Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Dasar Dosimetri Radiasi

Total questions: 54

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

Apa definisi dari dosis serap (DD) dalam dosimetri radiasi?

a)

Jumlah energi radiasi yang melewati suatu area per satuan waktu

b)

Energi radiasi yang diserap per satuan massa medium

c)

Energi radiasi total yang dipancarkan oleh sumber radiasi

d)

Laju energi per satuan luas medium

2.

Dalam kondisi keseimbangan partikel bermuatan (CPE), hubungan antara kerma (KK) dan dosis serap (DD) adalah:

a)

K>DK > D

b)

K

c)

K=DK = D

d)

Tidak ada hubungan langsung

3.

Risiko efek stokastik dari paparan radiasi pada dosis rendah bergantung pada:

a)

Nilai dosis ambang tertentu

b)

Probabilitas kejadian (linear no-threshold)

c)

Efek akut seperti kerusakan jaringan

d)

Jumlah paparan yang diterima dalam satu waktu

4.

Konsep dasar teori Bragg-Gray adalah:

a)

Menggunakan proporsionalitas ionisasi dalam rongga kecil terhadap energi yang diserap di medium sekitarnya.

b)

Menghitung energi yang dilepaskan oleh foton ke elektron di dalam rongga besar.

c)

Memperkirakan distribusi lintasan partikel dalam rongga besar.

d)

Menerapkan prinsip konservasi energi total pada rongga berukuran besar.

5.

Dalam konteks cavity theory, salah satu asumsi utama teori Bragg-Gray adalah:

a)

Energi partikel di rongga lebih besar dari energi partikel di sekitarnya.

b)

Rongga cukup besar sehingga distribusi partikel seimbang.

c)

Rongga cukup kecil sehingga tidak mengganggu aliran elektron di medium sekitarnya.

d)

Semua energi dari foton diserap sepenuhnya oleh rongga.

6.

Teori Burlin menggabungkan konsep dari teori Bragg-Gray dan teori Spencer-Attix untuk:

a)

Menyederhanakan penghitungan dosis radiasi di ruang hampa.

b)

Mengakomodasi ukuran rongga yang lebih besar dan efek elektron sekunder.

c)

Mengukur energi radiasi di pusat berkas radiasi (beam center).

d)

Menghitung dosis radiasi untuk ruang besar dengan kepadatan rendah.

7.

Jika suatu rongga kecil diisi dengan gas tertentu, maka sesuai teori Bragg-Gray, besar dosis yang diterima oleh rongga tersebut sebanding dengan:

a)

Laju hamburan partikel di rongga tersebut

b)

Dosis yang diterima oleh medium sekitarnya

c)

Volume rongga tersebut

d)

Panjang lintasan electron sekunder dalam rongga

8.

Kerma (Kinetic Energy Released per unit Mass) didefinisikan sebagai:

a)

Energi total yang dilepaskan oleh foton kepada elektron di suatu volume.

b)

Energi kinetik yang dilepaskan oleh foton kepada elektron per satuan massa.

c)

Energi yang diserap oleh medium akibat ionisasi dari elektron sekunder.

d)

Energi total dari semua partikel radiasi dalam suatu volume.

9.

Perbedaan utama antara Kerma dan Absorbed Dose adalah:

a)

Kerma mengukur energi yang dilepaskan ke elektron, sedangkan Absorbed Dose mengukur energi yang diserap oleh medium.

b)

Kerma dihitung berdasarkan energi foton, sedangkan Absorbed Dose dihitung berdasarkan energi elektron.

c)

Absorbed Dose selalu lebih kecil dari Kerma dalam semua kondisi.

d)

Kerma hanya berlaku untuk partikel bermuatan, sedangkan Absorbed Dose berlaku untuk semua partikel.

10.

Collision Kerma mengacu pada:

a)

Energi yang dilepaskan ke elektron yang kemudian diubah menjadi panas atau ionisasi.

b)

Energi kinetik total dari semua partikel bermuatan di medium.

c)

Energi yang dilepaskan ke elektron yang diubah menjadi radiasi bremsstrahlung.

d)

Energi yang diserap oleh inti atom dalam medium.

11.

Satuan yang digunakan untuk mengukur Absorbed Dose, Kerma, dan Collision Kerma adalah:

a)

Gray

b)

Becquerel

c)

Sievert

d)

Coulumb perkilogram (C/kg)

12.

Manakah dari pernyataan berikut yang benar mengenai hubungan antara Kerma, Collision Kerma, dan Absorbed Dose?

a)

Kerma selalu lebih kecil dari Absorbed Dose dalam medium apapun

b)

Coliision Kerma adalah bagian dari Kerma yang menyebabkan Absorbed Dose

c)

Absorbed Dose tidak bergantung pada ukuran Kerma

d)

Semua energi dari Kerma akan selalu berubah menjaadi Absorbed Dose

13.

Komponen utama dari ion chamber yang berfungsi untuk mengumpulkan ion positif dan elektron bebas adalah:

a)

Sumber tegangan

b)

Elektroda Positif dan Negatif

c)

Ruang Vakum

d)

Sumber R

14.

Komponen utama dari ion chamber yang berfungsi untuk mengumpulkan ion positif dan elektron bebas adalah:

a)

Sumber tegangan

b)

Elektroda Positif dan Negatif

c)

Ruang Vakum

d)

Sumber Radiasi

15.

Gas yang paling umum digunakan dalam ruang ionisasi pada ion chamber adalah:

a)

Karbon diaoksida (CO2)

b)

Oksigen (O2)

c)

Udara atau gas mulia seperti argon

d)

Uap air (H2O)

16.

Fungsi utama dari medan listrik dan ion chamber adalah:

a)

Menghasilkan partikel radiasi baru di dalam ruang ionisasi

b)

Mengarahkan dan mengumpulkan ion positif dan electron bebas ke elektroda

c)

Meningkatkan jumlah ionisasi yang dihasilkan oleh radiasi

d)

Mengurangi efek radiasi bremsstrahlung

17.

Ion Chamber paling sering digunakan dalam pengukuran radiasa pada aplikasi berikut, kecuali:

a)

Kalibrasi peralatan radioterapi

b)

Pengukuran dosis di ruang proteksi radiasi

c)

Pengukuran aliran partikel di akselerator partikel

d)

Pengkuruan intensitas cahaya tampak

18.

Satuan yang digunakan untuk mengukut laju doses radiasa menggunakan ion chamber, adalah:

a)

Becquerel (Bq)

b)

Coulumb per kilogram (C/kg) atau Gray (Gy)

c)

Sievert (Sv)

d)

Watt Per meter Persegi (W/m2)

19.

Wilayah pada gas amplification curve di mana semua ion yang terbentuk akibat radiasi dapat dikumpulkan tanpa rekombinasi disebut:

a)

Recombination Region

b)

Ionization Region

c)

Proportional Region

d)

Geiger-Müller Region

20.

Apa yang terjadi jika tegangan pada ion chamber berada di bawah wilayah ionization region?

a)

Semua ion akan terdeteksi tanpa rekombinasi

b)

Akan terjadi rekombinasi ion sehingga jumlah ion yang terdeteksi lebih sedikit

c)

Akan terjadi penguatan sinyal karena adanya ionisasi sekunder

d)

Terjadi pelepasan radiasi elektromagnetik dari gas.

21.

Salah satu alasan utama mengapa ion chamber dioperasikan di wilayah ionization region adalah:

a)

Untuk memastikan bahwa semua ion dikumpulkan tanpa penguatan sinyal.

b)

Untuk menghasilkan ionisasi sekunder yang lebih besar.

c)

Untuk menghindari rekombinasi ion dan mencapai efek Geiger-Müller.

d)

Untuk meningkatkan laju deteksi radiasi melalui avalanching.

22.

Pada wilayah ionization region, jumlah arus listrik yang dihasilkan dalam ion chamber sebanding dengan:

a)

Jumlah tegangan yang diterapkan pada elektroda.

b)

Jumlah radiasi yang diserap oleh medium.

c)

Jumlah radiasi yang dihasilkan dari reaksi nuklir

d)

Jumlah elektron sekunder yang dihasilkan.

23.

Jika tegangan dalam ion chamber dinaikkan dari ionization region ke proportional region, apa yang akan terjadi?

a)

Semua ion akan mengalami rekombinasi.

b)

Ionisasi sekunder akan terjadi, menghasilkan amplifikasi sinyal

c)

Tidak ada perubahan, karena semua ion sudah dikumpulkan.

d)

Terjadi pelepasan radiasi gamma dari gas.

24.

Wilayah pada gas amplification curve di mana elektron yang dihasilkan oleh radiasi memperoleh energi kinetik yang cukup untuk menyebabkan ionisasi sekunder disebut:

a)

Recombination Region

b)

Ionization Region

c)

Proportional Region

d)

Geiger-Muller Region

25.

Mengapa arus Listrik di wilayah proportional region sebanding dengan energi radiasi yang diserap?

a)

Karena semua ion dikumpulkan tanpa penguatan sinyal

b)

Karena jumlah ion sekunder sebanding dengan energi radiasi awal

c)

Karena tegangan terlalu rendah untuk menyebabkan penguatan sinyal

d)

Karena terjadi rekombinasi ion

26.

Salah satu aplikasi dari detector berbasis proportional region adalah:

a)

Detektor radiasi Geiger-Muller

b)

Dosimeter ion chamber

c)

Detektor neutron dan detector radiasi alpha

d)

Monitor paparan radiasi sinar ultraviolet (UV)

27.

Jika tegangan kerja pada ion chamber dinaikkan dari ionization region ke proportional region, apa yang akan terjadi?

a)

Tidak ada perubahan, karena semua ion sudah dikumpulkan

b)

Akan terjadi ionisasi sekunder, menghasilkan penguatan sinyal

c)

Semua ion akan mengalami rekombinasi

d)

Radiasi akan berubah menjadi radiasi non-pengion

28.

Apa yang membedakan proportional region dari ionization region pada gas amplification curve?

a)

Di proportional region, jumlah ion yang dikumpulkan lebih sedikit dibandingkan ionization region.

b)

Di proportional region, arus Listrik tidak sebanding dengan jumlah energi radiasi awsal.

c)

Di proportional region, terjadi penguatan sinyal akibat ionisasi sekunder.

d)

Di proportional region, hanya terjadi kombinasi ion.

29.

Wilayah pada gas amplification curve di mana satu elektron dapat memicu ionisasi masif (avalanche ionization) disebut:

a)

Recombination Region

b)

Ionization Region

c)

Proportional Region

d)

Geiger-Müller Region

30.

Apa karakteristik utama dari Geiger-Müller Region yang membedakannya dari wilayah lainnya pada gas amplification curve?

a)

Semua partikel radiasi menghasilkan sinyal dengan amplitudo yang sama.

b)

Sinyal yang dihasilkan sebanding dengan energi radiasi.

c)

Tidak terjadi penguatan sinyal, hanya pengumpulan ion.

d)

Terjadi rekombinasi ion di dalam ruang ionisasi.

31.

Detektor yang beroperasi di wilayah Geiger-Müller digunakan terutama untuk:

a)

Pengukuran dosis radiasi absolut.

b)

Pengukuran radiasi alfa, beta, dan gamma secara kualitatif.

c)

Deteksi partikel neutron di reaktor nuklir.

d)

Pengukuran intensitas sinar ultraviolet (UV).

32.

Apa yang menyebabkan arus listrik pada Geiger-Müller Region menjadi konstan meskipun energi radiasi berbeda?

a)

Karena semua ion mengalami rekombinasi sebelum mencapai elektroda.

b)

Karena terjadi penguatan sinyal yang sebanding dengan energi radiasi.

c)

Karena jumlah ion yang dihasilkan akibat avalanche ionization selalu sama.

d)

Karena elektron sekunder dihentikan oleh dinding detektor.

33.

Jika tegangan dalam detektor Geiger-Müller terus dinaikkan ke wilayah Continuous Discharge, apa yang akan terjadi?

a)

erjadi pengumpulan semua ion tanpa rekombinasi.

b)

Akan terjadi arus listrik yang terus menerus tanpa adanya radiasi.

c)

Tidak ada perubahan pada arus listrik.

d)

Ionisasi sekunder tidak akan terjadi.

34.

Salah satu asumsi utama dari teori Bragg-Gray adalah bahwa rongga harus cukup kecil. Apa tujuan dari asumsi ini?

a)

Agar rongga dapat menghasilkan lebih banyak ion.

b)

Agar rongga tidak mengganggu medan radiasi di sekitarnya.

c)

Agar densitas gas di dalam rongga lebih tinggi dari medium.

d)

Agar elektron sekunder dari rongga dapat keluar ke medium.

35.

Apa yang dimaksud dengan "stopping power ratio" ( / 𝜌) dalam rumus Bragg-Gray?

a)

Rasio energi yang dihentikan oleh medium terhadap gas dalam rongga.

b)

Rasio kecepatan partikel dalam gas terhadap partikel dalam medium.

c)

Rasio densitas gas terhadap densitas medium.

d)

Rasio jumlah ionisasi di rongga terhadap jumlah ionisasi di medium.

36.

Manakah dari berikut ini yang merupakan persyaratan agar teori Bragg-Gray dapat diterapkan?

a)

Rongga harus lebih besar dari jarak bebas rata-rata elektron.

b)

Gas di dalam rongga harus memiliki densitas lebih besar dari medium.

c)

Radiasi harus bersifat non-pengion.

d)

Medan radiasi di dalam rongga harus identik dengan medan radiasi di medium padat.

37.

Dalam teori Bragg-Gray, dosis dalam medium ( Dm) dapat dihitung dengan rumus berikut: Dm = ( Sp ) . Q yang dimaksud dengan Q dalam rumus tersebut?

a)

Massa dari gas dalam rongga.

b)

Muatan ionisasi yang terdeteksi dalam rongga.

c)

Energi kinetik dari elektron sekunder.

d)

Rasio dari stopping power medium terhadap gas.

38.

Teori Bragg-Gray paling sering diterapkan dalam perangkat berikut:

a)

Detektor Geiger-Müller.

b)

Dosimeter ionisasi (ion chamber).

c)

Detektor sintilasi.

d)

Film dosimetry.

39.

Apa tujuan utama dari program Quality Control (QC) dalam radiodiagnostik terkait dosis pasien?

a)

Mengurangi waktu pemeriksaan radiologi.

b)

Mejamin dosis radiasi yang optimal sesuai keb.

40.

Apa tujuan utama dari program Quality Control (QC) dalam radiodiagnostik terkait dosis pasien?

a)

Mengurangi waktu pemeriksaan radiologi

b)

Mejamin dosis radiasi yang optimal sesuai kebutuhan klinis

c)

Memaksimalkan radiasi agar gambar lebih jelas

d)

Meningkatkan keuntungan dari layanan Kesehatan

41.

Uji mana yang paling tempat untuk memastikan bahwas dosis pasien dalam pemeriksaan radiodiagnostik tetap sesuai standar?

a)

Uji linearitas dosis terhadap mAs

b)

Uji keseragaman gambar

c)

Uji resolusi spasial

d)

Uji kebocoran tabung sinar-X

42.

Indeks yang digunakan untuk mengatur dosis radiasi pada CT Scan disebut?

a)

Dose-Length Product (DLP)

b)

Entrance Skin Dose (ESD)

c)

Total Effective Dose (TED)

d)

Scatter Dose Index (SDI)

43.

Bagaimana collimator pada sistem sinar-X membantu mengurangi dosis pasien?

a)

Dengan meningkatkan energi sinar-X

b)

Dengan menyaring radiasi hambur

c)

Dengan membatasi area yang terkena radiasi

d)

Dengan meningkatkan intensitas radiasi

44.

Apa langkah penting dalam melakukan QC untuk meminimalkan dosis pasien saat pemeriksaan fluoroskopi?

a)

Memeriksa akurasi grid fokus

b)

Mengurangi frame rate fluoroskopi

c)

Meningkatkan tegangan tabung (kVp) tanpa batas

d)

Mengurangi ketebalan filter tambahan

45.

Alat apa yang digunakan untuk mendeteksi paparan radiasi pada tingkat rendah, seperti radiasi latar (background radiation)?

a)

Scintillation Detector

b)

Geiger-Müller Counter

c)

Pocket Dosimeter

d)

Thermoluminescent Dosimeter

46.

Prinsip kerja Geiger-Müller Counter adalah?

a)

Ionisasi molekul dalam gas menghasilkan pulsa listrik

b)

Penyerapan sinar-X menghasilkan cahaya

c)

Pembangkitan sinyal listrik akibat perubahan suhu

d)

Produksi pasangan elektron-hole pada semikonduktor

47.

Apa yang diukur oleh Ion Chamber dalam pengukuran radiasi?

a)

Kerusakan biologis akibat radiasi

b)

Intensitas radiasi pengion dalam suatu volume tertentu

c)

Dosis efektif radiasi terhadap jaringan tubuh

d)

Waktu paparan radiasi

48.

Apa keunggulan Thermoluminescent Dosimeter (TLD) dibandingkan film dosimeter?

a)

TLD lebih mudah digunakan dalam pengaturan medis

b)

TLD lebih tahan terhadap kelembapan dan suhu tinggi

c)

TLD memiliki rentang energi deteksi yang lebih rendah

d)

TLD memberikan hasil yang langsung dapat dibaca

49.

Parameter apa yang dihitung untuk mengkalibrasi alat ukur radiasi?

a)

Dosis serap (absorbed dose)

b)

Laju paparan radiasi (exposure rate)

c)

Energi foton rata-rata

d)

Efek sinergis radiasi

50.

Apa yang dimaksud dengan Entrance Skin Dose (ESD)?

a)

Dosis radiasi total yang diterima oleh organ tubuh

b)

Dosis radiasi yang masuk ke permukaan kulit pasien

c)

Jumlah radiasi yang dihasilkan oleh tabung sinar-X

d)

Dosis yang diserap oleh detektor sinar-X

51.

Apa tujuan dari dosimetri dalam radiodiagnostik?

a)

Mengukur dosis radiasi yang diterima pasien untuk menjaga batas aman

b)

Menentukan dosis terapeutik untuk pengobatan kanker

c)

Mengoptimalkan kualitas gambar dengan mengabaikan dosis pasien

d)

Mengurangi radiasi hambur tanpa mengukur dosis

52.

Apa faktor yang memengaruhi dosis radiasi yang diterima pasien dalam radiodiagnostik?

a)

Jarak pasien dari sumber radiasi

b)

Tegangan tabung (kVp) dan waktu paparan

c)

Filter tambahan pada sistem sinar-X

d)

Semua jawaban benar

53.

Indikator mana yang memberikan gambaran jumlah paparan radiasi yang diterima pasien selama prosedur CT scan?

a)

CTDI (Computed Tomography Dose Index)

b)

LET (Linear Energy Transfer)

c)

SNR (Signal-to-Noise Ratio)

d)

HVL (Half-Value Layer)

54.

Apa hubungan antara Half-Value Layer (HVL) dan kualitas berkas sinar-X?

a)

Semakin kecil HVL, semakin tinggi kualitas berkas sinar-X

b)

HVL tidak memengaruhi kualitas sinar-X

c)

Semakin besar HVL, semakin keras berkas sinar-X

d)

Semakin besar HVL, semakin banyak radiasi hambur yang dihasilkan