wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UJIAN AKHIR SEMESTER FILSAFAT ILMU

Total questions: 35

Worksheet time: 2hrs 45mins

Name
Class
Date
1.
Seorang filsuf Marcus Tullius Cicero sedang mempertimbangkan berbagai aspek pengetahuan. Dia merenungkan tentang sumber pengetahuan, batasannya, dan bagaimana kita bisa memvalidasi kebenaran pengetahuan tersebut. Dia juga memikirkan tentang kebenaran absolut, asal-usul alam semesta, dan penafsiran subjektif terhadap realitas. Dalam konteks ini, mana pernyataan berikut yang paling sesuai dengan pemikiran filsuf tersebut tentang epistemologi?
a)
Epistemologi adalah studi tentang segala bentuk kebenaran absolut
b)
Epistemologi membahas sumber, batasan, dan validitas pengetahuan
c)
Epistemologi mengkaji asal-usul alam semesta dan evolusi kehidupan
d)
Epistemologi memaparkan penafsiran subjektif terhadap realitas.
e)
Pluto
2.
Pada masa keemasan Islam, salah satu ilmuwan sedang melakukan penelitian. Dia tidak hanya mengandalkan sumber-sumber Arab, tetapi juga membuka diri terhadap pengetahuan dari berbagai peradaban lain. Dia menerima dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut, dan tidak membatasi inovasi dan eksperimen ilmiah. Dalam konteks ini, manakah di antara berikut yang merupakan salah satu karakteristik utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam pada masa keemasannya?
a)
Penggunaan eksklusif hanya terhadap sumber-sumber Arab
b)
Penolakan terhadap ilmu pengetahuan dari peradaban lain
c)
Penerimaan dan penyebaran pengetahuan dari berbagai peradaban
d)
Pembatasan terhadap inovasi dan eksperimen ilmiah.
3.
Seorang ilmuwan Barat bernama Alferd Nobel sedang melakukan penelitian. Dia tidak hanya mengandalkan sumber-sumber Barat, tetapi juga membuka diri terhadap pengaruh dari peradaban lain. Dia menerima dan menyebarluaskan pengetahuan tersebut, dan tidak membatasi inovasi dan eksperimen ilmiah. Dalam konteks ini, apa yang menjadi ciri penting lainnya dari sumber ilmu intelektual di Barat?
a)
Penerimaan luas terhadap pengaruh dari peradaban lain
b)
Penekanan pada pengetahuan yang bersifat misterius dan spiritual
c)
Isolasi terhadap perkembangan ilmiah dari zaman klasik hingga modern
d)
Tradisi yang menekankan monopoli informasi di kalangan elite intelektual.
4.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian. Dia percaya bahwa pengetahuan sejati berasal dari pengalaman sensoris dan observasi langsung, bukan dari teori atau spekulasi. Dia berpendapat bahwa pengalaman adalah sumber utama dari semua pengetahuan kita. Bagaimana peran pengalaman dalam pandangan empirisme sebagai sumber ilmu?
a)
Pengalaman adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang valid
b)
Pengalaman hanya mendukung pengetahuan yang diperoleh dari pewarisan
c)
Pengalaman merupakan sumber pengetahuan, tetapi pemikiran rasional juga penting
d)
Pengalaman tidak memiliki relevansi dalam pembentukan pengetahuan.
5.
Seorang filsuf bernama Rene Descartes adalah seorang rasionalis yang percaya bahwa pengetahuan sejati berasal dari akal dan logika, bukan pengalaman sensoris. Suatu hari, Descartes berdebat dengan David Hume, yang merupakan seorang empiris yang percaya bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi. Berdasarkan pandangan Descartes sebagai rasionalis, manakah pernyataan berikut yang paling mencerminkan pandangannya tentang peran pikiran manusia dalam pembentukan pengetahuan?
a)
Pikiran manusia bersifat pasif dalam mendapatkan pengetahuan dari lingkungan
b)
Pikiran manusia memiliki kapasitas aktif untuk menyusun dan mengonstruksi pengetahuan
c)
Pikiran manusia hanya menerima pengetahuan yang diberikan oleh lingkungan
d)
Pikiran manusia tidak memiliki peran dalam pembentukan pengetahuan.
6.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek pemanasan global terhadap populasi ikan di lautan. Dia mengumpulkan data selama beberapa tahun dan mencatat penurunan jumlah ikan. Dia berhipotesis bahwa peningkatan suhu air laut adalah penyebab penurunan populasi ikan. Langkah apa yang harus diambil ilmuwan selanjutnya untuk menguji hipotesisnya?
a)
Mempublikasikan temuannya
b)
Mengubah hipotesisnya
c)
Melakukan eksperimen atau pengamatan lebih lanjut
d)
Mengumpulkan lebih banyak data
7.
Seorang ilmuwan Muslim sedang melakukan penelitian tentang efek polusi udara terhadap kesehatan manusia. Dia berusaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaannya dalam proses penelitiannya. Misalnya, dia berusaha untuk menjaga etika dan integritas dalam pengumpulan dan analisis data, serta dalam publikasi hasil penelitiannya. Dia juga berusaha untuk memastikan bahwa penelitiannya memiliki manfaat bagi masyarakat, sesuai dengan prinsip Islam tentang manfaat dan kemaslahatan. Bagaimana pengaruh nilai-nilai keagamaan terhadap metode ilmiah dalam masyarakat Muslim?
a)
Mendorong terbentuknya pendekatan ilmiah yang terisolasi dari nilai-nilai keagamaan
b)
Mengakomodasi integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan proses ilmiah
c)
Menekankan penolakan terhadap metode ilmiah dalam ajaran keagamaan
d)
Membatasi penggunaan metode ilmiah hanya pada bidang tertentu yang tidak berkaitan dengan agama.
8.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek perubahan iklim terhadap ekosistem hutan hujan tropis. Dia menggunakan teknologi terbaru, seperti sensor jarak jauh dan pemodelan komputer, untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Dia juga berkolaborasi dengan ilmuwan lain di seluruh dunia melalui platform online. Bagaimana perubahan teknologi memengaruhi metode berfikir ilmiah saat ini?
a)
Mengurangi relevansi eksperimen dalam penelitian ilmiah
b)
Meningkatkan kemungkinan kolaborasi ilmiah di seluruh dunia
c)
Membatasi akses terhadap informasi dan literatur ilmiah
d)
Mempercepat proses pengumpulan data dalam penelitian
9.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek perubahan iklim terhadap ekosistem hutan hujan tropis. Dia menggunakan metode berfikir ilmiah dalam penelitiannya, yang melibatkan pengamatan, pembentukan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, dan penarikan kesimpulan berdasarkan data. Hasil penelitiannya kemudian dipublikasikan dan dapat diperiksa oleh ilmuwan lain, yang memungkinkan validitas dan reproduksibilitas hasil penelitian. Apa implikasi dari nilai guna metode berfikir ilmiah dalam kemajuan ilmu pengetahuan?
a)
Mengurangi keterlibatan peneliti dalam eksperimen
b)
Mendorong terciptanya teori-teori ilmiah yang bersifat dogmatis
c)
Meningkatkan validitas dan reproduksibilitas hasil penelitian
d)
Memfasilitasi penelitian yang lebih bersifat spekulatif
10.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek polusi udara terhadap kesehatan manusia. Dia merumuskan hipotesis bahwa tingkat polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan. Hipotesis ini kemudian memandu dia dalam merancang eksperimen dan mengumpulkan data yang relevan. Mengapa formulasi hipotesis dianggap sebagai langkah awal yang krusial dalam prosedur berfikir ilmiah?
a)
Hipotesis menyediakan informasi latar belakang
b)
Hipotesis memandu eksperimen dan pengumpulan data
c)
Hipotesis merupakan kesimpulan akhir dari penelitian
d)
Hipotesis membantu dalam analisis kritis data
11.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek polusi udara terhadap kesehatan manusia. Dia menggunakan nalar dalam merumuskan hipotesis dan merancang eksperimen, berdasarkan pada refleksi logis dan pemahaman teoritis. Sementara itu, dia juga memperhatikan instingnya dalam menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan, yang merupakan respons bawaan berdasarkan pengalaman dan intuisi. Apa perbedaan mendasar antara nalar dan insting dalam konteks berfikir ilmiah?
a)
Nalar didasarkan pada refleksi logis, sementara insting merupakan respons bawaan
b)
Nalar berhubungan dengan asumsi, sedangkan insting berkaitan dengan pengamatan
c)
Nalar mengandalkan pengalaman langsung, sementara insting terkait dengan pemahaman teoritis
d)
Nalar bertumpu pada spekulasi, sedangkan insting bergantung pada data empiris.
12.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek perubahan iklim terhadap ekosistem hutan hujan tropis. Dia menggunakan bahasa yang tepat dan jelas untuk merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, dan menginterpretasikan data. Bagaimana bahasa mempengaruhi proses penalaran dan berfikir ilmiah?
a)
Bahasa memberikan pemahaman konsep ilmiah yang kompleks
b)
Bahasa memfasilitasi komunikasi ide-ide kompleks dan penalaran yang sistematis.
c)
Bahasa hanya digunakan pada kemampuan intelektual dalam penalaran
d)
Bahasa memiliki pengaruh signifikan dalam berfikir ilmiah.
13.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang efek polusi udara terhadap kesehatan manusia. Dia menggunakan nalar dalam merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, dan menginterpretasikan data. Proses ini melibatkan berpikir yang rasional dan sistematis dan pengamatan. Apa ciri khas utama dari nalar dalam konteks berfikir ilmiah?
a)
Tidak bergantung pada pengamatan atau logika, tetapi pada intuisi
b)
Berdasarkan pada interpretasi individu, bukan pada data empiris
c)
Proses berpikir yang rasional, sistematis, dan terkait erat dengan pengamatan
d)
Tidak memiliki keterkaitan dengan penggunaan bahasa atau penalaran.
14.
Logika telah berkembang dari waktu ke waktu, dan perubahan ini telah mempengaruhi cara kita memahami dan menerapkan metode ilmiah. Bagaimana perkembangan logika memengaruhi pemahaman tentang berfikir ilmiah saat ini?
a)
Perkembangan logika hanya memperdalam pemahaman tentang intuisi dalam berfikir ilmiah
b)
Perkembangan logika memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang aspek-aspek intuitif dalam berfikir ilmiah
c)
Logika tidak memiliki pengaruh signifikan pada pemahaman kita tentang berfikir ilmiah
d)
Perkembangan logika telah memperkuat kerangka kerja untuk penalaran ilmiah yang lebih sistematis
15.
Logika deduktif memainkan peran penting dalam menguji validitas suatu kesimpulan berdasarkan premis yang diberikan. Dalam penelitiannya, dia menemukan empat pandangan berbeda tentang bagaimana logika deduktif bekerja dalam proses berfikir ilmiah. Bagaimana logika deduktif bekerja dalam proses berfikir ilmiah?
a)
Menghasilkan kesimpulan yang mungkin berbeda dari premis yang diberikan
b)
Menarik kesimpulan umum dari data atau observasi yang spesifik
c)
Menguji validitas suatu kesimpulan dengan menggunakan premis yang diberikan
d)
Menyusun premis yang diperlukan berdasarkan pada kesimpulan yang ingin diperoleh.
16.
Teori nilai dan etika dalam kajian filsafat ilmu memiliki perbedaan yang signifikan dalam pendekatan terhadap nilai-nilai. Apa yang membedakan teori nilai dari etika dalam kajian filsafat ilmu?
a)
Teori nilai bertumpu pada evaluasi nilai-nilai, sementara etika dalam kajian filsafat ilmu lebih terfokus pada norma dan moralitas
b)
Etika dalam kajian filsafat ilmu lebih terkait dengan aspek-aspek praktis nilai, sedangkan teori nilai lebih bersifat teoretis
c)
Kedua teori tersebut sama-sama berfokus pada aspek subjektif nilai-nilai personal
d)
Teori nilai dan etika dalam kajian filsafat ilmu tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
17.
Terdapat beberapa filsuf berpendapat bahwa ilmu itu bernilai, namun bagi positivistime Ilmu modern dianggap bebas nilai. Mengapa ilmu modern kadang-kadang dianggap bebas nilai?
a)
Karena ilmu modern sepenuhnya terfokus pada sifat objektif pengetahuan
b)
Karena ilmu modern terpisah dari konteks etika dan moralitas
c)
Karena ilmu modern tidak memperhitungkan pandangan subjektif tentang nilai
d)
Karena ilmu modern tidak mempertimbangkan implikasi nilai dalam penemuan ilmiah.
18.
Nilai-nilai dalam konteks kajian etika tidak hanya terletak pada klasifikasi objektif pengetahuan atau subjektivitas individu, lalu di manakah nilai-nilai umumnya terletak dalam konteks kajian etika dalam ilmu?
a)
Nilai-nilai terletak pada klasifikasi objektif pengetahuan
b)
Nilai-nilai cenderung terletak pada subjektivitas individu
c)
Nilai-nilai terletak pada pertimbangan etis yang melekat pada pengetahuan
d)
Nilai-nilai tidak mempengaruhi proses kajian etika dalam ilmu.
19.
Seorang ilmuwan sedang melakukan penelitian tentang dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati. Dia menyadari bahwa penelitiannya tidak hanya berdampak pada ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai-nilai tertentu yang perlu dihargai, seperti pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks ini, apa yang dimaksud dengan apresiasi atas nilai dalam konteks ilmu?
a)
Pengakuan dan penghargaan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam suatu aspek ilmiah atau pengetahuan
b)
Penghargaan terhadap nilai-nilai personal dalam konteks penelitian ilmiah
c)
Penilaian tentang relevansi nilai dalam pembuatan keputusan ilmiah
d)
Tidak ada peran apresiasi nilai dalam konteks ilmu.
20.
Dalam melakukan penelitian, harus mematuhi prinsip-prinsip moral, seperti mendapatkan persetujuan dari subjek penelitian dan memastikan bahwa penelitiannya tidak membahayakan subjek penelitian. Dalam konteks ini, bagaimana nilai etik diimplementasikan dalam ilmu?
a)
Melalui penggunaan etika dalam setiap tahap penelitian ilmiah untuk menjamin kebenaran mutlak
b)
Nilai etik hanya bersifat teoretis dan tidak diimplementasikan dalam ilmu
c)
Tidak ada kaitan antara nilai etik dengan ilmu
d)
Melalui penerapan prinsip-prinsip moral dalam melakukan penelitian ilmiah
21.
Pembahasan estetika menganggap seni sebagai ekspresi rasa. Apa makna yang paling tepat dari estetika dalam konteks seni dan filosofi?
a)
Penilaian objektif tentang keindahan
b)
Studi tentang perasaan dan sensasi manusia
c)
Kritik terhadap karya seni
d)
Refleksi tentang hakikat keindahan dan seni.
22.
Seorang seniman sedang menciptakan sebuah lukisan yang menggambarkan perjuangan hidupnya. Dia menggunakan warna-warna gelap untuk menggambarkan masa sulit dan warna-warna cerah untuk menggambarkan harapannya. Dalam konteks ini, pertimbangkan pernyataan berikut:
a)
Lukisan tersebut hanya merupakan cerminan emosi seniman
b)
Lukisan tersebut adalah hasil dari proses kreatif yang terinspirasi oleh emosi dan perasaan seniman
c)
Lukisan tersebut tidak pernah terlepas dari rasa, itu adalah satu-satunya tujuan dari lukisan itu sendiri
d)
Lukisan tersebut hanya dapat diapresiasi melalui persepsi emosional.
23.
Sebuah pameran seni baru saja dibuka di sebuah galeri lokal. Salah satu karya seni yang dipamerkan adalah sebuah lukisan abstrak yang menampilkan pola warna dan bentuk yang berbeda. Beberapa pengunjung merasa lukisan tersebut sangat indah, sementara yang lainnya merasa lukisan tersebut tidak menarik. Dalam konteks ini, pertimbangkan pernyataan berikut:
a)
Keindahan lukisan tersebut adalah penilaian yang sepenuhnya objektif
b)
Keindahan lukisan tersebut hanya bersifat subjektif, tergantung pada pandangan individu
c)
Ada standar objektif untuk keindahan lukisan tersebut, tetapi juga tergantung pada interpretasi individu
d)
Keindahan lukisan tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat didefinisikan.
24.
Seorang kritikus seni terkenal sedang meninjau sebuah pameran seni kontemporer. Dia melihat sebuah instalasi seni yang terdiri dari benda-benda sehari-hari yang disusun dengan cara yang tidak biasa. Beberapa pengunjung merasa karya tersebut tidak menarik, tetapi kritikus tersebut merasa ada keindahan dalam karya tersebut. Bagaimana akal budi berperan dalam penentuan keindahan seni?
a)
Akal budi adalah satu-satunya penentu keindahan
b)
Akal budi mempengaruhi penilaian subjektif tentang keindahan
c)
Akal budi tidak memiliki peran dalam penilaian keindahan seni
d)
Akal budi memisahkan keindahan dari aspek fisik seni.
25.
Seorang arsitek sedang merancang sebuah taman kota. Dia berusaha menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis, dengan harapan bahwa keindahan taman tersebut akan meningkatkan kualitas hidup pengunjung. Apa manfaat estetika dalam dunia ilmu dan kehidupan sehari-hari?
a)
Estetika memiliki manfaat dalam dunia seni
b)
Estetika membantu manusia memahami keindahan secara lebih mendalam dalam segala aspek kehidupan
c)
Estetika memiliki pengaruh dalam dunia ilmu atau kehidupan sehari-hari
d)
Estetika berkaitan dengan teori tanpa pengaruh praktis.
26.
Apa yang menjadi salah satu penyebab utama lahirnya hermeneutika dalam filsafat bahasa?
a)
Keinginan untuk menafsirkan karya-karya klasik dalam konteks modern
b)
Keterbatasan interpretasi sastra klasik
c)
Peningkatan minat terhadap filsafat pada abad ke-19
d)
Perkembangan teknologi dalam analisis teks kuno.
27.
Seorang peneliti sedang melakukan kajian mendalam tentang kitab suci. Dia berusaha memahami teks suci tidak hanya sebagai teks yang sakral, tetapi juga sebagai entitas historis yang memiliki konteks tersendiri dengan menggunakan pendekatan hermeneutika. Dalam konteks kajian kitab suci, apa yang dijelaskan oleh hermeneutika?
a)
Pengkajian tentang aspek linguistik dari kitab suci
b)
Penafsiran yang lebih terbuka terhadap makna metaforis dalam kitab suci
c)
Kajian tentang kebenaran absolut dari kitab suci
d)
Teks suci dilihat sebagai entitas historis yang bisa ditafsirkan
28.
Seorang peneliti bernama Ahmad sedang melakukan kajian tafsir Alquran dengan menggunakan pendekatan hermeneutika. Dia berusaha memahami Alquran tidak hanya sebagai teks sakral Bagaimana hermeneutika memandang Alquran dalam kajian tafsir?
a)
Alquran dianggap sebagai kumpulan kisah metaforis
b)
Hermeneutika melihat Alquran hanya dari sudut pandang agama tertentu
c)
Hermeneutika memandang Alquran sebagai teks yang memerlukan penafsiran historis dan linguistic
d)
Alquran dianggap sebagai teks yang tak tergantikan dalam kajian hermeneutika.
29.
Siapakah di antara para filsuf atau pemikir yang terkait erat dengan pengembangan hermeneutika?
a)
Immanuel Kant dan Johann Wolfgang von Goethe
b)
Friedrich Nietzsche dan Søren Kierkegaard
c)
Martin Heidegger dan Hans-Georg Gadamer
d)
René Descartes dan John Locke.
30.
Seorang guru sejarah di sebuah sekolah menengah sedang mempersiapkan pelajaran tentang peradaban kuno. Dia ingin siswanya tidak hanya memahami fakta dan tanggal, tetapi juga konteks dan makna di balik peristiwa tersebut. Dia memutuskan untuk menggunakan pendekatan hermeneutika dalam mengajar. Mengapa hermeneutika dianggap penting dalam kajian pendidikan, terutama dalam interpretasi teks?
a)
Karena hermeneutika memperkenalkan penafsiran teks yang lebih historis dan kritis
b)
Karena hermeneutika memberikan metodologi untuk mengajar bahasa secara praktis
c)
Hermeneutika membuka ruang untuk interpretasi lebih terbuka terhadap teks klasik
d)
Hermeneutika tidak memiliki relevansi dalam kajian pendidikan.
31.
Seorang peneliti sedang menulis makalah ilmiah tentang penemuan terbarunya dalam bidang fisika. Dia menyadari pentingnya menggunakan bahasa yang tepat dan jelas dalam makalahnya. Mengapa bahasa dianggap sebagai alat komunikasi ilmiah yang penting dalam konteks ini?
a)
Karena bahasa dapat mengungkapkan emosi secara tepat
b)
Karena bahasa memudahkan interpretasi subjektif dari informasi ilmiah
c)
Karena bahasa memungkinkan penyaluran informasi secara objektif dan terstruktur
d)
Karena bahasa hanya sekadar sarana untuk berkomunikasi tanpa pengaruh signifikan dalam ilmu pengetahuan.
32.
Seorang filsuf sedang mempertimbangkan bagaimana bahasa mempengaruhi pemahaman kita tentang dunia, khususnya dalam konteks komunikasi ilmiah. Dia berpendapat bahwa bahasa bukan hanya alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara kita memahami dan berinteraksi dengan dunia. Bagaimana pendekatan filsafat memandang peran bahasa dalam komunikasi ilmiah dalam konteks ini?
a)
Bahasa sebagai alat yang relevan dalam mengungkapkan realitas
b)
Bahasa sebagai medium yang membentuk cara pandang manusia terhadap dunia
c)
Bahasa sebagai pengungkap pendapat individu
d)
Bahasa hanya sebagai alat komunikasi biasa tanpa implikasi filosofis.
33.
Seorang peneliti sedang menulis laporan penelitian tentang penemuan terbarunya dalam bidang biologi. Dia menyadari bahwa penulisan yang baik sangat penting untuk menyampaikan hasil penelitiannya kepada komunitas ilmiah. Mengapa penting untuk menulis dalam konteks komunikasi ilmiah dalam situasi ini?
a)
Untuk memperlihatkan keterampilan menulis seseorang
b)
Untuk mengungkapkan pendapat pribadi secara bebas
c)
Untuk menyampaikan informasi secara jelas dan terstruktur
d)
Menulis tidak terlalu penting dalam komunikasi ilmiah.
34.
Seorang mahasiswa sedang menulis tesisnya tentang pengaruh iklim terhadap pertumbuhan tanaman. Dia menyadari bahwa penulisan ilmiahnya harus disusun dengan baik untuk menyampaikan penelitiannya secara efektif. Dalam konteks ini, apa yang dimaksud dengan rangkaian tulisan ilmiah?
a)
Sekumpulan tulisan subjektif tentang topik tertentu
b)
Sebuah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah
c)
Sebuah urutan kata-kata dengan struktur tertentu
d)
Sebuah proses mengatur kata-kata dalam urutan logis untuk menyampaikan informasi ilmiah.
35.
Kapan sebaiknya seseorang menulis dalam konteks komunikasi ilmiah?
a)
Saat informasi yang ingin disampaikan telah terstruktur dengan baik
b)
Ketika memiliki keinginan untuk berbagi pendapat pribadi
c)
Menulis hanya pada waktu senggang
d)
Menulis tidak memiliki batasan waktu yang tepat.