NEW
Font size
WorksheetsXIIChemyAIndra3Gunawan
Total questions: 25
Worksheet time: 1hrs 15mins
Sebanyak 15 gram urea (Mr =60) dilarutkan dalam 500 mL air, maka molaritas larutan urea yang terbentuka adalah...
0,1 M
0,2 M
0,4 M
0,5 M
0,8 M
Sebanyak 3 gram urea (Mr =60) dilarutkan dalam 500 gr air, maka molalitas larutan urea yang terbentuk adalah...
0,5 m
0,4 m
0,3 m
0,2 m
0,1 m
Sebanyak 90 gram glukosa (C6H12O6) (Mr glukosa = 180) dilarutkan dalam 81 gram air (H2O) (Mr air = 18), maka fraksi mol glukosa adalah …
0,100
0,075
0,050
0,010
0,005
Di antara sifat larutan di bawah ini yang tidak termasuk sifat koligatif larutan adalah ….
Kenaikan titik didih
Kenaikan titik beku
Penurunan tekanan uap
Penurunan titik beku
Tekanan osmosis
Larutan yang mempunyai tekanan uap paling rendah adalah ... .
CO(NH2)2 0,1 M
CO(NH2)2 0,2 M
C6H12O6 0,3 M
C6H12O6 0,1 M
C12H22O11 0,1 M
Gambar berikut ini menggambarkan larutan dengan berbagai konsentrasi. Gambar yang menunjukkan titik didih larutan paling tinggi adalah ....
V
IV
III
II
I
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut;
1. Proses penyerapan air dalam tanah oleh akar tanaman
2. Membasmi lintah dengan menabur garam dapur
3. Pemakaian garam dapur untuk pencairan salju
4. Penambahan etilena glikol pada radiator mobil
Penerapan sifat koligatif yang berkaitan dengan penurunan titik beku larutan adalah ... .
2 dan 3
2 dan 4
1 dan 2
3 dan 4
1 dan 3
Sebanyak 18 gr glukosa (Mr = 180) dilarut adalam 500 gram air. Jika Kf air = 1,8 °C/m, maka titik beku larutan tersebut …..
- 0,18 °C
+ 0,18 °C
+ 0,36 °C
- 0,72 °C
- 0,36 °C
Sebanyak 450 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 2000 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, maka titik didih larutan tersebut ….
100,65 oC
100 oC
100,325 oC
0,65 oC
100,75 oC
Suatu larutan urea dalam air memiliki penurunan titik beku 0,372 °C. Jika Kb air = 0,52 °C/m dan Kf air = 1,86 °C/m maka kenaikan titik didih larutan urea tersebut adalah ....
0,026 °C
0,104 °C
0,04 °C
0,892 °C
2,6 °C
Perhatikan beberapa penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari di bawah ini;
(1) penyerapan air oleh akar tanaman;
(2) penambahan garam dalam proses pembuatan es putar;
(3) penambahan garam untuk mencairkan salju;
(4) penggunaan garam untuk membunuh lintah; dan
(5) menambah etilen glikol pada radiator mobil.
Penerapan tekanan osmotik terdapat pada peristiwa nomor….
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (5)
(4) dan (5)
Tekanan osmotik larutan glukosa 0,01 M pada suhu 27 oC dimana R = 0,082 L.atm.mol-1.oK-1 adalah ....
0,246 atm
0,738 atm
0,022 atm
0,066 atm
1,246 atm
Diagram di bawah ini adalah corong listel dengan dinding semipermeabel yang memisahkan dua larutan kanji yang berbeda konsentrasinya. Sebelum mencapai keseimbangan, aliran molekul-molekul melalui dinding semipermeabel adalah ....
Tidak terjadi perpindahan molekul
Molekul air bergerak dari larutan Y ke larutan X
Molekul kanji bergerak dari larutan X ke larutan Y
Molekul kanji bergerak dari larutan Y ke larutan X
Molekul air bergerak dari larutan X ke larutan Y
Tekanan osmosis larutan yang dibuat dengan melarutkan 6 gram zat X (Mr = 60) dalam 500 mL air pada suhu 27 oC adalah ….
2,46 atm
24,6 atm
7,38 atm
4,92 atm
49,2 atm
Bilangan oksidasi I, dalam ion IO3– adalah ….
+1
+3
+5
-1
-5
Perhatikan senyawa-senyawa di bawah ini, senyawa yang atom hidrogennya mempunyai bilangan oksidasi -1 adalah ….
H2O
NaH
Fe(OH)3
H2S
Mg(OH)2
Perhatikan senyawa di bawah ini, senyawa dengan bilangan oksidasi atom S yang paling tinggi (besar) terdapat pada senyawa ….
SO42-
SO2
S2O32-
S4O62-
H2S
Bilangan oksidasi atom Cr yang nilainya sama dengan bilangan oksidasi atom Mn pada MnO42- adalah ….
CrO
CrCl3
Cr(NO3)2
Cr2(SO4)3
Cr2O72-
Perhatikan reaksi redoks di bawah ini;
MnO2 + 4 HCl → MnCl2 + 2 H2O + 2 Cl2
Bilangan oksidasi Mn mengalami perubahan dari ….
+2 menjadi +1
+4 menjadi +1
+2 menjadi +4
+4 menjadi +2
+1 menjadi +4
Diketahui potensial reduksi Sn dan Mg seperti di bawah ini.
Sn2+(aq) + 2 e- → Sn(s) EO = - 0,14 V
Mg2+(aq) + 2 e- → Mg(s) EO = - 2,37 V
Dengan data tersebut jika disusun sel volta, maka pernyataan yang benar adalah ….
elektron berpindah dari Sn ke Mg
logam Sn bereaksi oksidasi
logam Mg bertindak sebagai anoda
reaksi sel: Sn + Mg2+ → Mg + Sn2+
potensial sel yang terjadi + 2,23 V
Perhatikan data potensial elektroda standar di bawah ini.
Cu2+ + 2 e- → Cu EO = + 0,34 V
Ag+ + e- → Ag EO = + 0,80 V
Potensial standar sel volta yang terdiri dari elektroda Cu dan Ag adalah ….
- 0,46 V
+ 0,46 V
- 1,14 V
+ 1,14 V
+ 0,57 V
Perhatikan data potensial elektroda standar di bawah ini.
Ni2+ + 2 e- → Ni EO = - 0,25 V
Pb2+ + 2 e- → Pb EO = - 0,13 V
Potensial standar sel volta yang terdiri dari elektroda Ni dan Pb adalah ….
+ 0,12 V
- 0,12 V
+ 0,38 V
- 0,38 V
- 0,76 V
Diketahui data potensial elektroda seperti di bawah ini.
Sn2+(aq) + 2 e- → Sn(s) EO = - 0,14 V
Cr3+(aq) + 3 e- → Cr(s) EO = - 0,74 V
Zn2+(aq) + 2 e- → Zn(s) EO = - 0,76 V
Mg2+(aq) + 2 e- → Mg(s) EO = - 2,37 V
Rangkaian sel volta yang menghasilkan harga potensial sel terbesar adalah ….
Cr│Cr3+││Sn2+│Sn
Mg│Mg2+││Zn2+│Zn
Zn│Zn2+││Cr3+│Cr
Zn│Zn2+││Sn2+│Sn
Mg│Mg2+││Sn2+│Sn
Perhatikan beberapa fakta-fakta tentang baterai di bawah ini;
(1) Bungkus dalam baterai berupa zink (Zn) sebagai katoda
(2) Batang karbon (C) sebagai katoda
(3) Elektrolit menggunakan pasta MnO2 dan NH4Cl
(4) Reaksi oksidasi terjadi pada logam seng
(5) Reaksi reduksi terjadi pada karbon dan seng luar
Pernyataan yang benar tentang sel baterai sebagai sel kering adalah nomor .…
1, 2, 3
2, 3, 5
3, 4, 5
2, 3, 4
1, 2, 4
Fakta-fakta yang mendukung bahwa sel aki merupakan sel sekunder adalah … .
Sel aki menggunakan larutan asam sulfat (H2SO4) sebagai elektrolit
Sel aki disusun dari lempeng timbal (Pb) dan timbal oksida (PbO2)
Sel aki dapat diisi ulang walaupun elektrolitnya telah diencerkan oleh air dan keping tertutup oleh PbSO4
Apabila aki sedang digunakan maka lempeng timbal bertindak sebagai anoda
Lempeng timbal dioksida (PbO2) pada aki merupakan elektroda positif
