WorksheetsSoal Teori Kebakaran
Total questions: 102
Worksheet time: 56mins
Dari kejadian kejadian berikut yang dapat disebut peristiwa kebakaran, adalah sebagai berikut, kecuali:
Kebakaran rumah tinggal
Kebakaran di tanur besi
Kebakaran hutan
Kebakaran pabrik
Kebakaran gedung
Berikut unsur-unsur yang membentuk terjadinya api :
Karbon dioksida – Bahan bakar – Panas
Kayu – bensin - Udara
Oksigen – Bahan bakar – Panas
Listrik – Bensin – Batu bara
Panas – listrik – Bahan Bakar
Ketika ujung besi dipanaskan, dan ujung yang lain juga terasa panas, adalah pindahan panas dengan cara:
Konveksi
Konduksi
Asimilasi
Radiasi
Korosi
Terjadinya arus air naik dan turun pada saat memasak air dengan panci alumunium adalah proses perpindahan panas karena :
Kohesi
Konveksi
Adhesi
Konduksi
Radiasi
Proses terjadinya angin darat dan angin laut disebabkan karena proses perpindahan panas karena :
Kohesi
Konveksi
Adhesi
Konduksi
Radiasi
Pada saat terjadi kebakaran kompor di semprot dengan APAR jenis powder, kemudian api tersebut berhasil dipadamkan. Prinsip pemadaman api tersebut diatas dengan cara menghilangkan unsur:
Api
Panas
Oksigen
Bahan Bakar
Gas LPGC
Gas beracun hasil pembakaran, antara lain sebagai berikut, kecuali :
Karbon Monoksida (CO)
Hidrogen Cianida (HCn)
Phosgene (COCl)
Halon (BCF)
Karbon Dioksidaksida (CO2)
Tahap pengembangan Api yang dapat dipadamkan dengan APAR adalah
Pengembangan Awal
Penyalaan serentak
Pengembangan Penuh
Flah Over
Tahap surut
Berikut adalah metode umum pemadaman, kecuali:
Pendinginan
Pembatasan Oksigen
Pelaporan kepada pihak berwajib
Pemindahan Bahan
Dilution / Pengenceran
Salah satu penyebab kebakaran adalah bocornya Gas LPG, cara yang tidak tepat untuk menghindari kebakaran saat ada kebocoran Gas LPG adalah:
Jauhkan dari sumber api
Buat ventilasi
Nyalakan lampu dapur
Rendam dengan air
Bawa tabung ke tempat terbuka
Berikut yang bukan merupakan sifat-sifat gas LPG adalah:
Mudah terbakar
Gas tidak beracun
Gas tidak berwarna
Lebih ringan dari pada udara
Saat dalam tabung berwujud cair
Sumber energi panas mekanik yang dapat menyebabkan timbulnya energi panas adalah:
Konsleting listrik dan Petir
Bahan kimia dan kompos
Reaksi kimia dan pelarutan
Matahari dan gunung berapi
Gesekan dan Kompresi Gas
Sumber energi dari reaksi kimia yang dapat menyebabkan timbulnya energi panas, adalah:
panas dekomposisi dan panas pelarutan
Panas pelarutan dan panas lampu pijar
Panas kompresi dan panas pembakaran
Panas gesekan dan panas pembakaran
Listrik statis dan petir
Gas hasil pembakaran yang bersifat racun tetapi tidak berasa dan tidak berbau yang berbahaya bagi petugas damkar dan korban kebakaran, adalah:
Oksigen (O2)
Nitrogen (N2)
Halon dan Argon
CO dan CO2
Methane
Media pemadaman yang tidak boleh digunakan untuk kebakaran bahan yang disebabkan oleh bahan cair yang mudah terbakar, adalah:
Pasir
APAR Powder
Air
APAR Foam
APAR CO2
Tindakan yang paling tepat dilakukan saat mengetahui awal kebakaran yang disebabkan oleh listrik adalah:
Disiram dengan Air
Menelpon petugas pemadam
Ditutup dengan karung basah
Berteriak minta tolong
Matikan sumber listrik dan padamkan
Hasil proses kebakaran yang berbahaya bagi manusia:
Arang dan sampah
Gas dan Panas / Api
Korban dan arang
Air dan gas
Sampah dan gas
Dalam tahap perkembangan api, tahap penyalaan serentak yang melibatkan seluruh benda yang ada dalam ruangan disebut dengan:
Tahap Awal
Tahap Flash Over
Tahan Roll over
Tahap keadaan mantap
Tahap Backdraft
Kebakaran dalam ruangan tertutup, dengan tanda-tanda gumpalan asap keluar dari bangunan, asap hitam pekat, dan kekurangan supply oksigen. Peristiwa tersebut diatas adalah tanda-tanda akan terjadinya proses:
Tahap Awal
Tahap Flash Over
Tahan Roll over
Tahap keadan mantap
Tahap Backdraft
Upaya evakuasi yang benar dilakukan saat terperangkap dalam asap kebakaran?
Berlari melewati kumpulan asap
Berdiam diri didalam kumpulan asap
Berjalan jongkok atau merayap di dasar lantai agar tidak terkena asap
Lari secepat mungkin
Berjalan biasa dengan Menahan nafas
Prinsip pemadaman dengan menggunakan karung basah adalah:
Pendinginan dengan air
Memindahkan panas
Mengurangi suplai oksigen
Menguraikan bahan bakar
Memindahkan bahan bakar
Metode pemadaman sederhana yang diterapkan dengan menggunakan karung basah, adalah menggunakan prinsip pemadaman:
Pendinginan
Pengurangan bahan bakar
Pengurangan suplai oksigen
Dilution / pengenceran
Penghilangan Panas
Pada saat terjadi kebakaran petugas pemadam menjauhkan bahan yang belum terbakar dari sumber api. Prinsip pemadaman yang digunakan adalah:
Pendinginan dengan air
Memindahkan panas
Mengurangi suplai oksigen
Memperbanyak udara
Memindahkan bahan bakar
Menurut David T. Gold yang dimaksud api / pembakaran adalah:
Menurut David T. Gold yang dimaksud api / pembakaran adalah
Proses terjadinya reaksi kimia yang menimbulkan gas
Suatu proses oksidasi cepat yang umumnya menghasilkan panas dan nyala
Suatu proses yang reaksi antara bahan dan sumber panas
Proses berantai terjadinya reaksi oksidasi dan reduksi
Proses pembentukan api yang tidak terkendali
Berikut adalah hasil proses pembakaran tidak sempurna pada material hidrokarbon:
N2, O2, CO2 dan H20
Jelaga, CO, CO2 dan H20
O2, CO2, H2O
Jelaga, O2, CO2 dan CO
Jelaga, O2, H2O dan CO
Hal yang menyebabkab terjadinya proses pembakaran tidak sempurna adalah:
Kekurangan energi panas
Kekurangan suplai Oksigen
Kekurangan bahan bakar
Adanya tambahan material bahan bakar
Kekurangan waktu pembakaran
Temperatur terendah dimana cairan memberikan uap yang cukup dan dapat menyala sekejap dengan adanya sumber panas, adalah definisi dari:
Tekanan uap
Batas nyala
Panas pembakaran
Titik didih
Titik nyala
Contoh dari perpindahan panas secara radiasi adalah sebagai berikut kecuali:
pancaran sinar matahari,
rasa hangat dari api unggun
rasa hangat pada ujung besi yang dipanaskan
pancaran lampu yang hangat
Suhu panas disekitar kebakaran
Klasifikasi kebakaran menurut NFPA terbagi menjadi 6 Kelas yaitu A, B, C, D, E dan K. Berikut contoh klasifikasi kebakaran untuk kelas K adalah:
Kayu, kertas dan kain
Bensin, solar dan LPG
Magnesium, alumunium kalium
Bahan-bahan radioaktif
Minyak goreng dan margarin
Semua bahan didunia ini dapat terbakar baik padat, cair dan gas. Dalam proses pembakaran semua benda harus dalam bentuk gas agar bisa terbakar. Benda padat dapat berubah menjadi gas setelah mengalami proses:
Pencairan
Penguapan
Pirolisis
Hidrolisis
Simbiosis
Suatu keadaan dimana uap yang sangat panas menyala dan kobaran muka api atau lidah api melintasi langit-langit terjadi jika gas-gas yang mudah terbakar tidak terbakar selama fase permulaan, adalah definisi dari:
Flashover
Rollover
Backdraft
Pirolisis
Explotion
Penyalaan simultan terhadap semua benda yang mudah menyala didalam ruangan dan tingkat panas yang tinggi dari lantai hingga langit-langit, definisi dari:
Flashover
Rollover
Backdraft
Pirolisis
Explotion
Jenis kebakaran yang terjadi di ruangan tertutup, dan kekurangan oksigen untuk pembakarannya. pada kebakaran, jenis ini api belum menyala karena kekurangan oksigen akan tetapi ketika oksigen masuk melalui sebuah celah maka akan terjadi ledakan yang menimbulkan api, adalah definisi dari:
Flashover
Rollover
Backdraft
Pirolisis
Explotion
Ciri-ciri yang menunjukan potensi Backdraft antara lain, Kecuali:
Asap keluar dari lobang-lobang ruangan
Nyala api dlm ruangan kecil atau tidak ada sama sekali
Ruangan penuh dengan Oksigen
Ruangan terkungkung dan panas api berlebihan
Gerak udara masuk dengan cepat saat dibuat lubang
Peningkatan tajam dalam volume dan pengeluaran energi dalam cara yang sangat membahayakan, biasanya dengan pengeluaran suhu yang tinggi dan penghasilan gas, adalah definisi dari:
Flashover
Rollover
Backdraft
Pirolisis
Explotion
Ledakan yang terjadi akibat adanya pengembangan uap pada bahan bakar yang mendidih dalam suatu bejana, disebut dengan :
Explotion
Implotion
Bleves
Back draft
Flash over
Dalam tahapan kebakaran berikut yang dapat dipadamkan sendiri dengan peralatan sederhana adalah:
Tahap mula api
Tahap api tumbuh
Tahap api puncak
Tahap api reda
Tahap api mati / pendinginan
Pada saat pemanasan api unggun, udara disekitar menjadi hangat, peristiwa ini disebabkan karena proses perpindahan panas:
Konveksi
Radiasi
kohesi
Konduksi
Adhesi
Proses pemanasan makanan menggunakan oven termasuk pemindahan panas dengan metode:
Konveksi
Radiasi
kohesi
Konduksi
Adhesi
Proses pendinginan ruangan dengan menggunakan AC (Air Conditioner) termasuk pemindahan panas dengan metode:
Konveksi
Radiasi
kohesi
Konduksi
Adhesi
Cara kerja metode pemadaman media jenis CO2 dengan prinsip pendinginan, yaitu:
CO2 menarik Oksigen sehingga menjadi dingi
Salju atau gas CO2 yang dingin efektif menurunkan temperature penyalaan pada materi yang terbakar
CO2 bereaksi dengan media yang tebakar sehingga suhu turun
CO2 menutupi materi yang terbakar sehingga pisah dari oksigen
CO2 memutuskan rantai reaksi
Cara kerja metode pemadaman media jenis CO2 dengan prinsip penyelimutan, yaitu:
CO2 menarik Oksigen
Salju atau gas CO2 yang dingin efektif menurunkan temperature penyalaan pada materi yang terbakar
CO2 bereaksi dengan media yang tebakar
CO2 menutupi materi yang terbakar sehingga pisah dari oksigen
CO2 memutuskan rantai reaksi
Salah satu penyebab kebakaran adalah listrik, berikut adalah yang bukan sumber panas dari listrik, yaitu:
Arus melalui konduktor
Pemanas Dielektrik (gelombang Micro)
Panas Dekomposisi
Kebocoran arus listrik
Listrik statis
Listrik statis adalah salah satu penyebab terjadinya kebakaran, kegiatan berikut ini tidak dapat menyebabkan listrik statis adalah
Gesekan antara pada ban truck dan aspal
Gosokan batang plastic pada kain wol
Air terjun turun dari ketinggian
Gosokan Kain sutra dengan kaca
Gesekan penggaris mika pada rambut
Saat terjadi kebakaran terdapat hembusan angin yang lebih kencang menuju lokasi kebakaran, ini adalah fenomena perpindahan panas dengan cara:
Konduksi
Kohesi
Konveksi
Radiasi
Adhesi
Pada saat evakuasi korban kebakaran gedung bertingkat yang terperangkap di lift, ditemukan korban meninggal dalam keadaan utuh tanpa ada bekas terbakar. Penyebab kematian yang memungkinkan adalah :
Terkena panas api
Lemas Kekurangan makan
Dehidras
ditemukan korban meninggal dalam keadaan utuh tanpa ada bekas terbakar. Penyebab kematian yang memungkinkan adalah :
Terkena panas api
Lemas Kekurangan makan
Dehidrasi
Kekurangan oksigen
Tersengat listrik
Dalam ruangan tertutup yang terbakar ada suara berdesing dan ruangan menarik udara melalui celah-celah disertai asap kuning atau coklat, merupakan tanda :
Tahap akhir kebakaran
Flash Over
Back draft
Roll Over
Tahap awal kebakaran
Pada saat terjadi kebakaran di gedung bertingkat, terjadi kebakaran dilantai dasar dan udara panas sudah terasa dilantai paling atas. Perambatan panas tersebut diatas melalui proses :
Kohesi
Konveksi
Adhesi
Konduksi
Radiasi
Temperatur terendah suatu padatan, cairan, atau gas yang akan secara spontan menyala secara stabil (self-sustained combustion) tanpa dibutuhkan sumber penyalaan eksternal, adalah definisi dari :
Temperatur uap
Batas nyala
Temperatur autoignis
Titik didih
Titik nyala
Insulator atau material yang memiliki konduktivitas rendah sering digunakan untuk fire protection coating dan insulasi termal karena sifatnya yang menghambat perpindahan panas. Contoh bahan yang dapat digunakan sebagai insulator, kecuali:
ceramic fiber
Papan busa polystyrene
Rockwool
Alumunium
calcium silicate
Jika suatu kebakaran terjadi di area terbuka, panas dipindahkan dengan menjauhi pusat kebakaran, udara dingin dari daerah sekitar akan menuju lokasi kebakaran dan udara panas akan naik. Fenomena diatas adalah perpindahan panas dengan cara:
Kohesi
Konveksi
Adhesi
Konduksi
Radiasi
Jika kebakaran terjadi dalam gedung dan ruangan tertutup (enclosed space), panas dipindahkan dari bagian bawah ruangan atau gedung dan terkumpul di atap. Fenomena diatas adalah perpindahan panas dengan cara:
Kohesi
Konveksi
Adhesi
Konduksi
Radiasi
Perpindahan panas secara radiasi merupakan perpindahan panas oleh gelombang elektromagnetik tanpa melibatkan partikel. Suhu minimal agar Radiasi terjadi pada semua benda dengan :
– 32 o Kelvin
0 o Kelvin
32 o Kelvin
100 o Kelvin
25 o Kelvin
Flammable Range adalah batas antara maksimum dan minimum konsentrasi campuran uap bahan bakar dan udara normal, yang dapat menyala/ meledak setiap saat bila diberi sumber panas. Apakah yang terjadi jika suatu material berada diluar “Flammable Range” :
Terjadi kebakaran
Tidak terjadi kebakaran
Terjadi ledakan
Bahan akan menguap
Bahan akan mendidih
Cara menghadapi bahaya backdraft bagi petugas pemdam kebakaran yang benar adalah sebagai berikut:
Segera buka pintu dan jendela agar oksigen masuk
Menunggu sampai ruangan habis terbakar
Pembuatan lobang ventilasi di titik tertinggi
Segera masuk ke ruangan
Tinggalkan lokasi
Suatu bahan bakar akan mengeluarkan uap bahan bakar dan terbakar secara terus meneris ketika didukung oleh:
Penjalaran api
Reaksi rantai kimia
Backdraft
Perambatan panas
Roll over
terbakar secara terus meneris ketika didukung oleh:
Penjalaran api
Reaksi rantai kimia
Backdraft
Perambatan panas
Roll over
Sumber panas yang disebabkan oleh bakteri dalam proses pembusukan sampah disebut:
Panas pembakaran
Panas spontan
Panas dekomposisi
Panas larutan
Panas alami
Semakin tinggi nilai titik nyala sebuah bahan, maka bahan tersebut akan semakin:
Mudah terbakar
Mudah ditemukan
Sulit terbakar
Sulit ditemukan
Mudah dibekukan
Batas Maksimum dari konsentrasi campuran uap bahan bakar dan udara yang akan menyala atau meledak bila diberi sumber nyala yang cukup disebut
LEL/LFL (Low ExplosiveLimit / Low Flammable Limit)
UEL/UFL (Uper Explosive Limit / Upper Flammable Limit)
Batas titik nyala
Batas Titik didih
Flammable range (Ambang batas daerah dapat terbakar)
Suhu terendah suatu bahan yang mengeluarkan uap/gas, akan menyala dan terbakar sekejap disebut:
Flash Point
Fire Point
Auto ignition temperature
Flamable Range
Frezzing Point
Suhu terendah suatu bahan yang mengeluarkan uap/gas, akan tetap menyala dan terbakar setelah sumber panas dihilangkan disebut:
Flash Point
Fire Point
Auto ignition temperature
Flamable Range
Frezzing Point
suhu / temperature dimana satu zat atau campur beberapa zat yang dapat terbakar dengan sendirinya tanpa diberi sumber panas disebut:
Flash Point
Fire Point
Auto ignition temperature
Flamable Range
Frezzing Point
Saat proses pemadaman api, terjadi arus angin yang kuat masuk ke sumber kebakaran, peristiwa ini disebabkan karena proses perpindahan panas:
Konveksi
Radiasi
kohesi
Konduksi
Adhesi
Contoh reaksi endotermis yang terjadi dialam, kecuali:
Kayu terbakar
Besi Berkarat
Fermentasi Glukosa
Reaksi penetralan
Pencairan Es
Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dalam tahap pemadaman api menggunakan prinsip pemadaman:
Menghilangkan bahan
Mengurangi suplai oksigen
Pendinginan
Mengurangi panas pembakaran
Pengenceran bahan
Penggunaan air hidran dalam pemadaman kebakaran gedung menggunakan prinsip pemadaman:
Menghilangkan bahan
Mengurangi suplai oksigen
Pendinginan
Mengurangi panas pembakaran
Pengenceran bahan
Klasifikasi hunian yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat, adalah
Bahaya kebakaran ringan
Bahaya kebakaran sedang Kelompok I
Bahaya kebakaran sedang Kelompok II
Bahaya kebakaran sedang Kelompok III
Bahaya kebakaran berat
Klasifikasi yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 4 m dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang, adalah
Bahaya kebakaran ringan
Bahaya kebakaran sedang Kelompok I
Bahaya kebakaran sedang Kelompok II
Bahaya kebakaran sedang Kelompok III
Bahaya kebakaran berat
Klasifikasi hunian yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, penimbunan bahan yang mudah terbakar dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 m dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang, adalah:
Bahaya kebakaran ringan
Bahaya kebakaran sedang Kelompok I
Bahaya kebakaran sedang Kelompok II
Bahaya kebakaran sedang Kelompok III
Bahaya kebakaran berat
Klasifikasi hunian yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar rendah dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah, sehingga menjalarnya api lambat, adalah:
Bahaya kebakaran ringan
Bahaya kebakaran sedang Kelompok I
Bahaya kebakaran sedang Kelompok II
Bahaya kebakaran sedang Kelompok III
Bahaya kebakaran berat
Klasifikasi hunian yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas tinggi, penyimpanan cairan yang mudah terbakar, sampah, serat, atau bahan lain yang apabila terbakar apinya cepat menjadi besar dengan melepaskan panas tinggi sehingga menjalarnya api cepat, adalah:
Bahaya kebakaran ringan
Bahaya kebakaran sedang Kelompok I
Bahaya kebakaran sedang Kelompok II
Bahaya kebakaran sedang Kelompok III
Bahaya kebakaran berat
Tingkat Ketahanan Api (TKA) suatu bahan diberi Notasi 60/60/60, apakah maksud dari notasi tersebut?
60 menit ketahanan terhadap penjalaran api/ 60 menit ketahanan memikul beban/ 60 menit ketahanan penjalaran panas
60 menit ketahanan memikul beban/ 60 menit ketahanan terhadap penjalaran api/ 60 menit ketahanan penjalaran panas
60 menit ketahanan penjalaran panas/60 menit ketahanan memikul beban/ 60 menit ketahanan terhadap penjalaran api
60 detik ketahanan terhadap penjalaran api/ 60 detik ketahanan memikul beban/ 60 detik ketahanan penjalaran panas
60 detik ketahanan penjalaran panas/ 60 detik ketahanan memikul beban/ 60 detik ketahanan terhadap penjalaran api
Usaha untuk mencegah penjalaran kebakaran dengan cara membatasi api dengan dinding, lantai, kolom, balok yang tahan terhadap api untuk waktu yang sesuai dengan kelas bangunan gedung disebut?
Fireblok
Kompartemenisasi
Dinding anti api
Antiraterdan
Struktur tahan api
Tangga darurat dibuat untuk menjamin keselamatan penghuni pada saat terjadi kebakaran. Bahaya kebakaran apa yang dapat dilindungi dengan adanya pressurized fan pada tangga darurat?
Material terbakar
Api/panas kebakaran
Oksigen
Asap dan gas hasil pembakaran
Desak-desakan penghuni
Tangga darurat dibuat untuk menjamin keselamatan penghuni pada saat terjadi kebakaran. Bahaya kebakaran apa yang dapat dilindungi dengan adanya pintu tahan api pada tangga darurat?
Material terbakar
Api/panas kebakaran
Oksigen
Asap dan gas hasil pembakaran
Desak-desakan penghuni
Berapa lama pencahayaan darurat pada sarana jalan
Berapa lama pencahayaan darurat pada sarana jalan keluar harus menyala jika terjadi kegagalan dalan pencahayan normal ?
1 Jam
1,5 Jam
2 Jam
2,5 Jam
3 Jam
Tujuan pemasangan pencahayaan darurat adalah
Agar mudah mencari korban
Menambah dekorasi
Mengurangi lampu penerangan umum
Agar evakuasi dapat berjalan mudah dan cepat
Mengurangi biaya listrik
Untuk menghindari sistem pencahayaan darurat padam/trouble harus disediakan
Sumber daya cadangan
Sumber daya utama
Lampu cadangan
Senter
Ventilasi
Alat untuk mengukur besarnya intensitas cahaya adalah ?
Lite Meter
LUX Meter
Sound Meter
Volt Meter
Tacho Meter
Berapa lama waktu tunda antara kegagalan pasokan listrik untuk lampu normal dengan penyalaan lampu darurat untuk fasilitas pemadam kebakaran?
Minimal 5 detik
Minimal 15 detik
Minimal 25 detik
Minimal 45 Detik
Minimal 60 Detik
Pencahayaan pada Lantai dan permukaan untuk berjalan pada tempat yang aman, sarana menuju tempat yang aman dan sarana menuju jalan umum harus jelas dan terang, berapa besar tingkat intensitas cahaya minimal jika diukur pada lantai?
5 Lux
10 Lux
15 Lux
20 Lux
25 Lux
Berapa lama durasi pencahayaan darurat harus disediakan jika terjadi gagalnya pencahayaan normal?
30 Menit
45 Menit
60 menit
90 menit
120 menit
Lokasi pemasangan lampu darurat berikut sesuai dengan standart, kecuali:
tangga-tangga
Koridor
Ram
Lobby
Lift
Persyaratan teknis pemasangan lampu darurat adalah sebagai berikut, kecuali:
Bekerja secara otomatis
Tingkat cahaya cukup
Mempunyai sumber daya cadangan
Mudah pemasangannya
Sesuai standart yang berlaku
Setiap lampu yang digunakan dalan pencahayaan darurat harus dapat bekerja secara otomatis. Bekerja secara otomatis mempunyai maksud:
Dapat mendeteksi keadaan bahaya
Tata cara pemasangan mudah dan murah
Dapat menyala terus menerus walaupun sumber daya utama mati
Mengurangi penggunaan lampu umum
Dapat dikendalikan dari jarak jauh
Alasan mengapa panel Isyarat kebakaran, titik panggil manual dan peralatan pemadam kebakaran harus mendapat cahaya yang cukup saat terjadi keadaan darurat adalah?
Mempermudah proses evakuasi
Mudah ditemukan dan cepat untuk bisa digunakan
Memudahkan maintenance lampu darurat
Mengurangi biaya operasional penerangan gedung
Memudahkan petugas mencari korban
Sistem lampu darurat harus mampu untuk menyediakan pencahayaan darurat secara otomatis bila pencahayaan normal terganggu, hal-hal berikut yang menyebabkan terganggunya suplai listrik normal, kecuali:
Kegagalan pasokan daya listrik PLN
Terbukanya pemutus tenaga (Circuit breaker)
Putusnya pengaman lebur (fuse)
Lampu darurat rusak
Sakelar kontrol lampu normal di buka (OFF)
Berapa lama waktu uji peralatan lampu darurat dilakukan pada setiap lampu darurat yang menggunakan sistem tenaga baterai ?
Setiap 15 hari, selama 15 detik
setiap 30 hari, selama 30
Berapa lama waktu uji peralatan lampu darurat dilakukan pada setiap lampu darurat yang menggunakan sistem tenaga baterai ?
Setiap 15 hari, selama 15 detik
setiap 30 hari, selama 30 detik
Selama 60 hari, selama 30 detik
Selama 30 hari, selama 15 detik
Setiap 60 hari, selama 15 detik
Jangka waktu uji peralatan lampu darurat tahunan harus dilakukan dengan waktu uji selama?
15 menit
30 menit
60 menit
90 menit
120 menit
Lokasi pemasangan arah menuju tempat yang aman harus diberi tanda arah dengan syarat sebagai berikut?
Lokasi yang banyak penghuninya
Lokasi yang menyimpan barang berharga
Lokasi yang mudah dibaca dari segala arah
Jalan lorong menuju tempat aman
Ruang lobby
Berikut adalah tujuan dibuat sistem peringatan bahaya atau sistem penguat suara (public address), kecuali ?
agar penghuni bangunan memperoleh informasi panduan yang tepat dan jelas
Untuk memberikan panduan darurat kepada penghuni dan tamu
tidak timbul kepanikan
agar lebih semangat untuk mendegarkan musik
agar tidak terjadi kecelakan tambahan saat evakuasi
Tanda arah jalan keluar harus diperiksa setiap jangka waktu berapa lama?
Maksimum 10 hari
Maksimum 20 hari
Maksimum 30 hari
Maksimum 40 hari
Maksimum 60 hari
Pencahayaan pada sarana menuju jalan keluar harus dari sumber daya listrik yang dijamin kehandalannya, jenis Lampu yang boleh dipakai untuk pencahayaan primer pada sarana menuju jalan keluar adalah :
Lampu dengan baterai
lampu jinjing
lentera
Lampu rechargeable
Lampu bolam standart
Intensitas suara pada sistem peringatan bahaya harus memenuhi kriteria berikut :
Suara yang dikirimkan harus cukup kuat menjangkau setiap titik hunian.
Intensitas suara tidak boleh mengagetkan
Tidak boleh menimbulkan kepanikan.
Suara yang merdu dan mudah diingat
Isi pesan harus bersifat menenangkan penghuni, menuntun dan memberi petunjuk yang tepat dan jelas, tidak membingungkan.
Tujuan lampu darurat wajib dipasang pada jalan lorong menuju tempat aman dan jalur menuju jalan umum adalah:
Menambah keindahan dan dekorasi
menjamin proses evakuasi lancar dan aman
agar semua ruangan terang
memudahkan akses maintenece gedung
Meningkatkan keselamatan dan kesehatan
Jika Sensor gerakan otomatis untuk mengoperasikan lampu penerangan darurat maka berapa lama “timer” waktu minimum lampu tersebut tetap kondisi menyala?
Minimum 5 menit
Minimum 10 menit
Minimum 15 menit
Minimum 20 menit
Minimum 30 menit
Untuk mengatasi masalah jika terjadi kegagalan pada sensor otomatis pada lampu darurat, maka system tersebut harus dilengkapi:
Ditambah baterai cadangan
Ditambah sakelar pengendali manual
Ditambah lampu darurat tambahan
Dikoneksikan dengan listrik PLN
Dikoneksi dengan Presurre Fan
