NEW
Font size
WorksheetsP8. Persiapan UAS MP
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Dalam konteks sosial, pemasaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan tetapi juga lembaga nonlaba. Manakah contoh paling tepat dari penerapan konsep pemasaran sosial ini?
Promosi sepatu diskon oleh toko online
Penyuluhan KB oleh BKKBN kepada masyarakat pedesaan
Kampanye pengurangan plastik oleh swalayan besar untuk meningkatkan penjualan tas kain
Penawaran cashback oleh fintech kepada pengguna baru
Mengapa konsep pertukaran menjadi dasar dari semua kegiatan pemasaran menurut definisi Kotler?
Karena pertukaran menghasilkan laba terbesar
Karena pertukaran melibatkan hubungan sosial langsung antar konsumen
Karena pertukaran memungkinkan kedua belah pihak mendapatkan nilai
Karena pertukaran hanya dilakukan oleh organisasi bisnis
Apa perbedaan utama antara pendekatan manajerial dan pendekatan sosial dalam memahami pemasaran?
Pendekatan sosial berfokus pada laba; manajerial tidak
Pendekatan sosial menekankan kepentingan masyarakat luas
Pendekatan manajerial digunakan oleh NGO
Pendekatan manajerial tidak melibatkan pertukaran nilai
Dalam pendekatan sistem pemasaran, keberhasilan strategi tidak hanya ditentukan oleh perusahaan itu sendiri, tetapi juga oleh:
Total investasi yang dimiliki
Integrasi sistem manufaktur
Interaksi antar pelaku dalam jaringan pemasaran
Besarnya pengeluaran promosi
Konsep pemasaran yang menekankan pada pemahaman dan pemenuhan kebutuhan konsumen lebih dikenal sebagai:
Konsep produksi
Konsep produk
Konsep penjualan
Konsep pemasaran
Salah satu fungsi utama pemasaran dalam perusahaan adalah:
Menentukan proses manufaktur
Mengatur sistem logistik internal
Menghubungkan nilai produk dengan pasar sasaran
Menetapkan gaji tenaga kerja operasional
Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh rumah sakit dan lembaga pendidikan termasuk dalam jenis:
Pemasaran komersial
Pemasaran industri
Pemasaran sosial
Pemasaran jasa nonbisnis
Perusahaan rintisan teknologi ingin memperluas pasar ke luar Jawa. Mereka memiliki keunggulan dalam inovasi, namun sumber daya terbatas. Strategi pertumbuhan yang paling realistis adalah:
Diversifikasi konglomerat
Pengembangan produk ke segmen baru
Penetrasi pasar dengan intensifikasi distribusi
Integrasi vertikal ke produksi bahan baku
Jika suatu perusahaan menggunakan pendekatan strategi pemasaran berdasarkan model SWOT, maka kekuatan internal digunakan untuk:
Mengatasi ancaman eksternal
Menutupi kelemahan produk
Mengeksploitasi peluang yang ada
Menurunkan biaya operasional
Dalam strategi generik Porter, perusahaan yang bersaing pada segmen sempit dan menawarkan harga lebih murah disebut:
Cost Leadership
Differentiation
Focused Cost Leadership
Focused Differentiation
Strategi pertumbuhan intensif yang menekankan pengembangan produk baru untuk pasar yang sudah ada disebut:
Penetrasi pasar
Pengembangan pasar
Pengembangan produk
Diversifikasi
Jika perusahaan memilih strategi integrasi ke depan, maka:
Mereka mengakuisisi supplier bahan baku
Mereka membentuk unit logistik internal
Mereka mendirikan toko sendiri untuk menjual langsung
Mereka memperluas ke produk substitusi
Segmentasi berdasarkan gaya hidup dan kepribadian termasuk dalam:
Segmentasi geografis
Segmentasi psikografis
Segmentasi perilaku
Segmentasi demografis
Dalam perumusan strategi pemasaran, "pasar sasaran" (target market) didefinisikan sebagai:
Segmen dengan jumlah konsumen terbanyak
Seluruh populasi konsumen yang bisa dicapai
Kelompok konsumen yang menjadi prioritas untuk dilayani
Area distribusi dengan biaya termurah
Tujuan utama dari proses perumusan strategi pemasaran adalah:
Menentukan harga kompetitif
Menghindari persaingan langsung
Menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan
Mengembangkan citra merek yang fleksibel
Apa tujuan utama dari segmentasi pasar dalam strategi pemasaran?
Menetapkan harga produk
Meningkatkan volume distribusi
Mengelompokkan pasar berdasarkan karakteristik yang serupa
Mengembangkan keunggulan operasional
Segmentasi perilaku mengelompokkan pasar berdasarkan:
Lokasi geografis pelanggan
Tingkat pendidikan dan pendapatan
Loyalitas, manfaat yang dicari, dan tingkat penggunaan produk
Suku, agama, dan etnis
Strategi pemasaran yang menyasar seluruh pasar dengan satu bauran pemasaran disebut:
Pemasaran terdiferensiasi
Pemasaran terkonsentrasi
Pemasaran massal
Pemasaran mikro
Perusahaan sepatu memilih menyasar segmen pasar remaja urban pecinta sneakers. Ini merupakan contoh dari:
Segmentasi geografis
Penargetan demografis
Pemosisian berbasis atribut produk
Penargetan terfokus
Pemosisian produk dilakukan untuk:
Menetapkan distribusi produk
Menghindari persaingan harga
Menanamkan persepsi tertentu dalam benak konsumen
Mengubah nama dan kemasan
Pernyataan "Sabun kami paling lembut dan aman untuk kulit bayi" termasuk strategi pemosisian berdasarkan:
Harga
Manfaat atau keunggulan produk
Gaya hidup
Kategori pemakaian
Salah satu kriteria segmentasi pasar yang efektif adalah:
Luas wilayah distribusi
Kemampuan perusahaan memproduksi massal
Dapat diukur dan dijangkau secara ekonomis
Ketergantungan pada produk pelengkap
Pemosisian ulang produk biasanya dilakukan ketika:
Perusahaan ingin menaikkan harga
Produk lama kehilangan daya tarik pasar
Produk dijual ke wilayah baru
Saluran distribusi diganti
Apa peran utama dari proses pencarian informasi dalam pengambilan keputusan konsumen?
Menyederhanakan alternatif produk
Menciptakan kebutuhan baru
Mengurangi risiko dalam pengambilan keputusan
Mengidentifikasi lokasi geografis pasar
Tahap pertama dalam proses pengambilan keputusan konsumen adalah:
Evaluasi alternatif
Pembelian
Pengenalan kebutuhan
Pencarian informasi
Contoh pengaruh budaya terhadap perilaku konsumen adalah:
Membeli makanan karena lapar
Memilih merek lokal karena iklan
Menghindari makanan tertentu karena ajaran agama
Membeli produk karena diskon
Dalam faktor sosial, kelompok acuan (reference group) memiliki pengaruh karena:
Mereka memiliki kekuasaan hukum
Mereka menyediakan informasi dan tekanan normatif
Mereka menetapkan harga produk
Mereka selalu membeli dalam jumlah besar
Perilaku pembelian kompleks terjadi ketika:
Produk berharga murah dan frekuensi beli tinggi
Konsumen loyal terhadap satu merek
Keterlibatan tinggi dan perbedaan antar merek signifikan
Produk mudah dibeli di mana saja
Apa yang dimaksud dengan "disonansi kognitif pasca pembelian"?
Ketidakpuasan pelanggan akibat produk rusak
Ketidaksesuaian antara ekspektasi dan kenyataan yang menciptakan keraguan
Informasi iklan yang salah
Perubahan tren pasar secara tiba-tiba
Salah satu strategi untuk mengurangi disonansi kognitif pada pelanggan adalah:
Memberikan potongan harga sebelum pembelian
Meningkatkan biaya pengembalian produk
Memberikan jaminan atau garansi pasca pembelian
Menyembunyikan kelemahan produk
Apa yang dimaksud dengan "product line" dalam strategi pengelolaan produk?
Sekumpulan produk dari berbagai kategori
Produk yang diproduksi dengan teknologi sama
Kelompok produk yang saling terkait dan dijual dengan cara serupa
Produk yang dipasarkan pada waktu bersamaan
Strategi perluasan lini produk dilakukan ketika:
Perusahaan ingin mengurangi biaya produksi
Perusahaan ingin menghentikan produk yang tidak laku
Perusahaan ingin menambah varian produk dalam satu lini
Perusahaan ingin menjual lisensi kepada pihak lain
Produk inti (core product) dalam struktur produk adalah:
Desain fisik produk
Nilai inti atau manfaat utama yang diterima konsumen
Kemasan dan garansi
Pelayanan pascapenjualan
Dalam strategi branding, merek individu digunakan ketika:
Perusahaan ingin memaksimalkan asosiasi merek perusahaan induk
Perusahaan menjual produk yang sangat serupa
Perusahaan ingin menghindari risiko bila satu merek gagal
Perusahaan hanya menjual satu jenis produk
Strategi co-branding biasanya digunakan untuk:
Mengurangi biaya promosi
Menyederhanakan proses distribusi
Menggabungkan kekuatan dua merek untuk meningkatkan nilai produk
Menghindari konflik antar distributor
Perbedaan antara produk konsumen dan produk industri terletak pada:
Jenis kemasan yang digunakan
Tujuan pembelian produk
Lokasi penjualan
Harga jual minimum
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan produk baru adalah:
Menentukan lokasi distribusi
Merancang sistem penggajian tim penjualan
Mengukur kebutuhan pasar secara akurat
Menghindari biaya iklan
Tujuan utama strategi daur hidup produk adalah:
Meningkatkan biaya promosi
Mempercepat penarikan produk dari pasar
Menyesuaikan strategi pemasaran sesuai tahap siklus hidup produk
Menentukan harga berdasarkan laba maksimal
Pada tahap perkenalan dalam siklus hidup produk, strategi promosi yang umum digunakan adalah:
Menekan biaya distribusi
Menyasar pasar sekunder
Membangun kesadaran dan mengedukasi pasar
Memberikan potongan harga besar-besaran
Tahap pertumbuhan dalam siklus hidup produk ditandai oleh:
Penjualan stagnan dan biaya tinggi
Penurunan permintaan dan penarikan produk
Peningkatan penjualan dan keuntungan
Penetrasi pasar oleh produk substitusi
Pada tahap kedewasaan, perusahaan harus:
Menghentikan produksi
Fokus pada penetrasi pasar dan inovasi produk
Mengabaikan strategi promosi
Meningkatkan harga secara agresif
Salah satu strategi menghadapi tahap penurunan dalam siklus hidup produk adalah:
Memperluas jaringan distribusi
Meningkatkan iklan TV
Melakukan pemosisian ulang atau penghentian produk
Meningkatkan kapasitas produksi
Produk fashion musiman biasanya memiliki:
Tahap pertumbuhan yang panjang
Tahap kedewasaan yang stabil
Siklus hidup pendek dan sering diperbarui
Tidak mengalami tahap penurunan
Strategi bauran pemasaran di tahap perkenalan sebaiknya:
Fokus pada diskon besar dan harga rendah
Meminimalkan biaya promosi dan distribusi
Menekankan kualitas, edukasi, dan ketersediaan awal
Mengandalkan loyalitas pelanggan
Penetapan harga berbasis biaya ditentukan dengan:
Menganalisis permintaan dan pesaing
Menambahkan margin keuntungan pada total biaya produksi
Menentukan harga dari harga pasar rata-rata
Menyesuaikan harga berdasarkan segmen konsumen
Strategi harga penetrasi cocok digunakan saat:
Produk sudah mapan di pasar
Pasar sensitif terhadap harga dan persaingan tinggi
Perusahaan ingin memaksimalkan margin
Produk memiliki citra premium
Jika suatu produk ditetapkan dengan harga tinggi karena menyasar pasar eksklusif, maka strategi ini disebut:
Harga kompetitif
Harga diskon
Harga premium (skimming)
Harga dinamis
Harga psikologis melibatkan:
Penetapan harga berdasarkan biaya produksi
Penggunaan harga bundling
Penetapan harga di bawah angka bulat untuk menciptakan persepsi murah
Penurunan harga drastis pada akhir siklus produk
Break-even pricing digunakan untuk:
A. Menentukan harga berdasarkan harga pesaing
B. Menentukan harga agar perusahaan tidak rugi
C. Menentukan harga tertinggi yang dapat diterima pasar
D. Menyesuaikan harga dengan target promosi
Dalam penetapan harga berbasis nilai, harga ditentukan oleh:
A. Biaya produksi dan distribusi
B. Harga rata-rata pesaing
C. Persepsi nilai yang dirasakan konsumen
D. Margin keuntungan minimum
Strategi diskon musiman digunakan untuk:
A. Meningkatkan loyalitas pelanggan jangka panjang
B. Menyesuaikan harga dengan siklus permintaan
C. Menstabilkan biaya logistik
D. Menghindari pengenaan pajak musiman
Tujuan utama strategi distribusi adalah:
A. Mengurangi biaya produksi
B. Meningkatkan margin keuntungan
C. Menyalurkan produk secara efisien ke konsumen akhir
D. Menghindari promosi yang tidak efektif
Perbedaan antara saluran distribusi langsung dan tidak langsung terletak pada:
A. Volume penjualan
B. Keberadaan perantara
C. Biaya logistik
D. Waktu pengiriman
Strategi distribusi intensif cocok digunakan untuk:
A. Produk eksklusif
B. Produk dengan pembelian jarang
C. Produk kebutuhan sehari-hari
D. Produk industri berat
Dalam strategi distribusi selektif, perusahaan:
A. Menjual produk hanya pada satu pengecer di tiap wilayah
B. Menjual produk melalui semua toko yang bersedia
C. Menyeleksi pengecer tertentu yang sesuai dengan citra produk
D. Menjual hanya melalui platform digital
Distribusi multisaluran memungkinkan perusahaan untuk:
A. Mengurangi biaya promosi
B. Menjual produk hanya melalui grosir
C. Menggabungkan saluran fisik dan digital untuk memperluas jangkauan
D. Menghindari kompetisi harga
Tujuan utama promosi dalam bauran pemasaran adalah:
A. Menurunkan harga pokok produksi
B. Meningkatkan pengaruh distributor terhadap kebijakan harga
C. Menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen
D. Mengurangi persediaan produk
Strategi promosi yang paling tepat digunakan untuk produk baru adalah:
A. Promosi penjualan langsung
B. Iklan pengingat
C. Promosi edukatif dan pengenalan manfaat
D. Promosi eksklusif untuk pelanggan lama
Dalam komunikasi pemasaran terpadu (IMC), tujuan utamanya adalah:
A. Menggunakan satu jenis media promosi saja
B. Memisahkan kegiatan iklan dari hubungan masyarakat
C. Menyampaikan pesan konsisten melalui berbagai saluran
D. Menekan biaya produksi secara signifikan
Promosi penjualan (sales promotion) yang efektif dapat:
A. Meningkatkan margin jangka panjang
B. Mengurangi loyalitas pelanggan
C. Mendorong pembelian dalam waktu singkat
D. Menggantikan fungsi distribusi
