wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Sejarah

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Bagaimana cara kerja sistem pengapian CDI?

a)

Menggunakan distributor untuk mengatur waktu pengapian.

b)

Mengumpulkan dan menyimpan energi listrik dalam kapasitor, lalu melepaskannya ke koil pengapian.

c)

Mengandalkan platina untuk memicu percikan api.

d)

Menggunakan sensor hall effect untuk menentukan waktu pengapian.

e)

Mengatur waktu pengapian berdasarkan tekanan udara dalam ruang bakar.

2.

Apa perbedaan utama antara CDI AC dan CDI DC?

a)

CDI AC lebih mahal daripada CDI DC.

b)

CDI DC hanya digunakan pada motor balap.

c)

CDI AC menggunakan arus bolak-balik, sedangkan CDI DC menggunakan arus searah.

d)

CDI AC memiliki ukuran yang lebih besar daripada CDI DC.

e)

CDI DC lebih mudah dipasang daripada CDI AC.

3.

Apa fungsi komponen pulse igniter dalam sistem CDI?

a)

Mengatur tegangan yang masuk ke CDI.

b)

Mendinginkan kapasitor dalam CDI.

c)

Mengirimkan sinyal PWM (Pulse Width Modulation) yang sesuai dengan waktu kerja mesin.

d)

Memperkuat arus yang masuk ke koil pengapian.

e)

Mengatur besar kecilnya percikan api pada busi.

4.

Apa fungsi dari ignition coil dalam sistem CDI?

a)

Mengatur waktu pengapian.

b)

Mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi untuk menghasilkan percikan api pada busi.

c)

Menyimpan energi listrik untuk sistem CDI.

d)

Mengatur campuran bahan bakar dan udara.

e)

Mendinginkan mesin.

5.

Apa yang terjadi jika ignition coil rusak dalam sistem CDI?

a)

Mesin menjadi lebih bertenaga.

b)

Mesin lebih mudah dihidupkan.

c)

Mesin mungkin sulit dinyalakan atau tidak menyala sama sekali.

d)

Konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien.

e)

Sistem pendingin mesin menjadi lebih efektif.

6.

Komponen pengisian pada sistem CDI berfungsi untuk?

a)

Mengatur putaran mesin.

b)

Menghasilkan energi listrik dan disimpan dalam kapasitor CDI.

c)

Mengatur campuran bahan bakar dan udara.

d)

Menyalurkan bahan bakar ke ruang pembakaran.

e)

Mengatur suhu mesin.

7.

Apa yang dimaksud dengan misfire yang disebabkan oleh ignition coil yang rusak?

a)

Mesin bergetar atau berfungsi tidak stabil, mengakibatkan penurunan performa.

b)

Mesin menjadi lebih halus dan bertenaga.

c)

Suara mesin menjadi lebih keras.

d)

Mesin menjadi lebih dingin.

e)

Konsumsi oli menjadi lebih hemat.

8.

Apa dampak dari pengapian yang tidak tepat pada busi?

a)

Busi menjadi lebih awet.

b)

Busi selalu bersih.

c)

Busi cepat kotor atau bahkan rusak.

d)

Busi mengeluarkan api yang lebih besar.

e)

Busi mengeluarkan suara yang lebih nyaring.

9.

Bagaimana pulse igniter memicu percikan api pada busi?

a)

Dengan mengatur tekanan dalam ruang bakar.

b)

Dengan memanaskan elektroda busi.

c)

Dengan mengalihkan arus dari kapasitor ke koil pengapian melalui SCR (Silicon Controlled Rectifier).

d)

Dengan mengatur aliran bahan bakar ke ruang bakar.

e)

Dengan mengatur putaran mesin.

10.

Mengapa segera mengganti ignition coil yang rusak sangat penting?

a)

Untuk meningkatkan tampilan kendaraan.

b)

Untuk menjaga kinerja kendaraan.

c)

Untuk menghemat biaya perawatan.

d)

Untuk mengurangi polusi udara.

e)

Untuk meningkatkan nilai jual kendaraan.

11.

Pada awalnya, sistem pengapian konvensional pada mobil menggunakan mekanisme apa?

a)

Injeksi bahan bakar langsung

b)

Platina dan distributor

c)

Sensor elektronik

d)

Koil ganda

e)

CDI (Capacitor Discharge Ignition)

12.

Kapan sistem pengapian konvensional mulai beralih ke induksi elektromagnetik?

a)

1945

b)

1955

c)

1965

d)

1975

e)

1985

13.

Apa komponen utama yang membedakan sistem pengapian elektronik dari sistem konvensional?

a)

Busi iridium

b)

Koil pengapian

c)

Transistor

d)

Kabel tegangan tinggi

e)

Distributor

14.

Apa keuntungan utama sistem pengapian tanpa dari penggunaan distributor (DIS)?

a)

Biaya perawatan lebih murah

b)

Komponen lebih sederhana

c)

Keandalan tinggi dan efisiensi pengapian

d)

Mudah dalam pemasangan

e)

Ukuran lebih besar

15.

Mengapa sistem pengapian elektronik lebih efisien dibandingkan sistem konvensional?

a)

Karena menggunakan bahan bakar oktan tinggi

b)

Karena menggunakan sensor untuk mengatur waktu pengapian

c)

Karena menggunakan busi berbahan platina

d)

Karena menggunakan distributor

e)

Karena tidak memerlukan perawatan

16.

Apa kekurangan utama dari sistem pengapian tanpa distributor (DIS)?

a)

Tidak efisien dalam pembakaran

b)

Biaya perawatan yang lebih tinggi

c)

Rentan terhadap suhu tinggi

d)

Membutuhkan lebih banyak kabel

e)

Sulit untuk dipasang

17.

Bagaimana perkembangan teknologi pengapian mempengaruhi efisiensi bahan bakar?

a)

Tidak ada pengaruh signifikan

b)

Meningkatkan konsumsi bahan bakar

c)

Meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi konsumsi bahan bakar

d)

Hanya mempengaruhi emisi gas buang

e)

Membuat mesin lebih berisik

18.

Inovasi terbaru dalam teknologi pengapian yang memungkinkan penyesuaian kurva pengapian melalui perangkat lunak adalah?

a)

Sistem pengapian konvensional

b)

CDI Digital Programmable

c)

Sistem pengapian transistor

d)

Sistem pengapian platina

e)

Sistem pengapian induksi

19.

Apa manfaat dari integrasi AI (Artificial Intelligence) dalam sistem pengapian CDI?

a)

Meningkatkan biaya produksi

b)

Mengoptimalkan pengapian berdasarkan pola berkendara pengguna

c)

Mempercepat kerusakan mesin

d)

Membuat sistem menjadi lebih kompleks

e)

Mengurangi efisiensi bahan bakar

20.

Sistem pengapian modern membantu menurunkan emisi gas buang seperti?

a)

Oksigen (O2) dan Nitrogen (N2)

b)

Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC)

c)

Karbon Dioksida (CO2) dan Sulfur Dioksida (SO2)

d)

Helium (He) dan Neon (Ne)

e)

Argon (Ar) dan Kripton (Kr)

21.

Apa keuntungan utama dari sistem pengapian tanpa distributor?

a)

Biaya perawatan yang lebih murah

b)

Waktu pengapian yang lebih presisi

c)

Komponen mekanis yang lebih banyak

d)

Desain yang lebih besar dan berat

e)

Emisi gas buang yang lebih tinggi

22.

Bagaimana cara kerja koil pengapian dalam sistem distributorless?

a)

Mengurangi tegangan listrik dari aki

b)

Mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi untuk percikan api

c)

Mengalirkan arus listrik

23.

imana cara kerja koil pengapian dalam sistem distributorless?

a)

Mengurangi tegangan listrik dari aki

b)

Mengubah tegangan rendah menjadi tegangan tinggi untuk percikan api

c)

Mengalirkan arus listrik langsung ke busi tanpa induksi

d)

Membagi tegangan tinggi secara merata ke semua busi

e)

Mengatur campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar

24.

Apa yang bisa menjadi masalah pada sistem pengapian tanpa distributor?

a)

Komponen mekanis yang cepat aus

b)

Biaya perawatan yang rendah

c)

Kerusakan komponen elektronik

d)

Diagnostik yang mudah tanpa alat khusus

e)

Kualitas sinyal yang selalu stabil

25.

Bagaimana sistem pengapian tanpa distributor mempengaruhi efisiensi bahan bakar?

a)

Mengurangi efisiensi karena komponen yang rumit

b)

Tidak mempengaruhi efisiensi bahan bakar

c)

Meningkatkan efisiensi dengan pengaturan pengapian yang akurat

d)

Menurunkan efisiensi karena risiko misfire yang tinggi

e)

Membutuhkan lebih banyak komponen mekanis sehingga menambah berat kendaraan

26.

Mengapa sistem pengapian tanpa distributor lebih mahal dalam perawatan?

a)

Karena komponen mekanisnya lebih sederhana

b)

Karena komponen elektroniknya lebih rumit dan mahal

c)

Karena tidak memerlukan alat khusus untuk diagnosis

d)

Karena perbaikannya lebih cepat dan mudah

e)

Karena sistem ini lebih tahan lama dan jarang rusak

27.

Apa yang terjadi ketika arus listrik diputus oleh ECU dalam sistem DLI?

a)

Arus listrik terus mengalir ke koil primer

b)

Medan magnet di kumparan primer runtuh, menghasilkan tegangan tinggi

c)

Tegangan rendah langsung dialirkan ke busi

d)

Koil pengapian berhenti berfungsi

e)

Busi tidak mendapatkan percikan api

28.

Apa keuntungan dari penempatan koil langsung di atas busi (coil-on-plug) dalam sistem DLI?

a)

Meningkatkan panjang kabel untuk meningkatkan tegangan

b)

Mengurangi panjang kabel untuk mengurangi kehilangan tegangan

c)

Tidak ada perbedaan dengan penempatan koil yang lain

d)

Memperburuk kualitas percikan api

e)

Mempermudah perawatan koil

29.

Apa yang dimaksud dengan sistem koil pack dalam DLI?

a)

Sistem yang menggunakan banyak koil untuk satu busi

b)

Sistem di mana satu koil dapat melayani dua busi

c)

Sistem yang hanya menggunakan satu koil untuk seluruh mesin

d)

Sistem yang tidak memerlukan koil sama sekali

e)

Sistem yang mengurangi efisiensi pembakaran

30.

Apa yang dapat terjadi jika koil pengapian dalam sistem DLI tidak berfungsi dengan baik?

a)

Mesin menjadi lebih dingin

b)

Overheating yang berpotensi merusak komponen lain

c)

Efisiensi bahan bakar meningkat

d)

Emisi gas buang berkurang

e)

Sistem kelistrikan menjadi lebih stabil

31.

Mengapa waktu pengapian yang presisi penting dalam sistem DLI?

a)

Untuk mengurangi biaya perawatan

b)

Untuk meningkatkan efisiensi

32.

Mengapa waktu pengapian yang presisi penting dalam sistem DLI?

a)

Untuk mengurangi biaya perawatan

b)

Untuk meningkatkan efisiensi pembakaran

c)

Untuk memperlambat proses pembakaran

d)

Untuk membuat mesin lebih berisik

e)

Untuk meningkatkan emisi gas buang

33.

Bagaimana sistem pengapian semi transistor meningkatkan efisiensi pengapian?

a)

Mengurangi tegangan pada koil pengapian

b)

Menggunakan titik kontak konvensional

c)

Mengintegrasikan transistor untuk kontrol arus yang lebih presisi

d)

Meningkatkan keausan platina

e)

Memperpendek durasi percikan api

34.

Apa keuntungan utama sistem pengapian semi transistor dibandingkan sistem konvensional terkait platina?

a)

Meningkatkan arus yang melewati platina

b)

Menghilangkan kebutuhan platina

c)

Mengurangi keausan platina secara signifikan

d)

Mempercepat keausan platina

e)

Tidak ada perbedaan signifikan

35.

Mengapa percikan api pada sistem pengapian semi transistor lebih kuat dan stabil?

a)

Karena menggunakan platina konvensional sepenuhnya

b)

Karena transistor mengendalikan arus primer koil pengapian

c)

Karena tegangan yang dihasilkan lebih rendah

d)

Karena tidak ada komponen elektronik

e)

Karena menggunakan distributor mekanis sepenuhnya

36.

Apa dampak penggunaan transistor pada frekuensi perawatan sistem pengapian?

a)

Meningkatkan frekuensi perawatan platina

b)

Tidak ada dampak pada frekuensi perawatan

c)

Mengurangi frekuensi perawatan platina

d)

Menghilangkan kebutuhan perawatan

e)

Mempercepat penggantian koil pengapian

37.

Bagaimana sistem pengapian semi transistor meningkatkan efisiensi bahan bakar?

a)

Mengurangi percikan api

b)

Pembakaran bahan bakar yang lebih efisien

c)

Meningkatkan emisi gas buang

d)

Menggunakan bahan bakar lebih banyak

e)

Mengurangi kompresi mesin

38.

Bagaimana transistor mempengaruhi pengaturan waktu pengapian?

a)

Membuat pengaturan waktu pengapian menjadi tetap

b)

Tidak mempengaruhi pengaturan waktu pengapian

c)

Memberikan pengaturan waktu pengapian yang lebih fleksibel

d)

Mempercepat waktu pengapian

e)

Memperlambat waktu pengapian

39.

Apa peran transistor dalam mengurangi keausan platina?

a)

Meningkatkan arus yang melewati platina

b)

Tidak ada peran

c)

Sebagai pemicu sinyal sehingga arus besar tidak melewati platina

d)

Menghilangkan platina

e)

Mempercepat keausan platina

40.

Bagaimana sistem pengapian semi transistor mempengaruhi emisi gas buang?

a)

Meningkatkan emisi gas buang

b)

Tidak mempengaruhi emisi gas buang

c)

Mengurangi emisi gas buang

d)

Hanya mempengaruhi emisi CO2

e)

Hanya mempengaruhi emisi NOx

41.

Mengapa pembakaran pada sistem pengapian semi transistor lebih sempurna?

a)

Karena percikan api lebih lemah

b)

Karena menggunakan platina konvensional

c)

Karena percikan api lebih kuat dan stabil

d)

Karena tidak ada percikan api

e)

Karena menggunakan busi standar

42.

Apa pengaruh sistem pengapian Waste Spark pada emisi gas buang?

a)

Meningkatkan emisi gas buang

b)

Tidak mempengaruhi emisi gas buang

c)

Mengurangi emisi gas buang karena pembakaran lebih sempurna

d)

Hanya mempengaruhi emisi HC

e)
43.

Apa pengaruh teknologi Spark pada emisi gas buang?

a)

Meningkatkan emisi gas buang

b)

Tidak mempengaruhi emisi gas buang

c)

Mengurangi emisi gas buang karena pembakaran lebih sempurna

d)

Hanya mempengaruhi emisi HC

e)

Hanya mempengaruhi emisi partikulat

44.

Siapakah penemu sepeda motor pertama yang menggunakan tenaga uap?

a)

Gottlieb Daimler

b)

Thomas Davenport

c)

Pierre Michaux

d)

Thomas Edison

e)

Thomas Parker

45.

Kapan Thomas Parker berkontribusi pada pengembangan salah satu kendaraan listrik fungsional paling awal di Wolverhampton, Inggris?

a)

1834

b)

1867

c)

1873

d)

1884

e)

1885

46.

Teknologi baterai apa yang mendorong inovasi dalam motor dan sistem kontrol sepeda listrik pada akhir 1990-an dan awal 2000-an?

a)

Baterai Nikel-Kadmium

b)

Baterai Asam Timbal

c)

Baterai Lithium-Ion

d)

Baterai Nikel-Metal Hidrida

e)

Baterai Solid-State

47.

Apa yang menjadi standar dalam industri kendaraan listrik karena memberikan kombinasi optimal antara kapasitas energi, kepadatan daya, dan siklus hidup baterai?

a)

Baterai Nikel-Kadmium

b)

Baterai Asam Timbal

c)

Baterai Lithium-Ion

d)

Baterai Nikel-Metal Hidrida

e)

Baterai Solid-State

48.

Apa target pemerintah Indonesia terkait konversi kendaraan bermesin motor bakar ke kendaraan berbasis baterai pada tahun 2030 untuk sepeda motor?

a)

2.000.000 unit

b)

5.000.000 unit

c)

8.000.000 unit

d)

10.000.000 unit

e)

13.000.000 unit

49.

Apa salah satu inovasi terbaru dalam teknologi kelistrikan sepeda motor yang memungkinkan pengisian penuh baterai dalam waktu singkat?

a)

Sistem Konektivitas Cerdas

b)

Sistem Kelistrikan Berbasis Elektronik

c)

Baterai Intercellar

d)

MAKA Fast Charging Station

e)

Motor AC

50.

Dalam inovasi MAKA Fast Charging Station, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh baterai sepeda motor listrik sehingga dapat menempuh jarak 20 km?

a)

5 menit

b)

8 menit

c)

10 menit

d)

12 menit

e)

15 menit