NEW
Font size
Worksheetsak menengah p6
Total questions: 56
Worksheet time: 28mins
Aset tetap didefinisikan sebagai:
Aset berwujud yang dimiliki untuk dijual kembali dalam kegiatan normal
Aset tidak berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan
Aset berwujud yang digunakan dalam produksi dan memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun
Aset lancar yang digunakan untuk transaksi harian
Aset tetap diakui dalam laporan keuangan jika:
Biayanya melebihi Rp1.000.000
Kemungkinan besar akan memberikan manfaat ekonomi di masa depan dan biaya dapat diukur secara andal
Aset tersebut disewa dari pihak lain
Aset tersebut telah habis disusutkan
Contoh dari aset tetap adalah:
Hak paten
Persediaan
Peralatan kantor
Uang muka sewa
Berdasarkan PSAK 16, biaya perolehan aset tetap mencakup:
Biaya administrasi umum
Pajak yang dapat dikreditkan
Biaya pembelian dan biaya langsung lainnya yang dapat diatribusikan
Cadangan kerugian piutang
Metode penyusutan yang mengalokasikan biaya secara merata setiap tahun disebut:
Metode saldo menurun
Metode unit produksi
Metode garis lurus
Metode revaluasi
Dalam metode saldo menurun ganda, penyusutan dihitung berdasarkan:
Nilai residu
Nilai buku awal tanpa nilai residu
Biaya perolehan
Nilai buku akhir
Komponen utama yang diperlukan untuk menghitung penyusutan aset tetap adalah:
Harga jual dan nilai buku
Umur manfaat, nilai residu, dan biaya perolehan
Harga pasar dan laba kotor
Beban pajak dan biaya perawatan
Revaluasi aset tetap dilakukan jika:
Nilainya menurun drastis
Untuk tujuan audit internal
Ada peningkatan nilai wajar yang dapat diandalkan
Untuk menyesuaikan biaya operasional
Jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali, maka:
Aset harus dijual
Aset harus disusutkan kembali
Aset harus dihapuskan
Harus diakui rugi penurunan nilai
Aset tetap dihentikan pengakuannya jika:
Sudah disusutkan habis
Tidak digunakan selama 1 tahun
Tidak lagi memberikan manfaat ekonomi
Sudah dilakukan revaluasi
Aset tak berwujud adalah aset non-moneter yang:
Tidak memiliki masa manfaat
Tidak dapat dijual
Tidak memiliki bentuk fisik
Tidak dicatat dalam laporan posisi keuangan
Contoh aset tak berwujud adalah:
Bangunan
Kendaraan
Hak paten
Mesin
PSAK yang mengatur tentang aset tak berwujud adalah:
PSAK 13
PSAK 14
PSAK 19
PSAK 16
Aset tak berwujud diakui jika:
Hanya jika nilainya lebih dari Rp100 juta
Memberikan manfaat ekonomi dan dapat diukur secara andal
Sudah digunakan lebih dari satu tahun
Merupakan aset sewaan
Aset tak berwujud yang memiliki umur manfaat terbatas diamortisasi selama:
10 tahun
Masa manfaat ekonomisnya
Secara langsung dihapuskan
Tidak perlu diamortisasi
Hak paten yang dibeli akan dicatat sebesar:
Nilai pasar
Biaya pendaftaran
Biaya perolehan
Biaya amortisasi
Jika aset tak berwujud tidak lagi memberikan manfaat, maka harus:
Dihapuskan dari pembukuan
Diamortisasi lebih cepat
Dijual ke pihak ketiga
Ditingkatkan nilainya
Goodwill hanya diakui dalam laporan keuangan jika:
Diperoleh melalui pembelian suatu entitas
Dihasilkan secara internal
Telah direvaluasi
Dihitung berdasarkan estimasi m
Goodwill hanya diakui dalam laporan keuangan jika:
Diperoleh melalui pembelian suatu entitas
Dihasilkan secara internal
Telah direvaluasi
Dihitung berdasarkan estimasi manajemen
Aset tak berwujud yang diperoleh dari riset internal:
Harus diakui sebagai aset
Tidak dapat diakui sebagai aset
Dapat dikapitalisasi langsung
Diperlakukan sebagai biaya di masa depan
Amortisasi aset tak berwujud dicatat sebagai:
Pengurangan ekuitas
Biaya pada laporan laba rugi
Penambahan aset
Pengurangan liabilitas
Akumulasi penyusutan menunjukkan:
Penambahan aset tetap
Penurunan nilai pasar
Jumlah penyusutan yang telah dibebankan sejak perolehan aset
Nilai buku saat ini
Jika aset tetap direvaluasi naik, maka selisih lebih dicatat dalam:
Laba rugi
Utang jangka panjang
Ekuitas – surplus revaluasi
Pendapatan diterima di muka
Biaya perbaikan besar yang memperpanjang umur aset tetap dicatat sebagai:
Beban langsung
Aset tetap tambahan
Penambahan nilai buku aset
Akumulasi penyusutan
Aset tetap yang rusak total dan tidak dapat digunakan lagi harus:
Disusutkan lagi
Dihapuskan dari pembukuan
Direvaluasi
Dijual
Dalam metode unit produksi, beban penyusutan dihitung berdasarkan:
Masa manfaat
Nilai pasar
Jumlah unit produksi aktual
Tingkat inflasi
Revaluasi tidak boleh dilakukan terlalu sering karena:
Menambah nilai laba
Mengganggu arus kas
Menyulitkan pembanding antar periode
Menurunkan nilai ekuitas
Perbedaan antara biaya perolehan dan nilai residu disebut:
Beban operasional
Biaya amortisasi
Jumlah yang disusutkan
Nilai buku
Aset tetap disusutkan untuk mencerminkan:
Penurunan nilai pasar
Penurunan nilai residu
Penurunan manfaat ekonomis
Penurunan laba kotor
Aset tetap bisa diperoleh melalui semua cara berikut, KECUALI:
Pembelian
Hibah
Sewa operasi
Tukar-menukar
PSAK yang mengatur tentang properti, pabrik, dan peralatan (aset tetap) adalah:
PSAK 13
PSAK 16
PSAK 19
PSAK 23
Aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal dapat diakui jika:
Tahap pengembangan selesai dan memenuhi kriteria tertentu
Telah diuji coba selama 3 tahun
Nilainya melebihi Rp500 juta
Memiliki izin dari otoritas
Goodwill dihentikan pengakuannya jika:
Sudah diamortisasi
Tidak lagi menghasilkan kas
Terdapat indikasi penurunan nilai
Melebihi 5 tahun
Dalam amortisasi, nilai tercatat dikurangi:
Biaya bunga
Biaya akumulatif
Beban amortisasi
Nilai pasar
Perbedaan utama antara aset tetap dan aset tak berwujud adalah:
Nilai pasar
Wujud fisik
Masa manfaat
Cara penghapusan
Jika umur manfaat aset tak berwujud tidak dapat ditentukan, maka:
Harus diamortisasi selama 10 tahun
Diakui sebagai beban
Tidak diamortisasi tetapi diuji penurunan nilai tahunan
Dihapus dari laporan
Beban riset dalam pengembangan produk baru dicatat sebagai:
Aset tak berwujud
Beban periode berjalan
Akumulasi pengeluaran
Kewajiban jangka pendek
Hak cipta, merek dagang, dan lisensi adalah contoh:
Aset tetap
Kewajiban jangka panjang
Aset tak berwujud
Biaya prabayar
Hak cipta, merek dagang, dan lisensi adalah contoh:
Aset tetap
Kewajiban jangka panjang
Aset tak berwujud
Biaya prabayar
Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas dicatat dalam laporan posisi keuangan sebesar:
Nilai pasar
Nilai tercatat dikurangi amortisasi dan penurunan nilai
Harga perolehan
Nilai yang diinginkan manajemen
Jika aset tak berwujud dijual, maka laba atau rugi penjualan diakui dalam:
Ekuitas
Laporan arus kas
Laporan laba rugi
Catatan atas laporan keuangan
Jika lisensi digunakan selama 5 tahun, maka amortisasi dilakukan:
Sekali saja
Selama masa berlaku lisensi
Tanpa amortisasi
Sampai aset disusutkan penuh
Penurunan nilai (impairment) harus diuji jika terdapat:
Biaya tambahan
Indikasi bahwa nilai tercatat tidak dapat dipulihkan
Aset mengalami penyusutan
Aset bertambah
Aset tetap dan aset tak berwujud sama-sama dicatat sebesar:
Nilai pasar
Nilai buku
Biaya historis dikurangi akumulasi penyusutan/amortisasi dan penurunan nilai
Nilai neto
Nilai residu aset tak berwujud umumnya:
Besar
Nol
Sesuai nilai pasar
Ditentukan manajemen
Aset tetap seperti gedung dan kendaraan harus disusutkan, sedangkan aset tak berwujud seperti hak cipta harus:
Disusutkan juga
Diakui sebagai biaya
Diamortisasi
Direvaluasi
Laporan keuangan yang menunjukkan akumulasi penyusutan dan amortisasi adalah:
Laporan arus kas
Laporan laba rugi
Laporan perubahan ekuitas
Neraca (laporan posisi keuangan)
Aset tetap yang nilainya turun karena perubahan teknologi harus:
Dijual
Diimprovisasi
Diuji penurunan nilai
Dialihkan ke aktiva lancar
Amortisasi dan penyusutan adalah metode untuk:
Menilai aset
Meningkatkan nilai buku
Mengalokasikan biaya aset selama masa manfaat
Mengakui aset sebagai pendapatan
Penyusutan dan amortisasi biasanya dicatat sebagai:
Kewajiban
Aset lancar
Beban operasional
Pendapatan lain-lain
Biaya hukum untuk memperoleh paten dapat dikapitalisasi jika:
Dibayar secara tunai
Berkaitan langsung dengan akuisisi
Dilakukan di luar negeri
Tidak lebih dari 5 juta
Bila aset tetap sudah tidak memiliki manfaat ekonomi dan tidak bisa digunakan, tindakan akuntansi yang tepat adalah:
Revaluasi
Disusutkan ulang
Dihentikan pengakuannya
Diperbaiki
Biaya instalasi mesin pabrik termasuk dalam:
Beban pemasaran
Biaya operasional
Biaya perolehan aset tetap
Biaya administrasi
Jika terjadi penurunan nilai aset tetap, maka jumlah yang diakui adalah:
Nilai residu
Harga pasar
Jumlah yang dapat diperoleh kembali
Biaya pengganti
Aset tetap dicatat dalam laporan posisi keuangan sebesar:
Harga jual
Nilai bersih setelah depresiasi
Biaya perolehan
Nilai pasar saat ini
Dalam metode saldo menurun ganda, beban penyusutan akan:
Tetap setiap tahun
Naik setiap tahun
Menurun setiap tahun
Tidak dihitung
