wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS PEMBINAAN MULTILATERAL

Total questions: 85

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Apa definisi pembinaan multilateral dalam konteks olahraga?

a)

Proses pengembangan satu cabang olahraga secara intensif sejak dini

b)

Pendekatan pengembangan beragam kemampuan motorik dan fisik melalui beberapa cabang olahraga secara simultan

c)

Program spesialisasi teknik gabungan di satu cabang olahraga

d)

Latihan berkelompok tanpa fokus pada komponen fisik

2.

Manfaat utama pendekatan multilateral bagi atlet usia dini adalah:

a)

Memaksimalkan penguasaan satu keterampilan khusus

b)

Mencegah cedera dan mendukung transfer keterampilan motorik

c)

Mengurangi variasi latihan

d)

Menekan beban latihan pada fase pematangan otot

3.

Jika seorang pelatih ingin meningkatkan kelincahan dan keseimbangan atlet muda, model latihan mana yang paling tepat digunakan?

a)

Spesialisasi awal pada satu cabang olahraga

b)

Pembinaan multilateral dengan variasi gerak dasar

c)

Latihan beban statis intensif

d)

Latihan teknik spesifik tanpa variasi

4.

Manakah perbedaan paling menonjol antara pembinaan spesifik cabang olahraga dan pembinaan multilateral?

a)

Spesifik menekankan teknik; multilateral menekankan teori

b)

Spesifik fokus satu cabang; multilateral mengutamakan berbagai cabang untuk perkembangan menyeluruh

c)

Spesifik hanya untuk atlet dewasa; multilateral untuk semua usia

d)

Spesifik menggunakan peralatan; multilateral tidak memerlukan peralatan

5.

Model pembinaan multilateral yang menekankan keluwesan gerak anak biasanya berasal dari prinsip:

a)

Kekhususan (specialization)

b)

Multilateralitas (diversification)

c)

Individualisasi

d)

Intensitas tinggi

6.

Salah satu tujuan pembinaan multilateral adalah:

a)

Mengisolasi satu keterampilan spesifik sejak dini

b)

Meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh

c)

Mengurangi variasi latihan

d)

Memfokuskan pada strategi taktis cabang tunggal

7.

Seorang pelatih merancang program yang menggabungkan sepak bola, bola basket, dan atletik untuk anak 10–12 tahun. Hal ini termasuk dalam:

a)

Program pembinaan spesifik cabang olahraga

b)

Model pembinaan multilateral

c)

Latihan beban berat

d)

Program rehabilitasi cedera

8.

Pelatih A menerapkan pendekatan multilateral, sedangkan Pelatih B memfokuskan satu cabang sejak umur 8 tahun. Berdasarkan riset Horn (2015), apa kekurangan pendekatan Pelatih B?

a)

Risiko overuse injury lebih tinggi

b)

Waktu latihan lebih singkat

c)

Kemampuan kognitif menurun

d)

Motivasi meningkat secara signifikan

9.

Manakah pernyataan berikut yang bukan termasuk tujuan pembinaan multilateral?

a)

Pengembangan potensi fisik alami

b)

Peningkatan transfer keterampilan antar olahraga

c)

Spesialisasi teknik pada satu cabang sejak usia dini

d)

Pencegahan cedera melalui variasi latihan

10.

Dalam model “Long-Term Athlete Development” (LTAD), tahap “Sampling” sangat berkaitan dengan:

a)

Spesialisasi awal

b)

Pembinaan multilateral dan eksplorasi beberapa olahraga

c)

Pelatihan intensif khusus

d)

Kompetisi elit

11.

Komponen kekuatan dalam pembinaan fisik olahraga didefinisikan sebagai:

a)

Kemampuan organ tubuh mendukung aktivitas berkat efisiensi pernapasan

b)

Kemampuan otot melakukan kontraksi untuk mengatasi tahanan

c)

Kemampuan otot bekerja dalam waktu lama tanpa kelelahan

d)

Kelenturan sendi dalam rentang gerak maksimal

12.

Komponen ketahanan (endurance) dalam pembinaan fisik mengacu pada:

a)

Kemampuan otot melakukan kontraksi kuat secara cepat

b)

Kemampuan otot mempertahankan kerja dalam jangka waktu tertentu

c)

Kelenturan serat otot saat peregang

13.

Dalam pembinaan fisik mengacu pada:

a)

Kemampuan otot melakukan kontraksi kuat secara cepat

b)

Kemampuan otot mempertahankan kerja dalam jangka waktu tertentu

c)

Kelenturan serat otot saat peregangan

d)

Kecepatan reaksi terhadap stimulus eksternal

14.

Kelincahan (agility) terbaik dilatih melalui:

a)

Latihan beban berat tanpa variasi gerak

b)

Latihan sirkuit yang memadukan perubahan arah dan kecepatan

c)

Latihan statis memegang posisi tubuh

d)

Latihan pernapasan dalam

15.

Fleksibilitas (flexibility) dalam konteks olahraga merujuk pada:

a)

Kecepatan otot berkontraksi

b)

Rentang gerak maksimum sendi tubuh

c)

Daya tahan kerja jantung dan paru

d)

Kekuatan ledakan otot

16.

Latihan keterampilan dasar seperti berlari, melompat, dan melempar yang dapat diterapkan di banyak cabang olahraga termasuk dalam aspek pembinaan:

a)

Fisik

b)

Teknis

c)

Mental

d)

Taktis

17.

Manajemen stres dalam pembinaan mental bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan beban latihan fisik

b)

Mengurangi kecemasan pra-pertandingan dan menjaga fokus

c)

Menambah durasi kompetisi

d)

Meningkatkan tekanan psikologis

18.

Teknik visualisasi dan self-talk merupakan bagian dari:

a)

Pembinaan sosial

b)

Pembinaan mental dan psikologis

c)

Pembinaan fisik

d)

Pembinaan teknis

19.

Reingelmann Effect menunjukkan bahwa dalam tim yang besar, rata-rata kinerja individu cenderung menurun karena:

a)

Kurangnya pelatihan fisik intensif

b)

Penurunan motivasi dan rendahnya tanggung jawab individu

c)

Ketidakseimbangan nutrisi

d)

Keterbatasan fasilitas latihan

20.

Komunikasi antarpribadi yang efektif dalam tim olahraga sangat penting karena:

a)

Membatasi interaksi pelatih-atlet

b)

Mempengaruhi sikap dan performa tim melalui umpan balik langsung

c)

Menurunkan motivasi

d)

Mengurangi kepercayaan diri

21.

Strategi taktis dasar dalam berbagai olahraga melibatkan:

a)

Perencanaan beban latihan fisik tanpa memperhitungkan lawan

b)

Perencanaan matang menghadapi lawan dengan analisis kekuatan, kelemahan, dan adaptasi situasional

c)

Latihan teknik spesifik tanpa konteks pertandingan

d)

Pengembangan stamina semata

22.

Pada tahap anak-anak dan remaja, tujuan utama pembinaan multilateral adalah mendukung perkembangan fisik dan kognitif, yaitu:

a)

Penguasaan teknik spesifik satu cabang olahraga sejak dini

b)

Pengembangan kapasitas aerobik semata

c)

Pengembangan beragam kemampuan motorik dasar dan fungsi kognitif melalui aktivitas variasi gerak

d)

Peningkatan volume latihan tanpa fokus pada variasi

23.

Menurut literatur, untuk atlet dewasa, minimal frekuensi latihan yang diperlukan untuk mempertahankan kebugaran kardiovaskular adalah:

a)

1 sesi/minggu dengan durasi 5 menit

b)

2 sesi/minggu dengan durasi ≥13–26 menit per sesi selama intensitas dipertahankan

c)

7 sesi/minggu dengan intensitas rendah

d)

3 sesi/minggu tanpa memperhatikan intensitas

24.

Seorang pelatih ingin merancang program pembinaan untuk senior (≥65 tahun) yang menitikberatkan pada pemeliharaan kesehatan, mobilitas, dan rekreasi. Komponen utama yang sebaiknya dimasukkan adalah:

a)

Latihan plyometrik intensitas tinggi setiap hari

b)

Latihan multikomponen (aerobik ringan, penguatan otot, dan latihan keseimbangan)

c)

Spesialisasi teknik satu cabang olahraga tanpa latihan kekuatan

d)

Latihan endurance eksklusif tanpa komponen kekuatan atau keseimbangan

25.

Studi pada anak-anak menunjukkan partisipasi dalam berbagai olahraga tim berhubungan positif dengan perkembangan kognitif, dibandingkan partisipasi eksklusif satu olahraga. Hal ini menjelaskan manfaat multilateral dalam mengembangkan:

4 lines
26.

Rhubungan positif dengan perkembangan kognitif, dibandingkan partisipasi eksklusif satu olahraga. Hal ini menjelaskan manfaat multilateral dalam mengembangkan:

a)

Hanya kemampuan fisik

b)

Fungsi eksekutif, seperti memori kerja dan fleksibilitas kognitif

c)

Kecepatan reaksi saja

d)

Daya tahan otot semata

27.

(Evaluation) Berdasarkan riset, pengurangan volume latihan dewasa hingga sepertiga hingga setengah dapat dipertahankan selama 15 minggu asalkan:

a)

Intensitas latihan ditingkatkan secara maksimal

b)

Intensitas latihan dipertahankan pada tingkat yang sama

c)

Durasi setiap sesi dikurangi menjadi <5 menit

d)

Frekuensi latihan dikurangi menjadi 0 sesi/minggu

28.

(Creation) Mana di antara contoh program berikut yang paling sesuai sebagai model pembinaan multilateral lintas usia (anak, dewasa, senior) dalam satu siklus mingguan?

a)

Senin—Senam fleksibilitas anak; Rabu—Latihan beban dewasa; Jumat—Latihan keseimbangan senior

b)

Senin—Sprint anak; Selasa—Maraton dewasa; Rabu—Sprint senior; Kamis—Sprint anak; ...

c)

Latihan hanya pada akhir pekan tanpa variasi

d)

Latihan beban berat harian untuk semua kelompok usia

29.

(Knowledge) Menurut UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, salah satu fungsi utama club olahraga adalah:

a)

Menyelenggarakan kompetisi internasional secara mandiri

b)

Mengelola dan membina potensi jasmani, rohani, dan sosial atlet pelajar di tingkat lokal

c)

Mengatur regulasi cabang olahraga secara nasional

d)

Menyusun kurikulum pendidikan jasmani di sekolah

30.

(Comprehension) Fungsi manajemen pembinaan prestasi dalam club olahraga meliputi:

a)

Fokus pada seleksi atlet saja

b)

Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program latihan prestasi

c)

Hanya memberikan dana kepada atlet berprestasi

d)

Menetapkan standar kompetisi tanpa evaluasi

31.

(Application) Sebuah club menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan dana operasional untuk sarana latihan. Langkah strategis yang tepat adalah:

a)

Mengurangi seluruh program latihan tanpa mencari sponsor

b)

Mengajukan kemitraan kepada pihak swasta dan pemerintah daerah untuk pendanaan

c)

Memindahkan semua atlet ke kota lain

d)

Menghapuskan program multilateral dan fokus pada satu cabang

32.

(Analysis) Salah satu peluang bagi club olahraga dalam era digital adalah membangun:

a)

Sistem pelatihan tertutup tanpa publikasi

b)

Platform e-coaching untuk memperluas jangkauan pembinaan dan mentoring jarak jauh

c)

Program latihan hanya mengandalkan tatap muka

d)

Hanya berpromosi melalui selebaran fisik

33.

(Evaluation) Manakah pernyataan berikut yang terbaik menggambarkan peran edukatif club olahraga dalam membentuk karakter atlet?

a)

Membiarkan atlet berlatih mandiri tanpa arahan

b)

Menyelenggarakan workshop nilai sportivitas dan kerja sama tim secara rutin

c)

Fokus hanya pada aspek fisik dan teknis

d)

Menekankan kompetisi tanpa mengajarkan etika

34.

(Creation) Jika diminta merancang program kolaborasi antar club untuk meningkatkan multilateralitas, elemen inovatif apa yang sebaiknya Anda masukkan?

a)

Sesi latihan terpisah tanpa komunikasi antar club

b)

Pertukaran pelatih dan atlet antar club untuk workshop lintas-cabang olahraga

c)

Fokus latihan intensif di satu lokasi saja

d)

Mengurangi interaksi antar club demi kompetisi internal

35.

(Knowledge) Tahap pemassalan dalam sistem pembinaan olahraga nasional bertujuan untuk:

a)

Mengkhususkan satu cabang olahraga bagi atlet terpilih

b)

Melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam aktivitas olahraga untuk menumbuhkan bibit atlet awal

c)

Melatih teknik lanjutan atlet junior

d)

Menyelenggarakan kompetisi internasional

36.

(Comprehension) Pada tahap pembibitan, fokus utama pembinaan adalah:

a)

Menyebarluaskan budaya olahraga ke masyarakat umum

b)

Mencari dan menge

37.

Pada tahap pembibitan, fokus utama pembinaan adalah:

a)

Menyebarluaskan budaya olahraga ke masyarakat umum

b)

Mencari dan mengembangkan individu berpotensi menjadi atlet berprestasi

c)

Melatih mental juara untuk kompetisi elit

d)

Menyusun jadwal kompetisi tahunan

38.

Seorang klub menggunakan proses talent-scouting untuk mengidentifikasi atlet muda berbakat dengan menugaskan scout menonton kompetisi lokal dan mencatat data fisik serta teknis. Proses ini paling sesuai dikaitkan dengan tahapan:

a)

Pemassalan

b)

Pembibitan

c)

Pembinaan usia dini

d)

Evaluasi melalui kompetisi

39.

Pembinaan usia dini berfokus pada pengembangan multilateral gerak dasar anak-anak (lari, lompat, lempar) karena:

a)

Anak-anak hanya bisa melakukan gerakan spesifik satu cabang

b)

Gerak dasar membentuk fondasi perkembangan fisik dan kognitif pada masa pertumbuhan awal

c)

Anak-anak belum bisa diajarkan aspek taktis

d)

Anak-anak tidak membutuhkan latihan keseimbangan

40.

Kompetisi digunakan sebagai evaluasi dalam pembinaan multilateral karena:

a)

Hanya memberikan penghargaan kepada pemenang

b)

Menjadi tolok ukur objektif efektivitas program latihan dan perkembangan atlet

c)

Mengurangi variasi latihan

d)

Menggantikan kebutuhan latihan fisik

41.

Klub olahraga “XYZ” pertama kali mengadakan festival olahraga massal untuk seluruh warga, kemudian melakukan tes seleksi bibit atlet, dilanjutkan dengan pelatihan dasar gerak untuk anak-anak berbakat, dan akhirnya menyelenggarakan turnamen internal sebagai evaluasi. Urutan tahapan ini adalah:

a)

Pembinaan usia dini → Pemassalan → Pembibitan → Kompetisi evaluasi

b)

Pemassalan → Pembibitan → Pembinaan usia dini → Kompetisi evaluasi

c)

Pembibitan → Kompetisi evaluasi → Pemassalan → Pembinaan usia dini

d)

Kompetisi evaluasi → Pembinaan usia dini → Pemassalan → Pembibitan

42.

Salah satu kompetensi kunci yang harus dimiliki pelatih multilateral adalah:

a)

Keahlian teknis dalam satu cabang olahraga saja

b)

Kemampuan merancang program latihan yang memadukan berbagai komponen (fisik, teknis, mental) secara terpadu

c)

Fokus hanya pada peningkatan volume latihan

d)

Penguasaan teori tanpa praktik lapangan

43.

Pelatih yang menerapkan strategi pelatihan inklusif akan melakukan hal berikut, kecuali:

a)

Menyesuaikan latihan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan tiap atlet

b)

Mendorong partisipasi aktif semua atlet tanpa diskriminasi

c)

Memberlakukan satu standar latihan identik untuk semua atlet

d)

Menggunakan variasi metode untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar

44.

Seorang pelatih melihat atlet A kesulitan mengikuti latihan kekuatan standar. Pelatih kemudian membagi kelompok berdasarkan tingkat kekuatan dan menyediakan beban berbeda. Ini adalah contoh adaptasi pendekatan latihan berupa:

a)

Modifikasi intensitas sesuai kemampuan individu

b)

Pengurangan waktu pemanasan

c)

Meningkatkan repetisi tanpa perubahan lain

d)

Mengubah latihan menjadi teori semata

45.

Dalam proses refleksi pasca-latihan, pelatih menggunakan video feedback untuk mengoreksi teknik atlet dan menyesuaikan rencana latihan berikutnya. Pendekatan ini paling menggambarkan kompetensi pelatih dalam:

a)

Pengelolaan administrasi klub

b)

Evaluasi dan adaptasi metode latihan berdasarkan bukti observasi

c)

Pemilihan seragam tim

d)

Pengaturan logistik perjalanan atlet

46.

Manakah pernyataan berikut yang terbaik menggambarkan strategi pelatihan komprehensif oleh pelatih multilateral?

a)

Menekankan hanya kekuatan fisik, tanpa mengintegrasi aspek mental atau teknik

b)

Menggabungkan latihan fisik, pengembangan keterampilan, dukungan mental, dan pembelajaran

47.

oleh pelatih multilateral?

a)

Menekankan hanya kekuatan fisik, tanpa mengintegrasi aspek mental atau teknik

b)

Menggabungkan latihan fisik, pengembangan keterampilan, dukungan mental, dan pembelajaran taktis dalam satu rangkaian program

c)

Memfokuskan pada satu metode latihan untuk semua tujuan

d)

Menghindari penggunaan umpan balik atlet

48.

Sebagai pelatih multilateral, Anda diminta merancang satu siklus latihan yang inklusif dan adaptif untuk kelompok beragam (pemula hingga mahir). Elemen inovatif apa yang sebaiknya Anda masukkan?

a)

Sesi latihan identik untuk semua peserta tanpa modifikasi

b)

Stasiun latihan beragam di mana atlet memilih modul sesuai levelnya, dengan mentor pendamping

c)

Menghapus seluruh elemen psikologis dalam program

d)

Hanya menggunakan metode beban statis setiap sesi

49.

Gerak dasar berlari dalam konteks motorik kasar didefinisikan sebagai: “Gerakan perpindahan posisi tubuh lebih cepat dari berjalan, dengan fase melayang di udara.”

a)

Gerakan melayang di udara tanpa perpindahan posisi tubuh

b)

Perpindahan posisi tubuh lebih cepat dari berjalan dengan fase melayang

c)

Gerakan statis mempertahankan keseimbangan

d)

Gerakan melempar objek dengan tangan

50.

Mengapa melatih keterampilan koordinasi dan keseimbangan penting dalam pembinaan multilateral?

a)

Hanya bermanfaat untuk olahraga bola

b)

Meningkatkan efisiensi gerak dan mencegah cedera

c)

Tidak berhubungan dengan gerak dasar

d)

Hanya fokus pada perkembangan kognitif

51.

Seorang pelatih ingin mengajarkan teknik dasar melempar pada kelompok anak usia dini. Metode paling tepat adalah:

a)

Memberikan pelajaran teori panjang tanpa praktik

b)

Memulai dengan gerakan melempar bola tenis besar untuk melatih akurasi dan kontrol lengan

c)

Melatih sprint sebelum melempar

d)

Hanya menggunakan video demonstrasi tanpa keterlibatan fisik

52.

Dari aspek teknik dasar cabang olahraga, perbedaan utama dribbling bola basket dan dribbling bola voli (passing) terletak pada:

a)

Dribbling basket menggunakan pantulan di lantai, sedangkan passing voli menggunakan tangan untuk mengontrol bola di udara

b)

Keduanya sama-sama memantulkan bola di lantai

c)

Dribbling basket hanya untuk pemula

d)

Passing voli tidak memerlukan koordinasi tangan

53.

Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan peran kerjasama otot besar dan kecil dalam melompat tinggi?

a)

Otot besar saja cukup untuk tolakan; otot kecil tidak berperan

b)

Otot besar menghasilkan tolakan, otot kecil (core dan stabilizer) menjaga keseimbangan di udara

c)

Hanya otot inti yang bekerja

d)

Otot kecil saja yang penting untuk tolakan

54.

Desainlah satu latihan rutin mingguan yang mengintegrasikan berlari, melompat, melempar, koordinasi, dan keseimbangan untuk anak usia 8–10 tahun. Elemen inovatif apa yang Anda masukkan?

a)

Sesi sprint pendek, lompat tali, lempar bola ringan, dan berjalan di atas balok keseimbangan dalam bentuk “rintangan petualangan”

b)

Hanya berlari jauh setiap hari

c)

Latihan angkat beban tanpa koordinasi

d)

Kripik dan istirahat tanpa latihan

55.

Menurut Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), pembinaan olahraga prestasi di Indonesia disusun secara berjenjang dan berkelanjutan melibatkan Pemerintah Pusat hingga daerah. Dokumen induk kebijakan ini diatur dalam:

a)

Undang-Undang Keolahragaan No. 3/2005

b)

Peraturan Presiden No. 86/2021 tentang DBON

c)

Permenpora No. 11/2024 tentang Sentra Pembinaan Olahraga

d)

Pedoman Kemenpora 2018

56.

Salah satu program pembinaan multilateral yang dijalankan oleh Kemenpora untuk memassalkan olahraga di sekolah adalah:

a)

Sekolah Sepakbola (SSB) pada jenjang U-10 s.d. U-18

b)

Pelatnas tunggal cabang olahraga

c)

Pusat Pelatihan Daerah atlet elit

d)

Kompetisi antarprovinsi tanpa pelatihan usia dini

57.

Dalam studi kasus Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, setiap provinsi wajib memassalkan olahraga sebagai cikal bakal talenta. Jumlah provinsi yang berpartisipasi adalah:

a)

33 provinsi

b)

34 provinsi

c)

38 provinsi dan 1 otorita (Nusantara)

d)

36 provinsi

58.

Dokumen DBON mensyaratkan kolaborasi antara induk organisasi cabang olahraga (PB) dan Pemerintah Daerah. Hal ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti:

a)

Duplikasi program dan rendahnya sinergi pembinaan

b)

Kelebihan anggaran belanja

c)

Terlalu banyak event internasional

d)

Pola khusus atlet elit

59.

Berdasarkan laporan efisiensi anggaran Kemenpora 2025, program “Sport for All” (massal olahraga masyarakat) tetap prioritas meski pagu dipangkas 1,3 triliun rupiah. Keputusan ini mencerminkan komitmen untuk:

a)

Memotong seluruh program usia dini

b)

Memastikan keberlanjutan program pembinaan multilateral berbasis masyarakat

c)

Fokus hanya pada pelatnas cabang unggulan

d)

Menghentikan kompetisi tingkat pelajar

60.

Anda ditugaskan merancang pengembangan lanjutan program pembinaan multilateral daerah. Elemen inovatif apa yang sebaiknya Anda tambahkan?

a)

Platform e-coaching lintas-kabupaten bagi pembinaan rekreasi dan prestasi

b)

Mengurangi jumlah cabang olahraga unggulan

c)

Memusatkan pelatihan hanya di ibu kota provinsi

d)

Menonaktifkan pembinaan di tingkat sekolah

61.

Teknik observasi langsung dalam evaluasi pembinaan multilateral melibatkan:

a)

Penggunaan kuesioner untuk atlet

b)

Melihat dan mencatat perilaku latihan atlet secara sistematis di lapangan

c)

Analisis data statistik pertandingan

d)

Wawancara pelatih dan manajemen

62.

Dalam pengukuran kinerja fisik atlet multilateral, tes lari 30 m digunakan untuk menilai:

a)

Daya tahan aerobik

b)

Kecepatan sprint dan akselerasi

c)

Fleksibilitas sendi

d)

Keseimbangan dinamis

63.

Seorang pelatih ingin mengukur daya tahan otot seorang atlet. Tes yang paling sesuai adalah:

a)

Tes vertical jump

b)

Tes plank statis selama waktu maksimal

c)

Tes lari cepat 5 m

d)

Tes sit and reach

64.

Data pengukuran latihan menunjukkan bahwa atlet A mengalami penurunan waktu sprint 30 m dari 4,5 detik menjadi 4,3 detik setelah 8 minggu latihan multilateral. Pelatih menggunakan perbedaan ini untuk:

a)

Mengurangi beban latihan karena perbaikan sudah maksimal

b)

Menyesuaikan volume latihan untuk mempertahankan atau meningkatkan kecepatan lebih lanjut

c)

Mengubah fokus ke latihan fleksibilitas saja

d)

Menghentikan program multilateral

65.

Manakah pernyataan paling tepat tentang analisis hasil evaluasi multilateral?

a)

Hanya fokus pada skor tertinggi tanpa melihat tren

b)

Mengintegrasikan data kinerja, umpan balik atlet, dan observasi pelatih untuk merumuskan perbaikan program

c)

Mengabaikan aspek psikologis dalam perbaikan program

d)

Menggunakan satu indikator tunggal sebagai tolok ukur keseluruhan

66.

Sebagai pelatih, Anda diminta menyusun rencana perbaikan program latihan setelah evaluasi menunjukkan kelemahan di aspek kelincahan dan keseimbangan. Langkah inovatif apa yang sebaiknya Anda masukkan?

a)

Menambah sesi latihan kelincahan berbasis gamifikasi (rintangan interaktif) dan penggunaan balance board digital untuk umpan balik real-time

b)

Mengurangi latihan kelincah

67.

Sebaiknya Anda masukkan?

a)

Menambah sesi latihan kelincahan berbasis gamifikasi (rintangan interaktif) dan penggunaan balance board digital untuk umpan balik real-time

b)

Mengurangi latihan kelincahan sepenuhnya

c)

Mengganti semua latihan dengan lari jarak jauh

d)

Hanya menambahkan teori tatap muka

68.

Apa yang dimaksud dengan pendekatan latihan terintegrasi dalam konteks pembinaan multilateral?

a)

Latihan berfokus pada satu komponen fisik saja

b)

Sinergi terkoordinasi antara latihan fisik, teknik, taktis, mental, dan pemulihan dalam satu program

c)

Pemisahan latihan mental dari latihan fisik

d)

Program latihan tanpa mempertimbangkan pemulihan

69.

Dalam pembinaan multilateral modern, teknologi seperti GPS tracker dan video analysis digunakan terutama untuk:

a)

Mempercepat sesi pemanasan

b)

Memantau beban latihan real-time dan memberikan umpan balik objektif

c)

Mengganti pelatih lapangan

d)

Menurunkan intensitas latihan secara drastis

70.

Seorang pelatih ingin mengoptimalkan program latihan multilateral dengan wearable sensor untuk memonitor performa atlet selama latihan. Data apa yang paling tepat diukur untuk mengevaluasi beban latihan?

a)

Jumlah pengulangan tanpa jeda

b)

Denyut jantung, jarak tempuh, dan akselerasi

c)

Waktu istirahat di kantin

d)

Volume musik latar

71.

Kolaborasi antar cabang olahraga (cross-sport collaboration) dapat meningkatkan inovasi dalam program latihan multilateral melalui:

a)

Kompetisi internal antar atlet saja

b)

Pertukaran metode latihan, keahlian teknis, dan sumber daya antar klub olahraga berbeda

c)

Mengisolasi satu cabang tanpa interaksi

d)

Fokus hanya pada pelatnas tunggal

72.

Dari pilihan berikut, strategi penggunaan mixed reality coaching (wearable headset untuk real-time feedback) paling tepat untuk meningkatkan:

a)

Aspek taktis dan pengambilan keputusan di lapangan

b)

Hanya kebugaran dasar

c)

Volume latihan berlari jarak jauh

d)

Teori tanpa praktik

73.

Anda diminta merancang program pembinaan multilateral inovatif yang menggabungkan latihan terintegrasi, teknologi, dan kolaborasi cabang olahraga. Elemen inovatif apa yang sebaiknya dimasukkan?

a)

Sesi terpadu di mana atlet melakukan latihan fisik sambil menerima umpan balik real-time via wearable device, kemudian bekerja dalam tim campuran cabang olahraga untuk simulasi taktis

b)

Latihan terpisah tanpa penggunaan teknologi

c)

Fokus pada satu cabang olahraga

d)

Menghapus komponen mental dari program

74.

Dalam konteks latihan multilateral, istilah subyek latihan multilateral paling tepat merujuk pada:

a)

Kelompok sasaran peserta latihan yang mencakup berbagai usia dan kemampuan fisik

b)

Hanya atlet elit tingkat nasional

c)

Peralatan khusus untuk latihan koordinasi

d)

Kurikulum pembelajaran teori olahraga

75.

Pengelolaan sesi latihan multilateral menekankan pada prinsip variasi dan kepelbagaian aktivitas. Salah satu caranya adalah:

a)

Melakukan semua latihan di satu lokasi yang sama setiap kali

b)

Menyusun rangkaian stasiun latihan yang berganti-ganti menggunakan gerakan dari cabang olahraga berbeda

c)

Fokus pada repetisi satu gerakan saja sepanjang sesi

d)

Menghilangkan unsur permainan dalam sesi

76.

Seorang guru PJOK merancang latihan mingguan multilateral bagi siswa SD: Senin (lari, melompat), Rabu (lempar, keseimbangan), Jumat (permainan bola kecil), dengan intensitas bertahap. Hal ini mencerminkan:

a)

Pola latihan spesifik tanpa variasi

b)

Penyusunan jadwal mingguan beragam untuk mengembangkan seluruh komponen motorik

c)

Pengurangan frekuensi latihan menjadi satu kali sebulan

d)

Latihan intensif harian tanpa jeda

77.

Dalam pembelajaran PJOK, penerapan latihan multilateral melalui role-playing game dapat meningkatkan keterlibatan siswa karena:

a)

Mengurangi elemen fisik dan fokus ke teori saja

b)

Menyajikan gerakan dasar dalam konteks permainan yang menyenangkan dan edukatif

c)

Menjadwalkan latihan hanya di akhir semester

d)

Melatih satu keterampilan motorik secara berulang

78.

Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan integrasi multilateral dalam pembelajaran pendidikan jasmani?

a)

Menyusun pelajaran hanya tentang taktik permainan tunggal

b)

Merancang modul yang mencakup gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif secara proporsional

c)

Mengajarkan teori tanpa praktik lapangan

d)

Fokus pada satu aspek fisik saja

79.

Anda ditugaskan menyusun rancangan sesi latihan multilateral inovatif untuk kelompok remaja. Elemen inovatif apa yang dapat meningkatkan efektivitas dan keterlibatan?

a)

Stasiun berisi lompat tali, handstand, dan drill dribble yang dipadu dengan permainan estafet tim

b)

Latihan beban statis tanpa variasi gerakan

c)

Hanya memberikan ceramah materi gerak dasar

d)

Menghilangkan elemen tim dan kompetisi

80.

Gerak lokomotor didefinisikan sebagai gerakan yang menyebabkan perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Gerak inilah fondasi untuk aktivitas berjalan, berlari, melompat, dan merangkak. Gerak lokomotor termasuk:

a)

Menunduk dan menoleh

b)

Berlari dan melompat

c)

Menggoyang tangan di tempat

d)

Memutar badan tanpa berpindah tempat

81.

Gerak nonlokomotor ditandai oleh stabilitas tubuh di suatu titik tanpa perpindahan. Contoh gerak nonlokomotor adalah:

a)

Berjalan cepat

b)

Melompat tinggi

c)

Menunduk dan menoleh

d)

Berlari zig-zag

82.

Gerak manipulatif melibatkan penggunaan objek dengan tangan atau kaki untuk melempar, menangkap, atau memukul. Latihan yang cocok untuk memperkuat keterampilan manipulatif anak adalah:

a)

Latihan plank statis

b)

Melempar bola ke target dengan teknik terfokus

c)

Lari jarak jauh

d)

Melakukan putaran tanpa bola

83.

Dalam cabang bola basket, dribbling mengandalkan teknik pantulan bola di lantai, sedangkan dalam tenis meja (manipulatif) teknik ping-pong mengandalkan:

a)

Pantulan di lantai yang sama

b)

Gerakan tangan dan kacaunya pantulan permukaan meja

c)

Kontak bola dengan tubuh

d)

Lempar-tangkap di udara

84.

Manakah pernyataan paling tepat tentang integrasi gerak dasar (lari, lompat, lempar) dalam satu rangkaian latihan multilateral untuk anak usia dini?

a)

Melatih lari, lompat, dan lempar secara terpisah pada hari yang sama tanpa variasi konteks

b)

Menggabungkan ketiganya dalam rintangan petualangan sehingga anak menerapkan transisi gerak dasar secara alami

c)

Mengurangi semua gerak dasar menjadi satu gerakan saja

d)

Hanya fokus pada gerak melompat

85.

Desainlah satu sirkuit latihan multilateral inovatif yang menggabungkan elemen lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Pilihan inovatif yang tepat meliputi:

a)

Stasiun pertama: berlari zig-zag; kedua: menyeimbangkan di beam; ketiga: melempar bola frisbee ke target

b)

Hanya berlari dan istirahat

c)

Mengganti semua gerak dengan teori

d)

Latihan push-up berulang