WorksheetsProduct FH16 600 HP
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
No 1 Adalah
EMS (Engine Management System) A14
TECU (Transmission Electronic Control Unit) A13
EBS (Electronically Controlled Brake System) A21
ACM (Aftertreatment Control Module) A174
No 3 Adalah
EMS (Engine Management System) A14
TECU (Transmission Electronic Control Unit) A13
EBS (Electronically Controlled Brake System) A21
ACM (Aftertreatment Control Module) A174
No 4 Adalah
APM (Air Production Modulator) A14
TECU (Transmission Electronic Control Unit) A13
EBS (Electronically Controlled Brake System) A21
ACM (Aftertreatment Control Module) A174
No 5 Adalah
EMS (Engine Management System) A14
TECU (Transmission Electronic Control Unit) A13
EBS (Electronically Controlled Brake System) A21
ACM (Aftertreatment Control Module) A174
No 6 Adalah
EMS (Engine Management System) A14
TECU (Transmission Electronic Control Unit) A13
EBS (Electronically Controlled Brake System) A21
ACM (Aftertreatment Control Module) A174
No 8 adalah
FCIOM (Front Chassis In Out Module) A162
Electric Horn
Headlamp electrical Socket
Washer Fluid Tank
No 11 adalah
VMCU (Vehicle Master Control unit) A182
CIOM (Cabin In / Out Module) A160
LECM (Living Environment Control Module) A168
LCM (Light Control Module
No 12 adalah
VMCU (Vehicle Master Control unit) A182
CIOM (Cabin In / Out Module) A160
LECM (Living Environment Control Module) A168
LCM (Light Control Module
No 4 adalah
VMCU (Vehicle Master Control unit) A182
CIOM (Cabin In / Out Module) A160
LECM (Living Environment Control Module) A168
BBM (Body Builder Module) A36
Letak komponen Electric CCIOM dan RCIOM
CCIOM : Depan kiri unit
RCIOM : Bagian belakan unit
CCIOM :Bagian tengah unit (chasis member)
RCIOM : Bagian belakang Chasis
CCIOM :Bagian unit Belakang (chasis /member)
FCIOM : Bagian Tengah chasis
CCIOM : Depan Belakang unit
RCIOM : Bagian Tengah/Center unit
Oil yang di semprotkan ke piston (piston cooling nozzle) di atur oleh Valve C & D. Apa nama kedua Valve tersebut secara berurutan !
Control valve , Opening valve
Opening valve, Control valve
Regulator Valve, Control Valve
Flow control valve, directional control valve
Fungsi Valve E adalah
Mengatur aliran oli ke oil cooler, membuka ketika oil temperature rendah
Melindungi system ketika terjadi kebuntuan
Sebagai bypass, ketika kedua Full Flow Filter buntu
Sebagai bypass, ketika Bypass Filter buntu
A, B & C secara berurutan adalah
Pump section, Actuator section & Spray section
Actuator section, Injection section & Nozzle section
Pump section, Injection section & Nozzle section
Pump section, Injection section & Actuator section
Ketika melakukan penggantian satu atau beberapa injector, ECU perlu diprogram dengan Trim Code (17) injector baru, hal ini bertujuan untuk
Untuk mendapatkan optimum fuel injection dan low emission as possible
Agar Engine tidak sijal
Agar Engine bisa running, dan pembacaan controller tepat untuk masing-masing injector
Agar ECU dapat mensetting fuel volume sesuai standar
Catalytic Converter ditunjukan nomor ?
6
4
2
5
Komponen no 1 dan 2 secara berurutan
Temperature sensor & NOx sensor
Exhaust Gas pressure sensor & Oxygen sensor
NOx sensor & Oxygen sensor
NOx sensor & Amonia Sensor
No 3 & 4 secara berurutan adalah
Charging lobe & Decompression lobe
Decompression lobe & Charging lobe
Cam Lobe & Exhaust Lobe
Exhaust Lobe & Decompression lobe
Charging lobe berfungsi untuk
Membuka Valve exhaust (momentary open) di awal langkah compressi
Membuka Valve exhaust di awal langkah Exhaust
Membuka Valve exhaust menjelang akhir langkah compressi
Membuka Exhaust valve
Decompression lobe berfungsi untuk
Membuka Valve exhaust di awal langkah compressi
Membuka Valve exhaust di awal langkah Exhaust
Membuka Valve exhaust menjelang akhir langkah compressi
Membuka Exhaust valve
Engine with VEB+ memiliki 4 cams untuk masing-masing cylinder (Inlet cam, injection cam, exhaust cam and braking cam)
Benar
Salah
exhaust cam memiliki 2 lobe charging lobe dan decompression lobe
Benar
Salah
Thermostat cooling system mulai membuka pada temperature 82 ± 2℃
Benar
Salah
Electrical fan control signal menggunakan PWM (Pulse Width Modulated)
Benar
Salah
Forced engine shut-down (salah satu fitur Engine protection) akan terjadi jika engine speed mencapai level dimana akan merusak engine jika engine terus running atau crankcase pressure menjadi terlalu tinggi, Engine harus dimatikan
Benar
Salah
Power reduction (salah satu fitur Engine protection) akan terjadi fault (gangguan) yang dapat merusak engine jika engine running pada Full Power, "Engine dapat dibawa ke Workshop untuk diperbaiki"
Benar
Salah
Jika faktor external mempengaruhi engine (misal unit dikendarai pada kondisi high altitude) sehingga bisa menyebabkan high exhaust temperature, apa yang terjadi pada engine ?
Power Reduce
Engine Shutdown
Engine normal operation
Tidak terjadi apa-apa
Controller yang terlibat saat proses start Engine adalah VMCU, TECU, Instrument Cluster, CCIOM, ECM
Benar
Salah
Berikut ini merupakan precondition yang harus terpenuhi sebelum VMCU mengirimkan crank request ke Engine Controller
(pilihan bisa lebih dari 1)
Check of Alarm & Immobilizer
Neutral gearbox position/driveline engaged
PTO switch status & Clutch position
Engine stop request tidak aktif
Starting motor tidak overheat
Berfungsi untuk mendisengagedkan clutch dengan cara menekan diapraghm spring Main Clutch
CCA (Concentric Clutch Actuator)
CVU (Clutch Valve Unit)
TECU (Transmission Electronic Control Unit)
EVU (Extension Valve Unit)
Berfungsi untuk mengatur suplay air presure saat clutch diposisikan disengaged
CCA (Concentric Clutch Actuator)
CVU (Clutch Valve Unit)
TECU (Transmission Electronic Control Unit)
EVU (Extension Valve Unit)
CVU memiliki 6 solenoid valve 2 solenoid valve untuk clutch engagement, 2 solenoid valve untuk clutch disengagement, 2 solenoid valve untuk countershaft brake
Benar
Salah
Kondisi seperti pada gambar, terjadi saat ?
VASD dan / atau VAFD solenoid valve energized
VASD dan / atau VAFD solenoid valve deenergized
VASE dan / atau VAFE solenoid valve energized
VASE dan / atau VAFE solenoid valve deenergized
Kondisi seperti pada gambar, terjadi saat ?
(VASD dan / atau VAFD) & VACBE solenoid valve energized
(VASD dan / atau VAFD) & VACBE solenoid valve deenergized
(VASE dan / atau VAFE) & VACBD solenoid valve energized
(VASE dan / atau VAFE) & VACBD solenoid valve deenergized
Countershaft brake engaged ketika VACBD dan VACBE solenoid valve aktif (energized)
Benar
Salah
Countershaft brake disengaged ketika VACBD dan VACBE solenoid valve aktif (energized)
Benar
Salah
ATO3512 merupakan jenis automatic Transmission (I-shift) overdrive dengan 12 Forward speed dan maksimum input torque 3500 Nm
Benar
Salah
Fungsi Komponen no 5
Mengatur selector fork speed Crawler
Menggerakan clutch actuator untuk menengagedkan clutch
Menggerakan clutch actuator untuk mendisengagedkan clutch
Mengatur selector fork Splitter
Fungsi komponen no 3
Membaca putaran main shaft Transmissi
Membaca putaran counter shaft shaft Transmissi
Membaca temperatur oli Transmissi
Mengetahui Posisi speed Transmissi
Fungsi interlock system pada GCU
Agar tidak terjadi lebih dari 1 speed engaged dalam waktu bersamaan
Memastikan Splitter berada di salah satu posisi (high atau low)
Memastikan Range berada di salah satu posisi (high atau low)
Agar range belum akan bisa bergerak sebelum main shaft posisi netral
GCU (Gearbox Control Unit) merupakan versi Automatic nya dari Control housing Transmissi Manual, dimana untuk selection gear speed menggunakan electropneumatic yang dikontrol oleh TECU.
GCU memiliki 4 pneumatic actuator
Benar
Salah
Untuk menentukan lining brake masih layak dipakai atau tidak, dapat dilakukan dengan cara
mengukur Lining thickness
mengukur Wide lining
mengukur Roundness lining
check lining discoloration
Pemasangan lining brake & shoe yang baik dan benar adalah
Eccentric side end (A) dipasang pada tapped head,
Support block side end (B) dipasang pada Brake lining anchorage,
Marking arrow pada brake shoe searah putaran roda.
Eccentric side end (A) dipasang pada tapped head,
Support block side end (B) dipasang pada Brake lining anchorage,
Marking arrow pada brake shoe berlawanan arah putaran roda.
Eccentric side end (A) dipasang pada tapped head,
Support block side end (B) dipasang pada Brake lining anchorage,
Eccentric side end (A) dipasang pada Brake lining anchorage,
Support block side end (B) dipasang pada tapped head,
Marking arrow pada brake shoe searah putaran roda.
Chamber brake Pada posisi A kemudian ditemukan kebocoran air pressure di breather Rear Pressure Modulator, kondisi ini menunjukan
Internal leakage Chamber brake dengan kerusakan pada seal/bushing guide tube
Internal leakage Chamber brake dengan kerusakan pada diaphragm (hand brake cylinder)
Internal leakage Chamber brake dengan kerusakan pada diaphragm (service brake cylinder)
Kerusakan Air Pressure Modulator Valve
HCU (Hand Control Unit) berfungsi untuk
Meng-activate atau men-deactivate Parking brake dengan mengirimkan electrical signal ke APM
Meng-activate atau men-deactivate Parking brake dengan mengirimkan Air pressure ke chamber brake
Meng-activate atau men-deactivate Parking brake dengan mengirimkan air pressure ke relay valve parking brake
Meng-activate atau men-deactivate Parking brake dengan mengirimkan electrical signal ke Rear Brake Modulator
Komponen no 3
EBS (Electronic controlled Brake System)
ACM (Aftertreatment Control Module)
CCIOM (Center Chassis I/O Module)
APM (Air Production Modulator)
No 2 adalah switch Differential Lock, Fungsi Diff-lock interaxle adalah
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda pada forward rear Axle dan rear rear axle
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda kiri dan kanan pada rear front Axle
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda kiri dan kanan pada rear rear Axle
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda pada front Axle dan rear axle
No 2 adalah switch Differential Lock, Fungsi Diff-lock interwheel adalah
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda pada forward rear Axle dan rear rear axle
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda kiri dan kanan pada rear front Axle dan/atau rear rear axle
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda kiri dan kanan pada rear rear Axle
Menonaktifkan (mengungunci) fungsi differential, ketika terjadi perbedaan beban yang diterima oleh roda pada front Axle dan rear axle
Kondisi air pressure pada output Port 29.1 (Trailer control signal output) bertekanan ketika posisi parking
Benar
Salah
Kondisi air pressure pada output Port 29.2 (Trailer control signal output) tidak bertekanan ketika posisi parking
Benar
Salah
Mencegah roda terkunci saat pengereman dan membantu driver untuk menjaga kestabilan kendaraan adalah fungsi dari sistem
ABS (Anti-lock Braking System)
Anti-compound
Auto Hold
Traction control
