WorksheetsUH PUISI KELAS X
Total questions: 28
Worksheet time: 14mins
Jika kamu terus menunda.
Hilanglah sudah kesempatan berharga.
Salah satu ciri teks tersebut adalah . . . .
bersajak a-a
bersajak a-b
larik 1 dan 2 tidak berhubungan
terdapat sampiran
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu.
Bersenang-senang kemudian.
Bagian yang tergolong sampiran adalah . . . .
baris 1 dan 3
baris 2 dan 4
baris 1 dan 2
baris 3 dan 4
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di mata muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu. miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju ke atas padang bakti!
Amanat yang sesuai dengan isi puisi diatas adalah....
Atur barisan menuju cita-cita selagi masih muda
Selagi muda carilah harta sebanyak-banyaknya
Selagi muda tuntutlah ilmu dan bekerja keraslah
Walaupun sudah tua tuntutlah ilmu
"Jadilah orang iman dan bertakwa
Agar hidup selamat dan bahagia
Jika senantiasa menghargai sesama
Tentulah sahabat banyak di mana-mana
Berbaiklah kepada orang tua Anda
Niscaya hidupmu akan berkah dan bahagia"
Kutipan teks puisi rakyat di atas merupakan teks...
A. Pantun
B. Syair
C. Gurindam
D. Mantra
Bacalah puisi berikut!
Demi negeri ....
Engkau korbankan waktumu
Demi bangsa ....
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang di depan
Kau bilang itu hiburan
Tema puisi tersebut adalah ....
Perlawanan
Keberanian
Kekejaman
Perjuangan
Bacalah kutipan syair berikut !
Wahai ananda peliharalah lidah
janganlah suka berkata salah
luruskan hati elokkan tingkah
jujur dan iklas jangan berubah
Arti kata elokkan dalam syair diatas adalah...
menjadikan baik
membuat indah
menjadikan sopan
membuat lembut
Bacalah pantun rumpang berikut !
Adik kecil bergigi ompong
[...]
Jangan jadi anak pembohong
segeralah lakukan taubat
Larik yang tepat untuk melengkapi sampiran adalah ...
gatal-gatal karena salah urat
gigi ompong dipasang kawat
jadi anak yang berbakat
giginya habis dimakan ulat
Pantun :
Hendak mencangkul di pinggir ladang
ada banyak semak berduri
Sebelum cari salahnya orang
lebih baik berkaca sendiri
Gurindam:
Lidah yang suka membenarkan dirinya
daripada yang lain dapat kesalahanya
Persamaan pantun dan gurindam diatas adalah ...
struktur
pesan
bunyi
bait
Dalam masjid
Aku berusaha menetapi (1)
Lima kali dalam sehari (2)
Di depan mihrab memasrahkan diri (3)
Ke dalam hening suci (4)
Ke bawah keagungan abadi (5)
Larik yang menyimbolkan penyair taat beribadah ditunjukkan oleh angka ....
1)
2)
3)
4)
5)
....
Angin menggunting daun kering 1)
Terbanting nggelinding 2)
Antara tanah dan kerikil 3)
Kenangan datang dan pergi 4)
Tapi, tiada yang kembali 5)
Larik bermajas pada kutipan puisi tersebut ditunjukkan oleh larik angka ....
1)
2)
3)
4)
5)
Angin Kembara
Setiap desah adalah kembara
Ajarkan untuk bangkit dan jatuh
Cecapi tiap sudut dunia tanpa ragi
Amsal kaki melangkah tuk rengkuh ilmu
....
Kata yang melambangkan usaha dalam kutipan puisi tersebut adalah ....
Ilmu
Jatuh
Kembara
Rengkuh
Melangkah
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi.”
Maksud puisi tersebut adalah ....
Menceritakan tiga anak kecil datang
Menggambarkan anak kecil yang malu-malu
Menceritakan peristiwa sore itu
Menunjukkan pita hitam dalam karanga bunga
Menggambarkan peristiwa kedukaan.
Cermin , tak pernah berteriak, ia pun tak pernah
Meraung, tersedan, atau terisak
Meski apa pun yang terbalik di dalamnya;
Barangkali ia hanya bisa bertanya:
Mengapa kau seperti kehabisan suara?
(Sapardi Djoko Damono, Sihir Hujan, 1984)
Makna kata cermin yang bercetak miring pada baris pertama puisi tersebut adalah…
Ketidakberdayaan seseorang.
Cermin itu berkaca.
Mengintropeksi diri.
Kenyataan di dunia.
Pengakuan dosa
Cermin , tak pernah berteriak, ia pun tak pernah
Meraung, tersedan, atau terisak
Meski apa pun yang terbalik di dalamnya;
Barangkali ia hanya bisa bertanya:
Mengapa kau seperti kehabisan suara?
(Sapardi Djoko Damono, Sihir Hujan, 1984)
Maksud isi puisi tersebut adalah…
Kehidupan ini bisa terlihat dalam cermin kehidupan kita
Perjalanan seorang di dunia yang terbalik.
Dalam hati manusia ada sifat baik dan buruk.
Setiap orang harus intropeksi diri
Setiap manusia harus mempunyai suara hati nurani.
Damai
Karya : Ahmad IS
Garis biru yang indah
Kelak-kelok rumit yang indah
Padang biru yang tenang
Sejukkan mataku sepasang
Butiran-butiran ikuti arus menderu
Nyiur bermain dengan angin
Menghantarkan lamunan pada kesadaran
Akan kuasa-Mu
Makna lambang "Padang biru" pada larik ketiga bait pertama adalah ....
Bendungan irigasi
Kegiatan masyarakat
Nafas kehidupan
Pemandangan alam
Awan di langit
Damai
Karya : Ahmad IS
Garis biru yang indah
Kelak-kelok rumit yang indah
Padang biru yang tenang
Sejukkan mataku sepasang
Butiran-butiran ikuti arus menderu
Nyiur bermain dengan angin
Menghantarkan lamunan pada kesadaran
Akan kuasa-Mu
Maksud isi puisi tersebut adalah…
Kekaguman terhadap kuasa Tuhan yang begitu indah dan menenteramkan.
Menggugah hati manusia untuk menikmati kebesaran Tuhan.
Menggambarkan keindahan alam di pegunungan yang berkelok-kelok.
Mengajak umat manusia untuk memelihara keindahan alam di pedesaan.
Memberikan gambaran tentang kehidupan di alam pegunungan
Sajak Cinta Buatmu
Kupikir
Kau ibarat…
Yang meledak-ledak
Dan liat bila didiamkan
Ups!
Gurihmu membuatku suka
Diksi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
Petir malam
Gemuruh senja
Berondong jagung
Kacang dijemur
Pesawat mendarat
Hujan Bulan Juni
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
….
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu (Sapardi Djoko Damono)
Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
Rintik hujan mengenai tubuhku
Dikibaskannya tetesan rintik hujan di bahunya
Dirahasiakannya rintik rindunya
Hujan, rintik-rintik membasahi halaman
Tanah menjadi basah meski hujan rintik-rintik
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Suasana yang ada dalam kutipan puisi di atas adalah…
Sedih
Romantis
Gembira
Tenang
Sunyi
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Makna lambang kata abu adalah…
Cinta
Kesedihan
Kelemahan
Pengorbanan
Kemesraan
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Makna lambang kata abu adalah…
Cinta
Kesedihan
Kelemahan
Pengorbanan
Kemesraan
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Maksud larik puisi tersebut adalah…
Cinta yang tulus diwujudkan dengan tingkah laku.
Mencintai seseorang dengan tulus dan apa adanya.
Mencintai dengan tulus harus dengan mengobral kata-kata.
Mencintai secara sederhana akan abadi selamanya.
Cinta yang tulus akan melindungi sang kekasih dari apa pun.
Dalam Kereta
Hujan menebal jendela
Semarang, Solo…. makin dekat saja
Menangkap senja
Menguak purnama
….
Menjengking kereta Menjengking jiwa
Sayatan terus ke dada
(Chairil Anwar)
Kalimat bermajas personifikasi yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah….
Cahaya menyayat mulut dan mata.
Engkau menahan rasa takut
Tak kuasa diri menahan tangis
Sesak napas karena debu
Menatap wajahmu yang cantik
Puisi 1
Kita saksikan
Kita saksikan burung-burung lintas di udara
Kita saksikan awan-awan kecil di langit Utara
Waktu itu cuaca pun senyap tiba-tiba
Sudah sejak lama, sejak lama kita tak mengenalnya.
....
(Dukamu Abadi, Sapardi D.D.)
Puisi 2
Api Unggun
Diam tenang kami memandang
Api unggun menyala riang
Menjilati, meloncat menari girang,
Berkilat-kilat bersinar terang.
...
(Intojo)
Perbedaan penggunaan bahasa dalam kedua puisi tersebut adalah ....
Puisi 1 menggunakan ungkapan.
Puisi 2 menggunakan bahasa lugas.
Puisi 1 menggunakan ungkapan
Puisi 2 menggunakan majas.
Puisi 1 menggunakan bahasa lugas.
Puisi 2 menggunakan ungkapan.
Puisi 1 menggunakan majas.
Puisi 2 menggunakan bahasa lugas.
Puisi 1 menggunakan bahasa lugas.
Puisi 2 menggunakan majas.
Ibarat
Hidup di dunia seperti berdagang
Membawa untung kian kemarimenemouh Padang beberapa negeri
Mencari kain pembalut tulang
....
(M. Jamin)
Majas yang digunakan dalam larik pertama puisi tersebut adalah ....
Personifikasi
Hiperbola
Repetisi
Metafora
Asosiasi
Dengan mata terasa pahit senyummu
Dengan ujung jariku terasa hambar jabatanmu
Dengan telingaku terasa pedas sapaanmu
....
Kutipan bait puisi tersebut menggunakan citraan ....
Penglihatan
Penciuman
Peraba
Pengecap
Pendengaran
Larik berikut yang tidak menggambarkan kerendahan hati adalah ....
Di rundung duka, aku tersenyum
Aku memenangkan tragedimu
Jangan kau aku terbasuh oleh kau,
Biar saja aku yang membasuh atas kau
Dan segala kebaikanmu
Aku yang tiada berjubah
Kau sentuh jari kakimu pun sudah bahagia
Tak usah berpesta untukku,
Aku hanya sekedar mengembalikan senyummu
Seporsi saja cumul untuk kita
Nasi tiada berwarna beserta gelas terisi air
Cukup pun tiada mengapa
Jika bersama kau
Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....
Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.
Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair
