wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quizz perlombaan LCC

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

1. Seorang laki-laki umur 43 tahun telah dilakukan fistulectomy teknik spinal anestesi. Hasil observasi didapatkan TTV TD 100/80, N 72x/menit, RR 22x/menit, suhu 35'C, perdarahan normal. Pasien beresiko mengalami komplikasi yaitu...

a)

A. Aritmia

b)

B. Hipotensi

c)

C. Infeksi luka operasi

d)

D. Hipotermi

e)

E. Shock

2.

2. Seorang perempuan umur 20 tahun post op FAM teknik anestesi umum, akan dipindahkan ke ruang PACU, pasien tampak sudah merespon, TTV TD 100/80, N 80x/menit, RR 20x/menit, spO2 98%. Pada saat dilakukan observasi, tampak cairan infus tidak lancar, perdarahan sedikit. Hal tersebut merupakan monitoring pasca anestesi dilihat dari...

a)

A. Sistem integumen

b)

B. Sistem saraf

c)

C. Sistem gastrointestinal

d)

D. Sistem respirasi

e)

E. Sirkulasi

3.

3 . Seorang perempuan berumur 28 tahun, terdiagnosis tosilitis kronis. Direncanakan ODS tonsilektomi dengan GA-ETT. Hasil pengkajian TD 129/75, N 82x/menit, RR 25x/menit, spO2 99%, BMI 34kg/m², mengatakan saat tidur sering mengorok sangat keras. Apa yang harus dilakukan pada kasus tersebut...

a)

A. Berikan anti emetik untuk premedikasi

b)

B. Segera lakukan induksi

c)

C. Lakukan rawat inap post operasi

d)

D. Siapkan anestesi spinal

e)

E. Tunda operasi

4.

4. Seoran perempuan umur 18 tahun telah selesai menjalani ODS BE a.i FAM bilateral, dengan GA-LMA. Pasien sudah berada di PACU selama 30 menit. Hasil pengkajian TTV berubah 22% dari pre anestesi, mual muntah sedang pasca pemberian antiemetik IV, perdarahan positif dan berhenti setelah 2 kali penggantian kassa, nyeri ditoleransi dengan analgetik IV, dapat berdiri di samping bed PACU dengan bantuan. Berapa PADSS pasien pada kasus tersebut

a)

A. 3

b)

B. 4

c)

C. 2

d)

D. 5

e)

E. 1

5.

5. Seorang laki-laki umur 45 tahun post debridement a.i ulkus diabetikum dengan waktu operasi ODS teknik spinal anestesi, telah dipindahkan ke ruangan dan boleh dipulangkan dengan hasil pemeriksaan TTV TD 120/80, N 84x/menit, RR 22x/menit. Pasien sudah bisa berjalan, tidak mengeluh pusing, tidak ada perdarahan dan nyeri. Keluarga diminta untuk tetap melaporkan pada pihak RS setelah sampai di rumah. Hal tersebut disebut dengan periode recovery yaitu...

a)

A. Transient recovery

b)

B. Late recovery

c)

C. Cyto recovery

d)

D. Early recovery

e)

E. Intermediate recovery

6.

6.   Seorang laki – laki 39 tahun, dating ke IGD dengan keluhan nyeri seluruh perut setelah KLL 2 jam yang lalu. Perut terbentur stang motor, nyeri semakin lama semakin memberat, pusing (+), lemas (+). Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 mmhg, nadi 130 x/menit, nafas 22 x/menit, suhu 37,2 c dengan konjungtiva enemis (+), jejas pada abdomen (-), nyeri tekan epigastrium (+). Keadaan yang paling tepat adalah...

a)

A. Syok hipovolemik

b)

B.Syok Kardiogenik

c)

C. Syok Neurogenik

d)

D. Syok Anafilaktik

e)

E. Syok Septik

7.

7. Perempuan umur 34 th dg app renc.tind laparatomi TD 130/80 mmHg N 86x/menit SPO2

98 % semua lab. Dbn. Obat premedikasi apakah yang tepat diberikan pasien tsb untuk

mengurangi sekresi asam lambung

a)

A. Atropine

b)

B. Aminophilin

c)

C. Ranitidine

d)

D. Digoksin

e)

E. Diazepam

8.

8. Perempuan umur 63 thn dengan apendektomi rencana tindakan laparatomi TD 60/80

mmHg N 96x/mnt Sp02 98% semua laboratorium d.b.n akan dilakukan anestesi GA

dengan intubasi,pasien ada riwayat hipertensi,selama intra anestesi menggunakan pilihan

Anestesi Inhalasi yang aman Tekanan Darah tidak berubah HR stabil SVR dan CO tidak

berubah adalah

a)

A. N20

b)

B. Desfluran

c)

C. Enfluran

d)

D. Isofluran

e)

E. Sevofluran

9.

9. Tn.STn.S sedang dilakukan operasi apendektomi dengan menggunakan general anestesi, pada saat berjalannya operasi tersebut didapati pada pasien monitor tn.s mengalami bradikari, aritmia dan banyak keluar saliva dari mulut Tn.S tersebut, obat anestesi intravena apa yang harus diberikan kepada Tn.s Untuk menstabilkan kembali keadaannya, serta pada saat pasca operasi dapat mengurangi terjadinya mual muntah ?

a)

A. Propofol

b)

B. Lidocain

c)

C. Halotan

d)

D. Isofluran

e)

E. Atropine sulfat

10.

10. Seorang klien laki-laki usia 55thn dengan BB 50 kg akan menjalani OP laparotomy. Dokter memberikan obat anestesi secara IV. Yang manakah contoh obat anestesi yang di berikan secara IV ?

a)

A. Propofol

b)

B. Sevofluran

c)

C. Enfluran

d)

D. Halotan

e)

E. Dinitrogen oksida

11.

11. Persiapan pra anestesi antara lain puasa minimal 6 jam agar lambung kosong. Hal ini untuk menghindari terjadinya aspirasi dengan alasan?

a)

A. Setelah minimal 6 jam puasa sekresi asam lambung menurun

b)

B. Obat anestesi inhalasi menyebabkan distensi lambung

c)

C. Produksi air liur berlebih

d)

D. Hipoglikemia menyebabkan mual dan muntah

e)

E. Menambah kesiapan alat operasi

12.

12. Epinephrine biasanya digunakan pada pasien…

a)

A. Hipertensi,hipertermi. hipoxia

b)

B. Hipotensi, hemorrhagi

c)

C. Mual muntah, regurgitasi

d)

D. shock neurologic, aspixia

e)

E. Shok anafilaktik, Asma bronkiale,RJP

13.

13. Pemberian antasida sebelum pasien di anestesi bertujuan untuk…

a)

A. menurunkan basa

b)

B. Menurunkan tekanan usus

c)

C. menurunkan pH Asam lambung

d)

D. menimbulkan acid aspiration syndrome

14.

14.   Seorang wanita 30 tahun 75 kg mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Setibanya di UGD seperti tidur ngorok. Dicubit terbangun namun tertidur kembali nafas terlihat sesak. Pernafasan 44x/menit, pendek tidak teratur. Terlihat memar dan luka robek di kedua pipi serta memar luas dibagian perut bagian atas. Nadi pergelangan tangan teraba 140x/menit kecil, tungkai teraba dingin dan pucat dan basah. Berkaitan dengan jalan nafas disaat ngorok,pernyataan berikut yang benar adalah…

a)

A. Sumbatan karena pangkal lidah

b)

B. Sumbatan karena lendir atau makana

c)

C. Sumbatan dapat diatasi dengan head tilt

d)

D. Sumbatan dapat diatasi dengan neck lift

e)

E. Sumbatan karena pembengkakan mukosa

15.

15. Dibawah ini yang bukan termasuk alat STATICS adalah…

a)

A. Stetoskop

b)

B. OPA

c)

C. LMA

d)

D. Plester

e)

E. Tensimeter

16.

16. Seorang wanita usia 20 tahun diantar ke puskesmas karena kecelakaan lalu lintas, patah tulang terbuka kedua tungkai, dan darah mengalir deras. Di puskesmas korban tenang, tertidur, dan mengeluarkan suara mendengkur seperti berkumur-kumur. Nadi 118x/menit dan ujung-ujung jari dingin. Tindakan yang harus pertama kali dilakukan adalah…

a)

A. Membebaskan jalan nafas dan mengatur posisi kepala

b)

B. Memberi nafas bantuan dari mulut ke mulut

c)

C. Mengangkat kedua tungkai, badan diberi alas papan kertas

d)

D. Pasang infus

e)

E. Pasang bidai pada kedua tungkai

17.

17. Dibawah ini yang bukan termasuk dalam trias anestesi, kecuali…

a)

A. Pendarahan

b)

B. Hipnotik

c)

C. Kecemasan

d)

D. Fraktur

e)

E. Hilangnya ingatan

18.

18. Berikut ini yang tidak termasuk kedalam teknik-teknik anestesi adalah…

a)

A. Anestesi umum

b)

B. Anestesi lokal

c)

C. Anestesi epidural

d)

D. Anestesi KTD

e)

E. Anestesi kaudal

19.

19. Muscle relaxant dapat dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan area yang dipengaruhi, berikut ini yang bukan termasuk jenis muscle relaxant…

a)

A. Skeletal muscle relaxant

b)

b. Neuromuscular blocing agents

c)

c. Skeletal muscle relaxant combination

d)

d. Pelemas otot sentral dan perifer

e)

e. Analgesic combination

20.

20. Seorang perempuan, berumur 50 tahun, telah menjalani kolelisistektomi dengan GA- ETT. Hasil pengkajian: kesadaran somnolent, TD berubah 40 mmHg, N 86x/menit, napas spontan dan adekuat, RR 15x/menit, SaO2 98%, warna kulit merah muda, kedua kaki dan tangan bisa digerakkan. Pasien tidak diberikan oksigen tambahan.

Berapakah aldrete score pada kasus tersebut?

a)

A. 4

b)

B. 8

c)

C. 5

d)

D. 6

e)

E. 7

21.

21. Anak perempuan 2 th direncanakan akanmenjalani appendiktomy,dia sdh dipuasakan dan tidak memiliki masalah medis lainnya, kemungkinan diintubasi dgn ETT no ?

a)

A. no 2.0 noncuff

b)

B.no 3.0 noncuff

c)

C. no 3,5 noncuff

d)

D.no 2,5 noncuff

e)

E.no 4,0 noncuff

22.

22. Seorang anak perempuan berumur 6 tahun pasca ORIF atas indikasi fraktur femur dengan GA. Hasil pengkajian di ruang pemulihan: pergerakan belum ada, nafas perlu bantuan, dan tingkat kesadaran hanya bereaksi terhadap rangsangan. Berapa

skor steward pada kasus tersebut ?

a)

A. 2

b)

B. 3

c)

C. 1

d)

D. 0

e)

E. 4

23.

laki 18th dgn kista poplitea kaki kiri akan dilakukan operasi, klien dalam keadan sehat, selama operasi pasien dlmkeadaan posisi?

a)

A. litothomy

b)

B.terlungkup

c)

C.miring

d)

D.duduk

e)

E. Terlentang

24.

24. Seorang laki-laki berumur 50 tahun pasca hemoroidectomy dengan SAB. Ia sedang diobservasi di PACU dengan kondisi sadar. Hasil pengkajian: TD 110/90 mmHg, N 70x/menit, SaO2 100%, dan terpasang nasal kanul 3 L/menit. Apa yang perlu dinilai pada kasus tersebut?

a)

A. Bromage score

b)

B. Aldrete Score

c)

C. Steward Score

d)

D. Post anesthesia discharge scoring

e)

E. system Glasgow Coma Scale

25.

25. Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke IGD diantar oleh keluarganya dengan  penurunan kesadaran dan tampak sesak. Pasien memiliki riwayat serangan jantung 2 bulan yang lalu. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan TD 135/95 mmHg, nadi 110x/m, respirasi 24 x/m, suhu 35,6°C. JVP meningkat, dan pada auskultasi ditemukan rales pada kedua lapang paru.  Akral teraba hangat, ada edema pada kedua tungkai. Apakah tatalaksana farmakologis yang tepat?

a)

A. Dopamine IV drip

b)

B. Dobutamine IV drip

c)

C. Furosemide IV drip

d)

D. Amiodarone IV bolus

e)

E. E. Epinefrin IV bolus

26.

26. Saraf dari sympathetic nervous system:

a)

A. T1-L1

b)

B. T1-L2

c)

C. T1-L3

d)

D. T2-L1

e)

E. T2-L2

27.

27. Posisi pasien pada waktu operasi yang menyebabkan penurunan kapasitas vital dan meningkatkan risiko aspirasi adalah?

a)

A. Trendelenburg

b)

B. Lithotomy

c)

C. Pronasi

d)

D. Supinasi

e)

E. Lateral decubitus

28.

28. Tiga gelombang yang terdapat saat kontraksi atrium adalah gelombang a, c, dan v, dimana gelombang a menyatakan?

a)

A. Kontraksi ventrikel

b)

B. Penonjolan katup AV ke ventrikel

c)

C. Hasil tekanan vena sebelum katup AV terbuka kembali

d)

D. Sistolik atrium

e)

E. Penonjolan katup AV ke atrium

29.

29. Obat anestesi lokal dengan awitan kerja lambat namun masa kerja panjang adalah?

a)

A. Lidocaine

b)

B. Mepivacaine

c)

C. Procaine

d)

D. Bupicavaine

e)

E. Chlorprochaine

30.

30. Pada persiapan pre Anestesi pasien anak kecil dipuaskan dalam waktu .....

a)

A. 2-3 jam

b)

B. 3-4 jam

c)

C. 4-6 jam

d)

D. 5-6 jam

e)

E. 6-8 jam

31.

31. Seorang perempuan, umur 54 tahun, diagnosis fraktur humerus sinistra, direncanakan ORIF. Hasil pengkajian: mengeluh nyeri, TD 150/89 mmHg, N 115x/menit, RR 23x/menit, SpO2 99%. Direncanakan induksi dengan injeksi intratekal ke ruang subarachnoid.

Apakah asuhan anestesi yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

A. Suprine

b)

B. Lithotomi

c)

C. Trendelenburg

d)

D. Prone

e)

E. Sims

32.

32. Pasien perempuan umur 24 tahun diruang operasi RS X, yang akan dilakukan operasi ,tim bedah melakukan cuci tangan sebagai protap. Di zona manakah prosudur yang dilakukan oleh tim bedah tersebut diatas ?

a)

A. Zona 5.

b)

B. Zona 4.

c)

C. Zona 1

d)

D. Zona 2

e)

E. Zona 3

33.

33. Seorang perempuan, umur 29 tahun, diagnosis G3P2A0 dengan gawat janin, direncanakan sectio caesaria. Hasil pengkajian: mengatakan pernah operasi sesar 5 tahun yang lalu tanpa komplikasi, tidak mempunyai riwayat hipersensitivitas, TD 132/87 mmHg, N 92x/menit, SpO2 98%, rontgent dan hasil lab dalam batas normal. Berapakah status ASA pada kasus tersebut?

a)

A. IE

b)

B. IVE

c)

C. IIE

d)

D. VE

e)

E. IIIE

34.

34. Seorang laki-laki, berumur 69 tahun, terdiagnosis BPH, direncanakan TURP dengan RA- SAB. Pasien sudah selesai dilakukan pemeriksaan fisik dengan teknik 6B. Saat diwawancarai, pasien mengatakan rutin mengkonsumsi obat penurun tekanan darah setiap hari selama 3 tahun terakhir. Apakah aspek yang sedang dianamnesis pada pemeriksaan tersebut?

a)

A. Alergi

b)

B. Medikasi

c)

C. Last meal

d)

D. Past Illness

e)

E. Environment

35.

35. Seorang laki-laki, umur 71 tahun, diagnosis BPH, direncanakan TURP, dengan GA. Hasil pengkajian: TD 90/60 mmHg, N 111x/menit, RR 21x/menit, saat dilakukan tes LEMON didapati hanya soft dan hard pallatum saja yang jelas terlihat. Berapakah kelas mallampati pada kasus tersebut?

a)

A. V

b)

B. III

c)

C. II

d)

D. IV

e)

E. I

36.

36. Seorang perempuan, umur 34 tahun, diagnosis gangren diabetikum pedis bilateral, telah selesai debridemen dengan GA. Hasil pengkajian: belum sadar, TD 100/68 mmHg, N 98x/menit, RR 18x/menit, SpO2 99%. Apakah tahapan anestesi yang terjadi pada kasus tersebut?

a)

A. Preanestesi

b)

B. Intraanestesi

c)

C. Gawat darurat

d)

D. Pasca anestesi

e)

E. Manajemen nyeri

37.

37. Seorang perempuan, umur 14 tahun, diagnosis FAM dextra, direncanakan biopsy ekstirpasi dengan GA. Hasil pengkajian: ibu pasien mengatakan anaknya siap dioperasi, tidak mempunyai penyakit penyerta, TD 120/90 mmHg, N 105/menit, RR 24x/menit, SpO2 99%, nampak cemas. Apa yang harus dilakukan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

A. Autoanamnesis

b)

B. Konsultasi tunda operasi

c)

C. Pemeriksaan lab lebih lanjut

d)

D. Pemeriksaan rontgent thorax

e)

E. Aloanamnesis keluarga

38.

38. Seorang laki-laki, umur 50 tahun, diagnosis fraktur humerus dextra, direncanakan OREF. Hasil pengkajian: mengeluh nyeri, TD 140/99 mmHg, N 112x/menit, RR 25x/menit, SpO2 97%. Direncanakan induksi dengan fentanyl, propofol, dan atracurium, rumatan dengan isoflurane, O2, dan N2O. Apakah asuhan anestesi yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

A. Spinal

b)

B VIMA

c)

C. Combined

d)

D. TIVA

e)

E. Epidural

39.

39. Seorang laki-laki, berumur 31 tahun, terdiagnosis fraktur humerus, direncanakan ORIF dengan GA-ETT. Pasien sudah selesai dilakukan pemeriksaan fisik dengan teknik 6B dan anamnesis. Pasien dipindahkan ke meja operasi dan dilakukan induksi. Setelah onset seluruh obat anestesi tercapai, pasien diposisikan di meja operasi. Bagaimana posisi yang tepat diberikan pada kasus tersebut?

a)

A. Supine

b)

B. Lithotomy

c)

C. Trendelenburg

d)

D. Prone

e)

E. Sims

40.

40. Seorang laki-laki, umur 54 tahun, diagnosis gangren diabetikum pedis dextra, sedang menjalani debridemen dengan anestesi spinal. Hasil pengkajian: pasien tenang, mengatakan kedinginan, TD 90/78 mmHg, N 108x/menit, RR 21x/menit, SpO2 98%, GDS 150 mg/dL. Apakah tahapan anestesi yang terjadi pada kasus tersebut?

a)

A. Preanestesi

b)

B. Pascaanestesi

c)

C. Gawat darurat

d)

D. Manajemen nyeri

e)

E. Intra anestesi