wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 3 Sindo Kelas XII IPA

Total questions: 35

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Gunting Syafruddin itu adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafruddin Prawiranegara, saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kebijaksaan ini diluncurkan pada masa …..

 

a)
Kabinet Hatta II
b)
Kabinet Ali Sastroamijoyo II
c)
Kabinet Juanda
d)
Kabinet Burhanudin Harahap
e)
Kabinet Ali Sastroamijoyo I
2.

  Perhatikan narasi di bawah ini.

·        Untuk memperbaiki perekonomian Indonesia sekitar tahun 1950 akibat agresi militer pada 1947 dan 1949, yang mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi Indone sia menjadi berat.

·        Memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia yang memburuk, di mana jumlah uang yang beredar tidak sebanding dengan jumlah barang yang ada saat itu.

Coba kamu selidiki narasi di atas adalah ……

a)
solusi dari hambatan yang ada pada Program Benteng
b)
alasan dari diadakannya nasionalisasi De Javasche Bank
c)
solusi dari hambatan yang ada pada Sistem Ali Baba
d)
solusi dari hambatan yang ada pada Finansial Ekonomi
e)
alasan dari diadakannya Kebijakan Gunting Syafrudin
3.

Perhatian terhadap perkembangan dan pembangunan ekonomi dicurahkan oleh Soemitro Djojohadi- kusumo. Ia berpendapat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi baru. Soemitro mencoba mempraktikkan pemikirannya tersebut pada sektor perdagangan. Ia berpendapat bahwa pembangunan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari kelas ekonomi menengah pribumi yang kuat.

Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus sesegera mungkin menumbuhkan kelas pengusaha pribumi, karena pengusaha pribumi pada umumnya bermodal lemah, pemerintah berkeinginan  membantu dan membimbing para pengusaha tersebut dengan bimbingan konkret dan bantuan pemberian kredit. Jika usaha ini berhasil maka secara bertahap pengusaha pribumi akan dapat berkembang maju dan tujuan

mengubah struktur ekonomi kolonial di bidang perdagangan akan berhasil.

Gagasan Soemitro kemudian dituangkan dalam program Kabinet Natsir dalam wujud pencanangan Rencana Urgensi Perekonomian (RUP) yang sering disebut juga dengan Plan Soemitro. Wujud dari RUP tersebut kemudian dicanangkan dalam bentuk program perbaikan ekonomi yaitu ….

a)
Nasonalisasi de Javasche Bank
b)
Program Benteng
c)
Sistem ekonomi Ali-Baba
d)
Finasial Ekonomi
e)
Gunting Syafrudin
4.

Pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap, Indonesia mengirim delegasi ke Belanda dengan misi merundingkan masalah Finansial Ekonomi (Finek).

Perundingan ini dilakukan pada tangal 7 Januari 1956. Rancangan persetujuan Finek yang diajukan Indonesia terhadap pemerintah Belanda adalah sebagai berikut… (Ada 3 opsi jawaban)

a)

Pembatalan Persetujuan Finek hasil KMB

b)

Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan bilateral

c)

Hubungan finek didasarkan atas undang-undang Nasional, tidak boleh diikat oleh perjanjian lain.

d)

Menuntut pembubaran Uni Indonesia-Belanda

e)

Penjadwalan ulang hutang Indonesia

5.

Gunting Syafruddin itu adalah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Syafruddin Prawiranegara, saat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada masa Kabinet Hatta II. Kebijakan Gunting Syafruddin merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki perekonomian Indonesia sekitar tahun 1950 akibat agresi militer pada 1947 dan 1949, yang mengakibatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi berat. 

Menteri Keuangan saat itu Syafruddin Prawiranegara, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan RIS Nomor PU I, melakukan tindakan pemotongan uang. Hal ini dilakukan untuk menanggulangi defisit anggaran sebesar ....

  

a)
2,8 trilyun
b)
5,1 Miliar
c)
2,1 trilyun
d)
200 juta
e)
1,5 trilyun
6.

Kebijakan ekonomi Gunting Syafruddin tidak hanya memangkas setengah dari nilai mata uangnya, tetapi juga dengan cara memotong fisik uang kertas tersebut menjadi dua bagian. Pada saat itu mata uang yang digunting adalah … (Ada 2 opsi jawaban)

a)

mata uang NICA

b)

mata uang de Javasche

c)

mata uang ORI (Oeang Republik Indonesia)

d)

   mata uang Yen Jepang

e)

mata uang Dollar Amerika

7.

Pada kebijakan Gunting Syafrudin yang digunting adalah pecahan 5 gulden ke atas. Guntingan yang sebelah kiri, masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Misal sewaktu membeli sayuran, kita membayarnya dengan uang guntingan sebelah kiri. Sedangkan yang sebelah kanan dapat ditukar dengan ….

  

a)
deviden
b)
sukuk
c)
reksadana
d)
saham
e)
obligasi negara
8.

Salah satu tujuan dari Gunting Syafrudin adalah penggantian mata uang yang bermacam-macam dengan mata uang baru. Kamu identifikasi jenis uang beredar pada awal tahun 1950an. (Ada 3 opsi jawaban)

        

a)

Mata uang NICA

b)

Mata uang de Javasche Bank

c)

Mata uang ORI (Oeang Republik Indonesia)

d)

Mata uang Yen Jepang

e)

Mata uang dollar Amerika

9.

  Program Benteng , juga dikenal sebagai kebijakan Benteng , adalah kebijakan ekonomi Indonesia yang terdiri dari langkah-langkah untuk memberikan izin impor kepada pengusaha pribumi guna mempercepat pengembangan kelas bisnis pribumi Dengan demikian tujuan dari Program Benteng  adalah ….

a)
membina dan membentuk pengusaha berskala nasional bahkan international
b)
membina dan membentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjadi supplier ke perusahaan besar
c)
membina pembentukan suatu kelas pengusaha Indonesia 'pribumi' (dalam arti 'non-Tionghoa).
d)
mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah memasuki dunia digital
e)
membina dan membentuk pengusaha pribumi yang bisa bersaing dengan pengusaha Cina bahkan Belanda
10.

   Kebijakan ini dibuat untuk mengatasi situasi ekonomi Indonesia yang saat itu sedang terpuruk—utang menumpuk, inflasi tinggi, dan harga melambung. Dengan kebijaksanaan yang kontroversial itu, Sjafruddin bermaksud sekali pukul menembak beberapa sasaran yaitu …. (Ada 4 opsi jawaban)

     

a)

penggantian mata uang yang bermacam-macam dengan mata uang baru

b)

mengurangi jumlah uang yang beredar untuk menekan inflasi

c)

  menurunkan harga barang

   

d)

mengisi kas pemerintah dengan pinjaman wajib yang besarnya diperkirakan akan mencapai Rp 1,5 miliar.

e)

memberantas korupsi yang mulai merajalela

11.

Untuk menghadapi peningkatan jumlah penduduk Pada tahun 1950-an, ada tekanan politis yang meningkat agar kekuasaan ekonomi diambil dari perusahaan swasta Belanda yang masih ada di Indonesia saat itu tapi pemerintah Indonesia tidak serta merta melakukannya karena ….

     

a)

fondasi ekonomi Indonesia masih tergantung pada pola ekonomi kolonial belum ke pola ekonomi nasional.

 

b)

  ekspor Indonesia masih tergantung pada hasil pertanian dan perkebunan belum beralih ke minyak dan gas.

c)

belum banyak perusahaan asing menanamkan modalnya di Indonesia

d)

masih memerlukan modal dan keterampilan asing untuk menghasilkan pembangunan ekonomi yang diperlukan.

e)

   infrastruktur dan listrik yang masih perlu penambahan secara masiv di seluruh Indonesia

12.

Untuk melaksanakan Program Benteng pada tahun 1950 sudah sempat ditentukan bahwa paling tidak 70% dari pemegangan saham perusahaan harus dimiliki "bangsa Indonesia asli".  Tapi pada bulan Mei dan Juni 1953, terjadi perdebatan  mengenai besarnya persentase ini, di mana “pribumi” dianak emaskan sehingga muncul  tuduh an diskriminasi terhadap importir Tionghoa, hal ini berakibatkan pada jatuhnya …

  

a)
Kabinet Soekiman
b)
Kabinet Ali Sastroamijoyo II
c)
Kabinet Burhanuddin Harahap
d)

Kabinet Wilopo

e)
Kabinet Hatta II
13.

     Coba perhatikan narasi di bawah ini.

Pengusaha pribumi kurang pengalaman sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. Sedangkan pengusaha non pribumi lebih berpengalaman dalam memperoleh bantuan kredit.

Kamu identifikasi ini adalah hambatan dari kebijakan ekonomi 1950-1965 khususnya …

a)
Gunting Syafrudin
b)
Program Benteng
c)
Sistem Ali-Baba
d)
Finansial Ekonomi
e)
Nasionalisasi de Javasche Bank
14.

   De Javasche Bank berdiri pada 24 Januari 1828 dengan status oktroi (hak istimewa pemerintah Hindia Belanda) yang bisa diperpanjang. Bank ini berdiri atas desakan kalangan pengusaha di Batavia yang mendesak kepada pemerintah kolonial agar segera didirikan lembaga bank sirkulasi yang bersifat sentral untuk memenuhi serta memudahkan kepentingan bisnis mereka. Namun seiring dengan berubahnya status Indonesia dari negara terjajah menjadi negara merdeka maka pada tanggal 15 Desember 1951, diumumkan Undang Undang No.24 tahun 1951 tentang nasionalisme De Javasche Bank N. V. menjadi bank Indonesia yang berfungsi sebagai ….

(Ada 2 opsi jawaban)

    

a)

  Bank Sentral

b)

Bank Sirkulasi

c)

Bank Umum Konvensional

d)

  Bank Syariah

e)

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

15.

  Alasan de Javasche Bank dinasionalisasi adalah … (Ada 3 opsi jawaban)

   

       

a)

Agar pengusaha pribumi bekerja sama untuk memajukan ekonomi nasional

b)

Menumbuhkan dan mengembangkan pengusaha pribumi untuk merubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional,

c)

Melakukan kerja sama antara pengusaha pribumi dengan pengusaha asing.

d)

Agar penyaluran kredit kepada rakyat lebih cepat dan tepat sasaran

e)

Untuk menyelesaikan masalah finansial ekonomi antara Indo-sia - Belanda

16.

Personalia dari kepemimpinannya, hampir secara keseluruhannya dijabat oleh warga Belanda. Ini adalah hambatan pada …

 

a)

Gunting Syafrudin

b)

Program Benteng

c)

Nasionalisasi de Javasche Bank

d)

Sistem Ali-Baba

e)

Finansial Ekonomi

17.

   Nasionalisasi de Javasche Bank terjadi pada era pemerintahan …

a)
Kabinet Natsir
b)
Kabinet Buhanudin Harahap
c)
Kabinet Juanda
d)
Kabinet Ali Sastroamijoyo I
e)
Kabinet Sukiman
18.

  Pencetus atau pelaksana dari Nasionalisasi de Javasche Bank adalah Mentri Keuangan …

a)
Ong Eng Die
b)
Juanda Kartawijaya
c)
Iskak Cokrohadisuryo
d)
Sumitro Joyohadikusumo
e)
Yusuf Wibisono
19.

  Pada masa pemerintahan kabinet Ali Sastroamidjojo I (Agustus 1954 - Agustus 1955) Sistem ekonomi  Ali-Baba diperkenalkan. Sistem ini merupakan bentuk kerjasama ekonomi antara pengusaha pribumi yang diidentikkan dengan Ali dan pengusaha Tionghoa yang diidentikkan dengan Baba. Kamu identifikasi siapa yang memperkenalkan sistem ini untuk pertama kali.

  

a)
Menteri Perdagangan dan Perindustrian Sumitro Djojohadikusumo
b)
Menteri Keuangan Ali Wardhana
c)
Menteri Keuangan Frans Seda
d)
Menteri Keuangan Jusuf Wibisono
e)
Menteri prekonomian Mr. Iskaq Cokrohadisuryo
20.

Alasan pemerintah menerapkan uang yang digunting uang yang nominalnya 5 gulden ke atas pada kebijakan Gunting Syafrudin karena …..

a)
hanya orang tua yang hanya memiliki uang sebesar itu
b)
hanya orang kelas menengah ke bawah yang hanya memiliki uang sebesar itu
c)
hanya orang kelas menengah ke atas yang hanya memiliki uang sebesar itu
d)
hanya mahasiswa yang hanya memiliki uang sebesar itu
e)
hanya anak-anak yang hanya memiliki uang sebesar itu
21.

Program Benteng  juga dikenal sebagai kebijakan Benteng , adalah kebijakan ekonomi Indonesia yang terdiri dari langkah-langkah untuk memberikan izin impor kepada pengusaha pribumi guna mempercepat pengembangan kelas bisnis pribumi. Program Benteng ini  diluncurkan pemerintah Indonesia selama ….

a)
6 tahun
b)
5 tahun
c)

7 tahun

d)
4 tahun
e)
3 tahun
22.

Pada tahun 1950-an, ada tekanan politis yang meningkat agar kekuasaan ekonomi diambil dari perusahaan swasta Belanda yang masih ada di Indonesia saat itu, demi penyelesaian Revolusi. Namun, Indonesia masih memerlukan modal dan keterampilan asing untuk menghasilkan pembangunan ekonomi yang diperlukan untuk ….

a)

menghadapi peningkatan jumlah penduduk

b)
meningkatkan ekspor migas
c)
meningkatkan impor non-migas
d)
mengatasi pengangguran
e)
meningkatkan daya beli masyarakat
23.

Tahun 1953 menteri Keuangan Ong Eng Die menyatakan bahwa peranan perusahaan asing dalam pembangunan ekonomi Indonesia perlu dicantumkan secara jelas dalam rencana pembangunan mendatang. Kamu identifikasi pada kabinet siapa Ong Eng Die menjabat sebagai mentri Keuangan.

a)

Kabinet Sukiman (27 April 1951 - 23 Februari 1952)

b)

Kabinet Burhanudin Harahap (12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956)

c)

Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951)

d)

Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 3 Juni 1953)

e)

Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1 Agustus 1953 - 24 Juli 1955)

24.

Pelaksanaan Program Banteng melintasi beberapa kabinet. Kabinet siapa saja yang melaksanakan Program Banteng. (ada 4 opsi jawaban)

  

   

a)

  Kabinet Natsir

b)

Sukiman

c)

Kabinet Wilopo,

  

d)

Kabinet Burhanudin Harahap

e)

Kabinet Juanda

25.

Program Banteng dicetuskan oleh …

  

a)
Mr. Jusuf Wibisono
b)
Mr. Iskaq Cokrohadisuryo
c)
Ong Eng Die
d)
Prof. Dr. Sumitro Joyohadikusumo
e)
Sutikno Slamet
26.

Adanya depresi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa Barat pada akhir tahun 1957 dan awal tahun 1958 mengakibatkan ekspor dan pendapatan negara merosot. Ini adalah salah satu hambatan yang di hadapi oleh …

a)
Sistem Ali Baba
b)
Program Benteng
c)
Finasial Ekonomi
d)
Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
e)
Gunting Syafrudin
27.

Tujuan dari nasionalisasi De Javasche Bank adalah untuk memajukan pengusaha pribumi, agar bekerja sama untuk memajukan ekonomi nasional, mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional dan adanya bentuk kerja sama antara pengusaha pribumi dengan pengusaha asing. Tokoh yang pertama kali menyampaikan gagasan nasionalisasi DJB adalah seorang menteri keuangan di era kabinet Sukiman yaitu ….

 

a)
Ong Eng Die
b)
Prof. Dr. Sumitro Joyohadikusumo
c)
Mr. Iskaq Cokrohadisuryo
d)
Mr. Jusuf Wibisono
e)
Sutikno Slamet
28.

Pada tanggal 17 Agustus 1950, ditetapkan UUDS 1950. Bentuk negara serikat berubah menjadi negara kesatuan. Perubahan ini tidak mempengaruhi status De Javasche Bank, dan kepemimpinannya pun masih dijabat oleh orang-orang Belanda. Keadaan ini menyebabkan kedudukan pemerintah Indonesia menjadi semakin lemah. Kamu identifikasi sumber kelemahan pemerintah Indonesia tidak dapat mengembangkan perekonomiannya. Kelemahan ini bersumber dari pada …

a)
perubahan Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
b)
pengakuan kedaulatan RI tgl 27 Desember 194
c)
saat dimulainya Demokrasi Liberal tgl 17 Agustus 1950
d)
hasil persetujuan KMB
e)
saat dimulainya Demokrasi Terpimpin tgl 5 Juli 1959
29.

Finek (Finansial Ekonomi) dibentuk untuk menyelesaikan masalah ekonomi antara Belanda dengan Indonesia mengirim delegasi ke Swiss tokoh yang diutus memimpin delegasi Indonesia adalah Anak Agung Gde, pada perundingan itu dicapai kesepakatan bahwa Finek antara Indonesia dan Belanda hanya berlandaskan hubungan bilateral dan persetujuan Finek hasil KMB dibubarkan.

Kamu identifikasi di era kabinet siapa Finek (Finansial Ekonomi) dilaksanakan.

a)
Kabinet Natsir
b)
Sukiman
c)
Kabinet Wilopo
d)
Kabinet Juanda
e)
Kabinet Burhanudin Harahap
30.

Pada tanggal 13 Februari 1956 Uni Indonesia-Belanda dibubarkan secara sepihak oleh Indonesia, hal tersebut dimaksudkan untuk melepaskan ekonomi Indonesia dari keterkaitannya dengan pihak Belanda. Sebagai tindak lanjut dari pembubaran ini maka  pada tanggal 3 Mei 1956 Presiden Soekarno menandatangani undang-undang pembatalan KMB. Akibatnya adalah ….

a)
deflasi terjadi karena perusahaan-perusahaan Belanda banyak yang menahan barang-barang dagangannya
b)

terjadi exodus (keluar dari Indonesia) besar-besaran orang Eropa khususnya Belanda kembali ke negrinya

c)

  kelangkaan Sembilan Bahan Pokok

d)

  banyak pengusaha-pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya

 

e)
Indonesia menjadi lebih tergantung pada impor dari Belanda
31.

Masa kerja kabinet pada masa liberal yang sangat singkat dan program yang silih berganti menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kemerosotan ekonomi, inflasi, dan lambatnya pelaksanaan pembangunan. Atas alasan tersebut  maka dibentuklah Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 1956-1960

Kamu identifikasi dimasa pemerintahan siapa Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) ini diluncurkan.

 

a)
Kabinet Natsir
b)
Sukiman
c)
Ali Sastroamijoyo II
d)
Kabinet Juanda
e)
Kabinet Wilopo
32.

Pada masa kabinet Ali Sastroamijoyo II, pemerintahan membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang disebut Biro Perancang Negara. Tugas biro ini merancang pembangunan jangka panjang. Biro ini berhasil menyusun Rencana Pembangunan LimaTahun (RPLT) yang rencananya akan dilaksanakan antara tahun 1956-1961 dan disetujui DPR pada tanggal 11 November 1958.

Kamu identifikasi siapa kepala Biro Perancang Negara ini .

a)
Menteri Perancang Nasional Ir. Juanda
b)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Suharso Monoarfa
c)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Soemarno
d)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Saleh Afif
e)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Boediono
33.

Agar pembangunan di Indonesia secara bertahap dan pasti ada kemajuan. Ini adalah tujuan dari salah Kebijakan Ekonomi di Era Demokrasi Liberal yaitu …

a)
Gunting Syafrudin
b)
Program Benten
c)
Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT)
d)
Finansial Ekonomi
e)
Nasionalisasi de Javasche Bank
34.

30. Alasan diadakannya Musyawarah Nasional adalah untuk mengatasi ketegangan antara pusat dan daerah yang pada saat itu daerah-daerah terutama di luar Jawa merasa ditinggalkan dalam hal pembangunan terutama infrastruktur. Inilah memicu adanya pemberontakan di Sumatra dan Sulawesi yang diprakarsai oleh perwira-perwira menengah Angkatan Darat. Kamu identifikasi pemberontakan yang dimaksud.

  

a)
Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
b)
PRRI/Parmesta (Pemerintahan Republik Revolusioner Indonesia/ Perlawanan Rakyat Semesta)
c)
Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
d)
Republik Maluku Selatan (RMS)
e)
Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI)
35.

30. Musyawarah Nasional Pembangunan diselenggarakan era pemerintahan …

a)

Kabinet Natsir

b)

Kabinet Sukiman

c)

Kabinet Wilopo,

d)

Kabinet JokowiAli Sastroamijoyo II 

e)
Kabinet Juanda