Worksheets03-Strategy Execution Tantangan Digitalisasi Uang Rupiah
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Apa yang menjadi tantangan utama BI di tahun 2024-2025?
Peningkatan ekspor tanpa batas.
Peningkatan suku bunga yang drastis.
Pengembangan teknologi digital semata.
Pengelolaan inflasi dan stabilitas ekonomi.
Sebutkan faktor yang menyebabkan penurunan penggunaan uang tunai!
Peningkatan penggunaan cek dan giro.
1) Meningkatnya penggunaan teknologi pembayaran digital. 2) Pandemi COVID-19.
Berkurangnya jumlah transaksi online.
Meningkatnya jumlah uang kertas yang beredar.
Apa yang dimaksud dengan stablecoin?
Stablecoin adalah mata uang digital yang nilainya selalu meningkat.
Stablecoin adalah cryptocurrency yang tidak terikat pada aset apapun.
Stablecoin adalah cryptocurrency yang nilainya stabil dan biasanya terikat pada aset seperti mata uang fiat.
Stablecoin adalah jenis saham yang diperdagangkan di bursa.
Mengapa penggunaan mata uang kripto menjadi ancaman bagi rupiah?
Mata uang kripto tidak memiliki dampak pada perekonomian nasional.
Mata uang kripto dapat mengurangi permintaan terhadap rupiah dan mempengaruhi stabilitas ekonomi.
Mata uang kripto meningkatkan nilai rupiah secara langsung.
Penggunaan mata uang kripto sepenuhnya legal di Indonesia.
Berapa persentase transaksi ritel yang dilakukan secara non-tunai di perkotaan pada tahun 2024?
70%
50%
85%
30%
Apa yang dimaksud dengan kedaulatan rupiah?
Kedaulatan rupiah adalah penggunaan mata uang asing di Indonesia.
Kedaulatan rupiah adalah hak individu untuk mencetak uang sendiri.
Kedaulatan rupiah adalah kebijakan untuk menghapuskan mata uang rupiah.
Kedaulatan rupiah adalah hak negara Indonesia untuk mengatur dan menggunakan rupiah sebagai mata uang resmi.
Sebutkan satu dampak positif dari digitalisasi uang!
Mengurangi aksesibilitas layanan keuangan.
Meningkatkan risiko penipuan online.
Meningkatkan efisiensi transaksi keuangan.
Meningkatkan biaya transaksi untuk pengguna.
Apa yang dimaksud dengan ketimpangan digital?
Ketimpangan digital adalah perbedaan akses dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Ketimpangan digital hanya terjadi di negara-negara berkembang.
Ketimpangan digital adalah perbedaan dalam kualitas perangkat keras yang digunakan.
Ketimpangan digital adalah kesenjangan antara pengguna dan non-pengguna internet.
Bagaimana BI dapat menjaga stabilitas moneter di era digital?
Dengan menerapkan kebijakan moneter yang responsif dan meningkatkan pengawasan terhadap sistem keuangan digital.
Dengan mengurangi suku bunga secara drastis.
Dengan membatasi penggunaan teknologi digital dalam transaksi.
Dengan meningkatkan jumlah uang yang beredar tanpa kontrol.
Sebutkan satu contoh teknologi digital yang mempengaruhi transaksi keuangan!
Transfer bank
Dompet digital (e-wallet)
Kartu kredit
Cek fisik
Apa peran dompet digital dalam transaksi non-tunai?
Dompet digital hanya berfungsi untuk belanja offline.
Dompet digital tidak dapat digunakan untuk transaksi internasional.
Dompet digital berperan sebagai alat untuk melakukan transaksi non-tunai dengan aman dan efisien.
Dompet digital hanya digunakan untuk menyimpan uang tunai.
Mengapa penting bagi BI untuk merespons fenomena mata uang kripto?
Untuk mengurangi pengawasan terhadap transaksi keuangan.
Untuk meningkatkan penggunaan mata uang digital di Indonesia.
Agar masyarakat lebih mengenal teknologi blockchain.
Penting bagi BI untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.
Apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penggunaan rupiah di masyarakat?
Meningkatkan edukasi dan insentif penggunaan rupiah.
Mengurangi jumlah uang yang beredar.
Meningkatkan pajak untuk transaksi rupiah.
Meningkatkan penggunaan mata uang asing.
Sebutkan satu tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah terpencil terkait digitalisasi!
Ketersediaan perangkat yang melimpah.
Akses internet yang terbatas.
Sumber daya alam yang melimpah.
Tingkat pendidikan yang tinggi.
Bagaimana pandemi mempengaruhi perilaku transaksi keuangan masyarakat?
Pandemi meningkatkan penggunaan uang tunai secara signifikan.
Pandemi tidak mempengaruhi cara orang bertransaksi.
Pandemi mendorong peralihan ke transaksi digital dan peningkatan kesadaran akan pengelolaan keuangan.
Pandemi menyebabkan penurunan minat masyarakat terhadap investasi.
