Waktu kau bertanya-tanya, bertahan setia Langit mengekalkan warna birunya Bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata Karya : Sapardi Djoko Damono.

Kalimat kritik yang tepat sesuai dengan bait puisi tersebut adalah....

a)

Penyair menggunakan kata-kata konkret dalam puisi tersebut agar mudah ditafsirkan artinya oleh pembaca

b)

Puisi tersebut menggambarkan suasana senang seperti yang sedang dialami penyair ketika sedang bersama istrinya

c)

Kata-kata dalam puisi tersebut menggunakan bahasa lugas sehingga puisi tersebut mudah dipahami maksudnya oleh pembaca

d)

Puisi tersebut menggunakan pilihan rima yang sama dalam setiap bait sehingga memperindah puisi ketika dibacakan

e)

Kata-kata dalam puisi tersebut bermakna denotasi sehingga mempermudah pembaca dalam memahami puisinya

49.

Perhatikan cuplikan berikut! Tentu saja cara ini bukan tanpa resiko. Rangkaian peristiwa yang membangun alur certa jadinya terasa agak lambat. Ia juga boleh jadi akan mendatangkan masalah bagi pembaca yang tidak bisa menikmati kalimat panjang.

Cuplikan tersebut di atas termasuk....

a)

artikel

b)

esai

c)

kritik

d)

ringkasan

e)

resensi

50.

Cermatilah kutipan novel berikut!

“Dia bibi saya, Bu” jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna. “Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi sejak saya berusia dua tahun. Sampai sekarang ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak enam tahun yang lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja. Kemudian dengan suara yang semakin bergetar Teja melanjutkan pembicaraannya. “Mungkin ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan ibu, walaupun susah tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan pada kami untuk bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya. “Maafkan ibu juga Ja, tapi …” “Tapi Ibu merasa terkekang di sini. Di sini Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi. Ratna tak mengira muridnya punya keberanian untuk berbicara seperti itu.

Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas

b)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serba kekurangan

c)

Tema cerita ini terlalu biasa yaitu tentang kehidupan di desa yang serba kekurangan. Tentunya dapat dipahami jika di desa serba kekurangan karena tempatnya jauh

d)

Orang desa memang banyak yang menjadi TKW karena kehidupan di desa serba kekurangan. Jadi hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita

e)

Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih seperti ibunya. Ia sangat kecewa ketika ia mengetahui bahwa gurunya berniat untuk pindah