Font size
WorksheetsTryout CBT 17 Maret 2025
Total questions: 100
Worksheet time: 2hrs 27mins
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 5 mg/dL, urea 150 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Gagal ginjal akut
Gagal ginjal kronis
Penyakit ginjal polikistik
Nefritis
Sindrom nefrotik
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 3 mg/dL, urea 100 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Hemodialisis
Dialisis peritoneal
Transplantasi ginjal
Pengobatan konservatif dengan obat-obatan
Pengobatan dengan insulin
Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 6 mg/dL, urea 180 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Kardiomiopati
Ensefalopati
Nefropati
Osteodistrofi
Anemia
Seorang pasien Wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan berat badan menurun, kulit kering dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSHs < 0.01 mU/L, fT4 25 ng/dl dan fT3 4.5 pg/ml. Apa pengobatan yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Metimazol
Propiltiourasil
Beta blocker
Tiriodectomy
Iodium radioaktif
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 2 mg/dL, urea 80 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit ginjal polikistik. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?
USG Ginjal
CT Scan Ginjal
Pemeriksaan Darah Lengkap
Biopsi Ginjal
Pemeriksaan Urin Lengkap
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 4 mg/dL, urea 120 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Mengonsumsi makanan yang seimbang
Berolahraga secara teratur
Mengurangi konsumsi garam
Mengurangi konsumsi gula
Menggunakan suplemen vitamin dan mineral
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 10 mU/L, FT4 0,5 ng/dL, dan FT3 1,5 pg/mL. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Hipotiroidisme primer
Hipotiroidisme sekunder
Tiroiditis
Kanker tiroid
Penyakit Addison
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 15 mU/L, FT4 0,3 ng/dL, dan FT3 1,2 pg/mL. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Levotiroksin
Liotironin
Tiroid ekstrak
Iodium suplemen
Operasi tiroid
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 8 mU/L, FT4 0,6 ng/dL, dan FT3 1,8 pg/mL. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Koma hipotiroid
Krisis tiroid
Osteoporosis
Penyakit Jantung
Kanker Tiroid
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 12 mU/L, FT4 0,4 ng/dL, dan FT3 1,4 pg/mL. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?
USG tiroid
Scintigrafi tiroid
Biopsi tiroid
Pemeriksaan darah lengkap
EKG
Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kulit kering, dan rambut rontok. Hasil laboratorium menunjukkan TSH 10 mU/L, FT4 0,5 ng/dL, dan FT3 1,5 pg/mL. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Mengonsumsi makanan yang kaya akan yodium
Menghindari makanan yang kaya akan gluten
Berolahraga secara teratur
Mengurangi stres
Menggunakan suplemen vitamin dan mineral
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan tidur. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Sakit kepala tension
Depresi mayor
Gangguan kecemasan
Somatisasi
Konversi
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit jantung atau paru-paru. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam. Apa pengobatan yang bpaling efektif untuk pasien ini ?
Terapi kognitif-behavioral
Terapi relaksasi
Terapi keluarga
Pengobatan anti-kecemasan
Pengobatan anti-depresi
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kesulitan tidur, dan nyeri otot. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Depresi mayor
Gangguan kecemasan
Somatisasi
Konversi
Penyakit organik yang tidak terdeteksi
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri punggung, kelelahan, dan kesulitan tidur. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?
Pemeriksaan fisik lengkap
Pemeriksaan laboratorium lengkap
Pemeriksaan psikologis
Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan neurologis
Seorang pasien wanita berusia 35 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, kesulitan tidur, dan nyeri otot. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan adanya penyakit organik. Pasien mengaku memiliki stres yang berat dalam pekerjaan dan hubungan keluarga. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Mengonsumsi makanan yang seimbang
Berolahraga secara teratur
Mengurangi stres dengan teknik relaksasi
Mengubah pola tidur
Menggunakan suplemen vitamin dan mineral
Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Ulcerative colitis
Crohn's disease
Infeksi usus
Kanker usus besar
Penyakit celiac
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Aminosalisilat
Kortikosteroid
Imunomodulator
Anti-TNF
Operasi usus besar
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Kanker usus besar
Penyakit hati
Osteoporosis
Anemia
Infeksi oportunis
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?
Kolonoskopi
Biopsi usus besar
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan urin lengkap
Pemeriksaan radiologi
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Mengonsumsi makanan yang seimbang
Berolahraga secara teratur
Mengurangi stres dengan teknik relaksasi
Menghindari makanan yang pedas
Menggunakan suplemen vitamin dan mineral
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada lambung. Biopsi lambung menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Gastritis kronis
Ulkus peptikum
Kanker lambung
Penyakit refluks gastroesofagus
Penyakit celiac
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Aminosalisilat
Kortikosteroid
Imunomodulator
Anti-TNF
Operasi usus besar
Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Kanker pankreas
Diabetes melitus
Penyakit hati
Osteoporosis
Infeksi oportunis
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare berdarah, nyeri perut, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada usus besar. Biopsi usus besar menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?
Kolonoskopi
Biopsi usus besar
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan urin lengkap
Pemeriksaan radiologi
Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada lambung. Biopsi lambung menunjukkan adanya inflamasi kronis dengan ulserasi. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Mengonsumsi makanan yang seimbang
Berolahraga secara teratur
Mengurangi stres dengan teknik relaksasi
Menghindari makanan yang pedas
Menggunakan suplemen vitamin dan mineral
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 180/120 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Hipertensi esensial
Hipertensi sekunder
Hipertensi maligna
Hipertensi pulmonal
Hipertensi portal
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/100 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit ginjal kronis. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Diuretik
ACE inhibitor
Beta blocker
Kalsium antagonist
Pengobatan dengan obat-obatan anti-hipertensi lainnya
Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 200/140 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Serangan jantung
Stroke
Gagal ginjal
Penyakit jantung kongestif
Kematian mendadak
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Apa pemeriksaan yang paling penting untuk dilakukan pada pasien ini?
Elektrokardiogram (EKG)
Ekokardiogram
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan urin lengkap
Pemeriksaan funduskopi
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan perubahan visi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/100 mmHg. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Apa perubahan gaya hidup yang paling efektif untuk mengurangi gejala pada pasien ini?
Mengonsumsi makanan yang seimbang
Berolahraga secara teratur
Mengurangi konsumsi garam
Mengurangi konsumsi gula
Menggunakan suplemen vitamin dan mineral
Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk berdarah, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya massa tumor pada paru-paru. Biopsi paru-paru menunjukkan adanya sel-sel kanker jenis adenokarsinoma. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Kanker paru sel kecil
Kanker paru sel tidak kecil
Adenokarsinoma paru
Squamous cell carcinoma paru
Kanker paru metastatik
Seorang pasien wanita berusia 65 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kronis, dan produksi sputum yang berlebihan. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC < 0,7. Pasien tersebut memiliki riwayat merokok selama 30 tahun. Apa diagnosis yang paling mungkin?
PPOK
Asma
Bronkitis kronis
Emfisema
Penyakit paru lainnya
Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kronis, dan produksi sputum yang berlebihan. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC < 0,7. Pasien tersebut memiliki riwayat merokok selama 20 tahun dan memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Bronkodilator
Kortikosteroid
Anti-muskolinik
Vaksinasi influenza
Terapi oksigen
Seorang pasien pria berusia 70 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kronis, dan produksi sputum yang berlebihan. Hasil pemeriksaan spirometri menunjukkan FEV1/FVC < 0,7. Pasien tersebut memiliki riwayat merokok selama 40 tahun dan memiliki riwayat penyakit paru lainnya. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Kegagalan pernapasan
Penyakit jantung koroner
Stroke
Kanker paru
Penyakit ginjal kronis
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kronis, produksi sputum yang berlebihan, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya dilatasi bronkus yang ireguler. Pasien tersebut memiliki riwayat infeksi paru berulang. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Bronkitis kronis
Emfisema
Asma
Penyakit paru lainnya
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kronis, produksi sputum yang berlebihan, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya dilatasi bronkus yang irreguler. Pasien tersebut memiliki riwayat infeksi paru berulang dan memiliki riwayat keluarga dengan bronkiektasis. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Antibiotik
Bronkodilator
Kortikosteroid
Fisioterapi dada
Operasi
Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kronis, produksi sputum yang berlebihan, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya dilatasi bronkus yang irreguler. Pasien tersebut memiliki riwayat infeksi paru berulang dan memiliki riwayat keluarga dengan bronkiektasis. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Kegagalan pernapasan
Penyakit jantung koroner
Stroke
Kanker paru
Hemoptisis masif
Seorang pasien pria berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Penyakit jantung koroner
Kardiomiopati
Aritmia jantung
Penyakit katup jantung
Penyakit perikardium
Seorang pasien wanita berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Angioplasti koroner
Operasi bypass koroner
Pengobatan dengan obat-obatan anti-platelet
Pengobatan dengan obat-obatan anti-hipertensi
Pengobatan dengan obat-obatan anti-diabetes
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Serangan jantung
Gagal jantung
Aritmia jantung
Penyakit serebrovaskuler
Kematian mendadak
Seorang pasien pria berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?
Aterosklerosis pada arteri koroner
Vasokonstriksi pada arteri koroner
Vasodilasi pada arteri koroner
Peradangan pada arteri koroner
Trombosis pada arteri koroner
Seorang pasien wanita berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa peran dari lipid dalam patofisiologi penyakit jantung koroner pada pasien ini?
Meningkatkan produksi kolesterol
Meningkatkan produksi trigliserida
Meningkatkan produksi LDL
Meningkatkan produksi HDL
Meningkatkan produksi VLDL
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri dada yang menetap, sesak napas, dan kelelahan. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya perubahan ST-T yang abnormal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi, diabetes melitus, dan merokok. Apa peran dari stres oksidatif dalam patofisiologi penyakit jantung koroner pada pasien ini?
Meningkatkan produksi radikal bebas
Meningkatkan produksi antioksidan
Meningkatkan produksi enzim antioksidan
Meningkatkan produksi stres oksidatif
Meningkatkan produksi peroksida lipid
Seorang pasien pria berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 5 mg/dL, urea 150 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus dan hipertensi. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?
Kerusakan nefron ginjal karena diabetes melitus
Kerusakan nefron ginjal karena hipertensi
Kerusakan nefron ginjal karena infeksi
Kerusakan nefron ginjal karena toksin
Kerusakan nefron ginjal karena penyakit ginjal polikistik
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 3 mg/dL, urea 100 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat hipertensi dan memiliki riwayat keluarga dengan gagal ginjal. Apa peran dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) dalam patofisiologi gagal ginjal pada pasien ini?
Meningkatkan produksi renin
Meningkatkan produksi angiotensin II
Meningkatkan produksi aldosteron
Mengurangi produksi renin
Mengurangi produksi angiotensin II
Seorang pasien pria berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, edema, dan perubahan warna urin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kreatinin 6 mg/dL, urea 180 mg/dL, dan elektrolit yang tidak normal. Pasien tersebut memiliki riwayat diabetes melitus, hipertensi, dan memiliki riwayat keluarga dengan gagal ginjal. Apa peran dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) dalam patofisiologi gagal ginjal pada pasien ini?
Meningkatkan produksi renin
Meningkatkan produksi angiotensin II
Meningkatkan produksi aldosteron
Mengurangi produksi renin
Mengurangi produksi angiotensin II
Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia akut limfoblastik (ALL) pada sumsum tulang. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?
Mutasi genetik pada sel-sel hematopoietik
Kerusakan pada sumsum tulang
Infeksi pada sumsum tulang
Kerusakan pada sistem imun
Kerusakan pada sistem koagulasi
Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia kronis limfositik (CLL) pada sumsum tulang. Apa peran dari protein BCL-2 dalam patofisiologi leukemia kronis pada pasien ini?
Meningkatkan apoptosis pada sel-sel leukemia
Mengurangi apoptosis pada sel-sel leukemia
Meningkatkan proliferasi pada sel-sel leukemia
Mengurangi proliferasi pada sel-sel leukemia
Tidak memiliki peran dalam patofisiologi leukemia kronis
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia akut mieloid (AML) pada sumsum tulang. Apa peran dari gen PML-RARα dalam patofisiologi leukemia akut mieloid pada pasien ini?
Meningkatkan ekspresi gen tumor supresor
Mengurangi ekspresi gen tumor supresor
Meningkatkan proliferasi pada sel-sel leukemia
Mengurangi proliferasi pada sel-sel leukemia
Tidak memiliki peran dalam patofisiologi leukemia akut mieloid
Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia akut limfoblastik (ALL) pada sumsum tulang. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Kemoterapi induksi dengan vincristine, prednisone, dan L-asparaginase
Kemoterapi konsolidasi dengan metotreksat dan sitarabin
Transplantasi sumsum tulang allogenik
Terapi target molekuler dengan imatinib
Pengobatan suportif dengan transfusi darah dan antibiotik
Seorang pasien wanita berusia 50 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, anemia, dan perdarahan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya sel-sel leukemia kronis limfositik (CLL) pada sumsum tulang. Apa kriteria yang digunakan untuk menentukan stadium penyakit CLL pada pasien ini?
A) Sistem staging Rai
B) Sistem staging Ann Arbor
C) Sistem staging TNM
D) Sistem staging Dukes
E) Sistem staging FIGO
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin (Hb) 8 g/dL, hematokrit (Hct) 24%, dan indeks eritrosit yang rendah. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan diagnosis anemia defisiensi besi pada pasien ini?
Pemeriksaan kadar feritin serum
Pemeriksaan kadar besi serum
Pemeriksaan kadar transferin serum
Pemeriksaan indeks eritrosit
Pemeriksaan sumsum tulang
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 9 g/dL, Hct 27%, dan indeks eritrosit yang rendah. Pasien tersebut memiliki riwayat perdarahan gastrointestinal. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian suplemen besi oral
Pemberian suplemen besi parenteral
Transfusi darah
Pemberian anti-asid
Pemberian obat anti-perdarahan
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7 g/dL, Hct 21%, dan indeks eritrosit yang rendah. Pasien tersebut memiliki riwayat menstruasi berat. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan penyebab anemia defisiensi besi pada pasien ini?
Pemeriksaan kadar feritin serum
Pemeriksaan kadar besi serum
Pemeriksaan kadar transferin serum
Pemeriksaan indeks eritrosit
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) pelvis
Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin (Hb) 8 g/dL, hematokrit (Hct) 24%, dan indeks eritrosit yang rendah. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan diagnosis anemia defisiensi besi pada pasien ini?
Pemeriksaan Coombs langsung
Pemeriksaan Coombs tidak langsung
Pemeriksaan retikulosit
Pemeriksaan bilirubin
Pemeriksaan sumsum tulang
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7 g/dL, Hct 21%, dan bilirubin tidak terkonjugasi yang meningkat. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit autoimun. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian steroid
Pemberian imunoglobulin
Pemberian obat anti-anemia
Transfusi darah
Splenektomi
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan kelelahan, lemas, dan kulit kuning. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 6 g/dL, Hct 18%, dan bilirubin tidak terkonjugasi yang meningkat. Pasien tersebut memiliki riwayat penyakit malaria. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk menentukan penyebab anemia hemolitik pada pasien ini?
Pemeriksaan darah tepi
Pemeriksaan sumsum tulang
Pemeriksaan PCR untuk malaria
Pemeriksaan serologi untuk malaria
Pemeriksaan Coombs langsung
Seorang pasien pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien tersebut juga mengalami mual dan muntah. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia dan leukopenia. Apa diagnostik yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemeriksaan serologi untuk antibodi anti-dengue
Pemeriksaan PCR untuk RNA virus dengue
Pemeriksaan isolasi virus dengue
Pemeriksaan trombosit dan leukosit
Kombinasi dari beberapa pemeriksaan di atas
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien tersebut juga mengalami perdarahan gusi dan hidung. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia dan leukopenia. Apa kriteria yang digunakan untuk menentukan diagnosis DHF pada pasien ini?
Demam tinggi, trombositopenia, dan leukopenia
Demam tinggi, trombositopenia, dan perdarahan
Demam tinggi, leukopenia, dan perdarahan
Demam tinggi, trombositopenia, leukopenia, dan perdarahan
Demam tinggi, trombositopenia, leukopenia, perdarahan, dan sindrom renjatan
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri otot. Pasien tersebut juga mengalami perdarahan gusi dan hidung. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia dan leukopenia. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini jika didiagnosis dengan DHF?
Pemberian cairan intravena untuk menggantikan cairan yang hilang
Pemberian obat anti-piretik untuk mengurangi demam
Pemberian obat anti-perdarahan untuk menghentikan perdarahan
Pemberian trombosit dan leukosit untuk menggantikan sel-sel darah yang hilang
Kombinasi dari beberapa penatalaksanaan di atas dan pemantauan ketat di ruang ICU
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam, kelelahan, dan nyeri sendi. Pasien tersebut juga mengalami ruam kulit pada wajah dan lengan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, leukopenia, dan peningkatan kadar anti-nuklear antibodi (ANA). Apa kriteria yang digunakan untuk menentukan diagnosis SLE pada pasien ini?
Kriteria American College of Rheumatology (ACR)
Kriteria Sistem Internasional untuk Klasifikasi Penyakit (ICD)
Kriteria Klasifikasi Penyakit Autoimun (ICAP)
Kriteria lainnya
Kombinasi dari beberapa kriteria di atas
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam, kelelahan, dan nyeri sendi. Pasien tersebut juga mengalami gagal ginjal dan peningkatan kadar kreatinin. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar anti-DNA antibodi dan peningkatan kadar komplemen. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Pemberian kortikosteroid
Pemberian imunosupresan
Pemberian anti-inflamasi non-steroid (AINS)
Pemberian obat anti-hipertensi
Kombinasi dari beberapa penatalaksanaan di atas
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam, kelelahan, dan nyeri sendi. Pasien tersebut juga mengalami ruam kulit pada wajah dan lengan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombositopenia, leukopenia, dan peningkatan kadar anti-nuklear antibodi (ANA). Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Gagal ginjal
Gagal jantung
Infeksi oportunistik
Kanker
Kombinasi dari beberapa komplikasi di atas
Seorang pasien wanita berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan tidur. Pasien tersebut juga mengalami stres dan kecemasan akibat pekerjaan yang menekan. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?
Aktivasi sistem saraf simpatik dan peningkatan kadar nor-adrenalin
Aktivasi sistem saraf parasimpatik dan peningkatan kadar kolinesterase
Peningkatan kadar kortisol dan aktivasi sistem hipotalamus-pituitari-adrenal (HPA)
Penurunan kadar dopamin dan aktivasi sistem dopaminergik
Kombinasi dari beberapa patofisiologi di atas
Seorang pasien pria berusia 40 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit perut, diare, dan kesulitan menelan. Pasien tersebut juga mengalami stres dan kecemasan akibat masalah keluarga. Apa patofisiologi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini?
Peningkatan kadar asam lambung dan nonaktivasi sistem gastrokolik
Peningkatan kadar gastrin dan aktivasi sistem gastroenteropankreatik
Ppenurunan kadar kortisol dan aktivasi sistem HPA
Penurunan kadar serotonin dan aktivasi sistem serotoninergik
Kombinasi dari beberapa patofisiologi di atas
Seorang pasien wanita berusia 25 tahun datang ke klinik dengan keluhan sakit dada, sesak napas, dan palpitasi. Pasien tersebut juga mengalami stres dan kecemasan akibat pekerjaan yang menekan. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pasien ini jika tidak diobati?
Serangan jantung
Gagal jantung
Hipertensi
Gangguan ritme jantung
Kombinasi dari beberapa komplikasi di atas
Seorang wanita berusia 75 tahun datang ke klinik dengan keluhan mudah lelah, sering pusing, dan merasa cemas. Ia juga merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti memasak dan mencuci pakaian. Pasien mengatakan bahwa ia sering merasa bingung saat berada di tempat umum dan mengalami penurunan nafsu makan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mencurigai adanya sindrom geriatri. Dari gejala yang ada, sindrom geriatri manakah yang paling mungkin dialami oleh pasien ini?
Sindrom disfungsi kognitif
Sindrom jatuh
Sindrom depresi
Sindrom malnutrisi
Sindrom inkontinensia urin
Seorang pria berusia 80 tahun mengeluh merasa tidak stabil saat berjalan dan sering terjatuh. Ia juga mengaku merasa lemah dan tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas fisik, padahal ia sebelumnya aktif berjalan setiap hari. Pasien juga melaporkan kesulitan untuk bangun dari tempat tidur pada pagi hari dan merasa takut untuk berjalan tanpa bantuan. Berdasarkan keluhan tersebut, sindrom geriatri manakah yang paling mendekati kondisi pasien ini?
Sindrom disfungsi kognitif
Sindrom jatuh
Sindrom malnutrisi
Sindrom depresi
Sindrom inkontinensia urin
Seorang pria berusia 78 tahun datang dengan keluhan sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil dan merasa tidak bisa menahan buang air kecil pada siang hari. Ia juga mengeluhkan kesulitan dalam mengontrol kandung kemih, terutama saat beraktivitas fisik atau tertawa. Berdasarkan gejala ini, sindrom geriatri manakah yang paling tepat untuk kondisi pasien ini?
Sindrom disfungsi kognitif
Sindrom inkontinensia urin
Sindrom jatuh
Sindrom depresi
Sindrom malnutrisi
Seorang wanita berusia 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan sering merasa haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Dia juga mengeluh mudah lelah dan penglihatannya kabur. Dokter mencurigai adanya diabetes mellitus. Apa tes diagnostik yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis diabetes mellitus pada pasien ini?
Tes glukosa darah puasa (FPG)
Tes toleransi glukosa oral (OGTT)
Tes hemoglobin A1c (HbA1c)
Tes glukosa darah acak
Tes fungsi ginjal
Seorang pria berusia 50 tahun dengan obesitas datang dengan keluhan sering merasa lapar meskipun sudah makan, merasa lemas, dan memiliki riwayat keluarga dengan diabetes mellitus tipe 2. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe 2?
Penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas
Peningkatan penggunaan glukosa oleh sel otot dan hati
Resistensi terhadap aksi insulin di sel tubuh akibat gangguan pada reseptor insulin
Gangguan metabolisme lemak yang mengurangi kadar trigliserida dalam darah
Penurunan fungsi ginjal yang menyebabkan penurunan ekskresi glukosa
Seorang pria berusia 60 tahun dengan diagnosis diabetes mellitus tipe 2 yang tidak terkontrol datang ke klinik dengan keluhan luka pada kaki yang sulit sembuh dan kesemutan di tangan. Pemeriksaan menunjukkan kadar glukosa darah puasa 250 mg/dL. Apa langkah penatalaksanaan awal yang paling tepat untuk pasien ini?
Menetapkan terapi insulin jangka panjang
Menstabilkan kadar glukosa darah dengan pemberian obat anti-diabetes oral
Memberikan antibiotik untuk infeksi luka
Melakukan amputasi pada kaki yang terkena infeksi
Menghentikan semua obat yang sudah digunakan pasien
Seorang pria berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan pembengkakan pada kedua kaki, mudah lelah, dan nafsu makan yang menurun. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan edema periorbital dan pada kedua tungkai. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kreatinin serum 2,5 mg/dL dan urea darah 40 mg/dL. Berdasarkan gejala dan hasil laboratorium, apa tes lanjutan yang paling tepat untuk mengonfirmasi diagnosis penyakit ginjal kronik?
Tes glukosa darah puasa
Pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (GFR)
Pemeriksaan urin lengkap
Pemeriksaan elektrolit darah
Pemeriksaan ultrasonografi ginjal
Seorang pasien dengan hipertensi berat selama 10 tahun terakhir datang dengan keluhan pembengkakan pada kaki dan sesak napas. Pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 160/95 mmHg dan kadar kreatinin 3,0 mg/dL. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan progresi penyakit ginjal kronik pada pasien ini?
Peningkatan glomerular filtration rate (GFR)
Hipertensi menyebabkan kerusakan endotel ginjal dan gangguan autoregulasi
Gangguan aliran darah ke ginjal akibat vasokonstriksi
Penurunan ekskresi natrium melalui ginjal
Peningkatan kadar kolesterol yang menyebabkan glomerulosklerosis
Seorang wanita berusia 60 tahun dengan penyakit ginjal kronik stadium 4, yang disebabkan oleh hipertensi tidak terkontrol, datang untuk pemeriksaan rutin. Hasil tes menunjukkan kadar kreatinin 3,2 mg/dL dan GFR 25 mL/menit/1,73 m². Apa langkah penatalaksanaan yang paling tepat untuk mengelola kondisi pasien ini?
Menambah dosis diuretik untuk mengurangi edema
Menurunkan tekanan darah dan mengontrol kadar gula darah jika ada diabetes
Memberikan terapi antibiotik untuk mencegah infeksi ginjal
Menyusun rencana untuk hemodialisis segera
Memberikan suplemen vitamin D dan kalsium untuk mencegah osteoporosis
Seorang pria berusia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri dada yang tajam dan menjalar ke lengan kiri sejak 30 menit yang lalu. Pasien juga merasa mual dan pusing. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 130/85 mmHg, nadi 100 bpm, dan takikardia. EKG menunjukkan elevasi segmen ST pada lead II, III, dan aVF. Apa diagnosa awal yang paling mungkin berdasarkan gejala dan temuan ini?
Angina stabil
Infark miokardium akut (IMA)
Emboli paru
Diseksi aorta
Perikarditis akut
Seorang pasien dengan riwayat hipertensi yang tidak terkontrol datang dengan keluhan nyeri dada hebat yang menjalar ke punggung dan perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 180/100 mmHg, nadi 110 bpm, dan ekstremitas yang dingin. CT scan menunjukkan adanya diseksi aorta dengan pemisahan lapisan intima dan media. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan diseksi aorta?
Peningkatan tekanan darah menyebabkan robekan pada lapisan intima aorta
Peradangan pada dinding aorta mengakibatkan penipisan dinding
Pembekuan darah dalam lumen aorta menyebabkan pembentukan trombus
Endotelium yang rusak menyebabkan vasokonstriksi berlebihan
Penurunan elastisitas aorta menyebabkan pecahnya lapisan media
Seorang wanita berusia 60 tahun dengan riwayat diabetes mellitus tipe 2 dan hipertensi datang dengan keluhan sesak napas hebat, batuk berdahak, dan demam sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan takipnea, perkusi dada redup, dan suara napas bronkial pada area bawah paru-paru kiri. Rontgen dada menunjukkan adanya infiltrat lobus inferior kiri. Apa penatalaksanaan pertama yang paling tepat untuk pasien ini?
Memberikan antibiotik spektrum luas dan oksigenasi dengan masker
Menyediakan ventilasi mekanis segera untuk mendukung pernapasan
Memberikan diuretik untuk mengurangi beban paru-paru
Memberikan antitusive untuk mengurangi batuk yang mengganggu
Memberikan terapi bronkodilator untuk membuka saluran udara
Seorang pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang berlangsung selama dua bulan. Pasien juga melaporkan adanya demam, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening di servikal dan aksila. Biopsi kelenjar getah bening menunjukkan sel Reed-Sternberg. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
Limfoma Non-Hodgkin
Limfoma Hodgkin
Infeksi mononukleosis
Kanker nasofaring
Tuberkulosis limfadenitis
Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher dan perut. Selain itu, ia juga mengeluh demam, penurunan berat badan, dan sering merasa lelah. Pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening menunjukkan proliferasi sel limfosit B. Apa mekanisme patofisiologi utama yang terlibat dalam perkembangan limfoma non-Hodgkin?
Aktivasi abnormal sel T yang menyebabkan reaksi inflamasi kronis
Proliferasi sel B yang mengalami mutasi genetik, meningkatkan pembelahan sel
Defisiensi imunoglobulin yang mengarah pada infeksi kronis dan mutasi sel
Perubahan ekspresi gen pada sel-sel B yang meningkatkan resistensi terhadap apoptosis
Kelebihan produksi sitokin inflamasi yang mengarah pada proliferasi limfosit T
Seorang pria berusia 25 tahun didiagnosis dengan limfoma Hodgkin stadium I setelah dilakukan biopsi kelenjar getah bening. Dokter merekomendasikan pengobatan untuk pasien ini. Apa langkah penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Terapi radiasi lokal pada area yang terlibat
Pemberian kemoterapi neoadjuvan dengan kombinasi obat sitotoksik
Pengamatan tanpa terapi hingga gejala semakin parah
Pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi yang mendasari
Pemberian terapi imunoglobulin untuk meningkatkan kekebalan tubuh
Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat keluhan pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa lelah datang ke rumah sakit. Pemeriksaan biopsi menunjukkan limfoma non-Hodgkin dengan subtipe limfositik. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Pengobatan radiasi pada kelenjar getah bening yang membesar
Pemberian kemoterapi sistemik dengan regimen CHOP (Cyclophosphamide, Doxorubicin, Vincristine, Prednisolone)
Pengamatan dan observasi tanpa pengobatan tambahan
Terapi imunoterapi dengan pembrolizumab
Pemberian antibiotik untuk infeksi sekunder yang mungkin terjadi
Seorang wanita berusia 40 tahun datang dengan keluhan pembengkakan kelenjar getah bening yang semakin membesar selama beberapa minggu terakhir. Dokter mencurigai limfoma dan meminta pemeriksaan lanjutan. Apa perbedaan utama antara limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin yang dapat membantu dalam diagnosa?
Limfoma Hodgkin hanya mempengaruhi kelenjar getah bening di bagian atas tubuh, sedangkan limfoma non-Hodgkin mempengaruhi seluruh tubuh
Limfoma Hodgkin memiliki sel Reed-Sternberg sebagai penanda khas, sementara limfoma non-Hodgkin tidak
Limfoma non-Hodgkin lebih sering ditemukan pada usia muda, sedangkan limfoma Hodgkin lebih sering pada usia tua
Limfoma Hodgkin lebih sering terjadi pada wanita, sedangkan limfoma non-Hodgkin pada pria
Limfoma Hodgkin biasanya tidak merespon terhadap kemoterapi, sementara limfoma non-Hodgkin merespon dengan baik
Seorang wanita berusia 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan adanya benjolan di payudara kanan yang dirasakannya sejak dua bulan lalu. Benjolan tersebut keras, tidak bergerak, dan tidak nyeri. Tidak ada riwayat nyeri payudara atau keluarnya cairan dari puting. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan pada kuadran atas luar payudara kanan. Mammografi dan ultrasonografi payudara menunjukkan adanya massa padat. Apa pemeriksaan lanjutan yang paling tepat untuk memastikan diagnosis?
Biopsi jarum halus (FNA) dari massa payudara
MRI payudara untuk mengevaluasi jaringan lebih lanjut
Pemeriksaan darah untuk kadar hormon estrogen
Pemeriksaan kultur cairan payudara untuk bakteri
Tes genetik untuk BRCA1 dan BRCA2
Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan benjolan di payudara kanan. Riwayat keluarga menunjukkan adanya kanker payudara pada ibunya dan saudara perempuannya. Apa mekanisme patofisiologi utama yang menyebabkan kanker payudara pada individu dengan riwayat keluarga yang positif?
Peningkatan produksi estrogen yang berlebihan
Mutasi genetik pada gen BRCA1 dan BRCA2 yang meningkatkan risiko kanker payudara
Peningkatan kadar prolaktin yang merangsang pertumbuhan jaringan payudara
Hipertensi yang mempengaruhi suplai darah ke jaringan payudara
Kebiasaan merokok yang menyebabkan kerusakan pada epitel payudara
Seorang wanita berusia 40 tahun didiagnosis dengan kanker payudara stadium I setelah dilakukan biopsi. Tumor tersebut ER-positive, HER2-negative, dan berukuran 2 cm. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini?
Mastectomy total dengan pengangkatan kelenjar getah bening aksila
Terapi radiasi pada daerah payudara yang terlibat
Pemberian kemoterapi adjuvan dengan regimen AC (Doxorubicin dan Cyclophosphamide)
Pemberian terapi hormon dengan tamoxifen untuk menghambat aksi estrogen
Terapi imunoterapi dengan pembrolizumab
Seorang wanita berusia 55 tahun dengan kanker payudara stadium IV datang dengan keluhan nyeri tulang belakang dan sesak napas. Pemeriksaan menunjukkan adanya metastasis ke tulang dan paru-paru. Apa langkah penatalaksanaan utama untuk pasien ini?
Pemberian kemoterapi paliatif untuk mengurangi ukuran tumor
Pemberian terapi radiasi pada daerah metastasis paru-paru
Pemberian terapi hormon untuk menurunkan kadar estrogen dalam tubuh
Pemberian obat penghilang rasa sakit dan bisfosfonat untuk mengurangi nyeri tulang
Mastectomy dengan pengangkatan kelenjar getah bening regional
Seorang wanita berusia 35 tahun datang ke klinik untuk pemeriksaan rutin. Ia tidak memiliki keluhan, namun memiliki riwayat keluarga yang kuat dengan kanker payudara (ibu dan saudara perempuan). Apa tindakan pencegahan yang paling tepat untuk wanita ini dalam mencegah kanker payudara?
Melakukan pemeriksaan genetik untuk mutasi BRCA1 dan BRCA2
Melakukan pemeriksaan mamografi setiap tahun
Mengonsumsi obat pencegah kanker
Menjalani operasi pengangkatan payudara
Seorang pria berusia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan demam tinggi, sakit perut, mual, dan kehilangan nafsu makan selama 4 hari terakhir. Pasien juga mengalami diare pada hari kedua. Pemeriksaan fisik menunjukkan demam 39°C, kulit tampak kering, dan abdomen sedikit distensi. Pada pemeriksaan darah, terdapat leukopenia. Apa pemeriksaan yang paling tepat untuk mendiagnosis tifoid?
Tes antigen Salmonella Typhi pada serum
Pemeriksaan darah untuk menemukan kuman dalam kultur darah
Pemeriksaan urin lengkap untuk menemukan bakteri
Uji serologi untuk malaria
Pemeriksaan X-ray toraks untuk melihat kelainan paru-paru
Seorang wanita berusia 25 tahun terdiagnosis tifoid setelah hasil kultur darah menunjukkan adanya Salmonella enterica serovar Typhi. Apa mekanisme patofisiologi yang terjadi setelah bakteri Salmonella Typhi memasuki tubuh dan menyebabkan tifoid?
Bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menyebar ke berbagai organ melalui sistem limfatik
Bakteri menginfeksi sel epitel saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan pada mukosa usus
Aktivasi sistem imun mengarah pada produksi antitoksin yang menyebabkan kerusakan pada ginjal
Bakteri menghasilkan toksin yang merusak pembuluh darah, menyebabkan perdarahan
Bakteri menginfeksi hati dan menghasilkan abses di jaringan hati
Seorang pasien berusia 40 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri perut. Pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh 38,5°C dan adanya nyeri tekan pada perut bagian kanan bawah. Kultur darah positif untuk Salmonella Typhi. Apa pengobatan yang paling tepat untuk pasien ini yang belum menunjukkan tanda-tanda komplikasi?
Pemberian antibiotik oral seperti amoksisilin atau trimetoprim-sulfametoksazol
Pemberian antibiotik intravena seperti ceftriaxone
Pemberian terapi imunoglobulin untuk memperkuat kekebalan tubuh
Pengobatan dengan antipiretik dan cairan oral untuk rehidrasi
Pemberian obat antihelmintik untuk membersihkan parasit dalam usus
Seorang pria berusia 35 tahun dengan diagnosis tifoidi datang dengan keluhan perdarahan saluran pencernaan. Ia mengalami melena dan tekanan darah 90/60 mmHg. Pemeriksaan menunjukkan perut distensi, dan hasil kultur darah kembali positif untuk Salmonella Typhi. Apa penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien ini dengan tanda-tanda komplikasi?
Pemberian antibiotik oral yang lebih kuat dan observasi di rumah sakit
Pemberian antibiotik intravena seperti ceftriaxone dan pemantauan intensif di rumah sakit
Pemberian obat penghilang rasa sakit dan pengawasan ringan
Pemberian transfusi darah dan operasi segera untuk mengatasi perforasi usus
Hanya pemberian cairan elektrolit dan antibiotik oral saja
Seorang wanita hamil berusia 28 tahun pada trimester pertama datang dengan keluhan penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat, jantung berdebar-debar, dan merasa gelisah. Ia juga mengeluhkan sering berkeringat dan merasa panas. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darahnya 110/70 mmHg, nadi 110 bpm, dan terdapat tremor halus pada tangan. Tes darah menunjukkan kadar TSH yang sangat rendah dan kadar T4 bebas yang tinggi. Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Hipotiroidisme subklinis
Hipertiroidisme pada kehamilan
Penyakit Graves
Tiroiditis post-partum
Tumor hipofisis sekunder
Seorang wanita hamil berusia 32 tahun pada trimester kedua datang ke klinik dengan keluhan sering haus, sering buang air kecil, dan kelelahan yang meningkat. Pemeriksaan fisik menunjukkan berat badan yang meningkat lebih cepat dari biasanya dan tekanan darah 130/85 mmHg. Tes gula darah puasa menunjukkan kadar glukosa 105 mg/dL, dan tes toleransi glukosa oral (OGTT) menunjukkan kadar glukosa 180 mg/dL pada 1 jam setelah pemberian larutan glukosa. Apa diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Diabetes tipe 1
Diabetes tipe 2
Diabetes gestasional
Hipoglikemia pada kehamilan
Preeklampsia
Seorang wanita hamil berusia 29 tahun didiagnosis dengan diabetes gestasional setelah tes toleransi glukosa oral (OGTT) menunjukkan kadar glukosa yang tinggi. Apa mekanisme patofisiologi yang menyebabkan diabetes gestasional pada ibu hamil?
Penurunan produksi insulin akibat peningkatan kadar hormon progesterone
Ketidakmampuan pankreas untuk menghasilkan cukup insulin selama kehamilan
Peningkatan resistensi insulin yang disebabkan oleh peningkatan hormon plasenta, seperti human placental lactogen
Defisiensi enzim yang diperlukan untuk metabolisme glukosa selama kehamilan
Seorang wanita hamil berusia 28 tahun dengan usia kehamilan 24 minggu datang ke klinik dengan keluhan sesak napas dan batuk yang semakin memburuk, terutama pada malam hari. Pasien memiliki riwayat asma yang terdiagnosis sejak usia remaja, namun tidak menggunakan obat secara rutin. Pemeriksaan fisik menunjukkan wheezing saat ekspirasi. Dokter mencurigai asma yang tidak terkontrol. Apa yang menjadi langkah pertama dalam penatalaksanaan asma pada wanita hamil ini?
Pemberian obat antihistamin sebagai penanganan awal
Pemberian inhalasi kortikosteroid dan bronkodilator beta-2 agonis
Penggunaan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi
Penurunan dosis obat anti-asthma untuk menghindari efek samping ke janin
Rujukan ke spesialis pulmonologi untuk penanganan lebih lanjut
Seorang pasien wanita berusia 35 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri sendi, kelelahan, dan ruam kulit. Hasil laboratorium menunjukkan adanya peningkatan kadar rheumatoid factor. Apa diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
Osteoartritis
Artritis reumatoid
Polimialgia rheumatika
Lupus eritematosus sistemik
Skleroderma
Seorang pasien pria berusia 45 tahun datang ke klinik dengan keluhan nyeri perut bagian atas, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya batu empedu. Apa pengobatan yang paling efektif untuk pasien ini?
Terapi obat-obatan
Endoskopi retrograde
Pengobatan konservatif
Cholecystectomy
Diet rendah lemak
Seorang pasien wanita berusia 55 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas, batuk kering, dan penurunan berat badan. Hasil pemeriksaan CT scan menunjukkan adanya nodul paru. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat untuk diagnosis?
Pemeriksaan fungsi paru
Biopsi paru
Terapi antibiotik
Pemeriksaan PET scan
Observasi selama 6 bulan
