wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Berlatih Pantang Menyerah

Total questions: 110

Worksheet time: 55mins

Name
Class
Date
1.

Menurut permenaker No. 04 tahun 1980 kelas kebakaran dibagi menjadi:

a)

Kebakaran kelas B ,C, D dan E

b)

Kebakaaran kelas A ,B ,C dan D

c)

Kebakaran kelas A ,B ,C ,D dan K

d)

Kebakaran kelas A ,B , C dan K

2.

Menurut NFPA 10 dan PERMN PU. 26/2008 klasifikasi kebakaran dibagi menjadi :

a)

Kebakaran Kelas A ,B ,C ,D dan E

b)

Kebakaran kelas A, B, D dan K

c)

Kebakaran kelas A ,B ,C ,dan D

d)

Kebakaran kelas A ,B ,C ,D dan K

3.

Menurut Essentials Of Fire Fighting ( F. S. T. A.), Api adalah:

a)

Suatu reaksi rantai kimia yg di kenal sebagai pembakaran

b)

Api sama dengan pembakaran

c)

Api adalah suatu rantai kimia

d)

Api adalah proses oksidasi cepat

4.

Menurut Essentials David T. Golf ( Firr Brigade Training Manual), Api adalah:

a)

Api / Pembakaran adalah suatu proses oksidasi (pembakaran) cepat yang umumnya menghasilkan panas dan nyala

b)

Api adalah suatu reaksi kimia

c)

Api adalah suatu proses oksidasi

d)

Api sama dengan pembakaran

5.

Kebakaran merupakan wujud dari reaksi kimia oksidasi eksotermal yang menghasilkan pelepasan produk pembakaran yaitu :

a)

Cahaya, karbondioksida dan api

b)

Gemuruh, karbondioksida

c)

Kalor, cahaya dan karbondioksida

d)

Hujan, kalor dan cahaya, karbondioksida

6.

Suatu reaksi pembakaran yang tidak terkendali dan menimbulkan kerugian materi/keselamatan manusia, atau dapat juga diartikan sebagai api yang tidak terkendali/tidak dikehendaki serta menimbulkan kerugian disebut sebagai?

a)

Api

b)

Pembakaran

c)

Kebakaran

d)

Penyalaan serentak

7.

Pembakaran dapat terjadi bila kadar oksigen dalam udara minimal:

a)

16%

b)

17%

c)

18%

d)

19%

8.

Yang bukan termasuk tahapan pada reaksi rantai kimia:

a)

kebocoran tabung gas elpiji

b)

Bahan bakar yang dipanaskan mengeluarkan uap

c)

Uap bergabung untuk menciptakan senyawa baru

d)

Senyawa baru bergabung dengan oksigen dan menyala

9.

Mengurangi Temperatur, memindahkan bahan bakar, mengeluarkan/menutup oksigen dan menghambat reaksi rantai / penjalaran termasuk:

a)

Metode Pemadaman

b)

Metode Pendinginan

c)

Over houl

d)

Smootering

10.

Macam-macam pemindahan panas, kecuali:

a)

Asmilasi ( Perpaduan antara suhu panas dan dingin )

b)

Konduksi ( pemindahan panas dari satu ruangan/lantai/lantai keruangan/lantai yang melalui bahan penghantar panas/logam.

c)

Konveksi ( Perambatan panas melalui gelombang udara karena udara panas naik ke atas )

d)

Radiasi ( Gelombang panas yang bergerak melalui daerah yang terbakar menuju permukaan benda-benda dihadapannya).

11.

Yang bukan termasuk Karakteristik bahan bakar:

a)

posisi lurus sejalan pemadaman

b)

Posisi Fisik ( vertikal dan horisontal ) dan Sifat Fisik ( padat, cair dan gas )

c)

Densitas / kepadatan

d)

Luas area permukaan

12.

Suatu kondisi ruangan, dimana semua bahan sudah mengalami penguapan hingga pada titik nyalanya, sehingga terjadi penyalaan secara serentak. Hal tersebut disebut sebagai kondisi terjadinya:

a)

Flash over

b)

Back draft

c)

Auto ignition ( Temperature / Suhu Penyalaan )

d)

Smoldhering ( menyala kecil )

13.

Ledakan yang terjadi akibat masuknya pasukan oksigen secara tiba-tiba dari kebakaran ruang tertutup yang dibuka mendadak saat kebakaran berlangsung, disebut:

a)

Fire explosion

b)

Flash over

c)

Backdraft

d)

Chemical explosion

14.

Yang termasuk tiga unsur terjadinya api ( Segitiga Api atau Trie Angel Of Fire ), yaitu:

a)

Bahan bakar, Oksigen (O2), Sumber-sumber panas

b)

Oksigen, minyak, kertas

c)

Benda padat, gas, cair

d)

Kayu, teriplek, cair

15.

Panas berpindah dengan cara langsung dari lidah api atau lompatan api disebut:

a)

Radiasi

b)

Direct Burning

c)

Konduksi

d)

Konveksi

16.

Yang dimaksud Flash Point dan Fire Point adalah

a)

titik nyala dan titik bakar

b)

titik sudut dan titik siku

c)

titik api dan titik padam

d)

titik beku dan titik cair

17.

Yang termasuk unsur terjadinya api dari unsur bahan bakar padat, yaitu:

a)

Padat, Cair dan Gas

b)

Kertas, kayu dan plastik

c)

Minyak, pertalite, gas

d)

Gas, Cair dan minyak

18.

Yang termasuk Unsur terjadinya api dari unsur bahan bakar Cair

a)

Minyak tanah, bensin, solar, spirtus, oil, dll

b)

Minyak, teh biasa, oksigen

c)

Oksigen, Co2 dan O2

d)

Solar, bensin dan kayu

19.

Semakin tinggi nilai titik nyala sebuah bahan, maka bahan tersebut semakin

a)

Mudah terbakar

b)

Sulit terbakar

c)

Sulit ditemukan

d)

Sulit dibekukan

20.

Memadamkan api dengan menyiram air adalah prinsip pemadaman

a)

Pendinginan atau menurunkan temperatur / cooling

b)

Merusak atau memutus reaksi rantai kimia (reaksi rantai api)

c)

Penyelimutan / smothering

d)

Menghilangkan atau memindahkan bahan bakar / starvation

21.

Pola-pola pemadaman adalah

a)

suatu cara dari regu pemadam dalam mempergunakan peralatan unit mobil dan portable pump pada saat latihan maupun ketika kebakaran

b)

suatu cara pembagian tugas dalam menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilakukan saat serah terima perlengkapan kendaraan dan pos jaga.

c)

posisi (kedudukan) para anggota regu di kendaraan sesuai dengan susunan nomor pekerjaan masing - masing yang dilaksanakan pada saat berangkat ke tempat kebakaran atau kembali dari tempat kebakaran.

d)

mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan personil dan evaluasi

22.

Formasi regu dalam barisan adalah

a)

suatu cara pembagian tugas dalam menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilakukan saat serah terima perlengkapan kendaraan dan pos jaga.

b)

struktur organisasi peran kebakaran tugas dan fungsi, menetukan petugasnya dan melakukan pelatihan

c)

Kegiatan penyelamatan pemerdayaan masyarakat

d)

mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan personil dan evaluasi

23.

Formasi regu dalam kendaraan adalah

a)

suatu cara pembagian tugas dalam menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilakukan saat serah terima perlengkapan kendaraan dan pos jaga.

b)

struktur organisasi peran kebakaran tugas dan fungsi, menetukan petugasnya dan melakukan pelatihan

c)

posisi (kedudukan) para anggota regu di kendaraan sesuai dengan susunan nomor pekerjaan masing - masing yang dilaksanakan pada saat berangkat ke tempat kebakaran atau kembali dari tempat kebakaran.

d)

mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan personil dan evaluasi

24.

Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 1 jalur selang dan 1 pipa pemancar (sumber air dari unit mobil)

a)

Pola 4

b)

Pola 3

c)

Pola 2

d)

Pola 1

25.

Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 1 jalur selang, 1 nozzle dari tangki mobil berisi air penghisapan dari sumber air.

a)

Pola 4 A

b)

Pola 3

c)

Pola 2 A

d)

Pola 1

26.

Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 1 jalur selang, 2 nozzel menggunakan cabang sumber air dari mobil

a)

Pola 4 A

b)

Pola 3

c)

Pola 2 B

d)

Pola 1

27.

Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 2 jalur selang dan 2 pipa pemancar dan sumber air dari unit mobil.

a)

Pola 4 A

b)

Pola 3

c)

Pola 2 A

d)

Pola 1

28.

Pelaksanaan pemadaman satu jalur dengan 2 nozzle menggunakan cabang dan penghisapan dari sumber air

a)

Pola 4 B

b)

Pola 3

c)

Pola 2 B

d)

Pola 1

29.

Petugas nomor 1 sebagai kepala regu bertugas sebagai

a)

Mengoperasikan selang / nozzle.

b)

Melayani mobil.

c)

Melayani buka tutup air.

d)

Membawa dan menentukan pipa cabang

30.

Bagian tugas no 2 pada pola 1 yaitu

a)

Mengoperasikan selang dari mobil ke no.4

b)

Mengoperasikan selang dari no.3 ke no.5.

c)

Menyambung selang no.3 ke mobil

d)

Mengoperasikan selang dari no.4 ke no.6.

31.

Yang bukan bagian tugas no 3 pada pola 2 A yaitu

a)

Mengoperasikan selang dari no.2 ke no.4.

b)

Menyiapkan selang cadangan

c)

Menyiapkan selang penghisap

d)

Melayani mobil untuk buka / tutup air

32.

Dalam Pemadaman kebakaran menggunakan Formasi Pemadaman 4 A,tugas no 4 yaitu :

a)

Mengoperasikan selang no 3 ke cabang.

b)

Menyambung selang dari no.5 dan 6 ke cabang.

c)

Membantu no.6 mengoperasikan nozzle.

d)

Semuanya benar.

33.

Manakah di bawah ini yang termasuk tugas no 6 dalam Formasi Pemadaman 4 A kecuali :

a)

Memimpin taktik dan strategi pemadaman

b)

Mengoperasikan nozzle

c)

Mengoperasikan selang.

d)

Menyambung kopling selang ke nozzle.

34.

Dalam pelaksanaan pemadaman menggunakan Formasi Pemadaman 1 tugas nomor berapa yang mengambil selang cadangan :

a)

Tugas no. 1

b)

Tugas no. 2

c)

Tugas no. 3

d)

Tugas no. 4

35.

Apa yang dimaksud dengan FISHERMAN KNOT atau Simpul Nelayan ?

a)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar yang sifatnya permanen.

b)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali pita webbing.

c)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar.

d)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar.

36.

Apa yang dimaksud dengan REEF KNOT atau Simpul Hidup ?

a)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar.

b)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali pita webbing.

c)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar yang sifatnya permanen.

d)

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar.

37.

Apa yang dimaksud OVER HAND KNOT / Ikatan Satu ?

a)

Simpul yang digunakan untuk menyatukan dua ujung tali yang berbeda.

b)

Ikatan yang tidak dapat berdiri sendiri atau tidak akan berfungsi sebelum ada ikatan lain.

c)

Ikatan sementara untuk menandai peralatan yang rusak dan membuat tangga tali.

d)

Tali yang melingkar diatas tangan.

38.

Suatu alat yang serba guna dan sangat baik digunakan untuk menurunkan, manarik, menambat, mengikat ataupun sebagai penunjuk jalan ( guide line )dalam pencarian korban dalam suatu ruangan.

a)

TALI

b)

TALI TEMALI

c)

TALI MENALI

d)

TALI TALI

39.

Ilmu yang mempelajari tentang karakter, jenis, bahan, kekuatan dan cara membuat tali.

a)

TALI

b)

TALI TEMALI

c)

TALI MENALI

d)

TALI TALI

40.

Ilmu yang mempelajari tantang cara membuat simpul dan ikatan tali sesuai dengan fungsi dan tujuan

a)

TALI

b)

TALI TEMALI

c)

TALI MENALI

d)

TALI TALI

41.

Hubungan antara tali dengan benda lain / obyek

a)

IKATAN

b)

SIMPUL

c)

JERAT

d)

TALI LUNCUR

42.

Hubungan antara tali dengan tali itu sendiri.

a)

IKATAN

b)

SIMPUL

c)

JERAT

d)

TALI LUNCUR

43.

Ikatan yang makin mengencang apabila mendapat beban Tarik.

a)

IKATAN

b)

SIMPUL

c)

JERAT

d)

UNDER HAND

44.

Tali yang berguna untuk naik dan turun dari ketinggian berbeda dengan Ciri-ciri:

 Tali Manila panjang tak terbatas diameter 5/8 s/d 7/16 inch

 Tali Kernmantle panjang 50–200 m diameter 9 – 12 mm.

a)

IKATAN

b)

SIMPUL

c)

JERAT

d)

TALI LUNCUR

45.

Tali yang gunanya untuk perlengkapan perorangan dan berfungsi serba guna dengan

Ciri-ciri :

 Tali manila panjang +- 4 m dan diameter 3/8 inch

 Webbing panjang 4 s/d 4,5 m lebar 2,5cm.

a)

TALI TUBUH

b)

TOUGLE ROPE

c)

TALI BILAY

d)

TAG LINE / GUIDE LINE

46.

Tali yang terbuat dari manila dan diberi pasak kayu, berfungsi sebagai alat luncur penyeberangan (dodent ride).

a)

TALI TUBUH

b)

TOUGLE ROPE

c)

TALI BILAY

d)

TAG LINE / GUIDE LINE

47.

Tali yang berfungsi untuk memandu korban yang diturunkan atau dinaikkan yang dikendalikan oleh petugas bleyer dari atas atau dari bawah.

a)

TALI TUBUH

b)

TOUGE ROPE

c)

TALI BILAY

d)

TAG LINE / GUIDE LINE

48.

Tali pemandu yang diikatkan pada korban yang diturunkan dengan tujuan untuk menghindari rintangan yang dikendalikan petugas bleyer dari bawah.

a)

TALI TUBUH

b)

TOUGE ROPE

c)

TALI BILAY

d)

TAG LINE / GUIDE LINE

49.

Jenis – jenis tali ditinjau dari bahan baku

a)

a. Tali serabut alam (natural fiber rope)

b)

b. Tali serabut buatan (sintetic rope)

c)

c. Tali serabut kelapa

d)

d. A dan B benar

50.

Tali serabut alam ( natural fiber rope ) kecuali

a)

Tali manila (serat sisal)

b)

Tali cotton (serat kapas)

c)

Tali ijuk dan Tali serabut kelapa

d)

Tali sintetic

51.

Tali serabut buatan ( sintetic rope )

a)

Tali nylon dan Tali kernmantle / statis, dinamis dan semi.

b)

Tali gelasan

c)

Tali kenur

d)

Tali tambang

52.

Prinsip Tali Menali kecuali

a)

KUAT

b)

CEPAT

c)

HEMAT

d)

MURAH

53.

Dasar-dasar Simpul dan Ikatan kecuali

a)

Bight, Loop / mata tali dan Runing End / tali yang bergerak

b)

Standing End / tali yang tidak bergerak, Bend (penyatuan) dan Hitch (simpul penambat)

c)

Over Hand dan Under Hand

d)

Tag line dan guide line

54.

Tali berbentuk lengkung dan apabila tali berbalik arah tetapi tidak saling menyilang.

a)

Bight

b)

Loop / mata tali

c)

Runing End / tali yang bergerak

d)

Over Hand dan Under Hand

55.

Tali yang berbentuk lingkaran dan tali saling menyilang.

a)

Bight

b)

Loop / mata tali

c)

Runing End / tali yang bergerak

d)

Over Hand dan Under Hand

56.

Ujung tali yang biasanya dipakai untuk membentuk ikatan atau simpul

a)

Bight

b)

Loop / mata tali

c)

Runing End / tali yang bergerak

d)

Standing End / tali yang tidak bergerak ( Pangkal Tali )

57.

Simpul yang digunakan untuk menyatukan dua ujung tali yang berbeda.

a)

Bend (penyatuan)

b)

Hitch (simpul penambat)

c)

Over Hand

d)

Under Hand

58.

Simpul yang digunakan untuk mengikatkan tali pada sebuah obyek lainnya.

a)

Bend (penyatuan)

b)

Hitch (simpul penambat)

c)

Over Hand

d)

Under Hand

59.

Macam-macam ikatan dan fungsinya kecuali

a)

HALF HITCH ( Ikatan Setengah ) dan OVER HAND KNOT ( Ikatan Satu )

b)

IKATAN DUA ( Jerat Sauh ) dan CLOVE HITCH ( Ikatan Tiga )

c)

IKATAN POKOK ( Seat Harness )

d)

IKATAN LOOPE

60.

Tidak dapat berdiri sendiri / tidak akan berfungsi sebelum ada ikatan lain. Untuk menegakkan benda yang akan dinaikkan atau diturunkan. Termasuk fungsi dari Ikatan……

a)

Half Hitch (ikatan setengah)

b)

Over hand knot (ikatan satu)

c)

Ikatan dua (jerat sauh)

d)

Clove Hitch (ikatan tiga)

61.

-Untuk mengikat sementara.

- Untuk menandai peralatan yangrusak.

- Untuk membuat tangga tali

Termasuk fungsi dari Ikatan……

a)

Half Hitch (ikatan setengah)

b)

Over Hand Knot (ikatan satu)

c)

Ikatan dua (jerat sauh)

d)

Clove Hitch (ikatan tiga)

62.

- Untuk mengunci ikatan / simpul yang lain.

- Untuk membuat tandu darurat.

Termasuk fungsi dari Ikatan……

a)

Half Hitch (ikatan setengah)

b)

Over Hand Knot (ikatan satu)

c)

Ikatan dua (jerat sauh)

d)

Clove Hitch (ikatan tiga)

63.

-Untuk mengikat benda berpenampang bulat.

-Untuk mengikatkan tali luncur.

-Untuk menentukan titik ikatan.

Termasuk fungsi dari Ikatan……

a)

Half Hitch (ikatan setengah)

b)

Over Hand Knot (ikatan satu)

c)

Ikatan dua (jerat sauh)

d)

Clove Hitch (ikatan tiga)

64.

Sebagai pengganti harness.

a)

Ikatan Pokok (Seat Harness)

b)

Ikatan Satu (Over Hand Knot)

c)

Ikatan dua (jerat sauh)

d)

Ikatan (Clove Hitch)

65.

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar.

a)

SIMPUL HIDUP/ REEF KNOT

b)

SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT

c)

SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND

d)

SIMPUL ANYAM RANGKAP/ DOUBLE SHEET BEND

66.

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar yang sifatnya permanen.

a)

SIMPUL HIDUP / REEF KNOT

b)

SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT

c)

SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND

d)

SIMPUL ANYAM RANGKAP / DOUBLE SHEET BEND

67.

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar

a)

SIMPUL HIDUP / REEF KNOT

b)

SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT

c)

SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND

d)

SIMPUL ANYAM RANGKAP / DOUBLE SHEET BEND

68.

Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar dengan perbedaan diameter yang mencolok.

a)

SIMPUL HIDUP / REEF KNOT

b)

SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT

c)

SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND

d)

SIMPUL ANYAM RANGKAP / DOUBLE SHEET BEND

69.

Simpul yang digunakan untuk mengikatkan sebuah loop pada tengah-tengah tali

a)

SIMPUL KUPU – KUPU

b)

SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP

c)

SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP

d)

SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP

70.

Simpul yang berguna untuk menempatkan cincin kait dan apabila gelungnya besar dapat untuk membawa korban.

a)

SIMPUL KUPU – KUPU

b)

SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP

c)

SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP

d)

SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP

71.

Simpul yang berfungsi sebagai sanggurdi atau dapat sebagai tali kursi untuk menahan beban yang lebih berat. Pengembangan dari SGS.

a)

SIMPUL KUPU – KUPU

b)

SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP

c)

SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP

d)

SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP

72.

Simpul yang berfungsi sebagai tali kursi untuk menahan beban yang lebih berat lagi. Pengembangan dari SGD.

a)

SIMPUL KUPU – KUPU

b)

SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP

c)

SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP

d)

SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP

73.

Simpul yang berfungsi sebagai pengganti Safety Belt.

a)

IKATAN DADA /SINGLE AND DOUBLE LOOP BOWLINE

b)

SIMPUL LEPAS /DRAW HITCHS

c)

SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP

d)

SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP

74.

Ikatan atau simpul yang apabila telah selesai digunakan dapat dilepas dgn menarik ujung tali secara bergantian tanpa harus menyentuh simpul yang ada.

a)

IKATAN DADA /SINGLE AND DOUBLE LOOP BOWLINE

b)

SIMPUL LEPAS /DRAW HITCHS

c)

SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP

d)

SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP

75.

Breathing Apparatus dengan System open Circuit untuk sisa pernapasan, dikeluarkan melalui :

a)

Reduser

b)

Exahalation Valve

c)

Demand Valve Regulator

d)

Diapragma

76.

Komponen SCBA yang berfungsi Menurunkan tekanan udara yang dialirkan dari cylinder diatas tekanan atsmosfir (4,7 -10 bar) disebut :

a)

Reduser

b)

Safety Valve

c)

Pressure Gauge

d)

Demand Valve Regulator

77.

Yang Berfungsi untuk memberikan peringatan (menandai) bahwa tekanan pada botol tersebut mencapai tekanan rendah adalah:

a)

Pressure Gauge.

b)

Safety Valve

c)

Reduser

d)

Alarm

78.

Alat yang berfungsi untuk mengendalikan aliran udara ke peralatan pernafasan yang dipakai secara otomatis

a)

Reduser

b)

Masker

c)

Pressure Gauge

d)

Lung Demand Regulator

79.

Breathing Apparatus dengan system kerjanya pada masker selalu bertekanan adalah :

a)

Tekanan Positif

b)

Tekanan Negatif

c)

Open Circuit

d)

Close Circuit

80.

Dalam tahapan pemakaian Breathing Apparatus ada test tekanan rendah yang bertujuan untuk :

a)

Mengetahui kebocoran system SCBA

b)

Mengetahui tekanan dalam cylinder

c)

Mengetahui kebocoran pada masker

d)

Mengetahui Alarm berbunyi

81.

Untuk mengetahui kebocoran pada rangkaian SCBA, adalah :

a)

Test tekanan tinggi

b)

Test tekanan rendah

c)

Perakitan

d)

Pemeriksaan Visual

82.

Dalam prosedur pemakaian SCBA ada beberapa tahapan yang harus dilakukan :

a)

Pemeriksaan Visual, Perakitan, Test Tekenan Tinggi, Test Tekanan Rendah, Penggendongan

b)

Pemeriksaan Visual, Perakitan, Test Tekenan Rendah, Test Tekanan Tinggi, Penggendongan

c)

Pemeriksaan Visual, Perakitan, Test Tekenan Tinggi, Penggendongan, Test Tekanan Rendah

d)

Pemeriksaan Visual, Tes Tekenan Tinggi, Perakitan, Tes Tekanan Rendah, Penggendonga

83.

Sebutkan 3 komponen utama dalam SCBA, yaitu:

a)

Masker, Demand Valve Regulator, Harnes Body

b)

Masker, Harnes Body, Reduser

c)

Masker, Harnes Body, Pressure Gauge

d)

Masker, Harnes Body, Cylinder

84.

Cylinder Breathing Apparatus dengan volume 6 liter, pada saat katup cylinder di buka pressure (tekanan) menunjukan angka 230 bar, dan rata-rata pemakaian menghabiskan 40 liter/menit, maka Full duration (habis total) dan Working Duration (lama kerja) adalah :

a)

FD = 30,5 menit dan WD = 20,5 menit

b)

FD = 34,5 menit dan WD = 24,5 menit

c)

FD = 33,5 menit dan WD = 23,5 menit

d)

FD = 32,5 menit dan WD = 22,5 menit

85.

Berfungsi mengakomodasi tabung atau tangki udara (cylinder)

a)

Reduser Valve

b)

Backpack plate

c)

Pressure Gauge

d)

Lung Demand Valve

86.

Berfungsi menurunkan tekanan tabungan udara dari bertekanan tinggi jadi bertekanan rendah, tekanan pada tabungan udara bervariasi diantaranya 300 Bar, 200 Bar, 150 Bar jadi bertekanan rendah yakni 8 Bar.

a)

Reduser Valve

b)

Masker

c)

Pressure Gauge

d)

Lung Demand Regulator

87.

Yang berfungsi mengatur konsumsi dari tabung ke masker full face

a)

Reduser Valve

b)

Masker

c)

Pressure Gauge

d)

Lung Demand Valve

88.

Yang berfungsi menutup wajah agar terhindar dari udara yang terkontaminasi racun atau kadar oksigen yang kurang dari batas minimal.

a)

Reduser Valve

b)

Masker Full Face

c)

Pressure Gauge

d)

Lung Demand Regulator

89.

Berfungsi mengetahui tekanan tabung udara

a)

Reduser Valve

b)

Masker

c)

Pressure Gauge

d)

Lung Demand Valve

90.

Suatu alat pelindung pernafasan yang berdiri sendiri berisi udara bersih atau oksigen yang di masukan dalam tabung, yang membuat si pemakai tidak tergantung lagi udara sekelilingnya, untuk jangka waktu tertentu.

a)

BA

b)

Tabung Oksigen

c)

SCBA

d)

Masker

91.

Dalam tahapan pemakaian Breathing Apparatus ada test tekanan tinggi yang bertujuan untuk (kecuali)......

a)

untuk mengetahui tekanan tabung

b)

untuk mengetahui alarm

c)

untuk pemeriksaan visual

d)

untuk mengetahui tabung

92.

katub botol tabung SCBA berfungsi untuk

a)

membuka dan menutup aliran udara dari botol ke selang tekanan tinggi atau ke penurunan tekanan.

b)

mencegah udara disekitarnya masuk ke dalam masker

c)

untuk mengetahui tekanan tabung

d)

mengetahui kebocoran

93.

Yang bukan termasuk bagian Tera Botol pada tabung botol SCBA adalah

a)

Volume botol dan tahun pembuatan

b)

test pressure

c)

working pressure

d)

test visual

94.

Yang bukan pembagian jenis SCBA

a)

berdasarkan isi botol

b)

berdasarkan konstruksi

c)

berdasarkan cara kerja

d)

berdasarkan lama kerja

95.

suatu type SCBA dimana persediaan udara di dalam tabung yang dihembuskan oleh pemakainya langsung terbuang keluar melalui exhalation valve disebut dengan type

a)

closed circuit

b)

open circuit

c)

medium circuit

d)

short circuit

96.

Suatu type SCBA dimana pemakainya menghembuskan nafas melalui filter kimia yang memindahkan CO2 kemudian bernfas kembali dengan sisa O2 yang ada disebut dengan type

a)

medium circuit

b)

short circuit

c)

open circuit

d)

closed circuit

97.

Tekanan positif (selalu bertekanan) dalam masker berfungsi untuk

a)

mencegah udara disekitarnya masuk ke dalam masker

b)

mengetahui kebocoran

c)

pemeriksaan visual

d)

mengetahui tekanan tabung

98.

Dalam tahapan pemakaian Breathing Apparatus ada test tekanan tinggi yang bertujuan untuk (kecuali)......

a)

untuk mengetahui tekanan tabung

b)

untuk mengetahui tekanan tabung

c)

untuk mengetahui alarm

d)

untuk pemeriksaan visual

99.

Yang Berfungsi untuk memberikan peringatan (menandai) bahwa tekanan pada botol tersebut mencapai tekanan rendah adalah :

a)

Pressure Gauge.

b)

safety Valve

c)

Reduser

d)

Alarm

100.

Hari Lahir Instansi Pemadam Kebakaran adalah:

a)

1 Maret 1919

b)

2 Maret 1919

c)

1 Maret 1920

d)

2 Maret 1920

101.

Kalimat yang terdapat pada Logo Pemadam Kebakaran adalah:

a)

YUDHA BRAMA JAYA.

b)

YUDHA BRAMA SENTOSA.

c)

YUDHA BRAMA PERKASA

d)

YUDHA BRAMA EKA.

102.

Makna dari YUDHA BRAMA JAYA adalah

a)

kemenangan dan

keberhasilan dalam perang melawan api kebakaran

b)

kemenangan dan

keberhasilan dalam perang melawan api kemarahan

c)

kemenangan dan

keberhasilan dalam perang melawan api kemungkaran

d)

kemenangan dan

keberhasilan dalam perang melawan api panas

103.

Elemen yang terdapat pada Logo Pemadam Kebakaran adalah

a)

5 kelopak Bunga Wijaya

b)

2 Tangkai 19 Lidah Api yang Menyala

c)

Air, Tali Melingkar dan Lingkaran

d)

Semua Benar

104.

Peraturan yang mengatur tentang PAKAIAN DINAS BAGI APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PERANGKAT DAERAH YANG MENYELENGGARAKAN

a)

Permendagri Nomor 13 Tahun 2019

b)

Permendagri Nomor 14 Tahun 2019

c)

Permendagri Nomor 15 Tahun 2019

d)

Permendagri Nomor 16 Tahun 2019

105.

Peraturan yang mengatur tentang STANDARDISASI SARANA DAN PRASARANA PEMADAM KEBAKARANDI DAERAH

a)

Permendagri Nomor 122 Tahun 2018

b)

Permendagri Nomor 123 Tahun 2018

c)

Permendagri Nomor 124 Tahun 2018

d)

Permendagri Nomor 125 Tahun 2018

106.

Peraturan yang mengatur tentang STANDAR TEKNIS PELAYANAN DASAR PADA STANDAR PELAYANAN MINIMAL SUB URUSAN KEBAKARAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

a)

Permendagri Nomor 114 Tahun 2018

b)

Permendagri Nomor 115 Tahun 2018

c)

Permendagri Nomor 116 Tahun 2018

d)

Permendagri Nomor 117 Tahun 2018

107.

Perda di DKI Jakarta yang mengatur tentang PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

a)

Perda DKI Nomor 8 Tahun 2008

b)

Perda DKI Nomor 8 Tahun 2009

c)

Perda DKI Nomor 8 Tahun 2010

d)

Perda DKI Nomor 8 Tahun 2011

108.

Peraturan Gubernur di DKI Jakarta yang Mengatur tentang PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN MELALUI PEMBENTUKAN RELAWAN PEMADAM KEBAKARA

a)

PerGub DKI Nomor 42 Tahun 2023

b)

PerGub DKI Nomor 43 Tahun 2023

c)

PerGub DKI Nomor 44 Tahun 2023

d)

PerGub DKI Nomor 45 Tahun 2023

109.

Peraturan Gubernur di DKI Jakarta yang Mengatur tentang PERSYARATAN TEKNIS SARANA PENYELAMATAN JIWA

a)

PerGub DKI Nomor 72 Tahun 2021

b)

PerGub DKI Nomor 73 Tahun 2021

c)

PerGub DKI Nomor 74 Tahun 2021

d)

PerGub DKI Nomor 75 Tahun 2021

110.

Peraturan yang mengatur tentang PERSYARATAN TEKNIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG DAN LINGKUNGAN

a)

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008

b)

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27/PRT/M/2008

c)

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 28/PRT/M/2008

d)

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2008