WorksheetsFarmakologi Blok 1.2 ( kisi kisi )
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Pernyataan yang benar tentang toksisitas obat adalah :
toksisitas obat berhubungan dengan efek terapi obat
toksisitas obat dapat terjadi pada pemberian obat dengan dosis terapi saja
toksisitas obat dapat terjadi pada pemberian obat dengan dosis toksik saja
toksisitas obat dapat terjadi pada pemberian obat dosis terapi dan dosis toksik
toksisitas obat hanya dapat terjadi pada balita dan lansia
Yang dimaksud dengan ED50 adalah
dosis efektif untuk 50% populasi
dosis yang menyebabkan kematian pada 50% populasi
dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi
kondisi dimana jumlah 50% jumlah reseptor diduduki oleh obat
merupakan parameter keamanan obat yaitu perbandingan dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi dengan dosis yang menghasilkan efek terapi pada 50% populasi
LD50 (Lethal Dose 50) adalah
dosis efektif untuk 50% populasi
dosis yang menyebabkan kematian pada 50% populasi
dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi
kondisi dimana jumlah 50% jumlah reseptor diduduki oleh obat
merupakan parameter keamanan obat yaitu perbandingan dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi dengan dosis yang menghasilkan efek terapi pada 50% populasi
TD50 adalah
dosis efektif untuk 50% populasi
dosis yang menyebabkan kematian pada 50% populasi
dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi
merupakan parameter keamanan obat yaitu perbandingan dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi dengan dosis yang menghasilkan efek terapi pada 50% populasi
kondisi dimana jumlah 50% jumlah reseptor diduduki oleh obat
Indeks Terapi (Therapeutic Index) adalah
dosis efektif untuk 50% populasi
dosis yang menyebabkan kematian pada 50% populasi
dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi
parameter keamanan obat yaitu perbandingan dosis yang menyebabkan toksisitas pada 50% populasi dengan dosis yang menghasilkan efek terapi pada 50% populasi
kondisi dimana jumlah 50% jumlah reseptor diduduki oleh obat
Semakin besar nilai Therapeutic Index dari suatu obat menyatakan bahwasannya obat tersebut
semakin aman untuk digunakan
harus digunakan dengan monitoring yang ketak untuk mencegah efek toksik
potensi obat semakin besar
efikasi obat semakin besar
afinitas obat semakin besar
Studi yang mempelajari faktor genetik yang menyebabkan variasi dalam respon obat disebut dengan
pharmacogenomic
farmakodinamik
Farmakoseutik
Farmakognosi
farmakokinetik
Yang termasuk ke dalam farmakokinetik adalah:
absorbsi
distribusi
metabolisme
ekskresi
semua benar
Ilmu yang mempelajari efek atau pengaruh obat terhadap tubuh dan mekaniseme kerjanya (obat dilihat sebagai subjek) disebut
Farmakokinetik
Farmakodinamik
Farmakoseutik
Farmakognosi
Farmasi
Persentase/fraksi dari obat yang masuk ke sirkulasi sistemik sesudah pemberian obat disebut dengan
Bioavailabilitas
Waktu paruh
metabolisme
efek terapi
efikasi
Pada jalur pemberian obat secara intra vena, aspek farmakodinamik yang tidak lagi dilalui obat tersebut adalah
absorbsi
distribusi
metabolisme
eksresi
preeliminasi
Pada dasarnya sifat molekul obat yang dapat menembus menembus membrane sel manusia (lipid diffusion) yang merupakan fosfolipid bilayer adalah
bermuatan, terioniasi, hidrofilic
tidak bermuatan, non-ionized, lipofilic
asam kuat
basa kuat
polar
Mayoritas dari obat mengalami metabolisme pada organ
paru-paru
hati
ginjal
usus halus
empedu
Ukuran kemampuan obat untuk mengikat reseptor disebut dengan
afinitas
potensi
efikasi
konstanta disosiasi
therapeutic index
Berdasarkan kurva di atas dapat disimpulkan bahwasannya
Potensi obat x < potensi obat y
Potensi obat x > potensi obat y
Potensi obat x = potensi obat y
Potensi obat x tidak dapat dibandingkan dengan potensi obat Y
efikasi obat x > efikasi obat y
Berdasarkan kurva di atas dapat disimpulakan bahwasannya
Efikasi obat x < obat y
Efikasi obat x > obat y
Efikasi obat x = obat y
Efikasi obat x dan obat y tidak dapat dibandingkan
Obat x dan obat y tidak memiliki efikasi
Dari kedua kurva di atas dapat disimpulkan bahwasannya
Antagonis kompetitif menyebabkan Potensi agonis ↓, Efek maksimal (efikasi) yang dicapai tetap sama
Antagonis Irreversibel menyebabkan efek maksimal yang dicapai agonis
Antagonis Irreversibel menyebabkan efek maksimal yang dicapai agonis
Antagonis kompetitif menyebabkan Potensi agonis , Efek maksimal (efikasi) yang dicapai
Antagonis kompetitif tidak menyebabkan perubahan potensi dan efikasi
Obat A, suatu obat yang bersifat basa lemah, pKa=8, pada pH lingkungan =6, berapa persen obat yang akan diabsorbsi?
0,99 %
9,99 %
99,99 %
2%
20 %
Manakah obat di bawah ini yang paling poten
obat A dengan ED50 = 100.000 mg/kg
obat B dengan ED50 = 10.000 mg/kg
obat C dengan ED50 = 1000 mg/kg
obat D dengan ED50 = 100 mg/kg
obat E dengan ED50 = 10 mg/kg
Manakah obat di bawah yang paling aman
obat A dengan Therapeuctic Index (TI) = 1,2
obat A dengan Therapeuctic Index (TI) = 1,5
obat A dengan Therapeuctic Index (TI) = 5
obat A dengan Therapeuctic Index (TI) = 7,5
obat A dengan Therapeuctic Index (TI) = 10
Respon maksimal yang mampu dihasilkan suatu obat disebut dengan
afinitas
potensi
efikasi
konstanta disosiasi
therapeutic index
Therapeutic Index (TI) adalah
TD50/ED50
Afinitas/efikasi
TD50/KD
ED50/TD50
Efikasi/potensi
Kecepatan diffuse obat melalui membrane sel dipengaruhi oleh hal tersebut dibawah ini:
suhu
luas permukaan
ketebalan membran
d. perbedaan konsentrasi bahan dikedua belah membrane
semua benar
organ utama sekresi
ginjal
paru paru
jantung
hati
kulit
Ikatan obat dengan reseptor yang ideal menurut dokter adalah ikatan
kovalen
van der walls
non kovalen
hidrogen
