Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post Test Penguatan Mutu

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.
1.Sebagai Upaya untuk meningkatkan Mutu dan Kinerja Puskesmas melalui Perbaikan Sistem Manajemen yg berkesinambungan dan penerapan Manajemen Risiko adalah tujuan dari :
a)
Survei akreditasi
b)
Akreditasi
c)
Tata Kelola Organisasi
d)
Manajemen Puskesmas
e)
Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas
2.
2. Resiko pelayanan yang tidak bermutu semua dibawah ini kecuali :
a)
Menggerus kepercayaan pada sistem pelayanan kesehatan
b)
Menguntungkan secara finansial
c)
Risiko serius tidak tercapainya universal health coverage(UHC)
d)
Mengubah perilaku dalam memilih pelayanan kesehatan
e)
Mengurangi motivasi pemberi pelayanan kesehatan
3.
3. Merupakan situasi yang dihadapi oleh seseorang yang mengharuskan dibuatnya keputusan mengenai perilaku yang patut.misalnya seseorang tidak mau di vaksin, hal ini dinamakan :
a)
Ethics’s Attitude
b)
Dilemma Etik
c)
MFK
d)
UHC
e)
Dilemma Perilaku
4.
4.Elemen Penilaian tentang Ditetapkan kode etik perilaku yang berlaku untuk seluruh pegawai yang bekerja di Puskesmas serta dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya dan dilakukan tindak lanjutnya merupakan EP pada :
a)
Bab I, Standar 1.2 kriteria 1.2.1
b)
Bab I, Standar 1.1 kriteria 1.1.1
c)
Bab I, Standar 1.2 kriteria 1.2.2
d)
Bab I, Standar 1.1 kriteria 1.1.2
e)
Bab I, Standar 1.2 kriteria 1.2.3
5.
5. Yang bukan contoh kode etik perilaku pegawai Puskesmas dibawah ini adalah :
a)
Harus menghargai setiap pegawai dan pengguna layanan
b)
Harus dilarang mengucapkan dan berprilaku fisik mengintimidasi
c)
Setiap pegawai harus menjunjung tinggi kejujuran dan saling menghargai
d)
Setiap pegawai Puskesmas harus menggunakan semua asset di Puskesmas dengan tidak perlu bertanggung jawab dan melindunginya dari kerusakan, pencurian dan penyalah gunaan.
e)
Setiap pegawai harus mencegah terjadinya fraud, nepotisme, kolosi dan korupsi
6.
6.Proses evaluasi terhadap tenaga kesehatan untuk menentukan kelayakan diberikan kewenangan klinis (clinical privilege) disebut :
a)
Kredensial
b)
Etika
c)
Dilema Etik
d)
Dilemma
e)
Penyelesaian Dilema Etik
7.
7.Jangka waktu Akreditasi Puskesmas sesuai Permenkes 34 th 2022 :
a)
3 tahun
b)
5 tahun
c)
4 tahun
d)
2 tahun
e)
6 tahun
8.
8.Pencegahan dan penurunan Stunting termasuk salah satu program prioritas nasional (PPN), termasuk dalam standar :
a)
4.1
b)
4.2
c)
4.3
d)
4.4
e)
4.5
9.
9.Peningkatan Cakupan mutu imunisasi masuk dalam standar :
a)
4.1
b)
4.2
c)
4.3
d)
4.4
e)
4.5
10.
10.Pengendalian penyakit tidak menular dan faktor risikonya masuk dalam standar :
a)
4.1
b)
4.2
c)
4.3
d)
4.4
e)
4.5
11.
11. Di Puskesmas rawat inap A terjadi kesalahan pemberian cairan pada pasien typhoid fever, seharusnya pasien mendapatkan cairan RL , namun petugas memberikan cairan D5%.Perkembangan pasien pada hari itu sudah membaik , panas sudah reda dan keadaan umumnya membaik . Pada kasus di atas telah terjadi kesalahan pemberian cairan pada pasien. Kasus di tersebut tergolong insiden :
a)
KTD
b)
KTC
c)
KTP
d)
KNC
e)
KPC
12.
12. Pengelolaan kasus insiden di atas, dilakukan perbaikan dengan menggunakan metode :
a)
Investigasi sederhana ( Simple RCA)
b)
RCA
c)
USG
d)
3 H 1 P
e)
FISH BONE
13.
13. Yang tidak termasuk dalam risiko non klinik
a)
Risiko dalam MFK
b)
Risiko Keselamatan Pasien
c)
Risiko dalam PPI Non Pasien
d)
Risiko dalam keuangan
e)
Bukan salah satu diatas
14.
14. Analisa Risiko Non Klinis meggunakan metode :
a)
Matriks Analisa Risiko
b)
Matriks Grading Risiko
c)
3 H 1 P
d)
FMEA
e)
RCA
15.
15. Analisa Risiko Klinis menggunakan metode
a)
Matriks Analisa Risiko
b)
Matriks Grading Risiko
c)
3 H 1 P
d)
FMEA
e)
RCA
16.
16. Yang benar mengenai Indikator Mutu Prioritas Puskesmas:
a)
Indikator ini dirumuskan berdasarkan prioritas masalah kesehatan yang ada di bagian administrasi manajemen, UKP dan UKM yang akan dilakukan perbaikan
b)
Indikator ini dirumuskan berdasarkan prioritas masalah kesehatan yang ada di area berisiko yang akan dilakukan perbaikan
c)
Indikator ini dirumuskan berdasarkan prioritas masalah kesehatan yang ada di pelayanan pengobatan di puskesmas seperti pelayanan farmasi, laboratorium dan pelayanan lainnya
d)
Indikator ini dirumuskan berdasarkan prioritas masalah kesehatan yang ada di wilayah kerja yang akan dilakukan perbaikan
e)
Indikator ini dirumuskan dari INM dan di buat USG agar didapatkan prioritas masalahnya
17.
17. Yang bukan merupakan Indikator Mutu Puskesmas
a)
Indikator Mutu Prioritas Puskesmas
b)
Indikator Nasional Mutu
c)
Indikator Mutu PKP
d)
Indikator Mutu Prioritas Pelayanan
e)
Semuanya salah
18.
18. Hal dibawah ini merupakan Indikator Nasional Mutu Puskesmas , kecuali
a)
Kepatuhan Kebersihan Tangan
b)
Kepatuhan Penggunaan APD
c)
Keberhasilan Pengobatan Pasien TBC yang DO
d)
Kepatuhan Identifikasi Pasien
e)
Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar
19.
19. Untuk pelaporan INM , dilakukan dengan melaporkan melalui link di bawah ini :
a)
https://mutufasyankes.kemkes.go.id
b)
https://mutufasyankes.go.id
c)
https://dfo.kemkes.go.id
d)
https://registrasifasyankes.kemkes.go.id
e)
https://mutufasyankes.akred.go.id
20.
20. Hal di bawah ini termasuk dalam Program Prioritas Nasional dalam standar akreditasi puskesmas kecuali :
a)
Pencegahan dan pengendalian penyakit menular
b)
Pencegahan dan pengendalian stunting
c)
Peningkatan cakupan dan mutu imunisasi
d)
Penurunan jumlah kematian ibu dan kematian bayi
e)
Program Penganggulangan Tuberkulosis
21.
21. General Consent atau Persetujuan Umum diminta kepada pasien saat:
a)
Setiap kali pasien berkunjung ke puskesmas
b)
Setiap kali pasien dikunjungi oleh dokter pada saat rawat inap
c)
Kunjungan pertama rawat jalan dan setiap rawat inap
d)
Kunjungan pertama untuk rawat inap dan rawat jalan
e)
Tidak ada satupun pernyataan diatas yang benar
22.
22. Dalam standar akreditasi puskesmas pada pelayanan kesehatan perorangan meminta puskesmas memperhatikan hak dan kewajiban pasien dan pemberdayaan pasien. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa puskesmas menerapkan prinsip:
a)
Continuity and coodination of care
b)
Continuity of care
c)
Patient centered care
d)
Coordination of care
e)
Human right care
23.
23. Keselamatan pasien sudah harus diperhatikan sejak pertama pasien mendaftarkan diri ke puskesmas dan berkontak dengan Puskesmas, terutama dalam hal identifikasi pasien. Konfirmasi identitas pasien dapat dilakukan dengan cara:
a)

Mencocokkan nama pasien

b)

Mencocokkan nama dan umur pasien

c)

Mencocokkan nama lengkap dan tanggal lahir pasien

d)

Mencocokkan nama lengkap dan alamat pasien

e)

Mencocokan data di P-Care dan KTP

24.
24. Dalam standar akreditasi puskesmas pada pelayanan kesehatan perorangan mensyaratkan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan mulai dari penerimaan pasien, skrining, kajian awal, penyusunan rencana asuhan, pelaksanaan asuhan, pemulangan, rujukan dan bahkan pelayanan home-care jika diperlukan. Standar tersebut mencerminkan diterapkannya prinsip:
a)
Continuity and coordination of care
b)
Patient centered care
c)
Patient, familiy and community centered care
d)
Patient and family centered care
e)
Good Publics Services
25.
25. Alasan utama untuk memberdayakan pengguna pelayanan dalam pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama adalah:
a)

Memberikan kesempatan pasien untuk berpartisipasi dalam perbaikan

b)

Memperbaiki sistem pelayanan pada lini depan

c)

Merupakan bentuk dari kewajiban pelanggan

d)

Mencegah keluhan pelanggan dan masyarakat

e)

Menumbuhkan kesadaran bahwa sehat dari diri sendiri

26.
26. Prinsip triase dalam memberlakukan sistem prioritas dengan penentuan atau penyeleksian pasien yang harus didahulukan untuk mendapatkan penanganan, yang mengacu pada tingkat ancaman jiwa yang timbul berdasarkan:
a)
Ancaman jiwa yang dapat mematikan dalam hitungan detik/dapat meninggal dalam hitungan menit/trauma/sudah meninggal
b)
Ancaman jiwa yang dapat mematikan dalam hitungan menit/Dapat meninggal dalam hitungan jam/trauma ringan/sudah meninggal
c)
Ancaman jiwa yang dapat mematikan dalam hitungan jam/Dapat meninggal dalam hitungan hari/Trauma Berat/Sudah meninggal
d)
Ancaman jiwa yang dapat mematikan dalam hitungan detik/Dapat meninggal dalam hitungan menit/Trauma Berat/Sudah meninggal
e)
Ancaman jiwa yang kapan saja terjadi tanpa harus mempertimbangkan waktu dan keadaan
27.
27. Pelayanan Gizi dilakukan sesuai dengan status gizi pasien dan konsisten dengan asuhan klinis, maka:
a)
Terapi gizi diberikan kepada pasien berdasarkan penyakitnya
b)
Makanan perlu disediakan setiap pasien meminta
c)
Pemesanan dan pemberian makanan dilakukan sesuai dengan status gizi dan kebutuhan pasien
d)
Keluarga pasien tidak boleh berpartisipasi dalam penyediaan makanan pasien
e)
Perlu ada KIE gizi untuk keluarga pasien
28.
28. Resume medis yang diberikan kepada pasien pada saat pulang dari rawat inap terdiri atas:
a)
data umum pasien, anamnesis, pemeriksaan dan terapi, tindakan dan/atau anjuran
b)
data umum pasien, nama dokter dan nomor telepon faskes, hasil2 laboratorium, dan diagnosa pasien.
c)
data umum pasien, ringkasan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang, nama dan nomor telepon dokter yang merawat.
d)
data umum pasien, diagnosa masuk dan indikasi pasien dirawat, nama dan tanda tangan dokter atau dokter gigi yang merawat.
e)
Data pribadi, data riwayat kesehatan, dan data penunjang
29.
29. Pelaksanaan pelayanan rujukan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan dan mengacu pada ketentuan perundang-undangan, yaitu :
a)
Jika pasien menderita penyakit yang tidak harus tuntas di fktp maka pasien harus dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan.
b)
Proses rujukan diatur sesuai dengan kebutuhan saat merujuk.
c)
Pasien dalam keadaan gawat dan tidak dapat ditangani oleh faskes harus langsung dirujuk.
d)
Komunikasi dengan faskes yang lebih mampu dilakukan untuk memastikan kemampuan dan ketersediaan pelayanan di FKRTL.
e)
Semua diatas benar
30.
30. Obat yang bila terjadi kesalahan (error) dapat menimbulkan kematian atau kecatatan, seperti insulin, heparin, atau kemoterapeutik, dalam standar akreditasi disebut termasuk dalam golongan:
a)
Obat high allert
b)
Obat keras
c)
Obat bebas
d)
Obat berbahaya
e)
Obat LASA
31.

31. Proses multidisiplin yang berfokus pada pengurangan infeksi,pendokumentasianbahwa dengan mempertimbangkan populasi pasien, fasilitas dan program, dikenal dengan istilah :

a)

HAIs

b)

Kewaspadaan Isolasi

c)

Bundles

d)

FMEA

e)

ICRA

32.
32. Pernyataan yang salah dibawah ini :
a)
Ada 2 jenis ICRA : ICRA Konstruksi dan ICRA Program
b)
Ada 6 Sasaran Keselamatan Pasien
c)
Ada 2 macam Kewaspadaan Isolasi
d)
Ada 10 macam Kewaspadaan Standar
e)
Ada 4 Jenis HAIs : IDO, VAP, ISK, IAD
33.
33. Regulasi yang mengatur tentang Keselamatan Pasien :
a)
PERMENKES RI No. 27 Tahun 2017
b)
PERMENKES RI No. 52 Tahun 2018
c)
PERMENKES RI No. 11 Tahun 2017
d)
PERMENKES RI No. 43 Tahun 2019
e)
PERMENKES RI No. 39 Tahun 2016
34.
34. Berikut ini adalah langkah-langkah pengkajian ICRA Program, kecuali
a)
Analisa Resiko
b)
Manajemen Resiko
c)
Penilaian dan Penentuan Skoring
d)
Pengelolaan Resiko
e)
Plan Of Action
35.
35. Rumus skoring penentuan prioritas pada ICRA Program PPI adalah :
a)
Probability x Impact x Current System
b)
Probability + Impact + Current System
c)
Probability + Impact – Current System
d)
Probability x Impact + Current System
e)
Probability + Impact x Current System
36.
36. Kegiatan renovasi/konstruksi dengan risiko rendah misalnya pemindahan plafon, pengecatan,pemasangan pipa kecil, merapikan pekerjaan listrik ,masuk dalam type konstruksi:
a)
Tipe A
b)
Tipe B
c)
Tipe C
d)
Tipe D
e)
Tipe E
37.

37. Pada ICRA Konstruksi, area yang masuk dalam resiko tinggi adalah :

a)

CSSD, ICU dan NICU

b)

UGD/Ruang Tindakan, Pelayanan Gigi dan Maternitas/VK

c)

Laboratorium, Dietary dan Rawat Jalan

d)

Ruang manajemen dan Aula kantor

e)

Ruang Isolasi Tekanan Negatif

38.
38. Nomor 2 pada gambar dibawah adalah :
a)
Sebelum berdoa
b)
Sesudah menyuntik pasien
c)
Sebelum tindakan bersih / Asepsis
d)
Sesudah tidak sengaja kontak dengan pasien
e)
Sesudah menemui keluarga pasien
39.
39. Yang termasuk Kewaspadaan Transmisi :
a)
IAD, IDO, ISK, VAP
b)
Heating, Ventilation and AC ( HVAC )
c)
Etika Batuk dan Hand Hygiene
d)
Airborne, Droplet dan Kontak
e)
Air, Water, Wall, & Floor
40.
40. Isi pada bab 5 Peningkatan Mutu Puskesmas, kecuali
a)
Insiden Keselamatan Pasien
b)
PPI
c)
Indikator Mutu di Puskesmas
d)
Sasaran Keselamatan Pasien
e)
Kefarmasian dan Laboratorium