WorksheetsUAS Psikolinguistik Gasal 2024-2025
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Name
Class
Date
1.
Seorang anak berusia lima tahun mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata dengan jelas, meskipun perkembangan kognitifnya normal. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa anak tersebut memiliki kelainan pada organ artikulasi, seperti bibir atau lidah. Gangguan ini kemungkinan disebabkan oleh:
a)
Gangguan fonologis
b)
Disartria
c)
Apraksia bicara
d)
Gangguan pragmatik
2.
Seorang pasien yang baru saja mengalami stroke memiliki kesulitan memahami pembicaraan orang lain, meskipun ia mampu mengucapkan kata-kata dengan lancar. Hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut kemungkinan mengalami gangguan bahasa yang disebut:
a)
Afasia Broca
b)
Afasia Wernicke
c)
Disleksia
d)
Afasia Global
3.
Seorang siswa menunjukkan kesulitan yang konsisten dalam membaca dan menulis meskipun memiliki kemampuan intelektual yang normal. Setelah dilakukan asesmen, ditemukan bahwa siswa tersebut mengalami gangguan pemrosesan bahasa yang spesifik. Gangguan ini dikenal sebagai:
a)
Disleksia
b)
Afasia motorik
c)
Afasia reseptif
d)
Gangguan pragmatik
4.
Seorang anak kelas 3 SD sering terbalik dalam menulis huruf seperti "b" menjadi "d" atau "p" menjadi "q". Ia juga kesulitan membaca dengan lancar meskipun sudah diajarkan secara berulang. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak tersebut kemungkinan mengalami:
a)
Disgrafia
b)
Disleksia
c)
Gangguan fonologis
d)
Gangguan pragmatik
5.
Seorang guru memperhatikan bahwa salah satu siswanya sering membaca kata secara terbalik, seperti membaca "topi" menjadi "poti", dan kesulitan memahami isi bacaan. Apa strategi yang paling tepat untuk membantu anak tersebut di kelas?
a)
Meminta anak membaca lebih banyak buku
b)
Menggunakan pendekatan multisensori, seperti visual, kinestetik, dan audio
c)
Memberikan hukuman agar anak lebih fokus belajar
d)
Mempercepat proses pembelajaran dengan tugas tambahan
6.
Seorang anak sering mengulangi suara atau suku kata tertentu saat berbicara, seperti "s-sa-saya ingin makan." Kondisi ini dikenal sebagai:
a)
Disartria
b)
Gagap (stuttering)
c)
Apraksia bicara
d)
Gangguan fonologis
7.
Seorang pasien dengan riwayat cedera otak memiliki kesulitan menggerakkan otot-otot mulut untuk berbicara, meskipun ia tahu kata-kata yang ingin diucapkan. Gangguan ini disebut:
a)
Disartria
b)
Apraksia bicara
c)
Afasia motorik
d)
Afasia Wernicke
8.
Seorang anak berbicara dengan suara sangat pelan, monoton, dan tidak jelas sehingga sulit dipahami oleh orang lain. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf yang mengontrol otot bicara. Gangguan ini dikenal sebagai:
a)
Disartria
b)
Gagap
c)
Disleksia
d)
Afasia Broca
9.
Seorang anak berusia 4 tahun hanya mampu mengucapkan beberapa kata, meskipun kemampuan mendengarnya normal. Setelah dilakukan asesmen, diketahui bahwa anak tersebut mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa ekspresif. Gangguan ini kemungkinan termasuk dalam:
a)
Gangguan pragmatik
b)
Gangguan artikulasi
c)
Gangguan bahasa reseptif-ekspresif
d)
Gangguan bicara motorik
10.
Gangguan berbahasa psikogenik sering disebabkan oleh faktor:
a)
Kelainan saraf motorik
b)
Trauma psikologis atau emosional
c)
Gangguan pendengaran
d)
Cedera fisik pada otak
11.
Seorang pasien tiba-tiba kehilangan kemampuan berbicara setelah mengalami peristiwa traumatis, meskipun secara medis tidak ditemukan kelainan pada organ bicara. Kondisi ini dikenal sebagai:
a)
Afasia Wernicke
b)
Afasia psikogenik
c)
Disartria
d)
Mutisme selektif
12.
Seorang anak hanya berbicara di rumah tetapi tetap diam saat berada di sekolah, meskipun ia tidak memiliki masalah fisik atau perkembangan bahasa. Gangguan ini disebut:
a)
Afasia Broca
b)
Mutisme selektif
c)
Disleksia
d)
Apraksia bicara
13.
Salah satu gejala utama gangguan berbahasa psikogenik adalah:
a)
Kesulitan memahami kata-kata kompleks
b)
Hilangnya kemampuan berbicara secara tiba-tiba akibat tekanan emosional
c)
Terbaliknya huruf saat membaca
d)
Kesulitan mengontrol volume suara
14.
Gangguan berbahasa psikogenik sering terjadi pada individu yang mengalami:
a)
Trauma masa kecil, seperti kekerasan atau kehilangan
b)
Gangguan pada otot bicara
c)
Infeksi pada sistem saraf pusat
d)
Kelainan genetika yang memengaruhi bicara
15.
Pendekatan yang paling efektif untuk mengatasi gangguan berbahasa psikogenik biasanya melibatkan:
a)
Pembedahan pada organ bicara
b)
Terapi psikologis atau konseling
c)
Latihan pengucapan intensif
d)
Obat-obatan untuk gangguan saraf
16.
Seorang bayi berusia 8 bulan mulai mengoceh dengan pola suara seperti "ba-ba" atau "da-da". Tahap perkembangan bahasa ini disebut:
a)
Tahap pralinguistik
b)
Tahap holofrase
c)
Tahap telegrafik
d)
Tahap morfologi
17.
Seorang anak berusia 18 bulan menggunakan satu kata seperti "mama" untuk mengungkapkan berbagai makna, misalnya memanggil ibunya atau menunjukkan rasa lapar. Hal ini menunjukkan anak berada pada tahap:
a)
Tahap pralinguistik
b)
Tahap holofrase
c)
Tahap telegrafik
d)
Tahap sintaksis
18.
Seorang anak berusia 3 tahun mulai menggabungkan dua hingga tiga kata untuk membuat kalimat sederhana, seperti "mau makan" atau "bola besar". Tahap perkembangan bahasa ini dikenal sebagai:
a)
Tahap holofrase
b)
Tahap telegrafik
c)
Tahap sintaksis
d)
Tahap morfologi
19.
Pada usia 5 tahun, seorang anak sudah mampu menggunakan kalimat kompleks dan memahami aturan tata bahasa sederhana, tetapi terkadang masih melakukan kesalahan seperti "giginya sudah tumbuh-tumbuh." Ini menunjukkan anak berada dalam tahap:
a)
Tahap holofrase
b)
Tahap telegrafik
c)
Tahap perkembangan morfologi
d)
Tahap pragmatik
20.
Seorang anak berusia 2 tahun yang tumbuh di lingkungan harmonis mulai menguasai lebih banyak kosakata dan menggunakannya untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa anak tersebut dipengaruhi oleh:
a)
Faktor genetika semata
b)
Dukungan lingkungan dan emosional yang positif
c)
Faktor fisiologis saja
d)
Ketergantungan pada teknologi
21.
Seorang anak yang sering menyaksikan konflik keluarga menunjukkan keterlambatan dalam berbicara dan memiliki kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Kasus ini menunjukkan bahwa perkembangan psikis dapat memengaruhi:
a)
Pemerolehan bahasa reseptif
b)
Pemerolehan bahasa ekspresif
c)
Pemerolehan bahasa pragmatik
d)
Semua aspek pemerolehan bahasa
22.
Anak yang mengalami trauma psikologis, seperti kehilangan orang tua, cenderung mengalami gangguan pada kemampuan bahasa ekspresif, seperti sulit menyusun kalimat atau mengungkapkan perasaan. Hal ini disebabkan oleh:
a)
Ketidakseimbangan perkembangan kognitif
b)
Gangguan emosi yang memengaruhi proses pemerolehan bahasa
c)
Faktor neurologis bawaan
d)
Kurangnya kemampuan mendengar
23.
Seorang anak berusia 3 tahun yang sering mendapatkan dukungan emosional dan stimulasi verbal dari orang tuanya menunjukkan kemampuan berbicara yang lebih maju dibandingkan teman seusianya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa sangat dipengaruhi oleh:
a)
Kecerdasan intelektual saja
b)
Hubungan antara perkembangan bahasa dan psikis yang sehat
c)
Faktor bawaan yang tidak dapat diubah
d)
Lingkungan non-verbal
24.
Kerusakan pada area Broca di otak dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan bahasa berupa:
a)
Kesulitan memahami pembicaraan orang lain
b)
Ketidakmampuan berbicara secara lancar meskipun memahami bahasa
c)
Ketidakmampuan membaca dan menulis
d)
Pengucapan kata yang terbalik
25.
Area Wernicke di otak bertanggung jawab untuk:
a)
Pemahaman bahasa
b)
Produksi suara
c)
Pengontrolan otot bicara
d)
Penyusunan tata bahasa
100 %
