NEW
Font size
WorksheetsSIMULASI 1
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Seorang guru senior mengajar siswanya dengan metode diskusi dan menggunakan media gambar yang sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Pada awal semester baru 2019 siswa dikelas tersebut diketahui 70% memiliki preferensi belajar kinestetik sehingga mereka tidak fokus saat pembelajaran dan diskusi berlangsung, siswa lebih senang jika mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dari kasus tersebut strategi pembelajaran yang paling tepat dipilih guru….
A. Kooperatif
B. Project based learning
C. Kontekstual
D. Inqury
E. Discovery
Seorang guru mendapati beberapa siswa yang belum selesai mengumpulkan tugas pada tenggang waktu yang telah diberikan dikarenakan banyaknya tugas yang menumpuk dari mata pelajaran lain, jika seandainya Anda sebagai guru, apa yang anda lakukan?
A. Memberikan fasilitas untuk berdiskusi dan mengajarkan pada siswa bagaimana cara mengatur
waktu dengan baik serta bertanggung jawab pada tugas yang diberikan
B. Mendorong siswa untuk segera menyelesaikan tugas secara maksimal, dengan menyampaikan
perkembangan siswa yang sudah dan belum mengumpulkan
C. Memberikan toleransi tambahan waktu agar siswa yang belum mengumpulkan tugas dapat menyelesaikan tugasnya.
D. Tetap meminta tugas yagn telah diberikan dengan sanksi nilai sesuai dengan tugas yang dikerjakan sebagai upaya untuk memberikan efek jera pada siswa.
E. Menolak tugas yang dikumpulkan melewati batas waktu agar tidak mengingkari kesepakatan yang
sudah disepakati.
Terdapat peserta didik yang mengadu kepada guru bahwa ia selalu melakukan tugas piket kebersihan kelas sendiri. Anggota yang lain tidak mau terlibat membersihkan kelas. Mereka memaksa dan mengancam jika melaporkan hal tersebut pada wali kelas. Sebagai Guru yang mengetahui hal tersebut, apa yang akan Anda lakukan?
A. Memberikan hukuman pada seluruh anggota piket kebersihan karena tidak dapat membangun
kerjasama yang baik dalam tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
B. Guru melakukan evaluasi keterlibatan siswa terkait kegiatan piket kebersihan kelas serta menyampaikan hasilnya, agar menjadi perhatian seluruh siswa untuk terlibat dalam tanggung jawab tersebut.
C. Memberikan teguran kepada siswa yang tidak mau terlibat dalam kegiatan piket kebersihan kelas
agar siswa yang rajin tidak terpengaruh dan dia tidak mengulangi perbuatannya.
D. Merekomendasikan guru BK untuk melakukan konseling kelompok untuk mengajarkan keterampilan bekerjasama dengan orang lain dalam suatu kelompok.
E. Memfasilitasi pertemuan bersama agar terjadi komunikasi antar anggota kelompok piket kebersihan, sehinga semua anggota menyadari tugas masing-masing ketika jadwal piket kebersihan kelas berlangasung.
seorang siswa bercerita kepada guru kalau dia merasa ditipu oleh temannya yang sudah menjanjikan kalau akan mengajari matematika sebagai persiapan ujian tengah semester. Tapi, pada hari yang telah disepakati, temannya tidak datang dengan alasan ada urusan mendadak. Siswa tersebut merasa kecewa karena temannya tidak menepati janji, hingga nilainya menjadi jelek. Walaupun sebelumnya keduanya bersahabat, saat ini mereka tidak saling bertegur sapa.jika seandainya Anda adalah mendapat cerita tersebut, apa yang akan Anda lakukan?
A. Memberikan kepada salah satu pihak bahwa temannya tidak membantu karena perihal yang penting. Selain itu, urusan belajar merupakan urudan masing-masing.
B. Memanggil keduanya, sertamemberikan nasehat-nasehat agar keduanya bersahabat dan saling
membantu.
C. Memberitahu pada salah satu pihak bahwa karena tidak jadi membantu, temannyamendapat nilai jelek serta mendorongnya untuk meminta maaf.
D. Memfasilitasi pertemuandi antara keduanya untuk membangun saling kesepahaman mengenai
masalah tersebut dan jalan penyelesaiannya.
E. Cukup didengarkan saja keluhan itu dengan baik, dan menyarankan untuk dapat diselesikan secara mandiri.
Sekelompok tim fasilitasi projek sedang mencoba memodifikasi modul projek. Mereka memilih untuk memodifikasi modul yang sudah ada karena sekolahnya belum terbiasa melakukan kegiatan pembelajaran berbasis projek. Sementara itu sekolah mereka berada di wilayah kota kecamatan yang sedang berkembang. Di tengah perkembangan tersebut terdapat kondisi di mana masyarakat menjadi semakin sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sikap saling membantu antar sesama masyarakat semakin memudar padahal terdapat ajaran leluhur untuk bisa menjaga silaturahmi dan bersikap saling membantu. Akhirnya tim fasilitasi projek tersebut memilih sebuah modul dengan keterangan sebagai berikut:
Tema: Kearifan Lokal
Topik: Tradisi Lisan dan Budaya Bertutur
Konten: Pelestarian alam menurut ajaran tradisi
Tujuan Dimensi: Mandiri, Kreatif
Kegiatan Kunci: Mewawancarai tokoh masyarakat, observasi, kunjungan, dsb
Asesmen: Tes, kinerja
Produk akhir: Membuat podcast/rekaman suara mengenai tradisi pelestarian alam.
Berangkat dari kondisi tersebut, apa langkah modifikasi modul projek yang paling tepat untuk dilakukan?
Langkah 1 Identifikasi: Memahami profil modul projek yang akan dimodifikasi kemudian mengidentifikasi hal-hal yang akan disesuaikan.
Langkah 2 Modifikasi: Mengubah konten menjadi pelestarian ajaran untuk menjaga hubungan antar masyarakat, menambah dimensi bergotong royong, dan mengubah produk akhir menjadi video pelestarian tradisi.
Langkah 3 Selaraskan: Memeriksa kembali kesinambungan antara isu atau tema yang dibahas, dimensi (tujuan projek), serta profil dan kebutuhan sekolah.
Langkah 1 Konfirmasi: Memeriksa kaitan antara isu atau tema yang dibahas, dimensi (tujuan projek), serta profil dan kebutuhan sekolah.
Langkah 2 Eksekusi: Mengubah konten menjadi pelestarian tradisi gotong royong, menambah dimensi kreativitas dan bergotong royong, serta mengubah produk akhir menjadi pameran budaya.
Langkah 3 Bandingkan: Membandingkan modul asal dan modul hasil modifikasi.
Langkah 1 Sesuaikan: Mengubah konten menjadi pelestarian adat lokal masyarakat, menambah dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berkahlak mulia, dan mengubah produk akhir menjadi kampanye pelestarian budaya.
Langkah 2 Hubungkan: Memeriksa kaitan antara isu atau tema yang dibahas, dimensi (tujuan projek), serta profil dan kebutuhan sekolah.
Langkah 3 Jabarkan: Mendiskusikan kembali perubahan-perubahan yang telah dilakukan.
Langkah 1 Koneksikan: Memeriksa kesinambungan antara isu atau tema yang dibahas, dimensi (tujuan projek), serta profil dan kebutuhan sekolah.
Langkah 2 Modelkan: Mengubah konten menjadi pelestarian toleransi, menambah dimensi bergotong royong, dan mengubah produk akhir menjadi poster pelestarian tradisi lisan.
Langkah 3 Petakan: Mengidentifikasi kembali komponen modul untuk mengonfirmasi perubahan yang dilakukan.
Perhatikan pernyataan-pernyataan mengenai Profil Pelajar Pancasila berikut:
1. Terdiri dari 5 kompetensi yang merujuk pada setiap sila dalam Pancasila.
2. Merupakan pengertian dari pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
3. Terdiri dari 6 elemen yang saling berkaitan satu sama lain.
4. Merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional.
5. Menjadi acuan utama untuk membangun karakter serta kompetensi peserta didik di jenjang Sekolah Dasar.
6. Dicapai melalui intrakurikuler, ekstrakurikuler, projek, dan budaya sekolah.
Pernyataan yang tepat ditunjukkan oleh nomor:
1, 2, 4, 5
2,4,5,6
1,3,4,6
2,3,4,6
Pak Albertus dari Merauke Papua mencoba untuk menggunakan modul ajar yang dibuat oleh Bu Ratna dari Jawa Tengah. Berikut adalah modifikasi yang diperlukan oleh Pak Albertus agar modul yang dipilih relevan dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di dalam kelas, kecuali …
Menentukan desain pembelajaran dan bahan ajar yang relevan dengan situasi, kondisi dan karakteristik siswa.
Menganalisis asesmen yang relevan dan menyesuaiakan dengan kondisi, perbedaan capaian dan karakteristik siswa.
Memodifikasi modul ajar pada bagian sumber bahan ajar dan media yang digunakan yang terdapat di lingkungan sekolah. Diutamakan untuk tidak mengubah tujuan pembelajaran agar guru tidak perlu mengubah kegiatan inti dan asesmen yang dipilih.
Menetapkan tujuan pembelajaran berdasarkan CP, ATP, disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik siswa.
Berikut ini merupakan CP Bahasa Indonesia Fase D, elemen Menyimak. “Peserta didik memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.” Dari 4 pilihan berikut, yang merupakan bukti bahwa siswa telah memahami CP adalah…
Siswa hafal puisi-puisi dari penyair kenamaan dan mampu menuliskan atau mendeklamasikannya kembali tanpa kesalahan.
Siswa mampu menulis puisi dengan menggunakan tanda baca dan huruf kapital yang tepat.
Siswa percaya diri untuk mendeklamasikan karya puisi/prosa di forum besar dan mampu mewakili kelas atau sekolah untuk mengikuti lomba sastra antar sekolah.
Siswa mendeskripsikan makna dari puisi/prosa serta emosi yang ditangkap dari puisi tersebut dan melakukan bedah karya dengan menggunakan beberapa sudut pandang yang berbeda.
