wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Visi dan Pembelajaran Sekolah

Total questions: 29

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Apa fungsi utama dari misi sekolah?

a)

Mengatur peran individu dalam organisasi

b)

Menunjukkan arah jangka panjang sekolah

c)

Menyediakan rincian teknis kegiatan sekolah

d)

Memberikan daftar aturan sekolah

e)

Menjelaskan cara mencapai visi sekolah

2.

Sebuah sekolah memiliki visi untuk menjadi "Sekolah Ramah Lingkungan." Namun, setelah evaluasi ditemukan bahwa banyak siswa masih membuang sampah sembarangan. Apa yang harus dilakukan?

a)

Mengurangi jumlah siswa di sekolah untuk mengontrol kebersihan

b)

Menghapus visi dan menggantinya dengan yang lebih realistis

c)

Membiarkan keadaan karena perubahan membutuhkan waktu lama

d)

Menyelenggarakan program edukasi dan melibatkan siswa dalam kegiatan kebersihan

e)

Meningkatkan pengawasan dan memberikan sanksi tegas

3.

Siapa yang sebaiknya terlibat dalam perumusan visi sekolah menurut Peter Senge?

a)

Hanya kepala sekolah

b)

Pemerintah daerah setempat

c)

Guru dan siswa

d)

Kepala sekolah dan guru

e)

Seluruh pemangku kepentingan sekolah

4.

Perbedaan mendasar antara visi dan tujuan adalah...

a)

Visi adalah capaian jangka pendek, tujuan untuk masa depan

b)

Tujuan adalah visi tambahan

c)

Visi untuk guru, tujuan untuk kepala sekolah

d)

Visi adalah gambaran masa depan, tujuan adalah indikator hasil yang ingin dicapai

e)

Tujuan tidak boleh diubah tanpa izin dinas

5.

Apabila sekolah ingin meningkatkan akuntabilitas dalam penerapan visi, maka tindakan paling tepat adalah...

a)

Menyusun laporan untuk pimpinan

b)

Menyimpan dokumen visi untuk kepala sekolah saja

c)

Memonitor implementasi visi dan mempublikasikannya secara terbuka

d)

Memberikan surat edaran internal

e)

Meningkatkan sosialisasi P5

6.

Manakah dari pilihan berikut yang bukan termasuk langkah Strengths (Kekuatan) pengelolaan sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung Pembelajaran Mendalam?

a)

Menganalisis pencapaian sekolah berdasarkan data dan refleksi terhadap kelebihan yang dimiliki guna mendukung pengelolaan sumber daya secara optimal.

b)

Menggali potensi tenaga pendidik dan siswa yang dapat dimaksimalkan dalam strategi pembelajaran berbasis eksplorasi dan kolaborasi

c)

Menganalisis keberhasilan program inovatif yang telah diterapkan sebelumnya untuk dijadikan dasar pengembangan lingkungan belajar.

d)

Mengembangkan strategi kerja sama dengan komunitas dan dunia industri untuk memperluas peluang pembelajaran berbasis proyek.

e)

Mengidentifikasi keunggulan sekolah dalam bidang akademik, fasilitas, dan tenaga pendidik yang dapat mendukung pembelajaran mendalam.

7.

Apa yang merupakan peran kepala sekolah dalam kemitraan pembelajaran mendalam?

a)

Mengelola keuangan sekolah tanpa melibatkan guru dan siswa

b)

Mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran

c)

Membangun kemitraan dengan guru, siswa, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

d)

Mengawasi dan mengontrol guru dan siswa dalam proses pembelajaran

e)

Mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan guru dan siswa

8.

Apa yang dimaksud dengan pembelajaran mendalam?

a)

Pembelajaran yang fokus pada pengembangan pemikiran kritis dan kreatif

b)

Pembelajaran yang fokus pada pengembangan keterampilan

c)

Pembelajaran yang fokus pada pengetahuan teoritis

d)

Pembelajaran yang fokus pada pengetahuan faktual

e)

Pembelajaran yang fokus pada pengetahuan praktis

9.

Suatu sekolah sedang melakukan analisis sumber daya untuk implementasi  Pembelajaran Mendalam. Kepala sekolah dan tim manajemen sepakat untuk melakukan analisis dengan Pendekatan SOAR ( Strengths, Opportunities, Aspirations, Result ).  Dari hasil analisis ditemukan data  sebagai berikut:

  1. 1. Ruang kelas yang fleksibel dan mendukung kolaborasi.

  2. 2. Sumber daya fisik yang memadai, seperti perpustakaan laboratorium, dan studio;

  3. 3. Budaya sekolah yang inklusif dan mendorong rasa ingin tahu

  4. 4. Iklim sekolah yang positif dan mendukung kesejahteraan siswa.

  5. 5. Peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa.

  6. 6. Peningkatan kreativitas dan inovasi.

  7. 7. Peningkatan rasa memiliki dan kebersamaan.

  8. Berdasarkan data di atas maka tahapan dari pendekatan SOAR yang dilakukan adalah analisis sumber daya menciptakan lingkungan belajar pada tahapan:

a)

Result dan Opportunities

b)

Strengths dan Opportunities

c)

Aspirations dan Result

d)

Strengths dan Result.

e)

Opportunities dan Aspiration

10.

Manakah yang merupakan lima kondisi pembelajaran yang mempengaruhi Difusi/Penyebaran Pembelajaran Mendalam?

a)

Budaya Kolaboratif, Praktik Pedagogis, Kemitraan , Kepemimpinan, Menciptakan Lingkungan Pembelajaran.

b)

Visi & Tujuan , Memperdalam Pembelajaran, Menciptakan Lingkungan Belajar, Budaya Kolaboratif dan Praktik Pedagogis.

c)

Kepemimpinan, Budaya Kolaboratif, Praktik Pedagogis, Kemitraan dan Pemanfaatan Digital.

d)

Kemitraan, Visi & Tujuan, Memperdalam Pembelajaran, Evaluasi & Pengukuran Baru dan Budaya Kolaboratif.

e)

Visi & Tujuan, Kepemimpinan, Budaya Kolaboratif, Memperdalam Pembelajaran , Evaluasi & Pengukuran Baru.

11.

Dalam konteks pembelajaran mendalam, jelaskan bagaimana Anda, sebagai pemimpin pembelajaran, mendorong siswa untuk beralih dari hanya menerima pengetahuan ke mengaplikasikan pengetahuan?

a)

Dengan menambah jumlah latihan-latihan soal yang merangsang pengetahuan siswa.

b)

Dengan menugaskan siswa menguasai semua konten materi utama dan pendukung.

c)

Dengan meminta siswa untuk mengerjakan soal yang sudah ada solusinya.

d)

Dengan memberi tugas kelompok yang konstektual dengan kehidupan sehari-hari siswa.

e)

Dengan menugaskan siswa berdiskusi tentang materi lalu mempresentasikannya.

12.

Sebagai kepala sekolah, Anda ingin memastikan bahwa perangkat digital yang digunakan di kelas dapat membantu mempercepat pembelajaran siswa. Identifikasilah langkah terbaik yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini?

a)

Melakukan sosialisasi kepada stakeholder sekolah tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.

b)

Mengalokasikan anggaran BOS untuk pembelian alat-alat digital agar guru mahir menggunakannya di kelas.

c)

Mewajibkan guru menggunakan aplikasi digital yang paling populer dan terkini agar tidak ketinggalan.

d)

Menggunakan perangkat digital untuk tugas rumah agar kegiatan siswa terpantau meski di luar sekolah.

e)

Mengadakan pelatihan untuk guru tentang pemanfaatan aplikasi digital agar tujuan pembelajaran tercapai lebih efektif.

13.

Bagaimana guru dapat menerapkan praktik pedagogis dalam pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa?

a)

Mendorong siswa untuk berpikir di luar kotak

b)

Memberikan tugas yang banyak dan kompleks

c)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan interaksi siswa

d)

Menggunakan metode ceramah dan penugasan

e)

Memberikan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari

14.

Bagaimana kepala sekolah dapat mendorong kemitraan pembelajaran mendalam di sekolah?

a)

Mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan guru dan siswa

b)

Mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran yang baru

c)

Memfasilitasi pertemuan dan diskusi antara guru, siswa, dan masyarakat

d)

Mengawasi dan mengontrol guru dan siswa dalam proses pembelajaran

e)

Mengelola keuangan sekolah tanpa melibatkan guru dan siswa

15.

Bu Irma sebagai guru di SMP Bahari menyadari bahwa beberapa kelompok peserta didik di kelasnya mengalami kesulitan dalam mengerjakan penugasan proyek. Strategi apa yang seharusnya diterapkan oleh Bu Irma untuk memfasilitasi kerja kelompok agar lebih baik?

a)

Memantau kelompok tanpa campur tangan.

b)

Memberi mereka kuis untuk menilai pemahaman tentang kolaborasi.

c)

Mengatur ulang metode dari kelompok menjadi individu

d)

Mengatur kelompok berdasarkan kekuatan dan kelemahan anggota

e)

Mengubah topik proyek menjadi sesuatu yang lebih mudah.

16.

Tata ruang kelas sangat mempengaruhi terlaksananya pembelajaran mendalam. Berikut ini adalah pengelolaan kelas yang tidak mendorong terciptanya pembelajaran mendalam.

a)

Bentuk ruang kelas klasikal dari depan ke belakang secara rapi, sehingga guru menjadi fokus utama.

b)

Pengaturan meja dan kursi dengan bentuk U-shape, sehingga guru dan siswa lebih mudah berkomunikasi.

c)

Pengaturan meja dan kursi dengan bentuk L-shape, sehingga guru dan siswa lebih mudah berkomunikasi.

d)

Pemanfaatan kelas hybrid untuk meningkatkan kolaborasi antara sekolah dan instansi lain.

e)

Penerapan mix class dengan menggabungkan 2 kelas di sebuah ruangan untuk saling berkolaborasi dalam proyek.

17.

1.      SMK A  dalam satu tahun telah melakukan kerja sama dengan berbagai mitra eksternal untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Di akhir program, dilakukan evaluasi yang hasilnya menunjukkan adanya  beberapa mitra yang kurang terlibat aktif dan tidak  kolaboratif  dalam melaksanakan program. Pihak sekolah  menyimpulkan bahwa program kemitraan ini belum berjalan secara optimal. Pihak sekolah pun  ingin menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) agar kemitraan pembelajaran ini bisa berjalan lebih efektif.

Berdasarkan studi kasus tersebut, langkah yang harus diambil dalam menyusun RTL untuk meningkatkan kemitraan sekolah adalah:

a)

Mengakhiri semua kerja sama dengan mitra yang ada dan mencari mitra baru tanpa mempertimbangkan evaluasi lebih lanjut.

b)

Mengidentifikasi mitra yang kurang berkontribusi dan mencari strategi agar keterlibatan mereka lebih aktif dalam mendukung program pembelajaran.

c)

Melakukan perbaikan hanya dalam aspek administratif dan dokumen kerja sama tanpa ada tindakan konkret untuk meningkatkan kolaborasi

d)

Mengandalkan guru untuk menjalankan program sendiri tanpa melibatkan mitra eksternal lebih lanjut.

e)

Hanya menambah jumlah mitra baru tanpa memperbaiki sistem kerja sama dan komunikasi dengan mitra yang sudah ada.

18.

Suatu sekolah berencana untuk memanfaatkan teknologi digital dengan tujuan meningkatkan kualitas Pembelajaran Mendalam di sekolahnya. Selama ini masih banyak guru-guru di sekolah ini yang tidak memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya dan hanya beberapa guru  saja yang melakukan inovasi pembelajaran. Melihat kondisi seperti ini, kepala sekolah dan tim manajemen melakukan identifikasi dan analisis terkait ketersediaan perangkat teknologi yang ada di sekolah. Kepala sekolah  ingin memastikan bahwa pemanfaatan teknologi ini tidak hanya terbatas pada penyediaan perangkat, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif yang berdampak pada kreativitas dan berpikir kritis siswa.

Dalam pendekatan SOAR, khususnya pada Aspek Aspiration, sekolah harus menetapkan tujuan dan visi jangka panjang agar teknologi benar-benar mendukung pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi siswa. Berdasarkan studi kasus tersebut, manakah langkah yang paling sesuai untuk mendukung Aspek Aspiration dalam pemanfaatan digital bagi Pembelajaran Mendalam?

a)

Menerapkan pembelajaran berbasis digital dengan sistem evaluasi yang tidak mengukur efektivitasnya terhadap hasil belajar siswa

b)

Membatasi penggunaan teknologi hanya dalam mata pelajaran tertentu dengan strategi yang selalu sama.

c)

Menggunakan teknologi untuk menggantikan buku cetak dengan e-book tidak disertai inovasi dalam metode pembelajaran secara mendalam.

d)

Menetapkan visi sekolah sebagai pusat pembelajaran berbasis teknologi dengan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi digital

e)

Mengalokasikan anggaran besar untuk membeli perangkat digital tanpa mempertimbangkan kebutuhan pedagogis dan pelatihan guru.

19.

Salah satu poin penting dalam pembelajaran mendalam adalah mendorong keterampilan bertanya siswa. Sebagai kepala sekolah, rancanglah pendekatan paling efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertanyaan kritis.

a)

Mengurangi jumlah pertanyaan yang diajukan selama pelajaran untuk menjaga fokus.

b)

Menggunakan teknik bertanya interogatif untuk memberikan pertanyaan lebih mendalam

c)

Menggalakkan teknik Socratic questioning untuk mendorong siswa menggali lebih dalam dan mempertanyakan asumsi mereka.

d)

Mengadakan sesi tanya jawab di akhir pelajaran tentang Pelajaran yang akan datang.

e)

Mengharuskan siswa menjawab semua pertanyaan dari guru dengan memanggil sesuai urutan.

20.

Kepala sekolah menemukan bahwa rencana yang disusun belum berdampak pada hasil belajar murid. Ia mengadakan evaluasi, diskusi terbuka, dan menyusun pendekatan baru. Ini merupakan wujud dari...

a)

Revisi kurikulum mandiri

b)

Supervisi pembelajaran

c)

Rapat akhir tahun

d)

Perubahan manajemen sekolah

e)

Tahap Measure, Reflect, and Change

21.

Seorang kepala sekolah mengadakan rapat dengan seluruh guru untuk mendiskusikan tantangan dalam penerapan kurikulum. Tindakan ini mencerminkan tahap mana dalam siklus inkuiri kolaboratif?

a)

Change

b)

Measure, Reflect

c)

Assess

d)

Implement

e)

Design

22.

Sekelompok guru menyusun rencana pelajaran dengan mendiskusikan ide, berbagi pengalaman, dan menyepakati peran masing-masing. Aktivitas ini terjadi pada tahap...

a)

Measure, Reflect

b)

Implement

c)

Assess

d)

Design

e)

Change

23.

Dalam sebuah forum refleksi, guru-guru menyampaikan bahwa strategi pembelajaran yang telah dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan murid. Apa langkah kepala sekolah dalam menanggapi hal ini?

a)

Mengganti guru yang dianggap tidak kompeten.

b)

Membuat keputusan sendiri tentang program pengganti

c)

Menunda semua program sampai tahun ajaran berikutnya.

d)

Menyusun ulang strategi bersama berdasarkan refleksi.

e)

Meminta guru tetap mengikuti rencana awal.

24.

Seorang kepala sekolah ingin mengetahui efektivitas kolaborasi guru dalam menyusun solusi pembelajaran. Ia menyebarkan kuesioner kepada guru dan siswa. Tindakan ini mencerminkan prinsip...

a)

Inkuiri berbasis data

b)

Evaluasi kualitatif

c)

Desentralisasi kewenangan

d)

Kolaborasi personal

e)

Evaluasi formatif

25.

Pembelajaran yang menciptakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan. Ketika peserta didik menikmati proses belajar, motivasi intrinsik mereka akan tumbuh, mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan keterlibatan aktif. Hal ini merupakan prinsip pembelajaran….

a)

Menggembirakan

b)

Kontekstual

c)

Berkeadilan

d)

Berkesadaran

e)

Bermakna

26.

Mengapa penting melakukan refleksi setelah menyelesaikan proyek deep learning?

a)

Untuk membandingkan hasil dengan teman

b)

Supaya mendapatkan nilai bagus dari dosen

c)

Supaya hasil proyek terlihat profesional

d)

Agar dapat menilai, mengevaluasi dan meningkatkan proses pembelajaran pribadi

e)

Agar pengetahuan baru dapat dipahami

27.

Dalam proses pembelajaran mendalam, siswa sering mengalami kesalahan saat mengeksplorasi konsep. Guru yang menerapkan growth mindset akan...

a)

Menghindari diskusi tentang kesalahan agar siswa tidak malu

b)

Menjelaskan materi dengan ceramah

c)

Menjadikan kesalahan sebagai bahan refleksi dan diskusi bersama

d)

Menyuruh siswa mengerjakan ulang tanpa penjelasan

e)

Memberi sanksi atas kesalahan agar tidak terulang

28.

Seorang guru ingin merancang kegiatan refleksi pasca-penugasan untuk menumbuhkan growth mindset. Manakah yang paling tepat?

a)

Siswa diminta menilai teman sekelas berdasarkan hasil akhirnya

b)

Siswa menulis apa yang mereka lakukan dengan benar saja

c)

Siswa diminta mengulang tugas tanpa perubahan

d)

Siswa menghafalkan konsep yang diterimanya

e)

Siswa menganalisis kesalahan dan merancang cara memperbaikinya

29.

Dalam pembelajaran mendalam terdapat 3 prinsip pembelajaran yang menjadi ciri khas pada pendekatan tersebut, ketiga prinsip itu adalah ….

a)

Berpusat pada peserta didik, kontekstual dan bermakna

b)

Berkesadaran, bermakna dan menggembirakan

c)

Memahami, mengaplikasikan dan menggembirakan

d)

Memuliakan, menyenangkan dan berkesadaran

e)

Bermakna, memuliakan, dan menyeluruh