wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTBK Bimbingan Konseling 2025

Total questions: 82

Worksheet time: 2hrs 3mins

Name
Class
Date
1.

Di kelas X MIPA 2, seorang guru BK menemukan bahwa sebagian siswa menunjukkan perilaku pasif dalam kegiatan membaca dan berdiskusi. Salah satu siswa bernama Bima, cenderung tidak menyelesaikan tugas literasi dan jarang terlibat dalam aktivitas numerasi yang membutuhkan penalaran. Guru BK mencoba berbagai strategi, termasuk diskusi kelompok kecil dan penugasan berbasis proyek, tetapi hasilnya belum optimal. Apa strategi pembelajaran yang paling efektif untuk membantu Bima dalam meningkatkan keterlibatan literasi dan numerasi yang juga dapat menanggulangi perilaku pasif tersebut?

a)

A. Memberikan hukuman tegas agar siswa menjadi disiplin dan tidak mengulangi perilaku pasif

b)

B. Menyusun kontrak belajar individual dengan target capaian literasi dan numerasi yang realistis

c)

C. Memindahkan Bima ke kelas lain yang lebih aktif agar ia terdorong untuk menyesuaikan diri

d)

D. Menghindari tugas-tugas numerasi agar Bima tidak stres dan lebih fokus pada literasi

e)

E. Menugaskan siswa lain untuk membantu Bima dalam setiap tugas secara bergantian

2.

Seorang guru BK melakukan asesmen terhadap siswa kelas XI IPS yang sering menunjukkan perilaku menghindar ketika diminta mempresentasikan hasil membaca grafik dan data. Guru mendapati bahwa ketakutan tersebut bersumber dari rasa malu dan kurang percaya diri dalam memahami informasi numerik. Strategi literasi numerasi apa yang paling tepat digunakan untuk membangun kepercayaan diri siswa dan mengatasi perilaku menghindar dalam konteks tersebut?

a)

A. Menghindari penggunaan grafik dalam tugas agar siswa tidak merasa terbebani

b)

B. Menyederhanakan materi numerasi menjadi bentuk teks deskriptif biasa

c)

C. Menggunakan pembelajaran kolaboratif berbasis masalah yang memadukan data dan konteks kehidupan nyata

d)

D. Mengganti presentasi lisan dengan tes tertulis untuk menghindari stres

e)

E. Memberikan insentif kepada siswa yang aktif tanpa memperhatikan yang pasif

3.

Dalam suatu pertemuan kelas, guru BK mengamati bahwa siswa yang bermasalah perilaku (seperti suka menyela saat diskusi, enggan membaca instruksi, dan sering menunda tugas) mengalami kesulitan memahami struktur teks informatif. Guru ingin menggunakan pendekatan literasi yang mengarah pada perubahan perilaku dan peningkatan kemampuan memahami informasi tertulis. Pendekatan pembelajaran yang paling sesuai untuk diterapkan guru BK dalam kasus ini adalah...

a)

A. Drill hafalan struktur teks informatif hingga siswa mengingat formatnya

b)

B. Memberikan sanksi tertulis setiap kali siswa mengganggu kegiatan belajar

c)

C. Menerapkan metode membaca terpadu yang menggabungkan membaca, menganalisis, dan berdiskusi isi teks

d)

D. Menugaskan siswa membuat ringkasan teks secara individu sebagai bentuk disiplin

e)

E. Menghindari teks yang kompleks agar siswa tidak frustrasi

4.

Seorang guru BK menemukan bahwa siswa-siswa kelas XII sering terjebak dalam miskonsepsi saat diminta menafsirkan data survei dalam grafik batang. Mereka cepat menyimpulkan tanpa memverifikasi data dan terlihat enggan berdiskusi. Perilaku impulsif dan tidak sabar ini menyebabkan kesalahan berpikir yang berulang. Apa pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan numerasi dan menanggulangi perilaku impulsif tersebut?

a)

A. Mengharuskan siswa menghafal jenis-jenis grafik sebelum menganalisis data

b)

B. Menerapkan strategi metakognitif seperti berpikir-berpasangan-berbagi untuk melatih kesabaran dan analisis

c)

C. Menghindari diskusi kelompok agar tidak memperburuk miskonsepsi

d)

D. Menurunkan tingkat kesulitan soal agar siswa merasa lebih cepat paham

e)

E. Menugaskan siswa membaca buku statistik tanpa dibahas di kelas

5.

Di SMA Nusantara, guru BK menghadapi masalah kompleks pada kelas XI IPA. Sebagian besar siswa menunjukkan gejala stres akademik yang tinggi: mengalami gangguan tidur, menurunnya motivasi belajar, dan meningkatnya konflik dengan teman sebaya. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian siswa juga merasa tidak mampu mengelola waktu dengan baik. Guru BK berencana memberikan layanan dasar yang terstruktur dan sistematis. Langkah awal paling tepat yang seharusnya dilakukan guru BK dalam menyusun program layanan dasar untuk mengatasi masalah tersebut adalah...

a)

A. Memberikan bimbingan klasikal langsung dengan topik manajemen waktu tanpa asesmen lebih lanjut

b)

B. Mengumpulkan data siswa dari wali kelas dan membuat rencana mingguan berdasarkan jam kosong

c)

C. Menganalisis kebutuhan siswa melalui asesmen kebutuhan (need assessment) dan menyusun materi sesuai hasilnya

d)

 

D. Melibatkan orang tua siswa untuk mengontrol waktu belajar di rumah

e)

E. Menyusun jadwal konseling individual untuk seluruh siswa kelas XI IPA

6.

Nadia, siswi kelas XII IPS, menunjukkan perilaku menarik diri, tidak aktif di kelas, dan sering tampak murung. Guru BK mencoba melakukan pendekatan, dan saat sesi konseling, Nadia mengatakan bahwa ia merasa tidak berharga karena tekanan dari orang tua untuk masuk jurusan tertentu di perguruan tinggi. Ia merasa tidak punya kendali atas pilihannya dan mempertanyakan tujuan hidupnya. Teknik konseling yang paling tepat digunakan oleh guru BK dalam situasi Nadia adalah...

a)

A. Memberikan nasihat tentang jurusan yang memiliki peluang kerja tinggi

b)

B. Menggunakan teknik role playing agar Nadia bisa membayangkan dampak pilihannya

c)

C. Menerapkan pendekatan konseling realitas untuk membantu Nadia bertanggung jawab terhadap pilihannya

d)

D. Mengalihkan pembicaraan ke kegiatan yang menyenangkan agar Nadia merasa lebih bahagia

e)

E. Mendorong Nadia mengikuti keinginan orang tua demi menjaga keharmonisan keluarga

7.

Seorang siswa bernama Aldi dari kelas X mengalami peningkatan perilaku agresif: sering terlibat konflik dengan teman, membantah guru, dan menolak tugas kelompok. Guru BK telah melakukan wawancara dan observasi awal, namun belum menemukan penyebab yang jelas. Dalam rapat, wali kelas mengusulkan agar Aldi langsung diberi sanksi agar jera. Apa langkah profesional yang seharusnya dilakukan guru BK sebelum menyusun intervensi terhadap Aldi?

a)

A. Melakukan asesmen lebih lanjut dengan instrumen psikologis atau rujukan profesional

b)

B. Mengikuti saran wali kelas dan membuat surat peringatan kepada orang tua Aldi

c)

C. Menyusun layanan konseling kelompok tentang kontrol emosi tanpa menggali lebih lanjut

d)

  D. Mengisolasi Aldi sementara waktu dari kegiatan sosial kelas

e)

E. Menyampaikan masalah Aldi kepada teman-temannya agar mereka lebih sabar menghadapi Aldi

8.

Sekelompok siswa di kelas XI merasa tertekan karena nilai rendah dan tekanan orang tua. Mereka memiliki masalah yang serupa: kurang percaya diri dan merasa tidak mampu mengikuti pelajaran. Guru BK melihat peluang untuk melakukan konseling kelompok agar siswa saling mendukung dan menemukan strategi belajar yang sesuai. Langkah awal yang tepat secara teknis dalam merancang konseling kelompok berdasarkan kasus di atas adalah...

a)

A. Menentukan teknik diskusi bebas agar siswa leluasa menyampaikan masalahnya

b)

B. Menyusun struktur sesi berdasarkan tema "percaya diri dan manajemen belajar" serta menetapkan tujuan spesifik

c)

C. Memilih siswa dengan nilai rendah secara acak untuk diikutsertakan dalam kelompok

d)

D. Menyampaikan masalah kelompok kepada wali kelas agar bisa ditangani bersama

e)

E. Meminta siswa menuliskan keluhan mereka dan dibahas dalam rapat guru

9.

Di kelas XI MIPA, guru BK menyelenggarakan layanan bimbingan klasikal bertema "Manajemen Konflik Antar Teman". Namun, situasi kelas tidak kondusif:

-  Siswa yang dominan mendominasi diskusi,

-  Siswa introver terlihat tidak nyaman,

-  Sebagian besar siswa hanya menjadi pendengar pasif.

Hasil refleksi menunjukkan bahwa gaya belajar dan karakter siswa sangat beragam, serta latar belakang sosial-emosional mereka berbeda. Strategi paling tepat untuk mengelola kelas agar pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik dalam kasus tersebut adalah...

a)

A. Menentukan siswa aktif sebagai pemimpin diskusi agar pembelajaran lebih cepat selesai

b)

B. Menyusun kontrak belajar yang sama untuk seluruh kelas agar tercipta kedisiplinan

c)

C. Menggunakan pendekatan diferensiasi dengan strategi kelompok kecil sesuai karakter dan gaya belajar siswa

d)

D. Memberikan tugas tertulis individu agar siswa tidak saling mempengaruhi

e)

E. Meminta wali kelas untuk memilih siswa mana saja yang perlu dilibatkan aktif

10.

Di ruang BK, guru merancang sesi diskusi terbuka dengan tema "Perencanaan Masa Depan Setelah Lulus Sekolah". Ruang tersebut sempit dan berisi meja formal yang menghadap ke depan. Ketika sesi berlangsung, siswa tampak tegang, beberapa tidak fokus, dan hanya sedikit yang berani berbicara. Guru BK ingin menciptakan suasana belajar yang lebih terbuka, aman, dan memungkinkan siswa menyampaikan aspirasi. Tindakan paling tepat agar guru BK dapat mengelola ruang dan metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam kasus tersebut adalah...

a)

A. Memberi lembar isian anonim agar siswa lebih nyaman menyampaikan pendapat

b)

B. Mengatur ulang posisi tempat duduk membentuk lingkaran dan menerapkan diskusi partisipatif

c)

C. Memberikan presentasi PowerPoint agar siswa cukup menyimak materi

d)

D. Menugaskan siswa mencari informasi karier secara mandiri di rumah

e)

E. Mengurangi jumlah siswa dalam layanan agar diskusi lebih efisien

11.

Di kelas XI IPS, guru BK mengadakan layanan bimbingan kelompok bertema “Membangun Harga Diri dan Percaya Diri”. Namun, selama proses, beberapa siswa merasa enggan berbicara karena takut diolok teman, apalagi setelah salah satu siswa ditertawakan saat menceritakan pengalamannya. Akibatnya, siswa menjadi tertutup, dan diskusi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Apa strategi paling tepat yang dapat dilakukan guru BK untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman dalam kasus tersebut?

a)

A. Memberikan teguran keras kepada siswa yang mengejek agar jera

b)

B. Mengganti layanan bimbingan kelompok dengan ceramah agar tidak menimbulkan konflik

c)

C. Mengundang wali kelas untuk mengawasi selama sesi berlangsung 

d)

D. Meminta siswa mengajukan pendapat secara tertulis agar tidak perlu berbicara

e)

E. Menyusun kontrak kelompok yang menjamin kerahasiaan, rasa hormat, dan empati sejak awal sesi

12.

Seorang guru BK memberikan layanan klasikal di ruang kelas yang pengap, sempit, dan pencahayaannya kurang. Materi yang dibahas adalah "Mengelola Stres dalam Ujian". Saat sesi berlangsung, banyak siswa tampak tidak fokus, mengantuk, dan tidak aktif berdiskusi. Guru menyadari bahwa kondisi fisik kelas sangat memengaruhi kualitas interaksi dan pembelajaran. Langkah paling efektif berdasarkan teori belajar dan pendekatan lingkungan yang berpihak kepada anak adalah...

a)

A. Melanjutkan layanan seperti biasa agar tidak mengganggu jadwal

b)

B. Menggunakan media PowerPoint yang lebih atraktif untuk mengalihkan perhatian

c)

C. Mengubah lokasi pembelajaran ke ruang terbuka atau perpustakaan yang lebih nyaman dan kondusif

d)

D. Memberikan hadiah kepada siswa yang aktif agar suasana tetap hidup

e)

E. Menyampaikan kepada siswa bahwa kondisi ruang tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak fokus

13.

Seorang siswa bernama Raka, kelas X, mengalami perubahan perilaku drastis. Ia sering menyendiri, menghindari diskusi kelompok, dan menangis diam-diam saat jam pelajaran. Dalam sesi konseling, diketahui bahwa Raka baru saja menjadi korban perundungan berat dari teman sebaya dan masih mengalami trauma emosional. Guru BK ingin membantu Raka kembali merasa aman dalam proses pembelajaran dan interaksi sosial. Apa langkah paling tepat yang dapat dilakukan guru BK untuk mengembangkan lingkungan belajar yang aman dan berpihak kepada Raka?

a)

A. Mengupayakan program restorative justice yang melibatkan Raka, pelaku, dan guru dalam suasana terfasilitasi dan aman

b)

B. Menyuruh Raka melupakan kejadian tersebut dan fokus belajar seperti biasa

c)

C. Memindahkan Raka ke kelas lain untuk menghindari pelaku perundungan

d)

D. Memberikan nasihat langsung kepada pelaku perundungan tanpa melibatkan korban

e)

E. Membiarkan proses berjalan alami agar Raka belajar menghadapi kenyataan hidup

14.

Guru BK di SMA Mandiri menemukan bahwa siswa kelas XI menunjukkan penurunan motivasi belajar secara signifikan. Hasil angket menunjukkan bahwa siswa merasa pembelajaran di sekolah sangat monoton, tidak relevan dengan kehidupan mereka, dan kurang memberi ruang untuk mengekspresikan diri. Beberapa siswa juga merasa bahwa layanan BK tidak membantu mereka menghadapi kecemasan akademik. Guru BK ingin mendesain pendekatan pedagogis baru yang lebih kontekstual dan melibatkan peserta didik secara aktif. Strategi paling tepat yang seharusnya dilakukan guru BK untuk mengembangkan pembelajaran yang relevan dan kontekstual dalam kasus tersebut adalah...

a)

A. Menyusun modul bimbingan berdasarkan kurikulum nasional yang berlaku

b)

B. Melakukan observasi terhadap guru mata pelajaran untuk mengetahui metode pengajaran mereka

c)

C. Memberikan tugas ringkas agar siswa tetap terlibat meskipun kurang berminat

kehidupan nyata terkait kecemasan akademik

d)

D. Mengembangkan pembelajaran berbasis proyek (project-based guidance) yang menantang siswa untuk menyelesaikan masalah

e)

E. Meminta siswa membuat jurnal harian sebagai syarat mengikuti layanan berikutnya

15.

Di kelas X IPS 2, guru BK sedang melaksanakan layanan klasikal dengan topik “Mengenal Potensi Diri dan Cita-cita”. Namun, ditemukan fakta bahwa siswa sangat heterogen:

-  Sebagian besar siswa kurang percaya diri berbicara di depan umum,

-  Ada siswa dengan kebutuhan khusus ringan (slow learner),

- Ada juga siswa dengan potensi akademik tinggi yang cepat bosan jika tidak ditantang.

Guru BK merasa kesulitan menyampaikan materi secara merata karena dinamika kelas yang sangat beragam. Pendekatan pedagogis paling tepat agar guru BK dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa dalam konteks tersebut adalah...

a)

A. Menggunakan metode ceramah agar materi tersampaikan secara efisien

b)

B. Membagi siswa berdasarkan tingkat kemampuan dan menerapkan pendekatan diferensiasi konten dan proses

c)

C. Meminta siswa menyimak video motivasi dari tokoh sukses secara kolektif

d)

D. Memberikan soal evaluasi tertulis untuk mengukur pemahaman secara individu

e)

E. Melibatkan guru mata pelajaran untuk ikut memberikan penilaian karakter siswa

16.

Seorang guru BK akan merancang layanan klasikal untuk kelas XI dengan tema “Kemandirian dalam Pengambilan Keputusan Karier”. Dalam praktik sebelumnya, guru menyampaikan materi langsung dan memberi tugas reflektif, namun siswa hanya menyalin tanpa benar-benar memahami. Guru menyadari bahwa urutan pembelajaran tidak memberi ruang berpikir kritis dan pemahaman mendalam. Agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif, guru BK sebaiknya...

a)

A. Memberikan soal pilihan ganda sebagai pretest dan posttest

b)

B. Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan urutan: membangun pemahaman, eksplorasi minat, simulasi pengambilan keputusan, dan refleksi pribadi

c)

C. Mengulang materi dasar pengambilan keputusan dari kelas X

d)

D. Mengarahkan siswa untuk membaca buku pegangan karier secara mandiri

e)

E. Menentukan siswa terbaik untuk memberikan contoh keputusan yang benar

17.

Dalam layanan klasikal kelas X, guru BK menyampaikan materi “Manajemen Diri dalam Belajar” menggunakan format ceramah. Namun, banyak siswa terlihat bosan dan hasil evaluasi formatif menunjukkan pemahaman rendah. Guru menyadari bahwa pendekatan ini terlalu abstrak dan tidak sesuai dengan tahap perkembangan siswa yang masih membutuhkan konteks konkret. Langkah paling tepat untuk menyesuaikan tingkat pembelajaran dengan karakteristik peserta didik adalah...

a)

A. Meminta siswa membuat esai tentang pentingnya manajemen diri

b)

B. Menjelaskan kembali dengan kalimat yang lebih panjang

c)

C. Memberikan tugas menghafal definisi dan indikator manajemen diri

d)

D. Merancang aktivitas berbasis simulasi manajemen waktu dan pengambilan keputusan sederhana

e)

E. Mengajak siswa berdiskusi tentang definisi manajemen diri tanpa alat bantu

18.

Guru BK ingin meningkatkan efektivitas layanan klasikal bertema "Mengelola Tekanan Sosial dari Teman Sebaya". Sebelumnya, siswa hanya menerima materi tanpa latihan atau umpan balik. Kini guru ingin memilih model pembelajaran yang memungkinkan siswa mengalami dan mengevaluasi strategi penolakan tekanan negatif secara langsung. Model pembelajaran paling sesuai untuk mencapai tujuan tersebut adalah...

a)

A. Discovery Learning

b)

B. Ceramah Interaktif

c)

C. Simulasi sosial dan role play dengan evaluasi diri

d)

D. Problem Based Learning tanpa aktivitas bermain peran

e)

E. Pemutaran video tanpa diskusi lanjutan

19.

Setelah memberikan layanan bimbingan kelompok mengenai "Mengelola Emosi Saat Gagal", guru BK ingin mengetahui seberapa besar siswa memahami strategi pengelolaan emosi yang telah dibahas. Namun, siswa menunjukkan respons berbeda-beda. Guru menyadari bahwa penilaian tertulis kurang merepresentasikan pemahaman emosional dan reflektif siswa. Asesmen formative yang paling sesuai untuk digunakan guru BK adalah...

a)

A. Ujian pilihan ganda untuk mengukur tingkat hafalan

b)

B. Kuesioner Lickert skala 1–5 tanpa refleksi terbuka

c)

C. Lembar refleksi pribadi dan diskusi kelompok terfasilitasi

d)

D. Tes lisan tentang langkah-langkah pengendalian emosi

e)

E. Pemberian nilai berdasarkan keaktifan siswa dalam diskusi

20.

SMA Tunas Bangsa terletak di kawasan industri dengan mayoritas orang tua siswa bekerja di pabrik. Banyak peserta didik merasa bingung menentukan tujuan karier karena minimnya informasi dan dukungan keluarga. Guru BK ingin merancang layanan bimbingan karier yang kontekstual dan sesuai realitas sosial siswa. Langkah paling tepat yang seharusnya dilakukan guru BK untuk mendesain pembelajaran yang relevan dengan konteks tersebut adalah...

a)

A. Memberikan brosur universitas kepada siswa sebagai bahan orientasi karier

b)

B. Mengundang tokoh masyarakat setempat untuk memberikan ceramah motivasi

c)

C. Merancang proyek eksplorasi karier berbasis wawancara langsung ke lingkungan kerja sekitar dan refleksi dalam kelompok

d)

D. Menayangkan video motivasi sukses dari tokoh internasional

e)

E. Menyuruh siswa menulis impian mereka tanpa perlu mempertimbangkan realitas lingkungan

21.

Dalam layanan klasikal bertema “Mengelola Konflik Teman Sebaya”, guru BK menyadari bahwa siswa sering mengalami konflik yang berasal dari interaksi di media sosial dan kehidupan komunitas lokal. Namun bahan ajar yang digunakan masih bersifat umum dan tidak mencerminkan situasi nyata siswa. Agar layanan bimbingan lebih efektif dan kontekstual, guru BK sebaiknya...

a)

A. Menggunakan buku ajar BK nasional secara ketat

b)

B. Mengembangkan studi kasus berbasis pengalaman siswa dan konflik yang nyata di komunitas sekolah

c)

C. Memberikan tugas membaca artikel jurnal ilmiah tentang konflik remaja

d)

D. Mendorong siswa menonton film tentang konflik internasional

e)

E. Menjelaskan teori konflik interpersonal dalam format ceramah

22.

Di kelas XI, guru BK memberikan layanan tentang “Pengambilan Keputusan dalam Hubungan Pertemanan”. Namun, siswa merasa bosan dan tidak tertarik mengikuti proses karena materi disampaikan satu arah tanpa memberi ruang bagi siswa untuk aktif. Agar desain pembelajaran menjadi relevan dan melibatkan peserta didik secara aktif, pendekatan yang paling tepat adalah...

a)

A. Ceramah dua arah disertai sesi tanya jawab di akhir

b)

B. Menugaskan siswa membaca modul di rumah dan membuat ringkasan

c)

C. Menggunakan pendekatan pembelajaran kolaboratif dengan diskusi kelompok berbasis kasus nyata siswa

d)

D. Memberikan tes tertulis setelah penjelasan materi

e)

E. Menyediakan latihan soal dalam LKS

23.

Guru BK telah melaksanakan layanan bimbingan tentang “Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Sosial yang Penuh Tekanan”. Di akhir sesi, guru memberi evaluasi dengan soal pilihan ganda. Namun, hasilnya tidak menggambarkan perubahan sikap dan pemahaman peserta didik terhadap kondisi sosial mereka. Evaluasi pembelajaran yang lebih tepat dan kontekstual dilakukan dengan cara...

a)

A. Memberi soal pilihan ganda tambahan untuk memperbanyak skor

b)

B. Melakukan kuis lisan tentang definisi kesehatan mental

c)

C. Meminta siswa mengisi survei daring anonim tentang tekanan yang mereka alami

d)

D. Merancang asesmen reflektif berupa jurnal pengalaman pribadi dan sesi berbagi kelompok

e)

E. Menilai hanya berdasarkan kehadiran siswa selama layanan

24.

Guru BK ingin menyelenggarakan layanan klasikal bertema “Mengatasi Tekanan Akademik Menjelang Ujian”. Ia mempertimbangkan tiga pilihan sumber belajar:

-  Buku pegangan teori stres dan coping strategy dari jurnal ilmiah,

-  Video dokumenter tentang siswa berprestasi,

-  Komik reflektif tentang kisah siswa yang gagal lalu bangkit kembali.

Guru ingin menumbuhkan kesadaran, empati, dan keterampilan praktis dalam mengelola stres akademik pada peserta didik kelas XI yang sedang mengalami tekanan tinggi. Sumber belajar yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik adalah...

a)

A. Buku jurnal ilmiah karena berbasis riset terpercaya

b)

B. Video dokumenter karena menggambarkan kesuksesan nyata siswa

c)

C. Komik reflektif karena menyentuh sisi emosional dan mendorong refleksi diri

d)

D. Modul cetak tentang teori coping dan diagnosis stres

e)

E. Poster motivasi dari tokoh terkenal yang dipasang di kelas

25.

Dalam layanan BK bertema “Menjalin Hubungan Sosial yang Sehat di Era Digital”, guru BK menggunakan artikel berita online tentang cyberbullying dan meminta siswa mendiskusikannya. Namun, banyak siswa merasa bahwa artikel tersebut terlalu berat, berbahasa kaku, dan sulit dipahami. Guru ingin menggunakan metode diskusi kelompok dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL) agar siswa dapat aktif mengeksplorasi dan memecahkan masalah sosial digital yang mereka alami sendiri. Agar pembelajaran berjalan efektif sesuai dengan metode PBL dan tujuan layanan, guru BK sebaiknya mengganti sumber belajar dengan...

a)

A. Buku teks BK kurikulum nasional

b)

B. Infografik dan studi kasus ringan berbasis pengalaman siswa sendiri

c)

C. Artikel ilmiah dari jurnal luar negeri tentang etika digital

d)

D. Modul bimbingan berbasis hardcopy dari dinas pendidikan

e)

E. Video dokumenter sejarah perkembangan media sosial

26.

Seorang siswa kelas XI bernama Iqbal menunjukkan perubahan perilaku drastis dalam beberapa minggu terakhir. Ia menjadi sangat tertutup, sering tertidur di kelas, dan nilainya menurun. Saat diminta berdiskusi secara individual, Iqbal hanya menjawab singkat dan terlihat enggan terbuka. Guru BK berencana menggunakan pendekatan konseling individual untuk membantu Iqbal, tetapi metode wawancara langsung belum berhasil. Strategi paling tepat untuk mengembangkan proses layanan individual yang berpusat pada peserta didik dalam kasus Iqbal adalah...

a)

A. Memberikan ceramah motivasi agar Iqbal segera berubah

b)

B. Menyusun jadwal layanan klasikal agar Iqbal tidak merasa dibedakan

c)

C. Memberikan tugas menulis jurnal pribadi sebagai bentuk refleksi sebelum sesi konseling

d)

D. Mengarahkan wali kelas untuk memanggil orang tua Iqbal secepatnya

e)

E. Mengajak Iqbal menyusun kontrak perilaku dalam pertemuan pertama

27.

Di kelas X SMA Jaya Bangsa, mayoritas siswa berasal dari daerah urban yang terpapar konten digital sejak usia dini. Guru BK ingin menyampaikan layanan tentang “Etika dan Batasan dalam Relasi Digital”. Saat dicoba disampaikan melalui metode ceramah dan power point, siswa justru pasif dan banyak yang memainkan ponsel saat layanan berlangsung. Agar desain pembelajaran BK lebih sesuai dengan karakteristik peserta didik dan menciptakan keterlibatan aktif, guru BK sebaiknya...

a)

A. Melarang penggunaan ponsel selama layanan berlangsung

b)

B. Memberikan kuis tertulis setelah pemaparan materi

c)

C. Menyusun proyek mini pembuatan konten kampanye digital etika bermedia sosial

d)

D. Memberikan LKS cetak dan meminta siswa mengisi secara mandiri

e)

E. Mengundang narasumber eksternal dari kepolisian siber

28.

Di sebuah SMA, Guru BK menghadapi tantangan dalam layanan klasikal terkait tema “Mengelola Emosi dalam Konflik dengan Teman”. Sebagian besar siswa kelas X menunjukkan respons pasif saat ditanya, hanya diam atau menjawab seadanya. Namun, beberapa siswa menunjukkan emosi berlebihan ketika diberi pertanyaan yang bersifat pribadi. Guru BK menyadari bahwa siswa belum nyaman dan belum memiliki kontrol emosi yang stabil. Agar pembelajaran mampu menumbuhkan minat dan nalar kritis dalam konteks perkembangan emosional peserta didik, strategi yang paling tepat adalah...

a)

A. Memberikan tes tulis sebagai alat untuk menggali pendapat mereka secara objektif

b)

B. Mengatur forum debat terbuka agar siswa belajar mengontrol emosi melalui argumen

c)

C. Menggunakan metode roleplay situasi konflik yang dikaitkan dengan pengalaman remaja

d)

D. Meminta siswa menulis refleksi pribadi di depan kelas untuk membangun keberanian

e)

E. Mengajak siswa berdiskusi kelompok tanpa pendampingan guru untuk menumbuhkan kepercayaan diri

29.

Dalam layanan BK tentang “Merancang Tujuan Hidup dan Rencana Masa Depan”, guru BK menyampaikan materi melalui ceramah dan infografis. Namun, siswa terlihat tidak antusias, banyak yang melamun dan tidak mencatat. Setelah ditelusuri, banyak dari mereka merasa topik ini “terlalu jauh” dan “tidak relevan” dengan masalah sehari-hari. Guru ingin menyusun desain pembelajaran yang lebih membangkitkan motivasi dan daya kritis peserta didik terhadap masa depannya. Strategi yang paling tepat untuk membangun motivasi dan menumbuhkan nalar kritis sesuai dengan karakteristik remaja SMA adalah...

a)

A. Menyajikan data statistik ketenagakerjaan nasional untuk menunjukkan pentingnya perencanaan karier

b)

B. Mengundang alumni sukses untuk berbicara dan membuka sesi tanya-jawab tentang perjalanan hidupnya

c)

C. Memberikan soal evaluasi untuk mengukur pengetahuan peserta didik terhadap topik karier

d)

D. Memberikan tugas membuat peta konsep berdasarkan materi yang disampaikan guru

e)

E. Membacakan kutipan-kutipan motivasi dari tokoh terkenal sebelum memulai layanan

30.

Dalam layanan BK bertema “Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab”, guru BK menyadari bahwa peserta didik kelas XI cenderung memberi jawaban normatif saat diberi studi kasus. Ketika ditantang untuk memberikan alasan atau alternatif pilihan, mereka kesulitan menyampaikan argumen secara logis. Guru ingin merancang pembelajaran yang menantang kemampuan berpikir tingkat tinggi serta tetap menjaga keterlibatan aktif siswa. Strategi pembelajaran dan komunikasi yang paling tepat untuk menumbuhkan nalar kritis peserta didik pada layanan tersebut adalah...

a)

A. Menggunakan metode tanya jawab tertutup untuk mempercepat proses pemahaman siswa

b)

B. Mengarahkan siswa untuk menyusun esai tentang keputusan hidup yang pernah mereka ambil

c)

C. Menyediakan pilihan jawaban benar dan salah agar siswa belajar membedakan nilai moral

d)

D. Menyusun forum diskusi berbasis studi kasus yang beragam dengan pertanyaan terbuka

e)

E. Meminta siswa membaca buku pengambilan keputusan dan meringkas isinya secara individu

31.

Guru BK di SMA Bhakti Nusantara ingin menyampaikan materi "Perundungan Digital" kepada siswa kelas X. Saat layanan klasikal sebelumnya, penggunaan slide dan ceramah membuat siswa pasif. Guru ingin mengembangkan desain pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif dengan pemanfaatan TIK, sesuai dengan karakteristik remaja yang akrab dengan teknologi. Agar pembelajaran lebih adaptif dan efektif, media dan strategi yang paling tepat digunakan guru BK antara lain adalah...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Membuat podcast interaktif tentang bahaya cyberbullying

b)

B. Mengajak siswa membuat video pendek kampanye anti-perundungan

c)

C. Memberikan tugas membaca artikel cetak dan menuliskannya ulang

d)

D. Menggunakan simulasi daring melalui platform edukatif seperti Kahoot atau Quizizz

e)

E. Menginstruksikan siswa menulis surat terbuka secara manual kepada korban perundungan

32.

Guru BK ingin memberikan layanan konseling kelompok bertema "Mengelola Stres Menghadapi Ujian" kepada siswa kelas XII. Waktu terbatas dan kondisi ruang kelas yang tidak kondusif membuat layanan tatap muka menjadi kurang optimal. Guru BK mencoba pendekatan berbasis teknologi untuk menjangkau siswa secara lebih fleksibel dan privat. Alternatif pemanfaatan TIK yang paling adaptif dan sesuai konteks untuk layanan tersebut adalah...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Membuat grup diskusi tertutup di aplikasi pesan instan (seperti WhatsApp/Telegram)

b)

B. Menggunakan form online untuk asesmen tingkat stres sebelum sesi dimulai

c)

C. Menyediakan forum konseling anonim berbasis chatbot tanpa pendampingan guru

d)

D. Menyusun e-modul mandiri dengan video pembelajaran pendek dan refleksi

e)

E. Menginstruksikan siswa mencetak modul bimbingan dan membacanya secara mandiri

33.

Sebuah sekolah ingin mengembangkan sistem pembelajaran BK berbasis digital agar layanan bisa diakses kapan saja. Guru BK ditugaskan untuk mendesain pendekatan pembelajaran yang fleksibel, kolaboratif, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran yang memanfaatkan TIK modern. Pendekatan dan platform digital yang mendukung tujuan tersebut antara lain adalah...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan Google Classroom untuk distribusi materi dan penilaian reflektif

b)

B. Mengintegrasikan Padlet sebagai ruang berbagi pengalaman siswa secara anonim

c)

C. Mengandalkan email sebagai media utama konseling untuk seluruh siswa

d)

D. Menyusun konten interaktif di YouTube sebagai materi layanan klasikal daring

e)

E. Menggunakan media sosial publik seperti Instagram untuk menyampaikan materi BK

34.

Seorang guru BK memberikan layanan klasikal tentang “Membangun Harga Diri Remaja” kepada kelas XI. Namun setelah layanan selesai, ia hanya membagikan angket refleksi skala likert dan tidak menindaklanjuti hasilnya. Ia menyadari bahwa sebagian siswa terlihat tidak fokus, dan beberapa bahkan tidak mengisi angket dengan serius. Guru ingin memperbaiki rancangannya agar asesmen yang dilakukan berpusat pada peserta didik, serta membantu siswa memahami perkembangan dirinya secara lebih baik. Langkah-langkah yang paling sesuai dalam melakukan asesmen yang berpusat pada peserta didik dalam konteks tersebut adalah...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memvariasikan metode asesmen dengan lembar refleksi terbuka dan ekspresif

b)

B. Memberikan hasil asesmen secara rahasia hanya kepada wali kelas untuk ditindaklanjuti

c)

C. Melibatkan siswa dalam proses refleksi atas hasil asesmennya untuk menyusun rencana perbaikan diri

d)

D. Menyusun format pelaporan asesmen berbasis kekuatan (strength based feedback)

e)

E. Memberikan kuis pilihan ganda dengan penilaian otomatis sebagai satu-satunya alat asesmen

35.

Dalam sebuah sesi konseling kelompok bertema “Mengatasi Tekanan Sosial di Sekolah”, guru BK merasa kesulitan mengevaluasi proses dan kemajuan siswa karena setiap siswa menunjukkan respons yang berbeda, bahkan dalam satu kelompok. Sebagian siswa sangat terbuka, sementara yang lain tertutup. Guru BK ingin melakukan asesmen dan umpan balik yang sensitif terhadap karakteristik individu siswa dan mendorong perkembangan mereka. Strategi asesmen dan umpan balik yang paling tepat untuk situasi tersebut, agar tetap berpusat pada peserta didik, adalah...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyediakan jurnal pribadi digital untuk mencatat refleksi setiap siswa secara berkala

b)

B. Memberikan satu format umpan balik yang sama untuk semua peserta demi efisiensi

c)

C. Menggunakan asesmen formatif berbasis observasi partisipatif selama sesi berlangsung

d)

D. Mengajak siswa membuat kontrak pengembangan diri berdasarkan dinamika kelompok

e)

E. Menilai siswa berdasarkan keaktifan berbicara selama sesi konseling berlangsung

36.

Guru BK memberikan layanan klasikal tentang “Strategi Mengelola Konflik Teman Sebaya” di kelas XI IPS 1. Setelah layanan, guru hanya meminta siswa mengisi angket kepuasan dan langsung menyimpulkan keberhasilan layanan dari skor kuantitatif. Namun, beberapa siswa merasa tidak didengarkan karena masalah mereka tidak terwakili dalam materi. Guru BK pun ingin memperbaiki asesmen agar lebih berpihak pada peserta didik, sesuai karakteristik dan pengalaman mereka. Apa saja tindakan yang paling tepat dilakukan guru BK untuk merancang asesmen yang berpusat pada peserta didik dalam situasi tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyediakan ruang refleksi terbuka, seperti jurnal atau vlog pribadi, agar siswa mengungkapkan perasaan dan pengalaman mereka setelah layanan

b)

B. Menggunakan satu format laporan kuantitatif agar data mudah diolah dan dilaporkan ke sekolah

c)

C. Melibatkan siswa dalam perencanaan asesmen melalui forum kecil agar mereka merasa dilibatkan

d)

D. Menganalisis hasil asesmen tidak hanya dari data numerik, tetapi juga dari narasi dan ekspresi siswa

e)

E. Membandingkan hasil angket dengan hasil layanan kelas lain tanpa melihat konteks kelas

37.

Seorang guru BK memberikan layanan klasikal bertema “Mengelola Stres Menghadapi Ujian”. Setelah sesi berlangsung, guru memberikan kuis singkat dan mengembalikannya ke siswa dengan hanya mencantumkan skor tanpa penjelasan lanjutan. Beberapa siswa merasa nilainya rendah tapi tidak tahu bagian mana yang perlu diperbaiki. Guru menyadari bahwa pendekatan tersebut tidak cukup mendukung perkembangan belajar siswa, sehingga ingin mengubah strategi pemberian umpan balik yang lebih reflektif dan bermakna. Apa saja langkah yang tepat dilakukan guru BK agar umpan balik yang diberikan berdampak pada pembelajaran dan perkembangan siswa?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyampaikan komentar tertulis yang menunjukkan kekuatan dan area yang perlu diperbaiki

b)

B. Memberikan hasil penilaian disertai sesi diskusi reflektif antara guru dan siswa

c)

C. Memberikan pujian umum seperti “kamu sudah bagus” tanpa merinci aspek spesifik

d)

D. Menyusun panduan refleksi mandiri agar siswa menganalisis hasil belajarnya sendiri

e)

E. Menggunakan hasil evaluasi hanya sebagai data administratif tanpa umpan balik lanjutan

38.

Pada akhir semester, guru BK diminta menyusun laporan capaian belajar peserta didik terkait layanan konseling perorangan dan layanan klasikal yang telah dilakukan. Dalam praktiknya, beberapa tantangan muncul: siswa memiliki perkembangan yang tidak selalu tercermin dalam angka, beberapa guru wali kelas mengharapkan laporan yang singkat dan administratif, sementara kepala sekolah meminta laporan yang mampu menggambarkan proses dan dampak layanan BK terhadap aspek sosial-emosional siswa. Guru BK pun ingin menyusun laporan yang komprehensif, reflektif, dan berpihak pada perkembangan peserta didik, dengan tetap mempertimbangkan keterbacaan dan validitas data. Langkah apa saja yang paling tepat dilakukan guru BK dalam menyusun laporan capaian belajar peserta didik dalam konteks tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar) 

a)

A. Menyusun laporan dengan bahasa deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi, asesmen formatif, dan refleksi siswa

b)

B. Menggunakan nilai angka saja untuk menilai keberhasilan layanan demi kejelasan administrasi

c)

C. Memadukan data kuantitatif dan narasi perkembangan siswa untuk menggambarkan kemajuan secara utuh

d)

D. Menyesuaikan format laporan agar dapat dipahami oleh pihak lain (wali kelas, kepala sekolah) tanpa menghilangkan konteks perkembangan siswa

e)

E. Menghindari masukan siswa karena dianggap subjektif dan sulit diukur secara objektif

39.

Seorang guru BK telah menyusun laporan capaian belajar peserta didik yang mencakup perkembangan sikap, keterampilan sosial, dan pengelolaan emosi. Laporan tersebut dirancang untuk dibagikan kepada tiga pihak: peserta didik, orang tua, dan guru wali kelas. Namun, dalam praktiknya, guru BK menghadapi beberapa kendala. Sebagian guru mata pelajaran dan wali kelas kurang memahami istilah dalam laporan, orang tua menilai laporan terlalu teoritis, dan siswa sendiri belum sepenuhnya memahami makna capaian mereka. Guru BK pun mencari cara agar laporan tersebut lebih komunikatif, partisipatif, dan mampu memantik tindak lanjut dari setiap pihak. Strategi apa saja yang paling tepat dilakukan guru BK untuk mengkomunikasikan laporan capaian belajar peserta didik agar berdampak nyata bagi semua pihak yang terlibat?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar) 

a)

A. Menyederhanakan istilah dalam laporan agar mudah dipahami oleh orang tua dan guru

b)

B. Melibatkan peserta didik dalam sesi umpan balik untuk merefleksikan isi laporan bersama

c)

C. Mengirimkan laporan secara tertulis tanpa perlu sesi tatap muka karena efisien

d)

D. Menyediakan forum dialog antara guru BK, wali kelas, dan orang tua untuk menjelaskan makna laporan dan tindak lanjutnya

e)

E. Menyusun laporan hanya berdasarkan pandangan guru BK tanpa perlu masukan dari peserta didik

40.

Pak Hadi, seorang guru BK, mengetahui dari konseling bahwa salah satu siswanya mengalami tekanan psikis karena dugaan kekerasan verbal dari orang tuanya. Namun, siswa tersebut meminta agar informasi ini dirahasiakan karena takut dampaknya. Di sisi lain, sekolah sedang mengampanyekan Profil Pelajar Pancasila, khususnya nilai "Berkebinekaan Global" dan "Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME". Pak Hadi ingin bertindak sesuai dengan keyakinan moral dan perannya sebagai pendidik. Apa saja prinsip yang sebaiknya digunakan Pak Hadi dalam menghadapi situasi tersebut secara etis dan spiritual sebagai guru?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menjunjung tinggi asas kerahasiaan dengan tetap mendampingi siswa dalam proses pemulihan

b)

B. Mengambil keputusan berdasarkan nilai moral universal dan ajaran keimanan yang melindungi martabat manusia

c)

C. Melaporkan langsung ke pihak sekolah tanpa sepengetahuan siswa demi kepentingan administrasi sekolah

d)

D. Mencari pendekatan yang humanis dan dialogis agar siswa tidak merasa dikhianati, tetapi tetap terlindungi

e)

E. Menghindari keterlibatan lebih lanjut agar tidak menimbulkan konflik pribadi dengan orang tua siswa

41.

Bu Rahma, guru BK di sekolah menengah, percaya bahwa tugasnya bukan sekadar membimbing akademik atau perilaku siswa, tetapi juga membentuk karakter spiritual dan nilai hidup. Ia menyusun program layanan klasikal yang tidak hanya mengajarkan etika, tetapi juga memberi ruang pada refleksi diri, nilai ketuhanan, dan rasa tanggung jawab sosial. Beberapa rekan guru menganggap pendekatannya terlalu mendalam, namun hasilnya terlihat: siswa menjadi lebih empatik dan sadar diri. Pendekatan apa saja yang dilakukan Bu Rahma mencerminkan peran guru sebagai pendidik yang berlandaskan prinsip moral dan keyakinan terhadap Tuhan YME?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengintegrasikan nilai spiritual dan sosial dalam setiap program layanan BK

b)

B. Menilai keberhasilan siswa hanya dari pencapaian akademik dan disiplin

c)

C. Memberikan ruang refleksi dan pembiasaan nilai moral dalam kegiatan BK

d)

D. Mendorong siswa untuk mengembangkan kepribadian utuh sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara

e)

E. Menghindari pembicaraan tentang nilai-nilai kehidupan agar tidak menimbulkan perbedaan pendapat

42.

Pak Hasan adalah guru BK di SMK unggulan yang sedang menjalankan sesi konseling kelompok. Dalam prosesnya, salah satu peserta didik, sebut saja Dani, mengungkapkan bahwa ia sedang menghadapi tekanan keluarga untuk bekerja dan berhenti sekolah. Dani juga menyampaikan informasi sensitif tentang gurunya yang dianggap sering bersikap diskriminatif terhadap siswa dari keluarga tidak mampu. Pak Hasan merasa situasi ini sangat kompleks. Di satu sisi, ia ingin menjaga rahasia konseling sebagai bentuk kepercayaan peserta didik. Di sisi lain, ia juga memiliki kewajiban moral dan profesional untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Ia kemudian melakukan refleksi terhadap praktik PPL, prinsip-prinsip etik guru, dan nilai-nilai dari mata kuliah yang pernah ia pelajari. Apa saja tindakan yang tepat dan mencerminkan penerapan kode etik guru dalam menghadapi kasus tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar) 

a)

A. Menjaga kerahasiaan peserta didik kecuali jika informasi yang disampaikan berdampak pada keselamatan atau kesejahteraan siswa lainnya

b)

B. Menyebarkan cerita Dani kepada guru lain agar mereka lebih berhati-hati dalam memperlakukan siswa

c)

C. Mengkaji ulang kode etik profesi guru dan prinsip konseling sebelum memutuskan langkah lanjutan

d)

D. Melibatkan pihak sekolah melalui mekanisme resmi dengan tetap menjaga etika dan kerahasiaan siswa

e)

E. Mengabaikan cerita Dani karena tidak ada bukti kuat dan menghindari konflik antar rekan sejawat

43.

Bu Tia, guru BK di sebuah SMA, menghadapi situasi sulit dalam seminggu terakhir. Ia mendapatkan laporan dari beberapa guru bahwa ada peserta didik yang menunjukkan penurunan motivasi dan perilaku agresif. Saat sesi konseling, siswa tersebut justru memarahi Bu Tia dan menyalahkan guru-guru yang menurutnya tidak adil. Di tengah tekanan tugas administrasi dan tuntutan wali kelas, Bu Tia hampir kehilangan kesabaran. Ia sadar bahwa sebagai guru BK, pengelolaan emosi dan empati sangat penting untuk menjaga profesionalisme dan efektivitas perannya. Ia pun mengambil waktu untuk merefleksikan diri, berdiskusi dengan rekan sejawat, dan mengatur strategi konseling selanjutnya agar tetap berpihak pada kebutuhan emosional siswa. Apa saja strategi pengelolaan emosi yang tepat dilakukan Bu Tia dalam situasi tersebut sesuai lima kompetensi sosial-emosional?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengambil jeda untuk memahami emosinya sebelum merespons siswa secara reaktif

b)

B. Membalas emosi siswa dengan teguran keras agar ia memahami batas sopan santun

c)

C. Melibatkan kolega dalam forum diskusi untuk mendapatkan dukungan dan perspektif baru

d)

D. Memahami latar belakang perilaku siswa sebagai bagian dari empati dan kesadaran sosial

e)

E. Meninggalkan kasus siswa sementara dan hanya fokus pada tugas administrasi

44.

Bu Dina, guru BK di sebuah SMP terpencil, menyadari bahwa sebagian besar peserta didiknya mengalami kesenjangan kemampuan literasi dan numerasi. Saat melaksanakan konseling kelompok, ia menemukan bahwa banyak siswa tidak memahami tujuan jangka panjang pendidikan mereka. Beberapa bahkan menunjukkan gejala demotivasi karena metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka. Dalam rapat evaluasi sekolah, Bu Dina menyadari pentingnya melakukan refleksi atas praktik pembelajarannya serta merancang pengembangan diri yang bisa membantunya mendampingi siswa secara lebih adaptif, sesuai prinsip Teaching at the Right Level. Langkah-langkah apa saja yang tepat dilakukan Bu Dina sebagai wujud refleksi dan perencanaan pengembangan diri yang berpusat pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengikuti pelatihan asesmen formatif untuk mengidentifikasi tingkat capaian belajar siswa secara lebih akurat

b)

B. Menyesuaikan pendekatan konseling berdasarkan rata-rata nilai akademik siswa

perkembangan mereka

c)

C. Berdiskusi dengan guru mata pelajaran untuk menyusun strategi konseling yang mendukung capaian belajar siswa sesuai level

d)

D. Melakukan refleksi pribadi secara berkala untuk menilai efektivitas pendekatan BK dalam membantu siswa berkembang

e)

E. Menyusun program bimbingan tambahan yang seragam untuk seluruh siswa demi menyederhanakan intervensi

45.

Pak Rino adalah guru BK baru di sebuah SMK yang memiliki latar belakang siswa sangat beragam, baik secara sosial, emosional, maupun akademik. Dalam beberapa bulan pertama, ia merasa metode layanan konseling yang ia terapkan kurang relevan dengan konteks peserta didiknya. Ia menyadari perlunya melakukan pengembangan diri, namun situasi sekolah tidak menyediakan pelatihan formal. Dalam menghadapi situasi ini, Pak Rino mulai mencari strategi adaptif berdasarkan refleksi pengalaman belajarnya selama kuliah di PPG, terutama pada mata kuliah seperti Pembelajaran Sosial Emosional dan Filosofi Pendidikan Indonesia. Ia juga mencoba menyusun pendekatan baru yang lebih relevan untuk membangun koneksi dengan peserta didik dan meningkatkan keefektifan layanan BK. Strategi apa saja yang paling tepat dan adaptif dapat dilakukan Pak Rino untuk mengembangkan diri dan meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengakses komunitas belajar daring untuk mendiskusikan tantangan layanan BK dan berbagi praktik baik dengan rekan sejawat

b)

B. Menyusun modul konseling sendiri berdasarkan referensi populer yang banyak digunakan di media sosial

c)

C. Melakukan refleksi tertulis rutin terkait interaksi dengan siswa dan meninjau ulang pendekatan konseling yang telah digunakan

d)

D. Menerapkan kembali teori-teori dari mata kuliah inti PPG dengan pendekatan copy paste tanpa penyesuaian konteks

e)

E. Mengajak peserta didik untuk memberikan umpan balik terhadap pendekatan konseling yang mereka jalani

46.

Pak Hadi, guru BK di sebuah SMP, menemukan hasil asesmen SEL menunjukkan bahwa banyak peserta didik merasa tidak didengarkan dan kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat. Beberapa siswa juga menunjukkan tanda-tanda menarik diri dari lingkungan sosial dan tidak aktif dalam kelas. Menanggapi hal ini, Pak Hadi mulai mengubah pendekatan layanannya. Ia ingin membangun interaksi yang lebih hangat, terbuka, dan empatik untuk menciptakan ruang aman bagi siswa agar mereka merasa dihargai dan diberdayakan. Tindakan berikut yang paling mencerminkan penerapan interaksi aktif dan empatik oleh Pak Hadi berdasarkan hasil asesmen SEL adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan sesi konseling kelompok dengan aktivitas saling mendengarkan secara aktif dan reflektif

b)

B. Menyuruh peserta didik menuliskan masalah pribadi mereka tanpa diberi kesempatan untuk berdiskusi atau mendapat umpan balik

c)

C. Memberikan respon non-verbal (seperti anggukan dan kontak mata) ketika siswa bercerita dalam forum konseling

d)

D. Mengabaikan siswa yang pasif dengan alasan agar tidak mengganggu dinamika kelompok

e)

E. Memberi pertanyaan terbuka yang memancing peserta didik menceritakan pengalaman mereka dan menyambungkannya dengan nilai-nilai positif

47.

Bu Nisa adalah guru BK di sebuah sekolah menengah pertama yang memiliki latar belakang peserta didik yang sangat beragam, baik secara budaya, ekonomi, maupun kondisi psikososial. Di kelas IX-A, ia menghadapi tantangan dari beberapa siswa yang tidak nyaman dengan cara pendekatan konseling konvensional, seperti wawancara langsung dan terbuka di ruang BK. Sebagian siswa merasa tidak aman menyampaikan pendapat karena takut dipermalukan di depan teman-temannya atau tidak yakin apakah suaranya akan dihargai. Untuk menyikapi hal ini, Bu Nisa merancang pendekatan baru yang lebih personal dan adaptif, serta mengacu pada prinsip pendidikan yang berpihak kepada anak. Tindakan berikut yang mencerminkan sikap respek terhadap hak peserta didik dalam konteks kasus Bu Nisa adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberi ruang bagi siswa untuk memilih sendiri bentuk layanan konseling yang paling nyaman bagi mereka

b)

B. Menyampaikan hasil asesmen kepribadian siswa secara terbuka di depan kelas agar semua siswa belajar dari pengalaman teman

c)

C. Menyesuaikan pendekatan konseling berdasarkan latar belakang budaya, sosial, dan psikologis masing-masing siswa

d)

D. Mengembangkan metode layanan BK yang mengutamakan kerahasiaan dan otonomi peserta didik

e)

E. Menyamaratakan perlakuan terhadap semua siswa tanpa mempertimbangkan latar belakang dan kebutuhan individual mereka

48.

Pak Damar, guru BK di SMA Bina Harmoni, baru saja mendapat laporan dari beberapa siswa bahwa mereka merasa tidak aman saat jam istirahat karena adanya intimidasi verbal dari kelompok siswa tertentu di kantin sekolah. Selain itu, beberapa siswa penyandang disabilitas juga merasa kesulitan karena tidak ada akses yang aman untuk menuju ruang kelas di lantai dua. Dalam sesi konseling kelompok, beberapa siswa mulai menunjukkan ketakutan dan kecemasan untuk datang ke sekolah. Pak Damar ingin memastikan bahwa seluruh siswa merasa aman, baik secara fisik maupun psikologis, dan sekolah menjadi ruang yang nyaman untuk semua. Tindakan berikut ini yang mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan dan keamanan peserta didik sebagai individu maupun kelompok adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengadakan forum dialog siswa untuk menampung aspirasi dan permasalahan terkait rasa aman di sekolah

b)

B. Mendorong siswa untuk menghadapi sendiri intimidasi dengan cara lebih percaya diri

c)

C. Berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk memastikan adanya jalur akses inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus

d)

D. Menyediakan layanan konseling individual bagi siswa yang mengalami kecemasan akibat intimidasi

e)

E. Membiarkan perbedaan kebutuhan aksesibilitas dengan alasan keterbatasan anggaran sekolah

49.

Di SMA Cahaya Bangsa, hasil asesmen belajar menunjukkan penurunan motivasi belajar di kalangan peserta didik, terutama pada kelas XI. Banyak siswa merasa tidak didengar oleh guru dan kurang nyaman dengan metode pembelajaran yang monoton. Bu Rini, guru BK, menyadari bahwa isu ini tidak bisa ditangani sendirian. Ia ingin mendorong semua warga sekolah termasuk guru mata pelajaran, wali kelas, dan komite sekolah untuk bersama-sama mencari solusi. Namun, selama ini komunikasi antar pihak kerap terhambat karena perbedaan sudut pandang dan minimnya ruang koordinasi yang bermakna. Sebagai guru BK, Bu Rini ingin merancang pendekatan komunikasi yang strategis dan membangun budaya kolaboratif demi menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpihak pada peserta didik.Tindakan yang mencerminkan komunikasi efektif dengan warga sekolah untuk peningkatan pembelajaran adalah …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengundang guru mata pelajaran dan wali kelas dalam forum kolaboratif untuk membahas solusi peningkatan motivasi belajar peserta didik

b)

B. Mendorong peserta didik menyampaikan keluhannya langsung ke kepala sekolah tanpa melalui proses reflektif bersama guru BK terlebih dahulu

c)

C. Menyusun laporan analisis masalah pembelajaran dan menyampaikannya dalam rapat guru dengan data yang akurat dan bahasa yang konstruktif

d)

D. Menghindari keterlibatan komite sekolah agar pembahasan tetap fokus pada urusan profesional guru

e)

E. Memfasilitasi lokakarya mini antar guru untuk berbagi praktik baik dalam mengatasi penurunan motivasi belajar siswa

50.

Di SMP Harapan Bangsa, hasil evaluasi semester menunjukkan peningkatan kasus siswa yang mengalami kecemasan akademik dan konflik sosial. Bu Yulia, guru BK, menyadari bahwa persoalan ini tidak bisa ditangani hanya lewat layanan konseling individual. Diperlukan sinergi seluruh guru mata pelajaran dan wali kelas untuk menciptakan iklim pembelajaran yang lebih suportif. Namun, tantangan muncul karena rekan-rekan guru memiliki kesibukan masing-masing dan belum ada sistem pembagian tugas yang jelas. Beberapa guru merasa peran mereka terbatas hanya pada penyampaian materi. Dalam rapat koordinasi tim guru, Bu Yulia dipercaya menjadi koordinator program kolaborasi lintas mata pelajaran dan layanan BK. Dalam mengorganisir tugas bersama rekan sejawat untuk meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, tindakan yang tepat adalah …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengidentifikasi kompetensi dan minat rekan sejawat sebelum membagi tanggung jawab dalam program

b)

B. Menyusun agenda kerja sendiri agar proses lebih efisien dan tidak menunggu kesepakatan semua guru

c)

C. Melibatkan rekan sejawat dalam perumusan rencana tindakan dan kesepakatan peran dalam mendampingi siswa

d)

D. Mendelegasikan semua kegiatan psikoedukatif kepada guru BK karena dianggap paling ahli menangani masalah siswa

e)

E. Mengembangkan struktur tim kerja berdasarkan prinsip tanggung jawab bersama dan pengambilan keputusan kolaboratif

51.

Di SMP Pelita Harapan, banyak siswa kelas VII mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya belajar mandiri setelah pandemi. Guru BK, Pak Damar, menemukan bahwa sebagian besar orang tua belum memahami kebutuhan belajar anak sesuai dengan tahap perkembangan dan gaya belajar mereka. Beberapa orang tua menerapkan pendekatan otoriter, sedangkan yang lain terlalu permisif. Hal ini mengakibatkan munculnya tekanan psikologis pada siswa serta rendahnya motivasi belajar di rumah. Pak Damar kemudian merancang program kolaborasi rumah dan sekolah berbasis filosofi Tut Wuri Handayani, yang menempatkan orang tua sebagai mitra pendamping yang memfasilitasi anak belajar dengan empatik. Program ini juga mengintegrasikan prinsip kompetensi sosial-emosional, seperti kesadaran diri dan pengelolaan hubungan, agar siswa dapat berkembang secara holistik. Dalam mendampingi orang tua/wali untuk mendukung pembelajaran peserta didik di rumah, pendekatan yang paling tepat dilakukan oleh guru BK adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun panduan refleksi peran orang tua berdasarkan fase perkembangan peserta didik

b)

B. Mengajak orang tua aktif berdialog untuk memahami cara komunikasi yang mendukung nalar kritis anak

c)

C. Memberikan modul kontrol belajar harian yang terstandar untuk semua siswa

d)

D. Mengadakan kelas parenting untuk membangun pemahaman orang tua terhadap karakter anak dan prinsip pengasuhan berbasis kasih sayang

e)

E. Menyediakan asesmen sosial-emosional sederhana agar orang tua dapat memantau dan mendukung kebutuhan anak dari rumah

52.

Di SMP Merah Putih, sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga nelayan dan petani lokal. Guru BK, Ibu Sekar, menyadari bahwa rendahnya motivasi belajar dan kurangnya rasa percaya diri siswa berkaitan erat dengan perasaan bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah tidak relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dalam upaya merancang program layanan BK yang kontekstual, Ibu Sekar ingin menerapkan filosofi Ki Hadjar Dewantara dengan menjadikan masyarakat sebagai "laboratorium hidup" bagi peserta didik. Ia menginisiasi pendekatan kolaboratif, mengundang orang tua dan tokoh masyarakat ke sekolah untuk membagikan pengalaman, nilai-nilai kerja, dan cara mereka mengelola tantangan kehidupan. Pendekatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan lima kompetensi sosial-emosional siswa, terutama kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Upaya yang dapat dilakukan oleh Guru BK untuk mengimplementasikan pengetahuan, keahlian, dan perspektif orang tua/wali serta masyarakat dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengintegrasikan praktik budaya lokal dan pengalaman hidup orang tua ke dalam topik-topik konseling kelompok

b)

B. Mengundang narasumber dari masyarakat untuk membimbing peserta didik dalam proyek pengembangan diri

c)

C. Menjadikan hasil nilai akademik peserta didik sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembelajaran berbasis komunitas

d)

D. Merancang sesi refleksi kolaboratif antara peserta didik, orang tua, dan guru tentang tantangan kehidupan yang dihadapi siswa

e)

E. Menyusun rencana program BK yang menyelaraskan nilai-nilai keluarga dengan tujuan pengembangan karakter peserta didik

53.

Di SMP Bhakti Utama, hasil survei internal dan asesmen BK menunjukkan tingginya tingkat perundungan verbal di kalangan siswa kelas 8. Meskipun guru BK telah melakukan layanan klasikal, masalah terus terjadi dan mulai berdampak pada iklim sekolah. Ibu Sari, guru BK sekaligus anggota aktif asosiasi profesi, diundang dalam forum jejaring komunitas pendidikan tingkat kecamatan untuk membahas strategi sistemik. Forum ini terdiri dari guru, kepala sekolah, LSM perlindungan anak, dan Dinas Pendidikan. Ibu Sari diminta menyusun langkah konkrit bersama organisasi profesi untuk membantu pihak sekolah. Ia menyadari bahwa solusi jangka panjang tidak bisa dilaksanakan secara parsial. Apa saja langkah strategis yang dapat dilakukan Ibu Sari dalam forum jejaring untuk menyelesaikan persoalan perundungan di sekolah?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar) 

a)

A. Menyusun panduan penanganan perundungan yang dapat diadopsi oleh sekolah melalui rekomendasi organisasi profesi

b)

B. Melibatkan peserta didik dalam forum refleksi terfasilitasi untuk merumuskan solusi dari sudut pandang mereka

c)

C. Menyerahkan penyelesaian kepada kepala sekolah karena menjadi tanggung jawab struktural

d)

D. Mengembangkan model layanan BK kolaboratif yang melibatkan semua warga sekolah dan pihak eksternal

e)

E. Mengadvokasi pentingnya asesmen sosial-emosional dan pelatihan guru dalam jejaring sebagai pendekatan preventif

54.

Setelah pandemi, SMK Cendekia mengalami lonjakan masalah psikoedukatif siswa: rendahnya motivasi belajar, konflik keluarga, dan kesenjangan keterampilan sosial. Pak Dito, guru BK, aktif mengikuti jejaring organisasi profesi guru BK dan tergabung dalam proyek penelitian tindakan kolaboratif antar-sekolah yang didukung perguruan tinggi. Dalam kegiatan ini, Pak Dito berperan sebagai fasilitator komunitas praktik yang memfasilitasi pertukaran pengalaman antar guru. Ia juga ditugaskan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis refleksi dan membagikannya ke forum yang lebih luas. Peran yang dapat dijalankan Pak Dito dalam menyelesaikan masalah pembelajaran melalui jejaring dan organisasi profesi adalah …

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mendorong pengambilan keputusan berbasis hasil refleksi dan evaluasi intervensi pada siswa

b)

B. Berbagi praktik baik di komunitas praktisi tanpa mempertimbangkan perbedaan karakteristik sekolah

c)

C. Mengembangkan modul intervensi kolaboratif dengan pendekatan BK yang kontekstual dan adaptif

d)

D. Menolak pendekatan kolaboratif dan hanya mengandalkan strategi individual sekolah

e)

E. Melakukan diseminasi hasil praktik baik untuk pengembangan kebijakan berbasis komunitas

55.

Di SMAN Citra Bangsa, Bu Rina, guru BK senior, mendapati bahwa sebagian besar siswa kelas X mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Ia menerapkan strategi "Pemetaan Sosial Emosional Berbasis Refleksi Diri" yang dikembangkan melalui asesmen formatif dan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Hasilnya, siswa mampu menyampaikan hambatan dan kekuatan mereka secara terbuka, dan guru mata pelajaran mulai menyesuaikan pendekatan mengajar berdasarkan hasil asesmen BK tersebut. Melihat dampak positifnya, Bu Rina membagikan praktik ini dalam forum MGMP BK, komunitas praktisi guru BK kabupaten, dan webinar nasional. Ia menerima berbagai tanggapan: ada yang antusias meniru, ada pula yang skeptis karena merasa tidak relevan untuk sekolah dengan karakter siswa berbeda. Apa saja langkah yang tepat dilakukan Bu Rina untuk berbagi praktik baik sekaligus mendorong peningkatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di jejaring yang lebih luas?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun panduan implementasi dengan opsi penyesuaian berdasarkan karakteristik peserta didik di berbagai jenjang

b)

B. Mendorong anggota jejaring untuk melakukan refleksi terhadap praktik masing-masing sebelum mengadopsi praktik miliknya

c)

C. Menyampaikan praktiknya secara persuasif agar semua guru menerapkannya tanpa perlu modifikasi

d)

D. Mengumpulkan umpan balik dari jejaring profesi untuk mengevaluasi dan menyempurnakan pendekatan yang ia terapkan

e)

E. Mengintegrasikan praktik baik tersebut ke dalam pelatihan internal sekolah dan program mentoring guru BK pemula

56.

Pak Arif, guru BK di SMA Merdeka Jaya, diminta menyusun program bimbingan untuk mendukung pembelajaran sosial-emosional siswa kelas XI setelah ditemukan banyak kasus kecemasan menghadapi pilihan karier dan jurusan. Ia ingin memastikan bahwa struktur layanan BK yang dirancangnya memiliki alur pengetahuan yang selaras dengan kebutuhan perkembangan peserta didik serta relevan dengan model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang sedang diterapkan sekolah. Ia mengacu pada capaian pembelajaran yang tertuang dalam Kurikulum Merdeka dan mencoba memadukan antara teori psikologi perkembangan, pendekatan solusi (solution-focused counseling), dan asesmen formatif. Langkah-langkah mana yang paling tepat dilakukan Pak Arif untuk mengimplementasikan struktur dan alur pengetahuan dari bidang keilmuan BK dalam perencanaan pembelajaran?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengidentifikasi urutan pengetahuan konseling mulai dari pemahaman diri, eksplorasi karier, hingga pengambilan keputusan yang aplikatif

b)

B. Menyusun alur pembelajaran berdasarkan materi wajib dalam kurikulum tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan siswa

c)

C. Memadukan teori perkembangan remaja dengan asesmen sosial-emosional untuk menentukan pendekatan layanan

d)

D. Menyesuaikan kegiatan bimbingan dengan prinsip-prinsip model pembelajaran berbasis proyek yang relevan

e)

E. Menetapkan indikator keberhasilan layanan bimbingan berdasarkan ketuntasan nilai akademik seluruh mata pelajaran

57.

Bu Diah, guru BK di SMA Pertiwi Mandiri, menghadapi masalah serius di kelas XI. Hasil asesmen menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kecemasan karena ketidakjelasan pilihan jurusan kuliah dan rendahnya kepercayaan diri. Ia ingin merancang sesi layanan BK yang bertujuan membekali siswa dengan kemampuan mengenali potensi diri dan merumuskan rencana pengembangan karier. Dalam proses perencanaan, Bu Diah menggunakan berbagai sumber konten, seperti teori perkembangan karier Super, pendekatan Holland, serta prinsip Teaching at the Right Level (TaRL), agar layanan yang diberikan selaras dengan tingkat kesiapan belajar siswa. Langkah-langkah manakah yang paling tepat dilakukan Bu Diah dalam menggunakan pengetahuan konten yang relevan untuk merumuskan tujuan pembelajaran?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan hasil asesmen kesiapan karier siswa sebagai dasar menyusun tujuan yang berorientasi pada pengembangan minat dan bakat

b)

B. Menentukan tujuan pembelajaran berdasarkan keseluruhan silabus BK tanpa mempertimbangkan kondisi sosial emosional peserta didik

c)

C. Mengintegrasikan teori karier yang relevan ke dalam tujuan pembelajaran untuk membantu siswa menyusun rencana masa depan

d)

D. Menyesuaikan tujuan pembelajaran dengan jenjang perkembangan kognitif dan afektif peserta didik berdasarkan hasil identifikasi

e)

E. Menetapkan tujuan layanan secara umum agar fleksibel digunakan untuk semua jenjang dan latar belakang siswa

58.

Pak Fajar, guru BK di sebuah SMA, mendapat tugas menyusun perangkat pembelajaran BK untuk kelas XI dengan tema "Perencanaan Masa Depan". Ia menyadari bahwa banyak siswa belum memiliki kejelasan mengenai jurusan kuliah atau dunia kerja yang ingin dituju. Setelah menganalisis hasil survei minat dan nilai psikotes siswa, Pak Fajar menyusun alur tujuan pembelajaran yang terstruktur, berbasis teori perkembangan karier, model pembelajaran diferensiasi, serta prinsip Teaching at the Right Level (TaRL). Ia juga mengembangkan bahan ajar yang memuat aktivitas reflektif dan media interaktif berupa video simulasi wawancara kerja. Namun, ia masih ragu bagaimana mengorganisasikan semua konten tersebut ke dalam alur pembelajaran yang logis dan sistematis. Langkah-langkah mana saja yang paling tepat dilakukan Pak Fajar dalam mengorganisasikan pengetahuan konten untuk menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengidentifikasi keterkaitan antara teori perkembangan karier dengan kebutuhan riil peserta didik berdasarkan hasil asesmen

b)

B. Menyusun alur pembelajaran berdasarkan urutan logis perkembangan kognitif dan afektif siswa sesuai jenjang kelas

c)

C. Menggunakan satu pendekatan teori saja untuk menjaga fokus pembelajaran tetap konsisten sepanjang layanan BK

d)

D. Mengembangkan tujuan pembelajaran dari konten keilmuan yang diorganisasikan menjadi tahapan pengalaman belajar bertahap dan kontekstual

e)

E. Menentukan tujuan pembelajaran secara langsung tanpa perlu merinci konten karena fokus utama BK adalah pada proses konseling, bukan hasil belajar

59.

Di sebuah SMA dengan keberagaman tinggi, Bu Intan, guru BK, menghadapi tantangan dalam menyusun strategi layanan bimbingan klasikal. Kelas X IPS 2 memiliki siswa dari berbagai latar belakang: sebagian besar berasal dari keluarga buruh migran, beberapa siswa tinggal di pesantren dengan latar agama yang kuat, dan ada pula siswa dari keluarga menengah atas yang aktif dalam komunitas seni lokal. Dalam satu sesi, Bu Intan menyadari bahwa layanan konseling kelompok yang disampaikannya tidak sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan siswa. Sebagian siswa terlihat enggan berbicara karena perbedaan nilai-nilai keluarga dan latar budaya. Beberapa bahkan merasa tidak dipahami karena metode yang digunakan terlalu seragam dan berpusat pada pendekatan akademik umum. Strategi pembelajaran BK manakah yang PALING TEPAT dilakukan Bu Intan agar dapat menetapkan kebutuhan belajar siswa secara inklusif dan sesuai latar belakang sosial, budaya, agama, dan ekonomi?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengelompokkan siswa berdasarkan latar budaya untuk mempermudah pemetaan masalah dan menyusun strategi konseling sesuai kelompoknya

b)

B. Melakukan asesmen lingkungan belajar melalui wawancara dan observasi agar memahami dinamika sosial-budaya yang memengaruhi perilaku siswa

c)

C. Mendorong diskusi terbuka dengan siswa dari beragam latar belakang untuk saling mengenal nilai dan norma yang mereka anut

d)

D. Mengadaptasi materi layanan BK dengan menyesuaikan contoh kasus berdasarkan realitas keseharian siswa dari berbagai latar sosial-ekonomi

e)

E. Menyampaikan materi secara lisan saja agar tidak membebani siswa yang tidak memiliki akses teknologi atau sumber belajar mandiri

60.

Bu Diah, guru BK di kelas X SMA, menyadari bahwa sebagian besar siswa mengalami kebingungan identitas diri dan mulai menunjukkan tekanan emosional terkait penerimaan sosial di sekolah. Dari hasil angket sosial-emosional dan wawancara konseling awal, teridentifikasi adanya kecenderungan rendahnya kepercayaan diri dan munculnya perilaku menarik diri pada beberapa siswa. Sebagai respons, Bu Diah ingin menyusun strategi pembelajaran layanan BK yang tidak hanya menyampaikan konten, tetapi juga mampu menjangkau sisi emosional dan perkembangan psikososial siswa. Ia ingin memastikan strategi yang digunakan sesuai dengan karakteristik remaja awal, mengakomodasi kebutuhan belajar individual, dan memfasilitasi interaksi sosial secara sehat. Strategi pembelajaran BK manakah yang PALING TEPAT diterapkan Bu Diah untuk menyesuaikan dengan tahap perkembangan dan karakteristik peserta didik?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun layanan informasi menggunakan ceramah terstruktur agar siswa memahami identitas diri secara rasional dan objektif

b)

B. Menggunakan simulasi peran sosial (role play) untuk membantu siswa mengeksplorasi berbagai skenario relasi sosial yang aman dan empatik

c)

C. Menyediakan jurnal reflektif pribadi agar siswa bisa memetakan emosi dan nilai-nilai yang sedang mereka kembangkan

d)

D. Memberikan latihan soal pilihan ganda tentang konsep perkembangan diri agar siswa memahami istilah dengan tepat

e)

E. Menggunakan diskusi kelompok kecil yang dipandu secara afektif untuk membangun keberanian berpendapat dan empati sosial antar siswa

61.

Bu Rina, seorang guru BK di SMA Tunas Bangsa, mendapati bahwa kelas XI IPA 2 memiliki keberagaman karakteristik peserta didik yang sangat menonjol. Ada siswa yang sangat aktif secara verbal, tetapi cepat bosan jika hanya diberikan ceramah. Sementara itu, ada juga siswa yang cenderung pendiam, tetapi menunjukkan minat tinggi saat mengerjakan proyek individual. Dalam observasi, Bu Rina mencatat bahwa sebagian besar siswa lebih termotivasi ketika diberi kesempatan untuk memilih bentuk tugas yang sesuai minat mereka, seperti membuat video, menulis jurnal reflektif, atau presentasi kelompok. Strategi pembelajaran BK yang paling tepat untuk digunakan Bu Rina agar dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan potensi, minat, dan cara belajar mereka adalah ...

a)

A. Memberikan tugas hafalan materi motivasi belajar secara klasikal

b)

B. Menyampaikan materi melalui ceramah dan presentasi PowerPoint setiap pertemuan

c)

C. Menugaskan seluruh siswa membuat makalah tanpa mempertimbangkan perbedaan minat

d)

D. Menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa memilih bentuk tugas sesuai minat dan kekuatannya

e)

E. Mengelompokkan siswa berdasarkan nilai akademik mereka lalu menyamakan strategi pembelajaran untuk seluruh kelompok

62.

Pak Dimas adalah guru BK di sebuah sekolah menengah atas dengan latar belakang sosial ekonomi siswa yang sangat beragam. Ia sedang menyusun rencana layanan BK untuk kelas X. Setelah melakukan angket minat, wawancara, dan diskusi dengan wali kelas, ia menemukan bahwa sebagian siswa lebih menyukai belajar lewat praktik langsung dan simulasi, sementara yang lain lebih senang membaca dan menganalisis studi kasus. Beberapa siswa juga memiliki kecenderungan belajar visual yang kuat, sedangkan sebagian lainnya kinestetik. Langkah strategis yang paling tepat dilakukan Pak Dimas untuk meningkatkan efektivitas layanan BK berdasarkan analisis karakteristik belajar siswa adalah ...

a)

A. Menyusun rencana layanan BK yang seragam untuk semua kelas agar efisien dalam pelaksanaan

b)

B. Mengadakan pelatihan soft skills dengan model ceramah agar siswa lebih fokus pada satu jenis kegiatan

c)

C. Merancang pembelajaran yang fleksibel dengan menggunakan berbagai pendekatan seperti diskusi, simulasi, dan visualisasi sesuai kebutuhan siswa

d)

D. Menetapkan aturan ketat bahwa semua siswa harus mengikuti metode pembelajaran yang ditentukan sekolah

e)

E. Memberikan tugas refleksi mandiri dalam bentuk tulisan kepada seluruh siswa tanpa mempertimbangkan gaya belajar

63.

Pak Joko, guru BK di SMA inklusif Pelita Bangsa, memiliki seorang peserta didik tunanetra bernama Rian. Dalam pembelajaran klasikal, Rian sering terlihat pasif. Namun, saat sesi konseling individual, Pak Joko menyadari bahwa Rian memiliki daya pikir logis yang tinggi dan tertarik pada diskusi filosofis. Sayangnya, dalam pembelajaran kelompok, Rian tidak pernah dilibatkan aktif oleh teman-temannya. Strategi pembelajaran yang paling tepat untuk mendukung keterlibatan Rian dalam proses belajar berdasarkan teori kognitif dan karakteristiknya adalah ...

a)

A. Menempatkan Rian di kelompok terpisah agar tidak mengganggu dinamika belajar siswa lain

b)

B. Memberikan tugas individual berbasis teks cetak kepada Rian

c)

C. Mengintegrasikan teknologi audio dan diskusi reflektif dalam pembelajaran kelompok

d)

D. Menyuruh Rian mengikuti saja kegiatan yang dilakukan siswa non-disabilitas

e)

E. Menyampaikan materi melalui ceramah di depan kelas agar semua siswa mendapatkan hal yang sama

64.

Bu Lestari, guru BK kelas XI, memiliki siswa dengan hambatan intelektual ringan bernama Niko. Ia mampu memahami tugas sederhana jika dibimbing langsung, tetapi sering mengalami stres jika ditekan dengan tenggat waktu yang ketat. Ia menyukai aktivitas konkret dan visual. Rekan sekelasnya sering menertawakan Niko karena ia lambat memahami instruksi guru. Strategi yang paling tepat diterapkan oleh Bu Lestari untuk mendukung perkembangan emosional dan psikososial Niko dalam konteks pembelajaran inklusif adalah ...

a)

A. Memberikan Niko tugas lebih sedikit dari teman lainnya agar tidak stres

b)

B. Menugaskan Niko untuk belajar secara mandiri tanpa tekanan kelompok

c)

C. Membuat kontrak belajar yang fleksibel dan mengatur aktivitas berbasis visual yang melibatkan teman sebaya

d)

D. Mendorong Niko menyelesaikan tugas secepat mungkin agar tidak tertinggal

e)

E. Memberikan hukuman jika Niko tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu

65.

Di SMK Inklusif Harapan Bangsa, Pak Wahyu menghadapi tantangan saat mengajar peserta didik tuna rungu. Sebagian besar dari mereka memiliki kemampuan visual yang sangat baik, namun kesulitan dalam menangkap instruksi lisan. Pak Wahyu ingin semua siswa, termasuk yang non-disabilitas, dapat belajar secara setara dan saling memahami. Strategi pembelajaran BK yang efektif dan inklusif dalam konteks ini berdasarkan analisis karakteristik peserta didik adalah ...

a)

A. Mengandalkan ceramah verbal tanpa penyesuaian agar tidak mendiskriminasi

b)

B. Menyediakan video dengan subtitle dan menggunakan bahasa isyarat saat penjelasan

c)

C. Menyuruh siswa tuna rungu belajar di ruang terpisah agar tidak tertinggal

d)

D. Memberikan tugas secara tertulis tanpa pendampingan

e)

E. Meningkatkan volume suara guru saat menjelaskan materi

66.

Pak Deni, guru BK, memiliki siswa dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) bernama Alif. Alif sangat aktif, mudah teralihkan, dan sering kesulitan fokus dalam sesi layanan klasikal. Namun, ia menunjukkan kemampuan memahami materi saat diberikan pendekatan praktik langsung dan permainan simulatif. Pak Deni ingin menyusun strategi agar Alif tetap terlibat dan mampu mengembangkan potensi dirinya. Berdasarkan teori perkembangan dan pendekatan yang tepat, strategi pembelajaran BK yang paling sesuai untuk Alif adalah ...

a)

A. Memberikan tugas tertulis berulang-ulang agar terbiasa fokus

b)

B. Melibatkan Alif dalam simulasi peran dan pembelajaran berbasis aktivitas fisik

c)

C. Menyuruh Alif duduk diam dan tidak banyak bergerak selama pembelajaran

d)

D. Mengurangi jam layanan BK agar Alif tidak mengganggu kelas

e)

E. Memberi teguran keras agar Alif lebih disiplin

67.

Bu Nani adalah guru BK di sebuah sekolah menengah yang menerapkan pembelajaran inklusif. Dalam satu kelas, terdapat peserta didik dengan latar belakang yang sangat beragam: siswa dengan gangguan spektrum autisme ringan, siswa yang berasal dari keluarga miskin, siswa dengan kemampuan akademik tinggi, dan siswa yang baru pindah dari daerah konflik. Selama proses pembelajaran layanan klasikal, Bu Nani menyadari bahwa pendekatan yang selama ini digunakan tidak cukup efektif untuk menciptakan suasana yang merangkul semua kebutuhan siswa. Strategi pembelajaran yang paling tepat dilakukan Bu Nani untuk menciptakan pembelajaran inklusif yang menghargai keragaman kebutuhan belajar peserta didik adalah ...

a)

A. Memberikan perlakuan dan tugas yang sama kepada semua siswa agar adil dan seragam

b)

B. Mengelompokkan siswa berdasarkan hambatan atau keistimewaan untuk diberi pendekatan berbeda

c)

C. Menyediakan berbagai pilihan bentuk kegiatan dan media pembelajaran yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masing-masing siswa

d)

D. Memfokuskan pembelajaran hanya pada siswa yang memiliki kebutuhan khusus agar tidak tertinggal

e)

E. Memberikan perhatian lebih pada siswa yang cerdas agar proses belajar tetap cepat dan efisien

68.

Pak Anton sedang mempersiapkan layanan klasikal BK untuk kelas X IPS 1. Ia mengetahui bahwa di kelas tersebut terdapat siswa dengan gangguan pendengaran, siswa dengan gangguan kecemasan sosial, siswa dengan kecepatan belajar tinggi, serta siswa yang kurang percaya diri karena mengalami kekerasan di rumah. Sebelumnya, ia hanya menggunakan metode ceramah dan diskusi terbuka, tetapi kini ia merasa metode itu belum mampu menjangkau semua siswa secara optimal. Berdasarkan kebutuhan untuk menyusun strategi pembelajaran yang inklusif, langkah terbaik yang dapat dilakukan Pak Anton adalah ...

a)

A. Menerapkan satu metode pembelajaran untuk menyamakan persepsi semua siswa

b)

B. Memberikan layanan klasikal dengan waktu lebih lama untuk siswa berkebutuhan khusus saja

c)

C. Mengadaptasi metode dan media pembelajaran yang memungkinkan siswa terlibat sesuai kekuatannya, seperti penggunaan simulasi, video visual, dan tugas reflektif pribadi

d)

D. Mengutamakan siswa yang paling aktif agar pembelajaran berjalan dinamis dan cepat

e)

E. Menugaskan siswa yang memiliki hambatan untuk belajar dari rumah secara daring agar tidak membebani kelas

69.

Bu Mira, guru BK di SMK Multikarya, menerapkan Kurikulum Merdeka dalam layanan klasikal di kelas XI. Ia menyadari bahwa kemampuan memahami materi layanan "Perencanaan Masa Depan" sangat bervariasi. Sebagian siswa sudah memiliki rencana matang tentang karier, sementara sebagian lain bahkan belum mengenal potensi dirinya sendiri. Dalam refleksi harian, Bu Mira melihat bahwa pendekatan ceramah yang selama ini digunakan belum mampu menjangkau seluruh peserta didik. Strategi yang paling tepat dilakukan Bu Mira agar penerapan kurikulum benar-benar berpusat pada peserta didik sesuai prinsip Teaching at the Right Level adalah ...

a)

A. Menyusun rencana pembelajaran yang seragam berdasarkan alokasi waktu dan target kurikulum

b)

B. Mengarahkan seluruh siswa untuk menyusun rencana karier sesuai standar nasional

c)

C. Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat pemahaman dan minat, lalu memberikan pendekatan dan aktivitas pembelajaran yang berbeda sesuai kebutuhan mereka

d)

D. Menyampaikan materi sesuai urutan buku pegangan agar semua siswa memahami hal yang sama

e)

E. Menggunakan metode ceramah agar materi dapat disampaikan secara efisien dalam waktu singkat

70.

Pak Andi adalah guru BK di SMA yang sedang menerapkan pembelajaran berbasis projek dalam layanan "Pengembangan Diri dan Kemandirian". Ia memiliki siswa dari berbagai latar belakang, termasuk siswa yang sangat mandiri dan kreatif, serta siswa yang masih sangat bergantung pada instruksi guru. Ia ingin memastikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik tiap siswa dan tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku. Langkah strategis yang paling tepat bagi Pak Andi agar proses pembelajaran tetap berpusat pada peserta didik dan sejalan dengan kurikulum adalah ...

a)

A. Memberikan proyek seragam untuk seluruh siswa agar adil dan terukur

b)

B. Menyusun modul pembelajaran sesuai topik kurikulum lalu meminta siswa mempelajari sendiri

c)

C. Memberikan fleksibilitas dalam pemilihan proyek berdasarkan minat, dengan tujuan dan capaian belajar yang sama

d)

D. Menentukan kriteria keberhasilan siswa berdasarkan kecepatan menyelesaikan tugas

e)

E. Memfokuskan perhatian pada siswa yang aktif dan menyarankan yang pasif untuk konsultasi pribadi

71.

Pak Haris, guru BK di SMA Cahaya Bangsa, menyadari bahwa sebagian besar siswa kelas XI mengalami kecemasan sosial yang berdampak pada rendahnya keaktifan dalam sesi layanan klasikal. Untuk menyusun program tindak lanjut, Pak Haris melakukan observasi, wawancara, dan angket terkait aspek regulasi emosi dan hubungan sosial siswa. Apa saja langkah yang paling tepat dilakukan Pak Haris untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui asesmen tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengintegrasikan hasil asesmen ke dalam desain pembelajaran layanan BK berikutnya

b)

B. Mengidentifikasi pola kecemasan sosial siswa berdasarkan hasil observasi dan angket

c)

C. Mengabaikan data wawancara karena bersifat subjektif dan tidak terukur

d)

D. Merancang kegiatan kolaboratif dan reflektif untuk meningkatkan keterampilan sosial

e)

E. Menyamaratakan layanan berdasarkan kurikulum karena semua siswa berada di jenjang yang sama

72.

Bu Lani menyelenggarakan layanan klasikal dengan topik “Mengelola Stres Akademik.” Setelah pelaksanaan, ia menyadari sebagian siswa masih menunjukkan perilaku menarik diri dan kesulitan mengungkapkan perasaannya. Ia berinisiatif membuat asesmen lanjutan berbasis jurnal reflektif dan diskusi kelompok. Apa saja prinsip yang tepat dalam memanfaatkan asesmen untuk meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik berdasarkan studi kasus tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menjadikan jurnal reflektif sebagai alat untuk mengevaluasi perkembangan regulasi emosi

b)

B. Menganalisis hasil diskusi untuk mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan

c)

C. Menyimpulkan bahwa pembelajaran gagal hanya karena satu sesi tidak berjalan efektif

d)

D. Menyesuaikan pendekatan layanan BK berdasarkan kecenderungan hasil refleksi siswa

e)

E. Menghentikan kegiatan refleksi jika siswa merasa tidak nyaman

73.

Pak Seno merancang asesmen diagnostik untuk memahami kesiapan belajar siswa sebelum memulai layanan “Pengambilan Keputusan Karier.” Ia menemukan bahwa siswa memiliki minat dan informasi karier yang berbeda-beda. Berdasarkan data tersebut, Pak Seno ingin menyusun kegiatan pembelajaran yang fleksibel dan bermakna. Apa strategi yang seharusnya dilakukan Pak Seno berdasarkan hasil asesmen tersebut?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menyusun pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa mengeksplorasi minat karier masing-masing

b)

B. Menyusun modul pembelajaran yang sama agar tidak ada diskriminasi

c)

C. Mengelompokkan siswa berdasarkan jenis minat karier untuk mempermudah fasilitasi diskusi

d)

D. Menganalisis data asesmen untuk merancang sesi lanjutan yang sesuai dengan profil siswa

e)

 

E. Mengabaikan data asesmen awal karena kegiatan belum dimulai

74.

Bu Anita, guru BK, melakukan evaluasi hasil layanan klasikal “Manajemen Diri dan Tanggung Jawab” dengan menggunakan teknik asesmen formatif dan observasi perilaku. Ia mencatat bahwa beberapa siswa telah menunjukkan peningkatan dalam mengatur waktu dan menyelesaikan tugas, namun sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam disiplin pribadi. Langkah tepat yang dapat dilakukan Bu Anita untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran berdasarkan hasil evaluasi tersebut adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Mengulang materi layanan untuk seluruh siswa agar semua setara

b)

B. Memberikan umpan balik spesifik dan personal kepada siswa yang mengalami kesulitan

c)

C. Menyusun rencana pembelajaran tambahan untuk kelompok siswa yang belum mencapai indikator

d)

D. Melaporkan hasil evaluasi ke wali kelas tanpa tindak lanjut

e)

E. Mengembangkan program tindak lanjut berbasis kebutuhan berdasarkan data evaluasi

75.

Pak Damar, guru BK di SMA Bhinneka, menghadapi kelas dengan tingkat heterogenitas tinggi. Sebagian siswa mengalami hambatan emosi akibat tekanan dari keluarga, sementara yang lain memiliki keunggulan akademik namun rendah dalam keterampilan sosial. Ia ingin menyusun strategi pembelajaran layanan klasikal bertema “Pengelolaan Emosi dan Interaksi Sosial” yang adaptif dan menjangkau seluruh peserta didik. Strategi yang paling tepat untuk diterapkan Pak Damar agar pembelajaran berpusat pada peserta didik sesuai dengan teori perkembangan dan karakteristik siswa adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menerapkan pendekatan kolaboratif dan simulasi sosial untuk melatih empati dan regulasi emosi

b)

B. Mengklasifikasikan siswa berdasarkan hasil observasi lalu merancang pendekatan sesuai tahapan psikososial mereka

c)

C. Menerapkan pembelajaran mandiri agar siswa bisa mengatur cara belajarnya sendiri tanpa intervensi guru

d)

D. Memadukan kegiatan reflektif dan diskusi kelompok sesuai tingkat perkembangan emosional siswa

e)

E. Memberi kuis daring sebagai evaluasi tunggal karena praktis dan hemat waktu

76.

Bu Tika, guru BK kelas XI, sedang menyusun layanan tentang “Motivasi Belajar dan Kemandirian.” Ia mendapati bahwa sebagian besar siswa cepat kehilangan fokus dan merasa cemas terhadap ujian. Bu Tika ingin menyusun strategi pembelajaran yang meningkatkan motivasi intrinsik siswa berdasarkan teori belajar dan perkembangan kognitif mereka. Strategi yang paling tepat untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara berpusat pada peserta didik adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan pilihan tugas yang menyesuaikan minat dan gaya belajar siswa

b)

B. Menekankan pentingnya nilai ujian sebagai satu-satunya indikator keberhasilan

c)

C. Memberikan umpan balik positif atas usaha, bukan hanya hasil

d)

D. Menyusun tantangan bertingkat sesuai zona perkembangan proksimal (ZPD) siswa

e)

E. Menyuruh siswa belajar mandiri tanpa arahan agar terbiasa menghadapi tekanan

77.

Pak Adi ingin menerapkan strategi layanan BK tentang “Pengambilan Keputusan” di kelas X yang terdiri dari siswa dengan karakteristik beragam ada yang reflektif, impulsif, dan sebagian besar belum memahami konsekuensi jangka panjang dari pilihannya. Ia berencana menggunakan pendekatan yang menstimulasi proses berpikir tingkat tinggi dan tetap memperhatikan tingkat perkembangan kognitif mereka. Strategi yang dapat digunakan Pak Adi untuk memastikan pembelajaran berpusat pada peserta didik dan sesuai dengan teori belajar serta perkembangan kognitif adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan studi kasus nyata dan meminta siswa menganalisis berbagai alternatif keputusan

b)

B. Memberi ceramah panjang agar siswa memahami konsep sebelum praktik

c)

C. Menggunakan permainan simulatif yang menuntut konsekuensi atas pilihan mereka

d)

D. Mengajak siswa membuat jurnal refleksi terhadap keputusan pribadi yang pernah mereka buat

e)

E. Mengelompokkan siswa tanpa mempertimbangkan gaya berpikir mereka

78.

Dalam layanan “Kesadaran Diri dan Tujuan Hidup,” Bu Rini menyadari bahwa tingkat kesiapan siswa sangat beragam. Sebagian siswa sudah memiliki tujuan masa depan yang jelas, sebagian lain masih mengalami kebingungan identitas. Bu Rini ingin menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan psikososial siswa. Apa strategi yang paling sesuai untuk diterapkan Bu Rini agar layanan berpusat pada peserta didik dan relevan dengan teori perkembangan dan motivasi?

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan kuisioner minat untuk memetakan arah minat dan identitas siswa

b)

B. Meminta siswa menyusun rencana masa depan secara rinci tanpa mempertimbangkan kondisi saat ini

c)

C. Menyediakan ruang diskusi personal untuk siswa yang masih kebingungan identitas

d)

D. Mengintegrasikan teknik visualisasi dan refleksi untuk mengeksplorasi jati diri

e)

E. Memberikan target yang sama kepada semua siswa agar tercapai keseragaman pemahaman

79.

Bu Nani, guru BK di SMP Garuda, sedang melaksanakan layanan klasikal bertema “Kecerdasan Finansial Remaja.” Dalam pengamatan awal, ia mendapati bahwa sebagian siswa kesulitan memahami konsep dasar keuangan seperti perbandingan harga, perencanaan anggaran, dan menafsirkan tabel keuangan sederhana. Untuk mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi secara terpadu dalam konteks BK, Bu Nani menyusun strategi pembelajaran yang bersifat praktis dan partisipatif. Strategi yang dapat digunakan Bu Nani agar capaian belajar literasi dan numerasi peserta didik meningkat secara bermakna dan sesuai dengan prinsip pembelajaran efektif adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Menggunakan simulasi belanja dengan anggaran terbatas agar siswa berlatih membuat perencanaan keuangan sederhana

b)

B. Memberikan ceramah teoritis tentang konsep ekonomi makro untuk memperluas wawasan finansial siswa

c)

C. Mengajak siswa menganalisis iklan digital dan brosur harga produk untuk meningkatkan keterampilan literasi digital dan numerasi

d)

D. Menggunakan infografik dan grafik batang sederhana untuk membantu siswa menafsirkan data pengeluaran

e)

E. Meminta siswa membuat jurnal keuangan pribadi sebagai bentuk refleksi numerasi dan literasi fungsional

80.

Pak Heru, guru BK di SMK Pertiwi, ingin mengintegrasikan peningkatan kemampuan literasi fungsional ke dalam layanan “Perencanaan Karier”. Ia menyadari bahwa sebagian besar siswa sulit memahami informasi dari teks bacaan panjang, grafik ketenagakerjaan, dan peta peluang kerja. Ia ingin menggunakan pendekatan yang aktif, autentik, dan berbasis masalah agar siswa mampu memaknai informasi karier secara utuh. Strategi pembelajaran yang paling efektif dilakukan Pak Heru untuk meningkatkan capaian literasi dan numerasi dalam konteks perencanaan karier adalah ...

(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)

a)

A. Memberikan lembar kerja berisi data lowongan kerja dan meminta siswa membuat interpretasi sederhana

b)

B. Menyuruh siswa membaca brosur universitas tanpa bimbingan karena dianggap cukup literatif

c)

C. Menggunakan studi kasus karier dan meminta siswa mengolah informasi dari teks, grafik, dan tabel untuk mengambil keputusan

d)

D. Menyediakan modul teks bacaan panjang tanpa latihan pengolahan informasi

e)

E. Melibatkan siswa dalam proyek eksplorasi minat karier berbasis data tren lapangan kerja

81.

Apa tujuan refleksi pembelajaran pada mata pelajaran Bimbingan Konseling?

4 lines
82.

Apa tujuan dari evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran Bimbingan Konseling?

4 lines