NEW
Font size
WorksheetsLatihan Soal TKMRPI
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Tuntutan perubahan dan peningkatan kapabilitas organisasi dapat memunculkan risiko (risk) sekaligus peluang (opportunities) bagi organisasi manajemen resiko menjadi kebutuhan yang startegis serta sangat di perlukan untuk
Menontrol perubahan di lingkungan ekstrem
Mengendalikan pembagian tugas dalam organisasi
Mengontrol penggunaan anggaran organisasi
Mengoptimalkan pengunaan sumber daya terbatas yang dimiliki organisasi
Dilihat dari sudut pandang penyebab terjadinya risiko dibedakan atas
Risiko murni dan risiko spekulatif
Risiko eksternal dan risiko internal
Risiko keuangan dan risiko operasional
Risiko stategis dan risiko operasional
Intansi A lebih banyak memasang alat pemadam kebakaran di lingkungan kantornya, memasang petunjuk evakuasi dan selalu mengecek kesiapan alat damkarnya, adalah salah satu dari selera risiko berupa
Risk avoidance
Risktaker
Risk tolerance
Klasifikasi risiko
Batas pengambilan risiko yang dapat diterima dari variasi relative atas pencapain tujuan dengan tingkat toleransi yang diperkenankan dalam konteks organisasi secara keseluruhan disebut:
Risk tolerance
Klasifikasi risiko
Risk appatite
Risk avoidance
Risiko suatu institusi/organisasi dapat terjadi pada
Pelayanan dan reputasi
Pelayanan, kinerja dan reputasi
Pelayanan, dan kinerja
Pelayanan, tujuan organisasi dan reputasi
Suatu tingkatan dari kelompok resiko yang dapat diterima organisasi dan dapat dikelola dalam periode tertentu disebut
Toleransi risiko
Ambang risiko
Selera risiko
Klasifikasi risiko
Bedasarkan dua definisi menurut AS/NZ standart 4360:2004 dan COSO definisi manajemen risiko dapat dijabarkan lebih lanjut berdasarkan kata-kata kunci yang dimiliki manajemen resiko ditentukan oleh pihak-pihak yang berada di lingkungan organisasi untuk lingkungan institusi pemerintahan, manajemen resiko dirumuskan oleh pimpinan dan pegawai institusi yang bersangkutan ini merupakan definisi manajemen resiko bedasarkan kata kunci
On going process
Effected by people
Applied in strategy setting
Provid reasonable assurance
Manajemen resiko organisasi mengakui kapabilitas, persepsi, dan tujuan pihak eksternal dan internal yang dapat mendukung/menghambat pencapaian tujuan organisasi peryataan tersebut adalah salah satu prinsip dasar dari manajemen risiko yang efektif yaitu
Memperhitungkan factor manusia dan budaya
Bersifat transfaran dan inklusif
Dibuat sesuai kebutuhan
Bagian intergral proses dalam organisasi
Manajemen resiko berkontribusi terhadap pencapaian nyata obyektif dan peningkatan antara lain kepatuhan terhadap hokum dan peraturan penerimaan public tata kelola dan reputasi perusahaan ,peryataan tersebut adalah salah satu prinsif dasar dari manajemen resiko yang efektif yaitu
Bagian intergral proses dalam organisasi
Menciptakan nilai tambah
Bagian dari pengambilan keputusan
Bedasarkan informasi terbaik yang tersedia
Manajemen resiko diselaraskan dengan konteks eksternal dan internal organisasi serta profil risikonya, peryataan tersebut adalah salah satu prinsip dasar dari manajemen risiko yang efektif yaitu
Bedasarkan informasi terbaik yang tersedia
Secara eksplisit menangani ketidakpastian
Solvabilitas
Dibuat sesuai kebutuhan
Elemen manajemen resiko yang bertujuan untuk mengetahui profil dan peta dari risiko-risiko yang ada di organisasi dan akan digunakan dalam proses evaluasi dan strategi penanganan resiko adalah
Identifikasi resiko
Penetapan konteks
Analisis risiko
Penanganan resiko
Elemen manajemen resiko yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis organisasi sebagai lingkup tempat manajemen risiko akan diterapkan adalah
Komunikasi dan kosultasi
Identifikasi risiko
Analisis resiko
Penetapan konteks
Elemen manajemen risiko yang bertujuan untuk menetapkan prioritas risiko yang telah diidentifikasi dan dianalisis adalah
Penanganan resiko
Evaluasi risiko
Penetapan konteks
Monitoring dan reviu
Pengendalian intern merupakan suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris suatu entitas, manajemen dan personil lainya dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkaitan dengan capaian tujuan dalam berbagai kategori efektifitas kegiatan, keandalan pelaporan keuangan dan ketaatan pada peraturandan ketentuan yang berlaku. Merupakan definisi pengendalian interen menurut
INTOSAI 2004
IIA (Institute of internal auditors)
Peraturan pemerintah no. 60 tahun 2008
GAO (General Accounting Office) 1999
Perbedaan tujuan organisasi yang ingin dicapai dengan adanya pengendalian intern antara definisi menurut COSO dengan PP no 60 tahun 2008 yaitu
Kegiatan efektif dan efisien
Laporan keuangan yang dapat diandalkan
Pengamanan asset Negara
Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
Hubungan tata kelola system pengendalian intern (SPI) dan resiko (penilaian resiko) sesuai PP No. 60 tahun 2008 adalah sebagai berikut
Risiko merupakan bagian dari SPI dan SPI merupakan bagian integral dari tata kelola organisasi
SPI merupakan bagian intergral dari risiko dan tata kelola organisasi
SPI merupakan bagian dari resiko dan resiko merupakan bagian intergral dari tata kelola organisasi
Risiko merupakan bagian dari tata kelola organisasi dan tata kelola merupakan bagian integral dari SPI
Menurut institute of internal auditors (IIA)audit internal harus dapat memberikan “value” bagi stakeholders tiga elemen penting dari value yang di berikan audit intern bagi organisasi adalah
Assurance , insight, and analyses
Assurance, abjektivity and governance
Assurance, insight and objectivity
Catalyst, analyses and assessment
Tindakan pengawasan yang dilakukan oleh manajemen dan pegawai lain yang di tunjuk atas pelaksanaan tugas sebagai penilaian terhadap kualitas dan efektifitas system pengendalian intern disebut dengan
Evaluasi pengendalian intern
Pemantauan pengendalian intern
Reviu pengendalian intern
Penilaian pengendalian interen
Control self assessment (CSA) adalah suatu proses penilaian diri sendiri tentang efektivitas pengendalian yang ada untuk memberi keyakinan bahwa tujuan/sasaran organisasi akan tercapai pendekatan yang sangat disarankan oleh IIA adalah
Metode workshop
Metode survey
Analisis manajemen
Gabungan kegiatan metode
Menurut C.Hood terdapat tujuh karakteristik new public managemen antara lain
Pelaksanaan tugas manajemen pemerintahaan dipegang pegawai pemerintah
Adanya Standard an ukuran kinerja yang jelas
Lebih ditekankan pada pengendalian proses pelaksanaan
Kurangnya persaingan di sector public
Berbagai kewenangan seperti kewenangan politik,ekonomi,dan administrasi berinteraksi satu dengan yang lainya yang mencakup hubungan komplek antara kewenangan pada semua level pemerintahan dalam bentuk mekanisme proses dan pembentukan institusi yang memungkinkan masyarakat atau kelompok masyarakat dapat menyampaikan , mengatur berbagai perbedaan dan juga mendapatkan jaminan hokum (dan pengaturan nya) disebut
Governance
Regulations
Government
Accountability
Proses pembuatan keputusan (decision making pocess) yang memfasilitasi aktivitas ekonomi di dalam negeri dan interaksi diantara penyelenggara ekonomi disebut
Administrative governance
Political governance
Economic govermance
Decision governance
System implementasi proses kebijakan sector public secara efisien, tidak memihak akuntabel dan terbuka di sebut
Economic govermance
Decision govermance
Political govermance
Administrative govermance
Sesuai konsep tata kelola menurut IIA, terdapat dua area penting dari tata kelola yaitu
Economic govermance dan administrative governance
Strategic direction dan governance oversight
Strategic direction dan administrative govermance
Economic govermance dan govermance oversight
Good govermance merupakan cara kekuasaan yang digunakan dalam pengelolaan sebagai sumber daya social dan ekonomi untuk mengembangkan masyarakat adalah definisi good govermance menurut
Bank dunia (world bank)
UNDP (United nations development programme)
IIA (the institute of internal auditors
GAO (general accounting office)
Prinsip good govermance yang menyatakan bahwa dalam melaksanakan kepemerintahan semua institusi dan proses yang dilaksanakan pemerintah harus melayani semua stakeholders secara tepat baik dan dalam waktu yang tepat(tanggap terhadap kemauan masyarakat ) disebut
Participation
Transparaency
Strategic vision
Responsiveness
Prinsip good govermance yang menyatakan bahwa para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut disebut
Participation
Strategic vision
Consensus orientation
Responsiveness
Prinsip good governance yang menyatakan bahwa semua pihak (pemerintah swasta dan masyarakat) harus mampu memberikan pertanggungjawaban atas mandate yang diberikan kepadanya disebut
Participation
Accountability
Transparency
Equity
Risiko adalah suatu kejadian yang memungkinkan terjadi dan apabila terjadi akan memberikan dampak negative pada pencapaian tujuan instansi pemerintah peryataan tersebut merupakan definisi risiko menurut
Badan sertifikasi manajemen resiko
Name dan salim
PP no. 60 tahun 2008
Enterprise risk management-COSO
Penilaian Resiko terdiri dari 4 sub unsur, yaitu:
Perencanaan, Pelaksanaan, Identifikasi Resiko, Analisis Resiko
Penetapan Tujuan Instansi, Penetapan Tujuan Kegiatan, identifikasi resiko, Analisis Resiko (Modul Hal. 55-56)
Penetapan tujuan kegiatan, identifikasi resiko, Analisis Resiko, Penangan resiko
Perencanaa, Penetetapan tujuan kegiatan, identifikasi resiko, Penetapan Penangan Resiko
Kebijakan dan prosedur yang dapat membantu memastikan dilaksanakannya arahan pimpinan instansi pemerintah untuk mengurangi resiko yang telah diidentifikasi selama penilaian resiko merupakan :
Penilaian resiko, → diidentifikasi pada konteks terkait tujuan entitas maupun aktivitas, agar risiko dapat diidentifikasi dengan baik, maka perlu terlebih dahulu dipahami proses bisnis/kegiatan organisasi.
Lingkungan pengendalian, → Pimpinan instansi pemerintah untuk menciptakan dan memelihara lingkunngan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan SPI dalam lingkungan kerjanya.
Pemantauan pengendalian, → Dilaksanakan melalui pemantauan berkelanjutan, evaluasi terpisah, dan tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan review lainnya.
Kegiatan pengendalian
Jika fokus pemantauan pengendalian adalah pada organisasi dalam lingkungan yang menyeluruh, yaitu pemantauan apakah tujuan organisasi telah tercapai, maka pemanfaatan pengendalian tersebut berada ditingkat :
Penyelia, → pemantauann dilakukan atas seluruh kegiatan dibawah kendalinya guna memastikan bahwa seluruh pegawai yang ada di bawah kendalinya telah melaksanakan tanggungjawabnya masing-masing.
Manager, → pemantauan dilakukan untuk menilai apakah system pengendalian intern telah berfungsi pada masing-masing unit dalam organisasi.
Pimpinan eksekutif
Kegiatan pengendalian
Kantor KLM menyiapkan alat pemadam kebakaran disetiap lantai gedung, dan ditempatkan di tempat-tempat strategis yang mudah dilihat dan dijangkau, sehingga apabila terjadi kebakaran dapat digunakan untuk mengurangi dampaknya. Kegiatan pengendalian tersebut adalah:
Mitigation
Pengalihan
Prevention, → diibaratkan sebagai kegiatan terhadap pembatasan penggunaan dan pelarangan atas suatu kegiatan.
Rekayasa
Penilaian Secara Priodik atas kinerja organisasi dibandingkan dengan standar pengukuran yang ada atau yang telah disepakati, merupakan:
Evaluasi sewaktu
Pemantauan berkelanjutan, → Pemantauan atas pengendalian intern yang sedang berjalan menyatu pada kegiatan rutin dan berulang.
Evalasi yang terpisah
Pemantauan terhadap
Panitia penerima barang telah menerima barang tidak sesuai dengan yang tercatat pada bukti pengiriman barang dan menandatangani bukti penerima barang seolah-olah telah sesuai dengan bukti pengiriman barang. Kerjasama antara pemasok barang dengan panitia penerima barang merupakan kegagalan yang terjadi dalam sistem pengendalian intern yang disebabkan oleh:
Gagal menerjemahkan perintah
Pengabaian manajemen
Kolusi
Pertimbangan yang kurang matang
Unsur pengendalian intern ke 4 adalah informasi dan komunikasi, yang terdiri atas dua sub unsur yaitu :
Sub informasi dan penerimaan
Pesan dan saluran
Pesan dan umpan balik
Saran komunikasi dan manajemen sistem informasi
Hubungan Antara Tata kelola, manajemen risiko, dan pengedalian intern menurui IIA adalah :
Manajemen risiko merupakan bagian dari tata kelola, dan tata kelola merupakan bagian dari pengendalian intern.
Tata kelola merupakan bagian dari manajemen risiko dan manajemen resoko merupakan bagian dari pengendalian intern.
Manajemen risiko merupakan bagian dari pengendalian intern dan pengendalian perupakan bagian dari tata kelola.
Pengendalian intern merupakan bagian dari manajemen resiko dan manajemen risiko merupakan bagian dari tata kelola.
Reformasi birokrasi bertujuan menciptakan pemerintah yang propesional, untuk itu diperlukan peran APIP yang efektif dalam wujud antara lain:
Memberi masukan yang dapat memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah.
Mampu melakukan berbagai penugasan seperti Audit, reviu, asistensi dan konsultasi.
Memberi saran atau masukan atas temuan audit dari auditor eksternal
Melakukan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan kementerian/lembaga/pemda
Audit intern mengalami evolusi yang pesat, yang dipicu oleh berbagai event resiko yang terjadi secara global. Berikut merupakan contoh perubahan-perubahan tersebut:
Audit intern semula berorentasi pada bidang manajemen menjadi berorentasi pada bidang Akuntansi
Pada masa lalu focus utama auditor intern adalah sebagai konsultasi intern.
Saat itu focus utama peran auditor intern adalah sebagai “watchadong”
Saat ini, selain sebagai konsultan, auditor intern harus mampu berperan sebagai katalisator.
Peran audit intern dalam pengendalian intern menurut Standar Pelaksanaan Audit Intern Paragrap 3130 adalah:
Kegiatan audit intern adalah menentukan jenis penangana yang efektif dan efisien unuk suatu risiko.
Kegiatan audit intern harus dapat membantu auditi dalam mempertahankan dan memperbaiki pengendalian yang efektif dengan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi serta dengan mendorong perbaikan terus menerus.
Kegiatan audit intern harus dapat mengevaluasi evektifitas dan berkontribusi terhadap perbaikan proses manajemen risiko.
Kegiatan audit intern meningkatkan kesuksesan langkah penanganan risiko dan mengontrol aksi risiko.
Control self assessment (CSA) dengan memberi kuessioner kepada responden merupakan penilaian efektifitas pengendalian dengan pendekatan :
Pemantauan
Survei
Analisis
Reviu
Metode pendekatan Control self assessment (CSA) menurut Larry Hubbard terbagi atas beberapa pendekatan yaitu:
Workshop, survey dan analisi manajemen
Pemantauan, survai dan reviu
Analisis, pemantauan dan workshop
Reviu, workshop dan survai
Pengertian govemance menurut United Nation Development Prigramme ( UNDP ) mengandung beberapa aspek yang disebut three legs, yaitu:
Politik, ekonomi dan social
Politik, ekonomi dan keamanan
Politik, ekonomi dan administrative
Politik, ekonomi dan hukum
Semua pihak (pemerintah,masyarakat,swasta)harus mampu memberikan pertanggungjawaban atas mandate yang diberikan, merupakan salah satu prinsif good gavermance, yaitu:
Transparansi,
Akuntabilitas
Orientasi pada kesepakatan
Penegakan hokum
Kasaran penciptaan tata pemerintahan yang baik, antara lain adalah: (Modul Hal. 16)
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pripat
Berkurangnya praktik kolusi dan nepotisme di birokrasi terutama pada jajaran pelaksanaan kegiatan
Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan
pemerintah yang efisien, efektif, professional, transparan dan akuntabel
Karektaristik new public management, antara lain adalah:
Lebih menekankan pada proses
Lebih ditekankan pada hasil autcome
Lebih menekankan gaya manajemen sektor publik
Lebih menekankan pada kedisiplinan yang tinggi dan tidak boros dalam menggunakan berbagai sumber
Risiko yang mungkin terjadinya keuntungan ataupun kerugian merupakan risiko: (Modul Hal. 23)
Murni
Spekulatif
Keuangan
Operasional
Dalam membangun budaya peduli risiko terhadap beberapa hambatan dalam penerapan manajemen risiko Antara lain: (Modul Hal. 46)
Risiko pada sektor publik seringkali di pandang sebagai sesuatu yang negatif
Risiko dapat dialihkan ke perusahaan asuransi
Kurangnya pemahaman mengenai anajemen risiko
Adanya budaya nrimo (menerima).
Dalam proses identifikasi risiko dan asesment risiko, dokumen yang terkait Antara lain adalah:
Piagam manajemen risiko
Matriks analisis risiko
Daftar rencana tindakan
Catatan komunikasi dan konsultasi
Opsi penanganan risiko antara lain adalah memutuskan untuk tidak memulai atau meneruskan suatu aktifitas yang berisiko tinggi atau dengan kata lain adalah: (Modul Hal. 42)
Menerima risiko
Mengurangi konsekuensi risiko
Membagi risiko
Menghindari risiko
