Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UKOM AKP 2

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Pemberian asuhan pasien secara terintegrasi berfokus pada pasien, yang meliputi keterlibatan pasien dan keluarga, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) sebagai clinical leader, Profesional Pemberi Asuhan (PPA) sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional, discharge planning terintegrasi, asuhan gizi terintegrasi, Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Apakah dokumen bukti yang paling tepat dalam pemberian pelayanan dengan konsep PCC (Patient Centered Care)?

a)

Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT)

b)

Catatan Perkembangan Perjalanan Penyakit

c)

Catatan asuhan medis pasien

d)

Catatan asuhan keperawatan pasien

2.

Asuhan pasien diberikan oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang bekerja sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional dan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) berperan sebagai clinical leader. Rumah sakit menetapkan regulasi bahwa setiap pasien memiliki DPJP selama pasien dilakukan perawatan. Apakah tujuan regulasi yang ditetapkan tersebut?

a)

a. Untuk mengatur kesinambungan asuhan medis pasien di rumah sakit.

b)

b. Untuk mengatur kesinambungan pengelolaan tempat tidur di rumah sakit

c)

c. Untuk mengatur kesinambungan asuhan selama pasien berada di rumah sakit.

d)

d. Untuk mengatur kesinambungan pelayanan Manajer Pelayanan Pasien.

3.

Selama pasien dirawat inap di rumah sakit, pasien mungkin dipindah dari satu pelayanan atau dari satu unit rawat inap ke berbagai unit pelayanan lain atau unit rawat inap lain. Jika Profesional Pemberi Asuhan (PPA) berubah akibat perpindahan ini, maka informasi penting terkait asuhan harus mengikuti pasien.

Apakah dokumen bukti yang paling tepat dalam melakukan proses kegiatan pemindahan pasien diatas?

a)

a. Formulir transfer pasien internal

b)

b. Formulir transfer pasien eksternal

c)

c. Formulir transfer pasien rujukan

d)

d. Formulir transfer pasien skrining

4.

Rumah sakit melakukan pengisian perencanaan pemulangan pasien saat dilakukan pengkajian awal pasien. Untuk menjaga kesinambungan asuhan dilakukan secara terintegrasi melibatkan semua Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dan juga kerlibatan Manajer Pelayanan Pasien (MPP).

Apakah kriteria paling sesuai dalam pengisian discharge planning?

a)

a. Kondisi kesehatan, kebutuhan rumah sakit, pelayanan pasien

b)

b. Kondisi kesehatan, kebutuhan pelayanan primer, rujukan fasilitas lanjutan

c)

c. Kondisi kesehatan, kebutuhan pelayanan pasien, edukasi

d)

d. Kondisi rujukan, kebutuhan home care, efektif komunikasi

5.

Ringkasan pasien pulang memberikan gambaran tentang pasien selama dirawat di rumah sakit, yang dibuat sebelum pasien keluar dari rumah sakit dan dibuat oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP). Ringkasan dapat digunakan oleh beberapa pihak yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan pasien. Siapa yang paling tepat diberikan kewenangan untuk mendapat discharge summary pasien?

a)

a. Tenaga kesehatan yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan kepada pasien, penjamin, konselor, dokumentasi di rekam medis.

b)

b. Tenaga kesehatan yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan kepada pasien, penjamin, pasien, dokumentasi di rekam medis.

c)

c. Tenaga kesehatan yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan kepada pasien, penjamin, pasien.

d)

d. Tenaga kesehatan yang bertanggung jawab memberikan tindak lanjut asuhan kepada pasien, dokumentasi di rekam medis, pihak penanggung jawab pasien.

6.

Pelayanan unit rawat jalan di rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan asuhan yang kompleks atau diagnosis yang kompleks, membutuhkan catatan tersendiri dan dapat diakses oleh PPA. Pemberian asuhan yang berkesinambungan pada pasien tersebut dilakukan dengan konsep kegiatan yang mudah ditelusur dan mudah di review oleh PPA. Apakah dokumen bukti paling sesuai untuk pencatatan pada pasien tersebut?

a)

a. Profil Ringkas Medis Rawat Bersama (PRMRB)

b)

b. Profil Ringkas Medis Rawat Rujukan (PRMRR)

c)

c. Profil Ringkas Medis Rawat Inap (PRMRI)

d)

d. Profil Ringkas Medis Rawat Jalan (PRMRJ)

7.

Rumah sakit menetapkan kriteria pasien rawat jalan dengan asuhan yang kompleks atau diagnosis yang kompleks dengan Profil Ringkas Medis Rawat Jalan (PRMRJ). PRMRJ harus mudah ditelusur dan mudah direview serta dilengkapi dalam pendokumentasiannya.

Apakah tujuan evaluasi kelengkapan formulir PRMRJ tersebut?

a)

a. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

b)

b. Peningkatan Insiden Keselamatan Pasien

c)

c. Peningkatan Profil Indikator Mutu

d)

d. Peningkatan dokumentasi Manajer Pelayanan Pasien

8.

Rumah sakit melakukan rujukan pasien sesuai dengan kondisi pasien, menentukan kualifikasi staf pendamping yang memonitor selama proses rujukan pasien, sehingga proses rujukan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Apakah bentuk regulasi yang paling tepat dalam pemantauan kegiatan rujukan tersebut?

a)

a. Keputusan Direktur tentang penanggung jawab pengelola rujukan di rumah sakit

b)

b. Keputusan direktur tentang SPO sosialisasi penanggung jawab pengelola rujukan di rumah sakit.

c)

c. Keputusan direktur tentang bukti penyusunan penanggung jawab pengelola rujukan di rumah sakit.

d)

d. Keputusan direktur tentang formulir rujukan di rumah sakit.

9.

Rumah sakit melakukan proses merujuk, memindahkan dan memulangkan pasien sesuai dengan kebutuhan pasien, yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), obat, bahan medis habis pakai, alat kesehatan, peralatan medis, persyaratan PPI.

Apakah regulasi yang paling tepat dalam pemenuhan kegiatan diatas?

a)

a. Regulasi transportasi pasien

b)

b. Regulasi penerimaan pasien

c)

c. Regulasi penjemputan pasien

d)

d. Regulasi transfer pasien internal pasien

10.

Rumah sakit menetapkan proses kegiatan di unit rawat jalan dan rawat inap dalam kegiatan merujuk, memindahkan atau pemulangan pasien. Kegiatan ini juga dilakukan pada rumah sakit yang tidak memiliki kendaraan transpor sendiri dengan pemantauan kelayakan kendaraan transpor, pemenuhan aspek mutu, keselamatan pasien dan keselamatan transportasi. Apakah dokumen bukti untuk mendukung kegiatan transportasi pasien?

a)

a. Dokumen kriteria transportasi secara berkala

b)

b. Dokumen kerjasama terkait transportasi dan evaluasi berkala

c)

c. Dokumen kinerja layanan transportasi

d)

d. Dokumen proses kelengkapan transportasi berkala

11.

Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveior mendapatkan bukti bahwa rumah sakit sudah memiliki Panduan Praktik Klinis (PPK), panduan asuhan Profesional Pemberi Asuhan (PPA), clinical pathway, algoritme, protokol, Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) yang terisi lengkap. Apa konsep yang paling tepat terkait kelengkapan dokumen diatas?

a)

a. Pelaksanaan asuhan pasien terintegrasi oleh PPA sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi interprofesional

b)

b. Standar prosedur pelayanan terpadu

c)

c. Sistem pengkajian awal medis dan keperawatan

d)

d. Sistem informasi terpadu dalam asuhan pemulangan pasien

12.

Pada saat surveyor akan melakukan penilaian dan telusur rumah sakit dalam hal bagaimana penerapkan proses skrining yang dilakukan baik di dalam maupun di luar rumah sakit. Apakah bukti yang bisa ditunjukkan bahwa rumah sakit sudah melakukan proses skrining?

a)

a. Adanya bukti dilakukan skrining di pendaftaran dan kajian awal oleh perawat pada pelayanan rawat jalan dan wawancara dengan petugas pendaftaran dan pasien terkait pelaksanaan skrining

b)

b. Adanya bukti-bukti dilakukan skrining baik oleh sekuriti, petugas pendaftaran dan perawat atau bidan

c)

c. Adanya panduan skrining pada pendaftaran dan bukti pelaksanaan skrining

d)

d. Adanya SPO Skrining, bukti pelaksanaan skrining, observasi pelaksanaan skrining dan wawancara petugas dan pasien terkait dengan pelaksanaan skrining

13.

Pada waktu melakukan telusur dokumen, surveior mendapatkan bukti bahwa rumah sakit telah menetapkan perencanaan pemulangan pasien sejak awal saat dilakukan pengkajian awal pasien, yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien, kebutuhan pelayanan pasien, pemberian edukasi kepada pasien dan keluarga. Apakah konsep yang paling tepat terkait kegiatan pelayanan diatas?

a)

a. Penetapan kriteria pemulangan pasien pada discharge planning

b)

b. Penetapan kriteria masuk pada pengkajian awal medis dan keperawatan

c)

c. Kegiatan rekonsiliasi obat yang dilakukan pada pengkajian awal pasien

d)

d. Penetapan kriteria discharge summary pada awal pengkajian pasien

14.

Pada saat melakukan penilaian dan telusur terhadap pelaksanaan proses triase dan pelayanan kegawat daruratan sudah diterapkan oleh staf yang kompeten di rumah sakit. Apakah bukti yang bisa ditunjukkan pada proses triase?

a)

a. SPO tentang triage dan skrining di IGD, Surat Penugasan Klinis dan Rincian Kewenangan Klinis petugas dan bukti pelatihan

b)

b. SPO tentang triase dan skrining di IGD, SPK dan RKK petugas beserta Jadwal petugas jaga IGD pada saat itu

c)

c. Surat Penugasan Klinis (SPK) dan Rincian Kewenangan Klinis petugas dan bukti wawancara langsung dengan petugas IGD

d)

d. Surat Penugasan Klinis (SPK) dan Rincian Kewenangan Klinis petugas dan bukti catatan asesmen awal di IGD

15.

Pada saat melakukan telusur unit di IGD didapati pasien menumpuk belum mendapatkan tempat dirawat dan ada petugas yang menyerahkan SPO pengaturan alur pasien untuk menghindari penumpukan. Siapakah petugas yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pengaturan alur pasien?

a)

a. Manajer Pelayanan Pasien (MPP)

b)

b. Manajer Pelayanan dan Penunjang rumah sakit

c)

c. Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP)

d)

d. Supervisor pelayanan IGD

16.

Pada saat telusur di unit rawat inap, Pasien dan keluarga diberikan instruksi dalam bentuk dan cara yang mudah dipahami saat waktu pemulangan. Instruksi meliputi kapan kembali untuk tindak lanjut dan kapan mendapatkan pelayanan yang mendesak yang kemudian akan dicatat di Formulir yang digunakan untuk perawatan lanjutan. Apakah dokumen bukti Formulir yang paling tepat dalam melakukan kegiatam pelayanan pasien tersebut?

a)

a. Formulir Discharge Planning

b)

b. Formulir PRMJ

c)

c. Formulir Ringkasan Pulang

d)

d. Formulir Catatan Pasien Terintegrasi

17.

Pada saat telusur unit intensif ditemukan fakta bahwa ada pasien di rawat oleh lebih dari 2 dokter dan dari telusur dokumen ada proses perpindahan tanggung jawab dan koordinasi asuhan pasien dari satu Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) ke DPJP lain.

Apakah dokumen bukti Formulir yang paling tepat dalam melakukan proses perpindahan dari DPJP satu ke DPJP lain diruang intensif?

a)

a. Formulir Alih Rawat DPJP

b)

b. Formulir Konsultasi DPJP

c)

c. Formulir Rawat Bersama dengan DPJP utama sebagai leader

d)

d. Formulir CPPT Terintegrasi

18.

Pada saat telusur unit, surveyor mendapatkan ada pasien yang akan izin rawat inap sebentar untuk mengikuti prosesi wisuda, oleh DPJP pasien diizinkan untuk cuti perawatan.

Apakah dokumen bukti yang paling tepat yang perlu dilihat oleh surveyor?

a)

a. Surat Izin Keluar Rumah Sakit

b)

b. Surat Keterangan Sehat dari DPJP

c)

c. Surat Keterangan Diagnosa

d)

d. Surat Pulang Atas Permintaan Sendiri (APS)

19.

Pada kasus pasien akan izin dari rawat inap sebentar untuk mengikuti prosesi wisuda dan oleh DPJP pasein diizinkan untuk cuti perawatan.

Apakah pertimbangan sebagai syarat untuk mendapatkan cuti perawatan dari rumah sakit?

a)

a. Pasien dapat mobilisasi dan pasien izin selama 2 x 24 jam saja

b)

b. Pasien tidak dalam perawatan di ruang isolasi dan pasien terpasang infus dan selang kateter

c)

c. Pasien dapat mobilisasi dan dalam perawatan di ruang perawatan khusus

d)

d. Pasien dapat mobilisasi dan tidak dalam perawatan di ruang isolasi

20.

Rumah sakit memiliki proses untuk melaksanakan kesinambungan pelayanan di rumah sakit dan integrasi antara Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dibantu oleh Manajer Pelayanan Pasien (MPP). Apakah dokumen yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa para PPA dan MPP telah melaksanakan kesinambungan dan koordinasi pelayanan?

a)

a. Formulir CPPT yang telah diisi para PPA dan Asuhan Medis DPJP

b)

b. Formulir CPPT yang telah diisi para PPA dan Formulir A serta formulir B catatan dari MPP

c)

c. Formulir CPPT yang telah diisi para PPA dan formulir A serta formulir B catatan dari MPP dan Discharge Planning

d)

d. Formulir CPPT yang telah diisi para PPA dan seluruh catatan yang ada di rekam medik