Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

cerpen

Total questions: 100

Worksheet time: 1hrs 7mins

Name
Class
Date
1.

"Akhir-akhir ini kamu kok kelihatan tidak begitu suka dengan hidangan makan siang Ibu. Kenapa nak?"tanya Ibu sambil membelai Sandi lembut.


Dari kutipan cerita tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa watak Ibu adalah ...

a)

penyabar

b)

penasaran

c)

perhatian

d)

pemarah

2.

Sifat tokoh ibu Samosir dalam cerita tersebut adalah ....

a)

tegas

b)

tidak patuh

c)

jujur

d)

acuh tak acuh

3.

Tema yang tepat untuk cerita tersebut adalah ....

a)

kedisiplinan

b)

persaudaraan

c)

ingkar janji

d)

tanggung jawab

4.

Maksud pernyataan yang bercetak miring adalah ....

a)

Ibu Samosir tidak ingin Samosir tahu bahwa ia seekor ikan.

b)

Ibu Samosir ingin suaminya memberi tahu masa lalu Samosir.

c)

Ibu Samosir tidak ingin suaminya mengetahui identitasnya.

d)

Ibu Samosir ingin Samosir tahu bahwa ia seekor ikan.

5.

Sifat tokoh Beni dalam cerita tersebut adalah ....

a)

rajin dan peduli

b)

jujur dan pandai

c)

rajin dan angkuh

d)

pintar dan peduli

6.

Nilai moral yang terdapat dalam cerita tersebut adalah ....

a)

Beni segera meminta pertolongan untuk mengobati Heru.

b)

Heru mengakui bahwa dirinya tidak melakukan pemanasan.

c)

Heru meminta maaf kepada pemain tim A karena dia cedera.

d)

Beni tidak mengacuhkan Heru, meskipun ia tahu Heru terkilir.

7.

Watak lebah dalam cerita tersebut adalah ....

a)

bersahabat

b)

penakut

c)

penyabar

d)

peduli

8.

Amanat yang terkandung dalam cerita tersebut adalah ....

a)

jangan takut menghadapi rintangan yang menghadang

b)

kita harus mengetahui sebab terjadinya suatu peristiwa

c)

perhatikan lingkungan sekitarmu agar tidak mudah tertipu

d)

kita harus bersahabat dengan lingkungan sekitar

9.

Latar tempat cerita tersebut adalah ....

a)

pohon

b)

sarang

c)

kandang

d)

rumah

10.

Mengapa rubah mengajukan persyaratan kepada kancil?

a)

rubah meragukan janji kancil untuk mengembalikan makanannya

b)

rubah ingin menakuti gajah dengan mendatangkan banyak kancil

c)

kancil memaksa makanan rubah secara paksa

d)

kancil meminta dengan memelas sehingga rubah kasihan

11.

Pukul 11.20

“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”

Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.

“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”

Beningnya menggeleng.

“Ke mana?”

“Ke rumah Pak Pos.”


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

A. kamar tidur

b)

B. dapur

c)

C. ruang tamu

d)

D. ruang makan

12.

Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.


Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....

a)

A. penakut

b)

B. pemarah

c)

C. ragu-ragu

d)

D. tidak percaya pada tahayul

13.

Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.


Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. damai

b)

B. ketakutan

c)

C. sedih

d)

D. sepi

14.

“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.


Pesan pada cerpen tersebut yaitu....

a)

A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.

b)

B. Jangan percaya kepada teman.

c)

C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.

d)

D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.

15.

Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek

a)

tema

b)

tokoh

c)

amanat

d)

latar budaya pengarang

16.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….


a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

17.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

18.

Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...

a)

tema

b)

amanat

c)

penokohan

d)

nilai kehidupan

19.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ...

a)

sosial

b)

budaya

c)

agama

d)

moral

20.

Hal yang pertama yang dilakukan dalam dalam menulis teks cerpen adalah ...

a)

melakukan riset

b)

mengolah ide

c)

mengembangkan ide

d)

menentukan ide

21.

Ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam cerpen adalah pengertian dari ...

a)

tema

b)

amanat

c)

alur

d)

penokohan

22.

Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....

a)

tokoh

b)

latar

c)

alur

d)

sudut pandang

23.

Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...

a)

tema

b)

amanat

c)

penokohan

d)

nilai kehidupan

24.

Tokoh yang menjadi pemeran utama dan mempunyai sifat baik disebut...

a)

Protagonis

b)

Antagonis

c)

Tritagonis

d)

Figuran

25.

Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk meminta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan administrasi. Karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang Melayu. Sekaligus Mandor mengabarkan peraturan Meskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang tak kan pernah naik pangkat.

Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Meskapai nan terhormat pula, serta menandatangani sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku. Air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu dan detik itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menempatkan setiap kata ayahku di atas nampan pualam dan aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri manapun, apapun rintangannya, apapun yang akan terjadi demi ayahku.

Latar tempat yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah....

a)

kantor

b)

pabrik

c)

rumah

d)

kantor pos

e)

ruang administrasi

26.

Malamnya, Mandor Djuasin datang ke rumah untuk meminta maaf bahwa telah terjadi kekeliruan administrasi. Karena begitu banyak kuli yang harus diurus, belum termasuk begitu banyak Said sebagai nama belakang orang Melayu. Sekaligus Mandor mengabarkan peraturan Meskapai yang menyebut bahwa kuli yang tak berijazah memang tak kan pernah naik pangkat.

Ayah, dengan penuh takzim menerima penjelasan itu. Beliau bahkan menyampaikan simpatinya akan betapa berat tugas Mandor Djuasin mengelola ribuan kuli, dan betapa Ayah berterima kasih kepada Mandor karena telah mengiriminya surat yang bagus berlambang Meskapai nan terhormat pula, serta menandatangani sendiri surat itu, meski surat itu salah alamat. Aku tak dapat menahan perasaanku. Air mataku berlinang-linang saat mengintip Ayah mengucapkan semua itu, karena dari balik pintu itu aku tahu makna ketulusan wajah ayahku. Sungguh bening hati lelaki pendiam itu dan detik itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk menempatkan setiap kata ayahku di atas nampan pualam dan aku bersumpah akan sekolah setinggi-tingginya, ke negeri manapun, apapun rintangannya, apapun yang akan terjadi demi ayahku.

Watak tokoh Ayah dalam kutipan teks tersebut adalah....

a)

penurut dan pendiam

b)

pemaaf dan pendiam

c)

perasa dan pendiam

d)

pemurung dan pendiam

e)

penolong dan pendiam

27.

Kulihat ayah yang terus memandangiku. Aku melihat wajah ayah yang sebenarnya watak seorang guru mengaji. Ayah memang benar-benar seorang guru ngaji. Seorang guru agama! Dia tidak terpengaruh oleh perubahan zaman walaupun pekerjaannya telah dirampas kemajuan zaman. Di mana kapas digantikan karet busa untuk sebuah kasur.

Unsur intrinsik yang tampak dalam kutipan cerita tersebut adalah...

a)

latar

b)

tema

c)

perwatakan

d)

alur

e)

amanat

28.

Bagian yang menunjukkan konflik dalam cerpen adalah...

a)

awal cerita

b)

akhir cerita

c)

puncak cerita

d)

penyelesaian cerita

29.

Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.


Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....

a)

A. penakut

b)

B. pemarah

c)

C. ragu-ragu

d)

D. tidak percaya pada tahayul

30.

Bacalah kutipan cerita berikut!

“Kenapa kamu kesal? Kenapa harus marah?” tanya Ratih. “Mendoakan orang yang sakit kan bagus.”


“Bukan cuma bagus, tapi harus. Masalahnya, apakah yang mereka ucapkan itu benar-benar mereka jalani? Apa pernah kegiatan berdoa untuk kesembuhan bu Siska itu benar-benar mereka lakukan, entah itu di rumah, di masjid, di gereja, di wihara atau di mana pun mereka berada? Atau mereka sekadar mengetikkan kata-kata di keyboard smartphone dan memencet tombol send untuk menyenang-nyenangkan bu Siska? Aku yakin yang mereka lakukan basa-basi belaka!!!”


“Jangan suka curiga….”


“Mereka sendiri yang bicara.”

(Basa-Basi, Jujur Prananto)


Watak tokoh Aku dalam kutipan cerita tersebut digambarkan penulis melalui ….

a)

perbuatan tokoh

b)

cakapan/dialog tokoh

c)

pandangan/dialog tokoh tertentu terhadap tokoh lain

d)

penamaan tokoh

31.

Apa perbedaan cerpen dan novel?

a)

Cerpen memiliki unsur intrinsik sedangkan novel tidak

b)

Cerpen dan novel mempunyai tokoh utama

c)

Cerpen menceritakan konflik tokoh yang terbatas sedangkan novel menceritakan tokoh yang lebih kompleks

d)

Cerpen tidak bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Sedangkan novel bisa dibaca dalam sekali duduk

32.

Kegiatan yang tidak perlu kamu lakukan sebelum membaca sebuah cerita adalah...

a)

Menelusuri latar belakang kehidupan penulis

b)

Menelusuri latar budaya penulis

c)

Menelusuri karya-karya lain dari penulis dan ulasan karya penulis

d)

Menelusuri kehidupan masa depan penulis

33.

Penggambaran watak tokoh dalam cerita pendek tidak dapat dilakukan melalui....

a)

Dialog tokoh

b)

Dialog tokoh lain

c)

Penggambaran fisik tokoh

d)

Komentar pembaca

34.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam sudut pandang yang digunakan penulis dalam sebuah cerita pendek adalah....

a)

Sudut pandang orang pertama

b)

Sudut pandang orang ke tiga

c)

Sudut pandang orang pertama pelaku utama

d)

Sudut pandang orang ke empat

35.

Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerpen adalah ....

a)

Alur

b)

Latar

c)

Tema

d)

Judul

36.

Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah.…

a)

adanya alur

b)

adanya tema

c)

adanya amanat

d)

adanya imajinasi

37.

Cermatilah kutipan cerpen berikut!

Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalanannya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kiri ke kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna. Senyuman Karyamin, Ahmad Tohari


Amanat yang terkandung pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

Tukang batu harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseim-bangan yang sempurna.

b)

Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu agar kamu merasa tidak terbebani.

c)

Manusia harus senantiasa bersemangat, pantang menyerah, dan belajar dari pengalaman hidup sehingga tidak mengalami kegagalan yang sama.

d)

Tukang batu harus selalu ikhlas, bekerja keras, dan tahan uji.

38.

Jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan suatu kisah yang di alami suatu tokoh secara ringkas disertai berbagai konflik dan terdapat penyelesaian dari masalah yang dihadapi.

a)

cerpen

b)

syair

c)

pantun

d)

biografi

39.

Pesan moral yang disisipkan pengarang dalam cerpen

a)

pepatah

b)

petuah

c)

amanat

d)

syair

40.

Penggambaran watak tokoh dalam cerita pendek tidak dapat dilakukan melalui....

a)

Dialog tokoh

b)

Dialog tokoh lain

c)

Penggambaran fisik tokoh

d)

Komentar pembaca

41.

1. Menentukan perwatakan

2. Menentukan sudut pandang

3. Menyajikan peristiwa yang ditentukan dalam alur

4. Menentukan latar

5. Menentukan tema

Susunan yang tepat langkah menyusun teks cerpen adalah . . . .

a)

5)-2)-1)-4)-3)

b)

5)-3)-1)-4)-2)

c)

1)-2)-3)-4)-5)

d)

5)-1)-2)-4)-3)

42.

Berikut ini yang bukan struktur teks cerpen adalah …

a)

Resolusi

b)

Komplikasi

c)

Orientasi

d)

Imajinasi

43.

Kegiatan yang tidak perlu kamu lakukan sebelum membaca sebuah cerita adalah...

a)

Menelusuri latar belakang kehidupan penulis

b)

Menelusuri latar budaya penulis

c)

Menelusuri karya-karya lain dari penulis dan ulasan karya penulis

d)

Menelusuri kehidupan masa depan penulis

44.

Struktur teks cerpen adalah

a)

Orientasi - insiden - interpretasi

b)

Orientasi - komplikasi - resolusi - koda

c)

Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda

d)

Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi

45.

Ringkasan atau inti cerita pada cerpen terletak pada ...

a)

Abstrak

b)

Orientasi

c)

Deskripsi umum

d)

Evaluasi

46.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

Berbagai kerumitan bermunculan

c)

Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

47.

Dalam teks cerpen, struktur yang bersifat opsional adalah ...

a)

Abstrak dan evaluasi

b)

Abstrak dan orientasi

c)

Koda dan resolusi

d)

Koda dan abstrak

48.

Bacalah teks cerpen berikut!

(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.

Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

49.

Bacalah kutipan teks cerpen berikut!

Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.

Tema dalam cerpen tersebut adalah ….

a)

Kehidupan seorang guru BK di sekolah

b)

Kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya

c)

Keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik

d)

Seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya

50.

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Solusi

d)

Resolusi

51.

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Tokoh polisi tidak peduli dengan masalah yang dihadapi tokoh Aku

b)

Tokoh Guru kurang simpati dengan hilangnya salah satu muridnya

c)

Tokoh polisi tidak bisa tidur karena belum menemukan anak yang hilang

d)

Tokoh Aku beserta istrinya panik dan sedih karena anaknya hilang

52.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....

a)

   (1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

53.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....

a)

Pemberani

b)

Baik

c)

Egois

d)

Sombong

54.

Setelah sarapan dengan pakaian sebagus-bagusnya, saya pergi sembahyang hari raya ke masjid Sultan. Waktu itu, saya masih muda, jadi rupa saya belum seburuk sekarang. Tidak banyak tetapi ada juga tampang raja-raja. Saya dapati orang-orang sudah banyak di sana dengan pakaiannya yang bagus-bagus dan bau-bauan yang semerbak.

Latar dari penggalan cerpen di atas adalah ....

a)

pagi

b)

siang

c)

sore

d)

malam

55.

"Kamu kenapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek, tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah. Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya.

Amanat penggalan cerpen di atas adalah ....

a)

janganlah makan mangga yang masih kecil

b)

jangan memetik mangga sembarangan

c)

kita harus menuruti nasihat orang tua

d)

jangan melawan orang tua

56.

Bacalah kutipan cerpen berikut! Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....

a)

Pemberani

b)

Baik

c)

Egois

d)

Sombong

57.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa watak Andi sombong ditunjukkan kalimat nomor ....

a)

(5)

b)

(6)

c)

(7)

d)

(8)

58.

(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....

a)

Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!

b)

Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!

c)

Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!

d)

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

59.

“Tak bisa kurang sedikit?”

“Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pencinta benda seni!”

Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas ia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untukTuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu.

“Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik. Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali duduk di dekat tamunya.

Amanat yang paling menonjol dan penggalan cerpen tersebut adalah . . . . 

a)

Dalam berdagang tidak boleh memberikan harga mati.

b)

Sebaiknya serahkanlah suatu urusan kepada orang yang ahli.

c)

Kita harus menjalin hubungan baikdengan tetangga yang mempunyai keahlian.

d)

Menjadi pesuruh harus taat dan cekatan dalam bekerja.

60.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

  sore hari, terminal

b)

siang hari, terminal

c)

siang hari, perjalanan

d)

pagi hari, rumah 

61.

Tiba-tiba aku muak. Aku ingin muntah. Aku merasa jijik melihatnya. Aku benci perasaan yang tak pernah timbul kini begitu tajamnya mencekam hatiku. Dan aku memegang kasar tangannya yang meraba bahuku. Niat hendak mengenyahkannya. Tapi dia memegang lenganku kuat-kuat. Aku harus lepas! Aku mau melepaskan diriku. Dan aku menolehkan mukaku menghindari ciumannya.

Darahku tersirap. Nilai moral yang terkandung dalam kutipan di atas adalah ....

a)

Orang yang keras kepala dan sombong.

b)

Orang yang berusaha melawan kekuatan laki-laki.

c)

Orang yang berusaha menjaga harga dirinya.

d)

Orang yang ingin menunjukkan kemampuan membela diri

62.

Berikut ini yang bukan merupakan unsur pembangun dalam cerpen adalah ....

a)

judul

b)

tema

c)

latar

d)

alur

63.

Cerpen merupakan bagian dari naratif/narasi yang berarti....

a)

peristiwa

b)

fakta

c)

kejadian

d)

kisah

64.

Ide yang mendasari sebuah cerita disebut ....

a)

latar

b)

alur

c)

tokoh

d)

tema

65.

Orang yang memainkan lakon/peran dalam cerita disebut ....

a)

tema

b)

latar

c)

tokoh

d)

alur

66.

Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....

a)

alur

b)

penokohan

c)

sudut pandang

d)

latar

67.

Karakter/watak tokoh dalam cerita disebut ....

a)

tokoh

b)

penokohan

c)

tema

d)

latar

68.

Cara penulis/pengarang menempatkan dirinya di dalam cerita disebut ....

a)

alur

b)

tema

c)

sudut pandang

d)

gaya bahasa

69.

Pesan yang ingin disampaikan penulis melalui cerita disebut ....

a)

petuah

b)

amanat

c)

sudut pandang

d)

gaya bahasa

70.

Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....

a)

orang pertama

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang keempat

71.

Pengarang menempatkan dirinya sebagai "Dino" di dalam cerita. Artinya pengarang menggunakan sudut pandang ....

a)

orang pertama

b)

orang kedua

c)

orang ketiga

d)

orang keempat

72.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

73.

Bacalah kutipan cerpen berikut ini!

(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.

Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki


Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor .. ..

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

74.

“Selanjutnya, masalah pengobatan dana perawatan, biar nanti seluruh guru di sini memikirkan,” tegas Bu Eli. Pak Bon bersikeras tidak mau dibawa ke rumah sakit. Pak Bon memang seorang berpendirian kuat. Meskipun bukan orang kaya, ia tidak mau dibantu begitu saja. Semua guru yang mengunjunginya, hanya menggelengkan kepala, kagum akan keteguhan Pak Bon.


Cara pengarang menggambarkan watak tokoh Pak Bon adalah…

a)

Diceritakan pengarang

b)

Diceritakan tokoh lain

c)

Tindakan tokoh

d)

Dialog antartokoh

75.

Salah satu unsur ekstrinsik cerpen adalah ....

a)

gaya penyampaian cerita

b)

penokohan

c)

latar budaya pengarang

d)

tanggapan pembaca

e)

latar

76.

Berikut ini ciri-ciri cerpen, kecuali ....

a)

bersifat rekaan

b)

bersifat naratif

c)

memiliki kesan tunggal

d)

ceritanya pendek

e)

rangkaian cerita tentang kehidupan seorang tokoh yang berkelanjutan pada generasi berikutnya

77.

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah

a)

kereta api

b)

jalan raya

c)

bus

d)

kapal laut

78.

Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”


amanat kutipan cerita di atas adalah ...

a)

jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir

b)

Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup

c)

orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya

d)

sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua

79.

“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.


“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.

(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")


Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....

a)

A. penakut

b)

B. pemberani

c)

C. ragu-ragu

d)

D. tidak percaya diri

80.

Di kelas, tadi, Beningnya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.

(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)


Watak tokoh Beningnya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....

a)

A. suka menghayal

b)

B. cerdas

c)

C. pemberani

d)

D. peduli

81.

Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.

“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.

Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.


Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. pagi hari

b)

B. siang hari

c)

C. sore hari

d)

D. malam hari

82.

(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”


Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....

a)

A. (1) dan (2)

b)

B. (1) dan (4)

c)

C. (2) dan (5)

d)

D. (3) dan (4)

83.

Pukul 11.20

“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”

Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.

“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”

Beningnya menggeleng.

“Ke mana?”

“Ke rumah Pak Pos.”


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

A. kamar tidur

b)

B. dapur

c)

C. ruang tamu

d)

D. ruang makan

84.

Perhatikan Kutipan cerpen berikut!

Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.

Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.


Latar tempat kutipan cerpen tersebut....

a)

A. kantor polisi

b)

B. penjara

c)

C. gudang

d)

D. pasar

85.

Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.


Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. damai

b)

B. ketakutan

c)

C. sedih

d)

D. sepi

86.

Nisan namamu merindingkan bulu kuduk yang menghantam ulu hatiku, sahabat. Seharusnya, aku tak telat untuk segera mengantarmu, mencium gumpalan tanah terakhirmu. Sedetik saja, maka akan kucium kening pucatmu untuk yang terakhir. Peristiwa kematianmu ini, akan membuatku terus mengingatmu. Aku jatuh mengenangmu, sahabat. Tidak ada yang sepeduli kau di kehidupan ini. Aku benci pada tanah yang mengurukmu.


Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut yaitu....

a)

A. pasar

b)

B. gudang

c)

C. candi

d)

D. kuburan

87.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

88.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.


Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …

a)

percaya diri

b)

rajin berusaha

c)

sombong

d)

mudah terpengaruh

89.

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.


Latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

di perkampungan.

b)

di hutan rimba.

c)

di rumah singgah.

d)

di bawah pohon rindang.

90.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.


Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

sore hari, terminal

b)

siang hari, perjalanan

c)

siang hari, terminal

d)

pagi hari, rumah

91.

Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”

“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.

Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.

Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

sombong

b)

rendah hati

c)

religius

d)

bijaksana

92.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")


Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

93.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

94.

Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen


Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....

a)

sombong, tidak mau bergaul, keras kepala

b)

acuh tak acuh, egois, idealis

c)

pendiam, malas bekerja, kepala batu

d)

rajin, suka membaca, berkemauan keras

95.

Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...

a)

tema

b)

amanat

c)

penokohan

d)

nilai kehidupan

96.

Ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam cerpen adalah pengertian dari ...

a)

tema

b)

amanat

c)

alur

d)

penokohan

97.

Pagi ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Kutipan cerpen diatas menggunakan sudut pandang ...

a)

Orang ketiga diluar jalan cerita

b)

Orang ketiga serba tau

c)

Orang pertama pelaku sampingan

d)

Orang pertama pelaku utama

98.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Setibanya pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, larasati segera memulai pembicaraan.

“Sebelum membicarakan soal diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”

“Maksud ibu apa?

‘ Saya khawatir , keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap diah. Dia anak yang lemah pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.

Sifat tokoh larasati berdasarkan kutipan di atas adalah?

a)

a. Sabar dan penyayang

b)

b. Angkuh dan disiplin

c)

c. Tegas dan pemberani

d)

d. Penakut

99.

Bacalah penggalan cerpen berikut!

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang.

Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan merekapun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.

Latar tempat pada cerita di atas adalah…

a)

a. Di bawah pohon rindang.

b)

b. Di perkampungan.

c)

c. Di hutan rimba.

d)

d. Di jalan pedasaan.

100.

truktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam …

a)

a. Abstrak

b)

b. Orientasi

c)

c. Komplikasi

d)

d. Deskripsi umum