Font size
WorksheetsBerlatih Pantang Menyerah
Total questions: 110
Worksheet time: 55mins
Menurut permenaker No. 04 tahun 1980 kelas kebakaran dibagi menjadi:
Kebakaran kelas B ,C, D dan E
Kebakaaran kelas A ,B ,C dan D
Kebakaran kelas A ,B ,C ,D dan K
Kebakaran kelas A ,B , C dan K
Menurut NFPA 10 dan PERMN PU. 26/2008 klasifikasi kebakaran dibagi menjadi :
Kebakaran Kelas A ,B ,C ,D dan E
Kebakaran kelas A, B, D dan K
Kebakaran kelas A ,B ,C ,dan D
Kebakaran kelas A ,B ,C ,D dan K
Menurut Essentials Of Fire Fighting ( F. S. T. A.), Api adalah:
Suatu reaksi rantai kimia yg di kenal sebagai pembakaran
Api sama dengan pembakaran
Api adalah suatu rantai kimia
Api adalah proses oksidasi cepat
Menurut Essentials David T. Golf ( Firr Brigade Training Manual), Api adalah:
Api / Pembakaran adalah suatu proses oksidasi (pembakaran) cepat yang umumnya menghasilkan panas dan nyala
Api adalah suatu reaksi kimia
Api adalah suatu proses oksidasi
Api sama dengan pembakaran
Kebakaran merupakan wujud dari reaksi kimia oksidasi eksotermal yang menghasilkan pelepasan produk pembakaran yaitu :
Cahaya, karbondioksida dan api
Gemuruh, karbondioksida
Kalor, cahaya dan karbondioksida
Hujan, kalor dan cahaya, karbondioksida
Suatu reaksi pembakaran yang tidak terkendali dan menimbulkan kerugian materi/keselamatan manusia, atau dapat juga diartikan sebagai api yang tidak terkendali/tidak dikehendaki serta menimbulkan kerugian disebut sebagai?
Api
Pembakaran
Kebakaran
Penyalaan serentak
Pembakaran dapat terjadi bila kadar oksigen dalam udara minimal:
16%
17%
18%
19%
Yang bukan termasuk tahapan pada reaksi rantai kimia:
kebocoran tabung gas elpiji
Bahan bakar yang dipanaskan mengeluarkan uap
Uap bergabung untuk menciptakan senyawa baru
Senyawa baru bergabung dengan oksigen dan menyala
Mengurangi Temperatur, memindahkan bahan bakar, mengeluarkan/menutup oksigen dan menghambat reaksi rantai / penjalaran termasuk:
Metode Pemadaman
Metode Pendinginan
Over houl
Smootering
Macam-macam pemindahan panas, kecuali:
Asmilasi ( Perpaduan antara suhu panas dan dingin )
Konduksi ( pemindahan panas dari satu ruangan/lantai/lantai keruangan/lantai yang melalui bahan penghantar panas/logam.
Konveksi ( Perambatan panas melalui gelombang udara karena udara panas naik ke atas )
Radiasi ( Gelombang panas yang bergerak melalui daerah yang terbakar menuju permukaan benda-benda dihadapannya).
Yang bukan termasuk Karakteristik bahan bakar:
posisi lurus sejalan pemadaman
Posisi Fisik ( vertikal dan horisontal ) dan Sifat Fisik ( padat, cair dan gas )
Densitas / kepadatan
Luas area permukaan
Suatu kondisi ruangan, dimana semua bahan sudah mengalami penguapan hingga pada titik nyalanya, sehingga terjadi penyalaan secara serentak. Hal tersebut disebut sebagai kondisi terjadinya:
Flash over
Back draft
Auto ignition ( Temperature / Suhu Penyalaan )
Smoldhering ( menyala kecil )
Ledakan yang terjadi akibat masuknya pasukan oksigen secara tiba-tiba dari kebakaran ruang tertutup yang dibuka mendadak saat kebakaran berlangsung, disebut:
Fire explosion
Flash over
Backdraft
Chemical explosion
Yang termasuk tiga unsur terjadinya api ( Segitiga Api atau Trie Angel Of Fire ), yaitu:
Bahan bakar, Oksigen (O2), Sumber-sumber panas
Oksigen, minyak, kertas
Benda padat, gas, cair
Kayu, teriplek, cair
Panas berpindah dengan cara langsung dari lidah api atau lompatan api disebut:
Radiasi
Direct Burning
Konduksi
Konveksi
Yang dimaksud Flash Point dan Fire Point adalah
titik nyala dan titik bakar
titik sudut dan titik siku
titik api dan titik padam
titik beku dan titik cair
Yang termasuk unsur terjadinya api dari unsur bahan bakar padat, yaitu:
Padat, Cair dan Gas
Kertas, kayu dan plastik
Minyak, pertalite, gas
Gas, Cair dan minyak
Yang termasuk Unsur terjadinya api dari unsur bahan bakar Cair
Minyak tanah, bensin, solar, spirtus, oil, dll
Minyak, teh biasa, oksigen
Oksigen, Co2 dan O2
Solar, bensin dan kayu
Semakin tinggi nilai titik nyala sebuah bahan, maka bahan tersebut semakin
Mudah terbakar
Sulit terbakar
Sulit ditemukan
Sulit dibekukan
Memadamkan api dengan menyiram air adalah prinsip pemadaman
Pendinginan atau menurunkan temperatur / cooling
Merusak atau memutus reaksi rantai kimia (reaksi rantai api)
Penyelimutan / smothering
Menghilangkan atau memindahkan bahan bakar / starvation
Pola-pola pemadaman adalah
suatu cara dari regu pemadam dalam mempergunakan peralatan unit mobil dan portable pump pada saat latihan maupun ketika kebakaran
suatu cara pembagian tugas dalam menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilakukan saat serah terima perlengkapan kendaraan dan pos jaga.
posisi (kedudukan) para anggota regu di kendaraan sesuai dengan susunan nomor pekerjaan masing - masing yang dilaksanakan pada saat berangkat ke tempat kebakaran atau kembali dari tempat kebakaran.
mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan personil dan evaluasi
Formasi regu dalam barisan adalah
suatu cara pembagian tugas dalam menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilakukan saat serah terima perlengkapan kendaraan dan pos jaga.
struktur organisasi peran kebakaran tugas dan fungsi, menetukan petugasnya dan melakukan pelatihan
Kegiatan penyelamatan pemerdayaan masyarakat
mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan personil dan evaluasi
Formasi regu dalam kendaraan adalah
suatu cara pembagian tugas dalam menentukan nomor pekerjaan bagi anggota regu yang dilakukan saat serah terima perlengkapan kendaraan dan pos jaga.
struktur organisasi peran kebakaran tugas dan fungsi, menetukan petugasnya dan melakukan pelatihan
posisi (kedudukan) para anggota regu di kendaraan sesuai dengan susunan nomor pekerjaan masing - masing yang dilaksanakan pada saat berangkat ke tempat kebakaran atau kembali dari tempat kebakaran.
mengisi ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan personil dan evaluasi
Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 1 jalur selang dan 1 pipa pemancar (sumber air dari unit mobil)
Pola 4
Pola 3
Pola 2
Pola 1
Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 1 jalur selang, 1 nozzle dari tangki mobil berisi air penghisapan dari sumber air.
Pola 4 A
Pola 3
Pola 2 A
Pola 1
Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 1 jalur selang, 2 nozzel menggunakan cabang sumber air dari mobil
Pola 4 A
Pola 3
Pola 2 B
Pola 1
Pelaksanaan pemadaman dengan mempergunakan 2 jalur selang dan 2 pipa pemancar dan sumber air dari unit mobil.
Pola 4 A
Pola 3
Pola 2 A
Pola 1
Pelaksanaan pemadaman satu jalur dengan 2 nozzle menggunakan cabang dan penghisapan dari sumber air
Pola 4 B
Pola 3
Pola 2 B
Pola 1
Petugas nomor 1 sebagai kepala regu bertugas sebagai
Mengoperasikan selang / nozzle.
Melayani mobil.
Melayani buka tutup air.
Membawa dan menentukan pipa cabang
Bagian tugas no 2 pada pola 1 yaitu
Mengoperasikan selang dari mobil ke no.4
Mengoperasikan selang dari no.3 ke no.5.
Menyambung selang no.3 ke mobil
Mengoperasikan selang dari no.4 ke no.6.
Yang bukan bagian tugas no 3 pada pola 2 A yaitu
Mengoperasikan selang dari no.2 ke no.4.
Menyiapkan selang cadangan
Menyiapkan selang penghisap
Melayani mobil untuk buka / tutup air
Dalam Pemadaman kebakaran menggunakan Formasi Pemadaman 4 A,tugas no 4 yaitu :
Mengoperasikan selang no 3 ke cabang.
Menyambung selang dari no.5 dan 6 ke cabang.
Membantu no.6 mengoperasikan nozzle.
Semuanya benar.
Manakah di bawah ini yang termasuk tugas no 6 dalam Formasi Pemadaman 4 A kecuali :
Memimpin taktik dan strategi pemadaman
Mengoperasikan nozzle
Mengoperasikan selang.
Menyambung kopling selang ke nozzle.
Dalam pelaksanaan pemadaman menggunakan Formasi Pemadaman 1 tugas nomor berapa yang mengambil selang cadangan :
Tugas no. 1
Tugas no. 2
Tugas no. 3
Tugas no. 4
Apa yang dimaksud dengan FISHERMAN KNOT atau Simpul Nelayan ?
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar yang sifatnya permanen.
Simpul yang berguna untuk menyambung tali pita webbing.
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar.
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar.
Apa yang dimaksud dengan REEF KNOT atau Simpul Hidup ?
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar.
Simpul yang berguna untuk menyambung tali pita webbing.
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar yang sifatnya permanen.
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar.
Apa yang dimaksud OVER HAND KNOT / Ikatan Satu ?
Simpul yang digunakan untuk menyatukan dua ujung tali yang berbeda.
Ikatan yang tidak dapat berdiri sendiri atau tidak akan berfungsi sebelum ada ikatan lain.
Ikatan sementara untuk menandai peralatan yang rusak dan membuat tangga tali.
Tali yang melingkar diatas tangan.
Suatu alat yang serba guna dan sangat baik digunakan untuk menurunkan, manarik, menambat, mengikat ataupun sebagai penunjuk jalan ( guide line )dalam pencarian korban dalam suatu ruangan.
TALI
TALI TEMALI
TALI MENALI
TALI TALI
Ilmu yang mempelajari tentang karakter, jenis, bahan, kekuatan dan cara membuat tali.
TALI
TALI TEMALI
TALI MENALI
TALI TALI
Ilmu yang mempelajari tantang cara membuat simpul dan ikatan tali sesuai dengan fungsi dan tujuan
TALI
TALI TEMALI
TALI MENALI
TALI TALI
Hubungan antara tali dengan benda lain / obyek
IKATAN
SIMPUL
JERAT
TALI LUNCUR
Hubungan antara tali dengan tali itu sendiri.
IKATAN
SIMPUL
JERAT
TALI LUNCUR
Ikatan yang makin mengencang apabila mendapat beban Tarik.
IKATAN
SIMPUL
JERAT
UNDER HAND
Tali yang berguna untuk naik dan turun dari ketinggian berbeda dengan Ciri-ciri:
Tali Manila panjang tak terbatas diameter 5/8 s/d 7/16 inch
Tali Kernmantle panjang 50–200 m diameter 9 – 12 mm.
IKATAN
SIMPUL
JERAT
TALI LUNCUR
Tali yang gunanya untuk perlengkapan perorangan dan berfungsi serba guna dengan
Ciri-ciri :
Tali manila panjang +- 4 m dan diameter 3/8 inch
Webbing panjang 4 s/d 4,5 m lebar 2,5cm.
TALI TUBUH
TOUGLE ROPE
TALI BILAY
TAG LINE / GUIDE LINE
Tali yang terbuat dari manila dan diberi pasak kayu, berfungsi sebagai alat luncur penyeberangan (dodent ride).
TALI TUBUH
TOUGLE ROPE
TALI BILAY
TAG LINE / GUIDE LINE
Tali yang berfungsi untuk memandu korban yang diturunkan atau dinaikkan yang dikendalikan oleh petugas bleyer dari atas atau dari bawah.
TALI TUBUH
TOUGE ROPE
TALI BILAY
TAG LINE / GUIDE LINE
Tali pemandu yang diikatkan pada korban yang diturunkan dengan tujuan untuk menghindari rintangan yang dikendalikan petugas bleyer dari bawah.
TALI TUBUH
TOUGE ROPE
TALI BILAY
TAG LINE / GUIDE LINE
Jenis – jenis tali ditinjau dari bahan baku
a. Tali serabut alam (natural fiber rope)
b. Tali serabut buatan (sintetic rope)
c. Tali serabut kelapa
d. A dan B benar
Tali serabut alam ( natural fiber rope ) kecuali
Tali manila (serat sisal)
Tali cotton (serat kapas)
Tali ijuk dan Tali serabut kelapa
Tali sintetic
Tali serabut buatan ( sintetic rope )
Tali nylon dan Tali kernmantle / statis, dinamis dan semi.
Tali gelasan
Tali kenur
Tali tambang
Prinsip Tali Menali kecuali
KUAT
CEPAT
HEMAT
MURAH
Dasar-dasar Simpul dan Ikatan kecuali
Bight, Loop / mata tali dan Runing End / tali yang bergerak
Standing End / tali yang tidak bergerak, Bend (penyatuan) dan Hitch (simpul penambat)
Over Hand dan Under Hand
Tag line dan guide line
Tali berbentuk lengkung dan apabila tali berbalik arah tetapi tidak saling menyilang.
Bight
Loop / mata tali
Runing End / tali yang bergerak
Over Hand dan Under Hand
Tali yang berbentuk lingkaran dan tali saling menyilang.
Bight
Loop / mata tali
Runing End / tali yang bergerak
Over Hand dan Under Hand
Ujung tali yang biasanya dipakai untuk membentuk ikatan atau simpul
Bight
Loop / mata tali
Runing End / tali yang bergerak
Standing End / tali yang tidak bergerak ( Pangkal Tali )
Simpul yang digunakan untuk menyatukan dua ujung tali yang berbeda.
Bend (penyatuan)
Hitch (simpul penambat)
Over Hand
Under Hand
Simpul yang digunakan untuk mengikatkan tali pada sebuah obyek lainnya.
Bend (penyatuan)
Hitch (simpul penambat)
Over Hand
Under Hand
Macam-macam ikatan dan fungsinya kecuali
HALF HITCH ( Ikatan Setengah ) dan OVER HAND KNOT ( Ikatan Satu )
IKATAN DUA ( Jerat Sauh ) dan CLOVE HITCH ( Ikatan Tiga )
IKATAN POKOK ( Seat Harness )
IKATAN LOOPE
Tidak dapat berdiri sendiri / tidak akan berfungsi sebelum ada ikatan lain. Untuk menegakkan benda yang akan dinaikkan atau diturunkan. Termasuk fungsi dari Ikatan……
Half Hitch (ikatan setengah)
Over hand knot (ikatan satu)
Ikatan dua (jerat sauh)
Clove Hitch (ikatan tiga)
-Untuk mengikat sementara.
- Untuk menandai peralatan yangrusak.
- Untuk membuat tangga tali
Termasuk fungsi dari Ikatan……
Half Hitch (ikatan setengah)
Over Hand Knot (ikatan satu)
Ikatan dua (jerat sauh)
Clove Hitch (ikatan tiga)
- Untuk mengunci ikatan / simpul yang lain.
- Untuk membuat tandu darurat.
Termasuk fungsi dari Ikatan……
Half Hitch (ikatan setengah)
Over Hand Knot (ikatan satu)
Ikatan dua (jerat sauh)
Clove Hitch (ikatan tiga)
-Untuk mengikat benda berpenampang bulat.
-Untuk mengikatkan tali luncur.
-Untuk menentukan titik ikatan.
Termasuk fungsi dari Ikatan……
Half Hitch (ikatan setengah)
Over Hand Knot (ikatan satu)
Ikatan dua (jerat sauh)
Clove Hitch (ikatan tiga)
Sebagai pengganti harness.
Ikatan Pokok (Seat Harness)
Ikatan Satu (Over Hand Knot)
Ikatan dua (jerat sauh)
Ikatan (Clove Hitch)
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar.
SIMPUL HIDUP/ REEF KNOT
SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT
SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND
SIMPUL ANYAM RANGKAP/ DOUBLE SHEET BEND
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang sama besar yang sifatnya permanen.
SIMPUL HIDUP / REEF KNOT
SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT
SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND
SIMPUL ANYAM RANGKAP / DOUBLE SHEET BEND
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar
SIMPUL HIDUP / REEF KNOT
SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT
SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND
SIMPUL ANYAM RANGKAP / DOUBLE SHEET BEND
Simpul yang berguna untuk menyambung tali yang tidak sama besar dengan perbedaan diameter yang mencolok.
SIMPUL HIDUP / REEF KNOT
SIMPUL NELAYAN / FISHERMAN KNOT
SIMPUL ANYAM TUNGGAL / SINGGLE SHEET BEND
SIMPUL ANYAM RANGKAP / DOUBLE SHEET BEND
Simpul yang digunakan untuk mengikatkan sebuah loop pada tengah-tengah tali
SIMPUL KUPU – KUPU
SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP
SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP
SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP
Simpul yang berguna untuk menempatkan cincin kait dan apabila gelungnya besar dapat untuk membawa korban.
SIMPUL KUPU – KUPU
SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP
SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP
SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP
Simpul yang berfungsi sebagai sanggurdi atau dapat sebagai tali kursi untuk menahan beban yang lebih berat. Pengembangan dari SGS.
SIMPUL KUPU – KUPU
SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP
SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP
SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP
Simpul yang berfungsi sebagai tali kursi untuk menahan beban yang lebih berat lagi. Pengembangan dari SGD.
SIMPUL KUPU – KUPU
SIMPUL GELUNG SATU /SINGGLE LOOP
SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP
SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP
Simpul yang berfungsi sebagai pengganti Safety Belt.
IKATAN DADA /SINGLE AND DOUBLE LOOP BOWLINE
SIMPUL LEPAS /DRAW HITCHS
SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP
SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP
Ikatan atau simpul yang apabila telah selesai digunakan dapat dilepas dgn menarik ujung tali secara bergantian tanpa harus menyentuh simpul yang ada.
IKATAN DADA /SINGLE AND DOUBLE LOOP BOWLINE
SIMPUL LEPAS /DRAW HITCHS
SIMPUL GELUNG TIGA / TREEPLE LOOP
SIMPUL GELUNG DUA / DOUBLE LOOP
Breathing Apparatus dengan System open Circuit untuk sisa pernapasan, dikeluarkan melalui :
Reduser
Exahalation Valve
Demand Valve Regulator
Diapragma
Komponen SCBA yang berfungsi Menurunkan tekanan udara yang dialirkan dari cylinder diatas tekanan atsmosfir (4,7 -10 bar) disebut :
Reduser
Safety Valve
Pressure Gauge
Demand Valve Regulator
Yang Berfungsi untuk memberikan peringatan (menandai) bahwa tekanan pada botol tersebut mencapai tekanan rendah adalah:
Pressure Gauge.
Safety Valve
Reduser
Alarm
Alat yang berfungsi untuk mengendalikan aliran udara ke peralatan pernafasan yang dipakai secara otomatis
Reduser
Masker
Pressure Gauge
Lung Demand Regulator
Breathing Apparatus dengan system kerjanya pada masker selalu bertekanan adalah :
Tekanan Positif
Tekanan Negatif
Open Circuit
Close Circuit
Dalam tahapan pemakaian Breathing Apparatus ada test tekanan rendah yang bertujuan untuk :
Mengetahui kebocoran system SCBA
Mengetahui tekanan dalam cylinder
Mengetahui kebocoran pada masker
Mengetahui Alarm berbunyi
Untuk mengetahui kebocoran pada rangkaian SCBA, adalah :
Test tekanan tinggi
Test tekanan rendah
Perakitan
Pemeriksaan Visual
Dalam prosedur pemakaian SCBA ada beberapa tahapan yang harus dilakukan :
Pemeriksaan Visual, Perakitan, Test Tekenan Tinggi, Test Tekanan Rendah, Penggendongan
Pemeriksaan Visual, Perakitan, Test Tekenan Rendah, Test Tekanan Tinggi, Penggendongan
Pemeriksaan Visual, Perakitan, Test Tekenan Tinggi, Penggendongan, Test Tekanan Rendah
Pemeriksaan Visual, Tes Tekenan Tinggi, Perakitan, Tes Tekanan Rendah, Penggendonga
Sebutkan 3 komponen utama dalam SCBA, yaitu:
Masker, Demand Valve Regulator, Harnes Body
Masker, Harnes Body, Reduser
Masker, Harnes Body, Pressure Gauge
Masker, Harnes Body, Cylinder
Cylinder Breathing Apparatus dengan volume 6 liter, pada saat katup cylinder di buka pressure (tekanan) menunjukan angka 230 bar, dan rata-rata pemakaian menghabiskan 40 liter/menit, maka Full duration (habis total) dan Working Duration (lama kerja) adalah :
FD = 30,5 menit dan WD = 20,5 menit
FD = 34,5 menit dan WD = 24,5 menit
FD = 33,5 menit dan WD = 23,5 menit
FD = 32,5 menit dan WD = 22,5 menit
Berfungsi mengakomodasi tabung atau tangki udara (cylinder)
Reduser Valve
Backpack plate
Pressure Gauge
Lung Demand Valve
Berfungsi menurunkan tekanan tabungan udara dari bertekanan tinggi jadi bertekanan rendah, tekanan pada tabungan udara bervariasi diantaranya 300 Bar, 200 Bar, 150 Bar jadi bertekanan rendah yakni 8 Bar.
Reduser Valve
Masker
Pressure Gauge
Lung Demand Regulator
Yang berfungsi mengatur konsumsi dari tabung ke masker full face
Reduser Valve
Masker
Pressure Gauge
Lung Demand Valve
Yang berfungsi menutup wajah agar terhindar dari udara yang terkontaminasi racun atau kadar oksigen yang kurang dari batas minimal.
Reduser Valve
Masker Full Face
Pressure Gauge
Lung Demand Regulator
Berfungsi mengetahui tekanan tabung udara
Reduser Valve
Masker
Pressure Gauge
Lung Demand Valve
Suatu alat pelindung pernafasan yang berdiri sendiri berisi udara bersih atau oksigen yang di masukan dalam tabung, yang membuat si pemakai tidak tergantung lagi udara sekelilingnya, untuk jangka waktu tertentu.
BA
Tabung Oksigen
SCBA
Masker
Dalam tahapan pemakaian Breathing Apparatus ada test tekanan tinggi yang bertujuan untuk (kecuali)......
untuk mengetahui tekanan tabung
untuk mengetahui alarm
untuk pemeriksaan visual
untuk mengetahui tabung
katub botol tabung SCBA berfungsi untuk
membuka dan menutup aliran udara dari botol ke selang tekanan tinggi atau ke penurunan tekanan.
mencegah udara disekitarnya masuk ke dalam masker
untuk mengetahui tekanan tabung
mengetahui kebocoran
Yang bukan termasuk bagian Tera Botol pada tabung botol SCBA adalah
Volume botol dan tahun pembuatan
test pressure
working pressure
test visual
Yang bukan pembagian jenis SCBA
berdasarkan isi botol
berdasarkan konstruksi
berdasarkan cara kerja
berdasarkan lama kerja
suatu type SCBA dimana persediaan udara di dalam tabung yang dihembuskan oleh pemakainya langsung terbuang keluar melalui exhalation valve disebut dengan type
closed circuit
open circuit
medium circuit
short circuit
Suatu type SCBA dimana pemakainya menghembuskan nafas melalui filter kimia yang memindahkan CO2 kemudian bernfas kembali dengan sisa O2 yang ada disebut dengan type
medium circuit
short circuit
open circuit
closed circuit
Tekanan positif (selalu bertekanan) dalam masker berfungsi untuk
mencegah udara disekitarnya masuk ke dalam masker
mengetahui kebocoran
pemeriksaan visual
mengetahui tekanan tabung
Dalam tahapan pemakaian Breathing Apparatus ada test tekanan tinggi yang bertujuan untuk (kecuali)......
untuk mengetahui tekanan tabung
untuk mengetahui tekanan tabung
untuk mengetahui alarm
untuk pemeriksaan visual
Yang Berfungsi untuk memberikan peringatan (menandai) bahwa tekanan pada botol tersebut mencapai tekanan rendah adalah :
Pressure Gauge.
safety Valve
Reduser
Alarm
Hari Lahir Instansi Pemadam Kebakaran adalah:
1 Maret 1919
2 Maret 1919
1 Maret 1920
2 Maret 1920
Kalimat yang terdapat pada Logo Pemadam Kebakaran adalah:
YUDHA BRAMA JAYA.
YUDHA BRAMA SENTOSA.
YUDHA BRAMA PERKASA
YUDHA BRAMA EKA.
Makna dari YUDHA BRAMA JAYA adalah
kemenangan dan
keberhasilan dalam perang melawan api kebakaran
kemenangan dan
keberhasilan dalam perang melawan api kemarahan
kemenangan dan
keberhasilan dalam perang melawan api kemungkaran
kemenangan dan
keberhasilan dalam perang melawan api panas
Elemen yang terdapat pada Logo Pemadam Kebakaran adalah
5 kelopak Bunga Wijaya
2 Tangkai 19 Lidah Api yang Menyala
Air, Tali Melingkar dan Lingkaran
Semua Benar
Peraturan yang mengatur tentang PAKAIAN DINAS BAGI APARATUR SIPIL NEGARA DI LINGKUNGAN PERANGKAT DAERAH YANG MENYELENGGARAKAN
Permendagri Nomor 13 Tahun 2019
Permendagri Nomor 14 Tahun 2019
Permendagri Nomor 15 Tahun 2019
Permendagri Nomor 16 Tahun 2019
Peraturan yang mengatur tentang STANDARDISASI SARANA DAN PRASARANA PEMADAM KEBAKARANDI DAERAH
Permendagri Nomor 122 Tahun 2018
Permendagri Nomor 123 Tahun 2018
Permendagri Nomor 124 Tahun 2018
Permendagri Nomor 125 Tahun 2018
Peraturan yang mengatur tentang STANDAR TEKNIS PELAYANAN DASAR PADA STANDAR PELAYANAN MINIMAL SUB URUSAN KEBAKARAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
Permendagri Nomor 114 Tahun 2018
Permendagri Nomor 115 Tahun 2018
Permendagri Nomor 116 Tahun 2018
Permendagri Nomor 117 Tahun 2018
Perda di DKI Jakarta yang mengatur tentang PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN
Perda DKI Nomor 8 Tahun 2008
Perda DKI Nomor 8 Tahun 2009
Perda DKI Nomor 8 Tahun 2010
Perda DKI Nomor 8 Tahun 2011
Peraturan Gubernur di DKI Jakarta yang Mengatur tentang PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN MELALUI PEMBENTUKAN RELAWAN PEMADAM KEBAKARA
PerGub DKI Nomor 42 Tahun 2023
PerGub DKI Nomor 43 Tahun 2023
PerGub DKI Nomor 44 Tahun 2023
PerGub DKI Nomor 45 Tahun 2023
Peraturan Gubernur di DKI Jakarta yang Mengatur tentang PERSYARATAN TEKNIS SARANA PENYELAMATAN JIWA
PerGub DKI Nomor 72 Tahun 2021
PerGub DKI Nomor 73 Tahun 2021
PerGub DKI Nomor 74 Tahun 2021
PerGub DKI Nomor 75 Tahun 2021
Peraturan yang mengatur tentang PERSYARATAN TEKNIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG DAN LINGKUNGAN
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 27/PRT/M/2008
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 28/PRT/M/2008
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2008
