NEW
Font size
WorksheetsTest Tertulis Calon Staf WFM
Total questions: 30
Worksheet time: 2hrs 34mins
Beberapa media teknologi yang digunakan untuk mendapatkan pelayanan agent adalah sebagai berikut, kecuali :
Chatbot
Telepon
Social Media
Video Call
Beberapa manfaat menggunakan teknologi Interactive Voice Response (IVR) untuk pelayanan swalayan di Contact Center adalah sebagai berikut, kecuali :
Verifikasi pelanggan
Transaksi pembayaran
Mendistribusikan pelayanan
Menu pelayanan
Informasi tagihan atau saldo
Kemampuan agent yang dapat membantu memberikan solusi dengan tepat adalah :
Pengetahuan produk
Keterampilan menulis
Keterampilan berbicara
Keterampilan komunikasi
Penguasaan teknik presentasi
Faktor yang mempengaruhi seorang penelepon menutup telepon sebelum dilayani adalah sebagai berikut, kecuali :
Ketidaksesuaian harapan
Kekurangan motivasi menunggu
Tingginya jumlah pelayanan
Mahalnya biaya telepon
Keterbatasan waktu menunggu
Teknologi Interactive Voice Response (IVR) banyak bermanfaat dan digunakan agent Contact Center dalam memberikan pelayanan.
SEBAB
Teknologi IVR dapat digunakan untuk mengurangi beban kerja agent dalam melayani permintaan yang bersifat rutin.
Jika pernyataan dan alasan benar serta ada hubungan sebab akibat
Jika pernyataan dan alasan benar, namun tidak ada hubungan sebab akibat
Jika pernyataan benar, alasan salah
Jika pernyataan salah, alasan benar
Jika pernyataan dan alasan salah
Salah satu indikator yang dapat menunjukkan bahwa agent mengalami kesulitan dalam berkomunikasi adalah Average Speed of Answer (ASA).
SEBAB
ASA merupakan ukuran dalam detik yang menunjukkan kecepatan dalam memberikan pelayanan pelanggan.
Jika pernyataan dan alasan benar serta ada hubungan sebab akibat
Jika pernyataan dan alasan benar, namun tidak ada hubungan sebab akibat
Jika pernyataan benar, alasan salah
Jika pernyataan salah, alasan benar
Jika pernyataan dan alasan salah
Abandon Call menunjukkan banyaknya penelepon yang sedang antri dan memutuskan sambungan sebelum sempat dilayani agent.
SEBAB
Semakin lama waktu tunggu dalam antrian pelayanan, semakin besar kemungkinan pelanggan untuk memutuskan sambungan.
Jika pernyataan dan alasan benar serta ada hubungan sebab akibat
Jika pernyataan dan alasan benar, namun tidak ada hubungan sebab akibat
Jika pernyataan benar, alasan salah
Jika pernyataan salah, alasan benar
Jika pernyataan dan alasan salah
Kesiapan untuk memberikan pelayanan adalah salah satu bagian dari dimensi service quality, yaitu :
Responsiveness
Tangible
Assurance
Reliability
Emphaty
Beberapa teknologi yang dapat digunakan dalam pengawasan operasional Contact Center adalah sebagai berikut, kecuali :
Work Force Management System
Interactive Voice Response
Quality Recording System
Billing System
Call Management System
Beberapa manfaat menggunakan teknologi IVR untuk pelayanan swalayan di Contact Center adalah sebagai berikut, kecuali :
Mengurangi beban kerja agent
Informasi tagihan atau saldo
Mendistribusikan call secara merata
Transaksi pembayaran
Verifikasi pelanggan
Beberapa teknologi yang digunakan dalam pelayanan Inbound Contact Center adalah sebagai berikut, kecuali :
Predictive Dialing System
Knowledge Management System
Customer Relationship Management System
Automatic Call Distribution
Computer Telephony Integration
Beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam proses coaching terhadap agent Contact Center adalah sebagai berikut, kecuali :
Menggunakan data kinerja
Membuat kesepakatan perbaikan
Memberikan bantuan pengembangan
Memberikan umpan balik
Mencari kesalahan agent
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendelegasikan tugas adalah sebagai berikut, kecuali :
Melakukan pengawasan kinerja
Menetapkan ukuran keberhasilan
Kemampuan melaksanakan tugas
Sebagai proses pengembangan
Memberikan tanggung jawab
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan perbaikan perilaku agent adalah sebagai berikut, kecuali :
Memberikan nasihat
Memberikan bimbingan
Memberikan sanksi
Pelatihan motivasi
Perintah penugasan
Kasus : Suatu Contact Center mempekerjakan 9 orang agent dengan Average Handling Time 8 menit, mencatat aktivitas call dalam interval 15 menit. Contact Center tersebut menetapkan target Service Level dengan mengabaikan Short Abandon dalam perhitungan Total Calls. Berikut ini call yang diterima antara jam 09:00 – 09:15, Tingkat kesabaran penelepon untuk menunggu sebelum menutup sambungan, ditunjukkan dengan Average Abandon Time berada pada durasi :
28 detik
31 detik
30 detik
29 detik
32 detik
Kasus : Suatu Contact Center memperkerjakan 9 orang agent dengan Average Handling Time 8 menit, mencatat aktivitas call dalam interval 15 menit. Contact Center tersebut menetapkan target Service Level dengan mengabaikan Short Abandon dalam perhitungan Total Calls. Berikut ini call yang diterima antara jam 09:00 – 09:15, Pelanggan berada dalam antrian dengan waktu yang berbeda, maka max delay dalam antrian adalah :
50 detik
30 detik
40 detik
45 detik
35 detik
Kasus : Suatu Contact Center memperkerjakan 9 orang agent dengan Average Handling Time 8 menit, mencatat aktivitas call dalam interval 15 menit. Contact Center tersebut menetapkan target Service Level dengan mengabaikan Short Abandon dalam perhitungan Total Calls. Berikut ini call yang diterima antara jam 09:00 – 09:15, Dengan menetapkan target setiap call harus terjawab dalam 15 detik, berapakah Service Level yang dicapai oleh Contact Center tersebut ?
67,64%
60,49%
64,29%
71,43%
57,14%
Kasus : Suatu Contact Center memperkerjakan 9 orang agent dengan Average Handling Time 8 menit, mencatat aktivitas call dalam interval 15 menit. Contact Center tersebut menetapkan target Service Level dengan mengabaikan Short Abandon dalam perhitungan Total Calls. Berikut ini call yang diterima antara jam 09:00 – 09:15, Dengan memperhatikan jumlah call yang melakukan Abandon dalam kurun waktu pengamatan yang dilakukan, Abandon Rate dari Contact Center tersebut adalah :
20 detik
7,14%
21,43%
22 detik
14,29%
Kasus : Suatu Contact Center beroperasi jam 08:00 s.d. 17:00, menerapkan 9 jam dan tidak memasukkan jam istirahat (Aux) sebagai jam kerja. Berdasarkan pencatatan kinerja harian dalam satuan detik, diperoleh laporan seperti gambar ini.
Berdasarkan laporan call manajemen di atas, diantara agent berikut ini yang memiliki Kinerja Average Handling Time terbaik adalah :
Dinar
Fitri
Gadis
Citra
Harni
Kasus : Suatu Contact Center beroperasi jam 08:00 s.d. 17:00, menerapkan 9 jam dan tidak memasukkan jam istirahat (Aux) sebagai jam kerja. Berdasarkan pencatatan kinerja harian dalam satuan detik, diperoleh laporan seperti gambar ini. Jika waktu kerja yang diwajibkan bagi agent Contact Center tersebut adalah minimum 8 jam kerja setelah dikurangi waktu istirahat, maka diantara agent berikut ini yang dapat memenuhi jam kerja adalah :
Dinar
Citra
Fitri
Gadis
Harni
Kasus : Suatu Contact Center beroperasi jam 08:00 s.d. 17:00, menerapkan 9 jam dan tidak memasukkan jam istirahat (Aux) sebagai jam kerja. Berdasarkan pencatatan kinerja harian dalam satuan detik, diperoleh laporan seperti gambar ini. Berdasarkan laporan call manajeman di atas, diantara agent berikut ini yang memiliki kinerja Average Handling Time terendah adalah :
Gadis
Citra
Dinar
Harni
Fitri
Kasus : Berdasarkan data call harian suatu contact center mencatat jumlah Incoming Call akumulasi jumlah answer call dan abandon call. Pencapaian Service Level tertinggi, tercapai pada tanggal ?
8 Sep
9 Sep
10 Sep
11 Sep
12 Sep
Kasus : Berdasarkan data call harian suatu contact center mencatat jumlah Incoming Call akumulasi jumlah answer call dan abandon call. Pencapaian Service Level terendah, tercapai pada tanggal ?
8 Sep
9 Sep
10 Sep
11 Sep
12 Sep
Kasus : Berdasarkan data call harian suatu contact center mencatat jumlah Incoming Call akumulasi jumlah answer call dan abandon call. Pencapaian Persent Answer Call Tertinggi, tercapai pada tanggal ?
8 Sep
9 Sep
10 Sep
11 Sep
12 Sep
Kasus : Berdasarkan data call harian suatu contact center mencatat jumlah Incoming Call akumulasi jumlah answer call dan abandon call. Pencapaian Persent Answer Call Terendah, tercapai pada tanggal ?
8 Sep
9 Sep
10 Sep
11 Sep
12 Sep
Kasus : Suatu Contact Center dengan shift kerja menggunakan total 9 jam kerja pelayanan termasuk 1 jam istirahat dengan target SL 80%/20. Data pelayanan adalah sebagai berikut : Dengan memperhatikan distribusi beban kerja tersebut, maka diantara jam berikut ini beban kerja atau workload tertinggi terjadi pada jam :
10.00-11.00
11.00-12.00
12.00-13.00
13.00-14.00
14.00-15.00
Kasus : Suatu Contact Center dengan shift kerja menggunakan total 9 jam kerja pelayanan termasuk 1 jam istirahat dengan target SL 80%/20. Data pelayanan adalah sebagai berikut :
Dengan memperhatikan distribusi beban kerja tersebut, maka diantara jam berikut ini beban kerja atau workload terendah terjadi pada jam :
16.00-17.00
17.00-18.00
18.00-19.00
19.00-20.00
20.00-21.00
Kasus : Suatu Contact Center dengan shift kerja menggunakan total 9 jam kerja pelayanan termasuk 1 jam istirahat dengan target SL 80%/20. Data pelayanan adalah sebagai berikut :
Dengan menerapkan 2 shift kerja. Berapakah jumlah tenaga kerja yang harus disediakan pada jam 08.00-09.00 :
8
10
12
14
16
Kasus : Suatu Contact Center dengan shift kerja menggunakan total 9 jam kerja pelayanan termasuk 1 jam istirahat dengan target SL 80%/20. Data pelayanan adalah sebagai berikut :
Dengan menerapkan 2 shift kerja. Berapakah minimum tenaga kerja yang harus disediakan dalam 1 hari kerja :
24
26
28
30
32
Kasus : Suatu Contact Center dengan shift kerja menggunakan total 9 jam kerja pelayanan termasuk 1 jam istirahat dengan target SL 80%/20. Data pelayanan adalah sebagai berikut :
Dengan menerapkan 3 shift kerja. Berapakah minimum tenaga kerja yang harus disediakan dalam 1 hari kerja :
24
26
28
30
32
