Worksheetspaket 4
Total questions: 75
Worksheet time: 38mins
Guru dalam menentukan kriteria kualifikasi kemampuan lulusan baik sikap, pengetahuan, dan keterampilan harus berpedoman pada ....
Standar Kompetensi Lulusan
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Manakah di antara pernyataan berikut yang tidak tepat terkait dengan kompetensi inti adalah ..
kompetensi inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi kompetensi dasar
semua kompetensi inti harus dicapai melalui pembelajaran langsung
kompetensi inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
kompetensi inti dapat dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler
Proses pembelajaran dalam mencapai Kompetensi Lulusan pada
dimensi pengetahuan dapat diperoleh melalui
mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi
mengetahui, memahami, mencoba, mengolah, dan menganalisis
menerima, memahami, menerapkan, menyajikan, dan mengomunikasikan
mengetahui, memahami, menerapkan, menalar, dan mengomunikasikan
Proses pembelajaran dalam mencapai Kompetensi Lulusan pada dimensi sikap diperoleh melalui
menerima, mengetahui, memahami, menerapkan, dan meng- analisis
menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan meng- amalkan
menerima, memahami, menerapkan, menyajikan, dan mengo-munikasikan
mengetahui, memahami, menerapkan, menalar, dan mengo- munikasikan
Proses dalam mencapai Kompetensi Lulusan pada dimensi keterampilan diperoleh melalui
mengamati - menerima - mengetahui - memahami - menerapkan - menganalisis - mengomunikasikan
mengetahui - menerima - menjalankan - menghargai - menghayati - mengamalkan - mengomunikasikan
mengamati - menanya - mencoba dan mengolah - menalar - mencipta - menyajikan - mengomunikasikan
mengetahui - menerima - memahami - menerapkan - menalar -mengomunikasikan
"Menjelaskan hubungan antara koefisien dan diskriminan fungsi kuadrat dengan grafiknya", merupakan salah satu rumusan kompetensi dasar untuk mencapai kompetensi inti
spiritual
sosial
pengetahuan
keterampilan
Ada beberapa prinsip umum pembelajaran yang harus kita terapkan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pernyataan berikut ini yang tidak termasuk sebagai prinsip umum pembelajaran adalah
dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi
pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai pembelajar sampai pada jenjang tertentu
pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas
dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar
Ada beberapa prinsip umum pembelajaran yang harus kita terapkan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pernyataan berikut ini yang tidak termasuk sebagai prinsip umum pembelajaran adalah
dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu
dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif
dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu
pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa disesuaikan kondisi sekolah
Salah satu prinsip penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (PP) adalah pemberian umpan balik dan tindak lanjut. Pernyataan berikut ini yang sesuai dengan prinsip tersebut adalah
RPP memuat rancangan program pengayaan dan remedi
RPP memuat rancangan program pengayaan
RPP memuat rancangan program remedi
RPP memuat rancangan program penguatan
Salah satu prinsip penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah pengembangan budaya membaca dan menulis.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan prinsip tersebut adalah
RPP memuat kegiatan yang memupuk kegemaran membaca
RPP memuat kegiatan yang mendukung kemampuan berekspresi dalam berbagai tulisan
RPP semua mata pelajaran tidak harus memuat kegiatan yang mendukung kemampuan berekspresi dalam berbagai tulisan
RPP memuat kegiatan yang mendukung kemampuan memahami beragam bacaan
RPP hendaknya memperhatikan kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Prinsip penyusunan RPP yang sesuai dengan hal tersebut adalah
berpusat pada siswa
mengakomodasi perbedaan individual siswa
mendorong partisipasi aktif siswa
mengembangkan budaya membaca dan menulis
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. Prinsip penyusunan RPP yang sesuai dengan hal tersebut adalah
pemberian umpan balik dan tindak lanjut
mengakomodasi perbedaan individu siswa
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
berpusat pada siswa
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri atas beberapa komponen yang muatannya saling berhubungan. Muatan indikator pencapaian kompetensi utamanya berhubungan dengan muatan
alokasi waktu
sumber belajar
media pembelajaran
Kompetensi Dasar
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdiri atas beberapa komponen yang muatannya saling berhubungan. Muatan media pembelajaran utamanya berhubungan dengan muatan
sumber belajar
alokasi waktu
kegiatan pembelajaran
penilaian hasil pembelajaran
Pasangan komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
berikut ini yang muatannya berhubungan paling kuat adalah
KD dan indikator pencapaian kompetensi
KD dan alokasi waktu
KD dan media pembelajaran
KD dan penilaian hasil pembelajaran
Pasangan komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
berikut ini yang muatannya berhubungan paling kuat adalah
alokasi waktu dan indikator pencapaian kompetensi
alokasi waktu dan langkah kegiatan pembelajaran
alokasi waktu dan sumber belajar
alokasi waktu dan penilaian hasil pembelajaran
Berikut ini yang tidak termasuk bentuk penilaian non-autentik yaitu
unjuk kerja
tes
ulangan
ujian
Pengertian objektif pada prinsip umum penilaian hasil belajar adalah
penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur
penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya
penilaian didasarkan pada ketercapaian tujuan
penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai
Berikut ini yang bukan merupakan tuiuan penilaian hasil belajar oleh pendidik yaitu
menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi
menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi
mengetahui tingkat penguasaan sikap
memperbaiki proses pembelajaran
Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan adalah prinsip umum penilaian yang dikenal dengan istilah
beracuan norma
beracuan kriteria
terpadu
holistik
Dari hasil penilaian proses dan hasil belajar matematika, diketahui bahwa semua peserta didik melampaui KKM. Tindakan yang perlu dilakukan oleh seorang guru selanjutnya adalah
mempertahankan metode pembelajaran yang telah digunakan untuk seluruh kegiatan pembelajaran selanjutnya
mendeteksi faktor utama penyebab keberhasilan pembelajaran yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kegiatan pengayaan
merevisi penilaian proses belajar matematika yang menyebabkan peserta didik mudah melampaui KKM
memberikan pilihan kepada peserta didik untuk mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan pengayaan
Agar dapat mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar di sekolah, maka harus dilaporkan data hasil penilaian kepada semua pihak di bawah ini, kecuali
kepala sekolah
wali kelas
masyarakat sekitar sekolah
komite sekolah
Bentuk-bentuk pelaksanaan remedial antara lain adalah
pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda
belajar kelompok
belajar mandiri
pembelajaran berbasis temapembelajaran berbasis tema
Hasil ulangan akhir semester yang terdiri atas 40 siswa, diperoleh hasil sebagi berikut: sebanyak 24 orang memperoleh nilai 70 ke atas, sebanyak 10 orang memperoleh nilai antara 50 sampai dengan 70, yang lain memperoleh nilai 50 ke bawah, jika nilai KKM adalah 70, maka persentase siswa yang belum lulus adalah
40%
60%
15%
25%
Instrumen penilaian yang paling tepat digunakan untuk menilai keterampilan siswa dalam memecahkan masalah secara tertulis pada topik perbandingan di Kelas VII SMP adalah
lembar penilaian diri dengan lembar pengamatan
daftar pertanyaan untuk wawancara dan lembar pengamatan
soal uraian tentang perbandingan dan lembar penilaian diri
soal uraian tentang perbandingan dan daftar pertanyaan untuk wawancara
Dari hasil penilaian dan evaluasi proses pembelajaran diperoleh data bahwa siswa kelas VII SMP yang belum tuntas sebanyak 5%, maka program remedial yang sesuai adalah
memberikan tugas-tugas matematika yang dikerjakan secara
berkelompok pada siswa yang belum tuntas memberikan pembelajaran ulang matematika secara Klasikal dengan metode dan media yang berbeda bagi siswa yang belum tuntas
memberikan tugas matematika secara perorangan yang dikerjakan secara mandiri di rumah bagi siswa yang belum tuntas
memberikan bimbingan matematika perorangan secara khusus untuk siswa yang belum tuntas
Siswa kelas VIII belajar tentang; "Menghitung Keliling dan Luas Lingkaran". Siswa melakukan kegiatan: 1) menemukan rumus keliling dan luas lingkaran, 2) menghitung keliling dan luas lingkaran.
Kemampuan siswa setelah mengikuti proses belajar tersebut yang tidak penting dinilai adalah
menuliskan rumus keliling dan luas lingkaran
menjelaskan teknis bekerja dalam menghitung keliling dan luas lingkaran
menjelaskan makna dari rumus keliling dan luas lingkaran
menentukan keliling dan luas lingkaran menggunakan rumus yang telah ditemukan
Pernyataan tentang pengolahan hasil penilaian sikap berikut ini yang tepat adalah
data hasil penilaian sikap diperoleh dari guru BK dan wali kelas
guru mata pelajaran tidak perlu menilai sikap siswa ketika siswa belajar di kelas
data hasil penilaian sikap diperoleh dari guru BK, guru mata pelajaran dan wali kelas
hanya wali kelas yang berkewajiban menyusun deskripsi perkembangan sikap siswa
Data penilaian proses pembelajaran bermanfaat dalam
mengetahui pendapat dan aspirasi siswa terkait proses pembelaiaran
memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
melakukan diagnosis kesulitan belajar yang dialami siswa
memperbaiki soal-soal yang telah diberikan kepada siswa
Bentuk pelaksanaan remidi yang bisa dilakukan antara lain.
belajar kembali dengan tutor sebaya
belajar kembali secara mandiri
belajar kembali dalam kelompok
belajar berbasis
Penilaian perkembangan sikap siswa dilaporkan dalam bentuk
deskripsi
nilai angka
predikat
predikat dan deskripsi
Alat evaluasi digolongkan menjadi dua jenis yaitu
tes dan nontes
tes kemampuan dan tes pencapaian
tes terstandar dan kecepatan
tes tertulis dan dan tes lisan
Instrumen penilaian yang paling tepat digunakan untuk menilai
keterampilan siswa dalam menggambar grafik adalah
angket penilaian antarteman
lembar penilaian diri
lembar pengamatan
soal uraian
Mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi, disebut
objektivitas
praktikabilitas
reliabilitas
validitas
Validitas yang berkenaan dengan aspek sikap, kepribadian, motivasi, minat, bakat termasuk ke dalam
contruct validity
content validity
face validity
criterion related validity
Sebuah butir soal menyatakan seberapa jauh kemungkinan butir soal tersebut mampu membedakan antara siswa yang mengetahui jawabannya dengan benar dengan siswa yang tidak dapat menjawab soal tersebut disebut
daya pembeda
reliabilitas
objektivitas
validitas
Penyusunan spesifikasi tes tidak mencakup kegiatan
menentukan panjang tes
menentukan tujuan tes
menulis soal tes
menyusun kisi-kisi tes
Hal yang perlu dilakukan sebelum Anda dapat memperbaiki soal jika ternyata dalam pembuatannya masih ditemukan kekurangan atau kesalahan adalah
menyusun kisi-kisi
menulis soal
menentukan bentuk tes
menelaah soal
Merujuk pada dimensi kognitif dari revisi Taksonomi Bloom, yang termasuk dalam kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) adalah
remember, understand, apply
understand, apply, analyze
analyze, synthesize, create
apply, create, understand
Keterampilan berpikir dalam pembelajaran matematika yang mendukung HOTS yang berupa keterampilan dalam menggambarkan kesimpulan dari bukti, fakta ataupun asumsi, serta dengan melibatkan pengembangan argumen logis yang mengarah pada kesimpulan disebut
reasoning skills
communicating skills
conceptualizing skills
problem solving skills
Berikut ini merupakan karaktersitik soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), kecuali
non-algoritmik, kompleks, diperoleh berbagai solusi, melibatkan ketidakpastian
non-routine problem, kontekstual, melibatkan antardisiplin ilmu, kontekstual
selalu soal cerita, bukan pilihan ganda, open-ended problem, dan bentuk komputasi
melibatkan proses kognitif dasar untuk menggeneralisasi dan mengorganisasi informasi, keterampilan analisis dan sintesis, serta serta proses kreativitas dan evaluasi
Salah satu keterampilan proses berpikir dalam pembelaiaran matematika mendukung HOTS yang bentuk keterampilannya mengorganisasi atau mere-organisasi pengetahuan melalui pemahaman atau berpikir tentang suatu pengalaman agar supaya terbentuk pola atau ide abstrak dan menggeneralisasikannya dari pengalaman khusus, disebut
inquiring skills
conzeptualizing skills
reasoning skills
communicating skills
Salah satu rambu-rambu dalam menyusun soal HOTS adalah keberfungsian stimulus. Berikut adalah kriteria stimulus yang baik, kecuali
mengantar pada pertanyaan
secara faktual benar
substantif menarik dibaca
parsial dalam sajian
Kriteria yang harus dipenuhi dalam penggunaan alat peraga adalah sebagai berikut, kecuali
cocok dengan materi pelajaran
cocok dengan strategi pembelajaran
harus dapat berfungsi ganda
sesuai tujuan pembelajaran matematika
Karakter positif yang tidak dapat dikembangkan melalui pemanfaatan media pembelajaran kerangka bangun ruang dalam membelajarkan kompetensi mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang adalah
keterampilan dalam membuat keputusan
ketepatan dalam membuat kesimpulan
ketelitian dalam melakukan pengamatan
kehati-hatian dalam menggunakan
Dalam pemilihan media pembelajaran, guru perlu mempertimbangkan hal-hal berikut, kecuali
kualitas fisik media
kualitas foto media
kuantitas media
ukuran media
Tujuan utama guru melakukan kegiatan refleksi terhadap pembelajaran adalah untuk
melakukan peningkatan nilai KKM
melakukan program remedial dan pengayaan
memperbaiki kinerja guru dalam pembelajaran
memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran
Salah satu teknik kegiatan refleksi dalam pembelajaran adalah penilaian guru oleh perserta didik dengan tujuan untuk
mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran
mendiagnosis kesulitan belajar siswa selama proses pembelajaran
mengetahui sejauh mana siswa memahami konsep yang telah dipelajari
mengetahui kesesuaian strategi pembelajaran yang dilaksanakan terhadap kemauan belajar siswa
Siswa yang sudah berusaha keras mempelajari materi pembelajaran, namun tetap kurang menguasai materi. Siswa tersebut mengalami kesulitan belajar karena faktor
fisiologis
pedagogis
emosional
intelektual
Perasaan lega atau bahkan sorak sorai pada saat bel berbunyi pada akhir jam pelajaran matematika adalah salah satu indikasi adanya kesulitan belajar siswa yang disebabkan oleh faktor
sosial
fisiologis
pedagogis
intelektual
Guru telah melaksanakan pembelajaran topik barisan dan deret, dan ia mendapatkan cukup banyak siswa yang belum dapat mengidentifikasi konsep tersebut pada situasi nyata dari refleksi proses pembelajaran dan hasil tes formatif. Refleksi yang perlu dilakukan guru untuk meningkatkan kompetensi profesionalnya adalah
melakukan remidi tes formatif dengan soal berbeda
mengulang pembelajaran barisan dan deret bagi yang kesulitan
menerapkan strategi pembelajaran dikaitkan situasi nyata
menggunakan alat peraga barisan dan deret
Jika hasil evaluasi pembelajaran menunjukkan sebagian besar siswa mengalami kesulitan sehingga masih dibawah nilai KKM, maka bentuk pembelajaran remidi yang paling cocok adalah
pembelajaran remidi dengan tutor sebaya secara klasikal
pembelajaran remidi secara klasikal terkait konsep yang sulit
memberikan tugas-tugas terkait kompetensi secar berkelompok
bimbingan secara privat kepada semua siswa yang mengalami kesulitan
Langkah awal pembelajaran remidi yang harus dilakukan guru adalah
menganalisis hasil ulangan harian yang telah dilakukan
memberikan tugas tambahan kepada siswa yang nilainya kurang dari KKM
mengidentifikasi kesalahan siswa mengerjakan tugas yang diberikan
menganalisis nilai ulangan mana yang kurang dari KKM dan mana yang lebih
Pembelajaran pengayaan adalah pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berkompetisi dalam belajar
mendapatkan nilai lebih baik
mengembangkan keterampilan
menambah materi baru
Pengertian kelas dalam PTK adalah sekelompok peserta didik yang sedang belajar. Adapun komponen dalam sebuah kelas yang dapat dikaji melalui penelitian tindakan antara lain sebagai berikut, kecuali
guru
siswa
materi pelajaran
hasil pembelajaran
Apabila dikaitkan dengan tanggung jawab guru terhadap pembelajaran, PTK dapat membantu guru untuk
mengatasi masalah siswa
mengatasi masalah siswamemperbaiki pembelajaran
berkolaborasi dengan guru lain
berkembang secara profesional
Berikut ini yang bukan merupakan rumusan masalah PTK adalah
Bagaimanakah pengorganisasian tugas terstruktur dan kuis yang dapat mengoptimalisasikan pembelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMP?
Apakah penerapan model pembelajaran problem based instruction dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran materi pokok bangun datar dan bangun ruang di SMP?
Bagaimanakah penerapan model pembelajaran problem based instruction yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran materi pokok permutasi dan kombinasi di SMP?
Apakah terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran open ended ditinjau dari kreativitas belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika pada materi pokok statistika di SMA Negeri 5 Garut?
Berikut ini termasuk karakteristik PTK, kecuali
fokus pada perbaikan tindakan pada pembelajaran
untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran
sampel penelitian adalah kelas dan populasinya sekolah
masalah pembelajaran yang dipecahkan, penting dan mendesak
Pernyataan terkait pelaksanaan PTK yang tidak benar adalah
siklus dilakukan selama relevan dengan perbaikan tindakan
pelaksanaan tindakan dapat dilakukan simultan dengan pengambilan data
tindakan dalam PTK dapat dilakukan oleh peneliti yang bukan guru
perbaikan tindakan dapat dilakukan selama siklus berlangsung
Berikut ini masalah yang dapat dan lebih tepat dipecahkan dengan PTK untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah
mengatasi kecurangan siswa dalam uiian
memperbaiki penerapan metode pembelajaran
memperbaiki nilai prestasi siswa
menertibkan penggunaan fasilitas kelas
Perbedaaan pokok antara model PTK dari Kurt Lewin dan dari Kemmis & McTaggart adalah
pada model Kemmis & Taggart, tindakan (acting) dan pengamatan (observing) berbarengan
pada model Kurt Lewin, siklus dilakukan terus-menerus tak terbatas
pada model Kemmis & Taggart, siklus maksimal dilakukan 4 kali
pada model Kurt Lewin, bisa dimulai dari tindakan (acting)
Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika, beberapa tindakan berikut relevan, kecuali
menerapkan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan masalah yang disesuaikan karakteristik siswa
menerapkan cara menjawab soal yang menuntut siswa untuk menerapkan keterampilan memecahkan masalah
menggunakan lembar kerja yang sarat dengan soal-soal pemecahan masalah secara bergradasi
memanfaatkan alat peraga matematika yang relevan dengan satu atau lebih masalah matematika
Instrumen yang selalu diperlukan dalam PTK adalah, kecuali
soal tes formatif
pedoman observasi
pedoman wawancara
rencana pembelajaran
Berikut ini salah satu komponen perbedaan antara proposal dan laporan PTK adalah ...
rumusan masalah
tinjauan teori
dokumentasi
rencana pembelajaran
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan dalam laporan PTK terkait dengan prinsip pelaksanaan PTK adalah
tidak melampirkan izin kegiatan penelitian
tidak melaporkan statistik deskriptif nilai prestasi
tidak melampirkan foto kegiatan pelaksanaan PK
tidak melaporkan perbaikan dan tindakan yang dihasilkan PTK
Kegiatan asesmen untuk siswa SD sebagian besar dilakukan dengan cara
melakukan tanya jawab secara langsung dengan anak
memberikan tes, baik sifatnya informal maupun yang formal
mengamati kegiatan memecahkan yang dilakukan siswa
semuanya jawaban benar
Inovasi merupakan suatu perubahan baru yang secara kualitatif berbeda dengan yang ada sebelumnya, disengaja, untuk meningkatkan kemampuan dalam mencapai tujuan. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh
Santosa S. Hamidjaja
Mattew B. Milers
Sumantri Mulyani
Rabbin
Kemampuan siswa yang perlu dipertimbangkan ketika menerapkan teknik penilaian proyek adalah kemampuan.
berpikir ilmiah, mulai dari penentuan topik, melakukan
pengamatan, hingga penulisan laporan
mendesain hasil karya
menilai hasil karya secara analitis dan holistik
Fungsi penilaian kelas antara lain adalah
menggambarkan penguasaan kompetensi siswa
memberikan umpan balik secara berkesinambungan
mempertimbangkan kebutuhan khusus peserta didik
meningkatkan mutu proses pembelajaran seefektif mungkin
Proses komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dimana penerima pesan dan pengirim pesan mempunyai latar belakang berbeda, baik dari latar belakang sosial budaya, agama, pendidikan, karakteristik lain disebut
heterofil
homofil
holomofil
homogen
Melakukan kajian terhadap kemungkinan pro-kontra tau kajian terhadap masyarakat yang menerima atau menolak, merupakan adopsi inovasi pada tahap
design
evaluation
trial
awareness interest
Unsur yang menentukan perkembangan fisik motorik anak adalah
organ, saraf, dan otak
otot, badan, dan otak
otot, saraf, dan otak
otot, saraf, dan pikiran
Rambu-rambu penilaian kelas yang perlu ditaati guru ketika melaksanakan penilaian adalah
fokuskan pada satu strategi penilaian
gunakan satu teknik penilaian tertentu
padukan penilaian dengan kegiatan belajar mengajar
gunakan format tertentu untuk mencatat hasil belajar siswa
Pada sebuah rancangan pembelajaran (RPP) tertulis contoh rumusan indikator kompetensi yaitu “menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras”, jika seorang pendidik akan menyusun menjadi tujuan pembelajaran maka rumusan yang tepat adalah
Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui praktik, siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras berupa komponen input, proses dan output
Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui diskusi, siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras secara benar
Siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras berupa komponen input, proses dan output secara benar
Menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras komponen input, proses dan output tanpa melihat catatan
Pada saat menyusun perencanaan pembelajaran pokok materi tentang Unggas, seorang guru merumuskan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendefinisikan hewan unggas, mengelompokan dan membedakan jenis-jenis unggas. Adapun pilihan strategi pembelajaran untuk menjelaskan materi kepada siswa tersebut yaitu strategi pembelajaran deduktif. Mendasarkan tujuan dan strategi pembelajaran tersebut mencerminkan ragam pengetahuan yang jenisnya
Fakta
Prosedur
Keterampilan
Konsep
