Font size
Worksheetslatsol sks 1 & 2 pediatric
Total questions: 90
Worksheet time: 2hrs 15mins
Seorang anak laki-laki usia 18 bulan dibawa ke Puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu disertai batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Orang tuanya mengatakan anak tampak lemas, tidak seaktif biasanya, dan tidak mau makan. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 38,5°C, faring hiperemis, mata tampak kemerahan, dan terdapat rhinitis. Tidak ditemukan wheezing atau retraksi dada. Anak tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya. diagnosis yang paling mungkin adalah:
Bronkiolitis akut
Faringitis streptokokus
Influenza
COVID-19
Pneumonia bakterial
Seorang anak perempuan usia 2 tahun datang dengan keluhan batuk sejak 2 hari yang lalu. Disertai demam tinggi, nyeri kepala, dan muntah. Dari pemeriksaan ditemukan suhu 39°C, faring hiperemis, konjungtiva kemerahan, dan terdapat pembesaran kelenjar limfa servikal. Anak tampak lemas tetapi tidak ada retraksi dada atau wheezing. Apa kemungkinan komplikasi yang paling perlu diwaspadai pada pasien ini?
Encephalitis
Pneumonia bakterial sekunder
Otitis media kronik
Asma bronkial
Tuberkulosis
Seorang bayi usia 5 bulan mengalami demam tinggi, batuk, dan napas cepat sejak 3 hari terakhir. Pemeriksaan menunjukkan demam 38,8°C, takikardi, dan ronki halus di kedua paru. Saturasi oksigen 96% tanpa retraksi dada. Riwayat imunisasi belum lengkap. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah:
Pemberian antibiotik spektrum luas
Terapi inhalasi bronkodilator
Rawat inap di ruang isolasi
Terapi simptomatik dan monitoring ketat
Pemeriksaan RT-PCR
Seorang anak laki-laki usia 7 tahun datang dengan keluhan batuk, demam, pilek, dan rasa sakit kepala sejak 2 hari. Ibunya khawatir karena gejalanya muncul setelah anak bermain dengan teman yang diketahui positif influenza. Mekanisme penularan utama influenza pada anak adalah:
Transfusi darah
Airborne melalui aerosol kecil
Droplet langsung dan tidak langsung
Kontaminasi makanan
Penularan vektor serangga
Seorang anak usia 10 bulan datang ke IGD dengan demam 3 hari, batuk kering, dan tampak lesu. Pemeriksaan menunjukkan leukosit normal, saturasi O2 98%, dan hasil rapid test serologi menunjukkan IgA terhadap virus influenza positif. Apa pemeriksaan penunjang yang menjadi diagnosis pasti influenza?
Darah lengkap
Pemeriksaan foto toraks
Pemeriksaan IgG dan IgM
Pemeriksaan ELISA IgA
Isolasi virus
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Sebelumnya mengalami pilek dan batuk ringan. Pada pemeriksaan tampak takipnea, retraksi subkostal, wheezing ekspirasi, dan saturasi oksigen 91% di udara ruangan. Rontgen toraks menunjukkan hiperinflasi paru. Apakah diagnosis paling mungkin?
Pneumonia bakterial
Asma bronkial
Croup
Tuberkulosis paru
Bronkiolitis akut
Bayi usia 4 bulan dirawat karena bronkiolitis sedang. Apa faktor risiko yang paling berkaitan dengan perkembangan penyakit ini?
Pemberian MPASI terlalu dini
Pemberian ASI eksklusif
Paparan asap rokok
Imunisasi lengkap
Riwayat atopik
Seorang bayi laki-laki usia 10 bulan mengalami bronkiolitis. Pemeriksaan radiologi menunjukkan gambaran hiperinflasi dengan patchy infiltrates. Patofisiologi utama yang menyebabkan gejala sesak napas pada bronkiolitis adalah:
Spasme otot polos bronkus
Hipersekresi mukus dari sel goblet
Obstruksi jalan napas akibat edema dan debris mukus
Kontraksi bronkiolus akibat rangsangan alergi
Penurunan aktivitas silia akibat bakteri
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Sebelumnya mengalami pilek dan batuk ringan. Pada pemeriksaan tampak takipnea, retraksi subkostal, wheezing ekspirasi, dan saturasi oksigen 91% di udara ruangan. Rontgen toraks menunjukkan hiperinflasi paru. bagaimana pencegahan yang paling tepat?
imunoprofilaksis RSV IGM
vaksin RSB IGM
imunoprofilaksis RFV IGIV
imunoprofilaksis RSV IGIV
vaksin RFV IGM
Seorang bayi perempuan usia 8 bulan mengalami batuk dan pilek selama 3 hari, kemudian disertai sesak napas. Pemeriksaan fisik menunjukkan wheezing dan ekspirasi memanjang. Ia tidak memiliki riwayat alergi atau asma. terapi awal yang paling sesuai untuk pasien ini?
Antibiotik spektrum luas
Terapi suportif
Kortikosteroid oral
Ribavirin aerosol
Antihistamin dan dekongestan
Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan demam tinggi sejak 3 hari lalu disertai batuk, napas cepat, dan nafsu makan menurun. Saat diperiksa, terdapat takipnea dengan frekuensi napas 44x/menit, retraksi subkostal, dan saturasi oksigen 92% dengan udara ruangan. Anak tampak letargis. Berdasarkan data tersebut, klasifikasi derajat COVID-19 yang tepat pada anak ini adalah:
Ringan
Sedang
Kritis
MIS-C
Berat
SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 pada anak menggunakan reseptor berikut ini untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia:
Toll-like receptor 4 (TLR4)
Interleukin-6 receptor
Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2)
Transmembrane protease serine 2 (TMPRSS2)
CD4+
Seorang anak usia 9 tahun terkonfirmasi COVID-19 dengan saturasi oksigen 88%, demam tinggi, dan terdapat riwayat komorbid asma. Dokter merencanakan pemberian antivirus. Obat antivirus yang direkomendasikan pada anak dengan gejala berat dan komorbid adalah:
Remdesivir
Oseltamivir
Ribavirin
Flavipiravir
Palivizumab
anak dengan gejala berat dan komorbid adalah:
Remdesivir
Oseltamivir
Ribavirin
Flavipiravir
Palivizumab
Seorang anak perempuan usia 8 tahun datang dengan keluhan demam selama 4 hari, ruam kulit, muntah, dan nyeri perut. Pemeriksaan menunjukkan konjungtivitis bilateral non purulen, hipotensi, dan kadar CRP serta D-dimer yang meningkat. Swab RT-PCR positif COVID-19. Diagnosis paling tepat pada pasien tersebut adalah:
COVID-19 ringan
COVID-19 sedang
Syok septik
Pneumonia bakterial
MIS-C
Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan demam, batuk, anosmia, dan diare sejak 3 hari lalu. Dokter mencurigai COVID-19 dan melakukan pemeriksaan penunjang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan limfopenia dan peningkatan CRP. Hasil swab nasofaring dinyatakan positif SARS-CoV-2 oleh metode RT-PCR. Manakah dari pemeriksaan berikut ini yang merupakan standar baku emas (gold standard) untuk menegakkan diagnosis COVID-19 pada pasien ini?
Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan CRP dan prokalsitonin
Foto toraks
Rapid test antibodi
RT-PCR dari swab nasofaring dan orofaring
Seorang bayi usia 3 bulan dibawa ke Puskesmas karena batuk terus-menerus sejak 3 minggu lalu, terutama malam hari. Batuk bersifat paroksismal, sering diikuti muntah. Ibu menyebut anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Apakah diagnosis paling mungkin?
Pneumonia
Asma
Pertusis
Bronkiolitis
Faringitis streptokokus
Seorang anak usia 8 tahun terdiagnosis pertusis dan perlu terapi antibiotik. Apa pilihan antibiotik utama untuk pasien ini?
Penisilin
Azitromisin
Amoksisilin
Tetrasiklin
Metronidazol
Komplikasi yang paling mungkin terjadi pada bayi dengan pertusis berat adalah
Otitis media
Prolaps rektum
Bronkitis kronis
Hipertensi sistemik
Katarak kongenital
Seorang anak usia 4 tahun didiagnosis bronkopneumonia dan akan mendapat antibiotik peroral. Obat yang direkomendasikan adalah:
Kloramfenikol
Eritromisin
Rifampisin
Ampisilin
Amoksisilin
Anak usia 3 tahun dengan pneumonia tidak menunjukkan perbaikan klinis setelah 3 hari pengobatan amoksisilin. Apa langkah selanjutnya?
Ganti ke antitusif
Beri vitamin C
Rujuk ke RS
Evaluasi ulang dan ganti antibiotik lini 2
Beri antipiretik saja
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun datang dengan demam, batuk, dan sesak napas. Pemeriksaan fisik: retraksi dinding dada bagian bawah, frekuensi napas 58x/menit, ronkhi bilateral. Apa klasifikasi WHO pada kasus ini?
Bukan pneumonia
Pneumonia ringan
Pneumonia
Pneumonia berat
Bronkiolitis
Anak 5 tahun datang dengan demam ringan berulang, batuk kronik, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan menunjukkan TST positif dan pembesaran kelenjar leher. Skor diagnosis TB ≥6. Apa langkah tatalaksana selanjutnya?
Pemberian OAT segera
Isolasi pasien
Rujuk ke RS
Antibiotik broadspectrum
Imunisasi ulang
Obat berikut ini memiliki efek samping buta warna dan harus dimonitor saat pengobatan TB pada anak:
Rifampisin
INH
Etambutol
Pirazinamid
Streptomisin
Tujuan utama dari pengobatan TB anak adalah berikut ini, kecuali:
Mencegah transmisi
Mencegah kekambuhan
Mencegah resistansi
Menurunkan produksi sputum
Menyembuhkan total
Komplikasi paling berbahaya yang dapat muncul pada difteri adalah:
Otitis media
Glomerulonefritis
Miokarditis
Asma
Skleritis
Anak 6 tahun datang dengan demam subfebril, nyeri menelan, dan terdapat selaput putih keabu-abuan pada tonsil yang mudah berdarah saat disentuh. Apa diagnosis kerja dan tindakan awal yang paling tepat?
Tonsilitis akut, beri antibiotik
Faringitis streptokokus, tunggu hasil kultur
Suspek difteri, segera beri antibiotik dan ADS
Laringitis akut, observasi
Herpangina, suportif
Seorang anak terdiagnosis difteri dan telah menjalani terapi antibiotik. Setelah hari ke-4, pseudomembran belum hilang. Apa penilaian yang benar?
Ini normal, lanjutkan terapi dan observasi
Antibiotik gagal, perlu ganti
Lakukan operasi pengangkatan pseudomembran
Segera swab ulang dan hentikan terapi
Pasien boleh dipulangkan
Anak perempuan usia 9 tahun mengalami batuk berulang sejak 2 bulan terakhir, terutama malam hari. Gejala memberat setelah berlari di sekolah. Pemeriksaan menunjukkan mengi ekspirasi. Apa diagnosis tersering?
Bronkiolitis
Asma bronkial
TB paru
Pneumonia
Faringitis
Seorang anak 7 tahun datang dengan batuk dan sesak nafas tiap terkena debu. Riwayat keluarga dengan rinitis alergi. Diagnosis asma ditegakkan. Faktor pencetus anak ini termasuk
Iritan
Alergen
Infeksi
Aktivitas fisik
Obat NSAID
Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menilai fungsi paru pada anak dengan asma
Foto thoraks
Uji tuberkulin
Analisa gas darah
Spirometri
CT thoraks
Seorang anak 6 tahun mengalami batuk, mengi dan sesak seminggu sekali. Gejala tidak setiap hari. Klasifikasi derajat keparahan asma adalah:
Intermiten
Persisten ringan
Persisten sedang
Persisten berat
Asma status
Anak 10 tahun datang dengan sesak berat, tidak mampu bicara, mengantuk, dan suara napas tidak terdengar. SpO₂ 82%. Diagnosis paling tepat adalah
Serangan asma dengan ancaman henti napas
Asma persisten berat
Bronkopneumonia
Pneumothoraks
Status epileptikus
Pada kasus asma dengan ancaman henti napas, terapi awal yang paling tepat di ruang gawat darurat:
Oral salbutamol
Antibiotik
Nebulasi salbutamol + ipratropium, oksigen, deksametason
Kortikosteroid oral tunggal
Rujuk saja
Tanda khas yang membedakan serangan asma berat dari yang disertai ancaman gagal napas adalah:
Mengi inspirasi
Batuk berdahak
Retraksi ringan
Letargi dan suara napas tak terdengar
Takikardi
Jika pasien tidak membaik setelah 3 kali nebulisasi salbutamol + oksigen, langkah berikutnya:
Ulang terapi yang sama
Beri antibiotik
Rujuk ke ICU/RS rujukan
Observasi 6 jam
Beri antihistamin
Bayi prematur usia 35 minggu masih membutuhkan oksigen setelah 36 minggu post-konsepsi. Diagnosis yang perlu dipertimbangkan
Pneumonia
Bronkiolitis
Asma bronkial
Displasia bronkopulmonar
ARDS
Faktor risiko utama displasia bronkopulmonar pada bayi prematur adalah:
Infeksi telinga
Radang gusi
Pemakaian ventilator dan oksigen jangka panjang
Pemberian ASI eksklusif
Asfiksia neonatorum
Pemeriksaan penunjang yang menunjukkan BPD pada bayi:
Hipertrofi ventrikel kiri
Hiperinflasi dan fibrosis pada foto thoraks
Konsolidasi segmental
Atelectasis lokal
Pneumotoraks luas
Komplikasi jangka panjang BPD yang perlu diwaspadai adalah:
TB paru
Otitis media
Limfadenopati
Skoliosis
Hipertensi pulmonal
Bayi 2 bulan sering terdengar mengi saat menyusu dan menangis. Pemeriksaan menunjukkan trakea mudah kolaps saat ekspirasi. Diagnosis yang paling mungkin:
Asma
Trakeomalasia
Faringitis
Bronkopneumonia
Refluks esofagus
Trakeomalasia primer disebabkan oleh
Kompresi tumor
Infeksi virus
Kelainan struktur trakea kongenital
Obstruksi lendir
Bronkospasme
Trakeomalasia tipe II ditandai oleh:
Infeksi kronis trakea
Defek intrinsik kartilago
Reaksi alergi
Luka bakar inhalasi
Tekanan dari massa luar seperti timus atau vaskular ring
Trakeomalasia dapat menyebabkan gejala pernapasan karena
Sumbatan bronkus oleh mukus
Konstriksi bronkiolus
Kolaps jalan napas saat ekspirasi
Bronkospasme kronik
Infeksi saluran napas atas
Anak 1 tahun mengalami kejang, lalu tidak sadar dan muntah. Beberapa hari kemudian muncul sesak napas dan demam. Kemungkinan diagnosis:
Pneumonia bakteri biasa
Pneumonia aspirasi
Pneumonia virus
ARDS
Bronkiolitis
Aspirasi cairan lambung menyebabkan pneumonia kimia. Faktor yang paling berperan dalam kerusakan paru:
Kandungan protein
Viskositas tinggi
Bakteri anaerob
Suhu dingin
pH < 2,5
Pemeriksaan penunjang utama untuk mendeteksi aspirasi adalah:
BTA
CT kepala
Foto thoraks
Tes mantoux
USG abdomen
Terapi lini pertama untuk pneumonia aspirasi:
Kotrimoksazol
Amoksisilin biasa
Gentamisin
Klaritromisin
Ampisilin-sulbaktam
Anak laki-laki usia 4 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, muntah, dan nyeri perut bagian bawah. Urinalisis menunjukkan leukosit esterase (+), nitrit (+), dan leukosituria. Diagnosis yang paling tepat adalah:
ISK bawah
ISK asimtomatik
ISK definitif
ISK tersangka
Sistitis atipikal
Bayi perempuan usia 6 bulan mengalami demam tanpa fokus infeksi yang jelas. Pemeriksaan urinalisis menunjukkan leukosituria dan nitrit positif. Apa pemeriksaan pengambilan urin terbaik untuk diagnosis ISK?
Urin spontan
Urin diaper
Aspirasi suprapubik
Urin pagi hari
Swab uretra
Anak 5 tahun mengalami ISK berulang. USG ginjal menunjukkan hidronefrosis ringan. Apa kemungkinan penyebab kelainan saluran kemih yang mendasari?
Infeksi virus
Vesikoureteral reflux (VUR)
Disfungsi kandung kemih
Benda asing
Anemia
Pada pasien ISK rawat jalan tanpa komplikasi, antibiotik empiris yang dapat diberikan adalah:
Ceftriaxone
Amoksisilin
Gentamisin
Tobramisin
Cefazoline
Anak usia 6 tahun datang dengan keluhan bengkak di wajah, urin seperti air cucian daging, dan tekanan darah 130/90 mmHg. Dua minggu sebelumnya mengalami faringitis. Diagnosis paling mungkin adalah:
Sindrom nefrotik
Glomerulonefritis akut pasca streptokokus
Nefritis interstisial
GGA prerenal
Uretritis
Pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis GNAPS adalah
IgE tinggi
Kreatinin urin menurun
C3 serum menurun
IgM tinggi
HBsAg positif
Anak dengan GNAPS mengalami tekanan darah 190/120 mmHg dan kejang. Tindakan pertama yang harus dilakukan:
Beri antibiotik
Beri diazepam dan turunkan tekanan darah
Beri furosemide saja
Rujuk ke dokter mata
Observasi 24 jam
Terapi antibiotik untuk eradikasi streptokokus pada GNAPS adalah:
Rifampisin
Eritromisin
Gentamisin
Levofloxacin
Azitromisin
Anak laki-laki usia 5 tahun datang dengan wajah sembab saat bangun tidur. Pemeriksaan: udem palpebra, asites ringan, dan urin berbuih. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Sindrom nefrotik
GNAPS
ISK
HUS
Hipoproteinemia
Hasil laboratorium yang sesuai dengan sindrom nefrotik:
Albumin 3,8 g/dL
Kolesterol 120 mg/dL
Protein urin 50 mg/m²/jam
Protein urin > 40 mg/m²/jam
Kreatinin serum meningkat
Terapi awal pilihan untuk sindrom nefrotik:
Furosemide oral
Prednison
ACE-inhibitor
Albumin
Eritromisin
Komplikasi jangka panjang yang paling dikhawatirkan dari sindrom nefrotik adalah:
Batuk
Infeksi sekunder
Hematuria
Hiperpigmentasi
Hiperkalsemia
Seorang anak 3 tahun dibawa dengan perut membesar sejak 1 minggu. Perabaan menunjukkan massa padat di kuadran kanan atas abdomen. Apa diagnosis tersering?
Hepatoblastoma
Neuroblastoma
Kista ginjal
Asites
Tumor Wilms
Pemeriksaan utama (gold standar) penegak diagnosis pasti tumor Wilms:
USG abdomen
CT-scan
Pemeriksaan LDH
Biopsi histopatologi
Pemeriksaan urin
Stadium II menurut NWTS adalah
Tumor hanya di ginjal
Tumor menembus kapsul
Tumor menyebar ke rongga perut
Tumor menyebar hematogen
Tumor menyebar ke otak
Gejala sistemik yang dapat dijumpai pada anak dengan tumor Wilms kecuali:
Hematuria
Anoreksia
Massa abdomen
Hipoglikemia
Penurunan berat badan
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun datang ke IGD dengan keluhan muncul bintik-bintik merah di kulit tubuh sejak 2 hari lalu. Tidak ada demam, batuk, atau pilek. Pada pemeriksaan ditemukan purpura dan petechie di ekstremitas bawah. Tidak ada pembesaran organ. Pemeriksaan darah menunjukkan trombosit 30.000/uL. Apa diagnosis paling mungkin?
Leukemia akut
Sepsis meningokokus
Idiopathic thrombocytopenic purpura
Disseminated intravascular coagulation
Henoch-Schönlein Purpura
Apa diagnosis paling mungkin?
Leukemia akut
Sepsis meningokokus
Idiopathic thrombocytopenic purpura
Disseminated intravascular coagulation
Henoch-Schönlein Purpura
Apa mekanisme patofisiologis utama pada kasus ini?
Gangguan produksi sumsum tulang
Defisiensi faktor pembekuan VIII
Aktivasi berlebihan faktor koagulasi
Destruksi trombosit oleh antibodi
Hipersensitivitas IgE
Apa diagnosis paling mungkin?
Hemofilia A
Hemofilia B
Von Willebrand Disease
ITP
DIC
Apakah pola pewarisan kondisi ini?
Autosomal dominan
Autosomal resesif
X-linked dominan
X-linked resesif
Sporadis
Apa diagnosisnya?
Hemofilia A
Von Willebrand disease
ITP
DIC
Anemia defisiensi besi
Apa pemeriksaan yang mungkin menunjukkan kelainan?
PT memanjang
aPTT normal
Fibrinogen meningkat
VWF dan faktor VIII menurun
Leukosit meningkat
Apa diagnosisnya?
Kawasaki disease
ITP
Henoch-Schönlein Purpura
DIC
Steven Johnson Syndrome
Apa pemeriksaan paling tepat untuk mengevaluasi komplikasi ginjal pada HSP?
Kultur darah
USG abdomen
Urinalisis
Pemeriksaan elektrolit
Endoskopi
Anak 10 tahun datang dengan keluhan demam, nyeri mulut, dan muncul lepuh pada kulit yang cepat pecah. Ia baru saja mendapat terapi lamotrigin. Pemeriksaan menunjukkan lesi mukosa, eritema luas, dan tanda Nikolsky positif. Apa diagnosisnya?
Kawasaki disease
SJS
Lupus eritematosus sistemik
HFMD
Impetigo bulosa
Apa pemeriksaan yang paling membantu menegakkan diagnosis pasti SJS?
DL lengkap
CT scan kepala
Biopsi kulit
Kultur darah
aPTT
Seorang remaja perempuan usia 15 tahun datang dengan keluhan nyeri pada beberapa sendi dan ruam merah di pipi yang makin parah saat terpapar sinar matahari. Pemeriksaan fisik menunjukkan ruam berbentuk kupu-kupu, ulserasi oral, dan pembengkakan sendi. Hasil lab: ANA positif, anti-dsDNA positif, LED meningkat. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Rheumatic fever
Juvenile idiopathic arthritis
Psoriatic arthritis
Dermatomiositis
Systemic lupus erythematosus
Seorang gadis usia 13 tahun dengan riwayat SLE mengalami bengkak pada wajah dan tungkai, serta urin berwarna gelap. Pemeriksaan lab menunjukkan proteinuria +4, hematuria, dan kadar C3/C4 menurun. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi?
Pielonefritis akut
Nefritis lupus
Glomerulonefritis post-streptokokus
Sindrom nefrotik idiopatik
HUS (Hemolytic Uremic Syndrome)
Anak perempuan usia 4 tahun dibawa ke dokter karena lututnya bengkak sejak 2 bulan lalu. Ia tidak demam, namun sendi lutut hangat, tidak merah. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan uveitis anterior. Apa diagnosis yang paling mungkin?
SLE
Demam rematik
Oligoarticular juvenile idiopathic arthritis
Leukemia limfoblastik akut
Hemofilia
Seorang anak laki-laki usia 12 tahun dengan demam tinggi hilang timbul, ruam saat demam, dan nyeri di banyak sendi. Pemeriksaan menunjukkan leukositosis, LED ↑, trombositosis. Apa jenis JIA pada kasus ini?
Oligoartikular
Poliartikular seropositif
Poliartikular seronegatif
Sistemik (Still's disease)
Enthesitis-related arthritis
Anak laki-laki usia 9 tahun dibawa ke puskesmas karena lutut dan pergelangan kakinya terlihat bengkak dan terasa kaku saat pagi hari. Ibu pasien mengatakan keluhan sudah berlangsung sekitar 1 bulan. Apa diagnosis yang paling mungkin?
Anemia hemolitik
Anemia aplastik
Anemia defisiensi besi
Leukemia
Anemia sideroblastik
Seorang anak perempuan usia 11 tahun datang dengan pucat, lemah, dan pusing. Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 9 g/dL, MCV <70 fl, TIBC ↑, dan saturasi transferin <10%. Apa langkah awal paling tepat untuk memastikan diagnosis ADB?
Percobaan terapi besi oral
Pemeriksaan HbA2
Pemberian vitamin B12
Transfusi PRC
Pemeriksaan LED dan CRP
Anak laki-laki 9 tahun datang dengan keluhan pucat, lemah, mudah memar, dan demam berulang. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan hepatosplenomegali. Darah lengkap menunjukkan pancitopenia. Apa diagnosis paling mungkin?
Leukemia akut
Anemia aplastik
Anemia hemolitik
Talasemia mayor
DIC
Seorang anak datang dengan keluhan lemas, gusi berdarah, dan demam. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan pancitopenia. Untuk menegakkan diagnosis pasti, apa pemeriksaan terbaik?
Apus darah tepi
LED
Lumbal pungsi
Aspirasi sumsum tulang
Retikulosit
Anak perempuan 7 tahun mengalami kelelahan, nyeri perut, dan urin berwarna teh. Pemeriksaan menunjukkan ikterus dan splenomegali. Hasil lab: Hb 6 g/dL, bilirubin indirek ↑, dan tes Coombs positif. Apa diagnosis paling mungkin?
Talasemia mayor
Anemia defisiensi besi
Anemia hemolitik autoimun
Anemia aplastik
Anemia megaloblastik
Seorang anak dengan anemia hemolitik mengalami eksaserbasi berat. Kadar Hb <5 g/dL dan napas cepat. Apa terapi paling tepat?
Obat penekan sumsum tulang
Splenektomi segera
Transfusi sel darah merah
Transplantasi sumsum tulang
Pemberian vitamin B12
Anak usia 10 tahun datang dengan pucat, letih, dan kesemutan di kaki. Pemeriksaan menunjukkan glositis dan Hb 7,5 g/dL. MCV 120 fL dan vitamin B12 rendah. Apa diagnosis paling mungkin
Anemia defisiensi besi
Anemia aplastik
Anemia makrositik karena defisiensi B12
Anemia hemolitik
Talasemia minor
Anak usia 6 tahun tampak pucat, lemas, dan mengalami glositis. Pemeriksaan darah menunjukkan MCV >110 fL. Apa terapi awal yang dapat diberikan sambil menunggu hasil lab lengkap?
Asam folat
Besi sulfat
Vitamin C
Eritropoietin
Antibiotik
Anak usia 12 tahun datang karena benjolan di leher sejak 3 minggu lalu. Tidak nyeri, tidak membaik, dan tampak menetap. Tidak ada demam. Pemeriksaan menunjukkan KGB 3 cm, keras, tidak dapat digerakkan, dan supraklavikula kiri. Apa diagnosis yang perlu dipertimbangkan?
Limfoma
Limfadenopati reaktif virus
Tuberkulosis kelenjar
Infeksi bakteri akut
Toksoplasmosis
Seorang anak 9 tahun dirawat karena limfadenitis servikalis supuratif. Setelah pemberian antibiotik selama 5 hari tidak ada perbaikan. Demam menetap, nodus membesar dan fluktuatif. Apa langkah tatalaksana selanjutnya?
Ganti antibiotik spektrum luas
Lakukan FNAB segera
Tambahkan steroid sistemik
Tunggu respon hingga 10 hari
Lakukan drainase abses
Anak 9 tahun datang dengan nyeri perut dan muntah sejak 1 minggu. Teraba massa abdomen di kanan bawah. Tidak ada keluhan buang air besar. Pemeriksaan menunjukkan anemia dan leukositosis. Apa diagnosis banding utama?
Intususepsi
Neuroblastoma
Tumor Wilms
Limfoma Non-Hodgkin
Appendisitis
