NEW
Font size
WorksheetsSOAL PH DAN UTS
Total questions: 70
Worksheet time: 1hrs 10mins
Perhatikan data berikut!
(a) Pengamatan
(b) Pemikiran sendiri
(c) Bersifat objektif dan terdapat klasifikasi
(d) Kalimat definisi
Isi dari teks laporan observasi yaitu :
(a), (c), (d)
(a), (b), (c)
(d), (b), (c)
(c), (d)
(b), (d)
Bacalah teks di bawah ini !
Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja. Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya duduk bersama-sama. Suku Toraja yang memiliki rumah adat ini pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Rumah adat in merupakan salah satu ikon suku Toraja selain upacara pemakamannya. Toraja termasyur oleh karena rumah adanya yang unik dan cantik. Oleh karena arsitekturnya yang menarik, Tongkonan kemudian dinobatkan sebagai rumah adat Toraja. Tongkonan berada di antara pohon-pohon aragr di puncak bukit. Tongkonan terletak sekitar 12 km aragra utara dari Rantepao. Memasuki Rantepao akan kita temui Tongkonan berjajar rapi dan indah seakan menyambut dengan ramah setiap pengunjung yang datang.
Rumah adat yang satu ini terbuat dari kayu yang bagus dan dihias dengan apik. Hiasan terdapat pada badan rumah dan atap rumah. Ukiran di sekujur bagian rumah menambah cantik bangunan ini. Ukiran yang menghias sekujur bangunan bermotif garis-garis lengkung yang harmonis. Rumah adat yang berjenis rumah panggung ini juga terbuat dari kayu yang kokoh. Bukan kayu sembarangan tentunya. Jenis kayu yang digunakan untuk membuat Tongkonan kabarnya memiliki kualitas juara dan hanya ditemukan di wilayah Sulawesi Selatan saja. Tapa vernis dan pelitur, kayu rumah Tongkonan tetap awet hingga ratusan tahun. Suku Toraja juga menghias atap tersebut dengan tanduk kerbau. Kerbau memang perlambang kebangsawanan Suku Toraja. Atap rumah Tongkonan melengkung menyerupai perahu, terdiri atas susunan aragr. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Di setiap bangunan bagian depan terdapat deretan tanduk kerbau.
Sungguh kaya warisan budaya Indonesia. Kita bangga memiliki warisan budaya dengan nilai arsitek yang tinggi dan unik. Rumah adat Tongkonan warisan budaya yang perlu kita jaga.
Tujuan teks deskripsi tersebut adalah mendeskripsikan tentang ….
Kita bangga jika tinggal di tanah Toraja karena mempunyai rumah yang unik.
Rumah adat tersebut tidak perlu di vernis ataupun di sirlak dalam jangka ratusan tahun lamanya.
Rumah adat yang dibangun dari bahan kayu bagus dengan hiasan yang aragr indah
Tongkonan adalah rumah adat masyarakat Toraja yang sudah menjadi warisan budaya
Keragaman budaya Indonesia merupakan aset bangsa
Dari segi penelitian ilmiah, khasiat buah mengkudu bukan “placebo” atau bohong-bohongan. Serangkaian penelitian yang dilakukan oleh banyak laboratoria dan lembaga perguruan tinggi terkenal di Amerika Serikat, membuktikan keampuhan komponen berkhasiat yang terdapat di dalam jus buah yang dimasak.
Informasi yang diperoleh dari penggalan laporan hasil observasi di atas adalah …
Buah mengkudu enak untuk dibuat jus.
Berbagai khasiat dari jus buah yang masak.
Buah mengkudu bukan placebo atau bohong-bohongan.
Hasil penelitian ilmiah terbukti bahwa buah mengkudu beri khasiat.
Serangkaian penelitian oleh banyak laboratoria dan lembaga perguruan tinggi terkenal di Amerika Serikat.
Ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau, dengan salinitas kurang dari 0,05%. Ikan air tawar terbagi ke dalam tiga golongan, yakni ikan peliharaan, ikan buas, dan ikan liar. Ikan peliharaan terdiri atas ikan-ikan yang mudah diperbanyak. Contohnya: ikan bandeng, ikan mas, ikan gurami, dan lain-lain. Ikan buas memiliki sifat jahat terhadap ikan-ikan lain. Contohnya: ikan gabus dan ikan lele. Meskipun jarang dipelihara, ikan liar memiliki keuntungan secara ekonomis. Contohnya: ikan pari, ikan bunter, dan ikan jeler.
Kutipan teks laporan di atas adalah bagian ....
deskripsi bagian
definisi manfaat
pernyataan umum
sebab-akibat
contoh
Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kiligram. Bulunya berwarna putih dan coklat keemasan dengan belang atau loreng berwarna hitam. Gigi tarinya kuat dan tajam untuk mengoyak daging. Kakinya berjumlah empat dengan cakar yang kuat untuk menerkam mangsanya.
Kutipan teks laporan hasil observasi di atas termasuk ....
definisi umum
deskripsi bagian
pernyataan umum
deskripsi manfaat
definisi bagian
(1) Kurma adalah buah yang tumbuh dari pohon palem keluarga Arecaceae dari genus phoenix. (2) Nama ilmiah kurma adalah dactylifera phoenix. (3) Kurma diyakini berasal dari tanah di sekitar tepi sungai Nil dan Efrat. (4) Sekarang pohon kurma dibudidayakan secara luas di wilayah beriklim hangat di semua benua, termasuk di Afrika, Australia dan Amerika (California).
Kalimat definisi dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat ....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
Kurma segar memiliki daging berserat lembut dan rasanya sangat manis, seperti campuran sirup gula dan madu. Daging buah kurma berisi gula sederhana seperti fruktosa dan dekstrosa yang mudah dicerna dan cepat mengisi ulang energi tubuh. Karena karakteristik tersebut, kurma sangat cocok untuk mengawali berbuka puasa.
Berikut ini nomina (kata benda) yang terdapat dalam paragraf di atas, kecuali ....
kurma, daging, dan sirup
madu, campuran, dan gula
buah, energi, dan tubuh
fruktosa, dekstrosa, dan kurma
kurma, berserat, puasa
Kurma memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar. Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan mata. Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.
Kutipan teks laporan hasil observasi di atas adalah ....
pernyataan umum
deskripsi bagian
deskripsi manfaat
definisi manfaat
definisi umum
Berikut ini yang merupakan kalimat deskripsi adalah ...
Manggis merupakan buah tanaman tropis yang tumbuh di Indonesia dan negara Asia Tenggara.
Garcinia Mangostana Linn adalah nama latin manggis.
Pohon manggis merupakan tanaman keras yang mulai berbuah setelah berumur 8 sampai 10 tahun.
Pohon manggis ialah pohon yang menghasilkan buah pada musimnya selama 1-3 bulan per tahun.
Manggis memiliki daging buah yang manis dan lembut dengan kulit buah yang tebal.
Berikut ini yang termasuk kalimat definisi adalah ...
Tanaman mengkudu mampu tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian mencapai 1.500 m di atas permukaan laut.
Batang pohon mengkudu dapat mencapai 3-8 meter.
Mengkudu memiliki bunga berbongol dan berwarna putih.
Mengkudu merupakan buah majemuk, yakni saat masih muda berwarna hijau mengkilap serta memiliki bintik-bintik atau totol-totol, sedangkan saat sudah tua berwarna putih dan berbintik-bintik hitam.
Semua bagian tanaman mengkudu memiliki kegunaan tradisional atau modern, termasuk akar dan kulit, batang, daun, dan buah-buahan.
Tari Payung bermakna wujud perlindungan dan kasih sayang suami kepada istrinya dalam menjalani kehidupan rumah tangga agar kebahagiaan dapat terbina. Makna ini tidak dimaknai melalui gerakan para penari pria dan wanita tetapi, dilambangkan dengan properti yang digunakan berupa payung untuk pria dan selendang untuk wanita.
Properti payung dalam tarian tersebut dilambangkan sebagai bentuk perlindungan pria sebagai pilar utama dalam keluarga. Si penari pria akan melindungi kepala penari wanita, sedangkan selendang khas Padang dilambangkan sebagai ikatan cinta suci yang kuat akan kesetiaan seorang wanita serta kesiapannya menjad seorang istri.
Penggalan teks di atas merupakan bagian struktur ....
Identifikasi
Klasifikasi
Deskripsi bagian
Deskripsi manfaat
simpulan
Setiap memandang wajahnya, hatiku terasa teduh. Ya, wajah ibuku memang meneduhkan. Matanya yang bulat menyiratkan kasih sayang kepada orang lain. Tangannya yang mungil dan lembut mengajari kami berjalan untuk pertama kalinya. Dengan tangannya yang mungil, ibuku menyuapi kami untuk pertama kalinya dan menghapus air mata kami saat kami menangis.
Rambut ibu yang indah menggambarkan keindahan pikirannya. Tidak pernah terbesit dalam pikirannya berbuat buruk kepada orang lain. Dengan bibir mungilnya nasihat-nasihat indah tentang kehidupan mengalir ke telinga kami.
Kalimat di atas merupakan deskripsi ...
Deskripsi sugestif
Deskripsi teknis/ekspositoris
Deskripsi subjektif
Deskripsi objektif
Deskripsi Spatial
Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. adalah sastrawan, ahli hukum, budayawan, dan sejarawan Indonesia. Yamin lahir di Kota Sawahlunto tepatnya pada 24 Agustus 1903. Yamin sendiri kini dikenang sebagai seorang Pahlawan Nasional Indonesia.
Paragraf di atas termasuk ke dalam teks cerita ulang bagian ....
Konflik
Reorientasi
Orientasi
Argumentasi
Peristiwa
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.
Kakak tidak mendukung pernikahan Anisa dengan Handoko.
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Di tengah malam yang sunyi, Putri Liliput duduk termenung melihat bulan dan bintang. Dia tidak peduli dengan apapun di sekelilingnya, tetapi dia hanya pedulikan rasa damai dan tenang bersama dengan semilir angin yang seolah-olah membelainya dengan penuh rasa sayang.
Paragraf di atas termasuk ke dalam jenis teks cerita ulang ....
Cerita ulang fakta
Cerita ulang lampau
Cerita ulang pribadi
Cerita ulang personal
Cerita ulang imajinasi
Salah satu sifat yang harus dimiliki teks laporan hasil observasi adalah bersifat informatif, artinya ....
teks laporan hasil observasi sesuai fakta
teks laporan hasil observasi bersifat faktual
teks laporan hasil observasi dapat menjadi sumber informasi bagi siapa pun
teks laporan hasil observasi dapat dijadikan sebagai sumber pengalaman orang lain jika melakukan hal serupa
teks laporan hasil menggunakan bahasa ilmiah
Cerita pendek (cerpen) merupakan salah satu karya sastra .....
fiksi
non fiksi
seni
musik
peran
Berikut ciri-ciri cerita pendek, kecuali .....
Panjang karangan lebih kurang sepuluh halaman.
Terdapat konflik, tetapi tidak menimbulkan perubahan nasib pelaku.
Hanya mempunyai satu alur.
Perwatakan tokoh dilukiskan secara singkat.
Memiliki latar yang kurang jelas.
Penggunaan dialog dalam teks cerpen ditunjukkan oleh tanda .....
Titik
Koma
Seru
Petik ganda
Titik dua
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang kriminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
Ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
Jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
Ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya
Ketakutan melihat orang jahat
Bacalah kutipan teks berikut!
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya. Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …..
sabar dan penyayang
angkuh dan disiplin
tegas dan pemberani
penuh perhatiaan dan tegas
angkuh dan pemberani
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
6.“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudh rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….
anak durhaka yang tidak perlu dicontoh
anak baik dan sopan santun
ibu yang durhaka
anak buruk hati
anak yang pamer
Bacalah kutipan berikut!
Setiap saat anak-anak selalu bermain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali Tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah …
tokoh aku dijauhi teman-temanya.
tokoh aku malu bermain dengan Tuning.
dikucilkanya Tuning oleh teman temanya.
teman-teman Tuning membenci karena penyakitan.
tokoh Tuning yang pengertian
Cermati teks berikut!
Teks 1
Suara-suara bising beragam bahasa dunia yang menyelinap dari balik jendela terbuka mulai perlahan menyenyap. Malam makin sepuh. Kubayangkan, para turis yang mulai letih telah memenjarakan dirinya di kamar-kamar hotel untuk menukarkan penat.
Suaramu masih benderang, ceritamu seolah tak berujung, sementara ujung malam beringsut mendekat.
("Gerimis Senja di Praha", Eep Saefulloh Fatah)
Teks 2
Ia menatap sembari mengangguk-angguk. dengan sedikit terkekeh ia balik badan, pergi begitu saja. Saya lepas ia dengan tatapan yang menyimpan rasa cemas. Tampaknya, ia orang paling ditakuti di daerah kami ini.
Kemudian, di dalam saya mendapatkan istri sedang ketakutan di sudut kamar. Pucat membias di wajahnya. Pasti tadi ia mengintip atau nguping dari dalam.
"Kita pindah saja. Salah-salah, orang itu bisa ancam kita! Aku takut! Orang seperti dia itu tidak takut polisi, tidak takut mati. Nekat!" Memelas suara istri saya. Saya mencoba menenangkannya.
("Pisau", Yusrizal KW)
Persamaan kedua teks tersebut adalah ...
menggunakan sudut pandang akuan
menggunakan konjungsi pertentangan
berupa kalimat-kalimat tunggal
bertema tentang pariwisata
latar tempat di rumah tokoh utama
Cermati teks berikut!
Teks 1
Suara-suara bising beragam bahasa dunia yang menyelinap dari balik jendela terbuka mulai perlahan menyenyap. Malam makin sepuh. Kubayangkan, para turis yang mulai letih telah memenjarakan dirinya di kamar-kamar hotel untuk menukarkan penat.
Suaramu masih benderang, ceritamu seolah tak berujung, sementara ujung malam beringsut mendekat.
("Gerimis Senja di Praha", Eep Saefulloh Fatah)
Teks 2
Ia menatap sembari mengangguk-angguk. dengan sedikit terkekeh ia balik badan, pergi begitu saja. Saya lepas ia dengan tatapan yang menyimpan rasa cemas. Tampaknya, ia orang paling ditakuti di daerah kami ini.
Kemudian, di dalam saya mendapatkan istri sedang ketakutan di sudut kamar. Pucat membias di wajahnya. Pasti tadi ia mengintip atau nguping dari dalam.
"Kita pindah saja. Salah-salah, orang itu bisa ancam kita! Aku takut! Orang seperti dia itu tidak takut polisi, tidak takut mati. Nekat!" Memelas suara istri saya. Saya mencoba menenangkannya.
("Pisau", Yusrizal KW)
Ringkasan isi cerita pada teks 2 adalah ...
Suami yang datang terlambat menyelamatkan istri.
Preman yang menggedor-gedor pintu rumah.
Istri yang ketakutan karena perilaku kasar seseorang.
Suatu wilayah yang penduduknya merasa tidak aman.
Kurangnya perlindungan aparat kepada warga.
Cermati kutipan cerpen berikut!
Hingga tiga bulan lalu, suami Melani masih bisa menggarap lahan Pak Minto. Lahan itu sebelumnya hanya lahan mati dengan rumput ilalang setinggi orang dewasa. Setelah Melani dan suaminya datang sebagai keluarga jauh yang merantau, Pak Minto mengizinkan keduanya memanfaatkan lahan itu untuk cocok tanam. Daripada jadi lahan tak terurus, begitu kata Pak Minto.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
seorang suami yang masih bisa menggarap lahan
seseorang yang bisa memanfaatkan lahan mati
suami istri yang datang sebagai keluarga perantau
menolong orang yang memerlukan pekerjaan
suami yang bekerja keras menghidupi keluarganya
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Makna gentong pada kutipan tersebut melambangkan ...
kembali
ibu tokoh
rumah di masa lalu
kerinduan
penderitaan
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Maksud dari bilik hati dalam kutipan tersebut adalah ...
rahasia
kehidupan
perasaan
kepahitan
keheningan
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Tidak perlu bisa memasak untuk menjadi anak perempuan yang baik.
Seorang anak yang tidak menyempatkan waktu untuk bertemu ibunya.
Seorang anak yang sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa untuk belajar memasak.
Kemudahan mencari makanan dan minuman membuat seorang anak berselisih dengan ibunya.
Seorang ibu yang meminta anaknya untuk libur agar bisa belajar memasak dengannya.
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Keterkaitan isi kutipan tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
Anak perempuan di zaman sekarang tidak ada yang bisa memasak.
Seorang ibu yang memaksa anaknya untuk libur kerja.
Ketika lapar dan haus, seseorang dengan mudah bisa memesan makanan lewat ponselnya.
Orang dewasa akan selalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan ibunya.
Makanan enak itu dibuat dengan tangan seorang ibu yang pandai memasak yang di dalamnya terdapat ketulusan.
Cermati kutipan cerita berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Pembuktian latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat dalam bagian ...
Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca.
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku.
Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku.
Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan.
Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria.
Kisah Seorang Penjual Koran
Ketika Doni sedang mengayuh sepedanya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah benda. Benda tersebut adalah sebuah bungkusan plastik berwarna hitam. Doni jadi gemetaran. Namun pada akhirnya, ia mencoba membuka bungkusan tersebut. Tampak di dalam bungkusan itu terdapat sebuah kardus. “Wah, apa isinya ini? “tanyanya dalam hati. Doni segera membuka bungkusan dengan hati-hati. Alangkah terkejutnya ia, karena di dalamnya terdapat kalung emas dan perhiasan lainnya. Ia makin terperanjat lagi karena ada kartu kredit di dalamnya. “Lho,...ini kan milik Pak Alif. Kasihan sekali Pak Alif, rupanya ia telah kecurian, “gumannya dalam hati.
Doni dengan segera memberitahukan Pak Alif. Ia menceritakan apa yang terjadi dan ia temukan. Betapa senangnya Pak Alif karena perhiasan milik istrinya telah kembali. Ia sangat bersyukur, perhiasan itu jatuh ke tangan
orang yang jujur. Sebagai ucapan terima kasihnya, Pak Alif memberikan modal kepada Doni untuk membuka kios di rumahnya.
Amanat yang terdapat pada teks tersebut adalah ...
Janganlah mudah menyerah dalam belajar!
Jujurlah dalam berperilaku karena akan membawa berkah!
Janganlah menyakiti perasaan orang lain!
Rajin-rajinlah menabung selagi usia muda!
Perbuatan jujur dapat dilakukan tergantung situasi
Kisah Seorang Penjual Koran
Di ufuk timur, matahari belum tampak.
Udara pada pagi hari terasa dingin. Alam pun masih diselimuti embun pagi.
Seorang anak mengayuh sepedanya di tengah jalan yang masih lengang. Siapakah
gerangan anak itu? Ia adalah seorang penjual koran, yang bernama Doni.
Latar waktu pada kutipan teks tersebut adalah ...
Sore hari
Senja hari
Siang hari
pagi hari
malam
Seminggu sekali sekolah Vinna selalu mengadakan pemeriksaan sebelum upacara bendera. Mulai dari kelengkapan aribut sekolah sampai dengan kuku, rambut, dan baju seragam yang rapi dan bersih. “Vin, kamu mau sekolah atau mau tidur, sih? “tanya Rendy sambil tertawa dan terus memandangi Vinna dengan geli.”Ya sekolah, Ren! Memang kenapa?”Vinna penasaran. “lihat, tuh, kepala anjingnya lucu sekali! Ha….ha….ha….”Angga tergelak melihat Vinna kebingungan. Vinna menundukkan kepala, mencari apa ada yang salah pada dirinya. Dengan terkejut ia melihat sepasang kepala anjing yang menghiasi kakinya. “Ya ampun, aku masih pakai sandal rumah!” seru Vinna.
Suasana yang tergambar dalam kutipan cerita tersebut adalah ...
Menegangkan
mengejutkan
Membingungkan
menggelikan
menakutkan
(1)Kuya dan Bening pun bekerja sama atas ide Kuya. (2)Mereka melakukan atraksi untuk menarik perhatian pengunjung. (3)Pada awalnya, banyak pengunjung yang mendekati Mura dan Muri, tetapi melihat atraksi Bening dan Kuya, pengunjung pun mengalihkan perhatian mereka. (4)Mura dan Muri tidak terima akan hal itu. (5)Tiba-tiba saja, kedua burung merak itu terjatuh ke danau. (6) Mereka bingung dan meminta tolong karena mereka tidak bisa berada di air berlama-lama. Bening dan Kuya yang membantu Mura dan Muri keluar dari danau.
Watak tokoh Bening adalah …
Tidak punya pendirian
Mudah tersinggung
Suka menolong
Pengiri
egosi
Nina datang dua bulan yang lalu dan menempati kamar ketiga asrama. Kutaksir usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Paling-paling hanya terpaut dua tiga tahun di bawahku. Ia tidak secantik Anita dan Tina. Tetapi ia manis dan menarik. Dengan matanya yang selalu beriak dan senyumnya yang tulus. Ia rapi. Bukan saja kamarnya yang selalu tertata, tetapi kata-katanya pun halus dan terjaga. Biasanya setelah membereskan kamarnya, Nina membantu menyapu ruang tamu. Bahkan tidak jarang, Nina membantu mencuci piring di dapur.
Latar kutipan tersebut adalah …
dapur
Kamar
Ruang tamu
Asrama
pekarangan rumah
Adi mendekati Mamahnya yang sedang membaca tabloid perempuan. Adi mendongakkan kepala pada tabloid. Mamah melirik dengan tidak berpaling. Mereka diam beberapa saat.
“Mah…,” kata Adi, suaranya nyaris tak terdengar. Mamah tidak bergeming memang suara Adi tidak terdengar.
“Mah…,” suara Adi agak keras.
“Ya…,” kata mamah dengan tidak bergerak.
“Boleh, ya amah,” kata Adi.
“Adi, kamu sebenarnya mau apa sih? Kuliah dekat, motor ada, kenapa mesti kost,” kata mamah, meletakkan tabloid.
“Walaupun dekat, jalan ke sana macet, Mah,” Adi menyahut.
“Pokonya tidak tetap tidak, kalau kamu maksa lebih baik kamu tidak usah kuliah. Kamu ikut kerja saja dengan Om, Yansen,” bentak ibu.
Adi keluar rumah lalu mengambil motor dan dinyalakan suaranya menggerung-gerung. Lalu motor sudah melesat di jalan raya.
“Adi….Adi…Adi!” teriak mamah dari dalam rumah.
Penyebab konflik pada teks tersebut adalah …
Adi meninggalkan rumah
Mamah menyuruh Adi bekerja
Mamah tidak mengizinkan Adi kost
Keinginan Adi untuk kost
Mamah tidak mau mendengarkan kata-kata Adi.
Hampir setiap hari mataku tak jemu-jemunya menjelajahi media demi media. Malah Suatu ketika temanku bertanya.
“ Sekarang apa kegiatanmu, Deni?”
“Jadi pengamat pers,” lantas kulihat temanku itu keheranan dan takjub.
“Wah, hebat sekali” temanku tampak terkagum-kagum.
“Yah… begitulah, kini aku jadi pengamat pers, spesilisasi lowongan kerja.”
“ha…ha…ha…” seketika itu juga temanku terbahak-bahak dan segera meninju bahuku.
Begitulah dalam masa transisi selepas dari perguruan tinggi, aku berusaha mengubah keprihatinanku dalam mencari kerja, menjadi lelucon semu. Apalagi, di era yang katanya orang globalisasi dan kompetitif dengan lowongan kerja yang semakin sempit ini, aku dituntut mengubah kerenyit dahi menjadi seberkas senyum, jikalau aku tidak ingin dilanda stres yang ujung-ujungnya stroke.
Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran. Atau kalau tidak, aku juga pergi ke kampus, untuk melihat-lihat, barangkali ada info-info penting di sana. Nah, keberuntungan baru berpihak kepadaku rupanya. Di lorong dekat ruang dosen terpampang pengumuman, sebuah instansi membutuhkan dua orang pengawas proyek.
Karakter tokoh Deni yang patut dicontoh yaitu…
A. rajin belajar
B. suka menolong
C.pantang menyerah
D. suka membaca
sombong
Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk …
A. puisi
B. prosa
C. bait
D. baris
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
A. sore hari, terminal
B. siang hari, perjalanan
C. siang hari, terminal
D. pagi hari, rumah
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serba tahu
Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar, pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat darisana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Akubekerja di sebuah laundry.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Waktu bangun pagi-pagi Noerdin merasa badannya kurang enak. Sehari itu ia tidak bekerja dan panasnya amat tinggi. Malamnya makin bertambah juga panasnya, dan ia pun sudahigau-igauan. Lain tidak yang disebutnya ialah Rukmini juga. Besoknya adalah demamnya agakturun sedikit, tetapi bukan main rindunya hendak bertemu Rukmini. Dengan tidak malu lagidisuruhnya jemput Rukmini hari itu juga.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama dan orang ketiga
orang ketiga serba tahu
Perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita disebut dengan ...
alur
latar
tokoh
sudut pandang
amanat
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca
berbagai kerumitan bermunculan
konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca
konflik mencapai sebuah selesaian atau lerai
Berikut yang termasuk unsur ekstrinsik adalah ....
1.2.3
1 dan 3
2 dan 4
4
Semua benar
Berikut merupakan jenis-jenis alur teks cerpen adalah ....
1, 2, 3
1 dan 3
2 dan 4
1 dan 2
Semua benar
Berdasarkan pernyataan tersebut, manakah yang benar….
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan betul, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat
pernyataan betul, alasan salah
pernyataan salah, alasan betul
pernyataan dan alasan, keduanya salah
Tokoh aku dalam kutipan teks cerpen di atas adalah ….
seorang penjual kios
seorang mahasiswa
Bunda
Nanda
Kak Ica
Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
pagi
siang
sore
senja
malam
Watak tokoh Pak Kor baik hati digambarkan melalui ….
tindakan tokoh Pak Kor
ucapan tokoh Pak Kor
perkataan tokoh lain
narasi langsung si penulis
pemikiran tokoh Pak Kor
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan di atas adalah …
Saya mencoba bertanya.
Saya tanya kegiatannya.
Saya coba mendekatinya.
Saya berbicara dengannya.
Saya ingin tahu tentangnya.
Ranum berjalan ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha menghindari genangan air. Sungguh dia tidak ingin seragam batiknya kotor oleh titik-titik air. Apalagi air dari genangan jalan. Warnanya yang kecokelatan pasti akan membekas di seragamnya. Wibawanya sebagai dosen akan turun. Dia sangat peduli dengan penampilan. Seorang dosen harus bersih dan rapi.
Rasanya Ranum tengah berkelana di gurun pasir. Perjalanannya terasa lama. Maklum saja, dia berjalan lambat. Menghindari genangan air yang berhadapan dengannya. Gapura berwarna putih tertancap di matanya. Tujuannya hampir sampai, Balai Desa Tambak.
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Tema kutipan cerita tersebut adalah …
Pantang menyerah menghadapi cobaan hidup.
Perjuangan seseorang agar dihormati masyarakat.
Usaha seseorang untuk mencapai suatu tempat.
Perjuangan seseorang untuk mendapat pengakuan.
Pentingnya menjaga kewibawaan di depan banyak orang.
Ranum berjalan ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha menghindari genangan air. Sungguh dia tidak ingin seragam batiknya kotor oleh titik-titik air. Apalagi air dari genangan jalan. Warnanya yang kecokelatan pasti akan membekas di seragamnya. Wibawanya sebagai dosen akan turun. Dia sangat peduli dengan penampilan. Seorang dosen harus bersih dan rapi.
Rasanya Ranum tengah berkelana di gurun pasir. Perjalanannya terasa lama. Maklum saja, dia berjalan lambat. Menghindari genangan air yang berhadapan dengannya. Gapura berwarna putih tertancap di matanya. Tujuannya hampir sampai, Balai Desa Tambak.
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Tokoh Ranum memiliki watak ….
rajin dan tegas
peduli penampilan
tegas dan sabar
jujur dan bijaksana
tanggung jawab
Ranum berjalan ke kanan dan ke kiri. Dia berusaha menghindari genangan air. Sungguh dia tidak ingin seragam batiknya kotor oleh titik-titik air. Apalagi air dari genangan jalan. Warnanya yang kecokelatan pasti akan membekas di seragamnya. Wibawanya sebagai dosen akan turun. Dia sangat peduli dengan penampilan. Seorang dosen harus bersih dan rapi.
Rasanya Ranum tengah berkelana di gurun pasir. Perjalanannya terasa lama. Maklum saja, dia berjalan lambat. Menghindari genangan air yang berhadapan dengannya. Gapura berwarna putih tertancap di matanya. Tujuannya hampir sampai, Balai Desa Tambak.
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Kepedulian tokoh Ranum terhadap masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.
Kekhawatiran tokoh Ranum terhadap pakaiannya jika terkena air genangan.
Ketidakhadiran tokoh Ranum dalam perhelatan menimbulkan masalah besar.
Ketulusan hati tokoh Ranum saat membantu warga kampung yang kesulitan.
Ketidakpiawaian tokoh Ranum dalam menghindari banyak genangan air di jalan.
Aku segera bersiap memakai seragam setelah mandi. Listrik di rumah masih belum menyala akibat petir semalam. Tapi untungnya rumahku memiliki penampungan air sehingga aku tetap bisa mandi walaupun tidak ada listrik. Aku cukup bersemangat untuk memulai latihan pertama ini. Namun, aku mendapat berita yang mengejutkan di sekolah. Pak Bani, guru bahasa Indonesia sekaligus sutradara kami tiba-tiba menghilang. “Kata istrinya, Pak Bani menghilang saat membeli sesuatu ke warung. Katanya sih, dia tidak kunjung kembali setelah berjam-jam meninggalkan rumah. Padahal warungnya cukup dekat dengan rumah. Bahkan, sampai menjelang pagi ini pun dia belum kembali,” kata Pak Rudi.
“Pak Bani menghilang tadi malam?” tanyaku pada Farid yang kebetulan berada di sampingku.
“Mungkin,” jawabnya.
“Tadi malam itu, hujan sangat lebat dan banyak petir. Apa mungkin dia mengalami kecelakaan?”
“Kalau memang benar kecelakaan, pasti jasadnya sudah ditemukan.”
“Benar juga.”
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Latar kutipan cerpen tersebut adalah ….
di rumah, pagi hari, gelisah
di rumah, siang hari santai
di sekolah, pagi hari, cemas
di sekolah, siang hari, senang
di sekolah, sore hari, gelisah
Aku segera bersiap memakai seragam setelah mandi. Listrik di rumah masih belum menyala akibat petir semalam. Tapi untungnya rumahku memiliki penampungan air sehingga aku tetap bisa mandi walaupun tidak ada listrik. Aku cukup bersemangat untuk memulai latihan pertama ini. Namun, aku mendapat berita yang mengejutkan di sekolah. Pak Bani, guru bahasa Indonesia sekaligus sutradara kami tiba-tiba menghilang. “Kata istrinya, Pak Bani menghilang saat membeli sesuatu ke warung. Katanya sih, dia tidak kunjung kembali setelah berjam-jam meninggalkan rumah. Padahal warungnya cukup dekat dengan rumah. Bahkan, sampai menjelang pagi ini pun dia belum kembali,” kata Pak Rudi.
“Pak Bani menghilang tadi malam?” tanyaku pada Farid yang kebetulan berada di sampingku.
“Mungkin,” jawabnya.
“Tadi malam itu, hujan sangat lebat dan banyak petir. Apa mungkin dia mengalami kecelakaan?”
“Kalau memang benar kecelakaan, pasti jasadnya sudah ditemukan.”
“Benar juga.”
Dikutip dari: Cerpen Perempuan Penjaga Hujan
Pertanyaan:
Nilai kehidupan yang sesuai dengan cepen tersebut adalah …
Berilah bantuan saat orang di sekitar kita terkena musibah.
Pedulilah dengan nasib orang-orang yang ada di sekitar kita.
Taat dan patuhi nasihat yang disampaikan orang tua atau guru kita.
Bertanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaan yang kita terima.
Jagalah hubungan baik dengan semua yang ada di sekitar kita.
Masih subuh, saat akan bersiap ke kebun, Sabang menghampiri ibunya, di depan rumah. Kakek minum kopi di teras.
“Ke mana saja ko? Kenapa tidak pernah datang? Mau ke mana lagi?” tanya Kakek melambai pada Sabang.
“Saya mau pindah ke Ratte. Tak ada lagi yang sanggup saya bikin di sini, rumah kita juga sudah berubah,” ujar Sabang menahan isak. Ia menggendong ransel. Di motornya ada satu tas besar lagi, dipegang oleh Sarti, istri Sabang. Ia akan tinggal di kampung istrinya di Ratte, letaknya di balik bukit. Di sana ia bisa tetap tinggal di rumah panggung, terhindar dari tekanan untuk mengubah rumahnya menjadi rumah batu.
“Rumahmu ini bagaimana? Kami bagaimana?” tanya Kakek, melonjak dari duduknya, kaget saat Sabang memutuskan pergi.
“Tak apa. Rumah saya berikan pada Darman untuk anaknya, mau dijadikan rumah batu juga. Semuakan sudah aman dalam rumah batu. Lenyap kenangan kita, hilang juga saya,” jawab Sabang menghidupkan motornya. Ia berlalu, sedih.
Dikutip dari: Cerpen Rumah Batu Kakek Songkok
Pertanyaan:
Tokoh Sabang dalam kutipan tersebut memiliki watak adalah ….
pemurah
penyabar
pemarah
pendiam
penyayang
Masih subuh, saat akan bersiap ke kebun, Sabang menghampiri ibunya, di depan rumah. Kakek minum kopi di teras.
“Ke mana saja ko? Kenapa tidak pernah datang? Mau ke mana lagi?” tanya Kakek melambai pada Sabang.
“Saya mau pindah ke Ratte. Tak ada lagi yang sanggup saya bikin di sini, rumah kita juga sudah berubah,” ujar Sabang menahan isak. Ia menggendong ransel. Di motornya ada satu tas besar lagi, dipegang oleh Sarti, istri Sabang. Ia akan tinggal di kampung istrinya di Ratte, letaknya di balik bukit. Di sana ia bisa tetap tinggal di rumah panggung, terhindar dari tekanan untuk mengubah rumahnya menjadi rumah batu.
“Rumahmu ini bagaimana? Kami bagaimana?” tanya Kakek, melonjak dari duduknya, kaget saat Sabang memutuskan pergi.
“Tak apa. Rumah saya berikan pada Darman untuk anaknya, mau dijadikan rumah batu juga. Semuakan sudah aman dalam rumah batu. Lenyap kenangan kita, hilang juga saya,” jawab Sabang menghidupkan motornya. Ia berlalu, sedih.
Dikutip dari: Cerpen Rumah Batu Kakek Songkok
Pertanyaan:
Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
Subuh, di kebun, suasana sedih dan kecewa
Subuh, di depan rumah, suasana sepi dan bahagia
Subuh, di depan rumah, suasana sedih dan kecewa
pagi hari, di kebun, suasana sedih dan kecewa
pagi hari, di depan rumah, suasana terharu dan senang
Masih subuh, saat akan bersiap ke kebun, Sabang menghampiri ibunya, di depan rumah. Kakek minum kopi di teras.
“Ke mana saja ko? Kenapa tidak pernah datang? Mau ke mana lagi?” tanya Kakek melambai pada Sabang.
“Saya mau pindah ke Ratte. Tak ada lagi yang sanggup saya bikin di sini, rumah kita juga sudah berubah,” ujar Sabang menahan isak. Ia menggendong ransel. Di motornya ada satu tas besar lagi, dipegang oleh Sarti, istri Sabang. Ia akan tinggal di kampung istrinya di Ratte, letaknya di balik bukit. Di sana ia bisa tetap tinggal di rumah panggung, terhindar dari tekanan untuk mengubah rumahnya menjadi rumah batu.
“Rumahmu ini bagaimana? Kami bagaimana?” tanya Kakek, melonjak dari duduknya, kaget saat Sabang memutuskan pergi.
“Tak apa. Rumah saya berikan pada Darman untuk anaknya, mau dijadikan rumah batu juga. Semuakan sudah aman dalam rumah batu. Lenyap kenangan kita, hilang juga saya,” jawab Sabang menghidupkan motornya. Ia berlalu, sedih.
Dikutip dari: Cerpen Rumah Batu Kakek Songkok
Pertanyaan:
Kutipan cerpen tersebut menceritakan ….
Kebahagiaan seorang kakek karena sudah berhasil merenovasi rumah panggungnya menjadi rumah batu yang lebih modern.
Kekesalan seorang tokoh Darman kepada tokoh Sabang karena telah meninggalkan kedua orang tuanya.
Kesedihan seorang istri karena tidak disetujui suaminya untuk pulang ke kampung halamannya.
Kekecewaan seorang ibu karena anak yang selama ini ia besarkan dengan kasih sayang justru meninggalkannya.
Kekecewaan tokoh Sabang karena rumah panggung yang penuh kenangan bersama keluarganya diubah menjadi rumah batu.
Urutan kalimat yang tepat adalah ….
1)-2)-3)-4)-5)-6)
1)-2)-4)-3)-5)-6)
1)-2)-5)-4)-3)-6)
1)-3)-2)-4)-5)-6)
1)-3)-2)-5)-4)-6)
Malam gelap dan sunyi. Udara yang basah memantulkan cahaya lemah sisa-sisa lampu jalanan. Tidak semua tiang listrik ada lampunya, karena kami, anak-anak yang gagah perkasa, sering menjadikannya sasaran untuk menguji kemahiran menggunakan ketapel. Tentu, kami semua ingin menjadi Wiro Tarzan Indonesia.
(dikutip dari Cerpen Setan Becak)
Pertanyaan:
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian ….
pengenalan situasi
pengungkapan peristiwa
menuju konflik
puncak konflik
penyelesaian
Dia melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri.
Kalimat di atas menggunakan majas...
Litotes
Hiperbola
Personifikasi
Pleonasme
Sinisme
Perhatiakan kutipan cerpen berikut!
“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak, diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah…..
sebagai manusia harus saling tolong-menolong
seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam
mengatasi permasalahan hidup
Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya
guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
sayang dalam mendidik
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
pemberani
baik
egois
sombong
baik hati
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios.Kami memulai berbisnis pakaian.Tidak kusangka usaha itu menghasilkan yang gemilang.
Amanat yang tidak sesuai dengan penggalan cerpen di
atas adalah …
Tekunlah dalam setiap pekerjaan, niscaya menuai hasilnya
Uang bukanlah penentu keberhasilan seseorang
Bekerjasamalah dengan baik dan jujur dalam melakukan
sebuah pekerjaan
Berdoa adalah penentu kesuksesan seseorang
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.
Mama yang berpikiran modern menyetujui hubungan Handoko.
