WorksheetsKemoterapi
Total questions: 20
Worksheet time: 14mins
Obat antimalaria di bawah ini,
memiliki fungsi sebagai gametosidal
(jawaban dapat lebih dari satu):
Artemisinin
Quinine/ Quinidine
Primaquine
Mefloquine
Atovaquone
Obat antimalaria di bawah ini,
dapat membasmi hypnozoite (tissue shcizontoside)
(jawaban dapat lebih dari satu):
Artemisinin
Quinine/ Quinidine
Primaquine
Mefloquine
Atovaquone
Obat antimalaria di bawah ini,
dapat membasmi plasmodium pada tingkat primer di hepar (primary liver stage)
(jawaban dapat lebih dari satu):
Artemisinin
Quinine/ Quinidine
Primaquine
Mefloquine
Atovaquone
Obat antimalaria di bawah ini,
dapat membasmi plasmodium di dalam eritrosit (blood shcizontoside)
(jawaban dapat lebih dari satu):
Artemisinin
Quinine/ Quinidine
Primaquine
Mefloquine
Atovaquone
Cinchonism (tinnitus, headache, nausea, vomiting)
merupakan efek samping dari obat antimalaria:
Artemisinin
Quinine/ Quinidine
Primaquine
Mefloquine
Atovaquone
Methemoglobinemia merupakan efek samping dari obat antimalaria:
Artemisinin
Quinine/ Quinidine
Primaquine
Mefloquine
Atovaquone
Obat antimalaria di bawah ini,
merupakan kelompok Artemisinin
dan benar dalam cara penggunaannya
(jawaban dapat lebih dari satu):
Artesunate secara intravena
Artesunate secara rectal
Artemether secara intramuskular
Dihydroartemisinin secara intravena
Dihydroartemisinin secara intramuscular
Pernyataan yang benar tentang
profilaksis pada tahap eritrosit (blood stage prophylaxis)
(jawaban dapat lebih dari satu):
Pemberian dilanjutkan 1 bulan setelah dari daerah endemis
Pemberian dilanjutkan 1 minggu setelah dari daerah endemis
Pemberian dosis harian
Pemberian dosis mingguan
Membasmi plasmodium di dalam eritrosit
Pernyataan yang benar tentang
profilaksis pada tahap hepatosit (liver stage prophylaxis)
(jawaban dapat lebih dari satu):
Pemberian dilanjutkan 1 bulan setelah dari daerah endemis
Pemberian dilanjutkan 1 minggu setelah dari daerah endemis
Pemberian dosis harian
Pemberian dosis mingguan
Membasmi plasmodium di dalam hepatosit
Pemberian dosis artemisinin-based combination therapies (ACT)
sebagai obat anti-malaria, diberikan selama…
3 hari
1 minggu
10 hari
2 minggu
1 bulan
Obat anti-fungi di bawah ini,
indikasi untuk infeksi jamur sistemik
(jawaban dapat lebih dari satu):
Amphotericin B
Nystatin
Fluconazole
Caspofungin
Naftifine
Obat anti-fungi di bawah ini,
indikasi sebagai terapi antifungal topikal
(jawaban dapat lebih dari satu):
Amphotericin B
Nystatin
Fluconazole
Caspofungin
Naftifine
Obat anti-fungi di bawah ini, memiliki mekanisme kerja
dengan mempengaruhi membran sel fungi (ergosterol fungi)
(jawaban lebih dari satu):
Amphotericin B
Nystatin
Fluconazole
Caspofungin
Naftifine
Obat anti-fungi di bawah ini, memiliki mekanisme kerja
dengan mempengaruhi dinding sel fungi
(jawaban lebih dari satu):
Amphotericin B
Nystatin
Fluconazole
Caspofungin
Naftifine
Azotemia merupakan efek samping dari obat anti-fungi:
Amphotericin B
Nystatin
Fluconazole
Caspofungin
Naftifine
Obat anti-cacing di bawah ini,
indikasi untuk membasmi cacing nematoda intestinal
(jawaban dapat lebih dari satu):
Mebendazole
Praziquantel
Pyrantel Pamoate
Niclosamide
Diethyl Carbamazine
Obat anti-cacing di bawah ini,
indikasi untuk membasmi cacing cestoda
(jawaban dapat lebih dari satu):
Mebendazole
Praziquantel
Pyrantel Pamoate
Niclosamide
Diethyl Carbamazine
Obat anti-cacing di bawah ini,
indikasi untuk membasmi cacing filariasis
(jawaban dapat lebih dari satu):
Mebendazole
Praziquantel
Pyrantel Pamoate
Niclosamide
Diethyl Carbamazine
Obat anti-cacing di bawah ini, digunakan sebagai
pemberian obat pencegahan massal (POMP) untuk mengeradikasi cacing tanah,
yang diberikan pada usia 1-12 tahun
(jawaban dapat lebih dari satu):
Mebendazole
Praziquantel
Pyrantel Pamoate
Niclosamide
Diethyl Carbamazine
Obat anti-cacing di bawah ini, digunakan sebagai
pemberian obat pencegahan massal (POMP)
untuk mengeradikasi cacing filariasis
(jawaban dapat lebih dari satu):
Mebendazole
Praziquantel
Pyrantel Pamoate
Niclosamide
Diethyl Carbamazine
