wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

kimia obat

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Proses utama yang termasuk dalam farmakokinetik adalah:

a)

Absorpsi, distribusi, toksisitas, ekskresi

b)

 Absorpsi, eliminasi, efek samping, metabolisme

c)

Absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi


d)

Distribusi, metabolisme, efek samping, toksisitas


2.

Reaksi fase I metabolisme obat biasanya melibatkan proses berikut, kecuali:

a)

Oksidasi

b)

Reduksi

c)

Konjugasi

d)

Hidrolisis

3.

Proses metabolisme obat fase II biasanya melibatkan reaksi berikut, kecuali:

a)

Glukuronidasi

b)

Asetilasi

c)

Oksidasi

d)

Sulfatasi

4.

Peningkatan aktivitas enzim metabolisme obat yang menyebabkan penurunan kadar obat dalam tubuh disebut

a)

 Absorpsi


b)

Ekskresi


c)

 Inhibisi


d)

 Induksi


5.

Parameter farmakologi yang menggambarkan bagaimana tubuh mempengaruhi obat dari dosis sampai efek yang ditimbulkan adalah:


a)

Farmakodinamik


b)

Farmakokinetik

c)

Farmakoterapi


d)

Farmakologi klinik


6.

Parameter farmakologi yang menjelaskan bagaimana obat mempengaruhi tubuh setelah efek terapeutik dicapai adalah:


a)

Farmakodinamik


b)

Farmakokinetik

c)

Farmakoterapi


d)

Farmakologi klinik


7.

Proses yang terjadi setelah obat diserap ke dalam sirkulasi sistemik adalah:

a)

Metabolisme

b)

Absorpsi

c)

Distribusi

d)

Ekskresi

8.

Langkah-langkah yang terjadi setelah obat didistribusikan ke jaringan tubuh adalah:

a)

Metabolisme

b)

Absorpsi

c)

Eliminasi

d)

Transportasi

9.

Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan absorpsi obat adalah:

a)

Rute administrasi

b)

Semua di atas

c)

Waktu pemberian

d)

Jenis obat

10.

Proses di mana obat diubah menjadi bentuk yang lebih mudah diekskresikan disebut:

a)

Eliminasi

b)

Absorpsi

c)

Distribusi

d)

Metabolisme

11.

Mekanisme kerja utama sebagian besar obat adalah melalui:

a)

Aktivasi sel darah merah

b)

Interaksi dengan reseptor biologis

c)

Penghancuran membran sel tubuh

d)

Peningkatan pH darah secara langsung

12.

Proses di mana obat didistribusikan ke seluruh tubuh setelah diserap adalah:

a)

Absorpsi

b)

Eliminasi

c)

Metabolisme

d)

Distribusi

13.

Faktor yang dapat mempengaruhi metabolisme obat termasuk:

a)

Genetika

b)

Jenis kelamin

c)

Usia

d)

Semua di atas

14.

Faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas obat termasuk:

a)

Waktu pemberian

b)

Rute administrasi

c)

Interaksi dengan makanan

d)

Semua di atas

15.

Salah satu faktor fisikokimia yang paling memengaruhi kelarutan dan distribusi obat dalam tubuh adalah:

a)

Warna obat

b)

Kelarutan, koefisien partisi, dan derajat ionisasi

c)

Berat molekul

d)

Tekanan osmotik

16.

Koefisien partisi suatu obat ditentukan dari perbandingan:

a)

Konsentrasi obat dalam air terhadap udara

b)

Konsentrasi obat dalam air terhadap alkohol

c)

Konsentrasi obat dalam lapisan lemak terhadap lapisan air

d)

Konsentrasi obat dalam darah terhadap urine

17.

Faktor yang dapat mempengaruhi distribusi obat dalam tubuh adalah:

a)

Semua di atas

b)

Jenis obat

c)

Waktu pemberian

d)

Aliran darah ke jaringan

18.

Obat yang memiliki waktu paruh yang panjang biasanya memiliki:

a)

Metabolisme yang cepat

b)

Efek samping yang lebih sedikit

c)

Kecepatan absorpsi yang tinggi

d)

Durasi aksi yang lebih lama

19.

Obat yang bekerja dengan cara membentuk kompleks dengan reseptor tergolong dalam mekanisme:

a)

Mempengaruhi tekanan osmotik

b)

Pembentukan kompleks

c)

Mempengaruhi biosintesis

d)

Netralisasi

20.

Faktor yang dapat mempengaruhi eliminasi obat dari tubuh adalah:

a)

Rute administrasi

b)

Fungsi ginjal

c)

Waktu pemberian

d)

Semua di atas

21.

Obat yang memiliki bioavailabilitas tinggi biasanya memiliki:

a)

Kecepatan absorpsi yang rendah

b)

Efek terapeutik yang lebih cepat

c)

Durasi aksi yang lebih pendek

d)

Interaksi yang lebih sedikit dengan makanan

22.

Berikut ini yang merupakan contoh dari obat yang bekerja sebagai inhibitor enzim secara irreversibel adalah:

a)

Trimetoprim

b)

Sulfonamid

c)

Penisilin

d)

Kaptopril

23.

Faktor yang dapat mempengaruhi distribusi obat ke otak adalah:

a)

Barier darah-otak

b)

Jenis obat

c)

Waktu pemberian

d)

Aliran darah ke otak

24.

Proses di mana obat dikeluarkan dari tubuh melalui urine disebut:

a)

Eliminasi

b)

Metabolisme

c)

Distribusi

d)

Absorpsi

25.

Obat yang memiliki efek terapeutik yang lebih tinggi biasanya memiliki:

a)

Bioavailabilitas yang tinggi

b)

Waktu paruh yang pendek

c)

Interaksi yang lebih banyak dengan obat lain

d)

Efek samping yang lebih banyak

26.

Obat antimetabolit harus memiliki sifat berikut, kecuali:

a)

Struktur mirip dengan substrat

b)

Mengikat enzim dengan cara berbeda

c)

Mampu mencapai tempat kerja enzim

d)

Aksi spesifik terhadap enzim target

27.

Proses di mana obat diserap ke dalam aliran darah setelah pemberian disebut:

a)

Distribusi

b)

Metabolisme

c)

Eliminasi

d)

Absorpsi

28.

Obat yang memiliki efek terapeutik yang lebih rendah biasanya memiliki:

a)

Efek samping yang lebih sedikit

b)

Interaksi yang lebih banyak dengan obat lain

c)

Waktu paruh yang panjang

d)

Bioavailabilitas yang rendah

29.

Jenis ikatan yang umum terbentuk antara obat dan reseptor dengan energi sangat rendah tetapi bisa menumpuk menjadi kuat adalah:

a)

Ikatan ion

b)

Ikatan kovalen

c)

Ikatan van der Waals

d)

Ikatan logam

30.

Proses di mana obat diubah menjadi bentuk yang lebih mudah diekskresikan disebut:

a)

Metabolisme

b)

Eliminasi

c)

Distribusi

d)

Absorpsi

31.

Faktor yang dapat mempengaruhi bioavailabilitas obat adalah:

a)

Rute administrasi

b)

Semua di atas

c)

Waktu pemberian

d)

Jenis obat

32.

Obat yang memiliki interaksi dengan obat lain dapat menyebabkan:

a)

Semua di atas

b)

Resistensi obat

c)

Efek samping yang lebih banyak

d)

Efek terapeutik yang lebih tinggi

33.

Dalam hal kerja terhadap enzim, inhibitor enzim dapat bekerja secara:

a)

Katalitik dan reversibel

b)

Reversibel dan irreversibel

c)

Ototropik dan isotropik

d)

Osmotik dan elektrolitik

34.

Obat yang bekerja dengan mempengaruhi tekanan osmotik dalam tubuh umumnya termasuk dalam golongan:

a)

Antasida

b)

Antibiotik

c)

Diuretik

d)

Analgesik

35.

Obat yang dapat meningkatkan efek dari obat lain melalui interaksi disebut:

a)

Agonis

b)

Induktor

c)

Inhibitor

d)

Antagonis

36.

Derajat ionisasi obat mempengaruhi:

a)

Warna dan rasa obat

b)

Kelarutan dalam air dan lemak

c)

Daya serap terhadap sinar UV

d)

Reaktivitas terhadap logam berat

37.

Aktivator enzim bekerja dengan cara:

a)

Menghambat reaksi enzimatik

b)

Merusak struktur protein

c)

Mengubah konformasi dan muatan enzim

d)

Mengubah ikatan van der Waals

38.

Obat yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan biasanya memiliki:

a)

Interaksi yang lebih sedikit dengan obat lain

b)

Bioavailabilitas yang tinggi

c)

Efek terapeutik yang lebih rendah

d)

Waktu paruh yang panjang

39.

Proses di mana obat dikeluarkan dari tubuh setelah metabolisme disebut:

a)

Absorpsi

b)

Eliminasi

c)

Metabolisme

d)

Distribusi

40.

Faktor yang dapat mempengaruhi distribusi obat dalam tubuh adalah:

a)

Aliran darah ke jaringan

b)

Waktu pemberian

c)

Rute administrasi

d)

Semua di atas

41.

Farmakokinetika mempelajari tentang

a)

Efek obat terhadap reseptor

b)

Proses metabolisme obat dalam hati saja

c)

Perubahan konsentrasi obat dalam tubuh terhadap waktu

d)

Ikatan obat dengan reseptor

42.

Fase farmaseutika dalam farmakokinetika mencakup

a)

Pengikatan reseptor

b)

Absorpsi dan distribusi

c)

Hancurnya sediaan obat dan pelarutan bahan aktif

d)

Eliminasi melalui ginjal

43.

Proses distribusi obat dalam tubuh dipengaruhi oleh faktor berikut, KECUALI:

a)

Aliran darah

b)

Afinitas jaringan

c)

Permeabilitas membran

d)

Waktu paruh biologis

44.

Metabolisme obat terutama terjadi di organ:

a)

Ginjal

b)


Hati

c)


Paru-paru

d)

Usus

45.

Obat dengan lipofilisitas tinggi cenderung:

a)

Tidak dapat menembus membran sel

b)

Mudah larut dalam air

c)

Sulit diserap secara oral

d)

Mudah menembus membran dan berpotensi terakumulasi

46.

Absorpsi obat secara umum terjadi melalui mekanisme:

a)

Filtrasi aktif

b)

Difusi pasif

c)

Fagositosis

d)

Osmosis

47.

Obat dengan bentuk tidak terionisasi umumnya:

a)

Tidak aktif secara biologis

b)

Tidak dapat menembus membran sel

c)

Lebih mudah mencapai reseptor dan aktif

d)

Dikeluarkan lebih cepat melalui urin

48.

Salah satu contoh gugus fungsi yang dapat mengalami ionisasi adalah:

a)

Gugus metil (-CH3)

b)

Gugus amina (-NH2)

c)

Gugus etil

d)

Gugus aromatik

49.

Interaksi kelat melibatkan pembentukan ikatan antara:

a)

Obat dan protein

b)

Gugus donor elektron dan ion logam

c)

Obat dan reseptor

d)

Enzim dan inhibitor

50.

Integrasi farmakokinetik dan farmakodinamik dalam pengembangan obat bertujuan untuk:

a)

Menghilangkan efek samping

b)

Menurunkan dosis

c)

Memprediksi dosis dan respons klinis secara optimal

d)

Meningkatkan harga obat

51.

Farmakokinetika adalah cabang ilmu yang mempelajari:

a)

Efek obat terhadap struktur sel

b)

Perubahan konsentrasi obat dalam tubuh terhadap waktu

c)

Ikatan kimia antara obat dan reseptor

d)

Potensi toksisitas terhadap organ tubuh

52.

Obat dapat memberikan efek biologis terutama dalam bentuk:

a)

Terionisasi

b)

Non-ionisasi

c)

Ion logam bebas

d)

Kompleks organik besar

53.

Berikut ini adalah fase dalam farmakokinetika, kecuali:

a)

Absorpsi

b)

Distribusi

c)

Eliminasi

d)

Ikatan reseptor

54.

Obat asam lemah akan lebih mudah diserap pada pH:

a)

Netral

b)

Basa

c)

Asam

d)

Alkalin

55.

Obat dengan afinitas tinggi terhadap reseptor tetapi tidak menimbulkan efek disebut:

a)

Agonis

b)

Antagonis

c)

Katalis

d)

Inhibitor

56.

Contoh obat yang bekerja melalui mekanisme non-spesifik osmotik adalah:

a)

Sukralfat

b)

EDTA

c)

Laktulosa

d)

Ibuprofen

57.

Efek dari stereokimia obat terhadap aktivitas biologis ditunjukkan dengan contoh:

a)

Aspirin dan parasetamol

b)

Ibuprofen (S) aktif dan (R) inaktif

c)

Morfin dan kodein

d)

Diazepam dan lorazepam

58.

Obat antagonis kompetitif bekerja dengan cara:
r

a)

Mengikat reseptor secara ireversibel

b)

Menghalangi agonis dengan berikatan di tempat yang sama

c)

Mengaktifkan second messenger

d)

Memecah struktur reseptor

59.

Ikatan kimia yang paling kuat dan bersifat ireversibel dalam interaksi obat adalah:

a)

Ikatan ion

b)

Ikatan hidrogen

c)

Ikatan van der Waals

d)

Ikatan kovalen

60.

Obat yang bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan air untuk membantu penetrasi ke jaringan kemungkinan memiliki sifat:

a)

Non-ionik

b)

Amfifilik

c)

Aromatik

d)

Ionik murni