Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Seleksi Olimpiade Farklin

Total questions: 30

Worksheet time: 16mins

Name
Class
Date
1.

Nyeri neuropati akibat diabetes melitus dan pemberian kemoterapi dapat diberikan obat berikut, kecuali

a)

gabapentin

b)

pregabalin

c)

tramadol

d)

amitriptilin

2.

Antibiotik profilaksis pembedahan Caesar terencana:

a)

ceftriaxon

b)

cefazolin

c)

sefuroxime

d)

tidak memerlukan antibiotik

3.

Arti efikasi vaksin COVID-19 95% adalah

a)

Membunuh 95% virus yang masuk

b)

95% kemungkinan perlindungan tertular COVID-19

c)

95% orang yang divaksin akan memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih kecil dibandingkan control group yang tidak divaksin

d)

Membentuk imunitas adaptif 95% pada tubuh

4.

Pasien HIV yang menderita infeksi oportunistik Pneumositis Carinii Pneumonia (PCP) diberikan antibiotic

a)

Kombinasi Trimetoprim-Sulfametoxazole

b)

Quinolon

c)

Karbapenem

d)

Cefalosporin generasi ke-3

5.

Bakteri yang banyak dijumpai pada infeksi daetah operasi adalah

a)

E. coli

b)

Staphylococcus aureus

c)

gram negatif

d)

Bakteri nosocomial kamar operasi

6.

1. Penanganan pasien sirosis hepatic yang mengalami komplikasi hepatic ensefalopati disertai hematemesis melena

a)

Pemberian infus asam amino rantai cabang, sirup latulosa, infus kontinu somatostatin

b)

Pemberian infus asam amino rantai cabang, sirup laktulosa, PPI

c)

Pemberian infus asam amino rantai tunggal, sirup laktulosa, infus kontinyu somatostatin, PPI

d)

Pemberian infus asam amino rantai cabang, sirup laktulosa, infus kontinu somatostatin, PPI

7.

1. Obat epilepsy yang potensial menyebabkan bibir sumbing jika dikonsumsi saat kehamilan adalah

a)

Lamotrigine

b)

Carbamazepine

c)

Phenytoin

d)

Asam Valproat

8.

Tn. L, umur 37 tahun, memiliki Riwayat TB dan menjalani terapi OAT kombinasi dosis tetap sejak 2 bulan yang lalu. Dalam 2 hari terakhir pasien mengeluhkan kesemutan pada tangan dan kakinya. DRP actual yang terjadi dan rekomendasi yang dapat diberikan adalah

a)

Efek samping obat OAT (Rifampisin) yaitu neuropati perifer, diberikan suplemen Vitamin B6

b)

Efek samping obat OAT (INH) yaitu neuropati perifer, diberikan suplemen Vitamin B6

c)

Efek samping obat OAT (Rifampisin) yaitu neuropati perifer, diberikan suplemen Vitamin B12

d)

Efek samping obat OAT (INH) yaitu neuropati perifer, diberikan suplemen Vitamin B1

9.

Pada pasien anak yang mengalami demam dengan suhu >38◦C, hal yang harus dipantau adalah

a)

Asupan makanan untuk mencegah gizi buruk

b)

Kesadaran

c)

Asupan cairan untuk mencegah dehidrasi

d)

Frekuensi pemberian antibiotic

10.

Tn. G, 45 tahun, diagnosis DM dan CKD. TD 170/95 mmHg. Terapi apa yang dapat direkomendasikan untuk pasien dengan kondisi teresebut

a)

Spironolakton

b)

Lisinopril

c)

Furosemide

d)

Bisoprolol

11.

Antibiotika yang dapat disarankan pada trauma kepala disertai fraktur basis cranii

a)

Cefazolin

b)

cefuroksim

c)

metronidazole

d)

Ampicillin Sulbaktam

12.

tn. J, Usia 62 tahun, masuk IGD diantar tetangganya dengan keluhan sesak napas setelah kerja bakti. Saturasi 92%, RR 26x /menit. Telah diinstruksikan pemberian nebul Ventolin, ranitidine 50 mg inj, Nacetryl sistein 200 mg. Setelah 2 kali dosis Ventolin pasien merasa lebih baik dan pulang. Pasien ini Kembali ke IGD karena di depan rumah terjatuh, tidak bisa berdiri. Hasil lab K: 1,9.  Analisis anda terkait obat:

a)

Ada ADR Ventolin

b)

Ada ADR ranitidine

c)

Ada ADR A-Acetyl sistein

d)

Dugaan mengalami stroke

13.

Cyclophosphamide dan mesna dapat diberikan Bersama dalam wadah jika dengan konsentrasi yang ditetapkan dilarutkan dalam

a)

NaCl 0,9%

b)

Dextrose 5%

c)

WFI

d)

RL

14.

Perhatian utama pada pemberian kemoterapi anthracyclin adalah

a)

Toksisitas pada jantung pada pemberian dosis tinggi

b)

Kerusakan saraf pada pemberian dosis tinggi

c)

Kerusakan fungsi ginjal

d)

Kerusakan fungsi ginjal dan hepar

15.

Tn. G, 45 tahun, diagnosis CHF. Pasie telah mendapatkan terapi ramipril namun tidak toleran terhadap efek sampingnya, kemudian diganti dengan candesartan. Akan tetapi tekanan darah pasien tetap tidak terkendali dan masih belum tampak perbaikan pada kondisi klinis gagal jantungnya. Terapi apa yang dapat direkomendasikan?

a)

Irbesartan

b)

Valsartan

c)

Valsartan-sacubitril

d)

telmisartan-amlodipine

16.

Berikut obat yang harus dilakukan pemantauan kadar obat dalam darah kecuali:

a)

Vancomycin

b)

Levothyroxine

c)

Cyclosporin

d)

Carbapenem

17.

Tn AP usia 50 tahun, 67 kg datang ke IGD rumah sakit dengan keluhan menggigil sejak siang tadi, badan lemas dan mual. Tn AP juga mengeluh sering bolak balik kamar mandi untuk BAK, pasien mengatakan merokok 30 batang perhari. Saat diperiksa suhu pasien 37°C, nadi 104 kali/menit, laju nafas 24 kali/menit, GDS 437 mg/dL, kreatinin 0.78 mg/dL. Diagnosa dokter DM tipe 2 dan hiperglikemia.

Berdasarkan kasus diatas yang merupakan data obyektif untuk masalah medik hiperglikemia adalah

a)

Gula darah sewaktu 437 mg/dL

b)

Badan lemas dan sering bolak balik ke kamar mandi untuk BAK

c)

Berat badan 67 kg dan gula darah sewaktu 437 mg/dL

d)

Badan lemas, sering bolak balik ke kamar mandi untuk BAK, GDS 437 mg/dL

18.

Anak KM masuk rumah sakit dengan diagnosa Osteolyelitis kronis. Pasien ini masuk RS untuk mendapatkan terapi antibiotik intravena. Hasil kultur darah sebelumnya menunjukkan bahwa pasien menderita osteomyelitis e.c Staphylococcus saprophticus. Sebelumnya pasien sudah mendapatkan terapi antibiotik amoxiclav syrup 3 x 10 mL selama 15 hari namun tidak menunjukkan perbaikan. Angka leukosit pasien 10.000, LED 50 mm, dan peningkatan CRP lebih dari normal.

Pemeriksaan fisik : TD : 110/60 mm Hg, suhu : 37°C, nadi 110 x/menit, RR 20 kali/menit.

Berdasarkan kasus diatas, data obyektif apakah yang Anda perlukan untuk melakukan penilaian terhadap masalah medik infeksi?

a)

Angka leukosit, LED, suhu

b)

Angka leukosit, LED, peningkatan CRP, suhu, hasil pemeriksaan kultur darah

c)

Angka leukosit, LED, suhu, hasil pemeriksaaan kultur darah

d)

Angka leukosit, LED, suhu, peningkatan CRP, hasil pemeriksaan kultur, pasien dalam terapi antibiotik

19.

Anak KM masuk rumah sakit dengan diagnosa Osteomyelitis kronis. Pasien ini masuk RS untuk mendapatkan terapi antibiotik intravena. Hasil kultur darah sebelumnya menunjukkan bahwa pasien menderita osteomyelitis e.c Staphylococcus saprophticus. Sebelumnya pasien sudah mendapatkan terapi antibiotik amoxiclav syrup 3 x 10 mL selama 15 hari namun tidak menunjukkan perbaikan. Angka leukosit pasien 10.000, LED 50 mm, dan peningkatan CRP lebih dari normal. Hasil kultur darah menunjukkan antibiotik yang sensitif adalah injeksi vancomycin. Dokter memberikan tambahan terapi paracetamol syrup 3 x 5 mL.

Pemeriksaan fisik : TD : 110/60 mm Hg, suhu : 37°C, nadi 110 x/menit, RR 20 kali/menit.

a)

Terapi paracetamol tanpa indikasi

b)

Antibiotik oral tidak adekuat

c)

Rute injeksi tidak disarankan

d)

Tidak terdapat DRP

20.

Pernyataan yang tidak tepat tentang sitostatika adalah

a)

Etoposide perlu perhatian terhadap volume pelarut, mencegah pengendapan

b)

Carboplatin memiliki BUD lebih Panjang jika dilarutkan NaCl 0,9

c)

Hasil rekonstitusi Bendamustin, stabilitas lebih lama pada 2-8◦C

d)

Cisplatin bersifat nefrotoxic

21.

Berikut dibawah ini yang tidak menimbulkan incomaptibility antara obat dengan obat atau obat dengan pelarut :

a)

Ampicilin - dextrose 5%

b)

Amiodarone - NaCl 0.9%

c)

Phenytoin - mannitol

d)

Norepinefrin - ceftazidim

22.

Berapa total kalori yang terdapat pada sediaan dextrose 12.5% 50 ml dan asam amino 10% 25 ml ?

a)

33.5kcal

b)

32.5 kcal

c)

31.25 kcal

d)

30.25 kcal

23.

Berapa dosis levofloxacin pada pasien dengan ckd st V dengan HD rutin 3xseminggu,jika dosis rekomendasi ginjal dengan fungsi normal 750mg?

a)

500mg setiap 24 jam

b)

750mg setiap 48 jam

c)

250mg setiap 48 jam

d)

250mg setiap 24 jam

24.

Berikut dibawah ini yang merupakan antibiotika concentration dependent :

a)

Ceftriaxon

b)

Azithromicin

c)

Meropenem

d)

Ampicilin

25.

Berikut obat dibawah ini yang dapat memicu nefrotoksik?

a)

Ketoxonazole

b)

Methyldopa

c)

heparin

d)

Colistine

26.

Dibawah inj merupakan kelompok obat yang dapat digunakan sebagai prokinetik

a)

Eritromisin, colistin, azitromisin

b)

Eritromisin, metoclopramide, cotrimoxazole

c)

Cisapride, metoclopramide, cefixime

d)

Cisapride, eritromisin, metoclopramide

27.

Obat hipolipidemik yang mekanisme kerjanya menghambat ambilan kolesterol dari diet dan kolesterol empedu tanpa mempengaruhi absorpsi nutrisi yang larut lemak adalah

a)

Ezetimide

b)

Asam nikotinat

c)

Kolesteramin

d)

Simvastatin

28.

Pasien masuk IGD kejang tertusuk paku berkarat. Pasien juga merasakan sekujur tubuh terasa kaku. Kesadaran CM, BB 60 kg, Tekanan darah 120/80 mmHg, HR 80x/m, RR 20 x, dan suhu 37,5 der Celsius. Dokter meresepkan diazepam drip intravena 0,2 mg/kgBB. Pengenceran yang tepat untuk pemberian diazepam secara intravena dengan pemberian dextrose 5% agar tidak terjadi pengendapan dan stabil selama 6-8 jam adalah

a)

1: 10

b)

1:20

c)

1:30

d)

1:40

29.

Pasien datang dengan kelemahan anggota gerak sebelah kiri dengan kesadaran CM, Tekanan darah 130/80 mmhg, HR 80 x/m RR 18x dan suhu 36 der Celsius, pasien memiliki Riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang lalu, DM 1 tahun yang lalu dan atrial fibrilasi. Dari hasil CT scan yang dilakukan, dokter mendiagnosa stroke non hemorrhagic. Pilihan atikoagulan yang tepat untuk pasien adalah

a)

Clopidogrel

b)

Aspilet

c)

Dabigatran

d)

Clopidogel dan Aspilet

30.

Pasien datang ke IGD dengan keluhan muntah menyemprot, pusing kepala yang hebat serta kelemahan anggota sebelah kanan, pasien memiliki Riwayat hipertensi dan jantung. Obat rutin yang dipakai pasien adalah warfarin 1x2 mg, candesartan 1x16 mg, dan bisoprolol 1x2,5 mg. Dari hasil CT scan pasien menunjukkan adanya intracerebral hemorrhagic dengan hasil INR 5. Antidotum yang tepat untuk kasus ini adalah

a)

Vitamin K

b)

Asam traneksamat

c)

Aripazine

d)

Protamin