NEW
Font size
WorksheetsRemidi UTS MANAJEMEN LOGISTIK RS 2024
Total questions: 35
Worksheet time: 35mins
Konsep Supply Chain Management (SCM) dalam manajemen logistik rumah sakit mengacu pada :
Informasi
Pengelolaan aliran barang
Pengelolaan seluruh proses yang terlibat dalam mendapatkan, menyimpan, mengirimkan barang yang diperlukan untuk perawatan pasien
Jasa Pemasok hingga ke pasien
Semua Benar
Metode Perencanaan Logistik yang "Melibatkan penerimaan barang di fasilitas distribusi yang kemudian langsung dipindahkan ke truk pengiriman tanpa disimpan di gudang.
Meskipun metode ini membantu dalam mengurangi waktu siklus pengiriman & biaya penyimpanan" namun kurang sesuai diterapkan dalam Manajemen Logistik Rumah Sakit. Metode tersebut adalah :
Metode Kanban
Metode ABC Analysis
Metode Just In Time
Metode Cross-Docking
Metode Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR)
Manfaat Konsep Supply Chain Management di Rumah Sakit adalah:
Meningkatkan kunjungan pasien
Meningkatkan kesembuhan pasien
Meningkatkan Kinerja rumah sakit
Meningkatkan kualitas pelayanan medis
Meningkatkan efisiensi operasional
Berikut ini yang BUKAN termasuk Tujuan Manajemen logistik adalah :
Mengurangi Biaya & Pemborosan
Menjaga Kualitas produk & Layanan
Peningkatan Produktifitas Staf Medis
Memastikan Persedian stok yang optimal
Meningkatkan Kepuasan Pasien
Yang tercantum di bawah ini adalah Ruang Lingkup Manajemen Logistik Rumah Sakit, KECUALI :
Penggunaan Teknologi Informasi
Pengendalian Transportasi
Pengelolaan hubungan dengan pemasok
Penerimaan & Pemeriksaan Barang
Distribusi & Pengiriman Barang
Peningkatan Akurasi & Ketepatan Waktu adalah
Salah Satu Tujuan dari Manajemen Logistik RS
Salah Satu Ruang Lingkup Manajemen Logistik RS
Salah Satu Manfaat dari Manajemen Logistik RS
Salah Satu Istilah dalam Manajemen Logistik RS
Berikut ini BUKAN merupakan Prinsip Lean dalam Manajemen Logistik RS :
Analisis Data
Meningkatkan Aliran Nilai
Identifikasi & Eliminasi Pemborosan
Fokus pada Kepuasan Pasien
Pengendalian Kualitas & Pengendalian Biaya adalah Prinsip dari :
Prinsip dari Manajemen Logistik RS
Prinsip dari Lean dalam Manajemen Logistik RS
Prinsip dari Pengadaan Barang & Jasa di RS
Prinsip dari Six Sigma dalam Manajemen Logistik RS
Penerapan Lean & Six Sigma dalam Manajemen Logistik RS pada akhirnya
Meningkatkan efisiensi operasional
Mengurangi biaya secara keseluruhan
Menjadi lebih responsif terhadap perubahan pasar
Meningkatkan kepuasan pasien
Semua Benar
Dalam Manajemen Logistik dikenal istilah Konsinyasi, artinya :
Kesepakatan penggunaan barang hemat energi & ramah lingkungan
Kesepakatan pembayaran jika barang sudah terjual
Kesepakatan barang akan dikirim tepat waktu
Kesepakatan dengan Pemasok tentang Persediaan dalam kondisi Kritis
Prinsip yang mengatur penggunaan barang tertentu dalam urutan tertentu untuk memastikan bahwa barang tersebut digunakan sebelum kedaluwarsa atau kehilangan nilai dikenal sebagai :
Prinsip FIFO
Prinsip Rotasi Stok
Prinsip Pengadaan yang berkelanjutan
Prinsip Just-in-Time
Prinsip pengelolaan Persediaan
Manfaat FIFO (First In Fisrt Out) yang benar adalah :
Meningkatkan Kualitas
Meningkatkan Akurasi Persediaan
Mendukung Rotasi Stok
Mencegah Kadaluwarsa
Benar Semua
Terdapat 8 Fiture Umum WareHouse System (WHS) dalam Manajemen Logistik RS,
Sebagian yang disebut di bawah ini yang paling benar adalah :
Manajemen Kualitas & Kepatuhan, Penyimpanan & Penempatan Barang, Perencanaan Pengadaan
Pemantauan Persediaan, Pelacakan & Pelaporan, Pengelolaan Pesanan
Penerimaan & Pemeriksaan Barang, Optimalisasi Aliran Kerja, Pengendalian Akses
Integrasi dengan Sistem lain, Pengelolaan Pesanan, Pemantauan Lingkungan
Benar Semua
Terdapat 10 Syarat Good Manufacturing Practice (GMP) yang biasa diterapkan dalam Manajemen Logistik RS. Sebagian syarat tersebut di bawah ini yang benar adalah :
Rekam jejak & Pelacakan, Pemeliharaan & Kalibrasi, Keamanan
Pengendalian Akses, Pelatihan & Kualifikasi Personil, Pemantauan Lingkungan
Penyimpanan & Penanganan Barang, Suhu & Kelembaban, Desain & Bangunan gudang
Benar semua
Terdapat 8 Faktor Utama dalam Merencanakan Kapasitas Gudang. Sebagian faktor di bawah ini yang benar adalah :
Persyaratan Penyimpanan, Pengelolaan Persediaan, Kepatuhan pada GMP
Ketersediaan Gudang cadangan, Sistem Manajemen Logistik, Penggunaan Teknologi
Rotasi Stok, Kualitas & Keamanan Barang, Jumlah Barang yang disimpan
Benar semua
Terdapat 6 Aspek Efisiensi Gudang di Rumah Sakit.
Di bawah ini yang BUKAN Aspek Efisiensi adalah :
Proses Operasional yang Ditingkatkan, Pengelolaan Persediaan & Permintaan
Optimalisasi Penyimpanan, Penggunaan Teknologi
Kepatuhan terhadap Standar GMP, Perubahan dalam Permintaan
Kualitas dan Keamanan Barang, Manajemen Persediaan yang Efisien
Terdapat 7 Tahapan dalam Alur Manajemen Logistik Rumah Sakit.
Tahapan mana yang paling rumit dan butuh perhatian ?
Tahap Pengadaan
Tahap Pemanfaatan
Tahap Penyimpanan
Tahap Perencanaan & Penganggaran
Penetapan Vendor dalam Pengadaan Barang dalam Manajemen Logistik RS menggunakan Rating Merit System. Faktor untuk menentukan keputusan bahwa Vendor adalah layak untuk diajak bekerjasama adalah :
Menekankan pada pengadaan yang terbuka dan kompetitif
Kualitas produk atau layanan yang mereka tawarkan & kemampuan mereka dalam memenuhi persyaratan kontrak
Bagaimana mereka mengelola proyek, memenuhi tenggat waktu, & berinteraksi dengan klien
Memiliki pengalaman yang relevan, sertifikasi & keahlian yang diperlukan untuk tugas yang akan dijalankan
Benar Semua
Pendistribusian Barang dari Gudang Logistik RS ke Unit mengikuti pola :
A. Pesanan dikirimkan oleh Gudang logistik ke Unit pemesan
B. Pesanan diambil oleh Unit pemesan dari gudang logistik
C. Distribusi dilakukan secara berkala dan terjadwal
Jawaban A & B Benar
Jawaban A, B dan C Benar
Urutan 8 Siklus Manajemen Logistik berikut yang benar adalah
Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan, Pemeriksaan, Pendistribusian, Pemanfaatan, Penghapusan, Pengendalian
Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan, Pemeriksaan, Pendistribusian, Pemanfaatan, Penghapusan, Pelaporan
Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Pemanfaatan, Penghapusan, Pengendalian
Perencanaan, Penganggaran, Pengadaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Pemanfaatan, Penghapusan, Pelaporan
Kegiatan Manajemen Logistik RS secara garis besar ada 10 Kegiatan yang berurutan.
Di bawah ini, kegiatan berurutan yang benar adalah :
Penerimaaan & Pemeriksaan, Penyimpanan, Pengelolaan Persediaan
Pengelolaan Persediaan, Pengemasan & Pelabelan, Penggunaan/ Pemanfaatan
Penggunaan/Pemanfaatan, Pemantauan & Pemeliharaan, Pengendalian
Semua Jawaban Benar
Produk layanan Rumah Sakit yang tidak berhubungan dengan Logistik RS adalah
Rawat Inap, Rawat jalan, Rawat Darurat
Farmasi, Bedah, Kebidanan & Kandungan
Perawatan Gigi & Mulut, Laboratorium, Radiologi
Psikiatri, Rehabilitasi Medik, Nutrisi/Gizi
Tidak ada yang Benar
Yang benar tentang Indeks Efisiensi Gudang RS adalah
Indeks efisiensi gudang di rumah sakit dihitung menggunakan metode tertentu
Metrik atau ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efisien manajemen logistik rumah sakit
Indeks yang memberikan gambaran tentang seberapa baik gudang tersebut memenuhi kebutuhan operasional rumah sakit
Indeks efisiensi gudang di rumah sakit dihitung berdasarkan pada faktor-faktor tertentu di rumah sakit
Terdapat 8 Faktor Utama dalam merancang Gudang RS.
Salah satu faktornya adalah AKSESIBILITAS.
Pernyataan berkait Aksesibilitas berikut yang benar adalah :
Pengaturan akses yang terkontrol, penggunaan sistem keamanan, kamera pengawas & tindakan pencegahan terhadap pencurian
Penempatan Barang berdasarkan jenis, kategori, atau persyaratan penyimpanan khusus
Penggunaan ruang yang tersedia semaksimal mungkin tanpa mengorbankan aksesibilitas atau keamanan
Penyimpanan diatur sehingga mudah dijangkau & diidentifikasi, meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk mengambil barang
Benar Semua
Terdapat 8 Faktor Utama dalam Merancang Gudang RS.
Faktor terkait suhu, kelembaban, & kondisi lingkungan lainnya secara real-timemendeteksi perubahan, untuk kondisi yang dapat memengaruhi stabilitas produk, Adalah Faktor Utama :
Faktor Ventilasi dan Sirkulasi Udara
Faktor Kepatuhan terhadap Standar
Faktor Sistem Pemantauan
Faktor Keamanan
Salah satu dari 8 Hal Penting yang perlu diperhatikan dalam Penyimpanan Obat & Perbekalan Kesehatan adalah "Gudang harus dilengkapi dengan sistem pemantauan lingkungan yang memungkinkan untuk pemantauan suhu, kelembaban, & kondisi lingkungan lainnya secara real-time"
Pernyataan tersebut adalah berkaitan dengan :
Keamanan & Akses Kontrol
Pemantauan Lingkungan
Pemeliharaan & Kebersihan
Kontrol Suhu
"Konsep yang bertujuan untuk mencari titik di mana biaya total yang terkait dengan persediaan (biaya pemesanan dan biaya penyimpanan) minimal" adalah pernyataan Konsep Metode Perancangan Logistik :
Metode Maximum Stock Level (MSL)
Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Metode Material Requirement Planning (MRP)
Metode Kanban
"Memberikan perkiraan tentang kebutuhan persediaan di masa depan untuk membantu dalam perencanaan jangka panjang dan pengambilan keputusan" adalah penjelasan salah satu Karakteristik Forecasting Manajemen Logistik :
Berorientasi Masa Depan
Berbasis Data
Fleksibel
Akurat
Terintegrasi
"Untuk membantu dalam alokasi yang efisien dari tenaga kerja, ruang, dan modal dalam manajemen persediaan dan distribusi barang" adalah Penjelasan dari Salah Satu Tujuan Forecasting Manajemen Logistik di bawah ini :
Meningkatkan Pelayanan Pasien
Mengurangi Biaya Persediaan
Meramalkan Kebutuhan Persediaan
Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya
Terdapat 4 Fungsi atau Peran Forecasting Manajemen Logistik.
Penjelasan berikut ini yang BUKAN merupakan Fungsi atau Peran Forecasting adalah :
Penjadwalan: Membantu penjadwalan kegiatan operasional pemesanan, produksi & distribusi
Pengambilan Keputusan: Menyediakan informasi untuk mengambil keputusan strategis
Perencanaan Persediaan: Membantu dalam perencanaan dan pengelolaan persediaan
Terintegrasi: Menjadi bagian integral dari proses perencanaan dan pengelolaan
Evaluasi Kinerja: Menjadi dasar mengevaluasi & mengidentifikasi area yang perlu perbaikan
"Pola ini mengasumsikan bahwa kebutuhan akan barang atau layanan meningkat atau menurun secara konsisten seiring waktu dalam pola yang lurus" adalah Penjelasan Salah Satu dari 5 Pola Forecasting Manajemen Logistik, yaitu :
Pola Tren Linier
Pola Musiman
Pola Tren Eksponensial
Pola Siklus
Pola Random Acak
"Menghindari kelebihan stok yang dapat menyebabkan penumpukan barang dan penggunaan ruang yang tidak efisien,
Mengurangi risiko kerusakan atau kadaluarsa barang karena barang tidak tersimpan terlalu lama di gudang, dan
Membantu dalam perencanaan persediaan yang lebih efisien dengan fokus pada manajemen stok yang optimal" adalah Penjelasan Manfaat dari Metode Forecasting berikut ini :
Metode Maximum Stock Level (MSL)
Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Metode Material Requirement Planning (MRP)
Metode Cross-Docking
"Meningkatkan Pengetahuan tentang metode peramalan, analisis data, dan domain pengetahuan logistik rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan akurasi peramalan", Pernyataan ini merupakan Penjelasan Salah Satu dari 7 Langkah Upaya Meningkatkan Akurasi Forecasting, yaitu :
Gunakan Teknologi dan Perangkat Lunak yang Tepat
Lakukan Validasi dan Evaluasi Reguler
Adakan Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan
Pilih Metode Peramalan yang Sesuai
Pertimbangkan Faktor Eksternal
Menurut Penjelasan ketika anda hadir dalam sesi kuliah pertemuan ke-4, Metode Forecasting dalam Manajemen Logistik yang mana yang paling sesuai dan mudah diterapkan di Rumah Sakit ?
Metode Maximum Stock Level (MSL)
Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Metode Material Requirement Planning (MRP)
Metode ABC
Metode Forecasting yang menggunakan konsep bahwa menentukan jumlah dan waktu pesanan bahan mentah atau barang jadi yang diperlukan berdasarkan jadwal produksi atau pemakaian yang direncanakan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti waktu pengiriman, lead time, dan ketersediaan stok yang ada, Adalah Konsep dari :
Metode Maximum Stock Level (MSL)
Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Metode Material Requirement Planning (MRP)
Metode Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR)
