Font size
WorksheetsUAS PEMBINAAN MULTILATERAL
Total questions: 85
Worksheet time: 45mins
Apa definisi pembinaan multilateral dalam konteks olahraga?
Proses pengembangan satu cabang olahraga secara intensif sejak dini
Pendekatan pengembangan beragam kemampuan motorik dan fisik melalui beberapa cabang olahraga secara simultan
Program spesialisasi teknik gabungan di satu cabang olahraga
Latihan berkelompok tanpa fokus pada komponen fisik
Manfaat utama pendekatan multilateral bagi atlet usia dini adalah:
Memaksimalkan penguasaan satu keterampilan khusus
Mencegah cedera dan mendukung transfer keterampilan motorik
Mengurangi variasi latihan
Menekan beban latihan pada fase pematangan otot
Jika seorang pelatih ingin meningkatkan kelincahan dan keseimbangan atlet muda, model latihan mana yang paling tepat digunakan?
Spesialisasi awal pada satu cabang olahraga
Pembinaan multilateral dengan variasi gerak dasar
Latihan beban statis intensif
Latihan teknik spesifik tanpa variasi
Manakah perbedaan paling menonjol antara pembinaan spesifik cabang olahraga dan pembinaan multilateral?
Spesifik menekankan teknik; multilateral menekankan teori
Spesifik fokus satu cabang; multilateral mengutamakan berbagai cabang untuk perkembangan menyeluruh
Spesifik hanya untuk atlet dewasa; multilateral untuk semua usia
Spesifik menggunakan peralatan; multilateral tidak memerlukan peralatan
Model pembinaan multilateral yang menekankan keluwesan gerak anak biasanya berasal dari prinsip:
Kekhususan (specialization)
Multilateralitas (diversification)
Individualisasi
Intensitas tinggi
Salah satu tujuan pembinaan multilateral adalah:
Mengisolasi satu keterampilan spesifik sejak dini
Meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh
Mengurangi variasi latihan
Memfokuskan pada strategi taktis cabang tunggal
Seorang pelatih merancang program yang menggabungkan sepak bola, bola basket, dan atletik untuk anak 10–12 tahun. Hal ini termasuk dalam:
Program pembinaan spesifik cabang olahraga
Model pembinaan multilateral
Latihan beban berat
Program rehabilitasi cedera
Pelatih A menerapkan pendekatan multilateral, sedangkan Pelatih B memfokuskan satu cabang sejak umur 8 tahun. Berdasarkan riset Horn (2015), apa kekurangan pendekatan Pelatih B?
Risiko overuse injury lebih tinggi
Waktu latihan lebih singkat
Kemampuan kognitif menurun
Motivasi meningkat secara signifikan
Manakah pernyataan berikut yang bukan termasuk tujuan pembinaan multilateral?
Pengembangan potensi fisik alami
Peningkatan transfer keterampilan antar olahraga
Spesialisasi teknik pada satu cabang sejak usia dini
Pencegahan cedera melalui variasi latihan
Dalam model “Long-Term Athlete Development” (LTAD), tahap “Sampling” sangat berkaitan dengan:
Spesialisasi awal
Pembinaan multilateral dan eksplorasi beberapa olahraga
Pelatihan intensif khusus
Kompetisi elit
Komponen kekuatan dalam pembinaan fisik olahraga didefinisikan sebagai:
Kemampuan organ tubuh mendukung aktivitas berkat efisiensi pernapasan
Kemampuan otot melakukan kontraksi untuk mengatasi tahanan
Kemampuan otot bekerja dalam waktu lama tanpa kelelahan
Kelenturan sendi dalam rentang gerak maksimal
Komponen ketahanan (endurance) dalam pembinaan fisik mengacu pada:
Kemampuan otot melakukan kontraksi kuat secara cepat
Kemampuan otot mempertahankan kerja dalam jangka waktu tertentu
Kelenturan serat otot saat peregang
Dalam pembinaan fisik mengacu pada:
Kemampuan otot melakukan kontraksi kuat secara cepat
Kemampuan otot mempertahankan kerja dalam jangka waktu tertentu
Kelenturan serat otot saat peregangan
Kecepatan reaksi terhadap stimulus eksternal
Kelincahan (agility) terbaik dilatih melalui:
Latihan beban berat tanpa variasi gerak
Latihan sirkuit yang memadukan perubahan arah dan kecepatan
Latihan statis memegang posisi tubuh
Latihan pernapasan dalam
Fleksibilitas (flexibility) dalam konteks olahraga merujuk pada:
Kecepatan otot berkontraksi
Rentang gerak maksimum sendi tubuh
Daya tahan kerja jantung dan paru
Kekuatan ledakan otot
Latihan keterampilan dasar seperti berlari, melompat, dan melempar yang dapat diterapkan di banyak cabang olahraga termasuk dalam aspek pembinaan:
Fisik
Teknis
Mental
Taktis
Manajemen stres dalam pembinaan mental bertujuan untuk:
Meningkatkan beban latihan fisik
Mengurangi kecemasan pra-pertandingan dan menjaga fokus
Menambah durasi kompetisi
Meningkatkan tekanan psikologis
Teknik visualisasi dan self-talk merupakan bagian dari:
Pembinaan sosial
Pembinaan mental dan psikologis
Pembinaan fisik
Pembinaan teknis
Reingelmann Effect menunjukkan bahwa dalam tim yang besar, rata-rata kinerja individu cenderung menurun karena:
Kurangnya pelatihan fisik intensif
Penurunan motivasi dan rendahnya tanggung jawab individu
Ketidakseimbangan nutrisi
Keterbatasan fasilitas latihan
Komunikasi antarpribadi yang efektif dalam tim olahraga sangat penting karena:
Membatasi interaksi pelatih-atlet
Mempengaruhi sikap dan performa tim melalui umpan balik langsung
Menurunkan motivasi
Mengurangi kepercayaan diri
Strategi taktis dasar dalam berbagai olahraga melibatkan:
Perencanaan beban latihan fisik tanpa memperhitungkan lawan
Perencanaan matang menghadapi lawan dengan analisis kekuatan, kelemahan, dan adaptasi situasional
Latihan teknik spesifik tanpa konteks pertandingan
Pengembangan stamina semata
Pada tahap anak-anak dan remaja, tujuan utama pembinaan multilateral adalah mendukung perkembangan fisik dan kognitif, yaitu:
Penguasaan teknik spesifik satu cabang olahraga sejak dini
Pengembangan kapasitas aerobik semata
Pengembangan beragam kemampuan motorik dasar dan fungsi kognitif melalui aktivitas variasi gerak
Peningkatan volume latihan tanpa fokus pada variasi
Menurut literatur, untuk atlet dewasa, minimal frekuensi latihan yang diperlukan untuk mempertahankan kebugaran kardiovaskular adalah:
1 sesi/minggu dengan durasi 5 menit
2 sesi/minggu dengan durasi ≥13–26 menit per sesi selama intensitas dipertahankan
7 sesi/minggu dengan intensitas rendah
3 sesi/minggu tanpa memperhatikan intensitas
Seorang pelatih ingin merancang program pembinaan untuk senior (≥65 tahun) yang menitikberatkan pada pemeliharaan kesehatan, mobilitas, dan rekreasi. Komponen utama yang sebaiknya dimasukkan adalah:
Latihan plyometrik intensitas tinggi setiap hari
Latihan multikomponen (aerobik ringan, penguatan otot, dan latihan keseimbangan)
Spesialisasi teknik satu cabang olahraga tanpa latihan kekuatan
Latihan endurance eksklusif tanpa komponen kekuatan atau keseimbangan
Studi pada anak-anak menunjukkan partisipasi dalam berbagai olahraga tim berhubungan positif dengan perkembangan kognitif, dibandingkan partisipasi eksklusif satu olahraga. Hal ini menjelaskan manfaat multilateral dalam mengembangkan:
Rhubungan positif dengan perkembangan kognitif, dibandingkan partisipasi eksklusif satu olahraga. Hal ini menjelaskan manfaat multilateral dalam mengembangkan:
Hanya kemampuan fisik
Fungsi eksekutif, seperti memori kerja dan fleksibilitas kognitif
Kecepatan reaksi saja
Daya tahan otot semata
(Evaluation) Berdasarkan riset, pengurangan volume latihan dewasa hingga sepertiga hingga setengah dapat dipertahankan selama 15 minggu asalkan:
Intensitas latihan ditingkatkan secara maksimal
Intensitas latihan dipertahankan pada tingkat yang sama
Durasi setiap sesi dikurangi menjadi <5 menit
Frekuensi latihan dikurangi menjadi 0 sesi/minggu
(Creation) Mana di antara contoh program berikut yang paling sesuai sebagai model pembinaan multilateral lintas usia (anak, dewasa, senior) dalam satu siklus mingguan?
Senin—Senam fleksibilitas anak; Rabu—Latihan beban dewasa; Jumat—Latihan keseimbangan senior
Senin—Sprint anak; Selasa—Maraton dewasa; Rabu—Sprint senior; Kamis—Sprint anak; ...
Latihan hanya pada akhir pekan tanpa variasi
Latihan beban berat harian untuk semua kelompok usia
(Knowledge) Menurut UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, salah satu fungsi utama club olahraga adalah:
Menyelenggarakan kompetisi internasional secara mandiri
Mengelola dan membina potensi jasmani, rohani, dan sosial atlet pelajar di tingkat lokal
Mengatur regulasi cabang olahraga secara nasional
Menyusun kurikulum pendidikan jasmani di sekolah
(Comprehension) Fungsi manajemen pembinaan prestasi dalam club olahraga meliputi:
Fokus pada seleksi atlet saja
Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program latihan prestasi
Hanya memberikan dana kepada atlet berprestasi
Menetapkan standar kompetisi tanpa evaluasi
(Application) Sebuah club menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan dana operasional untuk sarana latihan. Langkah strategis yang tepat adalah:
Mengurangi seluruh program latihan tanpa mencari sponsor
Mengajukan kemitraan kepada pihak swasta dan pemerintah daerah untuk pendanaan
Memindahkan semua atlet ke kota lain
Menghapuskan program multilateral dan fokus pada satu cabang
(Analysis) Salah satu peluang bagi club olahraga dalam era digital adalah membangun:
Sistem pelatihan tertutup tanpa publikasi
Platform e-coaching untuk memperluas jangkauan pembinaan dan mentoring jarak jauh
Program latihan hanya mengandalkan tatap muka
Hanya berpromosi melalui selebaran fisik
(Evaluation) Manakah pernyataan berikut yang terbaik menggambarkan peran edukatif club olahraga dalam membentuk karakter atlet?
Membiarkan atlet berlatih mandiri tanpa arahan
Menyelenggarakan workshop nilai sportivitas dan kerja sama tim secara rutin
Fokus hanya pada aspek fisik dan teknis
Menekankan kompetisi tanpa mengajarkan etika
(Creation) Jika diminta merancang program kolaborasi antar club untuk meningkatkan multilateralitas, elemen inovatif apa yang sebaiknya Anda masukkan?
Sesi latihan terpisah tanpa komunikasi antar club
Pertukaran pelatih dan atlet antar club untuk workshop lintas-cabang olahraga
Fokus latihan intensif di satu lokasi saja
Mengurangi interaksi antar club demi kompetisi internal
(Knowledge) Tahap pemassalan dalam sistem pembinaan olahraga nasional bertujuan untuk:
Mengkhususkan satu cabang olahraga bagi atlet terpilih
Melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam aktivitas olahraga untuk menumbuhkan bibit atlet awal
Melatih teknik lanjutan atlet junior
Menyelenggarakan kompetisi internasional
(Comprehension) Pada tahap pembibitan, fokus utama pembinaan adalah:
Menyebarluaskan budaya olahraga ke masyarakat umum
Mencari dan menge
Pada tahap pembibitan, fokus utama pembinaan adalah:
Menyebarluaskan budaya olahraga ke masyarakat umum
Mencari dan mengembangkan individu berpotensi menjadi atlet berprestasi
Melatih mental juara untuk kompetisi elit
Menyusun jadwal kompetisi tahunan
Seorang klub menggunakan proses talent-scouting untuk mengidentifikasi atlet muda berbakat dengan menugaskan scout menonton kompetisi lokal dan mencatat data fisik serta teknis. Proses ini paling sesuai dikaitkan dengan tahapan:
Pemassalan
Pembibitan
Pembinaan usia dini
Evaluasi melalui kompetisi
Pembinaan usia dini berfokus pada pengembangan multilateral gerak dasar anak-anak (lari, lompat, lempar) karena:
Anak-anak hanya bisa melakukan gerakan spesifik satu cabang
Gerak dasar membentuk fondasi perkembangan fisik dan kognitif pada masa pertumbuhan awal
Anak-anak belum bisa diajarkan aspek taktis
Anak-anak tidak membutuhkan latihan keseimbangan
Kompetisi digunakan sebagai evaluasi dalam pembinaan multilateral karena:
Hanya memberikan penghargaan kepada pemenang
Menjadi tolok ukur objektif efektivitas program latihan dan perkembangan atlet
Mengurangi variasi latihan
Menggantikan kebutuhan latihan fisik
Klub olahraga “XYZ” pertama kali mengadakan festival olahraga massal untuk seluruh warga, kemudian melakukan tes seleksi bibit atlet, dilanjutkan dengan pelatihan dasar gerak untuk anak-anak berbakat, dan akhirnya menyelenggarakan turnamen internal sebagai evaluasi. Urutan tahapan ini adalah:
Pembinaan usia dini → Pemassalan → Pembibitan → Kompetisi evaluasi
Pemassalan → Pembibitan → Pembinaan usia dini → Kompetisi evaluasi
Pembibitan → Kompetisi evaluasi → Pemassalan → Pembinaan usia dini
Kompetisi evaluasi → Pembinaan usia dini → Pemassalan → Pembibitan
Salah satu kompetensi kunci yang harus dimiliki pelatih multilateral adalah:
Keahlian teknis dalam satu cabang olahraga saja
Kemampuan merancang program latihan yang memadukan berbagai komponen (fisik, teknis, mental) secara terpadu
Fokus hanya pada peningkatan volume latihan
Penguasaan teori tanpa praktik lapangan
Pelatih yang menerapkan strategi pelatihan inklusif akan melakukan hal berikut, kecuali:
Menyesuaikan latihan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan tiap atlet
Mendorong partisipasi aktif semua atlet tanpa diskriminasi
Memberlakukan satu standar latihan identik untuk semua atlet
Menggunakan variasi metode untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar
Seorang pelatih melihat atlet A kesulitan mengikuti latihan kekuatan standar. Pelatih kemudian membagi kelompok berdasarkan tingkat kekuatan dan menyediakan beban berbeda. Ini adalah contoh adaptasi pendekatan latihan berupa:
Modifikasi intensitas sesuai kemampuan individu
Pengurangan waktu pemanasan
Meningkatkan repetisi tanpa perubahan lain
Mengubah latihan menjadi teori semata
Dalam proses refleksi pasca-latihan, pelatih menggunakan video feedback untuk mengoreksi teknik atlet dan menyesuaikan rencana latihan berikutnya. Pendekatan ini paling menggambarkan kompetensi pelatih dalam:
Pengelolaan administrasi klub
Evaluasi dan adaptasi metode latihan berdasarkan bukti observasi
Pemilihan seragam tim
Pengaturan logistik perjalanan atlet
Manakah pernyataan berikut yang terbaik menggambarkan strategi pelatihan komprehensif oleh pelatih multilateral?
Menekankan hanya kekuatan fisik, tanpa mengintegrasi aspek mental atau teknik
Menggabungkan latihan fisik, pengembangan keterampilan, dukungan mental, dan pembelajaran
oleh pelatih multilateral?
Menekankan hanya kekuatan fisik, tanpa mengintegrasi aspek mental atau teknik
Menggabungkan latihan fisik, pengembangan keterampilan, dukungan mental, dan pembelajaran taktis dalam satu rangkaian program
Memfokuskan pada satu metode latihan untuk semua tujuan
Menghindari penggunaan umpan balik atlet
Sebagai pelatih multilateral, Anda diminta merancang satu siklus latihan yang inklusif dan adaptif untuk kelompok beragam (pemula hingga mahir). Elemen inovatif apa yang sebaiknya Anda masukkan?
Sesi latihan identik untuk semua peserta tanpa modifikasi
Stasiun latihan beragam di mana atlet memilih modul sesuai levelnya, dengan mentor pendamping
Menghapus seluruh elemen psikologis dalam program
Hanya menggunakan metode beban statis setiap sesi
Gerak dasar berlari dalam konteks motorik kasar didefinisikan sebagai: “Gerakan perpindahan posisi tubuh lebih cepat dari berjalan, dengan fase melayang di udara.”
Gerakan melayang di udara tanpa perpindahan posisi tubuh
Perpindahan posisi tubuh lebih cepat dari berjalan dengan fase melayang
Gerakan statis mempertahankan keseimbangan
Gerakan melempar objek dengan tangan
Mengapa melatih keterampilan koordinasi dan keseimbangan penting dalam pembinaan multilateral?
Hanya bermanfaat untuk olahraga bola
Meningkatkan efisiensi gerak dan mencegah cedera
Tidak berhubungan dengan gerak dasar
Hanya fokus pada perkembangan kognitif
Seorang pelatih ingin mengajarkan teknik dasar melempar pada kelompok anak usia dini. Metode paling tepat adalah:
Memberikan pelajaran teori panjang tanpa praktik
Memulai dengan gerakan melempar bola tenis besar untuk melatih akurasi dan kontrol lengan
Melatih sprint sebelum melempar
Hanya menggunakan video demonstrasi tanpa keterlibatan fisik
Dari aspek teknik dasar cabang olahraga, perbedaan utama dribbling bola basket dan dribbling bola voli (passing) terletak pada:
Dribbling basket menggunakan pantulan di lantai, sedangkan passing voli menggunakan tangan untuk mengontrol bola di udara
Keduanya sama-sama memantulkan bola di lantai
Dribbling basket hanya untuk pemula
Passing voli tidak memerlukan koordinasi tangan
Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan peran kerjasama otot besar dan kecil dalam melompat tinggi?
Otot besar saja cukup untuk tolakan; otot kecil tidak berperan
Otot besar menghasilkan tolakan, otot kecil (core dan stabilizer) menjaga keseimbangan di udara
Hanya otot inti yang bekerja
Otot kecil saja yang penting untuk tolakan
Desainlah satu latihan rutin mingguan yang mengintegrasikan berlari, melompat, melempar, koordinasi, dan keseimbangan untuk anak usia 8–10 tahun. Elemen inovatif apa yang Anda masukkan?
Sesi sprint pendek, lompat tali, lempar bola ringan, dan berjalan di atas balok keseimbangan dalam bentuk “rintangan petualangan”
Hanya berlari jauh setiap hari
Latihan angkat beban tanpa koordinasi
Kripik dan istirahat tanpa latihan
Menurut Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), pembinaan olahraga prestasi di Indonesia disusun secara berjenjang dan berkelanjutan melibatkan Pemerintah Pusat hingga daerah. Dokumen induk kebijakan ini diatur dalam:
Undang-Undang Keolahragaan No. 3/2005
Peraturan Presiden No. 86/2021 tentang DBON
Permenpora No. 11/2024 tentang Sentra Pembinaan Olahraga
Pedoman Kemenpora 2018
Salah satu program pembinaan multilateral yang dijalankan oleh Kemenpora untuk memassalkan olahraga di sekolah adalah:
Sekolah Sepakbola (SSB) pada jenjang U-10 s.d. U-18
Pelatnas tunggal cabang olahraga
Pusat Pelatihan Daerah atlet elit
Kompetisi antarprovinsi tanpa pelatihan usia dini
Dalam studi kasus Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, setiap provinsi wajib memassalkan olahraga sebagai cikal bakal talenta. Jumlah provinsi yang berpartisipasi adalah:
33 provinsi
34 provinsi
38 provinsi dan 1 otorita (Nusantara)
36 provinsi
Dokumen DBON mensyaratkan kolaborasi antara induk organisasi cabang olahraga (PB) dan Pemerintah Daerah. Hal ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti:
Duplikasi program dan rendahnya sinergi pembinaan
Kelebihan anggaran belanja
Terlalu banyak event internasional
Pola khusus atlet elit
Berdasarkan laporan efisiensi anggaran Kemenpora 2025, program “Sport for All” (massal olahraga masyarakat) tetap prioritas meski pagu dipangkas 1,3 triliun rupiah. Keputusan ini mencerminkan komitmen untuk:
Memotong seluruh program usia dini
Memastikan keberlanjutan program pembinaan multilateral berbasis masyarakat
Fokus hanya pada pelatnas cabang unggulan
Menghentikan kompetisi tingkat pelajar
Anda ditugaskan merancang pengembangan lanjutan program pembinaan multilateral daerah. Elemen inovatif apa yang sebaiknya Anda tambahkan?
Platform e-coaching lintas-kabupaten bagi pembinaan rekreasi dan prestasi
Mengurangi jumlah cabang olahraga unggulan
Memusatkan pelatihan hanya di ibu kota provinsi
Menonaktifkan pembinaan di tingkat sekolah
Teknik observasi langsung dalam evaluasi pembinaan multilateral melibatkan:
Penggunaan kuesioner untuk atlet
Melihat dan mencatat perilaku latihan atlet secara sistematis di lapangan
Analisis data statistik pertandingan
Wawancara pelatih dan manajemen
Dalam pengukuran kinerja fisik atlet multilateral, tes lari 30 m digunakan untuk menilai:
Daya tahan aerobik
Kecepatan sprint dan akselerasi
Fleksibilitas sendi
Keseimbangan dinamis
Seorang pelatih ingin mengukur daya tahan otot seorang atlet. Tes yang paling sesuai adalah:
Tes vertical jump
Tes plank statis selama waktu maksimal
Tes lari cepat 5 m
Tes sit and reach
Data pengukuran latihan menunjukkan bahwa atlet A mengalami penurunan waktu sprint 30 m dari 4,5 detik menjadi 4,3 detik setelah 8 minggu latihan multilateral. Pelatih menggunakan perbedaan ini untuk:
Mengurangi beban latihan karena perbaikan sudah maksimal
Menyesuaikan volume latihan untuk mempertahankan atau meningkatkan kecepatan lebih lanjut
Mengubah fokus ke latihan fleksibilitas saja
Menghentikan program multilateral
Manakah pernyataan paling tepat tentang analisis hasil evaluasi multilateral?
Hanya fokus pada skor tertinggi tanpa melihat tren
Mengintegrasikan data kinerja, umpan balik atlet, dan observasi pelatih untuk merumuskan perbaikan program
Mengabaikan aspek psikologis dalam perbaikan program
Menggunakan satu indikator tunggal sebagai tolok ukur keseluruhan
Sebagai pelatih, Anda diminta menyusun rencana perbaikan program latihan setelah evaluasi menunjukkan kelemahan di aspek kelincahan dan keseimbangan. Langkah inovatif apa yang sebaiknya Anda masukkan?
Menambah sesi latihan kelincahan berbasis gamifikasi (rintangan interaktif) dan penggunaan balance board digital untuk umpan balik real-time
Mengurangi latihan kelincah
Sebaiknya Anda masukkan?
Menambah sesi latihan kelincahan berbasis gamifikasi (rintangan interaktif) dan penggunaan balance board digital untuk umpan balik real-time
Mengurangi latihan kelincahan sepenuhnya
Mengganti semua latihan dengan lari jarak jauh
Hanya menambahkan teori tatap muka
Apa yang dimaksud dengan pendekatan latihan terintegrasi dalam konteks pembinaan multilateral?
Latihan berfokus pada satu komponen fisik saja
Sinergi terkoordinasi antara latihan fisik, teknik, taktis, mental, dan pemulihan dalam satu program
Pemisahan latihan mental dari latihan fisik
Program latihan tanpa mempertimbangkan pemulihan
Dalam pembinaan multilateral modern, teknologi seperti GPS tracker dan video analysis digunakan terutama untuk:
Mempercepat sesi pemanasan
Memantau beban latihan real-time dan memberikan umpan balik objektif
Mengganti pelatih lapangan
Menurunkan intensitas latihan secara drastis
Seorang pelatih ingin mengoptimalkan program latihan multilateral dengan wearable sensor untuk memonitor performa atlet selama latihan. Data apa yang paling tepat diukur untuk mengevaluasi beban latihan?
Jumlah pengulangan tanpa jeda
Denyut jantung, jarak tempuh, dan akselerasi
Waktu istirahat di kantin
Volume musik latar
Kolaborasi antar cabang olahraga (cross-sport collaboration) dapat meningkatkan inovasi dalam program latihan multilateral melalui:
Kompetisi internal antar atlet saja
Pertukaran metode latihan, keahlian teknis, dan sumber daya antar klub olahraga berbeda
Mengisolasi satu cabang tanpa interaksi
Fokus hanya pada pelatnas tunggal
Dari pilihan berikut, strategi penggunaan mixed reality coaching (wearable headset untuk real-time feedback) paling tepat untuk meningkatkan:
Aspek taktis dan pengambilan keputusan di lapangan
Hanya kebugaran dasar
Volume latihan berlari jarak jauh
Teori tanpa praktik
Anda diminta merancang program pembinaan multilateral inovatif yang menggabungkan latihan terintegrasi, teknologi, dan kolaborasi cabang olahraga. Elemen inovatif apa yang sebaiknya dimasukkan?
Sesi terpadu di mana atlet melakukan latihan fisik sambil menerima umpan balik real-time via wearable device, kemudian bekerja dalam tim campuran cabang olahraga untuk simulasi taktis
Latihan terpisah tanpa penggunaan teknologi
Fokus pada satu cabang olahraga
Menghapus komponen mental dari program
Dalam konteks latihan multilateral, istilah subyek latihan multilateral paling tepat merujuk pada:
Kelompok sasaran peserta latihan yang mencakup berbagai usia dan kemampuan fisik
Hanya atlet elit tingkat nasional
Peralatan khusus untuk latihan koordinasi
Kurikulum pembelajaran teori olahraga
Pengelolaan sesi latihan multilateral menekankan pada prinsip variasi dan kepelbagaian aktivitas. Salah satu caranya adalah:
Melakukan semua latihan di satu lokasi yang sama setiap kali
Menyusun rangkaian stasiun latihan yang berganti-ganti menggunakan gerakan dari cabang olahraga berbeda
Fokus pada repetisi satu gerakan saja sepanjang sesi
Menghilangkan unsur permainan dalam sesi
Seorang guru PJOK merancang latihan mingguan multilateral bagi siswa SD: Senin (lari, melompat), Rabu (lempar, keseimbangan), Jumat (permainan bola kecil), dengan intensitas bertahap. Hal ini mencerminkan:
Pola latihan spesifik tanpa variasi
Penyusunan jadwal mingguan beragam untuk mengembangkan seluruh komponen motorik
Pengurangan frekuensi latihan menjadi satu kali sebulan
Latihan intensif harian tanpa jeda
Dalam pembelajaran PJOK, penerapan latihan multilateral melalui role-playing game dapat meningkatkan keterlibatan siswa karena:
Mengurangi elemen fisik dan fokus ke teori saja
Menyajikan gerakan dasar dalam konteks permainan yang menyenangkan dan edukatif
Menjadwalkan latihan hanya di akhir semester
Melatih satu keterampilan motorik secara berulang
Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan integrasi multilateral dalam pembelajaran pendidikan jasmani?
Menyusun pelajaran hanya tentang taktik permainan tunggal
Merancang modul yang mencakup gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif secara proporsional
Mengajarkan teori tanpa praktik lapangan
Fokus pada satu aspek fisik saja
Anda ditugaskan menyusun rancangan sesi latihan multilateral inovatif untuk kelompok remaja. Elemen inovatif apa yang dapat meningkatkan efektivitas dan keterlibatan?
Stasiun berisi lompat tali, handstand, dan drill dribble yang dipadu dengan permainan estafet tim
Latihan beban statis tanpa variasi gerakan
Hanya memberikan ceramah materi gerak dasar
Menghilangkan elemen tim dan kompetisi
Gerak lokomotor didefinisikan sebagai gerakan yang menyebabkan perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Gerak inilah fondasi untuk aktivitas berjalan, berlari, melompat, dan merangkak. Gerak lokomotor termasuk:
Menunduk dan menoleh
Berlari dan melompat
Menggoyang tangan di tempat
Memutar badan tanpa berpindah tempat
Gerak nonlokomotor ditandai oleh stabilitas tubuh di suatu titik tanpa perpindahan. Contoh gerak nonlokomotor adalah:
Berjalan cepat
Melompat tinggi
Menunduk dan menoleh
Berlari zig-zag
Gerak manipulatif melibatkan penggunaan objek dengan tangan atau kaki untuk melempar, menangkap, atau memukul. Latihan yang cocok untuk memperkuat keterampilan manipulatif anak adalah:
Latihan plank statis
Melempar bola ke target dengan teknik terfokus
Lari jarak jauh
Melakukan putaran tanpa bola
Dalam cabang bola basket, dribbling mengandalkan teknik pantulan bola di lantai, sedangkan dalam tenis meja (manipulatif) teknik ping-pong mengandalkan:
Pantulan di lantai yang sama
Gerakan tangan dan kacaunya pantulan permukaan meja
Kontak bola dengan tubuh
Lempar-tangkap di udara
Manakah pernyataan paling tepat tentang integrasi gerak dasar (lari, lompat, lempar) dalam satu rangkaian latihan multilateral untuk anak usia dini?
Melatih lari, lompat, dan lempar secara terpisah pada hari yang sama tanpa variasi konteks
Menggabungkan ketiganya dalam rintangan petualangan sehingga anak menerapkan transisi gerak dasar secara alami
Mengurangi semua gerak dasar menjadi satu gerakan saja
Hanya fokus pada gerak melompat
Desainlah satu sirkuit latihan multilateral inovatif yang menggabungkan elemen lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Pilihan inovatif yang tepat meliputi:
Stasiun pertama: berlari zig-zag; kedua: menyeimbangkan di beam; ketiga: melempar bola frisbee ke target
Hanya berlari dan istirahat
Mengganti semua gerak dengan teori
Latihan push-up berulang
