wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pengurangan Risiko Bencana Part 2

Total questions: 20

Worksheet time: 3mins

Name
Class
Date
1.

Apa Perbedaan utama antara Mitigasi Bencana dan Kesiapsiagaan Bencana

a)

Mitigasi bertujuan untuk mengurangi dampak bencana, sementara kesiapsiagaan fokus pada respon darurat

b)

Mitigasi adalah tentang perencanaan evakuasi, sedangkan kesiapsiagaan adalah tentang pembangunan infrastruktur

c)

Mitigasi melibatkan pembangunan fisik, sementara kesiapsiagaan melibatkan pelatihan

d)

Mitigasi dilakukan setelah bencana, sedangkan kesiapsiagaan dilakukan sebelum bencana

2.

Dalam pengurangan risiko bencana, apa yang dimaksud dengan "resiliensi komunitas"?

a)

Kemampuan komunitas untuk pulih setelah bencana

b)

Kemampuan komunitas untuk membangun infrastruktur yang lebih baik

c)

Kemampuan komunitas untuk mengidentifikasi risiko bencana

d)

Kemampuan komunitas untuk mengurangi kerusakan bencana

3.

Apa tujuan dari pembuatan peta risiko bencana?

a)

Untuk menilai kerusakan setelah bencana

b)

Untuk menentukan lokasi tempat tinggal yang aman

c)

Untuk menggambarkan potensi risiko dan dampak bencana di suatu area

d)

Untuk merencanakan jalur evakuasi bencana

4.

Mana yang merupakan langkah mitigasi struktural?

a)

Pelatihan evakuasi untuk penduduk

b)

Penyuluhan tentang risiko bencana

c)

Pembangunan dinding penahan banjir

d)

Penyusunan rencana tanggap darurat

5.

Apa yang dimaksud dengan "analisis kerentanan" dalam PRB?

a)

Evaluasi tentang kerusakan yang mungkin terjadi setelah bencana

b)

Penilaian tentang seberapa rentan suatu area terhadap bencana

c)

Penilaian tentang efektivitas rencana evakuasi

d)

Studi tentang penyebab bencana

6.

Dalam konteks PRB, apa itu "pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas"?

a)

Pendekatan yang melibatkan pemerintah dalam perencanaan bencana

b)

Strategi yang melibatkan partisipasi aktif dan kapasitas komunitas lokal dalam mengelola risiko bencana

c)

Proses yang mengembangkan teknologi untuk mendeteksi bencana

d)

Pembangunan infrastruktur untuk mencegah bencana

7.

Mana yang termasuk dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana?

a)

Penyusunan rencana evakuasi

b)

Pembangunan jembatan tahan gempa

c)

Pembentukan sistem peringatan dini

d)

Pembuatan peta risiko bencana

8.

Apa tujuan dari sistem peringatan dini bencana?

a)

Mengurangi kerusakan ekonomi akibat bencana

b)

Memberikan informasi untuk evakuasi sebelum bencana terjadi

c)

Mengidentifikasi area yang rawan bencana

d)

Menyusun rencana mitigasi jangka panjang

9.

Apa yang dimaksud dengan "adaptasi perubahan iklim" dalam konteks PRB?

a)

Menyusun rencana evakuasi bencana

b)

Mengubah kebijakan untuk menangani dampak perubahan iklim yang mempengaruhi risiko bencana

c)

Mengembangkan teknologi untuk mendeteksi bencana

d)

Membangun infrastruktur untuk mitigasi bencana

10.

Mana yang merupakan contoh kegiatan mitigasi non-struktural?

a)

Pembenahan bangunan untuk tahan gempa

b)

Pembangunan dinding penahan banjir

c)

Pelatihan dan edukasi masyarakat tentang risiko bencana

d)

Pembangunan sistem drainase

11.

Apa yang dimaksud dengan mitigasi dalam pengurangan risiko bencana?

a)

Tindakan setelah bencana untuk memperbaiki kerusakan

b)

Tindakan pencegahan untuk meminimalisir dampak bencana sebelum terjadi

c)

Pengelolaan sumber daya setelah bencana terjadi

d)

Tindakan darurat selama bencana untuk menyelamatkan korban

12.

Apa komponen utama dari rencana kesiapsiagaan bencana?

a)

Penyusunan anggaran darurat

b)

Pelatihan dan simulasi bencana secara berkala

c)

Menyiapkan laporan pasca bencana

d)

Menghitung kerugian ekonomi setelah bencana

13.

Apa perbedaan antara mitigasi dan kesiapsiagaan?

a)

Mitigasi dilakukan setelah bencana, kesiapsiagaan dilakukan sebelum bencana

b)

Kesiapsiagaan berfokus pada pencegahan, mitigasi berfokus pada tanggapan darurat

c)

Mitigasi berfokus pada pencegahan, kesiapsiagaan berfokus pada persiapan menghadapi bencana

d)

Keduanya hanya berlaku setelah bencana

14.

Apa fungsi utama dari sistem peringatan dini dalam pengurangan risiko bencana?

a)

Menyebarluaskan informasi setelah bencana terjadi

b)

Meningkatkan respons tanggap darurat saat bencana terjadi

c)

Memberikan peringatan sebelum bencana terjadi untuk tindakan penyelamatan

d)

Menghitung dampak kerugian bencana

15.

Faktor apa yang paling berpengaruh dalam meningkatkan risiko bencana di suatu wilayah?

a)

Keterbatasan akses informasi bencana

b)

Kepadatan penduduk yang tinggi dan pembangunan yang tidak terencana

c)

Kebijakan penanggulangan bencana yang tidak memadai

d)

Peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana

16.

Apa yang dimaksud dengan resiliensi dalam konteks pengurangan risiko bencana?

a)

Ketahanan fisik masyarakat setelah bencana

b)

Kemampuan untuk pulih dengan cepat dan beradaptasi setelah bencana

c)

Penanganan bencana oleh pemerintah secara langsung

d)

Penyediaan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak

17.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengelolaan risiko bencana adalah?

a)

Menyusun rencana tanggap darurat

b)

Mengidentifikasi dan menganalisis risiko bencana

c)

Melakukan pelatihan kesiapsiagaan bencana

d)

Melakukan evakuasi

18.

Dalam kerangka kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana, apa tujuan utama yang ingin dicapai pada tahun 2030?

a)

Mengurangi jumlah korban jiwa dalam bencana secara signifikan

b)

Menyediakan bantuan kemanusiaan lebih cepat setelah bencana

c)

Meningkatkan infrastruktur bantuan darurat di seluruh dunia

d)

Mengurangi kerugian ekonomi akibat bencana

19.

Apa yang dimaksud dengan peta risiko bencana?

a)

Peta yang menunjukkan lokasi evakuasi saat bencana terjadi

b)

Peta yang menunjukkan area rawan bencana dan dampaknya

c)

Peta yang menunjukkan jalur penyelamatan korban saat bencana

d)

Peta yang menunjukkan infrastruktur yang rusak akibat bencana

20.

Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam menerapkan kebijakan pengurangan risiko bencana di negara berkembang?

a)

Ketersediaan sumber daya finansial

b)

Tingkat partisipasi masyarakat yang rendah

c)

Kurangnya kebijakan pemerintah

d)

Infrastruktur yang tidak memadai