wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tryout CBT 17 Maret 2025

Total questions: 100

Worksheet time: 2hrs 27mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 5 mg/dL, urea 150 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Gagal ginjal akut

b)

Gagal ginjal kronis

c)

Penyakit ginjal polikistik

d)

Nefritis

e)

Sindrom nefrotik

2.

Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 3 mg/dL, urea 100 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Hemodialisis

b)

Dialisis peritoneal

c)

Transplantasi ginjal

d)

Pengobatan konservatif dengan obat-obatan

e)

Pengobatan dengan insulin

3.

Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 6 mg/dL, urea 180 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Kardiomiopati

b)

Ensefalopati

c)

Nefropati

d)

Osteodistrofi

e)

Anemia

4.

Seorang pasien Wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan berat badan menurun, kulit kering dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSHs < 0.01 mU/L, fT4 25 ng/dl dan fT3 4.5 pg/ml. Apa pengobatan yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Metimazol

b)

Propiltiourasil

c)

Beta blocker

d)

Tiriodectomy

e)

Iodium radioaktif

5.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 2 mg/dL, urea 80 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit ginjal polikistik. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?

a)

USG Ginjal

b)

CT Scan Ginjal

c)

Pemeriksaan Darah Lengkap

d)

Biopsi Ginjal

e)

Pemeriksaan Urin Lengkap

6.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 4 mg/dL, urea 120 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Mengonsumsi makanan yang seimbang

b)

Berolahraga secara teratur

c)

Mengurangi konsumsi garam

d)

Mengurangi konsumsi gula

e)

Menggunakan suplemen vitamin dan mineral

7.

Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 10 mU/L, FT4 0,5 ng/dL, dan FT3 1,5 pg/mL. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Hipotiroidisme primer

b)

Hipotiroidisme sekunder

c)

Tiroiditis

d)

Kanker tiroid

e)

Penyakit Addison

8.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 15 mU/L, FT4 0,3 ng/dL, dan FT3 1,2 pg/mL. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Levotiroksin

b)

Liotironin

c)

Tiroid ekstrak

d)

Iodium suplemen

e)

Operasi tiroid

9.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 8 mU/L, FT4 0,6 ng/dL, dan FT3 1,8 pg/mL. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Koma hipotiroid

b)

Krisis tiroid

c)

Osteoporosis

d)

Penyakit Jantung

e)

Kanker Tiroid

10.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 12 mU/L, FT4 0,4 ng/dL, dan FT3 1,4 pg/mL. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?

a)

USG tiroid

b)

Scintigrafi tiroid

c)

Biopsi tiroid

d)

Pemeriksaan darah lengkap

e)

EKG

11.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 10 mU/L, FT4 0,5 ng/dL, dan FT3 1,5 pg/mL. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Mengonsumsi makanan yang kaya akan yodium

b)

Menghindari makanan yang kaya akan gluten

c)

Berolahraga secara teratur

d)

Mengurangi stres

e)

Menggunakan suplemen vitamin dan mineral

12.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan tidur. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Sakit kepala tension

b)

Depresi mayor

c)

Gangguan kecemasan

d)

Somatisasi

e)

Konversi

13.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit jantung atau paru-paru. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam. Apa pengobatan yang bpaling efektif untuk pasien ini ?

a)

Terapi kognitif-behavioral

b)

Terapi relaksasi

c)

Terapi keluarga

d)

Pengobatan anti-kecemasan

e)

Pengobatan anti-depresi

14.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kesulitan tidur, dan nyeri otot. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Depresi mayor

b)

Gangguan kecemasan

c)

Somatisasi

d)

Konversi

e)

Penyakit organik yang tidak terdeteksi

15.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri punggung, kelelahan, dan kesulitan tidur. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan fisik lengkap

b)

Pemeriksaan laboratorium lengkap

c)

Pemeriksaan psikologis

d)

Pemeriksaan radiologi

e)

Pemeriksaan neurologis

16.

Seorang pasien wanita berusia 35 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kesulitan tidur, dan nyeri otot. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Mengonsumsi makanan yang seimbang

b)

Berolahraga secara teratur

c)

Mengurangi stres dengan teknik relaksasi

d)

Mengubah pola tidur

e)

Menggunakan suplemen vitamin dan mineral

17.

Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Ulcerative colitis

b)

Crohn's disease

c)

Infeksi usus

d)

Kanker usus besar

e)

Penyakit celiac

18.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Aminosalisilat

b)

Kortikosteroid

c)

Imunomodulator

d)

Anti-TNF

e)

Operasi usus besar

19.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Kanker usus besar

b)

Penyakit hati

c)

Osteoporosis

d)

Anemia

e)

Infeksi oportunis

20.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?

a)

Kolonoskopi

b)

Biopsi usus besar

c)

Pemeriksaan darah lengkap

d)

Pemeriksaan urin lengkap

e)

Pemeriksaan radiologi

21.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Mengonsumsi makanan yang seimbang

b)

Berolahraga secara teratur

c)

Mengurangi stres dengan teknik relaksasi

d)

Menghindari makanan yang pedas

e)

Menggunakan suplemen vitamin dan mineral

22.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada lambung. Biopsi lambung menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Gastritis kronis

b)

Ulkus peptikum

c)

Kanker lambung

d)

Penyakit refluks gastroesofagus

e)

Penyakit celiac

23.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Aminosalisilat

b)

Kortikosteroid

c)

Imunomodulator

d)

Anti-TNF

e)

Operasi usus besar

24.

Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Kanker pankreas

b)

Diabetes melitus

c)

Penyakit hati

d)

Osteoporosis

e)

Infeksi oportunis

25.

Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?

a)

Kolonoskopi

b)

Biopsi usus besar

c)

Pemeriksaan darah lengkap

d)

Pemeriksaan urin lengkap

e)

Pemeriksaan radiologi

26.

Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada lambung. Biopsi lambung menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Mengonsumsi makanan yang seimbang

b)

Berolahraga secara teratur

c)

Mengurangi stres dengan teknik relaksasi

d)

Menghindari makanan yang pedas

e)

Menggunakan suplemen vitamin dan mineral

27.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 180/120 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Hipertensi esensial

b)

Hipertensi sekunder

c)

Hipertensi maligna

d)

Hipertensi pulmonal

e)

Hipertensi portal

28.

Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/100 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit ginjal kronis. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Diuretik

b)

ACE inhibitor

c)

Beta blocker

d)

Kalsium antagonist

e)

Pengobatan dengan obat-obatan anti-hipertensi lainnya

29.

Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 200/140 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Serangan jantung

b)

Stroke

c)

Gagal ginjal

d)

Penyakit jantung kongestif

e)

Kematian mendadak

30.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?

a)

Elektrokardiogram (EKG)

b)

Ekokardiogram

c)

Pemeriksaan darah lengkap

d)

Pemeriksaan urin lengkap

e)

Pemeriksaan funduskopi

31.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/100 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?

a)

Mengonsumsi makanan yang seimbang

b)

Berolahraga secara teratur

c)

Mengurangi konsumsi garam

d)

Mengurangi konsumsi gula

e)

Menggunakan suplemen vitamin dan mineral

32.

Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk berdarah, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya massa tumor pada paru-paru. Biopsi paru-paru menunjukkan adanya sel-sel kanker jenis adenokarsinoma. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Kanker paru sel kecil

b)

Kanker paru sel tidak kecil

c)

Adenokarsinoma paru

d)

Squamous cell carcinoma paru

e)

Kanker paru metastatik

33.

Seorang pasien wanita berusia 65 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kronis, dan produksi sputum yang berlebihan. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC < 0,7. Pasien tersebut memiliki riwayat merokok selama 30 tahun. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

PPOK

b)

Asma

c)

Bronkitis kronis

d)

Emfisema

e)

Penyakit paru lainnya

34.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kronis, dan produksi sputum yang berlebihan. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC < 0,7. Pasien tersebut memiliki riwayat merokok selama 20 tahun dan memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Bronkodilator

b)

Kortikosteroid

c)

Anti-muskolinik

d)

Vaksinasi influenza

e)

Terapi oksigen

35.

Seorang pasien pria berusia 70 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kronis, dan produksi sputum yang berlebihan. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC < 0,7. Pasien tersebut memiliki riwayat merokok selama 40 tahun dan memiliki riwayat penyakit paru lainnya. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Kegagalan pernapasan

b)

Penyakit jantung koroner

c)

Stroke

d)

Kanker paru

e)

Penyakit ginjal kronis

36.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kronis, produksi sputum yang berlebihan, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya dilatasi bronkus yang ireguler. Pasien tersebut memiliki riwayat infeksi paru berulang. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)
Bronkiektasis
b)

Bronkitis kronis

c)

Emfisema

d)

Asma

e)

Penyakit paru lainnya

37.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kronis, produksi sputum yang berlebihan, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya dilatasi bronkus yang irreguler. Pasien tersebut memiliki riwayat infeksi paru berulang dan memiliki riwayat keluarga dengan bronkiektasis. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Antibiotik

b)

Bronkodilator

c)

Kortikosteroid

d)

Fisioterapi dada

e)

Operasi

38.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kronis, produksi sputum yang berlebihan, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya dilatasi bronkus yang irreguler. Pasien tersebut memiliki riwayat infeksi paru berulang dan memiliki riwayat keluarga dengan bronkiektasis. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Kegagalan pernapasan

b)

Penyakit jantung koroner

c)

Stroke

d)

Kanker paru

e)

Hemoptisis masif

39.

Seorang pasien pria berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Penyakit jantung koroner

b)

Kardiomiopati

c)

Aritmia jantung

d)

Penyakit katup jantung

e)

Penyakit perikardium

40.

Seorang pasien wanita berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Angioplasti koroner

b)

Operasi bypass koroner

c)

Pengobatan dengan obat-obatan anti-platelet

d)

Pengobatan dengan obat-obatan anti-hipertensi

e)

Pengobatan dengan obat-obatan anti-diabetes

41.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Serangan jantung

b)

Gagal jantung

c)

Aritmia jantung

d)

Penyakit serebrovaskuler

e)

Kematian mendadak

42.

Seorang pasien pria berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?

a)

Aterosklerosis pada arteri koroner

b)

Vasokonstriksi pada arteri koroner

c)

Vasodilasi pada arteri koroner

d)

Peradangan pada arteri koroner

e)

Trombosis pada arteri koroner

43.

Seorang pasien wanita berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa peran dari lipid dalam patofisiologi penyakit jantung koroner pada pasien ini?

a)

Meningkatkan produksi kolesterol

b)

Meningkatkan produksi trigliserida

c)

Meningkatkan produksi LDL

d)

Meningkatkan produksi HDL

e)

Meningkatkan produksi VLDL

44.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa peran dari stres oksidatif dalam patofisiologi penyakit jantung koroner pada pasien ini?

a)

Meningkatkan produksi radikal bebas

b)

Meningkatkan produksi antioksidan

c)

Meningkatkan produksi enzim antioksidan

d)

Meningkatkan produksi stres oksidatif

e)

Meningkatkan produksi peroksida lipid

45.

Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 5 mg/dL, urea 150 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus dan hipertensi. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?

a)

Kerusakan nefron ginjal karena diabetes melitus

b)

Kerusakan nefron ginjal karena hipertensi

c)

Kerusakan nefron ginjal karena infeksi

d)

Kerusakan nefron ginjal karena toksin

e)

Kerusakan nefron ginjal karena penyakit ginjal polikistik

46.

Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 3 mg/dL, urea 100 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi dan memiliki riwayat keluarga dengan gagal ginjal. Apa peran dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) dalam patofisiologi gagal ginjal pada pasien ini?

a)

Meningkatkan produksi renin

b)

Meningkatkan produksi angiotensin II

c)

Meningkatkan produksi aldosteron

d)

Mengurangi produksi renin

e)

Mengurangi produksi angiotensin II

47.

Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 6 mg/dL, urea 180 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus, hipertensi, dan memiliki riwayat keluarga dengan gagal ginjal. Apa peran dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) dalam patofisiologi gagal ginjal pada pasien ini?

a)

Meningkatkan produksi renin

b)

Meningkatkan produksi angiotensin II

c)

Meningkatkan produksi aldosteron

d)

Mengurangi produksi renin

e)

Mengurangi produksi angiotensin II

48.

Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia akut limfoblastik (ALL) pada sumsum tulang. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?

a)

Mutasi genetik pada sel-sel hematopoietik

b)

Kerusakan pada sumsum tulang

c)

Infeksi pada sumsum tulang

d)

Kerusakan pada sistem imun

e)

Kerusakan pada sistem koagulasi

49.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia kronis limfositik (CLL) pada sumsum tulang. Apa peran dari protein BCL-2 dalam patofisiologi leukemia kronis pada pasien ini?

a)

Meningkatkan apoptosis pada sel-sel leukemia

b)

Mengurangi apoptosis pada sel-sel leukemia

c)

Meningkatkan proliferasi pada sel-sel leukemia

d)

Mengurangi proliferasi pada sel-sel leukemia

e)

Tidak memiliki peran dalam patofisiologi leukemia kronis

50.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia akut mieloid (AML) pada sumsum tulang. Apa peran dari gen PML-RARα dalam patofisiologi leukemia akut mieloid pada pasien ini?

a)

Meningkatkan ekspresi gen tumor supresor

b)

Mengurangi ekspresi gen tumor supresor

c)

Meningkatkan proliferasi pada sel-sel leukemia

d)

Mengurangi proliferasi pada sel-sel leukemia

e)

Tidak memiliki peran dalam patofisiologi leukemia akut mieloid

51.

Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia akut limfoblastik (ALL) pada sumsum tulang. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Kemoterapi induksi dengan vincristine, prednisone, dan L-asparaginase

b)

Kemoterapi konsolidasi dengan metotreksat dan sitarabin

c)

Transplantasi sumsum tulang allogenik

d)

Terapi target molekuler dengan imatinib

e)

Pengobatan suportif dengan transfusi darah dan antibiotik

52.

Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia kronis limfositik (CLL) pada sumsum tulang. Apa kriteria yang digunakan untuk menentukan stadium penyakit CLL pada pasien ini?

a)

A) Sistem staging Rai

b)

B) Sistem staging Ann Arbor

c)

C) Sistem staging TNM

d)

D) Sistem staging Dukes

e)

E) Sistem staging FIGO

53.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin (Hb) 8 g/dL, hematokrit (Hct) 24%, dan indeks eritrosit yang rendah. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan diagnosis anemia defisiensi besi pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan kadar feritin serum

b)

Pemeriksaan kadar besi serum

c)

Pemeriksaan kadar transferin serum

d)

Pemeriksaan indeks eritrosit

e)

Pemeriksaan sumsum tulang

54.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9 g/dL, Hct 27%, dan indeks eritrosit yang rendah. Pasien tersebut memiliki riwayat perdarahan gastrointestinal. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Pemberian suplemen besi oral

b)

Pemberian suplemen besi parenteral

c)

Transfusi darah

d)

Pemberian anti-asid

e)

Pemberian obat anti-perdarahan

55.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7 g/dL, Hct 21%, dan indeks eritrosit yang rendah. Pasien tersebut memiliki riwayat menstruasi berat. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan penyebab anemia defisiensi besi pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan kadar feritin serum

b)

Pemeriksaan kadar besi serum

c)

Pemeriksaan kadar transferin serum

d)

Pemeriksaan indeks eritrosit

e)

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) pelvis

56.

Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin (Hb) 8 g/dL, hematokrit (Hct) 24%, dan indeks eritrosit yang rendah. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan diagnosis anemia defisiensi besi pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan Coombs langsung

b)

Pemeriksaan Coombs tidak langsung

c)

Pemeriksaan retikulosit

d)

Pemeriksaan bilirubin

e)

Pemeriksaan sumsum tulang

57.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7 g/dL, Hct 21%, dan bilirubin tidak terkonjugasi yang meningkat. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit autoimun. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Pemberian steroid

b)

Pemberian imunoglobulin

c)

Pemberian obat anti-anemia

d)

Transfusi darah

e)

Splenektomi

58.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 6 g/dL, Hct 18%, dan bilirubin tidak terkonjugasi yang meningkat. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit malaria. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan penyebab anemia hemolitik pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan darah tepi

b)

Pemeriksaan sumsum tulang

c)

Pemeriksaan PCR untuk malaria

d)

Pemeriksaan serologi untuk malaria

e)

Pemeriksaan Coombs langsung

59.

Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien tersebut juga mengalami mual dan muntah. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia dan leukopenia. Apa diagnostik yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Pemeriksaan serologi untuk antibodi anti-dengue

b)

Pemeriksaan PCR untuk RNA virus dengue

c)

Pemeriksaan isolasi virus dengue

d)

Pemeriksaan trombosit dan leukosit

e)

Kombinasi dari beberapa pemeriksaan di atas

60.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien tersebut juga mengalami perdarahan gusi dan hidung. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia dan leukopenia. Apa kriteria yang digunakan untuk menentukan diagnosis DHF pada pasien ini?

a)

Demam tinggi, trombositopenia, dan leukopenia

b)

Demam tinggi, trombositopenia, dan perdarahan

c)

Demam tinggi, leukopenia, dan perdarahan

d)

Demam tinggi, trombositopenia, leukopenia, dan perdarahan

e)

Demam tinggi, trombositopenia, leukopenia, perdarahan, dan sindrom renjatan

61.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien tersebut juga mengalami perdarahan gusi dan hidung. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia dan leukopenia. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini jika didiagnosis dengan DHF?

a)

Pemberian cairan intravena untuk menggantikan cairan yang hilang

b)

Pemberian obat anti-piretik untuk mengurangi demam

c)

Pemberian obat anti-perdarahan untuk menghentikan perdarahan

d)

Pemberian trombosit dan leukosit untuk menggantikan sel-sel darah yang hilang

e)

Kombinasi dari beberapa penatalaksanaan di atas dan pemantauan ketat di ruang ICU

62.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam, kelelahan, dan nyeri sendi. Pasien tersebut juga mengalami ruam kulit pada wajah dan lengan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, leukopenia, dan peningkatan kadar anti-nuklear antibodi (ANA). Apa kriteria yang digunakan untuk menentukan diagnosis SLE pada pasien ini?

a)

Kriteria American College of Rheumatology (ACR)

b)

Kriteria Sistem Internasional untuk Klasifikasi Penyakit (ICD)

c)

Kriteria Klasifikasi Penyakit Autoimun (ICAP)

d)

Kriteria lainnya

e)

Kombinasi dari beberapa kriteria di atas

63.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam, kelelahan, dan nyeri sendi. Pasien tersebut juga mengalami gagal ginjal dan peningkatan kadar kreatinin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar anti-DNA antibodi dan peningkatan kadar komplemen. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Pemberian kortikosteroid

b)

Pemberian imunosupresan

c)

Pemberian anti-inflamasi non-steroid (AINS)

d)

Pemberian obat anti-hipertensi

e)

Kombinasi dari beberapa penatalaksanaan di atas

64.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam, kelelahan, dan nyeri sendi. Pasien tersebut juga mengalami ruam kulit pada wajah dan lengan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, leukopenia, dan peningkatan kadar anti-nuklear antibodi (ANA). Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Gagal ginjal

b)

Gagal jantung

c)

Infeksi oportunistik

d)

Kanker

e)

Kombinasi dari beberapa komplikasi di atas

65.

Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan tidur. Pasien tersebut juga mengalami stres dan kecemasan akibat pekerjaan yang menekan. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?

a)

Aktivasi sistem saraf simpatik dan peningkatan kadar nor-adrenalin

b)

Aktivasi sistem saraf parasimpatik dan peningkatan kadar kolinesterase

c)

Peningkatan kadar kortisol dan aktivasi sistem hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA)

d)

Penurunan kadar dopamin dan aktivasi sistem dopaminergik

e)

Kombinasi dari beberapa patofisiologi di atas

66.

Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit perut, diare, dan kesulitan menelan. Pasien tersebut juga mengalami stres dan kecemasan akibat masalah keluarga. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?

a)

Peningkatan kadar asam lambung dan nonaktivasi sistem gastrokolik

b)

Peningkatan kadar gastrin dan aktivasi sistem gastroenteropankreatik

c)

Ppenurunan kadar kortisol dan aktivasi sistem HPA

d)

Penurunan kadar serotonin dan aktivasi sistem serotoninergik

e)

Kombinasi dari beberapa patofisiologi di atas

67.

Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit dada, sesak napas, dan palpitasi. Pasien tersebut juga mengalami stres dan kecemasan akibat pekerjaan yang menekan. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?

a)

Serangan jantung

b)

Gagal jantung

c)

Hipertensi

d)

Gangguan ritme jantung

e)

Kombinasi dari beberapa komplikasi di atas

68.

Seorang wanita berusia 75 tahun datang ke klinik dengan keluhan mudah lelah, sering pusing, dan merasa cemas. Ia juga merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti memasak dan mencuci pakaian. Pasien mengatakan bahwa ia sering merasa bingung saat berada di tempat umum dan mengalami penurunan nafsu makan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mencurigai adanya sindrom geriatri. Dari gejala yang ada, sindrom geriatri manakah yang paling mungkin dialami oleh pasien ini?

a)

Sindrom disfungsi kognitif

b)

Sindrom jatuh

c)

Sindrom depresi

d)

Sindrom malnutrisi

e)

Sindrom inkontinensia urin

69.

Seorang pria berusia 80 tahun mengeluh merasa tidak stabil saat berjalan dan sering terjatuh. Ia juga mengaku merasa lemah dan tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas fisik, padahal ia sebelumnya aktif berjalan setiap hari. Pasien juga melaporkan kesulitan untuk bangun dari tempat tidur pada pagi hari dan merasa takut untuk berjalan tanpa bantuan. Berdasarkan keluhan tersebut, sindrom geriatri manakah yang paling mendekati kondisi pasien ini?

a)

Sindrom disfungsi kognitif

b)

Sindrom jatuh

c)

Sindrom malnutrisi

d)

Sindrom depresi

e)

Sindrom inkontinensia urin

70.

Seorang pria berusia 78 tahun datang dengan keluhan sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil dan merasa tidak bisa menahan buang air kecil pada siang hari. Ia juga mengeluhkan kesulitan dalam mengontrol kandung kemih, terutama saat beraktivitas fisik atau tertawa. Berdasarkan gejala ini, sindrom geriatri manakah yang paling tepat untuk kondisi pasien ini?

a)

Sindrom disfungsi kognitif

b)

Sindrom inkontinensia urin

c)

Sindrom jatuh

d)

Sindrom depresi

e)

Sindrom malnutrisi

71.

Seorang wanita berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan sering merasa haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Dia juga mengeluh mudah lelah dan penglihatannya kabur. Dokter mencurigai adanya diabetes mellitus. Apa tes diagnostik yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis diabetes mellitus pada pasien ini?

a)

Tes glukosa darah puasa (FPG)

b)

Tes toleransi glukosa oral (OGTT)

c)

Tes hemoglobin A1c (HbA1c)

d)

Tes glukosa darah acak

e)

Tes fungsi ginjal

72.

Seorang pria berusia 50 tahun dengan obesitas datang dengan keluhan sering merasa lapar meskipun sudah makan, merasa lemas, dan memiliki riwayat keluarga dengan diabetes mellitus tipe 2. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe 2?

a)

Penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas

b)

Peningkatan penggunaan glukosa oleh sel otot dan hati

c)

Resistensi terhadap aksi insulin di sel tubuh akibat gangguan pada reseptor insulin

d)

Gangguan metabolisme lemak yang mengurangi kadar trigliserida dalam darah

e)

Penurunan fungsi ginjal yang menyebabkan penurunan ekskresi glukosa

73.

Seorang pria berusia 60 tahun dengan diagnosis diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terkontrol datang ke klinik dengan keluhan luka pada kaki yang sulit sembuh dan kesemutan di tangan. Pemeriksaan menunjukkan kadar glukosa darah puasa 250 mg/dL. Apa langkah penatalaksanaan awal yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Menetapkan terapi insulin jangka panjang

b)

Menstabilkan kadar glukosa darah dengan pemberian obat anti-diabetes oral

c)

Memberikan antibiotik untuk infeksi luka

d)

Melakukan amputasi pada kaki yang terkena infeksi

e)

Menghentikan semua obat yang sudah digunakan pasien

74.

Seorang pria berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan pembengkakan pada kedua kaki, mudah lelah, dan nafsu makan yang menurun. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan edema periorbital dan pada kedua tungkai. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kreatinin serum 2,5 mg/dL dan urea darah 40 mg/dL. Berdasarkan gejala dan hasil laboratorium, apa tes lanjutan yang paling tepat untuk mengonfirmasi diagnosis penyakit ginjal kronik?

a)

Tes glukosa darah puasa

b)

Pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (GFR)

c)

Pemeriksaan urin lengkap

d)

Pemeriksaan elektrolit darah

e)

Pemeriksaan ultrasonografi ginjal

75.

Seorang pasien dengan hipertensi berat selama 10 tahun terakhir datang dengan keluhan pembengkakan pada kaki dan sesak napas. Pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 160/95 mmHg dan kadar kreatinin 3,0 mg/dL. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan progresi penyakit ginjal kronik pada pasien ini?

a)

Peningkatan glomerular filtration rate (GFR)

b)

Hipertensi menyebabkan kerusakan endotel ginjal dan gangguan autoregulasi

c)

Gangguan aliran darah ke ginjal akibat vasokonstriksi

d)

Penurunan ekskresi natrium melalui ginjal

e)

Peningkatan kadar kolesterol yang menyebabkan glomerulosklerosis

76.

Seorang wanita berusia 60 tahun dengan penyakit ginjal kronik stadium 4, yang disebabkan oleh hipertensi tidak terkontrol, datang untuk pemeriksaan rutin. Hasil tes menunjukkan kadar kreatinin 3,2 mg/dL dan GFR 25 mL/menit/1,73 m². Apa langkah penatalaksanaan yang paling tepat untuk mengelola kondisi pasien ini?

a)

Menambah dosis diuretik untuk mengurangi edema

b)

Menurunkan tekanan darah dan mengontrol kadar gula darah jika ada diabetes

c)

Memberikan terapi antibiotik untuk mencegah infeksi ginjal

d)

Menyusun rencana untuk hemodialisis segera

e)

Memberikan suplemen vitamin D dan kalsium untuk mencegah osteoporosis

77.

Seorang pria berusia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada yang tajam dan menjalar ke lengan kiri sejak 30 menit yang lalu. Pasien juga merasa mual dan pusing. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 130/85 mmHg, nadi 100 bpm, dan takikardia. EKG menunjukkan elevasi segmen ST pada lead II, III, dan aVF. Apa diagnosa awal yang paling mungkin berdasarkan gejala dan temuan ini?

a)

Angina stabil

b)

Infark miokardium akut (IMA)

c)

Emboli paru

d)

Diseksi aorta

e)

Perikarditis akut

78.

Seorang pasien dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol datang dengan keluhan nyeri dada hebat yang menjalar ke punggung dan perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 180/100 mmHg, nadi 110 bpm, dan ekstremitas yang dingin. CT scan menunjukkan adanya diseksi aorta dengan pemisahan lapisan intima dan media. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan diseksi aorta?

a)

Peningkatan tekanan darah menyebabkan robekan pada lapisan intima aorta

b)

Peradangan pada dinding aorta mengakibatkan penipisan dinding

c)

Pembekuan darah dalam lumen aorta menyebabkan pembentukan trombus

d)

Endotelium yang rusak menyebabkan vasokonstriksi berlebihan

e)

Penurunan elastisitas aorta menyebabkan pecahnya lapisan media

79.

Seorang wanita berusia 60 tahun dengan riwayat diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi datang dengan keluhan sesak napas hebat, batuk berdahak, dan demam sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan takipnea, perkusi dada redup, dan suara napas bronkial pada area bawah paru-paru kiri. Rontgen dada menunjukkan adanya infiltrat lobus inferior kiri. Apa penatalaksanaan pertama yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Memberikan antibiotik spektrum luas dan oksigenasi dengan masker

b)

Menyediakan ventilasi mekanis segera untuk mendukung pernapasan

c)

Memberikan diuretik untuk mengurangi beban paru-paru

d)

Memberikan antitusive untuk mengurangi batuk yang mengganggu

e)

Memberikan terapi bronkodilator untuk membuka saluran udara

80.

Seorang pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang berlangsung selama dua bulan. Pasien juga melaporkan adanya demam, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening di servikal dan aksila. Biopsi kelenjar getah bening menunjukkan sel Reed-Sternberg. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?

a)

Limfoma Non-Hodgkin

b)

Limfoma Hodgkin

c)

Infeksi mononukleosis

d)

Kanker nasofaring

e)

Tuberkulosis limfadenitis

81.

Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher dan perut. Selain itu, ia juga mengeluh demam, penurunan berat badan, dan sering merasa lelah. Pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening menunjukkan proliferasi sel limfosit B. Apa mekanisme patofisiologi utama yang terlibat dalam perkembangan limfoma non-Hodgkin?

a)

Aktivasi abnormal sel T yang menyebabkan reaksi inflamasi kronis

b)

Proliferasi sel B yang mengalami mutasi genetik, meningkatkan pembelahan sel

c)

Defisiensi imunoglobulin yang mengarah pada infeksi kronis dan mutasi sel

d)

Perubahan ekspresi gen pada sel-sel B yang meningkatkan resistensi terhadap apoptosis

e)

Kelebihan produksi sitokin inflamasi yang mengarah pada proliferasi limfosit T

82.

Seorang pria berusia 25 tahun didiagnosis dengan limfoma Hodgkin stadium I setelah dilakukan biopsi kelenjar getah bening. Dokter merekomendasikan pengobatan untuk pasien ini. Apa langkah penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Terapi radiasi lokal pada area yang terlibat

b)

Pemberian kemoterapi neoadjuvan dengan kombinasi obat sitotoksik

c)

Pengamatan tanpa terapi hingga gejala semakin parah

d)

Pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi yang mendasari

e)

Pemberian terapi imunoglobulin untuk meningkatkan kekebalan tubuh

83.

Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat keluhan pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa lelah datang ke rumah sakit. Pemeriksaan biopsi menunjukkan limfoma non-Hodgkin dengan subtipe limfositik. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Pengobatan radiasi pada kelenjar getah bening yang membesar

b)

Pemberian kemoterapi sistemik dengan regimen CHOP (Cyclophosphamide, Doxorubicin, Vincristine, Prednisolone)

c)

Pengamatan dan observasi tanpa pengobatan tambahan

d)

Terapi imunoterapi dengan pembrolizumab

e)

Pemberian antibiotik untuk infeksi sekunder yang mungkin terjadi

84.

Seorang wanita berusia 40 tahun datang dengan keluhan pembengkakan kelenjar getah bening yang semakin membesar selama beberapa minggu terakhir. Dokter mencurigai limfoma dan meminta pemeriksaan lanjutan. Apa perbedaan utama antara limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin yang dapat membantu dalam diagnosa?

a)

Limfoma Hodgkin hanya mempengaruhi kelenjar getah bening di bagian atas tubuh, sedangkan limfoma non-Hodgkin mempengaruhi seluruh tubuh

b)

Limfoma Hodgkin memiliki sel Reed-Sternberg sebagai penanda khas, sementara limfoma non-Hodgkin tidak

c)

Limfoma non-Hodgkin lebih sering ditemukan pada usia muda, sedangkan limfoma Hodgkin lebih sering pada usia tua

d)

Limfoma Hodgkin lebih sering terjadi pada wanita, sedangkan limfoma non-Hodgkin pada pria

e)

Limfoma Hodgkin biasanya tidak merespon terhadap kemoterapi, sementara limfoma non-Hodgkin merespon dengan baik

85.

Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan adanya benjolan di payudara kanan yang dirasakannya sejak dua bulan lalu. Benjolan tersebut keras, tidak bergerak, dan tidak nyeri. Tidak ada riwayat nyeri payudara atau keluarnya cairan dari puting. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan pada kuadran atas luar payudara kanan. Mammografi dan ultrasonografi payudara menunjukkan adanya massa padat. Apa pemeriksaan lanjutan yang paling tepat untuk memastikan diagnosis?

a)

Biopsi jarum halus (FNA) dari massa payudara

b)

MRI payudara untuk mengevaluasi jaringan lebih lanjut

c)

Pemeriksaan darah untuk kadar hormon estrogen

d)

Pemeriksaan kultur cairan payudara untuk bakteri

e)

Tes genetik untuk BRCA1 dan BRCA2

86.

Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan benjolan di payudara kanan. Riwayat keluarga menunjukkan adanya kanker payudara pada ibunya dan saudara perempuannya. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan kanker payudara pada individu dengan riwayat keluarga yang positif?

a)

Peningkatan produksi estrogen yang berlebihan

b)

Mutasi genetik pada gen BRCA1 dan BRCA2 yang meningkatkan risiko kanker payudara

c)

Peningkatan kadar prolaktin yang merangsang pertumbuhan jaringan payudara

d)

Hipertensi yang mempengaruhi suplai darah ke jaringan payudara

e)

Kebiasaan merokok yang menyebabkan kerusakan pada epitel payudara

87.

Seorang wanita berusia 40 tahun didiagnosis dengan kanker payudara stadium I setelah dilakukan biopsi. Tumor tersebut ER-positive, HER2-negative, dan berukuran 2 cm. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?

a)

Mastectomy total dengan pengangkatan kelenjar getah bening aksila

b)

Terapi radiasi pada daerah payudara yang terlibat

c)

Pemberian kemoterapi adjuvan dengan regimen AC (Doxorubicin dan Cyclophosphamide)

d)

Pemberian terapi hormon dengan tamoxifen untuk menghambat aksi estrogen

e)

Terapi imunoterapi dengan pembrolizumab

88.

Seorang wanita berusia 55 tahun dengan kanker payudara stadium IV datang dengan keluhan nyeri tulang belakang dan sesak napas. Pemeriksaan menunjukkan adanya metastasis ke tulang dan paru-paru. Apa langkah penatalaksanaan utama untuk pasien ini?

a)

Pemberian kemoterapi paliatif untuk mengurangi ukuran tumor

b)

Pemberian terapi radiasi pada daerah metastasis paru-paru

c)

Pemberian terapi hormon untuk menurunkan kadar estrogen dalam tubuh

d)

Pemberian obat penghilang rasa sakit dan bisfosfonat untuk mengurangi nyeri tulang

e)

Mastectomy dengan pengangkatan kelenjar getah bening regional

89.

Seorang wanita berusia 35 tahun datang ke klinik untuk pemeriksaan rutin. Ia tidak memiliki keluhan, namun memiliki riwayat keluarga yang kuat dengan kanker payudara (ibu dan saudara perempuan). Apa tindakan pencegahan yang paling tepat untuk wanita ini dalam mencegah kanker payudara?

a)

Melakukan pemeriksaan genetik untuk mutasi BRCA1 dan BRCA2

b)

Melakukan pemeriksaan mamografi setiap tahun

c)

Mengonsumsi obat pencegah kanker

d)

Menjalani operasi pengangkatan payudara

90.

Seorang pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit perut, mual, dan kehilangan nafsu makan selama 4 hari terakhir. Pasien juga mengalami diare pada hari kedua. Pemeriksaan fisik menunjukkan demam 39°C, kulit tampak kering, dan abdomen sedikit distensi. Pada pemeriksaan darah, terdapat leukopenia. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk mendiagnosis tifoid?

a)

Tes antigen Salmonella Typhi pada serum

b)

Pemeriksaan darah untuk menemukan kuman dalam kultur darah

c)

Pemeriksaan urin lengkap untuk menemukan bakteri

d)

Uji serologi untuk malaria

e)

Pemeriksaan X-ray toraks untuk melihat kelainan paru-paru

91.

Seorang wanita berusia 25 tahun terdiagnosis tifoid setelah hasil kultur darah menunjukkan adanya Salmonella enterica serovar Typhi. Apa mekanisme patofisiologi yang terjadi setelah bakteri Salmonella Typhi memasuki tubuh dan menyebabkan tifoid?

a)

Bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menyebar ke berbagai organ melalui sistem limfatik

b)

Bakteri menginfeksi sel epitel saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan pada mukosa usus

c)

Aktivasi sistem imun mengarah pada produksi antitoksin yang menyebabkan kerusakan pada ginjal

d)

Bakteri menghasilkan toksin yang merusak pembuluh darah, menyebabkan perdarahan

e)

Bakteri menginfeksi hati dan menghasilkan abses di jaringan hati

92.

Seorang pasien berusia 40 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh 38,5°C dan adanya nyeri tekan pada perut bagian kanan bawah. Kultur darah positif untuk Salmonella Typhi. Apa pengobatan yang paling tepat untuk pasien ini yang belum menunjukkan tanda-tanda komplikasi?

a)

Pemberian antibiotik oral seperti amoksisilin atau trimetoprim-sulfametoksazol

b)

Pemberian antibiotik intravena seperti ceftriaxone

c)

Pemberian terapi imunoglobulin untuk memperkuat kekebalan tubuh

d)

Pengobatan dengan antipiretik dan cairan oral untuk rehidrasi

e)

Pemberian obat antihelmintik untuk membersihkan parasit dalam usus

93.

Seorang pria berusia 35 tahun dengan diagnosis tifoidi datang dengan keluhan perdarahan saluran pencernaan. Ia mengalami melena dan tekanan darah 90/60 mmHg. Pemeriksaan menunjukkan perut distensi, dan hasil kultur darah kembali positif untuk Salmonella Typhi. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini dengan tanda-tanda komplikasi?

a)

Pemberian antibiotik oral yang lebih kuat dan observasi di rumah sakit

b)

Pemberian antibiotik intravena seperti ceftriaxone dan pemantauan intensif di rumah sakit

c)

Pemberian obat penghilang rasa sakit dan pengawasan ringan

d)

Pemberian transfusi darah dan operasi segera untuk mengatasi perforasi usus

e)

Hanya pemberian cairan elektrolit dan antibiotik oral saja

94.

Seorang wanita hamil berusia 28 tahun pada trimester pertama datang dengan keluhan penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat, jantung berdebar-debar, dan merasa gelisah. Ia juga mengeluhkan sering berkeringat dan merasa panas. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darahnya 110/70 mmHg, nadi 110 bpm, dan terdapat tremor halus pada tangan. Tes darah menunjukkan kadar TSH yang sangat rendah dan kadar T4 bebas yang tinggi. Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

a)

Hipotiroidisme subklinis

b)

Hipertiroidisme pada kehamilan

c)

Penyakit Graves

d)

Tiroiditis post-partum

e)

Tumor hipofisis sekunder

95.

Seorang wanita hamil berusia 32 tahun pada trimester kedua datang ke klinik dengan keluhan sering haus, sering buang air kecil, dan kelelahan yang meningkat. Pemeriksaan fisik menunjukkan berat badan yang meningkat lebih cepat dari biasanya dan tekanan darah 130/85 mmHg. Tes gula darah puasa menunjukkan kadar glukosa 105 mg/dL, dan tes toleransi glukosa oral (OGTT) menunjukkan kadar glukosa 180 mg/dL pada 1 jam setelah pemberian larutan glukosa. Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

a)

Diabetes tipe 1

b)

Diabetes tipe 2

c)

Diabetes gestasional

d)

Hipoglikemia pada kehamilan

e)

Preeklampsia

96.

Seorang wanita hamil berusia 29 tahun didiagnosis dengan diabetes gestasional setelah tes toleransi glukosa oral (OGTT) menunjukkan kadar glukosa yang tinggi. Apa mekanisme patofisiologi yang menyebabkan diabetes gestasional pada ibu hamil?

a)

Penurunan produksi insulin akibat peningkatan kadar hormon progesterone

b)

Ketidakmampuan pankreas untuk menghasilkan cukup insulin selama kehamilan

c)

Peningkatan resistensi insulin yang disebabkan oleh peningkatan hormon plasenta, seperti human placental lactogen

d)

Defisiensi enzim yang diperlukan untuk metabolisme glukosa selama kehamilan

97.

Seorang wanita hamil berusia 28 tahun dengan usia kehamilan 24 minggu datang ke klinik dengan keluhan sesak napas dan batuk yang semakin memburuk, terutama pada malam hari. Pasien memiliki riwayat asma yang terdiagnosis sejak usia remaja, namun tidak menggunakan obat secara rutin. Pemeriksaan fisik menunjukkan wheezing saat ekspirasi. Dokter mencurigai asma yang tidak terkontrol. Apa yang menjadi langkah pertama dalam penatalaksanaan asma pada wanita hamil ini?

a)

Pemberian obat antihistamin sebagai penanganan awal

b)

Pemberian inhalasi kortikosteroid dan bronkodilator beta-2 agonis

c)

Penggunaan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi

d)

Penurunan dosis obat anti-asthma untuk menghindari efek samping ke janin

e)

Rujukan ke spesialis pulmonologi untuk penanganan lebih lanjut

98.

Seorang pasien wanita berusia 35 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri sendi, kelelahan, dan ruam kulit. Hasil laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar rheumatoid factor. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?

a)

Osteoartritis

b)

Artritis reumatoid

c)

Polimialgia rheumatika

d)

Lupus eritematosus sistemik

e)

Skleroderma

99.

Seorang pasien pria berusia 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut bagian atas, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya batu empedu. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?

a)

Terapi obat-obatan

b)

Endoskopi retrograde

c)

Pengobatan konservatif

d)

Cholecystectomy

e)

Diet rendah lemak

100.

Seorang pasien wanita berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kering, dan penurunan berat badan. Hasil pemeriksaan CT scan menunjukkan adanya nodul paru. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat untuk diagnosis?

a)

Pemeriksaan fungsi paru

b)

Biopsi paru

c)

Terapi antibiotik

d)

Pemeriksaan PET scan

e)

Observasi selama 6 bulan