NEW
Font size
WorksheetsPost Test - Analisa Laporan Keuangan Bank Bengkulu
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Berikut alasan bank wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi pinjamannya pada saat jatuh tempo, kecuali:
Dana yang disalurkan dalam bentuk kredit adalah simpanan masyarakat
Usaha penarikan kewajiban macet effortnya besar
Kredit macet mengurangi keuntungan bank
Tingginya NPL mempengaruhi tingkat Kesehatan dan kelangsungan usaha bank
Metode pencatatan dimana penghasilan diakui pada saat kas diterima, adalah menggunakan metode:
Acrrual basis
Konsep nilai historis
Konsep kesatuan usaha
Cash basis
Biaya yang dikeluarkan sebelum perusahaan menjalankan operasi secara komersiil, Biasanya dicantumkan dalam pos:
Aktiva lancar
Aktiva tetap
Aktiva lain-lain
Biaya pada Laporan Laba Rugi
Berikut adalah beberapa kondisi yang tidak tercatat di neraca tetapi dapat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan, kecuali:
Penjaminan perusahaan (company guarantee)
Bank garansi
Oustanding LC import
Catatan detail umur piutang
Debt service coverage ratio digunakan untuk melihat:
Kemampuan perusahaan dalam memenuhikewajiban angsuran dan bunga
Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan
Kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kontinuitas usahanya
Kemampuan perusahaan memanange perusahaan
Current portion of long term debt adalah:
Hutang bank lancar
Hutang jangka Panjang perusahaan
Hutang bank jangka Panjang
Bagian hutang lancer dari hutang jangka Panjang
Gross profit menunjukkan indikasi, kecuali:
Laba kotor
Pengendalian persediaan
Efisiensi
Harga jual produk (pricing)
Kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya (jangka pendek & jangka panjang) dari modal atau asset. Diukur dengan ratio:
ROE
DER
DSC
Deviden payout ratio
Analisa keuangan dengan membandingkan satu pos dengan pos lainnya dalam satu periode, dikenal dengan:
Analisa vertical
Analisa horizontal
Analisa pos-pos neraca
Analisa laporan keuangan
Karakteristik keuangan usaha perdagangan adalah, kecuali:
Aset terkonsentrasi pada piutang
Margin besar
Kebutuhan kredit modal kerja tinggi
Aset terkonsentrasi pada persediaan
Covenan ratio current ratio adalah sebesar:
2,0 kali
1,5 kali
1,25 kali
1,0 kali
Early warning system bermanfaat untuk, kecuali:
Menggali berbagai sumber pembayaran/pelunasan
Untuk mengetahui gejala/penyebab kredit bermasalah
Pengganti lemahnya pelaksanaan monitoring
Indikasi lainnya penyebab menurunnya kinerja debitur
Salah satu tanda dari early warning signals dari sisi operasi perusahaan adalah:
Debitur susah ditemui
Debitur tidak menyampaikan laporan keuangan secara teratur
Ketergantungan terhadap salah satu pemasok/pelanggan
Tidak bereaksi terhadap perubahan
Berikut adalah tindakan fungsi monitoring terhadap Penggunaan kredit, kecuali:
Monitor mutai keuangan
Monitor realisasi kredit disbanding plafon
Kolektibilitas
Berapa banyak fasilitas kredit langsung / tidak langsung yang digunakan
Analisa Cashflow projection lebih cocok untuk untuk mencari kebutuhan kredit untuk tipikal usaha berikut, kecuali:
Penjualan perusahaan sangat fluktuatif
Penjualan bersifat musiman
Penjualan yang trendnya meningkat
pembiayaan proyek
Analisa quick ratio mencerminkan:
Perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar
Perbandingan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dibagi kewajiban lancar
Hasil dari aktiva lancer dikurangi kewajiban lancar
Perbandingan antara aktiva lancer dikurangi piutang
Penjualan dalam laporan laba rugi mencerminkan:
Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari transaksi bisnis utamanya
Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari bisnis utama dan sampingannya
Transaksi penjualan atas barang yang diproduksinya
Aktivitas usaha yang menjadi sumber pendapatan bagi perusahaan
Hak paten dalam neraca terletak pada pos keuangan:
Aktiva lain-lain
Aktiva tetap tidak berwujud
Aktiva lancar
Aktiva tetap berwujud
Pada early warning system, kondisi debitur telat dalam membayar kewajiban, ini merupakan indikasi:
Awal dari kredit bermasalah
Harus segera ditangani agar tidak menjadi kredit bermasalah
Ini merupakan late warning sign
Masih belum mengkhawatirkan, masih dalam pengelolaan kredit lancar
Kredit dalam kategori risiko sedang, ditunjukkan dengan indikasi:
DSC > 1,5
Profit ratio positif, namun cenderung turun
CR 0,5 - 0,75
Pemilik tidak bersedia menyuntik modal
