wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

latsol sks 1 & 2 pediatric

Total questions: 90

Worksheet time: 2hrs 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak laki-laki usia 18 bulan dibawa ke Puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari yang lalu disertai batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Orang tuanya mengatakan anak tampak lemas, tidak seaktif biasanya, dan tidak mau makan. Pada pemeriksaan ditemukan suhu 38,5°C, faring hiperemis, mata tampak kemerahan, dan terdapat rhinitis. Tidak ditemukan wheezing atau retraksi dada. Anak tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya. diagnosis yang paling mungkin adalah:

a)

Bronkiolitis akut

b)

Faringitis streptokokus

c)

Influenza

d)

COVID-19

e)

Pneumonia bakterial

2.

Seorang anak perempuan usia 2 tahun datang dengan keluhan batuk sejak 2 hari yang lalu. Disertai demam tinggi, nyeri kepala, dan muntah. Dari pemeriksaan ditemukan suhu 39°C, faring hiperemis, konjungtiva kemerahan, dan terdapat pembesaran kelenjar limfa servikal. Anak tampak lemas tetapi tidak ada retraksi dada atau wheezing. Apa kemungkinan komplikasi yang paling perlu diwaspadai pada pasien ini?

a)

Encephalitis

b)

Pneumonia bakterial sekunder

c)

Otitis media kronik

d)

Asma bronkial

e)

Tuberkulosis

3.

Seorang bayi usia 5 bulan mengalami demam tinggi, batuk, dan napas cepat sejak 3 hari terakhir. Pemeriksaan menunjukkan demam 38,8°C, takikardi, dan ronki halus di kedua paru. Saturasi oksigen 96% tanpa retraksi dada. Riwayat imunisasi belum lengkap. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah:

a)

Pemberian antibiotik spektrum luas

b)

Terapi inhalasi bronkodilator

c)

Rawat inap di ruang isolasi

d)

Terapi simptomatik dan monitoring ketat

e)

Pemeriksaan RT-PCR

4.

Seorang anak laki-laki usia 7 tahun datang dengan keluhan batuk, demam, pilek, dan rasa sakit kepala sejak 2 hari. Ibunya khawatir karena gejalanya muncul setelah anak bermain dengan teman yang diketahui positif influenza. Mekanisme penularan utama influenza pada anak adalah:

a)

Transfusi darah

b)

Airborne melalui aerosol kecil

c)

Droplet langsung dan tidak langsung

d)

Kontaminasi makanan

e)

Penularan vektor serangga

5.

Seorang anak usia 10 bulan datang ke IGD dengan demam 3 hari, batuk kering, dan tampak lesu. Pemeriksaan menunjukkan leukosit normal, saturasi O2 98%, dan hasil rapid test serologi menunjukkan IgA terhadap virus influenza positif. Apa pemeriksaan penunjang yang menjadi diagnosis pasti influenza?

a)

Darah lengkap

b)

Pemeriksaan foto toraks

c)

Pemeriksaan IgG dan IgM

d)

Pemeriksaan ELISA IgA

e)

Isolasi virus

6.

Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Sebelumnya mengalami pilek dan batuk ringan. Pada pemeriksaan tampak takipnea, retraksi subkostal, wheezing ekspirasi, dan saturasi oksigen 91% di udara ruangan. Rontgen toraks menunjukkan hiperinflasi paru. Apakah diagnosis paling mungkin?

a)

Pneumonia bakterial

b)

Asma bronkial

c)

Croup

d)

Tuberkulosis paru

e)

Bronkiolitis akut

7.

Bayi usia 4 bulan dirawat karena bronkiolitis sedang. Apa faktor risiko yang paling berkaitan dengan perkembangan penyakit ini?

a)

Pemberian MPASI terlalu dini

b)

Pemberian ASI eksklusif

c)

Paparan asap rokok

d)

Imunisasi lengkap

e)

Riwayat atopik

8.

Seorang bayi laki-laki usia 10 bulan mengalami bronkiolitis. Pemeriksaan radiologi menunjukkan gambaran hiperinflasi dengan patchy infiltrates. Patofisiologi utama yang menyebabkan gejala sesak napas pada bronkiolitis adalah:

a)

Spasme otot polos bronkus

b)

Hipersekresi mukus dari sel goblet

c)

Obstruksi jalan napas akibat edema dan debris mukus

d)

Kontraksi bronkiolus akibat rangsangan alergi

e)

Penurunan aktivitas silia akibat bakteri

9.

Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 1 hari yang lalu. Sebelumnya mengalami pilek dan batuk ringan. Pada pemeriksaan tampak takipnea, retraksi subkostal, wheezing ekspirasi, dan saturasi oksigen 91% di udara ruangan. Rontgen toraks menunjukkan hiperinflasi paru. bagaimana pencegahan yang paling tepat?

a)

imunoprofilaksis RSV IGM

b)

vaksin RSB IGM

c)

imunoprofilaksis RFV IGIV

d)

imunoprofilaksis RSV IGIV

e)

vaksin RFV IGM

10.

Seorang bayi perempuan usia 8 bulan mengalami batuk dan pilek selama 3 hari, kemudian disertai sesak napas. Pemeriksaan fisik menunjukkan wheezing dan ekspirasi memanjang. Ia tidak memiliki riwayat alergi atau asma. terapi awal yang paling sesuai untuk pasien ini?

a)

Antibiotik spektrum luas

b)

Terapi suportif

c)

Kortikosteroid oral

d)

Ribavirin aerosol

e)

Antihistamin dan dekongestan

11.

Seorang anak laki-laki usia 4 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan demam tinggi sejak 3 hari lalu disertai batuk, napas cepat, dan nafsu makan menurun. Saat diperiksa, terdapat takipnea dengan frekuensi napas 44x/menit, retraksi subkostal, dan saturasi oksigen 92% dengan udara ruangan. Anak tampak letargis. Berdasarkan data tersebut, klasifikasi derajat COVID-19 yang tepat pada anak ini adalah:

a)

Ringan

b)

Sedang

c)

Kritis

d)

MIS-C

e)

Berat

12.

SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 pada anak menggunakan reseptor berikut ini untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia:

a)

Toll-like receptor 4 (TLR4)

b)

Interleukin-6 receptor

c)

Angiotensin converting enzyme 2 (ACE2)

d)

Transmembrane protease serine 2 (TMPRSS2)

e)

CD4+

13.

Seorang anak usia 9 tahun terkonfirmasi COVID-19 dengan saturasi oksigen 88%, demam tinggi, dan terdapat riwayat komorbid asma. Dokter merencanakan pemberian antivirus. Obat antivirus yang direkomendasikan pada anak dengan gejala berat dan komorbid adalah:

a)

Remdesivir

b)

Oseltamivir

c)

Ribavirin

d)

Flavipiravir

e)

Palivizumab

14.

anak dengan gejala berat dan komorbid adalah:

a)

Remdesivir

b)

Oseltamivir

c)

Ribavirin

d)

Flavipiravir

e)

Palivizumab

15.

Seorang anak perempuan usia 8 tahun datang dengan keluhan demam selama 4 hari, ruam kulit, muntah, dan nyeri perut. Pemeriksaan menunjukkan konjungtivitis bilateral non purulen, hipotensi, dan kadar CRP serta D-dimer yang meningkat. Swab RT-PCR positif COVID-19. Diagnosis paling tepat pada pasien tersebut adalah:

a)

COVID-19 ringan

b)

COVID-19 sedang

c)

Syok septik

d)

Pneumonia bakterial

e)

MIS-C

16.

Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan demam, batuk, anosmia, dan diare sejak 3 hari lalu. Dokter mencurigai COVID-19 dan melakukan pemeriksaan penunjang. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan limfopenia dan peningkatan CRP. Hasil swab nasofaring dinyatakan positif SARS-CoV-2 oleh metode RT-PCR. Manakah dari pemeriksaan berikut ini yang merupakan standar baku emas (gold standard) untuk menegakkan diagnosis COVID-19 pada pasien ini?

a)

Pemeriksaan darah lengkap

b)

Pemeriksaan CRP dan prokalsitonin

c)

Foto toraks

d)

Rapid test antibodi

e)

RT-PCR dari swab nasofaring dan orofaring

17.

Seorang bayi usia 3 bulan dibawa ke Puskesmas karena batuk terus-menerus sejak 3 minggu lalu, terutama malam hari. Batuk bersifat paroksismal, sering diikuti muntah. Ibu menyebut anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Apakah diagnosis paling mungkin?

a)

Pneumonia

b)

Asma

c)

Pertusis

d)

Bronkiolitis

e)

Faringitis streptokokus

18.

Seorang anak usia 8 tahun terdiagnosis pertusis dan perlu terapi antibiotik. Apa pilihan antibiotik utama untuk pasien ini?

a)

Penisilin

b)

Azitromisin

c)

Amoksisilin

d)

Tetrasiklin

e)

Metronidazol

19.

Komplikasi yang paling mungkin terjadi pada bayi dengan pertusis berat adalah

a)

Otitis media

b)

Prolaps rektum

c)

Bronkitis kronis

d)

Hipertensi sistemik

e)

Katarak kongenital

20.

Seorang anak usia 4 tahun didiagnosis bronkopneumonia dan akan mendapat antibiotik peroral. Obat yang direkomendasikan adalah:

a)

Kloramfenikol

b)

Eritromisin

c)

Rifampisin

d)

Ampisilin

e)

Amoksisilin

21.

Anak usia 3 tahun dengan pneumonia tidak menunjukkan perbaikan klinis setelah 3 hari pengobatan amoksisilin. Apa langkah selanjutnya?

a)

Ganti ke antitusif

b)

Beri vitamin C

c)

Rujuk ke RS

d)

Evaluasi ulang dan ganti antibiotik lini 2

e)

Beri antipiretik saja

22.

Seorang anak laki-laki usia 2 tahun datang dengan demam, batuk, dan sesak napas. Pemeriksaan fisik: retraksi dinding dada bagian bawah, frekuensi napas 58x/menit, ronkhi bilateral. Apa klasifikasi WHO pada kasus ini?

a)

Bukan pneumonia

b)

Pneumonia ringan

c)

Pneumonia

d)

Pneumonia berat

e)

Bronkiolitis

23.

Anak 5 tahun datang dengan demam ringan berulang, batuk kronik, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan menunjukkan TST positif dan pembesaran kelenjar leher. Skor diagnosis TB ≥6. Apa langkah tatalaksana selanjutnya?

a)

Pemberian OAT segera

b)

Isolasi pasien

c)

Rujuk ke RS

d)

Antibiotik broadspectrum

e)

Imunisasi ulang

24.

Obat berikut ini memiliki efek samping buta warna dan harus dimonitor saat pengobatan TB pada anak:

a)

Rifampisin

b)

INH

c)

Etambutol

d)

Pirazinamid

e)

Streptomisin

25.

Tujuan utama dari pengobatan TB anak adalah berikut ini, kecuali:

a)

Mencegah transmisi

b)

Mencegah kekambuhan

c)

Mencegah resistansi

d)

Menurunkan produksi sputum

e)

Menyembuhkan total

26.

Komplikasi paling berbahaya yang dapat muncul pada difteri adalah:

a)

Otitis media

b)

Glomerulonefritis

c)

Miokarditis

d)

Asma

e)

Skleritis

27.

Anak 6 tahun datang dengan demam subfebril, nyeri menelan, dan terdapat selaput putih keabu-abuan pada tonsil yang mudah berdarah saat disentuh. Apa diagnosis kerja dan tindakan awal yang paling tepat?

a)

Tonsilitis akut, beri antibiotik

b)

Faringitis streptokokus, tunggu hasil kultur

c)

Suspek difteri, segera beri antibiotik dan ADS

d)

Laringitis akut, observasi

e)

Herpangina, suportif

28.

Seorang anak terdiagnosis difteri dan telah menjalani terapi antibiotik. Setelah hari ke-4, pseudomembran belum hilang. Apa penilaian yang benar?

a)

Ini normal, lanjutkan terapi dan observasi

b)

Antibiotik gagal, perlu ganti

c)

Lakukan operasi pengangkatan pseudomembran

d)

Segera swab ulang dan hentikan terapi

e)

Pasien boleh dipulangkan

29.

Anak perempuan usia 9 tahun mengalami batuk berulang sejak 2 bulan terakhir, terutama malam hari. Gejala memberat setelah berlari di sekolah. Pemeriksaan menunjukkan mengi ekspirasi. Apa diagnosis tersering?

a)

Bronkiolitis

b)

Asma bronkial

c)

TB paru

d)

Pneumonia

e)

Faringitis

30.

Seorang anak 7 tahun datang dengan batuk dan sesak nafas tiap terkena debu. Riwayat keluarga dengan rinitis alergi. Diagnosis asma ditegakkan. Faktor pencetus anak ini termasuk

a)

Iritan

b)

Alergen

c)

Infeksi

d)

Aktivitas fisik

e)

Obat NSAID

31.

Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menilai fungsi paru pada anak dengan asma

a)

Foto thoraks

b)

Uji tuberkulin

c)

Analisa gas darah

d)

Spirometri

e)

CT thoraks

32.

Seorang anak 6 tahun mengalami batuk, mengi dan sesak seminggu sekali. Gejala tidak setiap hari. Klasifikasi derajat keparahan asma adalah:

a)

Intermiten

b)

Persisten ringan

c)

Persisten sedang

d)

Persisten berat

e)

Asma status

33.

Anak 10 tahun datang dengan sesak berat, tidak mampu bicara, mengantuk, dan suara napas tidak terdengar. SpO₂ 82%. Diagnosis paling tepat adalah

a)

Serangan asma dengan ancaman henti napas

b)

Asma persisten berat

c)

Bronkopneumonia

d)

Pneumothoraks

e)

Status epileptikus

34.

Pada kasus asma dengan ancaman henti napas, terapi awal yang paling tepat di ruang gawat darurat:

a)

Oral salbutamol

b)

Antibiotik

c)

Nebulasi salbutamol + ipratropium, oksigen, deksametason

d)

Kortikosteroid oral tunggal

e)

Rujuk saja

35.

Tanda khas yang membedakan serangan asma berat dari yang disertai ancaman gagal napas adalah:

a)

Mengi inspirasi

b)

Batuk berdahak

c)

Retraksi ringan

d)

Letargi dan suara napas tak terdengar

e)

Takikardi

36.

Jika pasien tidak membaik setelah 3 kali nebulisasi salbutamol + oksigen, langkah berikutnya:

a)

Ulang terapi yang sama

b)

Beri antibiotik

c)

Rujuk ke ICU/RS rujukan

d)

Observasi 6 jam

e)

Beri antihistamin

37.

Bayi prematur usia 35 minggu masih membutuhkan oksigen setelah 36 minggu post-konsepsi. Diagnosis yang perlu dipertimbangkan

a)

Pneumonia

b)

Bronkiolitis

c)

Asma bronkial

d)

Displasia bronkopulmonar

e)

ARDS

38.

Faktor risiko utama displasia bronkopulmonar pada bayi prematur adalah:

a)

Infeksi telinga

b)

Radang gusi

c)

Pemakaian ventilator dan oksigen jangka panjang

d)

Pemberian ASI eksklusif

e)

Asfiksia neonatorum

39.

Pemeriksaan penunjang yang menunjukkan BPD pada bayi:

a)

Hipertrofi ventrikel kiri

b)

Hiperinflasi dan fibrosis pada foto thoraks

c)

Konsolidasi segmental

d)

Atelectasis lokal

e)

Pneumotoraks luas

40.

Komplikasi jangka panjang BPD yang perlu diwaspadai adalah:

a)

TB paru

b)

Otitis media

c)

Limfadenopati

d)

Skoliosis

e)

Hipertensi pulmonal

41.

Bayi 2 bulan sering terdengar mengi saat menyusu dan menangis. Pemeriksaan menunjukkan trakea mudah kolaps saat ekspirasi. Diagnosis yang paling mungkin:

a)

Asma

b)

Trakeomalasia

c)

Faringitis

d)

Bronkopneumonia

e)

Refluks esofagus

42.

Trakeomalasia primer disebabkan oleh

a)

Kompresi tumor

b)

Infeksi virus

c)

Kelainan struktur trakea kongenital

d)

Obstruksi lendir

e)

Bronkospasme

43.

Trakeomalasia tipe II ditandai oleh:

a)

Infeksi kronis trakea

b)

Defek intrinsik kartilago

c)

Reaksi alergi

d)

Luka bakar inhalasi

e)

Tekanan dari massa luar seperti timus atau vaskular ring

44.

Trakeomalasia dapat menyebabkan gejala pernapasan karena

a)

Sumbatan bronkus oleh mukus

b)

Konstriksi bronkiolus

c)

Kolaps jalan napas saat ekspirasi

d)

Bronkospasme kronik

e)

Infeksi saluran napas atas

45.

Anak 1 tahun mengalami kejang, lalu tidak sadar dan muntah. Beberapa hari kemudian muncul sesak napas dan demam. Kemungkinan diagnosis:

a)

Pneumonia bakteri biasa

b)

Pneumonia aspirasi

c)

Pneumonia virus

d)

ARDS

e)

Bronkiolitis

46.

Aspirasi cairan lambung menyebabkan pneumonia kimia. Faktor yang paling berperan dalam kerusakan paru:

a)

Kandungan protein

b)

Viskositas tinggi

c)

Bakteri anaerob

d)

Suhu dingin

e)

pH < 2,5

47.

Pemeriksaan penunjang utama untuk mendeteksi aspirasi adalah:

a)

BTA

b)

CT kepala

c)

Foto thoraks

d)

Tes mantoux

e)

USG abdomen

48.

Terapi lini pertama untuk pneumonia aspirasi:

a)

Kotrimoksazol

b)

Amoksisilin biasa

c)

Gentamisin

d)

Klaritromisin

e)

Ampisilin-sulbaktam

49.

Anak laki-laki usia 4 tahun datang dengan keluhan demam tinggi, muntah, dan nyeri perut bagian bawah. Urinalisis menunjukkan leukosit esterase (+), nitrit (+), dan leukosituria. Diagnosis yang paling tepat adalah:

a)

ISK bawah

b)

ISK asimtomatik

c)

ISK definitif

d)

ISK tersangka

e)

Sistitis atipikal

50.

Bayi perempuan usia 6 bulan mengalami demam tanpa fokus infeksi yang jelas. Pemeriksaan urinalisis menunjukkan leukosituria dan nitrit positif. Apa pemeriksaan pengambilan urin terbaik untuk diagnosis ISK?

a)

Urin spontan

b)

Urin diaper

c)

Aspirasi suprapubik

d)

Urin pagi hari

e)

Swab uretra

51.

Anak 5 tahun mengalami ISK berulang. USG ginjal menunjukkan hidronefrosis ringan. Apa kemungkinan penyebab kelainan saluran kemih yang mendasari?

a)

Infeksi virus

b)

Vesikoureteral reflux (VUR)

c)

Disfungsi kandung kemih

d)

Benda asing

e)

Anemia

52.

Pada pasien ISK rawat jalan tanpa komplikasi, antibiotik empiris yang dapat diberikan adalah:

a)

Ceftriaxone

b)

Amoksisilin

c)

Gentamisin

d)

Tobramisin

e)

Cefazoline

53.

Anak usia 6 tahun datang dengan keluhan bengkak di wajah, urin seperti air cucian daging, dan tekanan darah 130/90 mmHg. Dua minggu sebelumnya mengalami faringitis. Diagnosis paling mungkin adalah:

a)

Sindrom nefrotik

b)

Glomerulonefritis akut pasca streptokokus

c)

Nefritis interstisial

d)

GGA prerenal

e)

Uretritis

54.

Pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis GNAPS adalah

a)

IgE tinggi

b)

Kreatinin urin menurun

c)

C3 serum menurun

d)

IgM tinggi

e)

HBsAg positif

55.

Anak dengan GNAPS mengalami tekanan darah 190/120 mmHg dan kejang. Tindakan pertama yang harus dilakukan:

a)

Beri antibiotik

b)

Beri diazepam dan turunkan tekanan darah

c)

Beri furosemide saja

d)

Rujuk ke dokter mata

e)

Observasi 24 jam

56.

Terapi antibiotik untuk eradikasi streptokokus pada GNAPS adalah:

a)

Rifampisin

b)

Eritromisin

c)

Gentamisin

d)

Levofloxacin

e)

Azitromisin

57.

Anak laki-laki usia 5 tahun datang dengan wajah sembab saat bangun tidur. Pemeriksaan: udem palpebra, asites ringan, dan urin berbuih. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Sindrom nefrotik

b)

GNAPS

c)

ISK

d)

HUS

e)

Hipoproteinemia

58.

Hasil laboratorium yang sesuai dengan sindrom nefrotik:

a)

Albumin 3,8 g/dL

b)

Kolesterol 120 mg/dL

c)

Protein urin 50 mg/m²/jam

d)

Protein urin > 40 mg/m²/jam

e)

Kreatinin serum meningkat

59.

Terapi awal pilihan untuk sindrom nefrotik:

a)

Furosemide oral

b)

Prednison

c)

ACE-inhibitor

d)

Albumin

e)

Eritromisin

60.

Komplikasi jangka panjang yang paling dikhawatirkan dari sindrom nefrotik adalah:

a)

Batuk

b)

Infeksi sekunder

c)

Hematuria

d)

Hiperpigmentasi

e)

Hiperkalsemia

61.

Seorang anak 3 tahun dibawa dengan perut membesar sejak 1 minggu. Perabaan menunjukkan massa padat di kuadran kanan atas abdomen. Apa diagnosis tersering?

a)

Hepatoblastoma

b)

Neuroblastoma

c)

Kista ginjal

d)

Asites

e)

Tumor Wilms

62.

Pemeriksaan utama (gold standar) penegak diagnosis pasti tumor Wilms:

a)

USG abdomen

b)

CT-scan

c)

Pemeriksaan LDH

d)

Biopsi histopatologi

e)

Pemeriksaan urin

63.

Stadium II menurut NWTS adalah

a)

Tumor hanya di ginjal

b)

Tumor menembus kapsul

c)

Tumor menyebar ke rongga perut

d)

Tumor menyebar hematogen

e)

Tumor menyebar ke otak

64.

Gejala sistemik yang dapat dijumpai pada anak dengan tumor Wilms kecuali:

a)

Hematuria

b)

Anoreksia

c)

Massa abdomen

d)

Hipoglikemia

e)

Penurunan berat badan

65.

Seorang anak laki-laki usia 5 tahun datang ke IGD dengan keluhan muncul bintik-bintik merah di kulit tubuh sejak 2 hari lalu. Tidak ada demam, batuk, atau pilek. Pada pemeriksaan ditemukan purpura dan petechie di ekstremitas bawah. Tidak ada pembesaran organ. Pemeriksaan darah menunjukkan trombosit 30.000/uL. Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Leukemia akut

b)

Sepsis meningokokus

c)

Idiopathic thrombocytopenic purpura

d)

Disseminated intravascular coagulation

e)

Henoch-Schönlein Purpura

66.

Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Leukemia akut

b)

Sepsis meningokokus

c)

Idiopathic thrombocytopenic purpura

d)

Disseminated intravascular coagulation

e)

Henoch-Schönlein Purpura

67.

Apa mekanisme patofisiologis utama pada kasus ini?

a)

Gangguan produksi sumsum tulang

b)

Defisiensi faktor pembekuan VIII

c)

Aktivasi berlebihan faktor koagulasi

d)

Destruksi trombosit oleh antibodi

e)

Hipersensitivitas IgE

68.

Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Hemofilia A

b)

Hemofilia B

c)

Von Willebrand Disease

d)

ITP

e)

DIC

69.

Apakah pola pewarisan kondisi ini?

a)

Autosomal dominan

b)

Autosomal resesif

c)

X-linked dominan

d)

X-linked resesif

e)

Sporadis

70.

Apa diagnosisnya?

a)

Hemofilia A

b)

Von Willebrand disease

c)

ITP

d)

DIC

e)

Anemia defisiensi besi

71.

Apa pemeriksaan yang mungkin menunjukkan kelainan?

a)

PT memanjang

b)

aPTT normal

c)

Fibrinogen meningkat

d)

VWF dan faktor VIII menurun

e)

Leukosit meningkat

72.

Apa diagnosisnya?

a)

Kawasaki disease

b)

ITP

c)

Henoch-Schönlein Purpura

d)

DIC

e)

Steven Johnson Syndrome

73.

Apa pemeriksaan paling tepat untuk mengevaluasi komplikasi ginjal pada HSP?

a)

Kultur darah

b)

USG abdomen

c)

Urinalisis

d)

Pemeriksaan elektrolit

e)

Endoskopi

74.

Anak 10 tahun datang dengan keluhan demam, nyeri mulut, dan muncul lepuh pada kulit yang cepat pecah. Ia baru saja mendapat terapi lamotrigin. Pemeriksaan menunjukkan lesi mukosa, eritema luas, dan tanda Nikolsky positif. Apa diagnosisnya?

a)

Kawasaki disease

b)

SJS

c)

Lupus eritematosus sistemik

d)

HFMD

e)

Impetigo bulosa

75.

Apa pemeriksaan yang paling membantu menegakkan diagnosis pasti SJS?

a)

DL lengkap

b)

CT scan kepala

c)

Biopsi kulit

d)

Kultur darah

e)

aPTT

76.

Seorang remaja perempuan usia 15 tahun datang dengan keluhan nyeri pada beberapa sendi dan ruam merah di pipi yang makin parah saat terpapar sinar matahari. Pemeriksaan fisik menunjukkan ruam berbentuk kupu-kupu, ulserasi oral, dan pembengkakan sendi. Hasil lab: ANA positif, anti-dsDNA positif, LED meningkat. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Rheumatic fever

b)

Juvenile idiopathic arthritis

c)

Psoriatic arthritis

d)

Dermatomiositis

e)

Systemic lupus erythematosus

77.

Seorang gadis usia 13 tahun dengan riwayat SLE mengalami bengkak pada wajah dan tungkai, serta urin berwarna gelap. Pemeriksaan lab menunjukkan proteinuria +4, hematuria, dan kadar C3/C4 menurun. Apa komplikasi yang paling mungkin terjadi?

a)

Pielonefritis akut

b)

Nefritis lupus

c)

Glomerulonefritis post-streptokokus

d)

Sindrom nefrotik idiopatik

e)

HUS (Hemolytic Uremic Syndrome)

78.

Anak perempuan usia 4 tahun dibawa ke dokter karena lututnya bengkak sejak 2 bulan lalu. Ia tidak demam, namun sendi lutut hangat, tidak merah. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan uveitis anterior. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

SLE

b)

Demam rematik

c)

Oligoarticular juvenile idiopathic arthritis

d)

Leukemia limfoblastik akut

e)

Hemofilia

79.

Seorang anak laki-laki usia 12 tahun dengan demam tinggi hilang timbul, ruam saat demam, dan nyeri di banyak sendi. Pemeriksaan menunjukkan leukositosis, LED ↑, trombositosis. Apa jenis JIA pada kasus ini?

a)

Oligoartikular

b)

Poliartikular seropositif

c)

Poliartikular seronegatif

d)

Sistemik (Still's disease)

e)

Enthesitis-related arthritis

80.

Anak laki-laki usia 9 tahun dibawa ke puskesmas karena lutut dan pergelangan kakinya terlihat bengkak dan terasa kaku saat pagi hari. Ibu pasien mengatakan keluhan sudah berlangsung sekitar 1 bulan. Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Anemia hemolitik

b)
  1. Anemia aplastik

c)
  1. Anemia defisiensi besi

d)
  1. Leukemia

e)
  1. Anemia sideroblastik

81.

Seorang anak perempuan usia 11 tahun datang dengan pucat, lemah, dan pusing. Pemeriksaan darah menunjukkan Hb 9 g/dL, MCV <70 fl, TIBC ↑, dan saturasi transferin <10%. Apa langkah awal paling tepat untuk memastikan diagnosis ADB?

a)
  1. Percobaan terapi besi oral

b)

Pemeriksaan HbA2

c)

Pemberian vitamin B12

d)

Transfusi PRC

e)

Pemeriksaan LED dan CRP

82.

Anak laki-laki 9 tahun datang dengan keluhan pucat, lemah, mudah memar, dan demam berulang. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan hepatosplenomegali. Darah lengkap menunjukkan pancitopenia. Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Leukemia akut

b)

Anemia aplastik

c)

Anemia hemolitik

d)

Talasemia mayor

e)

DIC

83.

Seorang anak datang dengan keluhan lemas, gusi berdarah, dan demam. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan pancitopenia. Untuk menegakkan diagnosis pasti, apa pemeriksaan terbaik?

a)

Apus darah tepi

b)
  1. LED

c)
  1. Lumbal pungsi

d)

Aspirasi sumsum tulang

e)

Retikulosit

84.

Anak perempuan 7 tahun mengalami kelelahan, nyeri perut, dan urin berwarna teh. Pemeriksaan menunjukkan ikterus dan splenomegali. Hasil lab: Hb 6 g/dL, bilirubin indirek ↑, dan tes Coombs positif. Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Talasemia mayor

b)

Anemia defisiensi besi

c)

Anemia hemolitik autoimun

d)

Anemia aplastik

e)

Anemia megaloblastik

85.

Seorang anak dengan anemia hemolitik mengalami eksaserbasi berat. Kadar Hb <5 g/dL dan napas cepat. Apa terapi paling tepat?

a)

Obat penekan sumsum tulang

b)
  1. Splenektomi segera

c)

Transfusi sel darah merah

d)

Transplantasi sumsum tulang

e)

Pemberian vitamin B12

86.

Anak usia 10 tahun datang dengan pucat, letih, dan kesemutan di kaki. Pemeriksaan menunjukkan glositis dan Hb 7,5 g/dL. MCV 120 fL dan vitamin B12 rendah. Apa diagnosis paling mungkin

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Anemia aplastik

c)

Anemia makrositik karena defisiensi B12

d)

Anemia hemolitik

e)

Talasemia minor

87.

Anak usia 6 tahun tampak pucat, lemas, dan mengalami glositis. Pemeriksaan darah menunjukkan MCV >110 fL. Apa terapi awal yang dapat diberikan sambil menunggu hasil lab lengkap?

a)

Asam folat

b)
  1. Besi sulfat

c)

Vitamin C

d)
  1. Eritropoietin

e)

Antibiotik

88.

Anak usia 12 tahun datang karena benjolan di leher sejak 3 minggu lalu. Tidak nyeri, tidak membaik, dan tampak menetap. Tidak ada demam. Pemeriksaan menunjukkan KGB 3 cm, keras, tidak dapat digerakkan, dan supraklavikula kiri. Apa diagnosis yang perlu dipertimbangkan?

a)
  1. Limfoma

b)

Limfadenopati reaktif virus

c)
  1. Tuberkulosis kelenjar

d)
  1. Infeksi bakteri akut

e)

Toksoplasmosis

89.

Seorang anak 9 tahun dirawat karena limfadenitis servikalis supuratif. Setelah pemberian antibiotik selama 5 hari tidak ada perbaikan. Demam menetap, nodus membesar dan fluktuatif. Apa langkah tatalaksana selanjutnya?

a)

Ganti antibiotik spektrum luas

b)

Lakukan FNAB segera

c)
  1. Tambahkan steroid sistemik

d)

Tunggu respon hingga 10 hari

e)

Lakukan drainase abses

90.
  1. Anak 9 tahun datang dengan nyeri perut dan muntah sejak 1 minggu. Teraba massa abdomen di kanan bawah. Tidak ada keluhan buang air besar. Pemeriksaan menunjukkan anemia dan leukositosis. Apa diagnosis banding utama?

a)
  1. Intususepsi

b)
  1. Neuroblastoma

c)

Tumor Wilms

d)
  1. Limfoma Non-Hodgkin

e)
  1. Appendisitis