NEW
Font size
WorksheetsTRYOUT 8 UP PPG PAI 2024
Total questions: 73
Worksheet time: 2hrs 49mins
Karya tulis ilmiah yang ditulis dan dipublikasikan secara khusus dan beruntun adalah
Majalah ilmiah
Makalah
Bunga rampai
Penelitian tindakan kelas
Monograf
Pak dono merancang sebuah rencana pembelajrana yang salah satunya bertujuan mengembangkan peserta didik agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sosial. Oleh karena itu pak dono akan mengembangkan materi yang berisikan
Jenis jenis lingkungan hidup manusia
Pengaruh alam terhdap lingkungan
Kehidupan masa kini dan mendatang
Kehidupan bermasyarakat yang harmonis
Sejarah perkembangan hidup manusia
Masa pencerahan yang diikuti dengan revolusi Perancis menjadi salah satu strategi yang menguntungkan umat islam pada saat itu di Perancis, hal yang dipandang menguntungkannya adalah.........
Legalitas dakwah islam di Eropa
Agama sebagai hak asasi manusia dan dibebaskannya perbudakan
Perkembangan islam semakin maju pesat
Kebebasan beragama bagi setiap penduduk
Mendapatkan kebebasan sebagai tahanan muslim
Seorang guru menyajikan permasalahan permasalahan yang terkait dengan akhlak seorang anak terhadap orang tuanya, kemudian guru tersebut mempersilahkan kepada siswa untuk berdiskusi guna menghasilkan sebuah konsep untuk memecahkan permasalahan tersebut.berdasarkan ilustrasi tersebut teori belajar aa yang digunakan oleh guru pada kegiatan pembelajaran tersebut adalah
Humanistik
Kognitivistik
Konstruktivistik
Teori belajar tingkah laku
Behavioristik
Salah satu ciri hadist shahih adalah tidak adanya syadz. Arti sesungguhnya syadz yang aling tepat dalam kriteria kesahihan hadis adalah
Seorang perawi yang tidak melakukan kemaksiatan dalam beribadah
Keadilan seorang perawi
Terdapat penyakit ketidakjujuran pada perawi
Tidak ada kejanggalan pada diri perawi
Seorang perawi yang tsiqah yang menyelisihi perawi yang lebih tsiqah darinya
Perhatikan contoh langkah langkah pembelajaran berikut ini :
1. Guru menunjukkan berita tentang bencana alam di suatu daerah
2. Peserta didik membaca berita tentang bencana alam disuatu daerah
3. Peserta didik mempelajari lebih lanjut tentang dampak bencana alam
4. Peserta didik mempelajari lebih lanjut tentang ajaran kewajiban menjaga kelestarian alam
5. Guru membacakan dalil alquran tentang tugas manusia memakmurkan alam
Denganmenerapkanpendekatansaintifik,urutanlangkahlanglahpembelajaranyang paling tepat dalam rangka mengasosiasi sehingga dapat mencapai indikatorpencapaiankompetensi“menyimpulkanhikmahmenjagakelestarianalam”?
1,2,3
3,4,5
1,3,4
2,3,4
1,4,5
Sekolah mengadakan pentas kreativitas siswa. Anda ditunjuk menjadi pembawa acara padahal anda tidak mempunyai pengalaman menjadi pembawa acara. Sebagai guru, yang anda lakukan adalah . . .
Meminta bantuan kepada rekan lain mendampingi menjadi pembawa acara
Melakukan persiapan dengan sebaik baiknya untuk menjadi pembawa acara
Mencari pengganti guru lain yang bersedia untuk menjadi pembawa acara
Berlatih berorasi menyampaikan pendapat dirumah dan sebelum acara dimulai
Mencari alasan kegiatan keluarga untuk menola tugas pembawa acara.
Pembelajaran saat ini dituntut untuk membelajarkan peserta didik pasa keterampilan abad 21, literasi, dan karakter. Strategi pembelajaran yang dianggap tepat untuk mendorong hal tersebut adalah …
Drill and Practise
Problem Based Learning
Lecturing
Competitive advantage
Simplification
Banyak orang yang melakukan segala cara dalam meraih apa yang menjadi keinginannya. Sehingga yang ingin kaya bisa datang ketempat tempat pesugihan, yang ingin kuat, ingin kuasa datang ke dukun dukun saktidan orang pintar, padahal semuanya mengandalkan sihir.
Padahal sejatinya bagi umat islam, mendatangi dan mempercayai dukun itu akan mendatangkan bahaya sebagai berikut, kecuali …
Menjadi penghuni neraka jahanam selam lamanya
Menjadi musyrik yang dosanya tidak akan diampuni
Mengakibatkan dosa besara yang sangat merugikan dirinya
Tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari
Mendapat kekuatan yang luar biasa diluar kebiasaan
Percaya kepada qadha dan qadhar adalah rukun iman yang terakhir. Qadha adalah ketetapan Allah SWT tentang mahluk yang sudah ditentukan sejak zaman azali, sementara qadar adalah perwujudan dari qadha yang sering juga disebut dengan takdir. Ada dua jenis takdir allah yang ditetapkan terhadap kehidupan manusia yang salah satunya disebut takdir mubram yangb artinya adalah ketentuan ….
Allah tentang nasib manusia di akhirat
Allah yang sedang dan masih berjalan
Allah yang dapat berubah atas izinnya
Allah yang terjadi diluar kemampuan ikhtiar manusia
Allah yang mengikutsertakan ikhtiar manusia
Perhatikan langkah langkah pembelajaran berikut ini.
1. Mengorientasi peserta didik pada masalah
2. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
3. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
5. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah
Dari beberapa langkah modal pembelajaran diatas, modal pembelajaran yang paling tepat memiliki langkah-langkah tersebut adalah..
Inquiry learning
project based learning
Problem based learning
Associative learning
Discovery learning
Pilihan tindakan yang dianggap tepat dalam menghadapi globalisasi bagi seorang guru adalah..
Meniru respon terhadap globalisasi yang telah dilakukan oleh negara-negara maju
Berpikir dan bertindak sebagai pilihan tanpa pengaruh dari negara lain
Mengadakan kunjungan kerja ke luar negeri untuk mempelajari sekolah maju
Mendatangkan investasi asing sebanyak-banyaknya untuk menyerap tenaga kerja
Terbuka terhadap wawasan global dengan tetap berakar pada jati diri bangsa
Ada seorang pengusaha besar,namanya Rahmat. Karena sifat kasih sayangnya ia dikenal sebagai orang yang sangat baik,selain taat dalam beribadah dia juga sangat dermawan. Begitu banyak uang yang dikeluarkan untuk membantu orang-orang miskin, akan tetapi usahanya terus berkembang karena kolegannya bertambah banyak dan disenangi oleh setiap orang. Sehingga hartanya semakin berkah,melimpah ruah.
Kisah tersebut membuktikan bahwa sifat kasih sayang akan kembali manfaatnya kepada dirinya sendiri,seperti pepatah yang mengatakan kan
Menepuk air didulang memericik muka sendiri
Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya
Barang siapa yang menanam, maka ia akan menuai
Siapa yang menabur angin,maka akan menuai badai
Karena nila solititik rusak susu sebelanga
Pada kegiatan pembelajaran,guru meminta beberapa peserta didik untuk mengemukakan penilaian diri sendiri dalam hal kemampuan melaksanakan shalat jenazah.Peserta didik difasilitasi berdiskusi kelompok untuk menyampaikan tujuan dan rencana belajar untuk memperbaiki kemampuan melaksanakan shalat jenazah secara mandiri dan kompak.Berdasarkan deskripsi. kegiatan tersebut,teori belajar yang digunakan oleh guru dan peserta didik adalah
Teori belajar sosial
Humanistik
Konstruktivistik
Bohavioristik
Kognitivistik
Salah satu sifat allah adalah al-malk yang artinya maha berkuasa atas segala sesuatu,bentuk perwujudan dari allah tersebut dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut,kecuali
Terjadi musibah banjir dan gempa bumi yang menimbulkan penderitaan bagi manusia
Allah mengampuni dosa orang yang bertaubat
Matahari terbit dan terbenam pada sore hari
Allah menciptakan dunia dan segala isinya
semua yang terjadi didunia dan akhirat adalah atas izin-Nya
Layanan pendidikan disekolah harus memperhatikan kondisi fisik dari setiap siswa agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik .Hal itu dapat diwujudkan dalam keputusan guru dan sekolah yang berupa...
mewajibkan siswa berkebutuhan khusus untuk mengikuti semua aktivitas pembelajaran yang diselenggarakan sekolah
pemberian layanan kepada semua siswa secara kolektif dalam kelas dengan perlakuan yang sama
pemberian tempat duduk diurutan depan bagi siswa yang penglihatan nya tergangu,walaupun fisik nya besar
melakukan seleksi masuk sehingga diperoleh siswa yang memenuhi kriteria sesuai dengan visi misi sekolah
meminta orang tua siswa berkebutuhan khusus untuk memindahkan anaknya kesekolah layanan khusus
guru memberikan perdampingan pada siswa secara komprehensif. pemenuhan kebutuhan peserta didik disesuaikan dengan karakteristik dan dinamika kepribadian peserta didik.
strategi guru tersebut sebagai bentuk pemahaman terhadap….
kaidah kaidah kepribadian pada siswa
kemampuan adaptasi siswa terhadap lingkungan
keragaman dan keunikan siswa sebagai indivindu
kematangan perkembangan siswa
keragaman budaya dan keyakinan siswa
akhir akhir ini kita sering melihat musibah banjir terjadi hampir seluruh dunia, tidak terkecuali indonesia. menurut para ulama, terjadinya bencana alam merupakan salah satu ciri akan datangnya hari kiamat, dan kiamat ini terbagi kepada kiamat sughra (kecil) dan kiamat qubra (besar), berikut ini adalah tanda tanda akan datangnya hari kiamat sughra, kecuali…
kemarau panjang
perempuan seperti telanjang
gempa bumi
munculnya kabut
banjir bandang
salah satu strategi dakwah pada masa abu bakar adalah dengan cara mengumpulkan al-Qur’an, hal ini dilakukan karena setelah perang yamamah dalam penumpasan nabi nabi palsu banyak diantara sahabat penghafal al-Qur’an yang berguguran, strategi dakwah tersebut dinamakan…
metode dakwah bi al-hal
metode uswatun hasanah
metode dakwah bi al-lisan
metode dakwah bi al-tadwin
metode tadrib
berbagai macam strategi dalam penyebaran islam yang dilakukan oleh wali songo, salah satunya adalah penyebarn islam melalui seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk. Strategi tersebut dilakukan oleh . . .
raden Umar Said
Ja’far Shadiq
Syarif Hidayatullah
Syarifuddin
Raden Mas Syahid (Sunan KaliJaga)
Aisyah adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat baik, dia sering disakiti oleh orang orang yang dekat dengan dirinya, termasuk oleh suaminya sendiri. Tapi dia tidak membalasnya dan bahkan mendoakan agar orang orang yang menyakitinya diberikan hidayah dan ampunan Allah. Memaafkan kesalahan orang lain adalah akhlak terpuji yang dapat mendatangkan pahala Allah dan sekaligus mendatangkan manfaat bagi dirinya sebagai berikut, kecuali…
Lebih banyak memiliki teman daripada musuh
Berfikir positif tentang segala hal
Membuat orang yang bersalah lupa diri
Hidupnya akan lebih tenang tanpa beban
Hidupnya menjadi lapang penuh kebahgiaan
Perhatikan KD dan IPK berikut ini
KD: Memahami makna iman kepada Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar
IPK: Setelah proses pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning siswa dapat menjelaskan iman kepada Allah Tuhan yang Maha pencipta
Untuk mencapai IPK pada KD diatas ,sumber belajar konvensional adalah ...
film hari kiamat
rekaman ceramah
alam sekitar
vidio tentang penciptaan
gambar animasi bumi
Zakat merupakan rukun Islam yang memiliki fungsi sosial pada pemberdayaan masyarakat muslim kurang mampu agar mereka kelak lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonominya dalam rangka memenuhi fungsi sosial zakat tersebut badan amil zakat nasional (BAZNAS) membuat program zakat dalam bentuk pemberian modal usaha kepada pedagang atau pengusaha kecil dan sekaligus memberikan pendampingan kepada para mustahik sehingga usahanya dapat berkembang dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri penyaluran zakat seperti ini termasuk ke dalam zakat …
profesi
tijarah
rikaz
mal
produktif
Bapak Ahdan merupakan seorang karyawan BUMN dengan penerimaan tiap bulannya adalah 12.940.000,- dan pengeluaran tiap bulannya adalah 6.000.000,- sehingga penghasilan netto tiap bulannya adalah Rp. 6.940.000,-. Hasil netto Rp. 6.940.000,- ini bila dikalikan 12 bulan, maka totalnya adalah = Rp. 83.280.000,-. Dengan demikian, zakat profesi Bapak Ahdan tiap bulannya adalah sebesar:
Rp. 183.500,-
Rp. 2.082.000,-
Rp. 173.500,-
Rp. 180.000,-
Rp. 175.500,-
Pendistribusian zakat untuk mustahiq potensial dapat diberikan dengan cara melihat potensinya. Bapak Bakar yang pandai berdagang dapat diberikan dengan bentuk pemberian modal dagang. Sementara bagi Si Fasa yang masih muda dan yang cemerlang otaknya, maka zakat dapat diberikan dalam bentuk beasiswa. Dari sistem pemberian zakat kepada Bapak Bakar dan Si Fasa ini, maka bentuk dan macam pemberian zakat disebut:
Keduanya Produktif kreatif
Keduanya konsumtif tradisional
Produktif kreatif dan konsumtif kreatif
Keduanya konsumtif kreatif
Produktif konsumtif dan konsumtif tradisional
Dadu merupakan seorang pemuda yang sudah dewasa dan berpenghasilan tetap. Dadu juga sudah memiliki seorang calon isteri. Meski belum sah menjadi isterinya, tapi Dadu telah membawa ke mana-mana calon isterinya sehingga peluang melakukan perbuatan zina sering terbuka lebar. Sampai detik ini Dadu belum terjerumus ke perbuatan zina, tapi tetap tidak ada jaminan dia tidak akan melakukannya. Karena itu, hukum nikah bagi Dadu ini adalah:
Sunnah
Wajib
Mubah
Haram
Makruh
Arlal termasuk seorang laki-laki yang bernafsu seksual tinggi. Karena nafsu seksualnya yang tinggi ini dia merasa tidak cukup dengan satu isteri. Walhasil, dia menikah lagi. Hanya saja, dia tidak pernah berfikir tentang beban ekonomi berkeluarga dua. Arlal juga tidak menduga akan sulitnya berlaku adil terhadap dua isteri dan anak-anaknya. Akibatnya, bukan saja nafsu seksualnya yang melemah, tetapi dia pun sering pusing, vertigo, dan uring-uringan. Dari kasus Arlal ini membuktikan bahwa:
Persyaratan berpoligami bersifat tunggal
Persyaratan berpoligami tidak kompleks
Persyaratan berpoligami sederhana
Persyaratan berpoligami bukan tunggal
Persyaratan berpoligami nafsu yang tinggi
Laka meminjam uang ke suatu bank untuk tambah modal usaha. Bank itu menetapkan suku bunganya 5% tiap tahunnya. Dari sistemnya dapat disimpulkan bahwa Laka meminjam ke bank:
Islam
negeri
swasta
konvensional
rentenir
Kalir terpaksa meminjam ke bank seratus juta untuk tambahan biaya operasi ibunya dengan agunan sertifikat tanahnya. Karena sampai jatuh temponya Kalir tidak pernah menyicilnya, maka bunga bank itu menjadi berbunga-bunga. Dalam perspektif beberapa ulama, adanya prinsip keterpaksaan (dharurat) yang dialami Kalir ini membolehkannya untuk berhubungan dengan sistem bunga bank. Dengan demikian, sistem bunga bank itu dalam keadaan dharurat dipandang sebagai riba nasiah yang tidak mutlak keharamannya. Akan tetapi, Yusuf Qardhawi memandang tidak adanya prinsip dharurat dalam sistem bunga bank. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa Yusuf Qardhawi memandang sistem bunga bank sebagai:
riba nasiah yang dapat dibenarkan
riba nasiah yang mutlak keharamannya
riba nasiah yang dihalalkan
riba nasiah yang mutlak keharamannya
bukan riba yang dihalalkan
Gaji dan honor dewasa ini dibayarkan melalui bank sehingga mau tidak mau seorang pegawai harus memiliki rekening bank. Karena dipandang lebih mudah berhubungan dengan bank konvensional, maka rekening bank yang diwajibkan adalah bank konvensional. Menurut Abu Zahrah, berhubungan dengan sistem bunga bank itu dibolehkan dalam kondisi darurat. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan prinsip darurat pandangan Abu Zahrah tentang fee untuk bank adalah:
haram
wajib
boleh
halal
makruh
Khalifah merupakan orang yang dibaiat oleh umat untuk menjadi pemimpin umat. Selaku pemimpin, khalifah berkewajiban mewujudkan prinsip-prinsip pensyariatan syariat. Apalagi, tujuan disyariatkannya syariat itu merupakan hak-hak umat. Karenanya, khalifah berkewajiban mewujudkan cita-cita syariat yang juga merupakan hak umat, di antaranya:
memelihara jiwa dan infak umat
memelihara jiwa dan harta umat
memelihara jiwa dan ibadah umat
memelihara jiwa dan zakat umat
memelihara jiwa dan sedekah umat
Akibat memerangi nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab yang dikenal dengan Perang Yamamah, sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur’an banyak yang mati syahid. Berawal dari usul sahabat Umar r.a., Khalifah Abu Bakar r.a. memutuskan untuk mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an menjadi satu. Pengumpulan Al-Qur’an ini bukan saja terkoleksinya ayat-ayat Al-Qur’an secara orisinil sampai kapanpun, tetapi juga menginspirasi lahirnya strategi dakwah, yaitu dakwah:
bil lisan
bil kitabah
bil hal
bil uswah
bil jama’ah
Selaku khalifah yang berpusat di Madinah, Umar bin Khaththab r.a. mengangkat sahabat-sahabat pilihan sebagai gubernur-gubernur daerah-daerah yang telah dikuasai Islam. Mereka diperintah untuk membangun pusat-pusat pemerintahan di daerah, pusat-pusat kegiatan perekonomian, dan membangun infrastruktur-infrastruktur, seperti pembangunan jalan raya, irigasi, bendungan, masjid dan benteng. Hasilnya, terciptalah perkotaan-perkotaan di daerah dengan:
mengangkat derajat putra daerah
mengangkat harkat dan martabat putra daerah
mengangkat gubernur dari putra daerah
mengangkat pegawai-pegawai putra daerah
mengangkat rakyat daerah eksodus ke Madinah
Khalifah Ali bin Abi Thalib dipandang sebagai orang yang pertama menggagas ilmu nahwu. Namun, Khalifah Ali bukan yang pertama kali merumuskan pokok-pokok ilmu nahwu, melainkan memerintahkan Abu al-Aswad al-Duali untuk mengarang pokok-pokok Ilmu Nahwu (Qawaid Nahwiyah). Latar belakang penyusunan ilmu nahwu ini adalah dikarenakan wilayah Islam telah mencapai Sungai Efrat, Tigris, dan Amu Dariyah, bahkan sampai ke Indus dan banyak umat yang salah membaca:
Sumber-sumber kekuasaan Islam
Sumber-sumber ajaran Madinah
Sumber-sumber ajaran Islam
Sumber-sumber ajaran salafiah
Sumber-sumber ajaran ahlus sunnah
Sistem pemerintahan yang diterapkan Bani Umayyah adalah sistem monarkhi (Monarchiheridetis), yang mana suksesi kepemimpinan dilakukan secara turun-temurun. Semenjak Muawiyah berkuasa, raja-raja Umayyah yang berkuasa kelak menunjuk penggantinya dan para pemuka agama diwajibkan menyatakan sumpah setia di hadapan raja. Sistem pengangkatan penguasa seperti ini, bertentangan dengan prinsip dasar dan ajaran permusyawaratan. Sistem ini merupakan bentuk kedua dari sistem pemerintahan yang pernah dipraktikkan umat Islam sebelumnya, yakni musyawarah, dimana sepeninggal Nabi Muhammad saw, khulafur rasyidin dipilih sebagai pemimpin berdasarkan musyawarah. Akan tetapi, Muawiyah mempunyai alasan untuk menerapkan sistem monarkhi, yaitu:
Terlalu luas wilayahnya
Terlalu banyak suku bangsanya
Umat lebih memilih sistem monarkhi
Sistem musyawarah dan demokrasi terlalu mahal biayanya
Umat belum siap dengan sistem musyawarah dan demokrasi
Pada masa Bani Umayyah terdapat empat organisasi tata usaha, yaitu Ad-Dawawin, Al-Imarah Ala Al-Buldan, Barid, dan Syurthah. Di antara empat organisasi tata usaha ini ada yang mengelola wilayah-wilayah kekuasaan Islam dengan komando gubernur jendral yang bertangung jawab secara langsung kepada khalifah. Sistem ini dikenal dengan istilah:
Ad-Dawawin
Al-Imarah Ala Al-Buldan
Barid
Syurthah
Ad-Dawawin wa Al-Imarah Ala Al-Buldan
Perkembangan dakwah pada masa Dinasti Abbasiyah bukan hanya dengan cara tabligh bil lisan, tetapi dakwah bil ‘ilmi wa al-kitabah. Di era mereka bermunculan karya-karya monomental, baik dalam bidang keagamaan, bahasa, filsafat dan ilmu pengetahuan, dengan para ulamanya yang berkaliber lintas-abad hingga sekarang. Model dakwah dan bermunculannya para ulama di berbagai bidang di masa Dinasti Abbasiyah ini tidak terlepas dari status non-Arab (‘ajami) mereka, yang 180 derajat berbeda dengan status Arabnya Dinasti Umayyah. Mereka (Dinasti Abbasiyah) merupakan orang-orang non-Arab yang mempunyai karakter:
Mencintai syair dan sastra
Mencintai filsafat dan ilmu pengetahuan
Mencintai bahasa Arab
Mencintai ulama
Mencintai fikih dan ibadah
Dinasti Abbasiyah mewarisi wilayah kekuasaan Bani Umayyah, meski diwarisi melalui proses peperangan. Boleh dikata, Dinasti Abbas tidak melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam. Bahkan, tidak semua wilayah yang dikuasai Bani Umayyah dapat dikuasai Dinasti Abbasiyah. Andalusia adalah wilayah kekuasaan Bani Umayyah yang tidak dapat dikuasai oleh Bani Abbas. Dengan demikian, Dinasti Abbasiyah tidak melakukan gerakan dakwah yang pernah dilakukan Khulafaur Rasyidin, yaitu melalui:
Perluasan keilmuan Islam
Perluasan wilayah Islam
Perluasan keamanan Islam
Perluasan harakah dakwah Islamiyah
Perluasan wilayah perdagangan
Terdapat beberapa teori yang mengungkap masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara, yaitu: teori Gujarat (India), teori Mekkah, teori Persia, dan teori China. Adapun masuknya Islam ke Indonesia melalui dua jalur, yaitu: · Jalur Utara, dengan rute: Arab (Mekkah dan Medinah) à Damaskus à Bagdad à Gujarat (pantai Barat India) à Srilanka à Indonesia. · Jalur Selatan, dengan rute: Arab (Mekkah dan Medinah) à Yaman à Gujarat (pantai barat India) à Srilanka à Indonesia. Atas dasar adanya dua jalur masuknya Islam ke Nusantara ini, maka teori apa pun yang digunakan bahwa Islam di Nusantara berasal dari:
Gujarat
Persia
China
Srilanka
Arab
Taufik Abdullah menyatakan bahwa Islam sudah datang ke Indonesia sejak abad 1 H atau abad ke-7 atau 8 M, tetapi Islam pada waktu itu baru dianut oleh para pedagang Timur Tengah di pelabuhan-pelabuhan. Menurut Taufik Abdullah, Islam barulah masuk secara besar-besaran dan mempunyai kekuatan politik pada abad ke-13 dengan berdirinya kerajaan Samudra Pasai. Di Pulau Jawa perkembangan Islam benar-benar massif setelah didirikannya Kerajaan Islam Demak. Selanjutnya, kerajaan-kerajaan Islam di seluruh wilayah Nusantara bersatu padu dengan para ulama (wali) menjadi pusat penggerak dakwah Islam di Nusantara. Karena itu, strategi Dakwah Islamiyah di Nusantara tidak bisa mengabaikan:
Peran ulama
Peran negara
Peran orang politik
Peran Dakwah
Peran para wali
Gerakan dakwah di Indonesia awal mulanya dilakukan oleh para wali (Waliyyullah). Di Pulau Jawa, para wali yang berjasa sangat besar dalam gerakan dakwah ini dikenal dengan istilah Wali Songo. Masing-masing Wali Songo memiliki strategi dan metode dakwah yang berbeda-beda, tapi tidak saling bertentangan. Di antara strategi dakwah yang tetap eksis hingga sekarang, meski semakin tidak populer, adalah strategi melalui kesenian pewayangan. Di Jawa Timur dikembangkan pewayangan Wayang Kulit, di Jawa Tengah Wayang Wong (Orang), dan di Jawa Barat Wayang Golek. Ketiga jenis wayang ini berbasis suatu falsafah dakwah yang sangat mendalam mengenai mana yang kulit (wayang kulit), mana yang isi/substansi (wayang wong), dan mana yang dicari (wayang golek). Karena itu, dilihat dari strategi dan metode dakwah, ketiga jenis wayang itu menggambarkan tentang:
pembedaan dakwah
pengidentifikasian dakwah
pengelompokan dakwah
Penahapan dakwah
Penggolongan dakwah
Umat Islam Indonesi harus bangga dan bersyukur dikarenakan perkembangan dan eksistensi Islam di Afrika Selatan tidak terlepas dari peran dua ulama Indonesia, yakni Syekh Yusuf al-Maqassari dan Imam Abdullah Kadi Abdussalam, yang lebih dikenal dengan julukan Tuan Guru. Tuan Guru merupakan orang kedua setelah Syekh Yusuf yang menyebarkan Islam di Afrika Selatan. Keduanya bernasib sama, dibuang Belanda ke Afrika Selatan. Meski sebagai buangan, keduanya tetap menjalankan misi dakwahnya. Bahkan, Tuan Guru—yang dibuang ke Afrika Selatan pada 6 April 1780 karena melawan Belanda bersama Pangeran Tidore dari Kepulauan Ternate dan tiga orang rekan Tuan Guru: Abdul Rauf, Badroedin, dan Nur Al-Iman—merupakan pendiri masjid pertama yang dibangun di Cape Town Afrika Selatan pada tahun 1794. Masjid ini tetap eksis hingga sekarang. Masjid ini diberi nama:
Masjid Awwal
Masjid Awal
Masjid Auwal
Masjid Awwali
Masjid Aulawi
Asal usul keberadaan Islam di Amerika Serikat tidak ada teori yang tegas menyatakannya. Di antara teori mengenai kedatangan Islam ke Amerika adalah sejarah perdagangan budak di Amerika Serikat. Disebutkan bahwa Tahun 1530 M budak-budak dari Afrika tiba di Amerika. Selama masa perbudakan, lebih dari 10 juta orang Afrika dijual ke Amerika. Sekitar 30 persen budak dari Afrika itu beragama Islam. Walhasil, pemeluk Islam di kawasan Amerika didominasi orang-orang yang berkulit hitam “black moslem.” Selain mereka adalah para imigran dari negara-negara Islam, seperti Libanon, Siria, Irak, Pakistan dan sebagainya. Kenyataan historis ini bukan saja sangat berpengaruh terhadap sikap orang-orang kulit putih terhadap orang-orang kulit hitam (Negro), tetapi juga terhadap Islam. Berabad-abad orang kulit putih Amerika memandang Islam sebagai agama para budak (orang-orang berkulit hitam/Negro) dan berstatus:
Imigran
Perbudakan
Kemunduran
Rendahan
Tidak beradab
Setelah usai Perang Dunia II negara-negara Eropa membutuhkan tenaga-tenaga murah untuk membangun perekonomian mereka. Dalam rangka itu, mereka mendatangkan buruh-buruh muslim dari negara-negara Islam ke Eropa. Setelah berada di Eropa, para buruh muslim dari berbagai negara Islam ini bukan saja bersatu untuk mengamalkan ajaran Islam, tetapi mereka juga bergerak untuk pengembangan Isam. Watak Islam yang rasional dan ilmiah, didukung dengan sikap umat yang terbuka dan fleksibel, mendorong orang-orang Eropa itu secara perlahan:
memeluk Islam
mengutuk Islam
memusuhi Islam
anti Islam
Bersimpati kepada Islam
Masuknya Islam ke Australia tidak dibawa oleh dai-dai professional dan para pedagang seperti di Indonesia. Meski belum ada bukti suku Aborigin, suku asli Australia, memeluk Islam, tetapi kita patut bersyukur karena masuknya Islam ke Australia pertama kalinya dibawa oleh:
buruh imigran dari Turki
para penunggang onta dari Pakistan
para penunggang onta dari Afganistan
para buruh dari Libanon
pelaut Makassar
Ibn Miskawaih mendefinisikan Akhlak sebagai keadaan jiwa yang mendorong untuk melakukan sesuatu perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Berdasar definisi ini berarti:
Setiap perbuatan baik termasuk Akhlak
Akhlak sama dengan perbuatan baik
Setiap perbuatan baik belum tentu termasuk Akhlak
Tidak ada hubungan sama sekali antara Akhlak dan perbuatan baik
Perbuatan baik pasti mendapatkan pahala, tapi Akhlak belum tentu mendapatkan pahala
Ali bin Abi Thalib karrama Allaha wajhah di suatu peperangan tidak jadi membunuh musuhnya karena ketika hendak dibunuh musuh itu meludahinya. Kisah Ali bin Abi Thalib karrama Allaha wajhah yang mengurungkan niat membunuh musuh yang meludahinya ini sangat tepat untuk disampaikan ke peserta didik supaya:
Terus menerus mengabaikan diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling sulit sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling mudah sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling sulit sekalipun
Terus menerus mengabaikan diri mengendalikan emosi agar mampu menahan emosi di peristiwa yang paling berat sekalipun
Terus menerus menempa diri mengendalikan emosi agar mampu meluapkan emosi di peristiwa yang paling berat sekalipun
Sang Ustadz mengisahkan bahwa di hari Asyura ada seorang pengemis yang meminta sesuatu kepada seorang muslim yang kaya raya. Alih-alih mendapatkan sesuatu, pengemis itu malah dicaci oleh seorang muslim tersebut. Di tengah kekecewaan dan sakit hatinya, pengemis itu ketemu dengan seorang Yahudi. Oleh Sang Yahudi, pengemis itu diberinya semua permintaannya. Di tengah malam tidurnya, Sang Muslim bermimpi mendapatkan istana yang sangat megah, tetapi dia tidak diperkenankan memasukinya. Sementara, dia pun melihat dalam mipinya itu Sang Yahudi justeru disambut dengan istimewa dan langsung diarak ke dalam istana tersebut. Sang Muslim tidak habis pikir tentang anugerah yang diberikan kepada Yahudi tersebut. Tidak lama kemudian, dia mendengar bahwa Sang Yahudi itu telah mengucapkan dua kalimah syahadat. Atas dasar kisah Sang Guru ini, maka peserta didik dapat menyimpulkan bahwa kemuliaan akhlak seseorang:
atas dasar agamanya
atas dasar kebaikan hatinya
atas dasar amal salehnya
atas dasar keimanannya
atas dasar kepeduliannya terhadap sesama
Kali dan Limah sudah sepuluh tahun menikah, tapi belum juga dikaruniai momongan. Keduanya sudah berusaha berobat ke mana-mana, baik secara medis maupun non-medis, tetapi tetap belum membuahkan hasil. Karena merasa sudah berusaha sangat maksimal, maka keduanya menghentikan usahanya dan sepenuhnya memasrahkan keinginan punya momongan itu kepada Allah Swt. Aneh, setelah keduanya memasrahkan sepenuhnya kepada Allah Swt. justeru keduanya dianugerahi momongan. Belajar dari sikap pasrah K dan L ini berarti orang beriman harus:
Berislam
Bertakwa
Berihsan
Ber asa
Bertawakal
Seorang guru membacakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari yang berbunyi: "إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ". Setelah itu, peserta didiknya diminta menyimpulkannya. Di antara kesimpulannya adalah:
Malu mendorong seseorang berpenampilan bebas
Malu mendorong seseorang berperilaku baik
Malu mendorong seseorang melakukan keburukan
Malu mendorong seseorang mengucilkan diri
Malu mendorong seseorang untuk tidak berpenampilan di depan umum
Setelah menyimak bacaan ayat Alqur’an Sang Guru yang berbunyi: أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون. الذين آمنوا وكانوا يتقون, maka peserta didik menyimpulkan bahwa para wali Allah itu karena keimanan dan ketakwaan mereka tidak merasa:
Khawatir (khauf) dan bersenang hati
Khawatir (khauf) dan bersuka ria
Khawatir (khauf) dan bersedih hati
Khawatir (khauf) dan berduka
Khawatir (khauf) dan berbahagia
Sahabat Bilal r.a. baru saja terlepas dari siksaan tuannya. Hampir sekujur tubuhnya terluka dan melepuh. Melihat kondisi sahabat Bilal r.a. ini, Rasulullah Saw. memeluknya. Dipeluk Rasulullah Saw., sahabat Bilal r.a. terharu dan terasa langsung sembuh. Pelukan Rasulullah Saw. ini merupakan bukti:
Kasih sayangnya
Ketegaran imannya
Ketabahannya menerima cobaan
Tanggung jawabnya
Kerasulannya
QS. An-Nu/24 ayat 22 yang artinya “... dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” disinyalir diturunkan berkaitan dengan sifat sahabat Abu Bakar r.a., yaitu sifat:
Pendendam
Kedermawanan
Kejujuran
Pemaaf
Kebenaran
Dikisahkan bahwa ada seorang ahli ibadah di kalangan Bani Israil yang kalau berjalan selalu dinaungi oleh awan. Karamah ahli ibadah ini dilihat oleh seorang pelacur, yang kemudian berusaha mendekatinya. Namun, ahli ibadah itu mengusirnya. Padahal, sang pelacur tersebut tidak bermaksud jahat. Kisah sufistik ini selanjutnya dapat diduga bahwa sifat Kasih (Rahman) Allah Swt. dianugerahkan kepada:
Sang ahli ibadah
Sang pelacur
keduanya
tidak kedua-duanya
yang mengimani-Nya
Samad didukung teman-temannya melakukan lobi-lobi dan berbagai upaya supaya dia yang dipilih menjadi ketua dewan. Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, dia mendapatkan suara terbanyak. Akan tetapi, tatkala pemilihan calon ketua dia mendapatkan suara terbanyak ketiga. Ternyata, teman-temannya pada mengalihkan pilihannya. Padahal, dia tidak mengeluarkan uang yang sedikit. Dia pun tahu kalau rivalnya yang jadi itu tidak melakukan apa yang dia lakukan. Meski merasa dikhianati, dia tidak berbuat apa-apa. Sebagai orang beriman, akhirnya dia sadar bahwa Sang Penguasa/Raja Sejati adalah Allah Swt. sehingga kekuasaan dan jadi penguasa merupakan:
pemberian milik pelobi Allah Swt
pemberian milik hamba Allah Swt
pemberian milik mutlak Allah Swt
pemberian milik penguasa Allah Swt
pemberian hak Allah Swt
Sunan Kalijaga atas perintah gurunya, Sunan Bonang, melakukan tapa di pinggir kali. Beliau tidak boleh menghentikan tapanya sebelum diminta berhenti Sunan Bonang. Sunan Kalijaga melakukan tapa itu sampai badannya berlumut dan beliau tidak sakit, apalagi meninggal, padahal tidak makan dan tidak minum. Anugerah untuk Sunan Kalijaga ini merupakan:
Karamah
Ma’unah
Mukjizat
Syarifah
Barakah
Mbah Raiso terkenal sebagai orang pintar. Alka mengetahui kepinteran Mbah Raiso itu dari seorang temennya. Karenanya, ketika Alka merasa usaha warungnya tidak ada kemajuan, bahkan cenderung terus merosot, dia mendatangi Mbah Raiso. Oleh Mbah Raiso, Alka diminta menulis qulhu sungsang sebanyak sepuluh tulisan. Tulisan qulhu sungsang itu diminta dilipat dan ditempel di beberapa pojok warungnya, tetapi tidak boleh ada orang yang melihatnya. Alhamdulillah, tiga hari kemudian warung Alka menjadi laris manis. Apa yang dilakukan Alka ini termasuk kategori:
karamah
sihir
mukjizat
ma’unah
hidayah
Musibah yang menimpa bumi terjadi saling berganti di mana-mana. Akan tetapi, musibah yang tidak kalah dahsyatnya adalah perilaku menjijikkan yang dilakukan sebagian manusia di atas bumi ini. Boleh dikata, perzinahan telah tersebar di mana-mana. Bahkan, sudah ada negara yang melegalkan perzinahan atau pernikahan antar sejenis. Fenomena ini, sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari mengenai tanda-tanda datangnya kiamat, merupakan sebagian dari:
Tanda besar akan datangnya hari kiamat
Tanda kecil akan datangnya hari kiamat
Tidak ada kaitannya dengan akan datangnya hari kiamat
Tanda perbuatan keji manusia sepanjang masa
Tanda manusia masih ada
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ustadz Jalil menjelaskan sepuluh tanda akan datangnya hari kiamat kubra kepada peserta didiknya. Dari sepuluh tanda itu ada yang bersifat anugerah, tapi ada yang merupakan muibah. Di akhir pelajaran, peserta didik yang bernama Salim diminta menyebutkan lima tanda akan datangnya hari akhir (kiamat kubra) yang berupa musibah, yaitu:
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., munculnya Yakjuj dan Makjuj, terbitnya matahari dari barat, Prosentase wanita dan pria 50 dibanding 1
Munculnya Imam Mahdi, munculnya Yakjuj dan Makjuj, turunnya Isa a.s., dibangunnya gedung-gedung pencakar langit, dan hilangnya tulisan al-Qur’an
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., terbitnya matahari dari barat, hilangnya tulisan al-Qur’an, dan kembali kufurnya penduduk bumi
Munculnya Imam Mahdi, turunnya Isa a.s., terbitnya matahari dari barat, hilangnya tulisan al-Qur’an, dan merebaknya perzinahan di mana-mana
Munculnya Yakjuj dan Makjuj, Dajjal, Binatang yang dapat berbicara kepada manusia, Runtuhnya Kakbah, dan hilangnya tulisan al-Qur’an
Hidung yang pesek merupakan bagian dari takdir Allah. Namun, Anki tidak puas dengan bentuk hidungnya yang pesek itu. Anki ingin meubahnya. Karenanya, dia ingin melakukan operasi plastik supaya hidungnya mancung. Oleh Ustadzah Ani, keinginan Anki itu dilarang karena hidungnya yang kurang mancung itu bagian dari:
Taqdir mubram
Taqdir muallaq
Taqdir buruk
Taqdir baik
Taqdir muhram
Anki memiliki masalah dengan hidungnya. Ada aroma tak sedap keluar dari hidungnya. Karenanya, dia ingin melakukan operasi terhadap hidungnya supaya tidak mengeluarkan aroma tidak sedap. Keinginan Anki termasuk:
Taqdir muallaq
Taqdir buruk
Taqdir mubram
Taqdir baik
Taqdir muhram
Allah Swt. di satu sisi telah menetapkan qadha dan qadar-Nya untuk makhluk-Nya, termasuk manusia. Akan tetapi, qadha dan qadar Allah bersifat ghaib (manusia tidak tahu qadha dan qadar Allah atas dirinya). Karena itu, dalam doktrin Ahlus Sunnah wal Jamaah tidak boleh menjadikan kepercayaan terhadap qadha dan qadar Allah sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Apalagi di dalam ajaran Islam terdapat istilah mukallaf (seseorang yang telah mampu diberi tanggung jawab). Dalam konteks manusia sebagai mukallaf dan dikaitkan dengan kepercayaan terhadap qadha dan qadar Allah, maka pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang:
Bebas tanpa batas
Bebas terpaksa
Bebas percaya
Bebas durhaka
Bebas terbatas
Di dalam al-Quran terdapat lafal-lafal yang maknanya masih samar, yang dikenal dengan istilah ayat-ayat mutasyabihat. Misalnya, ayat tentang kursi Allah. M. Quraish Shihab, sebagaimana Al-Thabathaba’i, menakwilkan kata kursi pada Q.S. Al-Baqarah ayat 255 dengan kedudukan Ilahiyah untuk mengendalikan semua makhluk-Nya. Luasnya kursi Allah memiliki makna ketakterhinggaan kekuasaan-Nya. Karena itu, makna kursi pada ayat tersebut adalah kedudukan ketuhanan yang mengendalikan langit dan bumi beserta seluruh isinya. Melalui penakwilan ini lafal kursi Allah yang secara lahiriah bermakna samar menjadi bermakna jelas dan mudah dimengerti. Dengan demikian, takwil adalah:
Mengalihkan atau memalingkan makna lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang tersembunyi yang dikandung oleh lafal (ayat) lain
Mengalihkan atau memalingkan makna lafal (ayat) ke makna yang dikandung secara tersembunyi oleh lafal (ayat) tersebut
Mengalihkan atau memalingkan makna lahiriah lafal (ayat) ke makna yang bersifat lahiriah yang dikandung oleh lafal (ayat) tersebut
Di dalam Al-Quran ada ayat-ayat yang bersifat muhkamat dan ada yang bersifat mutasyabihat, meski ayat dalam kategori ini tidak banyak. Contoh ayat dengan lafal muhkamat, seperti lafal “dirikanlah shalat” (أقيموا الصلوة), “tunaikanlah zakat” (ءاتوا الزكوة), “penuhilah janji” (أوفوا بالعهد), dan “berbuat adillah” (اعدلوا). Ayat-ayat ini disebut ayat muhkamat dikarenakan:
Makna lahiriah ayat telah jelas keinginannya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat belum jelas maksudnya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat belum jelas isi kandungannya; mudah dipahami
Makna lahiriah ayat telah jelas maksudnya; mudah disalahpahami
Makna lahiriah ayat telah jelas maksudnya; mudah dipahami
ٰمٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ ( الفاتحة/1: 4)
Terjemahan ayat ke-4 di Surat Al-Fatihah itu adalah: “Pemilik hari Pembalasan.” Sayyid Qutub dalam kitab tafsir Fi Zilal al-Qur’an menjelaskan bahwa lafal malik (ملك) bermakna "penguasa atau yang menguasai." Dengan demikian, maksud ayat itu adalah {Tuhan) yang menguasai hari pembalasan atau Penguasa hari pembalasan. Kalimat “hari pembalasan” bukan saja menunjukkan derajat kuasa yang paling tinggi, tetapi juga penekanan untuk mempercayai adanya hari akhirat, hari dipenuhinya balasan. Penekanan pada hari akhirat (hari pembalasan) ini disebabkan tidak semua orang percaya akan adanya hari akhirat (hari pembalasan), meski percaya akan hancurnya alam semesta. Dengan kata lain, mereka percaya bahwa Allah adalah Tuhan (pencipta dan pemelihara) seluruh alam semesta, tetapi tidak sertamerta mereka percaya bahwa Allah adalah Sang Penguasa hari pembalasan. Penafsiran model ini termasuk kategori tafsir:
Bi al-ijtihadi
Bi al-haditsi
Bi al-isyari
Bi al-ra’yi
Bi al-ma’tsuri
يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ مَنْ يَّأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ يُّضٰعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِۗ وَكَانَ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرًا ۔ ٣٠ ( الاحزاب/33: 30)
Artinya: “Wahai istri-istri Nabi, siapa di antara kamu yang melakukan perbuatan keji yang nyata, pasti azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Hal yang demikian itu sangat mudah bagi Allah” (Al-Ahzab/33:30). Bila ayat ini diuraikan secara terperinci, kata demi kata, dengan perspektif bahasa dan etika, dan penafsirannya dikelompokkan dengan ayat-ayat yang lafal/kalimatnya sama, maka penafsiran model ini termasuk tafsir:
Bi al-ra’yi wa al-ijtihadi
Bi al-ra’yi wa al-tahlili
Bi al-tahtili wa al-ra’yi
Bi al-tahlili wa al-ma’tsur
Bi al-tahlili wa al-maudhu’i
Kitab tafsir berikut ini: al-Insan fi al-Qur’an dan al-Mar’ah fi al-Qur’an; al-Riba fi al-Qur’an; Tafsir Ahkam al-Qur`an, dan al-Jami’ Li Ahkam al-Qur’an, merupakan kitab tafsir yang penafsirannya menggunakan langkah-langkah, di antaranya: a. Menetapkan masalah yang akan dibahas. b. Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut. c. Menyusun runtutan ayat sesuai dengan masa turunnya. d. Memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing. e.Melengkapi pembahasan dengan hadis-hadis yang relevan dengan pokok bahasan. Kitab-kitab tafsir termasuk yang menggunakan metode penafsiran:
Tahlili
Maudhu’i
Qira’ati
Ra’yi
Al-Ma’tsur
Safa, Marwa, Halwa dan Salwa berdomisili di daerah Tangerang Selatan. Keempatnya bertetangga dengan beberapa non-muslim. Tatkala di setiap malam minggu beberapa tetangganya yang non-muslim itu melakukan kegiatan keagamaan dengan suara yang cukup bising dan mengganggu orang lain, Safa mentolerirnya dan diam saja. Berbeda dengan Marwa. Meski dia pun mentolerir kegiatan itu, tetapi dia memberikan nasihat supaya tidak menggunakan pengeras suara yang mengganggu tetangga. Berbeda lagi dengan Halwa. Dia marah-marah, meski tidak melarang kegiatan tersebut. Di lain hal, Salwa justru bukan saja mentolerir kegiatan tersebut, tetapi ikut nimbrung di kegiatan tersebut. Berdasarkan sikap keempat wanita muslimah itu, maka toleransi yang tepat adalah yang dipraktikkan:
Halwa
Salwa
Safa
Marwa
Safa dan Marwa
Sebuah hadis dinilai sahih jika memenuhi lima kriteria berikut, yaitu: a. Sanadnya bersambung (ittishal al-sanad) b. Moralitas para perawinya baik (’adalah al-ruwwat) c. Intelektualitas para perawinya mumpuni (dhabt al-ruwwat) d. Tidak janggal (’adam al-syudzudz) e. Tidak cacat (’adam al-’illah). Bila di antara perawi ada yang kurang kuat hafalannya, maka status hadis yang diriwayatkannya adalah:
Shahih
Hasan
Masyhur
Mutawatir
Lemah
قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah ini dinilai dhaif oleh Ibnu Majah sendiri. Namun, hadis ini sangat populer dan dijadikan dasar hukum di dalam menuntut ilmu. Hal ini dikarenakan:
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis serupa yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat memperlemah jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang tidak serupa yang periwayatannya melalui jalur Ibn Mas’ud yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan hadis lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur Ibn Umar yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Turmudzi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
Terdapat hadis yang periwayatannya melalui jalur yang sama, yang diriwayatkan oleh al-Thabrani dan melalui jalur Abu Sa’id yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Keberadaan jalur lain dapat menguatkan jalur hadis yang ada
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاء وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ (أخرجه أبو داود).
Hadis yang diriwayatkan Imam Abu Daud ini memerinci kedudukan dan keutamaan para pencari ilmu dan orang-orang berilmu. Para pencari ilmu dipermudah perjalanannya menuju sorga dan para malaikat merendahkan sayapnya sebagai tanda keridhaan mereka terhadap para pencari ilmu. Adapun kedudukan/keutamaan orang-orang berilmu/ulama adalah:
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, kecuali ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding para pencari ilmu; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut yang dimintakan ampun; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan pewaris para nabi
Dimohonkan ampun seluruh makhluk di langit dan di bumi, termasuk ikan yang berada di dasar laut; lebih utama dibanding ahli ibadah; dan merupakan perintis para nabi
أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: أنا و كافل اليتيم في الجنة هكذا وأشار بأُصبعيه بالسبابة والوسطى (رواه البخاري)
Hadis ini menginformasikan kedudukan dan balasan para pemelihara (penanggung kehidupan dan pendidikan) anak yatim besok di akhirat, yaitu:
Berdampingan di sorga bersama sahabat Nabi Saw
Berdampingan di sorga bersama para ummahat
Berdampingan di sorga bersama ummul mukminat
Berdampingan di sorga bersama Nabi Saw
Berdampingan di sorga bersama umat Nabi Saw
«اجْتَنِبُوا السَّبْعَ المُوبِقَاتِ»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ اليَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ المُحْصَنَاتِ المُؤْمِنَاتِ الغَافِلاَتِ (البخارى ومسلم)
Hadis ini berfungsi memperkuat ayat Al-Quran, di antaranya yang disebutkan di dalam Surat Al-An’am ayat 152: وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ ۚ ( الانعام/6: 152), yakni tentang larangan:
Syirik
Menuduh wanita shalihah berbuat zina
Lari dari medan peperangan
Makan riba
Makan harta anak yatim
