Font size
WorksheetsQuiz Pertemuan 08 (UTS K3L)
Total questions: 46
Worksheet time: 26mins
K3 penting untuk menyelamatkan perusahaan dari...
Kehilangan tenaga kerja dan biaya kecelakaan
Peningkatan jam kerja
Pengurangan produktivitas
Semua jawaban benar
Dasar hukum K3 di Indonesia diatur dalam...
UU No. 1 Tahun 1970
UU No. 13 Tahun 2003
UU No. 21 Tahun 2003
Semua jawaban benar
UU No. 13 Tahun 2003 mengatur tentang...
Keselamatan Kerja
Ketenagakerjaan
Pengesahan ILO Convention
Sistem Manajemen K3
Inspeksi terencana termasuk dalam komponen...
Program K3
Tujuan K3
Prinsip K3
Dasar hukum K3
Teori Domino dalam K3 dikemukakan oleh...
Bird dan German
Heinrich
ISO
OSHA
Model Sebab Akibat Kerugian (Loss Causation Model) dikembangkan oleh...
Heinrich
Bird dan German
OSHA
ISO
Pada era industrialisasi, perkembangan K3 mengikuti...
Penggunaan teknologi seperti APD dan alat pengaman
Peningkatan jumlah tenaga kerja
Pengurangan jam kerja
Penurunan biaya produksi
Apa yang menjadi kunci utama dalam penerapan Budaya K3?
Keberadaan alat pelindung diri (APD)
Komitmen, kepatuhan, kesadaran, dan hasrat
Pemantauan risiko secara berkala
Penggunaan teknologi canggih dalam K3
Mana yang BUKAN merupakan bagian dari langkah-langkah persiapan darurat?
Identifikasi risiko
Pembelian perlengkapan pertolongan pertama
Pelatihan staf
Pengembangan rencana tanggap darurat
Berikut ini ciri-ciri dari membangun Sistem Regulasi K3 (SOP), KECUALI..
Menyusun aturan untuk kenyamanan personal
Menjamin perlindungan bagi orang
Pelaksanaan aturan dilaksanakan tanpa paksaan
Menghindarkan dari petaka
Apa yang harus menjadi prioritas utama saat merespons keadaan darurat?
Membuat laporan ke media
Menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerusakan
Membatasi akses ke lokasi kejadian
Menunggu bantuan dari pihak berwenang
Apa tujuan utama dari institusi tangguh bencana?
Membuat keputusan yang lambat dalam situasi darurat
Meningkatkan kerentanan terhadap bencana
Mengurangi dampak dan kerugian yang disebabkan oleh bencana
Memperkuat infrastruktur yang sudah ada
Faktor apa yang paling mempengaruhi penerapan budaya K3 di suatu perusahaan?
Kondisi cuaca di lingkungan kerja
Sikap pimpinan dan kebijakan K3
Kehadiran dokter perusahaan
Lokasi geografis perusahaan
Salah satu ciri dari budaya K3 yang baik adalah:
Karyawan yang tidak perlu dilibatkan dalam pelatihan K3
Lingkungan kerja yang tidak memerlukan perawatan
Karyawan yang sadar akan pentingnya K3
Kepemimpinan yang pasif terhadap K3
Apakah isi peraturan perlindungan tenaga kerja sebagai berikut:
UU RI No. 13 Th. 2003
Undang-undang No. 3 tahun 1992
Keselamatan kerja
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Ketenagakerjaan yang isinya secara spesifik membahas kesempatan dan perlakuan yang sama bagi tenaga kerja, pelatihan tenaga kerja, pembinaan dan pengawasan tenaga kerja juga perlindungan tenaga kerja
Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja
Tujuan Utama dalam penerapan K3 berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yaitu antara lain:
Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.
Meningkatkan kesejahteraan dan produktufitas nasional.
Meningkatkan kesadaran K3 sehingga mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.
Susunlah sistematika dasar hukum K3 di Indonesia pada gambar kosong tersebut..
1. PP; Permen; SE
2. Peraturan khusus
3. Pasal 27 ayat (2) 1945
4. Paragraf 5 Pasal 86,87 UU ...
5. UU No. 1 Th. 1970
6. Peraturan pelaksanaan
5, 2, 6, 4, 1, 3
6, 5, 2, 4, 1, 3
3, 4, 5, 6, 2, 1
4, 5, 6, 3, 2, 1
Jika Penilaian Peringkat Resiko dihitung dengan rumus:
Peringkat Resiko = Nilai Bahaya x Nilai Probabilitas x Nilai Keparahan
Jika suatu pekerjaan meliputi cakupan berikut ini:
Tidak mungkin menyebabkan cedera (Nilai Bahaya: 1); Besar kemungkinan tidak terjadi (Nilai Probabilitas: 1); Cedera dapat diabaikan (Nilai Keparahan: 1)
Maka keputusan yang harus diambil ialah ….
Pekerjaan harus dihentikan dan dinalisis ulang aspek keselamatan kerjanya
Pekerjaan dapat dilanjutkan dalam jangka pendek dan harus segera dibuat tentang pengendalian kecelakaan kerja
Pekerjaan dapat dilanjutkan dan tetap dibuat pengendalian kecelakaan kerja
Pekerjaan aman untuk dilakukan
Jika Penilaian Peringkat Resiko dihitung dengan rumus:
Peringkat Resiko = Nilai Bahaya x Nilai Probabilitas x Nilai Keparahan
Jika suatu pekerjaan meliputi cakupan berikut ini:
Dapat menyebabkan cedera yang membutuhkan P3K (Nilai Bahaya: 3); Kemungkinan terbuka (Nilai Probabilitas: 4); Cedera serius (Nilai Keparahan: 3)
Maka keputusan yang harus diambil ialah ….
Pekerjaan harus dihentikan dan dinalisis ulang aspek keselamatan kerjanya
Pekerjaan dapat dilanjutkan dalam jangka pendek dan harus segera dibuat tentang pengendalian kecelakaan kerja
Pekerjaan dapat dilanjutkan dan tetap dibuat pengendalian kecelakaan kerja
Pekerjaan aman untuk dilakukan
Berikut adalah langkah-langkah umum dalam penerapan HIRA, manakah yang merupakan tahapan dalam Pengendalian Risiko...
1) Lakukan inspeksi menyeluruh terhadap area kerja, proses kerja, peralatan, bahan kimia, dan faktor lingkungan lainnya untuk mengidentifikasi potensi bahaya.
2) Gunakan checklist, observasi langsung, analisis data historis, dan sumber informasi lainnya untuk mengumpulkan data tentang bahaya yang ada.
1) Identifikasi konsekuensi potensial yang dapat terjadi akibat bahaya yang diidentifikasi.
2) Penilaian probabilitas kejadian dan kemungkinan terjadinya bahaya.
3) Gunakan skala risiko atau metode kuantitatif/semi-kualitatif untuk menilai tingkat risiko yang terkait dengan bahaya.
1) Gunakan prinsip Hierarchy of Controls (hierarki pengendalian) untuk mengendalikan risiko. Prioritaskan pengendalian yang paling efektif dan dapat mengurangi risiko dengan sebaik mungkin.
2) Implementasikan langkah-langkah pengendalian seperti perubahan desain, perbaikan teknis, perubahan prosedur kerja, penggunaan peralatan pelindung diri (PPE), dan pelatihan karyawan.
3) Pastikan pengendalian yang diimplementasikan sesuai dengan regulasi dan standar keselamatan yang berlaku.
1) Pemantauan berkala terhadap efektivitas pengendalian risiko yang telah diimplementasikan.
2) Tinjau kembali HIRA secara rutin untuk memastikan bahwa semua bahaya dan risiko baru telah diidentifikasi dan dievaluasi.
3) Tetap up-to-date dengan perubahan dalam lingkungan kerja, peraturan, dan teknologi yang dapat mempengaruhi bahaya dan risiko
1) Laporkan temuan HIRA kepada manajemen dan karyawan terkait.
2) Pastikan informasi tentang bahaya dan risiko disampaikan secara jelas dan tepat kepada semua anggota tim kerja.
3) Promosikan budaya keselamatan yang memotivasi partisipasi aktif dan melibatkan seluruh karyawan dalam upaya pencegahan cedera dan kecelakaan.
Manakah jenis HIRA Semi-Kuantitatif di bawah ini:
HIRA berdasarkan penilaian subjektif tentang tingkat risiko
HIRA berdasarkan beberapa data kuantitatif tersedia dan penilaian subjektif diperlukan
HIRA berdasarkan angka atau nilai numerik untuk menggambarkan risiko
Ada beberapa jenis penilaian risiko pada umumnya:
1. Penilaian Risiko Kualitatif; 2. Penilaian Risiko Kuantitatif; 3. Analisis Pohon Bahaya; 4. Analisis Lapisan Proteksi; 5. Analisis HAZOP; 6. Analisis FMECA; 7. Analisis Event Tree; 8.Analisis HIRARC
Metode penilaian risiko yang melibatkan analisis sistematis dari berbagai skenario yang mungkin terjadi pada suatu sistem atau aktivitas merupakan penilaian resiko nomor berapa..
(a)
Susunlah langkah-langkah penerapan atau pengaplikasian identifikasi bahaya dalam lingkungan kerja di bawah ini:
1. Implementasi strategi pencegahan
2. Evaluasi risiko
3. Pengembangan strategi pencegahan
4. Evaluasi dan pemantauan
5. Identifikasi bahaya
4, 2, 1, 5, 3
3, 5, 4, 1, 2
5, 2, 3, 1, 4
3, 5, 1, 2, 4
Berikut ini tujuan atau fungsi dari identifikasi bahaya yaitu..
Mencegah kecelakaan kerja
Mencegah penyakit akibat kerja
Meningkatkan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja
Memudahkan lolos kerja suatu perusahaan
Meningkatkan efisiensi dan produktivitas
Identifikasi bahaya adalah...
1. Proses sistematis yang melibatkan pengenalan, evaluasi, dan analisis untuk mengidentifikasi kemungkinan
2. Serta lingkungan yang aman sebagai langkah awal dalam manajemen risiko
3. Adanya bahaya, menentukan jenis, sumber, dan tingkat bahaya yang ada dalam suatu aktivitas atau lingkungan
4. Serta mengembangkan strategi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko yang terkait
5. Dengan tujuan memastikan keselamatan dan kesehatan kerja
4, 2, 1, 3, 5
1, 3, 4, 5, 2
2, 4, 2, 1, 3
3, 1, 2, , 4
Mana simbol pengamanan..
Berikut ini yang merupakan ciri-ciri dari alat pelindung kaki adalah..
Tahan benturan dan tahan tekanan
Bersifat mencegah kebakaran
Sol bagian luar maupun dalam tidak mudah lepas
Mempunyai daya redam terhadap benturan pada bagian tumit
Tahan tusukan
Manakah helm untuk HSE dan pekerja tersebut dengan opsi .... dibawah ini..
Putih dan Pink
Merah dan Biru
Kuning dan Merah
Hijau dan Kuning
Orane dan Merah
Alat pelindung pakaian yang digunakan adalah pada beberapa tempat yang menggunakan api dan terbuat dari kulit adalah
Mantel
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian alat pelindung diri, kecuali..
Pengujian Mutu
Sesuai lokasi kerja
Pemeliharaan APD
Ukuran harus tepat
Cara pemakaian yang benar
Berdasarkan ANSI/ISEA Z89.1-2014 Safety Helmet dikumpulkan menjadi tiga jenis yaitu Kelas G, E dan C.
Manakah helm yang digunakan untuk area gudang dan logistik...
G Tipe I
C Tipe I
C Tipe II
E Tipe II
Menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor PER.08/MEN/VII/2010, alat pelindung adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk ..... seseorang yang fungsinya .... sebagian atau seluruh tubuh dari .... di tempat kerja.
menolong
mengisolasi
potensi bahaya
melindungi
mengisolasi
potensi bahaya
mengisolasi
menutupi
potensi luka
menjaga
mengisolasi
potensi luka
melindungi
mengisolasi
potensi luka
Pemilihan dan penggunaan alat pelindung diri harus memperhatikan aspek teknis dan aspek psiklogis. Kutipan siapa tersebut..
Krisnawati (2013)
Suma’mur (2014)
Tarwaka (2008)
Suriadi (2022)
Limbah nuklir termasuk kategori berdasarkan …
Wujudnya
Asalnya
Sifatnya
Seluruh di atas
Bahaya biologis level 2 mencakup …
Virus HIV
Bakteri E. coli
Virus influenza
Bakteri TBC
Urutan langkah pengendalian bahaya yang benar adalah …
Monitor > Rencanakan > Laksanakan > Kenali > Evaluasi
Kenali > Evaluasi > Rencanakan > Laksanakan > Monitor
Evaluasi > Laksanakan > Kenali > Rencanakan > Monitor
Kenali > Rencanakan > Monitor > Evaluasi > Laksanakan
Manakah yang termasuk bahaya fisik?
Virus hepatitis
Getaran mekanis
Bakteri malaria
Paparan sinar ultraviolet
Bahaya radiasi tak berionik contohnya …
Sinar-X
Gelombang mikro
Radon
Partikel alfa
Dalam pengendalian bahaya, "Monitor" berarti …
Mengidentifikasi potensi bahaya
Mengevaluasi risiko awal
Melakukan pemantauan pasca-pelaksanaan
Menyusun rencana tindakan
Contoh "Replace" sesuai 4R adalah …
Menggunakan botol bekas sebagai vas
Mengolah plastik menjadi pelet
Memasang panel surya untuk pemanas air
Mengurangi penggunaan kertas
Perbedaan pollution control dan pollution prevention, kecuali …
Pollution control memindahkan masalah ke bentuk lain
Pollution prevention memerlukan biaya operasional
Pollution prevention bersifat pencegahan
Pollution control memerlukan lahan khusus
Prinsip "Reuse" adalah …
Mengurangi limbah sejak sumber
Menggunakan kembali limbah untuk fungsi lain tanpa mengolahnya
Mengolah limbah menjadi bahan baru
Mengganti bahan baku
Cocokkan bahaya berikut (Kolom A) dengan tindakan pengendalian yang paling tepat (Kolom B)..
1 – C, 2 – A, 3 – D, 4 – B
1 – A, 2 – B, 3 – D, 4 – C
1 – D, 2 – A, 3 – B, 4 – C
1 – B, 2 – D, 3 – C, 4 – A
Cocokkan kombinasi kemungkinan dan dampak (Kolom A) dengan tingkat risiko yang sesuai (Kolom B), lalu pilih jawaban yang paling benar..
1 – B, 2 – C, 3 – D, 4 – A
1 – A, 2 – B, 3 – C, 4 – D
1 – D, 2 – B, 3 – A, 4 – C
1 – C, 2 – D, 3 – A, 4 – B
Cocokkan jenis bahaya berikut (Kolom A) dengan risiko yang paling mungkin terjadi (Kolom B). Pilih jawaban yang paling benar.
1 – D, 2 – A, 3 – B, 4 – C
1 – B, 2 – D, 3 – C, 4 – A
1 – C, 2 – B, 3 – D, 4 – A
1 – A, 2 – C, 3 – D, 4 – B
Urutan hierarki 4R yang benar adalah …
Reduce > Reuse > Recycle > Replace
Reuse > Reduce > Replace > Recycle
Recycle > Replace > Reduce > Reuse
Replace > Recycle > Reuse > Reduce
