NEW
Font size
WorksheetsTeks Anekdot A
Total questions: 45
Worksheet time: 34mins
Berikut yang bukan termasuk majas ironi adalah
Wah, kamar kamu rapi sekali, sampai debunya tebal di mana-mana!
Nilai ulanganmu benar-benar luar biasa, hanya kamu yang berhasil dapat nilai paling rendah di kelas.
Wah, hebat sekali tunawisma itu bisa bekerja dengan baik.
Hebat sekali, datang ke sekolah jam sembilan padahal pelajaran mulai jam tujuh.
Badanmu kurus sekali, pasti sering makan lima kali sehari ya.
Kesetrika
Suatu hari yang cerah, datanglah seorang laki-laki kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar.
Dokter : “Loh, kenapa telinga anda pak ?”
Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika baju, nah pada saat saya sedang menyetrika, tiba-tiba telpon saya berdering. [.....] reflek, pada saat itu sektrika yang saya pegang saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”
Dokter : “Oh jadi begitu pak, saya paham keluhan anda, terus kalau telinga bapak yang kanan kenapa ?”
Pasien : “Nah itu dia dok, si bego itu nelpon lagi.”
Konjungsi yang tepat untuk mengisi bagian rumpang teks anekdot tersebut adalah . . . .
karena
bahwa
sehingga
walaupun
sedangkan
Tiba-tiba Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat.
"Wah... kita sedang berada di atas Tanah Abang!" teriak Gus Dur.
"Lho kok bisa tau sih?" tanya Clinton dan Chirac heran.
"Ini, jam tangan saya ilang," jawab Gus Dur kalem.
Maksud tersirat dari kalimat jam tangan Gus Dur hilang adalah . . . .
Tanah Abang terkenal sebagai kawasan oleh-oleh elektronik
Tanah Abang terkenal sebagai kawasan yang dihafal Gus Dur
Tanah Abang terkenal sebagai kawasan ramai di Kota Jakarta
Tanah Abang terkenal sebagai kawasan rawan pencurian barang
Tanah Abang terkenal sebagai kawasan penjualan jam tangan
Alkisah, di suatu persidangan terjadi dialog sebagai berikut.
"Sumpah mati, Pak Hakim. Saya sama sekali tidak melakukan semua tuduhan korupsi itu!"
"Saudara jangan berbohong! Tahukah apa hukumannya bagi pelaku yang memberi keterangan palsu di bawah sumpah?"
"Hukuman pastinya saya tidak tahu. Akan tetapi, saya yakin pasti lebih ringan daripada korupsi!"
Latar tempat dalam teks anekdot tersebut adalah . . . .
Penjara
Kantor Polisi
Ruang Sidang
Rumah hakim
Kantor Pengacara
Alkisah, di suatu persidangan terjadi dialog sebagai berikut.
"Sumpah mati, Pak Hakim. Saya sama sekali tidak melakukan semua tuduhan korupsi itu!"
"Saudara jangan berbohong! Tahukah apa hukumannya bagi pelaku yang memberi keterangan palsu di bawah sumpah?"
"Hukuman pastinya saya tidak tahu. Akan tetapi, saya yakin pasti lebih ringan daripada korupsi!"
Makna kata Palsu dalam teks anekdot tersebut adalah . . . .
tiruan
bohong
curang
sumbang
gadungan
Seorang pejabat daerah yang mencalonkan
untuk ikut pilkada memasuki kantor sebuah surat dan langsung marah-marah.
"Berita tentang saya yang kalian tulis semuanya tidak sesuai dengan kenyataan!” katanya setengah berteriak.
"Tenang dulu, Pak!" jawab pimpinan redaksi surat kabar tersebut.
"Tenang bagaimana?”
”Kalau kami menulis tentang Bapak sesuai dengan kenyataan yang ada, pasti Bapak tidak akan terpilih sebagai kepala daerah, melainkan malah dipanggil KPK," kata pimpinan redaksi dengan kalem.
Simpulan isi anekdot tersebut adalah. . . .
Pihak surat kabar menuliskan kabar palsu untuk melindungi nama baik si pejabat
Pihak surat kabar tidak menuliskan isi berita sesuai dengan permintaan si pejabat
Pihak surat kabar tidak bertanggung jawab dengan isi berita mengenai si pejabat
Pihak surat kabar meminta maaf telah menuliskan berita bohong tentang si pejabat
Pihak surat kabar menuliskan berita bohong untuk menjatuhkan nama baik si pejabat
"kamu membuat sontekan, ya?" tanya si kawan.
"Ah, hanya catatan-catatan kecil untuk ujian nanti," jawab mahasiswa.
"Wah, kamu curang!" kata si kawan.
"Sedikit gak apa asal gak korupsi."
"bukannya nyontek itu bibit korupsi?"
Mereka berdua pun terdiam.
Koda dalam anekdot tersebut adalah . . . .
"kamu membuat sontekan, ya?" tanya si kawan.
"Wah, kamu curang!" kata si kawan.
"Sedikit gak apa asal gak korupsi."
"Bukannya nyontek itu bibit korupsi?"
Mereka berdua pun terdiam.
Perampok 1: “Keluar dan serahkan semua harta benda yang kalian miliki”.
Pejabat: “Berani-beraninya kalian hendak merampok kami”.
Perampok 2: “Jangan banyak bicara. Cepat serahkan semua harta kalian atau nyawa kalian akan menjadi taruhannya”.
Pejabat: “Jangan main-main, saya ini anggota dewan. Itu teman saya dirjen pajak dan kedua orang di jok mobil belakang adalah asisten menteri”.
Perampok 3: “Jadi rupanya kalian adalah perampok yang sesungguhnya”.
Perampok 2: “Kalau begitu kembalikan uang kami yang telah kalian rampok”
Kemudian ketiga perampok tersebut berhasil menggambil kembali uang-uang mereka dengan membawa pergi mobil mewah tersebut berserta harta benda yang ada di dalamnya.
Teks anekdot tersebut menceritakan . . . .
Perampokan kepada para pejabat
Pejabat yang ditindak oleh aparat
Tindakan mengatasi para koruptor
Perampokan kepada orang terkenal
Kasus korupsi yang dilakukan pejabat
Kalimat yang menujukkan kalimat imperatif?
“Apakah benar,” teriak Jaksa,
“Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa!”
“Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”
“Oh, maaf! ”Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim.
“Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar?”
Cermati kalimat-kalimat berikut!
(1) Bu guru pun tersenyum
(2) Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.
(3) Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek
(4) Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang
(5) Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.
(6) Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.
Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!
(1) – (2) – (3) – (4) – (5) – (6)
(1) – (2) – (4) – (5) – (3) – (6)
(2) – (4) – (5) – (3) – (6) – (1)
(2) – (4) – (5) – (6) – (3) – (1)
(3) – (2) – (1) – (4) – (5) – (6)
Makna yang tersirat berdasarkan gambar tersebut adalah...
Hukum di negeri ini sudah adil
Banyak koruptor yang menyuap dengan sejumlah uang demi diringankan kasusnya
Dengan uang, kasus menjadi ringan.
Vonis hukuman yang dijatuhkan tidak sebanding dengan apa yang diperbuat.
Hakim sudah berlaku adil bagi koruptor
Bacalah kutipan teks anekdot tersebut!
[. . . .]
Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya taduk sejengkal manusia.”
Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman keseluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.
Abstraksi yang tepat untuk melengkapi kutipan teks anekdot di atas adalah…
Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.
Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.
Akhirnya kambing itu ditemukan.
Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.
Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.
kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawaban disebut . . . .
Kalimat tanya
Kalimat imperatif
Kalimat seru
Kalimat retoris
Kalimat yang menggunaka konjungsi
(1) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. (2) “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” (3) Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. (4)“Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. (5) Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”
Krisis yang terdapat pada teks di atas adalah...
1
2
3
4
5
Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
(1) “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu. (2) Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.” (3) Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. (4)Petugas itu hanya terbelalak keheranan. (5)Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Koda yang terdapat pada paragraf di atas adalah...
1
2
3
4
5
Bacalah teks berikut!
Cuma Takut Tiga Roda
(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara. (2) Pembicaraan bertopik isu terhangat. (3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.
(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
(5) “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.
(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. (7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”
Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor…
1 dan 2
2 dan 3
4
5 dan 6
7
Bacalah teks anekdot tersebut!
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...
Masih banyak orang miskin di sekitar kita!
Pemulung dilarang masuk!
Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.
Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.
Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.
Ini adalah jenis teks anekdot...
Nasihat
Kritik
Hiburan
Lisan
Tertulis
Bacalah penggalan teks anekdot berikut!
(1) “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu. (2) Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.” (3) Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. (4)Petugas itu hanya terbelalak keheranan. (5)Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Evaluasi/Koda yang terdapat pada paragraf di atas adalah...
1
2
3
4
5
Amati teks berikut ini!
Teks 1
Seekor kutu tinggal pada tanduk banteng. Setelah ada di sana sekian lama dan merasa ingin pindah, dia kemudian bertanya pada banteng apakah sang banteng memang ingin pindah. “Aku tak tahu kapan kau datang, jawab si banteng, “kurasa aku pun tak perlu memberi peringatan saat kau pergi.”
Teks 2
Sejak bertemu dengan dia, hidupku menjadi lebih berarti. Setiap hari aku mendapatkan wejangan-wajangan darinya. Salah satunya adalah wejangan bagaimana cara menikmati hidup agar tidak tamak dan selalu bersyukur. “Seandainya bisa, manusia pasti akan menggenggam dunia,” katanya suatu saat.
Teks 3
Saudara-saudara yang saya hormati, beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
Berdasarkan isi teks yang termasuk teks anekdot adalah...
Teks 1
Teks 2
Teks 3
Teks 1 dan teks 2
Teks 2 dan teks 3
PUNTUNG ROKOK
Singapura termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, meskipun hanya membuang puntung rokok. Suatu ketika Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kirinya.
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas, "Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?"
"Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?" jawab Azam.
"Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok," tegas petugas itu.
Dengan sigap Azam menjawab, "Oh... Maaf terjatuh."
Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Isi dari teks anekdot tersebut ...
Perlunya aturan membuang sampah.
Singapura adalah salah satu negara yang bersih.
Menyindir orang yang tidak menaati aturan membuang sampah.
Denda terhadap kesalahan membuang sampah sembarangan.
Petugas yang heran dengan sikap Azam.
Bacalah kutipan teks berikut!
Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.
"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.
Adiknya hanya diam ketakutan.
"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.
"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.
Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ....
banyaknya kasus pencurian sandal di masjid
anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal
kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri
kepala kampung yang mengayomi warganya
hukuman untuk pencuri sandal
Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.
"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"
tanya Andi kepada petugas.
"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.
"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.
Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...
Andi kehilangan sepeda motor
Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian
Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan
Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi
Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati
Hari itu Pak Bahagio sedang mengendarai mobil mewahnya di suatu tempat. Tiba-tiba Pak Bahagio merasa heran ketika ada seorang ibu-ibu yang terlihat makan rumput. Pak Bahagio memutuskan untuk berhenti dan ia ingin bertanya kenapa ibu itu memakan rumput. Selama ini Pak Bahagiao tahunya manusia makan nasi, bukan malah makan rumput.
Penggalan teks anekdot tersebut termasul ke dalam struktur ...
Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Koda
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian …
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Teks anekdot berjudul KUHP terdapat kritikan dalam kalimat ...
Apa kepanjangan KUHP, Pak?
Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!
Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan
Mahasiswa lain tentu tertawa, sedangkan pak dosen hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya menambahkan pertanyaan kepada Ahmad
Dasar Ahmad, pertanyaan pak dosen dijawabnya dengan tegas
Struktur teks anekdot yang tepat, yaitu....
Abstraksi – Koda – Orientasi – Krisis – Reaksi
Orientasi – Abstraksi – Reaksi – Krisis – Koda
Abstraksi – Orientasi – Krisis – Reaksi – Koda
Koda – Reaksi – Krisis – Orientasi – Abstraksi
Reaksi – Abstraksi – Krisis – Orientasi – Koda
Seorang tua tengah menggembalakan keledainya dipadang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. “Cepat larinya,” teriak si Tua itu si keledai, “Jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, “Jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si Tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan ku layani? Toh bebanku sama saja.” Si Tua pun berlari meninggalkan keledai.
Konjungsi yang digunakan pada teks tersebut adalah….
Tetapi dan sedangkan
Sedangkan dan tiba-tiba
Tetapi dan jika
Tiba-tiba dan meskipun
Bacalah dengan cermat kutipan berikut.
Seekor anak harimau bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apakah aku bisa mempunyai uang?”
Ayahnya menjawab, “Tentu saja bisa.”
“Kapan aku bias mempunyai uang?” Tanya anak harimau.
“Kamu akan mempunyai uang setelah kamu diolah menjadi jaket dan dompet,” jawab sang ayah harimau.
Disadur dari: http://www.ketawa.com/2014/06/10182-kapan-buaya-bisa-punya-uang,html
Aspek yang dikritik anekdot tersebut adalah …
Kawasan hutan tempat hidup harimau semakin sempit.
Harimau adalah binatang buas yang berbahaya bagi manusia.
Banyak perburuan harimau untuk diambil kulitnya.
Banyak harimau kelaparan masuk desa dan memangsa manusia.
Habitat harimau di hutan semakin berkurang karena seleksi alam.
Lili dan Lulu adalah teman dekat, mereka sedang mengobrol sambil menunggu tukang bakso lewat. Untuk menghilangkan rasa jenuh, mereka memutuskan untuk bermain tebak-tebakkan. Orang pertama yang mendapat giliran adalah Lili. Lili bertanya pada Lulu, “Lu, kursi apa yang bisa membuat orang lupa ingatan?”. Lulu tidak langsung menjawab ia berpikir sejenak.
Penggalan teks anekdot tersebut masuk ke dalam struktur ...
Abstraksi
Orientasi
Krisis
Evaluasi
Koda
Pada kalimat “mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala’’ adalah termasuk kalimat struktur teks...
Orientasi
Abstraksi
Koda
Krisis
Reaksi
Seorang pejabat daerah yang mencalonkan
untuk ikut pilkada memasuki kantor sebuah surat dan langsung marah-marah.
"Berita tentang saya yang kalian tulis semuanya tidak sesuai dengan kenyataan!” katanya setengah berteriak.
"Tenang dulu, Pak!" jawab pimpinan redaksi surat kabar tersebut.
"Tenang bagaimana?”
”Kalau kami menulis tentang Bapak sesuai dengan kenyataan yang ada, pasti Bapak tidak akan terpilih sebagai kepala daerah, melainkan malah dipanggil KPK," kata pimpinan redaksi dengan kalem.
Simpulan isi anekdot tersebut adalah. . . .
Pihak surat kabar menuliskan kabar palsu untuk melindungi nama baik si pejabat
Pihak surat kabar tidak menuliskan isi berita sesuai dengan permintaan si pejabat
Pihak surat kabar tidak bertanggung jawab dengan isi berita mengenai si pejabat
Pihak surat kabar meminta maaf telah menuliskan berita bohong tentang si pejabat
Pihak surat kabar menuliskan berita bohong untuk menjatuhkan nama baik si pejabat
Perampok 1: “Keluar dan serahkan semua harta benda yang kalian miliki”.
Pejabat: “Berani-beraninya kalian hendak merampok kami”.
Perampok 2: “Jangan banyak bicara. Cepat serahkan semua harta kalian atau nyawa kalian akan menjadi taruhannya”.
Pejabat: “Jangan main-main, saya ini anggota dewan. Itu teman saya dirjen pajak dan kedua orang di jok mobil belakang adalah asisten menteri”.
Perampok 3: “Jadi rupanya kalian adalah perampok yang sesungguhnya”.
Perampok 2: “Kalau begitu kembalikan uang kami yang telah kalian rampok”
Kemudian ketiga perampok tersebut berhasil menggambil kembali uang-uang mereka dengan membawa pergi mobil mewah tersebut berserta harta benda yang ada di dalamnya.
Teks anekdot tersebut menceritakan . . . .
Perampokan kepada para pejabat
Pejabat yang ditindak oleh aparat
Tindakan mengatasi para koruptor
Perampokan kepada orang terkenal
Kasus korupsi yang dilakukan pejabat
Bacalah kalimat berikut!
Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.
Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...
Suatu hari
Asyik
Mengobrol
Warung kopi
Berkendara
Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...
Sedangkan
Lalu
Tetapi
Dan
Kemudian
Bacalah teks berikut ini!
Di suatu kelas saat pendampingan penjurusan oleh wali kelas.
“Anak-anak, kau harus pilih jurusan yang sesuai dengan cita-citamu!” kata wali kelas dengan semangat. “Masa depanmu masih panjang, keberhasilanmu ditentukan oleh pilihanmu hari ini, apa kau ingin mengambil jurusan IPA atau IPS.”
“Bu, saya bingung menentukan pilihan. Sebenarnya saya ingin jurusan IPA tapi saya senang IPS. IPS lebih praktis daripada IPA. Contohnya, kalau ada kelapa jatuh kalau pelajaran IPA dihitung kecepatan, gaya gesek, dan jaraknya. Tapi kalau pelajaran di jurusan IPS, kelapa yang jatuh diambil kemudian dijual.”
Seisi kelas tertawa memecahkan keheningan.
Sindiran yang terdapat dalam teks anekdot tersebut adalah …
Orang memberikan makna terhadap sesuatu hanya secara praktis.
Keberhasilan masa depan ditentukan oleh masa kini.
Kesuksesan seseorang tidak ditempuh secara instan.
Pilihan seseorang belum tentu benar.
Mengambil keputusan secara teori.
PUNTUNG ROKOK
Singapura termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, meskipun hanya membuang puntung rokok. Suatu ketika Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kirinya.
Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas, "Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?"
"Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?" jawab Azam.
"Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok," tegas petugas itu.
Dengan sigap Azam menjawab, "Oh... Maaf terjatuh."
Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.
Reaksi yang ditunjukkan petugas setelah mengetahui perlakuan Azam ...
meninggalkan Azam sambil marah-marah
membuang puntung rokok ke tempat sampah
mengambil puntung rokok dan mengisapnya
tersenyum dan meminta rokok
terbelalak keheranan dan meninggalkan Azam
Bacalah teks di bawah ini!
Agus : Siapa yang kalau jalan memiliki kaki dua dan kalau berhenti memiliki kaki empat?
Sarjono: Ehm…apa, ya?
Agus : Nyerah? Orang jual es dawet pakai pikulan. Kalau dia sedang jalan, kakinya hanya dua, tapi kalau dia berhenti kakinya empat.
Teks di atas tidak termasuk anekdot karena, kecuali.…
Tidak menyindir
Tidak lucu/konyol
Tidak memiliki amanat
Tidak memiliki pesan moral
Tidak menggunakan konjungsi temporal
Berikut ini yang termasuk teks anekdot adalah ….
Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar”itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemasan-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam
Saudara-saudara yang saya hormati, Beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.
Pernahkah Anda membuat SIM, misalnya SIM C? Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.
Perdagangan bebas yang diusung oleh sebuah negara dipastikan dapat menguntungkan atau merugikan negara yang bersangkutan. Dampak negatif kebijakan politik negara di sektor ekonomi ini mudah kita temukan di Indonesia.
Ibu-ibu sedang kerja bakti membersihkan jalan desa pada pagi hari. Suasana terkesan ramai, obrolan seputar harga, gosip, dan anak. “Wah, bulan ini banyak pangeluaran. Anak saya masuk kuliah dan adiknya masuk SMA,” kata Bu Tini. “Semua ternak saya, saya sekolahkan Bu biar pintar,” sambung Bu Tini “He..he..he” tawa Bu Romlah renyah Mereka pun melanjutkan membersihkan rumput di kanan dan kiri.
Bacalah kutipan teks anekdot berikut!
[….......]
Petugas SPBU : …??
Menyadari kekonyolan pertanyaan itu muka mahasiswa berubah menjadi merah. Mesin SPBU menunjukkan angka 20.000, si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
Orientasi yang tepat untuk cuplikan teks anekdot di atas adalah…
Seorang mahasiswa yang membeli bensin ikut mengantre dan ia berada di urutan belakang.
Muka mahasiswa itu berubah merah.
Pada suatu hari di sebuah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum sedang ada antrean panjang.
Si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.
Suatu hari seorang mahasiswa sedang berlatih mengemudi.
Perhatikan pernyataan berikut ini: "Guru yang memberikan ujian secara mendadak sering membuat murid-murid panik. Suatu hari, seorang murid membawa buku saat ujian, dan ketika ditegur, ia berkata, 'Saya hanya ingin memastikan bahwa Anda tidak membuat soal yang salah, Pak.'" Pernyataan ini termasuk bagian teks anekdot yang disebut...
Abstraksi
Orientasi
Krisis
Reaksi
Bacalah teks anekdot berikut ini
Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan koda adalah …
Tiba-tiba seorang anak berkomentar.
Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.
Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya
Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya
Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi
Bacalah kutipan teks berikut!
Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.
"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.
Adiknya hanya diam ketakutan.
"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.
"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.
Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...
banyaknya kasus pencurian sandal di masjid
anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal
kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri
kepala kampung yang mengayomi warganya
hukuman untuk pencuri sandal
Bagian akhir dari cerita dalam struktur teks anekdot disebut....
abstraksi
reaksi
krisis
koda
orientasi
Suatu hari ada tukang roti yang lewat depan rumah, terus teman gue si Enggar manggil. Tidak lama kemudian tukang roti tersebut datang menghampiri kami yang lagi duduk santai di taman depan rumah.
Enggar : “Roti apa saja yang ada bang ?”
Tukang Roti : “Macam-macam, dek.”
Enggar : “Yang ini roti rasa apa yah bang ?”
Tukang Roti : “Yang ini coklat.”
Enggar : “Kalau yang ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “Ini rasa strawberry dek.”
Enggar : “Kalau ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “Kalau yang ini rasa nanas dek.”
Enggar : “Terus rotinya mana bang ? dari tadi kok ngomongnya buah-buahan terus ? emangnya abang jual buah apa jual roti ? Kalo kaya gini caranya gue enggak jadi beli bang.”
Tukang Roti : Hening
Seketika itu tukang roti mendadak pingsan.
Kalimat menyatakan peristiwa masa lalu yang ada dalam teks anekdot tersebut adalah …
Kemarin
Besok
Suatu hari
Kemarin
Minggu lalu
