wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL LATIHAN UAS

Total questions: 51

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Semboyan negara Republik Indonesia, "Bhinneka Tunggal Ika," mengandung makna filosofis yang mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Interpretasi yang paling tepat dari semboyan ini adalah ....

a)

Keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan kekayaan bangsa yang harus dilestarikan meskipun berpotensi menimbulkan perpecahan.

b)

Meskipun bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam perbedaan, namun pada hakikatnya seluruh rakyat Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan.

c)

Perbedaan yang ada di Indonesia harus dihilangkan demi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa yang lebih solid dan terhindar dari konflik.

d)

Setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan untuk menjalankan adat dan budaya masing-masing tanpa adanya campur tangan dari pihak lain.

2.

Konsep Bhinneka Tunggal Ika memiliki akar sejarah yang kuat dalam pembentukan negara Indonesia. Latar belakang historis yang paling relevan dengan lahirnya semboyan ini adalah ....

a)

Perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia.

b)

Adanya kerajaan-kerajaan besar di Nusantara pada masa lalu yang memiliki wilayah kekuasaan yang luas dan terdiri dari berbagai suku bangsa.

c)

Pengaruh kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sejak dahulu kala dan memperkaya khazanah budaya bangsa.

d)

Kesadaran para pemimpin bangsa akan potensi sumber daya alam yang melimpah di berbagai wilayah Indonesia.

3.

Implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk interaksi sosial. Contoh perilaku yang paling mencerminkan pengamalan Bhinneka Tunggal Ika adalah ....

a)

Mengadakan kegiatan perayaan hari besar keagamaan secara meriah di lingkungan mayoritas tanpa melibatkan pemeluk agama lain.

b)

Membentuk kelompok belajar yang anggotanya berasal dari suku dan agama yang sama agar lebih mudah berkoordinasi.

c)

Turut serta dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan tanpa memandang perbedaan latar belakang warga.

d)

Mengkritik tradisi atau kebiasaan suku lain yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai pribadi.

4.

Keberagaman budaya di Indonesia tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah bahasa daerah. Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap keberadaan berbagai bahasa daerah di Indonesia?

a)

Menganggap bahasa daerah sebagai warisan kuno yang tidak relevan dengan perkembangan zaman.

b)

Berusaha mempelajari dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan identitas bangsa.

c)

Mendorong penggunaan bahasa Indonesia secara eksklusif di semua kalangan masyarakat.

d)

Membanding-bandingkan antara satu bahasa daerah dengan bahasa daerah lainnya untuk mencari yang paling unggul.

5.

Diskriminasi merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan prinsip kesetaraan. Mengapa tindakan diskriminasi dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa?

a)

Karena diskriminasi memberikan keuntungan lebih kepada kelompok mayoritas.

b)

Karena diskriminasi menciptakan rasa ketidakadilan dan memicu konflik sosial antara kelompok yang berbeda.

c)

Karena diskriminasi mempercepat proses asimilasi budaya minoritas ke budaya mayoritas.

d)

Karena diskriminasi merupakan bagian dari dinamika sosial yang tidak dapat dihindari.

6.

Sebagai generasi muda, peran kita dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika di era digital sangat penting. Salah satu cara efektif untuk mewujudkan hal tersebut adalah ....

a)

Hanya berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki kesamaan minat dan latar belakang di media sosial.

b)

Menggunakan media sosial secara bijak untuk menyebarkan konten positif tentang toleransi dan keberagaman budaya Indonesia.

c)

Mengabaikan komentar-komentar negatif atau ujaran kebencian yang muncul di media sosial.

7.

Salah satu tantangan terbesar dalam mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia adalah adanya potensi intoleransi antar umat beragama. Faktor utama yang melatarbelakangi munculnya intoleransi ini adalah ....

a)

Adanya perbedaan yang mendasar dalam ajaran setiap agama.

b)

Kurangnya pemahaman dan penghargaan terhadap keyakinan agama orang lain.

c)

Adanya persaingan dalam membangun rumah ibadah di lingkungan masyarakat.

d)

Perbedaan dalam merayakan hari besar keagamaan.

8.

Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan dan persatuan dalam keberagaman. Salah satu kebijakan pemerintah yang secara langsung bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika adalah ....

a)

Program pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

b)

Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional yang menampilkan berbagai seni dan budaya dari seluruh provinsi.

c)

Kebijakan wajib belajar 12 tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

d)

Program bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu.

9.

Konsep toleransi dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sekadar membiarkan perbedaan, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam, yaitu ....

a)

Menyetujui semua tindakan dan keyakinan orang lain tanpa memberikan kritik.

b)

Menghargai dan menghormati hak setiap individu untuk memiliki keyakinan dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya masing-masing.

c)

Berusaha menyamakan semua perbedaan yang ada agar tercipta keseragaman.

d)

Mengikuti semua tradisi dan kebiasaan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar.

10.

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran sentral dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang beragam. Bagaimana sila-sila dalam Pancasila berkontribusi terhadap pengamalan Bhinneka Tunggal Ika?

a)

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin kebebasan beragama dan mendorong toleransi antar umat beragama.

b)

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia tanpa memandang perbedaan.

c)

Sila Persatuan Indonesia menekankan pentingnya rasa cinta tanah air dan persatuan dalam keberagaman.

d)

Semua jawaban di atas benar.

11.

Keberagaman ras dan etnis di Indonesia merupakan hasil dari berbagai faktor sejarah dan geografis. Sikap yang paling bijaksana dalam menghadapi keberagaman ini adalah ....

a)

Menganggap ras dan etnis tertentu lebih unggul dari yang lain.

b)

Membangun kesadaran bahwa setiap ras dan etnis memiliki kedudukan yang sama dan saling melengkapi.

c)

Menciptakan pengelompokan masyarakat berdasarkan ras dan etnis untuk memudahkan identifikasi.

d)

Menghindari interaksi dengan orang yang memiliki latar belakang ras dan etnis yang berbeda.

12.

Konflik yang berlatar belakang SARA dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Salah satu kerugian non-materiil yang paling signifikan akibat konflik SARA adalah ....

a)

Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum.

b)

Hilangnya rasa aman dan kepercayaan antar warga negara.

c)

Terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan investasi.

d)

Munculnya pengungsi dan masalah sosial lainnya.

13.

Gotong royong sebagai nilai sosial budaya bangsa Indonesia memiliki relevansi yang kuat dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana praktik gotong royong dapat mempererat persatuan dalam masyarakat yang beragam?

a)

Gotong royong hanya efektif dilakukan oleh kelompok masyarakat yang homogen.

b)

Gotong royong menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas tanpa memandang perbedaan individu atau kelompok.

c)

Gotong royong mendorong setiap individu untuk bekerja sendiri-sendiri demi efisiensi.

d)

Gotong royong membatasi

14.

Media sosial sebagai platform komunikasi modern memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk opini publik tentang keberagaman. Penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika adalah ....

a)

Menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya demi viralitas.

b)

Menggunakan bahasa yang sopan dan menghindari ujaran kebencian atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu.

c)

Mengikuti semua tren yang ada di media sosial tanpa mempertimbangkan dampaknya.

d)

Hanya berinteraksi dengan pengguna media sosial yang memiliki pandangan yang sama.

15.

Pendidikan memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi penerus bangsa. Salah satu pendekatan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan ini adalah ....

a)

Menekankan pada hafalan tentang keragaman budaya tanpa pemahaman mendalam.

b)

Mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kerjasama dalam kurikulum dan kegiatan sekolah.

c)

Memisahkan siswa berdasarkan latar belakang agama atau suku dalam kegiatan belajar.

d)

Hanya fokus pada budaya mayoritas sebagai representasi budaya nasional.

16.

Dalam sistem hukum di Indonesia, prinsip non-diskriminasi merupakan pengejawantahan dari nilai Bhinneka Tunggal Ika. Makna dari prinsip non-diskriminasi adalah ....

a)

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakangnya.

b)

Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau golongan.

c)

Hukum harus memberikan perlakuan khusus kepada kelompok minoritas untuk melindungi hak-hak mereka.

d)

Penerapan hukum harus disesuaikan dengan adat dan kebiasaan masing-masing daerah.

17.

Organisasi kemasyarakatan (ormas) yang beragam dapat menjadi kekuatan positif dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika apabila ....

a)

Setiap ormas berjuang untuk kepentingan kelompoknya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan yang lebih luas.

b)

Ormas-ormas tersebut menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik lintas kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

c)

Ormas yang memiliki anggota terbanyak mendominasi ormas-ormas lainnya.

d)

Ormas-ormas tersebut sering terlibat dalam konflik internal maupun eksternal.

18.

Era globalisasi membawa berbagai pengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam hal pengamalan Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu dampak positif globalisasi yang dapat memperkuat nilai-nilai keberagaman adalah ....

a)

Meningkatnya konsumerisme dan gaya hidup individualistis.

b)

Semakin mudahnya akses informasi tentang berbagai budaya di dunia, sehingga meningkatkan pemahaman dan toleransi.

c)

Masuknya budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai budaya lokal.

d)

Terjadinya homogenisasi budaya akibat dominasi budaya global.

19.

Sikap etnosentrisme, yaitu kecenderungan untuk menganggap budaya sendiri lebih unggul dari budaya lain, merupakan penghambat dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika. Mengapa demikian?

a)

Karena etnosentrisme mendorong setiap individu untuk lebih mencintai budayanya sendiri.

b)

Karena Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan untuk menghargai dan menerima perbedaan budaya sebagai kekayaan bangsa.

c)

Karena etnosentrisme dapat memperkuat identitas nasional.

d)

Karena setiap budaya memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing.

20.

Dalam menghadapi perbedaan pendapat yang muncul dalam masyarakat yang beragam, sikap yang paling konstruktif sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah ....

a)

Menghindari perdebatan dan memilih untuk diam demi menjaga kerukunan.

b)

Mendengarkan dengan empati, menghargai sudut pandang orang lain.

21.

ktif sesuai dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah ....

a)

Menghindari perdebatan dan memilih untuk diam demi menjaga kerukunan.

b)

Mendengarkan dengan empati, menghargai sudut pandang orang lain, dan mencari solusi bersama melalui dialog yang terbuka.

c)

Bersikeras mempertahankan pendapat sendiri dan menganggap pendapat lain salah.

d)

Mendukung pendapat mayoritas tanpa mempertimbangkan aspirasi kelompok minoritas.

22.

Dari pernyataan di atas, manakah yang secara paling tepat menggambarkan fungsi Pancasila dalam hubungannya dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945?

a)

1 dan 4

b)

2 dan 5

c)

1 dan 3

d)

3 dan 4

23.

Bagaimana Pancasila berperan dalam konteks kedudukan UUD 1945 tersebut?

a)

Pancasila berfungsi sebagai pelengkap UUD 1945 dalam mengatur kehidupan bernegara.

b)

Pancasila menjadi dasar filosofis yang melandasi seluruh isi dan semangat UUD 1945.

c)

Pancasila dan UUD 1945 adalah dua dokumen hukum yang kedudukannya sejajar dan saling mengawasi.

d)

Pancasila memberikan arahan teknis dalam pelaksanaan pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945.

24.

Bagaimana implementasi nilai tersebut tercermin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945?

a)

Adanya pasal yang mengatur secara detail tentang tata cara peribadatan setiap agama yang diakui.

b)

Dijaminnya kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

c)

Ditetapkannya agama tertentu sebagai agama negara yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari agama lainnya.

d)

Diwajibkannya seluruh warga negara untuk menganut salah satu agama yang telah diakui oleh negara.

25.

Sila keberapakah dalam Pancasila yang secara paling fundamental mendasari konsep kedaulatan rakyat tersebut?

a)

Sila Pertama

b)

Sila Kedua

c)

Sila Keempat

d)

Sila Kelima

26.

Mengapa Pancasila menjadi salah satu batasan yang tidak boleh diubah dalam amandemen UUD 1945?

a)

Karena Pancasila merupakan rumusan final yang disepakati oleh para pendiri bangsa dan tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman.

b)

Karena perubahan Pancasila akan menghilangkan identitas dan karakteristik unik bangsa Indonesia serta dasar negara.

c)

Karena UUD 1945 memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada Pancasila sehingga tidak boleh ada perubahan terhadap dasar negara.

d)

Karena perubahan Pancasila akan menyebabkan ketidakstabilan politik dan hukum di Indonesia.

27.

Bagaimana hubungan antara Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan Pancasila?

a)

Pembukaan UUD 1945 merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal-pasal yang terdapat dalam Pancasila.

b)

Pancasila tercantum secara eksplisit dalam batang tubuh UUD 1945, sedangkan Pembukaan hanya bersifat historis.

c)

Pembukaan UUD 1945 memuat pokok-pokok pikiran yang bersumber dan dijiwai oleh nilai-nilai P

28.

Salah satu fungsi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah sebagai alat kontrol. Dalam konteks hubungannya dengan Pancasila, apa makna fungsi kontrol tersebut?

a)

UUD 1945 mengawasi pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

b)

UUD 1945 menjadi tolok ukur untuk menilai apakah peraturan perundang-undangan yang lebih rendah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

c)

UUD 1945 mengontrol kekuasaan lembaga-lembaga negara agar tidak melenceng dari cita-cita Pancasila.

d)

Semua jawaban di atas benar.

29.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki implikasi yang mendasar dalam pembentukan norma hukum di Indonesia. Bagaimana implikasi dari sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia tercermin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945?

a)

Adanya pasal yang mengatur tentang hak setiap warga negara untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

b)

Ditetapkannya sistem perpajakan yang progresif untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarwarga negara.

c)

Diwajibkannya setiap warga negara untuk memberikan sumbangan sosial kepada masyarakat yang kurang mampu.

d)

Adanya jaminan kebebasan berusaha bagi seluruh warga negara tanpa adanya pembatasan.

30.

Pancasila sebagai staatsfundamentalnorm memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam tata hukum Indonesia. Apa yang dimaksud dengan istilah staatsfundamentalnorm dalam konteks hubungan Pancasila dengan UUD 1945?

a)

Pancasila adalah norma dasar negara yang keberadaannya lebih tinggi dan mendasari konstitusi (UUD 1945).

b)

Pancasila dan UUD 1945 adalah dua norma fundamental yang memiliki kekuatan hukum yang sama.

c)

Pancasila merupakan norma yang bersifat statis dan tidak dapat diubah, sedangkan UUD 1945 bersifat dinamis.

d)

Pancasila adalah norma yang mengatur hubungan antarwarga negara, sedangkan UUD 1945 mengatur hubungan antara warga negara dengan negara.

31.

Perhatikan pernyataan berikut: "Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik." Pernyataan ini terdapat dalam pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bagaimana nilai-nilai Pancasila mendasari prinsip negara kesatuan dan bentuk republik ini?

a)

Sila Persatuan Indonesia mendorong terwujudnya negara yang utuh dan tidak terpecah-belah, sementara sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menjadi landasan bentuk republik yang demokratis.

b)

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menghendaki adanya persatuan umat beragama dalam wadah negara kesatuan, dan sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menuntut adanya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah republik.

c)

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menjamin hak-hak seluruh warga negara dalam kerangka negara kesatuan, dan sila Persatuan Indonesia menekankan pentingnya musyawarah dalam sistem pemerintahan republik.

d)

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan mengharuskan bentuk negara adalah republik yang dipilih oleh rakyat secara langsung, dan sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin kebebasan beragama di seluruh wilayah kesatuan.

32.

Sulawesi Selatan hidup terpisah dan tidak berinteraksi satu sama lain. b. Keberagaman suku dan bahasa menjadi sumber konflik dan perpecahan di masyarakat Sulawesi Selatan. c. Meskipun memiliki perbedaan, berbagai suku dan bahasa di Sulawesi Selatan hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghormati. d. Pemerintah daerah Sulawesi Selatan berusaha menghilangkan perbedaan suku dan bahasa demi mencapai persatuan.

a)

a. Keberagaman suku dan bahasa menjadi sumber konflik.

b)

b. Masyarakat Sulawesi Selatan hidup terpisah.

c)

c. Berbagai suku dan bahasa hidup berdampingan.

d)

d. Pemerintah berusaha menghilangkan perbedaan.

33.

Rumah adat Tongkonan merupakan simbol penting bagi masyarakat suku Toraja di Sulawesi Selatan. Nilai-nilai luhur Pancasila manakah yang paling kuat tercermin dalam fungsi dan makna rumah Tongkonan bagi masyarakatnya?

a)

a. Ketuhanan Yang Maha Esa, karena Tongkonan digunakan sebagai tempat ritual keagamaan.

b)

b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena Tongkonan menjadi pusat kegiatan sosial dan kekeluargaan.

c)

c. Persatuan Indonesia, karena Tongkonan menjadi simbol persatuan.

d)

d. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

34.

Upacara Rambu Solo' adalah upacara pemakaman adat yang sangat penting dan kompleks bagi masyarakat Toraja. Bagaimana upacara ini mencerminkan nilai gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat?

a)

a. Setiap keluarga melaksanakan upacara Rambu Solo' secara mandiri.

b)

b. Upacara Rambu Solo' biasanya hanya dihadiri oleh keluarga inti.

c)

c. Seluruh masyarakat Toraja turut serta memberikan bantuan.

d)

d. Pelaksanaan upacara sepenuhnya menjadi tanggung jawab tokoh adat.

35.

Salah satu warisan budaya tak benda Sulawesi Selatan yang terkenal adalah kain tenun ikat Bugis-Makassar. Bagaimana proses pembuatan kain tenun ini menunjukkan nilai kerja keras dan ketekunan?

a)

a. Kain tenun ikat dibuat menggunakan mesin modern.

b)

b. Proses pembuatan kain tenun ini melibatkan banyak orang.

c)

c. Pembuatan kain tenun membutuhkan keterampilan khusus.

d)

d. Kualitas kain ditentukan oleh harga bahan baku.

36.

Permainan tradisional Congklak memiliki aturan yang sederhana namun mengandung nilai-nilai luhur. Nilai apakah yang paling dominan diajarkan melalui permainan Congklak?

a)

a. Individualisme dan persaingan.

b)

b. Kecurangan dan menghalalkan segala cara.

c)

c. Kejujuran, strategi, dan pembagian yang adil.

d)

d. Kekerasan dan dominasi terhadap pemain lain.

37.

Bagaimana permainan Congklak dapat dikaitkan dengan konsep keadilan sosial dalam Pancasila?

a)

a. Permainan Congklak tidak memiliki kaitan.

b)

b. Pembagian biji Congklak yang terakhir harus merata.

c)

c. Pemain yang mengumpulkan biji paling banyak dianggap paling adil.

d)

d. Kemenangan dalam Congklak hanya ditentukan oleh keberuntungan.

38.

Selain sebagai hiburan, permainan Congklak pada zaman dahulu seringkali memiliki fungsi sosial dan budaya di masyarakat Sulawesi Selatan. Fungsi apakah itu?

a)

a. Sebagai alat untuk menentukan status sosial.

b)

b. Sebagai sarana untuk menyelesaikan konflik antar kelompok.

c)

c. Sebagai media pembelajaran matematika sederhana dan strategi.

39.

Bagaimana cara memainkan permainan Congklak yang paling mendasar?

a)

Melemparkan semua biji ke dalam satu lubang secara bersamaan.

b)

Memindahkan semua biji dari satu lubang ke lubang lain secara acak.

c)

Mengambil semua biji dari satu lubang kecil dan membagikannya satu per satu ke lubang berikutnya searah jarum jam, termasuk ke lubang besar milik sendiri.

d)

Menyembunyikan biji di salah satu tangan dan pemain lain menebak jumlahnya.

40.

Dalam permainan Congklak, terdapat dua jenis lubang, yaitu lubang kecil dan lubang besar. Apa perbedaan fungsi utama dari kedua jenis lubang tersebut?

a)

Lubang kecil berfungsi untuk menyimpan biji di awal permainan, sedangkan lubang besar berfungsi sebagai tempat menyimpan biji yang berhasil dikumpulkan pemain.

b)

Lubang besar digunakan untuk memulai giliran bermain, sedangkan lubang kecil digunakan untuk mengakhiri giliran.

c)

Tidak ada perbedaan fungsi antara lubang kecil dan lubang besar dalam permainan Congklak.

d)

Lubang kecil hanya digunakan oleh anak-anak, sedangkan lubang besar digunakan oleh orang dewasa.

41.

Apa yang terjadi jika saat bermain Congklak, biji terakhir yang dibagikan jatuh di lubang besar milik pemain sendiri?

a)

Pemain tersebut kehilangan gilirannya.

b)

Pemain tersebut harus mengembalikan semua biji ke lubang semula.

c)

Pemain tersebut mendapatkan giliran bermain lagi.

d)

Permainan berakhir dan pemain tersebut dinyatakan menang.

42.

Bagaimana nilai musyawarah dapat diterapkan dalam konteks pelestarian budaya Sulawesi Selatan dan permainan Congklak?

a)

Pelestarian budaya adalah tanggung jawab pemerintah semata, tanpa perlu melibatkan masyarakat.

b)

Keputusan mengenai pelestarian budaya sebaiknya diambil secara sepihak oleh tokoh adat saja.

c)

Melalui musyawarah, berbagai pihak seperti pemerintah, tokoh masyarakat, budayawan, dan generasi muda dapat bersama-sama merumuskan strategi pelestarian yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

d)

Pelestarian budaya tidak perlu dibahas karena akan berjalan dengan sendirinya.

43.

Bagaimana peran generasi muda dalam melestarikan budaya Sulawesi Selatan dan permainan Congklak di era globalisasi ini?

a)

Generasi muda sebaiknya fokus pada budaya modern dan meninggalkan budaya tradisional yang dianggap ketinggalan zaman.

b)

Generasi muda tidak memiliki peran penting dalam pelestarian budaya.

c)

Generasi muda dapat mempelajari, mempraktikkan, dan mempromosikan budaya Sulawesi Selatan dan permainan Congklak melalui berbagai cara, termasuk media sosial dan kegiatan komunitas.

d)

Pelestarian budaya hanya menjadi tugas generasi tua yang lebih berpengalaman.

44.

Apa saja contoh upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan permainan Congklak di lingkungan sekolah?

a)

Melarang siswa memainkan permainan tradisional di sekolah.

b)

Hanya mengadakan lomba Congklak setahun sekali.

c)

Mengintegrasikan permainan Congklak dalam kegiatan ekstrakurikuler, mengenalkannya dalam pembelajaran matematika, atau mengadakan turnamen Congklak antar kelas.

d)

Menganggap permainan Congklak sebagai permainan yang tidak mendidik.

45.

Bagaimana keberagaman budaya Sulawesi Selatan dapat menjadi modal sosial yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia?

a)

Keberagaman budaya justru menjadi sumber perpecahan dan konflik antar daerah.

b)

Hanya budaya yang dominan saja yang perlu dilestarikan untuk memperkuat persatuan.

c)

Keberagaman budaya menjadi kekayaan bangsa yang dapat saling melengkapi, memperkaya khazanah budaya nasional, dan mempererat rasa persaudaraan antar masyarakat dari berbagai daerah.

46.

Bagaimana nilai toleransi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Sulawesi Selatan yang memiliki beragam suku dan agama?

a)

Setiap kelompok masyarakat harus memaksakan keyakinan dan budayanya kepada kelompok lain.

b)

Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai meskipun memiliki keyakinan dan budaya yang berbeda adalah wujud dari toleransi.

c)

Toleransi berarti semua perbedaan harus dihilangkan demi mencapai keseragaman.

d)

Kelompok mayoritas berhak untuk mendominasi kelompok minoritas.

47.

Apa kaitan antara permainan Congklak dengan pengembangan kemampuan kognitif anak-anak?

a)

Permainan Congklak tidak memiliki pengaruh terhadap perkembangan kognitif.

b)

Permainan Congklak dapat melatih kemampuan berhitung, strategi, perencanaan, dan konsentrasi pada anak-anak.

c)

Permainan modern berbasis teknologi lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan kognitif.

d)

Permainan Congklak hanya bersifat hiburan semata.

48.

Bagaimana nilai gotong royong tercermin dalam tradisi pernikahan adat di Sulawesi Selatan?

a)

Setiap keluarga bertanggung jawab penuh atas seluruh rangkaian acara pernikahan tanpa melibatkan bantuan dari pihak lain.

b)

Tradisi pernikahan adat seringkali melibatkan partisipasi aktif dari keluarga besar, kerabat, tetangga, dan masyarakat sekitar dalam berbagai hal, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.

c)

Bantuan dalam pernikahan adat biasanya hanya bersifat materi dan tidak melibatkan tenaga.

d)

Gotong royong dalam pernikahan adat sudah mulai ditinggalkan karena dianggap merepotkan.

49.

Bagaimana permainan Congklak dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda?

a)

Permainan Congklak tidak memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pancasila.

b)

Melalui aturan permainan yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan dalam pembagian, dan interaksi sosial yang positif antar pemain, Congklak secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai Pancasila.

c)

Nilai-nilai Pancasila hanya dapat ditanamkan melalui pendidikan formal di sekolah.

d)

Permainan modern lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

50.

Salah satu bentuk kearifan lokal di Sulawesi Selatan adalah sistem pengelolaan sumber daya alam secara tradisional. Bagaimana sistem ini mencerminkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan?

a)

Sistem tradisional cenderung mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan demi keuntungan sesaat.

b)

Masyarakat adat memiliki aturan dan praktik yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem dan kebutuhan generasi mendatang.

c)

Pengelolaan sumber daya alam sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta untuk efisiensi.

d)

Kearifan lokal tidak relevan dalam pengelolaan sumber daya alam modern.

51.

Bagaimana pelestarian budaya Sulawesi Selatan dan permainan Congklak dapat berkontribusi pada pembangunan karakter bangsa yang kuat?

a)

Budaya tradisional justru menghambat kemajuan bangsa.

b)

Dengan mengenal dan menghargai warisan budaya sendiri, generasi muda akan memiliki identitas yang kuat, rasa cinta tanah air, dan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan pembangunan karakter bangsa.

c)

Pembangunan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pendidikan agama dan moral formal.

d)

Budaya asing lebih menarik dan relevan bagi pembangunan karakter generasi muda.