wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

REMIDI PS MONETER

Total questions: 45

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.
Mengapa uang dianggap sebagai alat pengendali aktivitas ekonomi dalam perekonomian modern?
a)
A. Karena uang hanya digunakan untuk konsumsi
b)
B. Karena jumlah uang beredar memengaruhi investasi, konsumsi, dan harga
c)
C. Karena uang tidak memiliki nilai intrinsik
d)
D. Karena uang digunakan untuk mengukur pendapatan nasional
2.
Pernyataan berikut ini yang paling tepat mengenai hubungan antara uang dan kegiatan sektor riil adalah...
a)
A. Sektor riil mengatur suplai uang
b)
B. Kegiatan sektor riil menentukan jumlah uang beredar
c)
C. Kenaikan jumlah uang beredar selalu mengarah pada pertumbuhan sektor riil
d)
D. Uang berfungsi sebagai pelumas kegiatan sektor riil melalui transaksi ekonomi
3.
Mengapa pengendalian jumlah uang beredar menjadi perhatian utama dalam kebijakan moneter?
a)
A. Karena berkaitan langsung dengan tingkat pengangguran
b)
B. Karena memengaruhi kebijakan fiskal
c)
C. Karena berhubungan erat dengan kestabilan harga dan nilai tukar
d)
D. Karena dapat mengubah struktur pasar tenaga kerja
4.
Dalam teori kuantitas uang klasik, kecepatan perputaran uang (V) dianggap...
a)
A. Tidak relevan
b)
B. Stabil dalam jangka panjang
c)
C. Sangat fluktuatif tergantung inflasi
d)
D. Meningkat jika harga menurun
5.
Jika uang dalam suatu perekonomian bertambah tanpa diikuti kenaikan produksi barang dan jasa, dampak paling mungkin adalah...
a)
A. Terjadi penurunan suku bunga
b)
B. Terjadi inflasi
c)
C. Terjadi deflasi
d)
D. Suku bunga meningkat tajam
6.
Bagaimana Bank Sentral dapat menurunkan inflasi tanpa mengubah suku bunga?
a)
A. Dengan menaikkan pajak konsumsi
b)
B. Dengan menjual surat berharga di pasar terbuka
c)
C. Dengan meningkatkan subsidi
d)
D. Dengan menurunkan cadangan devisa
7.
Fungsi “lender of last resort” dari bank sentral berarti bahwa...
a)
A. Bank sentral memberikan pinjaman kepada individu yang bangkrut
b)
B. Bank sentral menjadi tempat terakhir menukarkan mata uang asing
c)
C. Bank sentral memberikan kredit kepada bank umum saat krisis likuiditas
d)
D. Bank sentral menyelamatkan pasar saham
8.
Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan transformasi sistem pembayaran modern?
a)
A. Peralihan dari sistem barter ke mata uang logam
b)
B. Dominasi uang kartal dalam transaksi ekonomi
c)
C. Peningkatan penggunaan pembayaran berbasis digital
d)
D. Pemanfaatan sistem lelang dalam sistem pembayaran
9.
Apa kelemahan utama dari sistem pembayaran tunai dalam konteks efisiensi ekonomi makro?
a)
A. Dapat menyebabkan krisis neraca berjalan
b)
B. Memerlukan biaya transaksi yang lebih tinggi dan rentan risiko fisik
c)
C. Meningkatkan suku bunga jangka pendek
d)
D. Mengurangi permintaan uang spekulatif
10.
Peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran digital mencakup hal berikut, kecuali...
a)
A. Mengatur interkoneksi antar penyedia jasa pembayaran
b)
B. Menjamin kecepatan sistem transaksi
c)
C. Mengatur dan mengawasi lalu lintas valuta asing di bursa
d)
D. Menetapkan regulasi sistem pembayaran nasional
11.
Salah satu indikator efektivitas pengawasan OJK terhadap lembaga keuangan adalah...
a)
A. Peningkatan volume ekspor
b)
B. Penurunan suku bunga global
c)
C. Stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen
d)
D. Kenaikan jumlah uang beredar
12.
Lembaga jasa keuangan non-bank seperti asuransi memiliki karakteristik utama berupa...
a)
A. Menyediakan dana investasi untuk perusahaan swasta
b)
B. Memberikan layanan pembayaran ekspor-impor
c)
C. Mengelola risiko keuangan melalui premi dan klaim
d)
D. Memberikan pinjaman jangka pendek untuk konsumsi
13.
Fungsi otoritatif OJK yang membedakannya dari lembaga pengatur lainnya adalah...
a)
A. Menerbitkan uang kartal
b)
B. Melakukan audit APBN
c)
C. Menetapkan kebijakan moneter
d)
D. Mengawasi, memeriksa, dan memberi sanksi pada industri jasa keuangan
14.
Apa yang menjadi tantangan utama OJK dalam mengawasi perkembangan fintech?
a)
A. Rendahnya tingkat literasi pajak
b)
B. Tingginya biaya pengawasan
c)
C. Cepatnya inovasi teknologi dibanding regulasi
d)
D. Terbatasnya jumlah tenaga kerja profesional
15.
Mengapa keberadaan LJK non-bank penting dalam sistem keuangan nasional?
a)
A. Untuk mengurangi dominasi lembaga syariah
b)
B. Karena dapat menggantikan fungsi APBN
c)
C. Untuk menyediakan alternatif layanan keuangan di luar bank
d)
D. Untuk memperkuat peran BI dalam fiskal
16.
Menurut teori intermediasi keuangan, lembaga keuangan non-bank berfungsi untuk...
a)
A. Menciptakan uang melalui kredit
b)
B. Menjembatani surplus unit dan deficit unit dengan risiko dan tenor berbeda
c)
C. Menyalurkan subsidi dari pemerintah kepada masyarakat
d)
D. Mengelola belanja negara secara langsung
17.
Dalam konteks teori portofolio, instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi digunakan untuk...
a)
A. Menyimpan uang dalam bentuk tunai
b)
B. Mengurangi beban pajak langsung
c)
C. Mengalihkan likuiditas dari tabungan ke investasi dengan diversifikasi risiko
d)
D. Menjaga stabilitas harga barang konsumsi
18.
Asuransi sebagai lembaga jasa keuangan didasarkan pada prinsip ekonomi yang dikenal sebagai...
a)
A. Mutualism in banking
b)
B. Risk pooling and risk transfer
c)
C. Intergenerational funding
d)
D. Marginal utility theory
19.
Dana pensiun secara teoritis berkaitan dengan konsep dalam ekonomi makro yaitu...
a)
A. Konsumsi jangka pendek dan investasi jangka pendek
b)
B. Intertemporal choice dan life cycle hypothesis
c)
C. Behavioral economics dan bounded rationality
d)
D. Keynesian multiplier dan paradox of thrift
20.
Dalam teori kontrak keuangan, hubungan antara pegadaian dan nasabah dapat digolongkan sebagai...
a)
A. Asymmetric information tanpa agunan
b)
B. Kontrak pembiayaan berbasis trust
c)
C. Kontrak berbasis collateralized lending untuk mengurangi moral hazard
d)
D. Perdagangan resiko derivatif tanpa underlying asset
21.
Dalam model permintaan uang Keynes, permintaan uang untuk motif spekulasi akan meningkat ketika...
a)
A. Suku bunga tinggi
b)
B. Ekspektasi harga barang menurun
c)
C. Suku bunga rendah
d)
D. Inflasi naik
22.
Dalam teori Keynesian, motif spekulasi dalam permintaan uang menjelaskan bahwa...
a)
A. Permintaan uang meningkat secara linier terhadap pendapatan
b)
B. Individu menyimpan uang untuk membiayai transaksi harian
c)
C. Permintaan uang bersifat insensitif terhadap tingkat bunga
d)
D. Individu menahan uang tunai karena ketidakpastian pasar obligasi
23.
Menurut Milton Friedman dalam teori permintaan uang modern, uang dipandang sebagai...
a)
A. Alat transaksi semata
b)
B. Aset yang kompetitif dengan bentuk kekayaan lain seperti obligasi dan saham
c)
C. Instrumen fiskal untuk pengendalian defisit
d)
D. Cadangan devisa negara untuk mengendalikan kurs
24.
Dalam pendekatan teori permintaan uang Post-Keynesian, permintaan uang bersifat...
a)
A. Statis dan sepenuhnya dipengaruhi pendapatan
b)
B. Sepenuhnya eksogen dan dikendalikan bank sentral
c)
C. Endogen, fleksibel, dan dipengaruhi oleh institusi serta ketidakpastian makroekonomi
d)
D. Netral terhadap fluktuasi jangka pendek
25.
Perbedaan fundamental antara teori Keynesian dan teori kuantitas uang klasik mengenai permintaan uang terletak pada...
a)
A. Tingkat bunga sebagai penentu utama dalam teori klasik
b)
B. Fokus pada stabilitas nilai tukar dalam teori Keynesian
c)
C. Peran suku bunga dalam teori Keynesian dan ketidakberperanannya dalam teori klasik
d)
D. Hubungan langsung antara fiskal dan permintaan uang dalam teori klasik
26.
Money multiplier akan menurun apabila...
a)
A. Cadangan wajib minimum menurun
b)
B. Suku bunga meningkat
c)
C. Masyarakat lebih banyak memegang uang tunai
d)
D. Bank sentral menurunkan suku bunga pinjaman
27.
Dalam teori penawaran uang modern, bank umum memengaruhi suplai uang melalui...
a)
A. Investasi langsung di sektor riil
b)
B. Kebijakan fiskal
c)
C. Kegiatan menciptakan kredit
d)
D. Penerbitan obligasi
28.
Jika rasio cadangan wajib bank dinaikkan, maka dampaknya terhadap penawaran uang adalah...
a)
A. Penawaran uang meningkat
b)
B. Tidak berpengaruh
c)
C. Penawaran uang menurun
d)
D. Hanya mempengaruhi sektor informal
29.
Dalam konteks teori uang endogen dan model perilaku perbankan modern, jelaskan bagaimana ketidakstabilan rasio antara uang primer (base money) dan uang giral (demand deposits) dapat menyebabkan ketidakefektifan kebijakan moneter berbasis money multiplier. Apa implikasinya terhadap kemampuan bank sentral dalam mengontrol agregat moneter ketika permintaan kredit bersifat pro-siklis?
a)
A. Ketidakstabilan rasio tersebut menyebabkan peningkatan inflasi secara otomatis
b)
B. Permintaan kredit yang pro-siklis membuat bank sentral sulit mengendalikan cadangan wajib minimum
c)
C. Fluktuasi dalam perilaku masyarakat dan bank terhadap uang giral menyebabkan money multiplier tidak konstan, sehingga kebijakan moneter tidak dapat secara langsung mengontrol M1 atau M2
d)
D. Ketidakefektifan money multiplier hanya terjadi dalam sistem keuangan syariah
30.
Dalam model IS–LM, ketika terjadi ketidakstabilan multiplier moneter karena fluktuasi permintaan cadangan bank dan preferensi terhadap uang tunai, jelaskan bagaimana kondisi ini akan mempengaruhi posisi kurva LM dan efektivitas kebijakan moneter dalam memengaruhi output agregat dan suku bunga riil dalam jangka pendek!
a)
A. Kurva LM menjadi lebih landai, sehingga kebijakan moneter ekspansif tidak efektif
b)
B. Kurva LM menjadi lebih tajam, sehingga setiap perubahan base money mengakibatkan fluktuasi output yang besar
c)
C. Kurva IS bergeser ke kiri, mengakibatkan peningkatan suku bunga dan kontraksi output
d)
D. Stabilitas multiplier menghasilkan LM yang tidak dapat bergeser sama sekali
31.
Masalah utama dalam pemilihan sasaran kebijakan moneter adalah...
a)
A. Menentukan apakah akan menargetkan uang beredar atau tingkat bunga
b)
B. Menetapkan tingkat subsidi
c)
C. Menentukan struktur pajak progresif
d)
D. Mengatur neraca perdagangan
32.
Jika terdapat jarak waktu (lag) antara kebijakan moneter dan dampaknya, maka hal ini dapat menyebabkan...
a)
A. Efisiensi kebijakan
b)
B. Efek kebijakan yang lebih kuat
c)
C. Kebijakan bersifat pro-siklis dan memperburuk fluktuasi ekonomi
d)
D. Percepatan pemulihan ekonomi
33.
Dalam teori ekspektasi rasional (rational expectations), efektivitas kebijakan moneter menurun karena...
a)
A. Masyarakat tidak merespons kebijakan moneter
b)
B. Pelaku ekonomi memperkirakan dampak kebijakan dan menyesuaikan perilaku sebelumnya
c)
C. Bank sentral tidak memiliki data yang cukup
d)
D. Sistem keuangan bersifat tertutup
34.
Kebijakan moneter ekspansif paling efektif diterapkan ketika...
a)
A. Ekonomi mengalami inflasi tinggi
b)
B. Ekonomi dalam kondisi full employment
c)
C. Ekonomi dalam kondisi resesi dan permintaan agregat rendah
d)
D. Harga minyak dunia naik
35.
Dalam kerangka teori kontrol moneter modern, bank sentral cenderung menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mengendalikan M1 dibandingkan M2. Jelaskan mengapa instrumen-instrumen moneter konvensional tidak mampu mengontrol M1 secara efektif dalam sistem keuangan berbasis digital dan liberalisasi keuangan, serta bagaimana volatilitas komponen dalam M1 mencerminkan ketidakpastian transmisi kebijakan moneter.
a)
A. Karena M1 tidak memiliki pengaruh terhadap suku bunga jangka pendek dan sepenuhnya bergantung pada nilai tukar
b)
B. Karena M1 terdiri dari instrumen likuid tinggi seperti uang kartal dan giro yang sangat responsif terhadap ekspektasi pelaku ekonomi dan aktivitas transaksi harian
c)
C. Karena M1 tidak dipengaruhi oleh permintaan uang riil dan ditentukan oleh sektor fiskal semata
d)
D. Karena M1 hanya digunakan dalam transaksi luar negeri dan tidak dapat dikendalikan bank sentral domestik
36.
Jenis inflasi yang terjadi ketika permintaan agregat melebihi kapasitas produksi adalah...
a)
A. Cost-push inflation
b)
B. Structural inflation
c)
C. Demand-pull inflation
d)
D. Imported inflation
37.
Inflasi akibat kenaikan harga input produksi seperti upah dan bahan baku dikenal dengan istilah...
a)
A. Demand-pull inflation
b)
B. Deflationary gap
c)
C. Cost-push inflation
d)
D. Monetary inflation
38.
Mengapa kebijakan moneter seringkali digunakan sebagai instrumen utama pengendali inflasi?
a)
A. Lebih mudah dijalankan oleh pemerintah daerah
b)
B. Dapat mengatur harga pasar secara langsung
c)
C. Mempengaruhi jumlah uang beredar dan suku bunga secara cepat
d)
D. Tidak memiliki dampak pada sektor riil
39.
Dampak inflasi yang tidak terkendali terhadap sistem keuangan antara lain adalah...
a)
A. Meningkatnya daya beli masyarakat
b)
B. Berkurangnya tabungan dan nilai riil aset keuangan
c)
C. Stabilnya kurs mata uang
d)
D. Meningkatnya ekspor secara otomatis
40.
Inflasi yang telah diantisipasi oleh pelaku ekonomi disebut sebagai...
a)
A. Core inflation
b)
B. Hyperinflation
c)
C. Anticipated inflation
d)
D. Open inflation
41.
Selama krisis moneter 1997–1998 di Indonesia, nilai tukar rupiah terdepresiasi secara tajam hingga lebih dari 500% terhadap dolar AS. Berdasarkan teori krisis mata uang (currency crisis) generasi ketiga, depresi ini tidak hanya disebabkan oleh kesalahan makroekonomi, tetapi juga oleh lemahnya struktur sistem keuangan dan efek kontagion. Jelaskan, dalam konteks tersebut, bagaimana interaksi antara ekspektasi pelaku pasar, moral hazard perbankan, dan kredibilitas kebijakan moneter dapat memperparah krisis!
a)
A. Krisis terjadi karena tekanan fiskal dan moneter semata
b)
B. Ekspektasi pasar membaik karena intervensi suku bunga
c)
C. Struktur keuangan yang rapuh memicu reaksi berantai (contagion), memperkuat devaluasi karena hilangnya kepercayaan
d)
D. Bank sentral menaikkan cadangan wajib minimum untuk menstabilkan rupiah
42.
Sebuah negara mengalami gejolak moneter karena ketidakpastian pasar, defisit neraca berjalan, dan lonjakan utang swasta luar negeri. Bank sentral ingin mempertahankan stabilitas nilai tukar sembari tetap menjaga pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan teori 'impossible trinity' dalam ekonomi internasional, analisislah kendala kebijakan yang dihadapi dan jelaskan trade-off yang muncul!
a)
A. Negara dapat menjalankan kontrol modal, stabilisasi nilai tukar, dan kebijakan moneter independen sekaligus
b)
B. Negara harus memilih dua dari tiga: stabilitas nilai tukar, mobilitas modal bebas, dan kemandirian kebijakan moneter
c)
C. Negara dapat mengandalkan subsidi untuk menstabilkan sistem
d)
D. Negara bebas mengontrol semua aspek jika cadangan devisa cukup
43.
Suatu negara berkembang menghadapi tekanan inflasi dan depresiasi nilai tukar secara bersamaan. Bank sentral menerapkan kebijakan moneter kontraktif untuk mengendalikan inflasi dengan cara menaikkan suku bunga acuan. Namun, langkah ini berisiko memperdalam kontraksi sektor riil. Jelaskan dari sudut pandang teori kebijakan moneter optimal, bagaimana dilema ini menggambarkan adanya konflik antara stabilitas harga dan stabilitas pertumbuhan!
a)
A. Kenaikan suku bunga otomatis memicu ekspansi sektor riil
b)
B. Tidak ada trade-off antara inflasi dan pertumbuhan
c)
C. Penyesuaian suku bunga berisiko menekan investasi dan konsumsi, menciptakan konflik sasaran kebijakan
d)
D. Inflasi dapat diabaikan jika pertumbuhan tetap stabil
44.
Pemerintah suatu negara yang sedang mengalami krisis moneter berupaya melakukan program stabilisasi makroekonomi. Salah satu strategi yang dipilih adalah menerapkan kerangka 'inflation targeting' secara eksplisit. Berdasarkan literatur teori moneter modern, apa saja syarat institusional dan struktural yang wajib dipenuhi sebelum strategi ini dapat diimplementasikan secara kredibel dan efektif?
a)
A. Otoritas moneter harus dikendalikan langsung oleh presiden
b)
B. Diperlukan bank sentral independen, transparansi kebijakan, serta kredibilitas jangka panjang terhadap target inflasi
c)
C. Diperlukan devaluasi besar sebelum inflasi dapat ditargetkan
d)
D. Negara harus mengadopsi sistem kurs tetap penuh
45.
Dalam kerangka pemikiran monetarisme klasik (terutama oleh Milton Friedman), kebijakan moneter diskresioner sering kali dianggap tidak efektif dan cenderung menimbulkan siklus ketidakstabilan baru. Bandingkan pandangan ini dengan pendekatan Keynesian terkait efektivitas kebijakan moneter dalam menghadapi resesi. Fokuskan jawaban pada asumsi mengenai kecepatan perputaran uang dan respons sektor riil terhadap perubahan jumlah uang beredar.
a)
A. Friedman menekankan pentingnya fleksibilitas fiskal dalam mengatur permintaan agregat
b)
B. Keynesianisme percaya bahwa uang netral dalam jangka pendek, sedangkan monetaris menolaknya
c)
C. Keynesian melihat peran aktif bank sentral penting dalam resesi, sedangkan Friedman percaya pada aturan pertumbuhan moneter tetap
d)
D. Keduanya menolak kebijakan suku bunga sebagai alat stabilisasi