Font size
WorksheetsEquacore 21
Total questions: 108
Worksheet time: 1hrs 21mins
Seorang pria umur 42 tahun dengan pekerjaan sebagai petani datang ke RS dengan keluhan demam suhu 39oC sejak 7 hari yang lalu, sakit kepala dan nyeri otot betis. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya perdarahan subkonjutiva, kulit berwarna kuning (jaundice) dan oligouri. Kemungkinan bakteri penyebab infeksi pada kasus ini ialah :
Leptospira ichterohemorrhagica
Bacillus anthracis
Staphylococcus aureus
Rickettsia rickettsii
Streptococcus viridan
Pada kasus diatas pemeriksaan laboratorium secara mikrobiologis yang paling tepat dapat dilakukan ialah :
Microagglutination test (MAT)
Pewarnaan Negatif
Kultur darah kuda
Kultur pada medium tellurite
Pewarnaan Gram
Seorang laki laki umur 28 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan demam (suhu badan 38o C), batuk dan nyeri tenggorokan, nyeri otot dan diare. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya radang saluran pernapasan atas dan anda pneumonia. Kemungkinan penderita tersebut menderita
HIV AIDS
Dengue hemorhhagic fever
Hepatitis
Typhoid fever
Flu burung
Pemeriksaan mikrobiologis yang paling tepat untuk menentukan penderita tersebut diatas dilakukan :
Pewarnaan Gram
Kultur dari hapusan hidung
Deteksi RNA H5N1 dengan RT PCR
Kultur darah
Deteksi antibodi terhadap antigen H5N1
Pemeriksaan laboratorium yang paling mudah untuk infeksi Brucella ialah :
Coombs
Serum agglutination test
Complement fixation
2-ME
Lateral flow
Dosis toksik Bacillus anthracis yang mematikan pada mencit ialah :
50 unit/kg
1000 unit/kg
100 unit/kg
500 unit/kg
10 unit/kg
Spesies Brucella yang paling sering menyebabkan patogen pada manusia :
B. neotomae
B. suis
B. rangiferi tarandi
B. abortus
B. canis
Hal dibawah ini merupakan sifat dari virus Rabies :
Masa inkubasi 1 sampai 2 minggu
Termasuk papopaviridae
Pemeriksaan laboratorium melihat badan nigra
Host perbanyakannya adalah babi
Terjadi peningkatan tekanan CSF pada penderita
Pemeriksaan laboratorium yang paling tepat untuk infeksi Rabies ialah:
Isolasi virus
Electron microscopy
RT PCR
Immunofluorescence
Tes serologi
Seorang laki-laki 50 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan demam 7 hari. Demam naik turun, terkadang pasien merasa sehat tanpa demam sama sekali. Pasien juga mengeluhkan sakit kepala, menggigil, mual dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik tanda vital tekanan darah 110/80 mmHg, suhu 40°C, denyut nadi 110x/menit, frekuensi pernafasan 24x/menit. Konjungtiva anemis dan splenomegali Schuffner 5. Riwayat berkunjung ke daerah Nusa Tenggara kurang lebih 1 bulan yang lalu. Pada pasien dilakukan pemeriksaan awal yaitu hematologi, tes fungsi hati serta urinalisis. Hasil pemeriksaan fungsi hati didapatkan peningkatan enzim-enzim transaminase dan hasil urinalisis ditemukan hemoglobinuria. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, apakah pemeriksaan diagnostik utama yang harus dilakukan selanjutnya?
Isolasi virus pada masa akut
Mikroskop lapangan gelap
Kultur darah
Mikroskopik apusan darah tebal dan tipis
Polymerase Chain Reaction
Seorang laki-laki 50 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan demam 7 hari. Demam naik turun, terkadang pasien merasa sehat tanpa demam sama sekali. Pasien juga mengeluhkan sakit kepala, menggigil, mual dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik tanda vital tekanan darah 110/80 mmHg, suhu 40°C, denyut nadi 110x/menit, frekuensi pernafasan 24x/menit. Konjungtiva anemis dan splenomegali Schuffner 5. Riwayat berkunjung ke daerah Nusa Tenggara kurang lebih 1 bulan yang lalu. Pada pasien dilakukan pemeriksaan awal yaitu hematologi, tes fungsi hati serta urinalisis. Hasil pemeriksaan fungsi hati didapatkan peningkatan enzim-enzim transaminase dan hasil urinalisis ditemukan hemoglobinuria. Dari hasil pemeriksaan hematologi didapatkan leukosit 7.000/uL dan hasil pemeriksaan mikroskopik didapatkan 700 parasit per 200 leukosit, maka berapakah jumlah parasit/uL ?
35.000/uL
25.000/uL
34.500/uL
24.500/uL
14.500/Ul
Seorang laki-laki 50 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan demam 7 hari. Demam naik turun, terkadang pasien merasa sehat tanpa demam sama sekali. Pasien juga mengeluhkan sakit kepala, menggigil, mual dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik tanda vital tekanan darah 110/80 mmHg, suhu 40°C, denyut nadi 110x/menit, frekuensi pernafasan 24x/menit. Konjungtiva anemis dan splenomegali Schuffner 5. Riwayat berkunjung ke daerah Nusa Tenggara kurang lebih 1 bulan yang lalu. Pada pasien dilakukan pemeriksaan awal yaitu hematologi, tes fungsi hati serta urinalisis. Hasil pemeriksaan fungsi hati didapatkan peningkatan enzim-enzim transaminase dan hasil urinalisis ditemukan hemoglobinuria. Dari hasil pemeriksaan hematologi didapatkan leukosit 7.000/uL dan hasil pemeriksaan mikroskopik didapatkan 700 parasit per 200 leukosit, maka berapakah jumlah parasit/uL ?
35.000/uL
25.000/uL
34.500/uL
24.500/uL
14.500/Ul
Apakah kelemahan pemeriksaan apusan darah tebal malaria?
Mahal
Tidak dapat membedakan jenis plasmodium
Tidak dapat menghitung derajat parasitemia
Kurang sensitif jika derajat parasitemia rendah
Hasil tidak dapat didokumentasikan
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit dengan keluhan demam 4 hari, terus menerus dan disertai sakit kepala, mual, nyeri otot dan nyeri sendi. Sehari sebelum ke RS pasien mengeluh muncul bintik-bintik merah pada lengan atas. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 100x/menit, frekuensi pernafasan 24x/menit, dan suhu 38,5˚C. Dari pemeriksaan fisis didapatkan petekie padaabdomen, tungkai atas dan tungkai bawah. Apakah kemungkinan hasil pemeriksaan hematologi lengkap pasien ini?
Lekopenia, trombositosis dan hematokrit menurun
Lekopenia, trombositosis dan hematokrit meningkat
Lekositosis, trombositosis dan hematokrit menurun
Lekopenia, trombositopenia dan hematokrit meningkat
Lekositosis, trombositopenia dan hematokrit meningkat
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit dengan keluhan demam 4 hari, terus menerus dan disertai sakit kepala, mual, nyeri otot dan nyeri sendi. Sehari sebelum ke RS pasien mengeluh muncul bintik-bintik merah pada lengan atas. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 100x/menit, frekuensi pernafasan 24x/menit, dan suhu 38,5˚C. Dari pemeriksaan fisis didapatkan petekie padaabdomen, tungkai atas dan tungkai bawah. Apakah kemungkinan hasil pemeriksaan hematologi lengkap pasien ini?
Lekopenia, trombositosis dan hematokrit menurun
Lekopenia, trombositosis dan hematokrit meningkat
Lekositosis, trombositosis dan hematokrit menurun
Lekopenia, trombositopenia dan hematokrit meningkat
Lekositosis, trombositopenia dan hematokrit meningkat
Apabila dilakukan pemeriksaan Anti Dengue IgG/IgM dan didapatkan hasil IgM negatif dan IgG positif. Apakah interpretasi dari hasil pemeriksaan tersebut?
Infeksi kronik virus dengue
Infeksi primer virus dengue
Infeksi akut virus dengue
Infeksi sekunder virus dengue
Indeterminate, lakukan pemeriksaan ulang
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke Unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan demam selama 7 hari dan sulit bergerak akibat nyeri pada kedua betis. Dari pemeriksaan fisis didapatkan TD 100/60 mmHg, nadi 115 kali per menit, suhu 39,5°C dan pernafasan 26x /menit, ada ikterus, nyeri otot, mual dan muntah. Riwayat pasien memiliki pekerjaan sebagai pembersih saluran air. Berdasarkan data di atas, apakah kemungkinan penyebab penyakit pada pasien ini?
Virus Dengue
Wuchereria bancrofti
Staphylococcus spp
Plasmodium malariae
Leptospira interrogans
Seorang laki-laki 40 tahun datang ke Unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan demam selama 7 hari dan sulit bergerak akibat nyeri pada kedua betis. Dari pemeriksaan fisis didapatkan TD 100/60 mmHg, nadi 115 kali per menit, suhu 39,5°C dan pernafasan 26x /menit, ada ikterus, nyeri otot, mual dan muntah. Riwayat pasien memiliki pekerjaan sebagai pembersih saluran air. Apakah kemungkinan akan didapatkan pada hasil urinalisis pada pasien ini?
Pyuria dan glukosuria
Ketonuria dan pyuria
Glukosuria dan bilirubinuria
Pyuria dan bilirubinuria
Ketonuria dan proteinuria
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dibawa ibunya ke poliklinik anak rumah sakit dengan keluhan demam 6 hari disertai nyeri perut bagian kiri bawah dan susah buang air besar dalam 2 hari terakhir. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 74x/menit, frekuensi pernafasan 20x/menit, suhu 39,5°C, lidah kotor dan nyeri tekan hipokondrium kiri bawah. Pemeriksaan diagnostik apakah yang sebaiknya dilakukan?
Anti Dengue IgG/IgM
Hematologi rutin
Anti Salmonella typhi IgM
Laju endap darah
Anti Leptospira
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dibawa ibunya ke poliklinik anak rumah sakit dengan keluhan demam 6 hari disertai nyeri perut bagian kiri bawah dan susah buang air besar dalam 2 hari terakhir. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 74x/menit, frekuensi pernafasan 20x/menit, suhu 39,5°C, lidah kotor dan nyeri tekan hipokondrium kiri bawah.
Sampel cairan tubuh apakah yang dapat digunakan untuk pemeriksaan kultur dan identifikasi bakteri pasien pada saat itu?
Cairan pleura
Darah
Cairan otak
Urin
Feses
Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk dalam 2 minggu terakhir disertai sesak nafas, nafsu makan menurun, berat badan dirasakan menurun drastis dalam 1 bulan terakhir. Pasien juga menderita diare selama 1 bulan terakhir, sudah mengkonsumsi obat namun tidak ada perbaikan. Pasien sudah menikah dan memiliki seorang bayi berusia 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif. Pasien bekerja sebagai kasir kelab malam. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi pernafasan 28 kali permenit, denyut nadi 20x/menit, suhu 37°C. Pada pemeriksaan fisis didapatkan konjungtiva anemis, kandidiasis oral dan ronkhi pada medial paru kiri. Apakah pemeriksaan diagnostik utama yang sebaiknya dilakukan pada pasien tersebut?
Anti HIV 1/2 rapid test/EIA
Hematologi lengkap
Sputum BTA
Pemeriksaan feses
Glukosa darah puasa
Etiologi dari kondiloma akuminata adalah
HPV 45
HPV 6 dan 11
HPV 31 dan 33
HPV 16 dan 18
HPV 52 dan 58
Infeksi HPV yang ditemukan pada 2 kali kunjungan pemeriksaan kontrol selama 4-6 bulan disebut
Infeksi persisten
Infeksi primer
Infeksi rekuren
Infeksi sekunder
infeksi kronik
Terapi topikal yang memberi efek kaustik dan menimbulkan koagulasi dan nekrosis pada jaringan superficial terutama pada bentuk hiperkeratotik dari kondiloma akuminata adalah
5 fluorourasil
podofilin
trichloracetate
podofilotoksin
Imiquimod 5% krim
Pemeriksaan penunjang yang membantu menegakkan diagnosis kondiloma akuminata dan dapat menentukan batas pada lesi yang datar
PCR
Acetowhitening
Biopsi
Pap smear
ELISA
Terapi bedah yang menggunakan nitrogen cair adalah
Bedah eksisi
Bedah listrik
Cryoterapi
Bedah kimia
Bedah laser
Infeksi virus yang berbentuk papul miler, lentikuler ukuran 3-6 mm adalah
Kondiloma akuminata
Varicella
Moloskum kontagiosum
Veruka Vulgaris
Herpes simplex
Paronikia kronik
Diikuti oleh pembentukan abses superficial
Kutikula biasanya terlepas dari lempeng kuku
Eritem dan nyeri diposterior atau lateral lipatan kuku
Disebabkan oleh staphylococcus aureus
Terdapat pus dibawah kutikula kuku
Hiperplasia epidermis yang disebabkan oleh HPV 1,2,3,4 adalah
Veruka vulgaris
Herpes simlex
Kondiloma akuminata
Moloskum kontagiosum
HMFD
Hiperplasia epidermis yang disebabkan oleh HPV 1,2,3,4 adalah
Veruka vulgaris
Herpes simlex
Kondiloma akuminata
Moloskum kontagiosum
HMFD
Diagnosis banding veruka vulgaris KECUALI
Granuloma piogenik
Varicella
Klavus
Keratosis seboroik
Hiperplasia sebaseus
Infeksi dari virus varicella zoster adalah penyebab dari penyakit
A dan B benar (A dan Varicella)
Varicella
Herpes simplex
Herpes zoster
A,B dan C benar (A dan B benar, Varicella, Herpes zoster)
Patogenesis herpes zoster yang benar
Tidak pernah menyerang ganglion anterior
Tidak terdapat di ganglion posterior susunan saraf tepi
Kelainan setingkat darah persarafan ganglion
Tidak terdapat diganglion cranialis
Tidak dapat menyebabkan gangguan motorik
Patogenesis herpes zoster yang benarReaktivasi kembali virus varicella zoster menyebabkan penyakit
A dan B benar
Varicella
Herpes simplex
Herpes zoster
A, B dan C benar
Letak infeksi dari Herpes zoster oftamicus adalah dicabang pertama dari
N. brachialis
N.Trigeminus
N.Oticus
N. Facialis
N. Medianus
Terapi herpes zoster yang tepat (tepat dosis, tepat sediaan)
Acyclovir 5x800 mg
Acyclovir 3x800 mg
Acyclovir 5x200 mg
Acyclovir 5x400 mg
Acyclovir 3x400 mg
Seorang anak umur 9 tahun, dibawa ke IGD oleh Orang tuanya dengan keluhan demam selama 7 hari, terutama sore dan malam hari, tidak menggigil, sudah 3 hari tidak buang air besar. Pada pemeriksaan fisik : bibir kering, lidah kotor, nyeri perut, mual dan mutah. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik di atas, anak dicurigai menderita demam tifoid. Untuk diagnosis pasti dilakukan pemeriksaan penunjang berikut :
Darah tepi lengkap
Widal
Typohi-dot IgM
Kultur darah
Tubex
Seorang anak umur 9 tahun, dibawa ke IGD oleh Orang tuanya dengan keluhan demam selama 7 hari, terutama sore dan malam hari, tidak menggigil, sudah 3 hari tidak buang air besar. Pada pemeriksaan fisik : bibir kering, lidah kotor, nyeri perut, mual dan mutah. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik di atas, anak dicurigai menderita demam tifoid. Untuk diagnosis pasti dilakukan pemeriksaan penunjang berikut :
Sefixim 10-15 mg/kgbb/12 jam selama
Kloramfenikol 100 mg/kgbb selama 10-14 hari
Amoxicillin 100 mg/kgbb selama 10 hari
Claritromisin 10 mg/kgbb selama 5 hari
Ceftriaxone 80 mg/kg intravena selama 5 hari
Setelah dilakukan terapi dengan kloramfenikol selama 5 hari tidak ada perbaikan, dicurigai kemungkinan terjadi resistensi terhadap obat, maka obat pengganti yang paling baik diberikan pada pasien ini bila tidak diakukan uji resistensi adalah :
Sefixim oral
Azitromicin oral
Seftriakson intravena
Fluoroquinolon oral
Amoksisilin oral
Selama perawatan penderita tidak menunjukkan perbaikan dan keadaan klinis anak bertambah buruk, dicurigai telah terjadi komplikasi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan peristaltik melemah, nyeri tekan abdomen, pekak hepar menghilang, defanse musculaire positif. Berdasarkan keluhan dan pemeriksaan fisik di atas kemungkinan penderita mengalami komplikasi berupa :
Perforasi
Peritonitis
Ensefalitis
Pedarahan
Hepatitis
Seorang anak Perempuan usia 15 tahun, datang di IGD diantar oleh Ibunya dengan kelujan demam tinggi ( 38.80 - 39.50 C) selama 10 hari, selama sakit diberikan obat antibiotik cefixime dan parasetamol tanpa resep dokter. Pada pemeriksaan fisik ditemukan, anak tampak sakit berat, lemah dan suhu aksiler 38.50 C, nyeri tekan lepas pada abdomen dan bising usus menghilang. Hasil laboratorium darah lengkap : Hb. 10.3 gr/dL, Hct 33.3 %, 13.500/µL, Plt 475.000, pemeriksaan widal O:1/640, dan H: 1/640. Pada foto abdomen ditemukan udara bebas (perfoasi). Penanganan yang tepat pada pasien ini adalah:
Konsul spesialis bedah anak
Hentikan intake oral
Antibiotik ceftriaxone intravena
Nutrisi pareteral
Semua jawaban benar
Seorang anak berusia 5 tahun datang diawa oleh ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam disertai ruam kemarahan seluruh tubuh. Keluhan disertai dengan batuk, nyeri telan dan kemerahan di kedua mata. Riwayat tetangganya juga mengalami keluhan serupa. Tanda vital nadi 110x/mnt, Pernapasan 24x/menit, suhu 38,2°C. pemeriksaan fisik terdapat faring hiperemis, konjungtivitis kedua mata, becak koplik dan ruam makulopapular merata seluruh tubuh. Diagnosis yang sesuai untuk kasus diatas adalah ?
Morbili
Varicela
Infeksi dengue
Dermatitis alergi
Kawasaki disease
Seorang anak berusia 5 tahun datang diawa oleh ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam disertai ruam kemarahan seluruh tubuh. Keluhan disertai dengan batuk, nyeri telan dan kemerahan di kedua mata. Riwayat tetangganya juga mengalami keluhan serupa. Tanda vital nadi 110x/mnt, Pernapasan 24x/menit, suhu 38,2°C. pemeriksaan fisik terdapat faring hiperemis, konjungtivitis kedua mata, becak koplik dan ruam makulopapular merata seluruh tubuh. Diagnosis yang sesuai untuk kasus diatas adalah ?
Morbili
Varicela
Infeksi dengue
Dermatitis alergi
Kawasaki disease
Seorang anak berusia 5 tahun datang diawa oleh ibunya ke poliklinik dengan keluhan demam disertai ruam kemarahan seluruh tubuh. Keluhan disertai dengan batuk, nyeri telan dan kemerahan di kedua mata. Riwayat tetangganya juga mengalami keluhan serupa. Tanda vital nadi 110x/mnt, Pernapasan 24x/menit, suhu 38,2°C. pemeriksaan fisik terdapat faring hiperemis, konjungtivitis kedua mata, becak koplik dan ruam makulopapular merata seluruh tubuh. Imunisasi yang tepat untuk dapat mencegah kasus tersebut adalah?
PCV
Imunisasi Varicela
MR
Imunisasi Dengue
DPT
Seorang anak berusia 7 tahun datang dibawa oleh orang tuanya ke UGD dengan keluhan sesak. Keluhan ini disertai dengan demam, batuk dan nafsu makan menurun. Tanda vital nadi 100x/mnt, Pernapasan 40x/menit, suhu 39,2°C, SpO2 87%. Pemeriksaan fisik terdapat napas cuping hidung, retraksi subcosta dan intracostae, auskultasi terdengan suara ronkhi dan krepitasi. Pemeriksaan radiologi tampak infiltrate di kedua lapang paru. Apakah etiologi yang paling sering ditemukan pada kasus ini?
RSV
Enterovirus
Corynebacterium diptheriae
Clostridium tetani
Paramyxovirus
Seorang anak berusia 7 tahun datang dibawa oleh orang tuanya ke UGD dengan keluhan sesak. Keluhan ini disertai dengan demam, batuk dan nafsu makan menurun. Tanda vital nadi 100x/mnt, Pernapasan 40x/menit, suhu 39,2°C, SpO2 87%. Pemeriksaan fisik terdapat napas cuping hidung, retraksi subcosta dan intracostae, auskultasi terdengan suara ronkhi dan krepitasi. Pemeriksaan radiologi tampak infiltrate di kedua lapang paru. Apakah etiologi yang paling sering ditemukan pada kasus ini?
RSV
Enterovirus
Corynebacterium diptheriae
Clostridium tetani
Paramyxovirus
Imunisasi yang diberikan sebagai upaya pencegahan penyakit pneumonia yaitu :
MR
BCG
DPT
Hep B
PCV
Imunisasi ulangan atau boster DPT, polio dan MR diberikan pada balita usia ?
19 bulan
16 bulan
18 bulan
17 bulan
20 bulan
Imunisasi ulangan atau boster DPT, polio dan MR diberikan pada balita usia ?Seorang anak laki-laki umur 10 tahun diantar oleh ibunya ke puskesmas karena batuk darah disertai cacing. Anak ini kadang-kadang mengeluhkan sesak. Anak ini memiliki kebiasaan bermain keluar rumah tanpa alas kaki.Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis, perut buncit, pruritus. Pemeriksaan laboratorium didapatkan cacing dewasa seperti benang tembus cahaya dengan kutikula bergaris-garis dan larva filariform dengan ekor bercabang. Apakah diagnosis pada kasus di atas
Trichuriasis
Strongiloidosis
Enterobiasis
Necatoriasis
Ascariasis
Seorang anak laki-laki berumur 7 tahun di atar oleh ibunya ke puskesmas dengan keluhan gatal-gatal di daerah dubur sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisis didapatkan TD 90/50 frekuensi nadi 60x/mnt, frekuensi napas 16x/menit dan suhu 370C. Status Lokalis didapatkan vesikel-vesikel kecil, eritem yang luas sekitar anus dan perineum. Apakah diagnosis pada kasus di atas
Trichuriasis
Strongiloidosis
Enterobiasis
Necatoriasis
Ascariasis
Seorang anak laki-laki berumur 7 tahun di atar oleh ibunya ke puskesmas dengan keluhan gatal-gatal di daerah dubur sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisis didapatkan TD 90/50 frekuensi nadi 60x/mnt, frekuensi napas 16x/menit dan suhu 370C. Status Lokalis didapatkan vesikel-vesikel kecil, eritem yang luas sekitar anus dan perineum. Apakah gold standard pemeriksaan untuk kasus di atas adalah
Fecal cuture
Patch test
scratch test
Anal swab
Urine culture
Seorang perempuan umur 32 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan perut membengkak sejak 1 bulan terakhir. Selain di perut bengkak juga ada pada wajah dan kedua tungkai. Pasien juga mengeluhkan mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pasien ini memiliki kebiasaan makan lalapan bunga teratai. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 frekuensi nadi 60x/mnt, frekuensi napas 16x/menit suhu 33,80C. Status lokalis: hepatomegali. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan adanya ulkus yang luas pada dinding usus. Apakah diagnosis pada kasus di atas
Ancylostomiasis
Taeniasis
Strongiloidosis
Faskiolosis
Schistosomiasis
Seorang perempuan umur 32 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan perut membengkak sejak 1 bulan terakhir. Selain di perut bengkak juga ada pada wajah dan kedua tungkai. Pasien juga mengeluhkan mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pasien ini memiliki kebiasaan makan lalapan bunga teratai. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 frekuensi nadi 60x/mnt, frekuensi napas 16x/menit suhu 33,80C. Status lokalis: hepatomegali. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan adanya ulkus yang luas pada dinding usus. Apakah stadium parasit yang menyebabkan keluhan pada kasus di atas?.
Dewasa
Telur
Kista
Larva
Metaserkaria
Seorang perempuan umur 32 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan perut membengkak sejak 1 bulan terakhir. Selain di perut bengkak juga ada pada wajah dan kedua tungkai. Pasien juga mengeluhkan mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pasien ini memiliki kebiasaan makan lalapan bunga teratai. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 frekuensi nadi 60x/mnt, frekuensi napas 16x/menit suhu 33,80C. Status lokalis: hepatomegali. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan adanya ulkus yang luas pada dinding usus. Apakah stadium infektif parasit pada kasus di atas adalah...
Dewasa
Telur
Kista
Larva
Metaserkaria
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun diantar ibunya ke UGD RS dengan keluhan diare berdarah yang dialami sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri ulu hati, mual dan muntah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 mmHg, frekuensi Nadi: 60x/menit, frekuensi napas 20x/memit dan Suhu: 37,80C, tanda-tanda dehidrasi ringan-sedang. Pada pemeriksaan laboratorium Hb: 10gr/dl, trofozoid parasit.
Apakah parasit penyebab keluhan pasien di atas
Balantidium coli
Entamoeba hystolitica
Trichomonas vaginalis
Toxoplasma gondii
Giardia lamblia
Seorang laki-laki 40 tahun dirawat pada ruang perawatan Rumah Sakit akibat tergigit anjing gila sekitar 1 bulan yang lalu. Pasien saat ini tampak lemah, nyeri kepala dan nyeri saat menelan. Pasien terlihat bingung dan gelisah serta tampak seperti ketakutan. Pada pemeriksaan fisis, diperoleh hipersalivasi dan hiperlakrimasi. Apakah tahap/fase yang sedang dialami pasien sesuai dengan penyakit tersebut?
Paralisis
Prodromal
Eksitasi
Sensorik
Delirium
Seorang laki-laki berusia 8 tahun di antar ke Puskesma karena mengalami luka lecet pada kaki akibat cakaran anjing saat bermain di halaman rumahnya 2 jam yang lalu. Anjing tersebut berhasil ditangkap dan saat ini telah dikandangkan. Apakah tindakan tepat yang dilakukan kepada anak tersebut?
Tidak diberikan VAR sambil menunggu kondisi anjing dalam 14 hari
Diberikan VAR sambil menunggu kondisi anjing dalam 14 hari
Diberikan SAR sambil menunggu kondisi anjing dalam 14 hari
Diberikaan VAR dan SAR sambil menunggu kondisi anjing dalam 14 hari
Diberikan VAR tanpa menunggu kondisi anjing dalam 14 hari
Seorang laki-laki berusia 16 tahun diantar ke Puskesmas akibat mengalami luka gigitan anjing pada tangan dan kaki saat berjalan pulang dari sekolah. Pada pemeriksaan status lokalis, tampak luka lebar dan dalam. Anjing yang menggigit tersebut mati dibunuh oleh warga sekitar. Apakah tindakan yang tepat yang dapat dilakukan pada pasien tersebut?
Segera diberi VAR, SAR dan TT
Segera diberi VAR
Segera diberi VAR dan SAR
Segera diberi SAR
Tidak diberi VAR dan SAR
Seorang laki-laki berusia 18 tahun di antar ke IGD Rumah Sakit dengan demam dan tampak lemah setelah sekitar 3 minggu lalu tangan pasien tergigit anjing liar. Keluhan disertai dengan nyeri kepala, nyeri teggorokan, pegal-pegal seluruh badan dan tampak sangat cemas. Pada lokasi gigitan pasien merasa kesemutan dan kram-kram. Pasien rencana akan diberikan VAR. Bagaimanakan pemberian VAR menurut metode Zagreb?
Hari 0 diberikan 1 dosis, hari ke-14: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 2 dosis, hari ke-7: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 1 dosis, hari ke-7: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 2 dosis, hari ke-14: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 1 dosis, hari ke-7: 1 dosis dan hari ke-14: 1 dosis
Seorang laki-laki berusia 18 tahun di antar ke IGD Rumah Sakit dengan demam dan tampak lemah setelah sekitar 3 minggu lalu tangan pasien tergigit anjing liar. Keluhan disertai dengan nyeri kepala, nyeri teggorokan, pegal-pegal seluruh badan dan tampak sangat cemas. Pada lokasi gigitan pasien merasa kesemutan dan kram-kram. Pasien rencana akan diberikan VAR. Bagaimanakan pemberian VAR menurut metode Zagreb?
Hari 0 diberikan 1 dosis, hari ke-14: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 2 dosis, hari ke-7: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 1 dosis, hari ke-7: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 2 dosis, hari ke-14: 1 dosis dan hari ke-21: 1 dosis
Hari 0 diberikan 1 dosis, hari ke-7: 1 dosis dan hari ke-14: 1 dosis
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kram-kram pada seluruh ekstremitas yang dialami sejak lama. Riwayat pasien saat ini sedang mendapat terapi ARV akibat terinfeksi virus HIV sejak sekitar 1 tahun terakhir. Apakah terapi simptomatik yang tepat diberikan pada pasien tersebut?
Natrium dklofenat
Ibuprofen
Pregabalin
Vitamin B Com
Celecoxibe
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri kepala disertai demam yang terjadi sejak 2 minggu yang lalu. Riwayat pasien menderita batuk lama berlendir (1 bulan) dan kadang lendir bercampur darah. Pada pemeriksaan rangsang meningeal diperoleh kaku kuduk (+). Pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran bercak berawan disertai dengan cavitas, pemeriksaan dahak diperoleh BTA +++. Apakah pemeriksaan yang tepat untuk menegakkan diagnosis pada kasus tersebut?
EEG
Lumbal Pungsi
MRI Kepala
CT Scan Kepala
EMG
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri kepala disertai demam yang terjadi sejak 2 minggu yang lalu. Riwayat pasien menderita batuk lama berlendir (1 bulan) dan kadang lendir bercampur darah. Pada pemeriksaan rangsang meningeal diperoleh kaku kuduk (+). Pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran bercak berawan disertai dengan cavitas, pemeriksaan dahak diperoleh BTA +++. Apakah pemeriksaan yang tepat untuk menegakkan diagnosis pada kasus tersebut?
EEG
Lumbal Pungsi
MRI Kepala
CT Scan Kepala
EMG
Seorang laki-laki berusia 52 tahun di antar ke IGD Rumah Sakit dengan kejang kaku seluruh tubuh sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai mulut tidak dapat membuka secara maksimal dan demam. Pemeriksaan fisis neurologi ditemukan trismus dan opistotonus. Riwayat pasien mengalami luka tertusuk paku sekitar 10 hari yang lalu yang tidak diobati dengan baik. Apakah tatalaksana antibiotik lini pertama yang tepat diberikan pada kasus tersebut?
Ampicilin intravena
Levovloksasin intravena
Doxisisiklin intravena
Metronidazole intravena
Gentamicin intravena
Seorang laki-laki berusia 32 tahun di antar ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan kaku seluruh tubuh sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai mulut tidak dapat membuka secara maksimal dan demam. Pemeriksaan fisis neurologi ditemukan trismus dan opistotonus. Riwayat pasien mengalami luka tertusuk paku sekitar 10 hari yang lalu yang tidak diobati dengan baik. Apakah tatalaksana farmakologi yang tepat untuk mengatasi kakuan dan spasme pada kasus tersebut
Human Tetanus Imunoglbulin
Metronidazole intravena
Anti Tetanus Serum
Diazepam intravena
Atropin intravena
Seorang laki-laki berusia 56 tahun diantar ke IGD Rumah Sakit dengan keluhan mengalami kejang pada ekstremitas kanan saat berada di rumah sejak 1 minggu terakhir frekuensi 1 kali per hari dengan durasi sekitar 1 menit. Riwayat pasien berobat ke dokter jantung karena mengalami endocarditis. Pemeriksaan CT Scan Kepala diperoleh gambaran hiperdens pada lobus frontal dengan batas tegas dan terdapat ring enhacement. Bagaimanakah mekanisme penyebaran infeksi yang terjadi pada pasien tersebut?
Traumatik
Direct
Kriptogenik
Hematogen
Limfagenik
Seorang laki-laki berusia 50 tahun diantar ke IGD Rumah Sakit dengan penurunan kesadaran yang terjadi secara perlahan progresif disertai demam yang terjadi sejak 2 minggu yang lalu. Riwayat pasien menderita batuk lama (1 bulan) dan kadang lendir bercampur darah. Pada pemeriksaan neurologis diperoleh GCS E3M5V2, kaku kuduk (+). Pemeriksaan foto thoraks didapatkan gambaran bercak berawan disertai dengan cavitas. Apakah pemeriksaan yang selanjutnya dianjurkan pada pasien tersebut?
EMG
Lumbal Pungsi
EEG
CT Scan Kepala
TCD
Seorang anak laki-laki, berusia 10 tahun, diantar keluarganya ke puskesmas dengan keluhan batuk yang disertai dahak berdarah, yang dikeluhkan sejak empat minggu lalu. Gejala batuk dusertai sesak napas dan demam pada malam hari. Hasil pemeriksaan fisik: status gizi kurang, Denyut nadi 110 kali/menit, irregular, frekuensi napas 40 kali per menit, suhu badan 38,5oC. Inspeksi tenggorokan: tonsil membesar, hiperemis, tampak lapisan mengkilap. Auskultasi terdengar suara napas vesikobronkial. Hasil pemeriksaan laboratorium; leukositosis. Riwayat penderita tersebut dicatat dalam rekam medik, dan diedukasi agar mendapatkan penanganan program khusus kesehatannya di puskesmas.
Apakah faktor risiko yang dapat meningkatkan distribusi kasus tersebut?.
Usia harapan hidup memendek
Case Fatality Rate tinggi
Penurunan diagnosis kasus
Migrasi keluar orang sakit
Durasi penyakit lebih panjang
Seorang anak laki-laki, berusia 10 tahun, diantar keluarganya ke puskesmas dengan keluhan batuk yang disertai dahak berdarah, yang dikeluhkan sejak empat minggu lalu. Gejala batuk dusertai sesak napas dan demam pada malam hari. Hasil pemeriksaan fisik: status gizi kurang, Denyut nadi 110 kali/menit, irregular, frekuensi napas 40 kali per menit, suhu badan 38,5oC. Inspeksi tenggorokan: tonsil membesar, hiperemis, tampak lapisan mengkilap. Auskultasi terdengar suara napas vesikobronkial. Hasil pemeriksaan laboratorium; leukositosis. Riwayat penderita tersebut dicatat dalam rekam medik, dan diedukasi agar mendapatkan penanganan program khusus kesehatannya di puskesmas.
Apakah tujuan penanggulangan jangka panjang terhadap kasus tersebut?
Mewujudkan angka kesembuhan dari semua penderita baru
Meningkatkan cakupan pelacakan kasus penderita
Mencapai angka kesembuhan dari semua penderita baru
Menurunkan angka kesakitan dan kematian kasus
Meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit
Seorang anak laki-laki, berusia 10 tahun, diantar keluarganya ke puskesmas dengan keluhan batuk yang disertai dahak berdarah, yang dikeluhkan sejak empat minggu lalu. Gejala batuk dusertai sesak napas dan demam pada malam hari. Hasil pemeriksaan fisik: status gizi kurang, Denyut nadi 110 kali/menit, irregular, frekuensi napas 40 kali per menit, suhu badan 38,5oC. Inspeksi tenggorokan: tonsil membesar, hiperemis, tampak lapisan mengkilap. Auskultasi terdengar suara napas vesikobronkial. Hasil pemeriksaan laboratorium; leukositosis. Riwayat penderita tersebut dicatat dalam rekam medik, dan diedukasi agar mendapatkan penanganan program khusus kesehatannya di puskesmas.
Apakah upaya pencegahan primer yang paling sesuai terhadap kasus tersebut?
Vaksinasi khusus
Skrining penyulit
Batasi komplikasi
Rehabilitasi kasus
Pengobatan akurat
Seorang laki-laki, berusia 45 tahun, diantar keluarganya ke IGD puskesmas dengan keluhan luka pada kaki kanan. Timbul lesi di kaki yang sulit sembuh, setelah tertusuk benda tajam, disertai demam tinggi, dan kaku pada badan. Hasil pemeriksaan kaki kanan: luka menggaung, ukuran 3x3 cm, disertai pus, edema hiperemis. Hasil laboratorium: leukositosis, dilakukan kultur pus. Kasus ditangani dan diedukasi agar diobservasi dengan perawatan khusus.
Apakah faktor agent penyebab yang paling mungkin terhadap kasus tersebut?
Bakteri
Virus
Parasit
Jamur
Protozoa
Seorang laki-laki, berusia 45 tahun, diantar keluarganya ke IGD puskesmas dengan keluhan luka pada kaki kanan. Timbul lesi di kaki yang sulit sembuh, setelah tertusuk benda tajam, disertai demam tinggi, dan kaku pada badan. Hasil pemeriksaan kaki kanan: luka menggaung, ukuran 3x3 cm, disertai pus, edema hiperemis. Hasil laboratorium: leukositosis, dilakukan kultur pus. Kasus ditangani dan diedukasi agar diobservasi dengan perawatan khusus.
Apakah fakor risiko utama perkiraan prevalensi kasus tersebut pada populasi?
Pelayanan Kesehatan
Perilaku hidup
Lingkungan Sosial
Riwayat Genetik
Lingkungan Biologis
Seorang laki-laki, berusia 45 tahun, diantar keluarganya ke IGD puskesmas dengan keluhan luka pada kaki kanan. Timbul lesi di kaki yang sulit sembuh, setelah tertusuk benda tajam, disertai demam tinggi, dan kaku pada badan. Hasil pemeriksaan kaki kanan: luka menggaung, ukuran 3x3 cm, disertai pus, edema hiperemis. Hasil laboratorium: leukositosis, dilakukan kultur pus. Kasus ditangani dan diedukasi agar diobservasi dengan perawatan khusus.
Apa salah satu perlakuan yang paling sesuai dalam pencegahan kasus tersebut?
Pelayanan terapi ketergantungan obat
Perawatan kesehatan dasar
Perawatan dan pengobatan kasus
Konseling dan tes sukarela
Pelayanan klinik substitusi pengobatan
Seorang perempuan, berusia 55 tahun datang ke puskesmas, dengan keluhan demam sejak tiga minggu yang lalu, dirasakan timbul setiap 3 hari sekali, yang diawali menggigil dan diakhiri dengan berkeringat, kemudian pulih seperti biasa. Pasien pernah bepergian dari daerah endemis, selama 3 minggu menetap, di daerah transmisi kasus yang terjadi sepanjang tahun. Hasil pemeriksaan sediaan apusan darah tepi, ditemukan adanya agent spesifik.
Apakah jenis transmisi yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?
Hypoendemic
Endoendemic
Hiperendemic
Holoendemic
Mesoendemic
Seorang perempuan, berusia 55 tahun datang ke puskesmas, dengan keluhan demam sejak tiga minggu yang lalu, dirasakan timbul setiap 3 hari sekali, yang diawali menggigil dan diakhiri dengan berkeringat, kemudian pulih seperti biasa. Pasien pernah bepergian dari daerah endemis, selama 3 minggu menetap, di daerah transmisi kasus yang terjadi sepanjang tahun. Hasil pemeriksaan sediaan apusan darah tepi, ditemukan adanya agent spesifik. Apakah fakor risiko utama dari tingkat endemisitas kasus tersebut pada populasi?
Pelayanan Kesehatan
Perilaku hidup
Lingkungan Sosial
Riwayat Genetik
Lingkungan Biologis
Seorang perempuan, berusia 55 tahun datang ke puskesmas, dengan keluhan demam sejak tiga minggu yang lalu, dirasakan timbul setiap 3 hari sekali, yang diawali menggigil dan diakhiri dengan berkeringat, kemudian pulih seperti biasa. Pasien pernah bepergian dari daerah endemis, selama 3 minggu menetap, di daerah transmisi kasus yang terjadi sepanjang tahun. Hasil pemeriksaan sediaan apusan darah tepi, ditemukan adanya agent spesifik.
Bakteri
Virus
Amoeba
Jamur
Parasit
. Seorang anak perempuan, berusia 11 tahun, dibawa keluarganya ke IGD puskesmas, dengan keluhan demam tinggi sejak empat hari yang lalu, terus menerus. Penderita sudah diberi minum obat penurun panas, kondisi demamnya sempat menurun, namun kemudian naik lagi. Penderita juga mengalami mimisan dan BAB bercampur darah tersamar. Riwayat mimisan berdarah sebelumnya disangkal. Hasil pemeriksaan darah lengkap, terdapat konsentrasi trombosit menurun, kadar PCV dan leukosit meningkat. Apakah salah satu strategi dalam menurunkan angka kejadian kasus tersebut?.
Memanfaatkan kerjasama atau bantuan luar negeri
Melaporkan kegiatan melalui SP2TP secara lengkap dan teratur à ut malaria
Memberantas semua fokus agar tidak menjadi daerah endemis à ut malaria
Meningkatkan mutu pelayanan surveilans serta ketrampilan petugas
Seorang anak perempuan, berusia 11 tahun, dibawa keluarganya ke IGD puskesmas, dengan keluhan demam tinggi sejak empat hari yang lalu, terus menerus. Penderita sudah diberi minum obat penurun panas, kondisi demamnya sempat menurun, namun kemudian naik lagi. Penderita juga mengalami mimisan dan BAB bercampur darah tersamar. Riwayat mimisan berdarah sebelumnya disangkal. Hasil pemeriksaan darah lengkap, terdapat konsentrasi trombosit menurun, kadar PCV dan leukosit meningkat.
Apakah program penanggulangan efektif yang paling mungkin dapat dilakukan?
Menghindari gaya hidup yang berisiko
Perawatan kesehatan dasar anak
Penemuan kasus berkesinambungan
Pendidikan sebaya anak pra sekolah
Sanitasi lingkungan air yang tergenang
Seorang anak perempuan, berusia 11 tahun, dibawa keluarganya ke IGD puskesmas, dengan keluhan demam tinggi sejak empat hari yang lalu, terus menerus. Penderita sudah diberi minum obat penurun panas, kondisi demamnya sempat menurun, namun kemudian naik lagi. Penderita juga mengalami mimisan dan BAB bercampur darah tersamar. Riwayat mimisan berdarah sebelumnya disangkal. Hasil pemeriksaan darah lengkap, terdapat konsentrasi trombosit menurun, kadar PCV dan leukosit meningkat.
Apakah program penanggulangan efektif yang paling mungkin dapat dilakukan?
Menghindari gaya hidup yang berisiko
Perawatan kesehatan dasar anak
Penemuan kasus berkesinambungan
Pendidikan sebaya anak pra sekolah
Sanitasi lingkungan air yang tergenang
Seorang karyawan laki-laki, berusia 55 tahun, datang ke puskesmas, dengan keluhan demam menggigil, flu, batuk, pilek, nyeri otot, sejak seminggu yang lalu, setelah berpergian dari luar kota. Pemeriksaan status gizi kurang, dan suhu badan 38oC. Tampak ruam kemerahan pada seluruh tubuh, faring hiperemis. Petugas kesehatan melihat data pelayanan pasien, tercatat riwayat vaksinasi pada masa pandemi, sudah lengkap dosis booster ketiga, kemudian dilakukan edukasi dan konseling untuk pengobatan selanjutnya, oleh dokter puskesmas.
Apakah tujuan umum dari program pokok pelayanan primer puskesmas tersebut?
Tercapainya target Univesal Health Coverage
Tercapainya reduksi penyakit menular
Tercapainya eradikasi penyakit menular
Tercapainya eliminasi penyakit menular
Turunnya morbiditas, disabilitas dan mortalitas
Seorang karyawan laki-laki, berusia 55 tahun, datang ke puskesmas, dengan keluhan demam menggigil, flu, batuk, pilek, nyeri otot, sejak seminggu yang lalu, setelah berpergian dari luar kota. Pemeriksaan status gizi kurang, dan suhu badan 38oC. Tampak ruam kemerahan pada seluruh tubuh, faring hiperemis. Petugas kesehatan melihat data pelayanan pasien, tercatat riwayat vaksinasi pada masa pandemi, sudah lengkap dosis booster ketiga, kemudian dilakukan edukasi dan konseling untuk pengobatan selanjutnya, oleh dokter puskesmas.
Apakah sasaran utama program pokok pelayanan primer puskesmas tersebut?.
Adaptive Imunity
Herd Imunity
Natural Imunity
Spesific Imunity
Non Specific Imunity
Seorang karyawan laki-laki, berusia 55 tahun, datang ke puskesmas, dengan keluhan demam menggigil, flu, batuk, pilek, nyeri otot, sejak seminggu yang lalu, setelah berpergian dari luar kota. Pemeriksaan status gizi kurang, dan suhu badan 38oC. Tampak ruam kemerahan pada seluruh tubuh, faring hiperemis. Petugas kesehatan melihat data pelayanan pasien, tercatat riwayat vaksinasi pada masa pandemi, sudah lengkap dosis booster ketiga, kemudian dilakukan edukasi dan konseling untuk pengobatan selanjutnya, oleh dokter puskesmas.
Apakah tujuan khusus program pokok pelayanan primer puskesmas tersebut ?
Tercapainya peningkatan kekebalan penyakit
Tercapainya penurunan angka kematian
Tercapainya penurunan angka kesakitan
Tercapainya penurunan angka kecatatan
Tercapainya pengurangan penularan penyakit
Seorang karyawan laki-laki, berusia 55 tahun, datang ke puskesmas, dengan keluhan demam menggigil, flu, batuk, pilek, nyeri otot, sejak seminggu yang lalu, setelah berpergian dari luar kota. Pemeriksaan status gizi kurang, dan suhu badan 38oC. Tampak ruam kemerahan pada seluruh tubuh, faring hiperemis. Petugas kesehatan melihat data pelayanan pasien, tercatat riwayat vaksinasi pada masa pandemi, sudah lengkap dosis booster ketiga, kemudian dilakukan edukasi dan konseling untuk pengobatan selanjutnya, oleh dokter puskesmas.
Apakah jenis kegiatan lanjutan yang sesuai terhadap keadaan pasien tersebut ?
Surveilans dan Perawatan
Skrining dan Perawatan
Skrining dan Pengobatan
Deteksi dan Pengobatan
Surveilans dan Pengobatan
Seorang perempuan berusia 29 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam dialami sejak 7 hari yang lalu secara tidak terus menerus dan bebas demam selama 3 hari setelah itu demam muncul Kembali diseratai dengan mengigil . Riwayat bepergian dari daerah endemis malaria 2 minggu yang lalu. Hasil identifikasi di laboratorium parasitologi ditemukan adanya plasmodium malaria. Apakah terapi yang tepat diberikan pada pasien ini ?
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) di dahului dengan pemberian artesunate
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 3 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1-14 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1 hari
Artesunat 1 hari
. Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam dialami sejak 3 hari yang lalu secara tidak terus menerus dan bebas demam selama 2 hari setelah itu demam Kembali mucul disertai dengan mengigil. Riwayat bepergian dari daerah endemis malaria 2 minggu yang lalu. Hasil identifikasi di laboratorium parasitologi ditemukan adanya plasmodium malaria. Apakah terapi yang tepat diberikan pada pasien ini ?
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) di dahului dengan pemberian artesunate
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 3 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1-14 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1 hari
Artesunat 1 hari
Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam dialami sejak 3 hari yang lalu secara tidak terus menerus dan bebas demam selama 2 hari setelah itu demam Kembali muncul disertai dengan mengigil. Riwayat bepergian dari daerah endemis malaria 2 minggu yang lalu. Hasil identifikasi di laboratorium parasitologi ditemukan adanya plasmodium malaria. Apakah terapi yang tepat diberikan pada pasien ini ?
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) di dahului dengan pemberian artesunate
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 3 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1-14 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1 hari
Artesunat 1 hari
Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam dialami sejak 3 hari yang lalu secara tidak terus menerus dan berlangsung setiap hari disertai dengan mengigil. Riwayat bepergian dari daerah endemis malaria 2 minggu yang lalu. Hasil identifikasi di laboratorium parasitologi ditemukan adanya plasmodium malaria. Apakah terapi yang tepat diberikan pada pasien ini ?
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) di dahului dengan pemberian artesunate
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 3 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1-14 hari
Dihidroartemisinin-Piperakuin (DHP) 1-3 hari + Primakuin 1 hari
Artesunat 1 hari
Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke puskesmas demam tinggi dan menggigil disertai dengan kesadaran menurun. Dokter berencana untuk merujuk ke rumah sakit dengan diagnosis malaria berat. Apakah terapi yang harus diberikan sebelum pasien tersebut dirujuk ?
Artesunat
Artemisinin
Doksisiklin
Primakuin
Seftriakson
Seorang perempuan 32 tahun datang ke Unit Gawat Darurat dengan keluhan utama kaku pada seluruh badan di alami sejak 1 hari yang lalu disertai dengan kesulitan membuka mulut. Dokter mendiagnosis sebagai tetanus dan memberikan metronidazole sebagai terapi. Apa alasan yang mendasari pemilihan antibiotik tersebut pada kasus ini ?
bakteri mikroerofilik
bakteri aerob obligat
bakteri fakultatif anaerob
bakteri anaerob obligat
bakteri fakultatif aerob
. Seorang perempuan berumur 24 tahun datang di poliklinik dengan keluhan demam dialami sejak 5 hari yang lalu terutama menjelang sore-malam hari disertai dengan mual, dan gangguan buang air besar. Riwayat memakan jajanan di jalan setelah seminar proposal. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan tubex TF +8. Pada daftar obat yang dikonsumsi ditemukan paracetamol, vitamin B.compleks, dan Antasida. Dokter bermaksud memberikan siproflokasasin. Pada tahap manakah pada proses farmakokinetik antibiotik ini akan mengalami gangguan ?
Fase Absorbsi
Fase Metabolisme
Fase Eliminasi
Fase Distribusi
Fase Ekskresi
Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bercak keputihan pada daerah wajah dan punggung disertai dengan rasa baal dialami sejak 1,5 bulan yang lalu. Dokter mendiagnosis sebagai lepra tipe pausibasiler. Apa kombinasi antibiotik yang tepat diberikan pada hari pertama setiap bulannya ?
Rifampisin, dapson, dan isoniazid
Rifampisin dan dapson
Rifampisin, dapson dan lampren
Rifampisin dan lampren
Rifampisin dan isoniazid
Seorang perempuan berusia 32 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bercak keputihan pada daerah wajah dan punggung disertai dengan rasa baal dialami sejak 1 bulan yang lalu. Dokter mendiagnosis sebagai lepra tipe multibasiler. Apa kombinasi antibiotik yang tepat diberikan pada hari pertama setiap bulannya ?
Rifampisin, dapson, dan isoniazid
Rifampisin dan dapson
Rifampisin, dapson dan lampren
Rifampisin dan lampren
Rifampisin dan isoniazid
Seorang perempuan berusia 5 tahun datang ke polkilinik dengan keluhan bercak kemerahan pada area sekitar hidung dan mulut dialami sejak 3 hari yang lalu. Tampak lesi hiperemis disertai dengan krusta. Dokter mendiagnosis sebagai pyoderma. Dokter memberikan terapi klindamisin. Mengapa antibiotik tersebut tepat diberikan untuk pasien ini ?
penyebab merupakan bakteri atipikal
penyebab merupakan bakteri gram positif
penyebab merupakan bakteri tahan asam
penyebab merupakan bakteri gram negatif
penyebab merupakan bakteri intraseluler
Seorang pasien 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dialami sejak 1 minggu yang lalu disertai dengan gambaran lesi pada tungkai. Dokter mendiagnosis sebagai ricketsiosis dan memberikan doksisiklin sebagai terapi. Mengapa dokter memilih antibiotik tersebut sebagai terapi ?
karena bersifat lipofilik
karena bersifat spektrum luas
karena bersifat spektrum sempit
karena mempunyai efek anaerob
karena merupakan antibiotik concentration dependent
Disebut apakah proses perpindahan plasmid yang memuat gen resistensi dari suatu bakteri ke bakteri yang lain melalui pili ?
Horizontal Gen Transfer
Konjugasi
Transformasi
Transduksi
Vertikal Gen transfer
Seorang perempuann 31 tahun datang ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan HIV. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa pasien tersebut telah memenuhi syarat untuk memulai pengobatan. Dokter memberikan pengobatan kombinasi lini pertama. Apa nama obat yang dapat menimbulkan efek samping gangguan psikiatri ?
Dolutegravir
Tenofovir disoproxil fumarate
Lamivudine
Efavirenz
Ritonavir
Seorang laki-laki 28 tahun datang ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan HIV. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa pasien tersebut telah memenuhi syarat untuk memulai pengobatan. Dokter memberikan pengobatan kombinasi lini pertama yang terdiri dari tenofovir disoproxil fumarate. Apa efek samping yang dari penggunaan obat tersebut ?
Gangguan konsentrasi
Hepatic stetatosis
Somnolence
Lactic asisdosis
Osteomalacia
Seorang laki-laki 29 tahun datang ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan HIV. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa pasien tersebut telah memenuhi syarat untuk memulai pengobatan. Dokter memberikan pengobatan kombinasi lini pertama yang terdiri dari lamivudin. Apa efek samping yang dari penggunaan obat tersebut ?
Insomnia
Renal injury
Lactic asidosis
Fanconi syndrome
Dizziness
Cara transmisi leptospira yang menyebabkan leptospirosis adalah:
Melalui kontak kulit/selaput lendir yang luka dengan tanah yang tercemar leptospira
Melalui kontak langsung penderita leptospirosis
Melalui fecal-oral
Melalui gigitan nyamuk sebagai vektor
Secara airborne
Yang merupakan pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis leptospirosis:
Mikroskop lapangan gelap
Kultur Darah/Urine
MAT
MSAT
Benar semua
Terapi terpilih untuk Leptospirosis berat:
Penisilin G 1,5 juta unit/6 jam IV
Doksisiklin 2x100 mg tablet
Ampisilin 4x500 mg tablet
Amoksisilin 4x500 mg tablet
Bukan salah satu di atas
Weil Disease ditandai dengan adanya:
Ruam kulit
Nyeri otot m.gastronemius oleh karena nekrotis lokal
Bradikardi relatif
Sakit kepala
Ikterik, perdarahan, anemia, azotemia, gangguan kesadaran
Yang tidak benar terkait leptospirosis:
Dapat menyebabkan trombositosis
Kenaikan titer antibodi MAT > 4x pada fase akut dan fase rekonvalesen merupakan diagnosis definitif
Gambaran klinis menyerupai penyakit lain seperti Demam Dengue atau Malaria
Gejala dapat ringan sampai dengan berat
Merupakan penyakit self-limiting disease
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang kerumahsakit dengan keluhan nafsu makan menurun sejak 3 bulan terakhir. Keluhan disertai demam dan penurunan BB dalam 3 bulanterakhir. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan fisik didapatkan muscle wasting pada kedua lengan dan kedua tungkai. Hasillaboratoriummenunjukkan HIV reaktif (+), penurunan CD4. Apakah penyebab muscle wasting yang terjadi pada pasien tersebut?
Hipometabolisme
Anabolisme
Stresmetabolik
HiperKatabolisme
Metabolisme normal
Pasien dengan sepsis, dirawat Di ICU tanda vital TD : 130/80, HR : 88x/menit saturasi Oksigen 99 %, terpasang NGT dengan residu lambung 500 cc/4 jam, Pada pasien tersebut fungsi saluran cerna tidak fungsional, maka nutrisi yang paling baik diberikan adalah :
Nutrisi oral dan nutrsis parenteral
Nutrisi oral
Nutrisi parenteral
Nutrisi enteral
Nutrisi enteral dannutrisi parenteral
Pasien sepsis dirawat di ICU hari pertama perawatan didapatkan tekanan darah 80/40, HR 120x menit, suhu:35◦ C, Melihat tanda vital pasien , menandakan pasien dalam keadaan :
Akut phase
Ebb phase
Repair phase
Flow phase
Healing phase
Pasien sepsis dirawat setelah 3 hari diICU, tanda vital didapatkan TD 120/90. HR 88x menit, saturasi oksigen 99 % , Suhu : 36,8 ◦ C, pasien tersebut berada dalam keadaan :
Akut phase
Ebb phase
Shock phase
Flow phase
Healing phase
Nutrisi spesifik yang diberikan untuk mengurangi stress oksidatif sehingga meningkatkan system imun pada pasien sepsis adalah :
Karbohidrat
Lemak
Mineral
Protein
Antioksidan
