Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Kebijakan Pendidikan Smt Genap TA 25/26

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Kebijakan pendidikan adalah ....

a)

Rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan

b)

Kumpulan peraturan yang mengatur sistem pendidikan.

c)

Aturan yang dibuat oleh guru untuk memperlanca proses pembelajaran di kelas

d)

Program beasiswa untuk mahasiswa

2.

Kebijakan pendidikan dibuat oleh ...

a)

pemerintah pusat

b)

Komite orang tua.

c)

   Sekolah-sekolah.

d)

Pemerintah pusat dan daerah

3.

Apa yang menjadi tujuan utama kebijakan pendidikan?

a)

Menyediakan pekerjaan bagi guru

b)

Memaksimalkan pendapatan pemerintah

c)

Meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan

d)

Meminimalisir jumlah siswa di sekolah

4.

Salah satu contoh kebijakan pendidikan yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas pendidikan adalah...

a)

Meningkatkan gaji dan kesejahteraan guru

b)

Memberikan beasiswa kepada siswa miskin

c)

Mengurangi jam belajar di sekolah

d)

Membuat semester pendek ketika peralihan semester

5.

Salah satu faktor yang bisa mempengaruhi pembuatan kebijakan pendidikan adalah ...

a)

Pemikiran individu

b)

Data dan informasi yang tersedia

c)

Keinginan pribadi dari pejabat pemerintah

d)

Suara kelompok kecil masyarakat

6.

Problem formulation, policy formulation, adaption, implementation, evaluation merupakan tahapan yang harus dilakukan dalam proses penetapan kebijakan public yang dikemukakan oleh …

a)

James Anderson

b)

Michael howlet & M. Ramesh

c)

William Dunn

d)

Ripley

7.

Para ahli menjelaskan adanya berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam perumusan kebijakan. Jika kebijakan dirumuskan berdasarkan aspirasi, tuntutan, serta kepentingan yang mendesak dari Masyarakat, maka perumusan kebijakan dilakukan dengan pendekatan …

a)

Sosial justice approach

b)

Man power Approach

c)

Rate of return approach

d)

Social Demand Approach 

8.

Proses legitimasi sebuah rumusan kebijakan di Indonesia pada umumnya adalah …

a)

meminta pendapat secara langsung kepada rakyat, dan rakyat diminta memberi dukungan

b)

meminta dukungan secara langsung kepada tokoh-tokoh non-formal atau tokoh kunci di Masyarakat

c)

voting dengan menggunakan suara terbanyak sebagai jalan  terakhir  jika tidak mungkin mencapai kesepakatan

d)

suara mayoritas rakyat, dipandang sebagai suara rakyat dan harus didukung dan disahkan

9.

Proses legitimasi sebuah kebijakan yang telah dirumuskan, bisa saja menghadapi kendala dan tantangan. Kendala yang mungkin timbul dalam proses legitimasi kebijakan adalah sebagai berikut, kecuali …

a)

resistensi dari kelompok yang punya visi, persepsi dan kepentingan yang berbeda dengan para perumus dan legitimator kebijakan

b)

resistensi dari para pengikut kelompok konservatif dan eks aktor kebijakan yang tidak lagi menjadi aktor

c)

resistensi dari eks aktor kebijakan yang tidak menjadi aktor lagi

d)

resistensi dari Masyarakat sasaran kebijakan yang tidak mau melaksanakan kebijakan yang sudah diimplementasikan

10.

fungsi Monitoring dan evaluasi kebijakan menurut W. Dunn adalah sebagai berikut …

a)

compliance, Auditing, Accounting, Explanation

b)

compliance, counseling, Accounting, Explanation

c)

compliance, adapting, Accounting, counseling

d)

    Implementating, Explanation, Accounting, counseling

11.

Berikut adalah Aspek-Aspek yang Harus dikaji dalam Analisis sebuah Kebijakan, kecuali …

a)

Konteks kebijakan

b)

Pelaku kebijakan

c)

Perumus kebijakan

d)

Implementasi kebijakan

12.

Berikut yang bukan merupakan pendekatan yang dapat digunakan dalam implementasi kebijakan adalah …

a)

  procedural and managerial approach

b)

social justice Approach

c)

  behavioral approach

d)

political approach

13.

Proses pelaksanaan implementasi kebijakan bersifat top down, terlalu kaku, sangat birokratis, dan menjadi kurang efisien. Hal ini berarti bahwa kebijakan diimplementasikan menggunakan pendekatan …

a)

Social justice approach

b)

Procedural and managerial approach

c)

  Behavioral approach

d)

Structural approach

14.

Mengutip Handbook of Public Policy, Analysis Theory, Politics, and Methods oleh Sidney Mara, teori dan model implementasi kebijakan terbagi atas 3 generasi, yaitu …

a)

Teori dan model Top-Down, Teori dan model Bottom-up, teori dan model Hybrid

b)

Teori dan model Top-Down, Teori dan model Bottom-up, Teori dan model Jaringan

c)

Teori dan model Top-Down, Teori dan model Bottom-up, teori dan model konvensional

d)

Teori dan model Top-Down, Teori dan model Bottom-up, teori dan model factorial

15.

A Model of the Policy Implementation merupakan sebuah teori implementasi kebijakan yang menganggap bahwa bahwa implementasi kebijakan harus berjalan secara linear dari keputusan politik, pelaksana, dan kinerja kebijakan public. Teori ini merupakan salah satu teori implementasi kebijakan …

a)

  Bottom-up

b)

Jaringan

c)

Top-down

d)

Factorial

16.

Asumsi yang digunakan dalam political approach dalam implementasi kebijakan adalah …

a)

menekankan pada pentingnya komando dan pengawasan menurut tahapan atau tingkatan dalam struktur masing-masing Organisasi

b)

mempertimbangkan perbedaan dan persaingan antar individu dalam kelompok dalam memperebutkan pengaruh.

c)

Mempertimbangkan perilaku manusia beserta segala sikap yang muncul dalam implementasi kebijaksana.      

d)

melaksanakan program kebijakan dengan cara mendayagunakan struktur-struktur dan personalia, dana dan sumber-sumber, prosedur-prosedur dan metode yang tepat.

17.

Berikut adalah model-model implementasi kebijakan yang telah dikembangkan oleh para ahli, kecuali …

a)

Van meter & Van Horn; Mazmanian & Sabatier; Nakamura & Smallwood

b)

  Intra-educational extrapolation; Goggin; Elmore

c)

Grindle; Matland; Rate of Return

d)

Van meter & Van Horn; Hogwood & Gunn; Rate of Return

18.

Terdapat empat isu pokok yang perlu diperhatikan agar implementasi kebijakan menjadi efektif, yaitu komunikasi (communication), sumber daya (resources), komitmen (disposition or attitude), dan struktur birokrasi (bureaucratic structure). Ini adalah asumsi yang dibangun dalam teori implementasi kebijakan yang dikembangkan oleh …

a)

Van meter & Van Horn

b)

Hogwood & Gunn

c)

Edward

d)

Grindle

19.

Proses implementasi kebijakan adalah sebuah complex of interaction processes di antara sejumlah besar aktor yang berada dalam networking aktor-aktor yang independen. Ini adalah asumsi yang dibangun oleh …

a)

Model Implementasi Kebijakan Menurut Jaringan

b)

Model Implementasi Kebijakan Menurut Nakamura Dan Smalwoord

c)

  Model Implementasi Kebijakan Menurut Matland

d)

  Model Implementasi Kebijakan Menurut Edward

20.

Berikut adalah model-model evaluasi kebijakan, kecuali …

a)

Goal Based Evaluation Model

b)

Kirkpatrick’s Evaluation Model

c)

Countenance Evaluation Model

d)

Evaluation Management Model

21.

Model yang tepat digunakan untuk melakukan evaluasi program pelatihan adalah …

a)

Goal Based Evaluation Model

b)

Kirkpatrick’s Evaluation Model

c)

Countenance Evaluation Model

d)

Evaluation Management Model

22.

Dalam melakukan evaluasi sebuah program, evaluator akan mempertimbangkan pendapat dari semua pihak baik yang pro maupun kontra. Oleh karena itu, evaluator lebih tepat menggunakan model …

a)

Adversary Evaluation Model

b)

Discrepancy Evaluation Model

c)

Kirkpatrick’s Evaluation Model

d)

Goal Based Evaluation Model

23.

Evaluator perlu untuk mempertimbangkan cost and benefit dari beberapa program yang dievaluasi. Oleh karenanya, evaluator lebih tepat melakukan evaluasi kebijakan/program menggunakan model …

a)

Adversary Evaluation Model

b)

Discrepancy Evaluation Model

c)

Kirkpatrick’s Evaluation Model

d)

Goal Based Evaluation Model

24.

Tahapan pelaksanaan model evaluasi evaluasi implementasi kebijakan Countenance Evaluation yang dikembangkan oleh Robert Stake adalah …

a)

Reaction, learning, behavior, result

b)

anteseden, transaction, outcomes

c)

design, installation, process, product

d)

identification, design, analysis, evaluation

25.

  Model evaluasi yang tepat digunakan untuk mengevaluasi proses pembelajaran adalah :

a)

Adversary Evaluation Model

b)

Discrepancy Evaluation Model

c)

  System Analysis Evaluation Model/Management Evaluation Model

d)

Formatif Summatif Evaluation Model